<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Hasto Kristiyanto &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/hasto-kristiyanto/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Jul 2025 14:10:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Hasto Kristiyanto &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menguji Ketahanan Megawati Tanpa Hasto</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/menguji-ketahanan-megawati-tanpa-hasto/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[D74]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Jul 2025 14:10:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Hasto Kristiyanto]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati Soekarnoputri]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Prananda Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[Puan Maharani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=163671</guid>

					<description><![CDATA[Audio ini dibuat dengan teknologi AI. Vonis penjara terhadap Hasto menandai babak baru dalam dinamika internal PDIP. Pertanyaannya kini: siapa yang akan mengisi posisi strategis yang ditinggalkannya menjelang Kongres partai? PinterPolitik.com Dua hari lalu, tepatnya pada Jumat, 25 Juli 2025, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, resmi dijatuhi vonis penjara selama 3 tahun dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Audio ini dibuat dengan teknologi AI.</p>



<figure class="wp-block-audio"><audio controls src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/07/dua-hari-lalu.mp3"></audio></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Vonis penjara terhadap Hasto menandai babak baru dalam dinamika internal PDIP. Pertanyaannya kini: siapa yang akan mengisi posisi strategis yang ditinggalkannya menjelang Kongres partai?</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="http://Www.pinterpolitik.com" data-type="link" data-id="Www.pinterpolitik.com" rel="nofollow">PinterPolitik.com</a></p>



<p class="dropcapp3 wp-block-paragraph">Dua hari lalu, tepatnya pada Jumat, 25 Juli 2025, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, resmi dijatuhi vonis penjara selama 3 tahun dan 6 bulan oleh majelis hakim.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Vonis ini dijatuhkan dalam perkara dugaan suap terkait pergantian antar waktu (PAW) Harun Masiku dan dugaan perintangan penyidikan. Dalam amar putusannya, hakim menyatakan bahwa Hasto tidak terbukti secara sah melakukan perintangan penyidikan, namun ia dinyatakan bersalah dalam dakwaan suap.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Putusan ini sekaligus menandai babak baru dalam dinamika internal PDIP, mengingat posisi Hasto sebagai Sekjen partai bukanlah posisi administratif biasa. Selama lebih dari satu dekade terakhir, Hasto dikenal sebagai tangan kanan Megawati Soekarnoputri dalam mengelola strategi politik, pengorganisasian kader, hingga pengambilan keputusan ideologis partai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan status hukumnya kini berubah, muncul pertanyaan penting: bagaimana dampak pemenjaraan Hasto terhadap arah dan kekompakan internal PDIP?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, dinamika ini terjadi di momen yang sangat krusial: menjelang Kongres PDIP yang direncanakan berlangsung pada tahun 2025. Posisi Sekjen yang kosong jelas akan memicu kontestasi internal—bukan hanya soal siapa penggantinya, tetapi juga soal arah politik partai ke depan, terutama di tengah isu bahwa PDIP mulai merapat ke pemerintahan Prabowo Subianto.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/07/17536245118338153980594088437300-819x1024.jpg" alt="17536245118338153980594088437300" class="wp-image-163674" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/07/17536245118338153980594088437300-819x1024.jpg 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/07/17536245118338153980594088437300-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/07/17536245118338153980594088437300-120x150.jpg 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/07/17536245118338153980594088437300-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/07/17536245118338153980594088437300-150x188.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/07/17536245118338153980594088437300-300x375.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/07/17536245118338153980594088437300-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/07/17536245118338153980594088437300-1068x1335.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/07/17536245118338153980594088437300.jpg 1080w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Konsolidasi Politik di Tengah Ketidakpastian</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Secara internal, vonis terhadap Hasto berpotensi mengguncang keseimbangan kekuasaan di dalam tubuh PDIP. Selama ini, Hasto bukan hanya tokoh administratif, tetapi juga memainkan peran ideolog dan penghubung antara berbagai faksi dalam partai. Ia kerap menjadi figur kompromi antara Megawati dan tokoh-tokoh muda seperti Puan Maharani maupun Prananda Prabowo. Dengan vonis penjara yang diterimanya, ruang kosong yang ditinggalkan Hasto membuka peluang sekaligus risiko bagi stabilitas internal PDIP.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, meskipun Hasto adalah figur yang sangat dipercaya oleh Megawati, dampaknya terhadap posisi politik kader PDIP secara luas mungkin tidak sebesar yang diperkirakan. Ini karena PDIP memiliki mekanisme pengambilan keputusan yang kolektif, dengan Megawati yang tetap menjadi tokoh dominan. Apa yang sebenarnya menjadi intrik menarik adalah siapa yang akan menggantikan posisi Hasto sebagai Sekjen, mengingat posisi ini sangat strategis untuk mengatur dinamika dalam partai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah ketegangan ini, dua sosok yang mungkin akan mengisi posisi Hasto adalah mereka yang dekat dengan loyalis Puan Maharani atau Prananda Prabowo. Puan memiliki basis kekuatan yang cukup besar sebagai Ketua DPR RI, sementara Prananda, meskipun jarang tampil di publik, dikenal memiliki jaringan kuat di kalangan kader muda dan bisa menjadi figur alternatif yang lebih ideologis, sesuai dengan garis partai yang selalu dijaga oleh Megawati. Kehadiran keduanya di posisi strategis seperti Sekjen tentu akan membawa dinamika baru dalam hubungan antara faksi-faksi di PDIP.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam teori koalisi partai (Riker, 1962), ketika posisi penting diisi oleh pihak-pihak yang memiliki hubungan erat dengan kelompok tertentu dalam partai, maka hal ini akan mengarah pada pola aliansi yang lebih kohesif namun tetap mengandung potensi ketegangan internal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penggantian Hasto akan memengaruhi arah PDIP dalam menjalin hubungan dengan pemerintah dan partai-partai lainnya, mengingat kehadiran Hasto sebelumnya sangat terkait dengan upaya mempertahankan posisi PDIP dalam pemerintahan.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/07/17536245255364220910335431287626-819x1024.jpg" alt="17536245255364220910335431287626" class="wp-image-163675" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/07/17536245255364220910335431287626-819x1024.jpg 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/07/17536245255364220910335431287626-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/07/17536245255364220910335431287626-120x150.jpg 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/07/17536245255364220910335431287626-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/07/17536245255364220910335431287626-150x188.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/07/17536245255364220910335431287626-300x375.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/07/17536245255364220910335431287626-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/07/17536245255364220910335431287626-1068x1335.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/07/17536245255364220910335431287626.jpg 1080w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Di Persimpangan Sejarah</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kasus hukum yang menjerat Hasto Kristiyanto tak sekadar menjadi cerita hukum biasa. Ia adalah narasi politik yang membuka banyak lapisan soal kepemimpinan, ideologi, dan arah masa depan PDI Perjuangan. Sebagai figur yang dekat dengan Megawati dan memiliki pengaruh strategis di tubuh partai, kejatuhan Hasto menciptakan ruang kosong yang tak mudah diisi, baik secara struktural maupun simbolik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun demikian, semua pembacaan ini tetap bersifat spekulatif. Dunia politik tak pernah linier, dan dinamika internal partai kerap kali menyimpan logika tersendiri yang tidak selalu kasatmata. Bisa jadi, PDIP justru menggunakan momentum ini untuk melakukan konsolidasi besar-besaran, memperkuat barisan kader muda, dan menegaskan kembali posisinya dalam peta politik nasional. Sebaliknya, tidak menutup kemungkinan juga bahwa friksi internal makin terbuka dan sulit dijinakkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sinilah kita melihat bahwa politik adalah soal kelenturan membaca momentum. Dalam kaca mata filsafat politik, setiap krisis adalah kesempatan untuk merumuskan ulang makna kekuasaan dan komitmen terhadap rakyat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apa yang akan dilakukan PDIP pasca-vonis Hasto, akan menentukan apakah partai ini tetap menjadi partai ideologis warisan Bung Karno, atau bergeser menjadi aktor politik biasa yang tunduk pada logika kekuasaan pragmatis semata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang jelas, PDIP kini sedang berdiri di persimpangan sejarah. Dan publik Indonesia menjadi saksinya. (D74)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="BJwCFaaCh-g"><iframe title="Netanyahu, Khomeini, dan Era Perdamaian Panas?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/BJwCFaaCh-g?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/07/dua-hari-lalu.mp3" length="2536678" type="audio/mpeg" />

			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/07/20250702_2214_megawati-menatap-kejauhan_remix_01jz5v3z3xerss2xt9f9qsf0gk-1024x683.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Utut, The Next Grandmaster PDIP?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/utut-the-next-grandmaster-pdip/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[J61]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 May 2025 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Hasto Kristiyanto]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati Soekarnoputri]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[Sekjen PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[Utut Adianto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=161211</guid>

					<description><![CDATA[Grandmaster catur yang bertransformasi menjadi elite PDIP, Utut Adianto menjadi nama menarik dalam bursa Sekretaris Jenderal PDIP andai benar-benar dilepaskan dari Hasto Kristiyanto. Lalu, mengapa nama Utut muncul dan diperhitungkan?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Dengarkan artikel ini:</p>



<figure class="wp-block-audio"><audio controls src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/utut-1_yxliqyxp.mp3"></audio></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Audio ini dibuat menggunakan AI.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Grandmaster catur yang bertransformasi menjadi elite PDIP, Utut Adianto menjadi nama menarik dalam bursa Sekretaris Jenderal PDIP andai benar-benar dilepaskan dari Hasto Kristiyanto. Lalu, mengapa nama Utut muncul dan diperhitungkan?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com" rel="nofollow">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Dalam struktur internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) tidak pernah menjadi jabatan administratif belaka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia adalah <em>bishop</em> dalam arena catur politik partai dan alunan politik yang berlangsung dinamis, menempati posisi peluncur diagonal yang strategis, simbolik, sekaligus subtil dalam pengaruh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penetapan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap Harun Masiku, tidak hanya mengguncang posisinya secara pribadi, tetapi juga menempatkan PDIP dalam fase krusial regenerasi institusional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kolektivitas teguh dengan tetap menganggap Hasto sebagai Sekjen kiranya bukan pilihan ideal bagi PDIP, terlebih andai statusnya naik dari sekadar tersangka dan partai membutuhkan mualim bahtera yang cekatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">PDIP, sebagai partai dengan karakter sentralistik dan bergaya &#8220;<em>quasi-monarki</em>&#8220;, agaknya memandang posisi Sekjen sebagai perpanjangan tangan ideologis dan teknokratik dari sang Ketua Umum, Megawati Soekarnoputri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam sistem seperti ini, regenerasi bukan sekadar soal pengganti personal, tetapi juga reposisi simbolik dan strategis dari arsitektur internal partai. Maka munculnya nama Utut Adianto, seorang Grandmaster catur internasional, Wakil Sekjen PDIP, dan politikus senyap, sebagai kandidat Sekjen pasca-Hasto membuka ruang refleksi yang lebih luas., yakni pakah PDIP siap melangkah dari fase dramaturgi kekuasaan menuju fase permainan strategi elegan?</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Sekjen PDIP Bagai Bishop?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam politik partai modern, Sekretaris Jenderal merupakan figur yang harus memiliki kemampuan ganda, organisatoris dan strategis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengacu pada pemikiran Maurice Duverger dalam <em>Les Partis Politiques</em>, partai politik tersentralisasi membutuhkan “<em>internal command node</em>” yang tidak hanya menjaga disiplin organisasi, tetapi juga mampu mentransformasikan visi ideologis ketua umum menjadi gerak politik yang operasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sinilah posisi Sekjen PDIP menjadi sakral, menjadi bishop dalam papan catur PDIP, bukan sekadar bidak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berbeda dari raja atau ratu yang bergerak lurus dan vertikal, bishop justru menempuh jalur diagonal, tidak langsung, tetapi efektif. Ia menjadi mediator antar faksi, juru bicara ideologi, sekaligus pengendali jaringan loyalitas di akar rumput.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks PDIP yang secara internal menyimpan dinamika antara probabilitas eksistensi faksi Puan Maharani, faksi Prananda Prabowo, dan loyalis Megawati lama, dan faksi lainnya posisi Sekjen menjadi titik temu sekaligus arena adu taktik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hasto Kristiyanto, selama periode kepemimpinannya, merepresentasikan Sekjen yang bergerak dengan pendekatan “ideolog-politik”. Ia kerap tampil di ruang publik membawa retorika ideologis partai dan membentuk identitas “penjaga marwah Soekarnoisme.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, keterlibatannya dalam berbagai dinamika politik kekinian, kekalahan PDIP di Pilpres 2024, hingga terkuaknya kasus Harun Masiku mengungkap sisi gelap dari model ini. Sekjen dianggap terlalu politis, terlalu terbuka, jamak dinilai terlalu banyak dramaturgi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di titik inilah, Utut Adianto hadir sebagai antitesis kultural sekaligus strategis. Sebagai Grandmaster catur, Utut boleh jadi menginternalisasi prinsip permainan yang tidak gaduh, penuh pertimbangan, dan selalu berpikir tiga langkah ke depan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karakter inilah yang kemungkinan membentuk potensi Utut menjadi Sekjen yang lebih strategis, tidak impulsif, dan tidak mudah terseret “drama” politik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu, bagaimana derajat probabilitas dan proyeksi andai Sekjen PDIP berganti dan jatuh ke tangan Utut?</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1080" height="1350" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/halo-apa-kabar-kasus-hasto1.jpg" alt="halo, apa kabar kasus hasto1" class="wp-image-158397" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/halo-apa-kabar-kasus-hasto1.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/halo-apa-kabar-kasus-hasto1-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/halo-apa-kabar-kasus-hasto1-819x1024.jpg 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/halo-apa-kabar-kasus-hasto1-120x150.jpg 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/halo-apa-kabar-kasus-hasto1-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/halo-apa-kabar-kasus-hasto1-150x188.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/halo-apa-kabar-kasus-hasto1-300x375.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/halo-apa-kabar-kasus-hasto1-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/halo-apa-kabar-kasus-hasto1-1068x1335.jpg 1068w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong><em>Game Changer </em>PDIP?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Diskursus penggantian Hasto bukan sekadar mencari figur baru, tetapi mengalkulasi ulang relasi kuasa di internal PDIP.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Megawati, sebagai formatur tunggal, akan mempertimbangkan tiga variabel utama, yakni stabilitas faksi internal, kemampuan konsolidasi ideologis, dan kemampuan menjaga arah partai di tengah transisi kepemimpinan menuju generasi baru. Maka pertanyaannya, apakah Utut mampu menjembatani ini semua?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai kader senior, Utut memiliki modal relasi historis yang relatif netral dan bersahabat dengan kedua tokoh tersebut. Ia tidak diasosiasikan terlalu kuat dengan salah satu faksi, memungkinkan dirinya berperan sebagai “penjaga keseimbangan” di tengah friksi dua nama besar dalam dinasti politik Megawati yang cepat atau lambat juga akan menyerahkan tongkat estafer ketua umum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kerangka teori koalisi <em>minimal winning</em>, Utut justru bisa menjadi elemen “penengah netral” yang menjaga koalisi internal tetap efisien dan tidak saling mematikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berbeda dari Hasto yang dianggap sering muncul sebagai polemikus publik, Utut dikenal lebih tenang, dan ketika bicara, serta berbobot.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gaya seperti ini kiranya cocok dengan era politik pasca 2024 yang mulai menuntut kesejukan narasi dan penguatan teknokrasi. Apalagi jika PDIP ingin tetap mempertahankan citra sebagai “partai ideologis” yang tidak larut dalam <em>noise</em> politik populisme.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun latar belakang Utut bukan aktivis akar rumput atau tokoh struktural tradisional PDIP, ia telah lama menjabat di parlemen dan menjalin hubungan luas dengan DPC-DPD.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepribadiannya yang <em>low-profile</em> justru memberi ruang bagi kader di daerah untuk merasa lebih leluasa berinteraksi, tanpa tekanan simbolik sebagaimana yang dirasakan dalam era Hasto.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam perspektif <em>path dependency</em>, keputusan Megawati menentukan Sekjen bukan hanya soal kondisi saat ini, tetapi juga warisan masa lalu dan arah masa depan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika PDIP ingin membuka fase baru menjelang regenerasi pasca-Megawati, maka figur seperti Utut akan memberi sinyal kuat bahwa partai sedang menempuh jalur stabil, rasional, dan minim friksi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Utut tentu bukan nama tunggal kandidat Sekjen andai diganti, dan pengangkatan Sekjen bukan hanya urusan internal PDIP, melainkan pesan publik tentang seperti apa wajah masa depan partai terbesar di Indonesia ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hasto merepresentasikan era retoris, penuh orasi dan konfrontasi. Bagaimanapun, Utut, jika terpilih, bisa membuka era baru: era strategi elegan, konsolidasi senyap, dan langkah tiga langkah ke depan, sebagaimana layaknya seorang Grandmaster catur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan latar belakang permainan catur, Utut tidak hanya memiliki kecakapan taktik, tetapi juga etos berpikir panjang dan kemampuan membaca ruang di luar yang kasat mata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika Megawati menginginkan PDIP bergerak lebih senyap, lebih rasional, dan lebih tahan terhadap guncangan eksternal maupun skandal internal, maka penunjukan Utut Adianto bisa menjadi the <em>next grand move</em> dalam babak akhir karier politik Megawati Soekarnoputri, sebuah langkah strategi, bukan sekadar regenerasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti dalam permainan catur, keputusan besar bukan ditentukan oleh pion yang gaduh, melainkan oleh peluncur yang senyap tapi mematikan. Jika PDIP ingin menang dalam permainan panjang, maka bishop harus digerakkan dengan presisi. (J61)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="ivlK1nCsT6w"><iframe loading="lazy" title="The Economic War: Dari Athena Hingga Inggris vs Belanda" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/ivlK1nCsT6w?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/utut-1_yxliqyxp.mp3" length="3178925" type="audio/mpeg" />

			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/utut-1024x576.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>The Next Grandmaster of PDIP?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/the-next-grandmaster-of-pdip/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S91]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 May 2025 01:41:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Hasto Kristiyanto]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[Sekjen PDIP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=161603</guid>

					<description><![CDATA[The bishop of PDIP?&#160; #sekjenpdip #ututadianto #hastokristiyanto #pdip #harunmasiku #megawatisoekarnoputri #infografis #beritapolitik #politikindonesia #pinterpolitik]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/the-next-grandmaster-of-pdipartboard-1_1-819x1024.jpg" alt="the next grandmaster of pdipartboard 1 1" class="wp-image-161606" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/the-next-grandmaster-of-pdipartboard-1_1-819x1024.jpg 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/the-next-grandmaster-of-pdipartboard-1_1-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/the-next-grandmaster-of-pdipartboard-1_1-120x150.jpg 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/the-next-grandmaster-of-pdipartboard-1_1-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/the-next-grandmaster-of-pdipartboard-1_1-150x188.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/the-next-grandmaster-of-pdipartboard-1_1-300x375.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/the-next-grandmaster-of-pdipartboard-1_1-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/the-next-grandmaster-of-pdipartboard-1_1-1068x1335.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/the-next-grandmaster-of-pdipartboard-1_1.jpg 1200w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/the-next-grandmaster-of-pdipartboard-1_2-819x1024.jpg" alt="the next grandmaster of pdipartboard 1 2" class="wp-image-161607" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/the-next-grandmaster-of-pdipartboard-1_2-819x1024.jpg 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/the-next-grandmaster-of-pdipartboard-1_2-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/the-next-grandmaster-of-pdipartboard-1_2-120x150.jpg 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/the-next-grandmaster-of-pdipartboard-1_2-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/the-next-grandmaster-of-pdipartboard-1_2-150x188.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/the-next-grandmaster-of-pdipartboard-1_2-300x375.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/the-next-grandmaster-of-pdipartboard-1_2-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/the-next-grandmaster-of-pdipartboard-1_2-1068x1335.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/the-next-grandmaster-of-pdipartboard-1_2.jpg 1200w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/the-next-grandmaster-of-pdipartboard-1_3-819x1024.jpg" alt="the next grandmaster of pdipartboard 1 3" class="wp-image-161608" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/the-next-grandmaster-of-pdipartboard-1_3-819x1024.jpg 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/the-next-grandmaster-of-pdipartboard-1_3-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/the-next-grandmaster-of-pdipartboard-1_3-120x150.jpg 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/the-next-grandmaster-of-pdipartboard-1_3-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/the-next-grandmaster-of-pdipartboard-1_3-150x188.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/the-next-grandmaster-of-pdipartboard-1_3-300x375.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/the-next-grandmaster-of-pdipartboard-1_3-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/the-next-grandmaster-of-pdipartboard-1_3-1068x1335.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/the-next-grandmaster-of-pdipartboard-1_3.jpg 1200w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">The bishop of PDIP?&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/16.0/1f440/32.png" alt="👀" /></figure>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/16.0/1f914/32.png" alt="🤔" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">#sekjenpdip #ututadianto #hastokristiyanto #pdip #harunmasiku #megawatisoekarnoputri #infografis #beritapolitik #politikindonesia #pinterpolitik</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/the-next-grandmaster-of-pdipartboard-1_1-819x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Hasto Will be Free?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/hasto-will-be-free/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[J61]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[hasto]]></category>
		<category><![CDATA[Hasto Kristiyanto]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati Soekarnoputri]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=160076</guid>

					<description><![CDATA[Dengarkan artikel ini? Audio ini dibuat menggunakan AI. Interpretasi terbuka saat Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto tampil begitu percaya diri dan justru sumringah di tengah persidangan terakhirnya pekan lalu. Mengapa demikian? Apakah ada kaitannya dengan implikasi politik-hukum pasca pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Megawati Soekarnoputri? PinterPolitik.com Di tengah sorotan publik yang intens namun cenderung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Dengarkan artikel ini?</p>



<figure class="wp-block-audio"><audio controls src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/04/hasto-1-6is8xrue.mp3"></audio></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Audio ini dibuat menggunakan AI.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Interpretasi terbuka saat Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto tampil begitu percaya diri dan justru sumringah di tengah persidangan terakhirnya pekan lalu. Mengapa demikian? Apakah ada kaitannya dengan implikasi politik-hukum pasca pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Megawati Soekarnoputri?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com" rel="nofollow">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Di tengah sorotan publik yang intens namun cenderung angin-anginan terhadap kasus korupsi eks kader PDIP Harun Masiku yang menyeret nama besar Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, sebuah fenomena menarik justru mencuat dari ruang persidangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bukan wajah tegang atau murung penuh beban yang terlihat, melainkan raut sumringah dan percaya diri dari seorang Hasto. Dengan senyum tersungging dan sikap tenang, ia menyapa awak media dengan kalimat, “Tampak fresh kan saya?” pada Kamis, 17 April 2025 lalu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih dari sekadar ekspresi personal, sikap ini memunculkan beragam penafsiran serta interpretasi di ruang publik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Alih-alih dibebastugaskan atau digeser secara internal, partai tampak solid menjaga martabat politik Hasto.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bahkan, dalam dimensi sedikit berbeda, dukungan moril datang dari pihak yang tak lazim dalam kasus hukum politik, yakni kunjungan Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo, ke rumah tahanan KPK menjelang Paskah, di pekan yang sama pula.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Persidangan pun mengungkap dinamika unik, yakni beberapa saksi yang memberikan testimoni terkesan kurang solid dalam memberikan keterangan yang memberatkan. Salah satunya, mantan Ketua KPU, Arief Budiman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kondisi ini seolah memperkuat posisi Hasto bukan hanya sebagai tersangka yang membela diri, tetapi juga sebagai aktor politik yang sedang “bermain panjang.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih jauh, muncul pertanyaan menarik yang sederhana, mengapa Hasto menunjukkan ekspresi tersebut?</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Politik Martabat PDIP?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagaimana penafsiran-penafsiran sebelumnya, kasus Hasto sempat dinilai bukan semata kasus hukum, melainkan episode dari panggung besar politik Indonesia yang juga berpengaruh dan memengaruhi dinamika politik kekinian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks ini, satu hal pertama yang muncul adalah gestur PDIP yang tetap teguh di belakang Hasto dan tampak memainkan politik martabat. Tak lain, dengan tetap menjaga simbol, mempertahankan posisi, dan menunjukkan bahwa partai tidak goyah meski berada di bawah tekanan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal seperti ini biasanya tak terjadi di partai politik lain, yang justru dengan cepat melakukan penon-aktifan atau bahkan pemecatan sebelum memberikan statement normatif “menghormati proses hukum”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penting untuk memahami bahwa dalam politik Indonesia, terutama yang diwarisi dari logika kekuasaan Orde Baru dan diwarisi sebagian oleh Reformasi, jabatan struktural dalam partai memiliki nilai simbolik yang tinggi. Utamanya, dalam <em>case</em> PDIP.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Posisi Hasto sebagai Sekjen bukan hanya soal fungsi administratif, tetapi representasi langsung dari garis ideologis partai, loyalitas kepada ketua umum, dan integritas kekuasaan internal PDIP.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mempertahankan Hasto pada posisinya mengirimkan pesan ke publik dan elite politik bahwa PDIP tidak tunduk pada tekanan eksternal dan akan “melindungi” kader intinya. Tentu, dalam hal ini bukan dan seharusnya tidak dalam konteks “melindungi” dengan merintangi proses hukum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bahkan, ketika berhadapan dengan lembaga penegak hukum sekalipun, partai tetap menjaga soliditasnya. Strategi ini serupa dengan pendekatan “<em>rally around the flag</em>” dalam politik krisis, di mana institusi mengerahkan semua sumber daya simbolik dan struktural untuk menjaga kehormatan pusat kekuasaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Satu interpretasi lain, sikap percaya diri Hasto juga tak bisa dilepaskan dari pemahaman atas kalkulasi kekuasaan dalam dimensi tertentu, yakni Hasto bukan hanya tersangka, melainkan variabel penting dalam arena pasca Pemilu dan Pilpres 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan posisi PDIP sebagai partai besar yang berpotensi tetap menjadi penentu dalam dinamika pemerintahan Presiden Prabowo, Hasto agaknya mengerti bahwa perannya tak sekadar sebagai tersangka, tetapi juga pion strategis dalam percaturan politik nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di titik lain dan sebagai akumulasi, disinilah dukungan moral dari tokoh Gereja Katolik memiliki signifikansinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terlepas dari pro-kontra yang mengiringinya, kunjungan Kardinal Suharyo bukan peristiwa biasa, melainkan simbol bahwa Hasto masih dipandang sebagai figur publik yang layak mendapat empati, bahkan pembelaan moral, bahkan meski berada dalam tahanan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam keterkaitannya dengan konteks politik, hal ini adalah bentuk <em>redemption capital </em>di mana menggambarkan modal simbolik yang dipakai untuk menegaskan bahwa seseorang belum jatuh, dan bahkan sedang disiapkan untuk “<em>comeback</em>.”</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Ada Faktor Megawati–Prabowo?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Jika politik adalah seni membaca isyarat, maka pertemuan antara Megawati dan Presiden Prabowo dapat dibaca sebagai dialog kekuasaan yang lebih dalam dari sekadar silaturahmi biasa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejak Pilpres 2024 selesai, peta koalisi politik Indonesia tampak memasuki fase konsolidasi yangn cair, partai-partai mulai melakukan penyesuaian strategi untuk tetap relevan di bawah pemerintahan baru. Termasuk korelasinya dengan poros kekuatan Joko Widodo (Jokowi).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks ini, pertemuan dua tokoh besar itu membuka ruang interpretasi bahwa komunikasi elite sudah mencapai fase &#8220;diplomasi sunyi.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Istilah “diplomasi sunyi” sendiri merujuk pada komunikasi nonformal, tertutup, dan kerap bersifat simbolik, namun berdampak besar pada struktur relasi kuasa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam banyak kasus, pertemuan semacam ini menjadi penentu arah hukum-politik atau politik-hukum terhadap kader atau tokoh atau dinamika tertentu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menjadi rahasia umum dalam politik Indonesia, proses hukum tidak sepenuhnya steril dari pertimbangan politik, dan pertemuan Prabowo-Megawati bisa saja menandai dimulainya negosiasi atau bagian dari skenario tertentu menjaga stabilitas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perspektif <em>bargaining in the shadow of the law</em> kiranya bisa menjadi rujukan dalam membaca dinamika ini. Dalam konsep tersebut, proses hukum bukan semata ruang rasional mencari kebenaran, tetapi tempat kompromi politik dinegosiasikan di bawah bayang-bayang hukum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks Hasto, jika PDIP menawarkan agenda serta dukungan politik tertentu kepada pemerintahan Prabowo, maka bukan tidak mungkin tekanan terhadap Hasto akan berkurang. Bukan melalui pembatalan proses hukum, tetapi dengan cara penyesuaian irama dan dinamika kasusnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Posisi Hasto sebagai “korban struktural” dari peristiwa yang telah berlangsung lama (kasus Harun Masiku bermula sejak 2020) juga dapat digunakan sebagai narasi bersama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah upaya rekonsiliasi nasional, kader yang dianggap “bermasalah” bisa dijadikan martir atau simbol dari beban masa lalu yang harus dikubur bersama demi stabilitas pemerintahan baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagaimanapun, penjabaran di atas masih merupakan interpretasi semata yang sifatnya relatif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kendati demikian, case ekspresi sumringah Hasto seolah menguak satu hal, dalam politik Indonesia, sumringah bukanlah tanda ketidakpedulian, tetapi sinyal bahwa seorang aktor atau entitas di baliknya masih memiliki daya tawar. Bahkan dari balik jeruji besi atau pusaran kasus hukum, semoga tidak selalu demikian. (J61)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="VMHu_ZnuT9I"><iframe loading="lazy" title="Brand Story: Dari Gudang Garam dan PKI, Hingga Indomie dan KFC" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/VMHu_ZnuT9I?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/04/hasto-1-6is8xrue.mp3" length="4765646" type="audio/mpeg" />

			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/04/sidang-dakwaan-hasto-kristiyanto-1742119004556_169-1024x576.jpeg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>PDIP dan Gertakan-gertakan Asap?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/pdip-dan-gertakan-gertakan-asap/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E95]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2025 07:47:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Guntur Romli]]></category>
		<category><![CDATA[Hasto Kristiyanto]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati Soekarno putri]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=159227</guid>

					<description><![CDATA[Hmm&#160; #pinterpolitik #beritapolitik #beritapolitikterkini #politikindonesia #kpk #hastokristiyanto #pdip #megawatisoekarnoputri #gunturromli]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/03/pdip-dan-gertakan-gertakan-asap-1-819x1024.jpg" alt="pdip dan gertakan gertakan asap 1" class="wp-image-159230" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/03/pdip-dan-gertakan-gertakan-asap-1-819x1024.jpg 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/03/pdip-dan-gertakan-gertakan-asap-1-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/03/pdip-dan-gertakan-gertakan-asap-1-120x150.jpg 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/03/pdip-dan-gertakan-gertakan-asap-1-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/03/pdip-dan-gertakan-gertakan-asap-1-150x188.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/03/pdip-dan-gertakan-gertakan-asap-1-300x375.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/03/pdip-dan-gertakan-gertakan-asap-1-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/03/pdip-dan-gertakan-gertakan-asap-1-1068x1335.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/03/pdip-dan-gertakan-gertakan-asap-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/03/pdip-dan-gertakan-gertakan-asap-2-819x1024.jpg" alt="pdip dan gertakan gertakan asap 2" class="wp-image-159231" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/03/pdip-dan-gertakan-gertakan-asap-2-819x1024.jpg 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/03/pdip-dan-gertakan-gertakan-asap-2-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/03/pdip-dan-gertakan-gertakan-asap-2-120x150.jpg 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/03/pdip-dan-gertakan-gertakan-asap-2-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/03/pdip-dan-gertakan-gertakan-asap-2-150x188.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/03/pdip-dan-gertakan-gertakan-asap-2-300x375.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/03/pdip-dan-gertakan-gertakan-asap-2-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/03/pdip-dan-gertakan-gertakan-asap-2-1068x1335.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/03/pdip-dan-gertakan-gertakan-asap-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Hmm&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/16.0/1f914/32.png" alt="🤔" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">#pinterpolitik #beritapolitik #beritapolitikterkini #politikindonesia #kpk #hastokristiyanto #pdip #megawatisoekarnoputri #gunturromli</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/03/pdip-dan-gertakan-gertakan-asap-1-819x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>PDIP Has Fallen?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/pdip-has-fallen/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[J61]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Feb 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Ahok]]></category>
		<category><![CDATA[Hasto Kristiyanto]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Kortas Tipikor]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Prasetyo Edi]]></category>
		<category><![CDATA[Puan]]></category>
		<category><![CDATA[Rusun Cengkareng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=158837</guid>

					<description><![CDATA[Nama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tersebut dalam proses pengungkapan kasus rasuah lahan Rusun Cengkareng, Jakarta Barat di era pemeritahannya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Hal ini menyingkap sederet elite PDIP dalam pusaran kasus rasuah signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Terlebih, pasca Presiden Prabowo menyiratkan soliditasnya dengan Joko Widodo (Jokowi). Mungkinkah ini tanda kejatuhan PDIP?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Dengarkan artikel ini:</p>



<figure class="wp-block-audio"><audio controls src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/pdip-has-fallen.mp3"></audio></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Audio ini dibuat menggunakan AI.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Nama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tersebut dalam proses pengungkapan kasus rasuah lahan Rusun Cengkareng, Jakarta Barat di era pemeritahannya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Hal ini menyingkap sederet elite PDIP dalam pusaran kasus rasuah signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Terlebih, pasca Presiden Prabowo menyiratkan soliditasnya dengan Joko Widodo (Jokowi). Mungkinkah ini tanda kejatuhan PDIP?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com" rel="nofollow">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Elite PDIP seolah berada dalam radar aparat penegak hukum rasuah setelah mantan Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi yang merupakan kader partai banteng menyebut nama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam kasus korupsi lahan Rusun Cengkareng, Jakarta Barat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Prasetyo menyampaikannya dalam kapasitas sebagai saksi dan memenuhi panggilan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Well</em>, belakangan ini, dalam lanskap politik Indonesia yang kompleks, berbagai peristiwa korupsi dan dinamika hubungan antar elite politik terus mewarnai pemberitaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kasus-kasus korupsi yang melibatkan tokoh-tokoh penting, seperti Ahok dan sejumlah elite PDIP menjadi sorotan utama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain dan di saat yang sama, hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan kekompakan yang semakin solid, membantah tegas isu keretakan hubungan keduanya terhadap proyeksi relasi Prabowo dengan PDIP dan Megawati Soekarnoputri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kembali ke Ahok, kasus korupsi pengadaan lahan untuk pembangunan rumah susun (rusun) terlacak pada tahun 2015 saat dirinya menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Pengadaan lahan seluas 4,69 hektare dan 1.137 meter persegi ini melibatkan anggaran sebesar Rp668 miliar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, belakangan terungkap bahwa sertifikat hak milik lahan tersebut diduga hasil rekayasa, sehingga lahan tidak dapat dikuasai dan dimanfaatkan oleh pemerintah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penyelidikan oleh Bareskrim Polri menetapkan dua tersangka, yaitu Sukmana, mantan Kepala Bidang Pembangunan Perumahan dan Permukiman Dinas Perumahan DKI Jakarta, dan Rudy Hartono Iskandar dari pihak swasta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Prasetyo sendiri mengatakan bahwa Ahok yang tengah bersitegang dengan DPRD kala itu, tak mau “berkompromi” dan langsung mengeksekusi proyek melalui peraturan gubernur (pergub). Sesuatu yang secara logika politik hukum kiranya cukup untuk “dimainkan” serta menyeret Ahok.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Case ini, memantik satu pertanyaan menarik mengenai apa yang kemungkinan terjadi dan bagaimana dinamika kasus yang menghantui elite PDIP memengaruhi politik-pemerintahan saat ini?</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1080" height="1350" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/halo-apa-kabar-kasus-hasto1.jpg" alt="halo, apa kabar kasus hasto1" class="wp-image-158397" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/halo-apa-kabar-kasus-hasto1.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/halo-apa-kabar-kasus-hasto1-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/halo-apa-kabar-kasus-hasto1-819x1024.jpg 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/halo-apa-kabar-kasus-hasto1-120x150.jpg 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/halo-apa-kabar-kasus-hasto1-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/halo-apa-kabar-kasus-hasto1-150x188.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/halo-apa-kabar-kasus-hasto1-300x375.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/halo-apa-kabar-kasus-hasto1-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/halo-apa-kabar-kasus-hasto1-1068x1335.jpg 1068w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong><em>Wayahe</em></strong><strong> PDIP?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Selain kasus Cengkareng, sejumlah elite PDIP juga terseret dalam berbagai dugaan korupsi, baik dalam radar Polri, KPK, maupun Kejaksaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto, menghadapi praperadilan yang akhirnya tidak diterima oleh pengadilan dalam kasus Harun Masiku “<em>yang kok gak kelar-kelar, belom juga ketemu</em>”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di Semarang, Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu dan mantan Wali Kota Hendrar Prihadi diduga terlibat dalam pusaran intrik permufakatan demi kepentingan kelompok di Balai Kota.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Isu penjualan gas alam cair (LNG) dengan harga murah ke pihak asing pada era Presiden Megawati Soekarnoputri juga kembali mencuat, terutama setelah polemik mengenai gas LPG bersubsidi 3 kg.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bersamaan dengan berkembangnya kasus tersebut, hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dan mantan Presiden Jokowi justru membantah segala keraguan atas isu perpecahan kongsi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konsep sirkulasi elite yang diperkenalkan oleh Vilfredo Pareto menggambarkan bagaimana pergantian dan perputaran elite dalam struktur kekuasaan terjadi secara alami.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, dalam konteks di atas, proses politik-hukum yang “alami” pun bisa bermakna simpul ganda yang mana pergantian elite yang berkuasa begitu kompleks.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dinamika semakin kompleks dengan adanya <em>triangle interest complexity</em> yang melibatkan Jokowi, Prabowo, dan Megawati Soekarnoputri beserta PDIP.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam proses politik yang paralel, upaya untuk mengakomodasi berbagai kepentingan politik tentu menciptakan <em>multi interest complexity </em>yang memengaruhi perumusan skenario dan stabilitas politik di pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di titik ini, siklus berganti dan angin politik berhembus seperti sedia kala saat PDIP seolah mengalami apa yang pernah dialami Partai Demokrat saat elite mereka tersandung kasus rasuah setelah tak lagi berkuasa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu, dengan kondisi saat ini, bagaimana proyeksi relasi di antara Presiden Prabowo, Jokowi, dan Megawati plus PDIP?</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1080" height="1350" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/jokowi-prabowo-presiden-terkuat-di-dunia-1.jpg" alt="jokowi prabowo presiden terkuat di dunia 1" class="wp-image-158765" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/jokowi-prabowo-presiden-terkuat-di-dunia-1.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/jokowi-prabowo-presiden-terkuat-di-dunia-1-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/jokowi-prabowo-presiden-terkuat-di-dunia-1-819x1024.jpg 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/jokowi-prabowo-presiden-terkuat-di-dunia-1-120x150.jpg 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/jokowi-prabowo-presiden-terkuat-di-dunia-1-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/jokowi-prabowo-presiden-terkuat-di-dunia-1-150x188.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/jokowi-prabowo-presiden-terkuat-di-dunia-1-300x375.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/jokowi-prabowo-presiden-terkuat-di-dunia-1-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/jokowi-prabowo-presiden-terkuat-di-dunia-1-1068x1335.jpg 1068w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>PDIP Diulur Dulu?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Melihat dinamika yang ada, spekulasi mengenai eksistensi upaya untuk mengendalikan posisi politik PDIP melalui penanganan kasus-kasus korupsi yang melibatkan kadernya seolah tak bisa dibendung dalam ruang diskursus yang begitu bebas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak hanya tentang pengaruh Jokowi, pertemuan antara Prabowo dan Megawati yang belum juga terlaksana agaknya dapat diinterpretasi sebagai <em>deadlock</em> yang bermuara pada strategi untuk menjaga PDIP tetap berada di luar lingkaran kekuasaan, namun tetap bersikap kooperatif dan mendukung pemerintah tanpa menimbulkan gejolak politik yang tidak perlu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Relasi antara Megawati dengan Prabowo maupun Jokowi akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan proses hukum terhadap Hasto Kristiyanto dan dinamika kasus yang melibatkan Ahok.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, sejauh mana isu penjualan LNG di era Megawati “digoreng” kembali juga menjadi faktor penentu dalam hubungan antar elite ini. Kasus lain, seperti yang melibatkan Happy Hapsoro, suami dari Puan Maharani, juga bukan tidak mungkin memengaruhi konstelasi politik ke depan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dinamika politik Indonesia belakangan ini ditandai oleh kompleksitas hubungan antar elite dan berbagai kasus korupsi yang melibatkan tokoh-tokoh penting.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Stabilitas dan reputasi pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka akan sangat dipengaruhi oleh bagaimana mereka mengelola hubungan dengan PDIP dan bagaimana berbagai kasus hukum terkait yang mencuat berproses. (J61)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="IH9W4eIP0YI"><iframe loading="lazy" title="Pertautan Sejarah Philips dan Karl Marx" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/IH9W4eIP0YI?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/pdip-has-fallen.mp3" length="3780331" type="audio/mpeg" />

			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/prabowo-jokowi-megawati-webp-1024x532.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Halo, Apa Kabar Kasus Hasto?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/halo-apa-kabar-kasus-hasto/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E95]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Feb 2025 10:39:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Hasto Kristiyanto]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=158394</guid>

					<description><![CDATA[Hmm, bakal gimana ya kelanjutannya&#160; #infografis #pinterpolitik #beritapolitik #beritapolitikterkini #hastokristiyanto #kpk #politikindonesia #hukum]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/halo-apa-kabar-kasus-hasto1-819x1024.jpg" alt="halo, apa kabar kasus hasto1" class="wp-image-158397" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/halo-apa-kabar-kasus-hasto1-819x1024.jpg 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/halo-apa-kabar-kasus-hasto1-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/halo-apa-kabar-kasus-hasto1-120x150.jpg 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/halo-apa-kabar-kasus-hasto1-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/halo-apa-kabar-kasus-hasto1-150x188.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/halo-apa-kabar-kasus-hasto1-300x375.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/halo-apa-kabar-kasus-hasto1-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/halo-apa-kabar-kasus-hasto1-1068x1335.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/halo-apa-kabar-kasus-hasto1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/halo-apa-kabar-kasus-hasto2-819x1024.jpg" alt="halo, apa kabar kasus hasto2" class="wp-image-158398" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/halo-apa-kabar-kasus-hasto2-819x1024.jpg 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/halo-apa-kabar-kasus-hasto2-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/halo-apa-kabar-kasus-hasto2-120x150.jpg 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/halo-apa-kabar-kasus-hasto2-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/halo-apa-kabar-kasus-hasto2-150x188.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/halo-apa-kabar-kasus-hasto2-300x375.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/halo-apa-kabar-kasus-hasto2-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/halo-apa-kabar-kasus-hasto2-1068x1335.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/halo-apa-kabar-kasus-hasto2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Hmm, bakal gimana ya kelanjutannya&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/16.0/1f914/32.png" alt="🤔" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">#infografis #pinterpolitik #beritapolitik #beritapolitikterkini #hastokristiyanto #kpk #politikindonesia #hukum</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/halo-apa-kabar-kasus-hasto1-819x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Hasto vs Jokowi, Benarkah Prabowo AFK?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/hasto-vs-jokowi-benarkah-prabowo-afk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[J61]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jan 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Hasto Kristiyanto]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=157994</guid>

					<description><![CDATA[Tak berkomentar atau memberikan statement khusus menjadi hal normatif yang kiranya tepat dilakukan Presiden Prabowo Subianto terhadap intrik panas kasus Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto yang berhadapan langsung dengan Joko Widodo. Padahal, drama yang dibumbui video skandal pejabat itu berkelindan dengan proyeksi stabilitas politik dan pemerintahan ke depan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Dengarkan artikel ini:</p>



<figure class="wp-block-audio"><audio controls src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/01/prabowo-afk-1_z1vgmc4l.mp3"></audio></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Audio ini dibuat menggunakan AI.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Tak berkomentar atau memberikan <em>statement </em>khusus menjadi hal normatif yang kiranya tepat dilakukan Presiden Prabowo Subianto terhadap intrik panas kasus Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto yang berhadapan langsung dengan Joko Widodo. Padahal, drama yang dibumbui video skandal pejabat itu berkelindan dengan proyeksi stabilitas politik dan pemerintahan ke depan.</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com" rel="nofollow">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Kubu PDIP bermanuver dengan ultimatum klaim atas video skandal para elite negara saat Sekretaris Jenderal mereka, Hasto Kristiyanto diberi predikat tersangka oleh KPK dalam kasus rasuah Harun Masiku. Tak lagi tersirat, nama Joko Widodo menjadi satu yang disasar Hasto dan PDIP.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Momen di mana PDIP mengeluarkan ultimatum itu beriringan dengan isu yang berkembang mengenai tawar-menawar politik-hukum saat KPK belum juga menangkap Hasto. Tak pelak, intrik ini memantik instabilitas politik yang cukup signifikan. Terlebih impresi ketegasan penegak hukum atas keadilan yang seolah bisa &#8220;ditawar&#8221; dan &#8220;dimainkan&#8221;.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di titik ini, positioning Presiden Prabowo Subianto cukup menarik untuk diiterpretasi. Hal itu dikarenakan, selain ada kesan saling sandera dan saling memegang &#8220;kuncian&#8221;, baik PDIP dan Jokowi (dua kubu yang kini berseteru panas) adalah mitra strategis bagi Presiden Prabowo untuk menjaga stabilitas politik di masa pemerintahannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Memilih&#8221; salah satu di antara keduanya tentu akan memiliki konsekuensi yang tak sembarangan. Pun dengan &#8220;membiarkan&#8221; KPK sebagai aparat penegak hukum seolah ragu, kiranya akan kontraproduktif bagi citra penegakan hukum di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu, muncul dua pertanyaan menarik untuk diiterpretasi. <em>Pertama</em>, Mengapa Presiden Prabowo seolah diam? Apakah ini bagian dari <em>strategic patience</em>-nya untuk menempuh langkah yang paling logis secara kalkulasi politik mengikuti alur proses hukum?</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Kedua</em>, Apakah mungkin Presiden Prabowo telah menempuh langkah di belakang panggung? Lalu, cenderung ke arah mana keberpihakan Presiden Prabowo, PDIP atau Jokowi?</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1080" height="1350" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/prabowos-no-time-to-idleartboard-1_1.jpg" alt="prabowo’s no time to idleartboard 1 1" class="wp-image-156081" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/prabowos-no-time-to-idleartboard-1_1.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/prabowos-no-time-to-idleartboard-1_1-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/prabowos-no-time-to-idleartboard-1_1-819x1024.jpg 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/prabowos-no-time-to-idleartboard-1_1-120x150.jpg 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/prabowos-no-time-to-idleartboard-1_1-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/prabowos-no-time-to-idleartboard-1_1-150x188.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/prabowos-no-time-to-idleartboard-1_1-300x375.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/prabowos-no-time-to-idleartboard-1_1-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/prabowos-no-time-to-idleartboard-1_1-1068x1335.jpg 1068w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Prabowo Bukan Hanya Diam?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Telah disebutkan dalam pertanyaan pertama, salah satu kemungkinan adalah bahwa Prabowo tengah mengadopsi apa yang disebut sebagai <em>strategic patience</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Strategi ini menekankan pada kemampuan untuk menunggu hingga momen yang tepat sebelum bertindak. Tak lain, tujuan utamanya adalah memastikan bahwa setiap langkah diambil dengan penuh pertimbangan dan berdampak maksimal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal itu sendiri cukup lumrah dilakukan dalam politik hingga peperangan di masa lampau. Julius Caesar adalah salah satu contoh paling terkenal dari <em>strategic patience</em> di era Romawi Kuno.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selama bertahun-tahun, Caesar membangun kekuatan dan pengaruhnya di Galia, menunggu waktu yang tepat untuk melancarkan langkah berani melawan Senat Roma.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika akhirnya Julius menyeberangi Sungai Rubicon dengan legiun Romawi, dia melakukannya dengan kalkulasi yang cermat setelah memastikan bahwa peluang untuk menang sudah lebih besar daripada risiko kekalahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tindakannya itu kemudian membuka jalan bagi Perang Saudara Romawi yang akhirnya mengantarkan Caesar sebagai penguasa Roma yang disegani.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di Tanah Jawa, Sultan Agung dari Kerajaan Mataram menunjukkan <em>strategic patience</em> sebelum menyerang Batavia, pusat kekuatan VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sultan Agung menghabiskan waktu bertahun-tahun memperkuat kekuatan militernya dan membangun aliansi, menunggu momen yang tepat untuk menyerang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun serangan pertama dan kedua gagal, upayanya menunjukkan perencanaan jangka panjang dan kesabaran dalam menghadapi kekuatan besar seperti VOC.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kendati kini telah berbeda dimensi, dalam konteks politik Indonesia, di mana dinamika kekuatan sering kali berubah dengan cepat, strategi ini bisa menjadi langkah yang cerdas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Presiden Prabowo mungkin menyadari bahwa keterlibatan langsung dalam konflik antara PDIP dan Jokowi dapat mengorbankan kestabilan pemerintahannya sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan demikian, membiarkan proses hukum berjalan tanpa campur tangan langsung bisa dianggap sebagai cara untuk menjaga netralitas serta memperlihatkan komitmen terhadap supremasi hukum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, dalam politik, <em>timing</em> adalah segalanya. Presiden Prabowo mungkin menunggu hingga situasi lebih jelas, sehingga dapat mengambil langkah yang lebih tegas dan didukung oleh fakta yang kuat. Ini sejalan dengan teori<em> realpolitik</em> yang menekankan pragmatisme dan kepentingan nasional di atas ideologi atau aliansi personal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu, bagaimana dengan pertanyaan kedua?</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1080" height="1239" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/menuju-end-of-hasto-era.jpg" alt="menuju end of hasto era" class="wp-image-149614" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/menuju-end-of-hasto-era.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/menuju-end-of-hasto-era-262x300.jpg 262w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/menuju-end-of-hasto-era-893x1024.jpg 893w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/menuju-end-of-hasto-era-131x150.jpg 131w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/menuju-end-of-hasto-era-768x881.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/menuju-end-of-hasto-era-150x172.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/menuju-end-of-hasto-era-300x344.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/menuju-end-of-hasto-era-696x798.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/menuju-end-of-hasto-era-1068x1225.jpg 1068w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Lobi Dua Arah Prabowo?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun tampak diam, tak menutup kemungkinan bahwa Presiden Prabowo tengah atau akan melakukan manuver di balik layar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam politik, tidak semua langkah diambil di depan publik. Diplomasi rahasia dan negosiasi di balik layar adalah bagian dari strategi politik yang sering digunakan untuk meredakan ketegangan atau mencapai kesepakatan yang tidak mungkin dicapai secara terbuka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Presiden Prabowo, dengan pengalaman dan pengaruhnya, mungkin menggunakan pendekatan ini untuk menilai posisi kedua kubu dan menentukan di mana kepentingan terbaiknya bagi negara berada.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam situasi ini, teori permainan (<em>game theory</em>) dapat membantu menjelaskan kalkulasi yang mungkin dilakukan Prabowo. Dalam skenario <em>prisoner’s dilemma</em>, misalnya, kedua belah pihak (PDIP dan Jokowi) mungkin lebih memilih untuk bekerja sama dengan Presiden Prabowo jika itu berarti mereka bisa menghindari hasil terburuk—yakni kekalahan politik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemungkinan lain adalah bahwa Presiden Prabowo menggunakan <em>backchannel diplomacy</em> untuk mengamankan posisi yang lebih menguntungkan, baik dengan PDIP atau Jokowi. Ini memungkinkan Pangkostrad ke-22 itu untuk tetap netral di mata publik sementara tetap menjaga jalur komunikasi yang terbuka dengan kedua belah pihak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, akan ke arah mana “keberpihakan” Presiden Prabowo? Menjaga keseimbangan atau memilih sisi?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertanyaan ini tentu sangat sulit untuk dijawab menggunakan analisis atau interpretasi manapun secara langsung. Namun, ada beberapa faktor yang dapat memberikan petunjuk. Pertama, stabilitas politik adalah prioritas utama bagi setiap presiden.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam hal ini, Prabowo mungkin lebih cenderung untuk mendukung pihak yang dapat menawarkan stabilitas terbesar bagi pemerintahannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">PDIP, sebagai partai politik besar dengan jaringan luas, memiliki potensi untuk menjadi mitra strategis yang kuat. Di sisi lain, Jokowi, sebagai mantan presiden yang masih memiliki pengaruh besar, juga merupakan sekutu penting.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Memilih salah satu di antara keduanya akan memiliki konsekuensi besar, baik dari segi dukungan politik maupun stabilitas pemerintahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Presiden Prabowo mungkin memilih untuk menjaga keseimbangan antara keduanya, memastikan bahwa tidak ada pihak yang merasa diabaikan. Strategi ini sejalan dengan konsep <em>balance of power</em>, di mana kekuasaan dibagi secara merata untuk mencegah dominasi oleh satu pihak dan menjaga stabilitas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, jika situasi memaksa Prabowo untuk memilih, faktor kepentingan jangka panjang mungkin menjadi penentu. Dukungan dari PDIP bisa memberikan keuntungan politik yang signifikan, terutama untuk menyokong implementasi janji politiknya serta menjelang pemilihan umum berikutnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebaliknya, menjaga hubungan baik dengan Jokowi dapat memastikan dukungan dari basis pendukungnya yang luas, namun tak menjamin keberlanjutan dan impresi politik di hadapan konstituen jika berkaca pada citra dan reputasi Jokowi yang kian tergerus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagaimanapun, keberpihakan pada akhirnya mungkin tidak akan terlihat secara langsung, tetapi akan terungkap melalui tindakan-tindakan strategis yang ditempuh oleh Presiden Prabowo dalam variabel lain yang secara langsung maupun tak lansung dipengaruhi atau saling mempengaruhi nantinya. (J61)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="FrvPeqay5Nk"><iframe loading="lazy" title="Mistisisme Politik: Dari Leonidas, Soeharto, Hingga Pemakzulan Yoon Suk Yeol" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/FrvPeqay5Nk?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/01/prabowo-afk-1_z1vgmc4l.mp3" length="5074759" type="audio/mpeg" />

			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/05/megawati-prabowo-1024x683.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Yasonna Laoly Tidak Pernah Tenang?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/yasonna-laoly-tidak-pernah-tenang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E95]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Dec 2024 10:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Harun Masiku]]></category>
		<category><![CDATA[Hasto Kristiyanto]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[Yasonna Laoly]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=157600</guid>

					<description><![CDATA[Pandanganmu soal persoalan ini gimana guys? Berikan pendapatmu di kolom komentar ya! #pinterpolitik #infografis #politikindonesia #beritapolitik #beritapolitikterkini #kpk #pdip #harunmasiku #hastokristiyanto #yasonnalaoly]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/yasonna-laoly-tidak-pernah-tenang-1-1024x1024.jpg" alt="yasonna laoly tidak pernah tenang 1" class="wp-image-157601" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/yasonna-laoly-tidak-pernah-tenang-1-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/yasonna-laoly-tidak-pernah-tenang-1-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/yasonna-laoly-tidak-pernah-tenang-1-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/yasonna-laoly-tidak-pernah-tenang-1-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/yasonna-laoly-tidak-pernah-tenang-1-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/yasonna-laoly-tidak-pernah-tenang-1-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/yasonna-laoly-tidak-pernah-tenang-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/yasonna-laoly-tidak-pernah-tenang-2-1024x1024.jpg" alt="yasonna laoly tidak pernah tenang 2" class="wp-image-157602" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/yasonna-laoly-tidak-pernah-tenang-2-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/yasonna-laoly-tidak-pernah-tenang-2-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/yasonna-laoly-tidak-pernah-tenang-2-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/yasonna-laoly-tidak-pernah-tenang-2-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/yasonna-laoly-tidak-pernah-tenang-2-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/yasonna-laoly-tidak-pernah-tenang-2-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/yasonna-laoly-tidak-pernah-tenang-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Pandanganmu soal persoalan ini gimana guys? Berikan pendapatmu di kolom komentar ya!</p>



<p class="wp-block-paragraph">#pinterpolitik #infografis #politikindonesia #beritapolitik #beritapolitikterkini #kpk #pdip #harunmasiku #hastokristiyanto #yasonnalaoly</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/yasonna-laoly-tidak-pernah-tenang-1-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>PDIP “Menderita” Gara-gara Megawati?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/pdip-menderita-gara-gara-megawati/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E95]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Dec 2024 08:58:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Effendi Simbolon]]></category>
		<category><![CDATA[Hasto Kristiyanto]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati Soekarnoputri]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=157364</guid>

					<description><![CDATA[Hmm&#160; #KPK #Megawati #MegawatiSoekarnoputri #PDIP #HastoKristiyanto #Jokowi #EffendiSimbolon #pinterpolitik #infografis #politikindonesia #beritapolitik #beritapolitikterkini #PuanMaharani]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/pdip-menderita-gara-gara-megawati-1-1024x1024.jpg" alt="pdip menderita gara gara megawati 1" class="wp-image-157367" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/pdip-menderita-gara-gara-megawati-1-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/pdip-menderita-gara-gara-megawati-1-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/pdip-menderita-gara-gara-megawati-1-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/pdip-menderita-gara-gara-megawati-1-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/pdip-menderita-gara-gara-megawati-1-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/pdip-menderita-gara-gara-megawati-1-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/pdip-menderita-gara-gara-megawati-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/pdip-menderita-gara-gara-megawati-2-1024x1024.jpg" alt="pdip menderita gara gara megawati 2" class="wp-image-157368" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/pdip-menderita-gara-gara-megawati-2-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/pdip-menderita-gara-gara-megawati-2-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/pdip-menderita-gara-gara-megawati-2-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/pdip-menderita-gara-gara-megawati-2-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/pdip-menderita-gara-gara-megawati-2-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/pdip-menderita-gara-gara-megawati-2-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/pdip-menderita-gara-gara-megawati-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Hmm&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/15.1/1f914/32.png" alt="🤔" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">#KPK #Megawati #MegawatiSoekarnoputri #PDIP #HastoKristiyanto #Jokowi #EffendiSimbolon #pinterpolitik #infografis #politikindonesia #beritapolitik #beritapolitikterkini #PuanMaharani</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/pdip-menderita-gara-gara-megawati-1-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
