<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>hari raya idul fitri &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/hari-raya-idul-fitri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 27 May 2020 11:07:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>hari raya idul fitri &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menanti Maaf Jokowi Soal Corona</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/menanti-maaf-jokowi-soal-corona/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 May 2020 12:00:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Corona]]></category>
		<category><![CDATA[coronavirus]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[hari raya idul fitri]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[Permintaan Maaf]]></category>
		<category><![CDATA[Permohonan Maaf]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=78973</guid>

					<description><![CDATA[Hari Raya Idulfitri 1441H yang dirayakan beberapa hari lalu kerap menjadi momen tepat untuk memohon maaf kepada satu sama lain. Bagaimana dengan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)? Perlukah pemerintahan Jokowi meminta maaf kepada masyarakat? PinterPolitik.com “I really apologize for everything right now” – Kanye West, penyanyi rap asal Amerika Serikat (AS) Masyarakat Indonesia – khususnya umat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Hari Raya Idulfitri 1441H yang dirayakan beberapa hari lalu kerap menjadi momen tepat untuk memohon maaf kepada satu sama lain. Bagaimana dengan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)? Perlukah pemerintahan Jokowi meminta maaf kepada masyarakat?</strong></h4>
<hr>
<p><span style="color: #cedb2a;">PinterPolitik.com</span></p>
<blockquote class="td_quote_box td_box_center"><p>“I really apologize for everything right now” – Kanye West, penyanyi rap asal Amerika Serikat (AS)</p></blockquote>
<p><span class="dropcap dropcap2">M</span>asyarakat Indonesia – khususnya umat Islam – baru saja merayakan Hari Raya Idulfitri 1441H beberapa hari lalu. Tentu saja, hari besar satu ini menjadi salah satu perayaan yang paling ditunggu oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.</p>
<p>Tak dapat dipungkiri bahwa Idulfitri adalah waktu yang paling ditunggu-tunggu karena, pada hari besar inilah, banyak warga berangkat pulang kembali ke kampung halaman masing-masing untuk bertemu dengan sanak keluarga. Selain melepas kangen, mudik juga menjadi momen untuk saling meminta maaf atas kesalahan masa lalu.</p>
<p>Orang tua, kakak, adik, kakek, nenek, paman, bibi, hingga sepupu tak luput dari permohonan maaf. Begitu juga dengan para tetangga yang akan saling mengunjungi rumah masing-masing.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Tak ada gelar griya (open house), mudik, atau salat Ied di lapangan pada hari Lebaran tahun ini. Memang ini berat, tapi kita alami dan hadapi bersama-sama.</p>
<p>Semoga pandemi ini segera berlalu agar kita dapat bertemu dan saling melepas rindu. <a href="https://t.co/eLxggxylcW">pic.twitter.com/eLxggxylcW</a></p>
<p>&mdash; Joko Widodo (@jokowi) <a href="https://twitter.com/jokowi/status/1264361619657637888?ref_src=twsrc%5Etfw">May 24, 2020</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Seluruh lapisan masyarakat juga ikut serta untuk merayakan hari besar ini. Baik presiden, pengusaha, pedagang, jurnalis, hingga mahasiswa dan mahasiswi biasanya akan menjalankan kebiasaan dan tradisi lebaran.</p>
<p>Namun, semua tradisi itu tak dapat dijalankan sepenuhnya akibat pandemi virus Corona (Covid-19) yang tengah merongrong Indonesia. Bagaimana tidak? Virus satu ini disebut-sebut dapat menular dengan sangat cepat dari satu orang ke orang lainnya.</p>
<p>Meski pandemi menghantui, ucapan maaf tetap diupayakan untuk disalurkan melalu jejaring daring (<em>online</em>). Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Ibu Negara Iriana misalnya beberapa hari lalu turut mengucapkan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia sebagai bagian dari tradisi lebaran melalui sebuah video.</p>
<p>Namun, sepertinya, tak semua orang puas dengan permohonan maaf yang disampaikan oleh Jokowi tersebut. Direktur Eksekutif Government and Political Studies (GPS) Gde Siriana Yusuf misalnya berkomentar bahwa Presiden Jokowi seharusnya tidak hanya sekadar menyampaikan permohonan maaf ala tradisi lebaran saja.</p>
<p>Menurut Gde, rakyat membutuhkan lebih dari sekadar permohonan maaf yang merupakan basa-basi saja. Rakyat dianggap perlu mendapatkan kata maaf dari Jokowi akibat berbagai kebijakan yang dinilai telah melukai rakyat.</p>
<p>Bukan tidak mungkin sebagian masyarakat merasa dirugikan dengan berbagai kebijakan dan tata kelola yang dinilai belum baik. Soal penanganan pandemi Covid-19 misalnya, pemerintah dianggap terlambat dalam merespons.</p>
<p>Pertanyaannya, mengapa pemerintahan Jokowi dianggap perlu meminta maaf kepada masyarakat Indonesia? Lantas, apa manfaat yang dapat diperoleh dengan meminta maaf?</p>
<h4><strong>Kata Maaf dari Pemimpin</strong></h4>
<p>Permintaan maaf dari seorang pemimpin bisa jadi dianggap penting oleh publik. Pasalnya, sosok pemimpin dianggap tidak hanya mewakili dirinya, melainkan bisa institusinya atau kelompok yang dibawahinya.</p>
<p>Barbara Kellerman dalam <strong><a href="https://hbr.org/2006/04/when-should-a-leader-apologize-and-when-not/" rel="nofollow">tulisannya</a></strong> di Harvard Business Review setidaknya menyebutkan beberapa fungsi (<em>purpose</em>) dari permintaan maaf yang bersifat publik, yakni fungsi individual (<em>individual purpose</em>) bila pemimpin melakukan kesalahan, fungsi institusional (<em>institutional purpose</em>) bila bagian dari institusi yang dibawahi pemimpin melakukan kesalahan, fungsi antarkelompok (<em>intergroup relations</em>) dengan tujuan untuk memperbaiki relasi dengan kelompok yang dirugikan, dan fungsi moral (<em>moral purpose</em>) guna mencari pemberian maaf dan penebusan kesalahan (<em>redemption</em>).</p>
<p>Setidaknya, Kellerman menyebutkan bahwa permintaan maaf yang dilontarkan ke publik oleh pemimpin dapat berdampak positif. Bahkan, bukan tidak mungkin publik akan memberikan maaf apabila permintaan maaf pemimpin tersebut dapat dilakukan dengan baik.</p>
<hr /><p><em>Dalam permintaan maaf pemimpin, perlu terkandung pengakuan akan kesalahan, penerimaan akan tanggung jawab, ekspresi penyesalan, dan janji agar kesalahan tak terulang.</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fin-depth%2Fmenanti-maaf-jokowi-soal-corona%2F&#038;text=Dalam%20permintaan%20maaf%20pemimpin%2C%20perlu%20terkandung%20pengakuan%20akan%20kesalahan%2C%20penerimaan%20akan%20tanggung%20jawab%2C%20ekspresi%20penyesalan%2C%20dan%20janji%20agar%20kesalahan%20tak%20terulang.&#038;related' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr />
<p>Kellerman mencontohkannya dengan permintaan maaf yang dilakukan oleh mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Bill Clinton terkait isu perselingkuhan yang dijalaninya dengan seorang pegawai magang di Gedung Putih yang bernama Monica Lewinsky. Dengan permintaan maaf yang diungkapkannya ke publik, Clinton dapat menekan pembicaraan di media dan dapat kembali berfokus menjalankan tugasnya sebagai presiden.</p>
<p>Bahkan, tingkat kepercayaan publik kepada Clinton dianggap tetap kuat. Hingga beliau berhenti menjadi presiden, Clinton memiliki tingkat kepercayaan publik sebesar 66 persen.</p>
<p>Lantas, bagaimana caranya Clinton dapat meminta maaf dengan baik?</p>
<p>Setidaknya, Kellerman menjelaskan bagaimana para pemimpin dapat memberikan permintaan maaf yang baik kepada publik. Dalam permintaan maaf tersebut, harus terkandung pengakuan akan kesalahan, penerimaan akan tanggung jawab, ekspresi penyesalan, dan janji agar kesalahan tak terulang.</p>
<p>Hal inilah yang dilakukan oleh Presiden Taiwan Tsai Ing-wen terkait penyebaran Covid-19 yang terjadi di sebuah kapal militer yang ada di bawah benderanya. Tsai bahkan <strong><a href="https://focustaiwan.tw/politics/202004220011/" rel="nofollow">mengaku</a></strong> bahwa itu merupakan kesalahan beliau karena menganggap kesalahan tersebut dapat merugikan kesehatan masyarakat.</p>
<p>Bahkan, bukan sekali ini saja Tsai melontarkan permintaan maaf. Di luar isu pandemi Covid-19, Tsai juga pernah <strong><a href="https://www.bbc.com/news/world-asia-36940243/" rel="nofollow">meminta maaf</a></strong> kepada komunitas adat di Taiwan akibat kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh pemerintah Taiwan di masa lampau.</p>
<p>Boleh jadi, seringnya permintaan maaf yang dilontarkan oleh pemimpin Taiwan satu ini berhubungan dengan budaya dan nilai yang diyakini oleh masyarakat Asia Timur. Lantas, bagaimana sebenarnya budaya minta maaf di masyarakat kawasan tersebut?</p>
<h4><strong>Belajar dari Asia Timur</strong></h4>
<p>Tak hanya di <strong><a href="http://www.bbc.com/travel/story/20181031-the-island-that-never-stops-apologising/" rel="nofollow">Taiwan</a></strong>, budaya minta maaf di Asia Timur – seperti Jepang – memang disebut-sebut penting dalam nilai dan norma yang diyakini. Sebagian besar masyarakat negara-negara tersebut menganggap permintaan maaf sebagai bagian dari sistem kolektivis.</p>
<p>Bagi yang suka menonton anime atau membaca manga, kata maaf mungkin tak jarang keluar dari para tokoh yang ada dalam kisah tersebut. “<em>Gomen nasai</em>,” adalah salah satu frasa yang sering muncul dalam karya-karya khas Jepang tersebut.</p>
<p>Bukan tidak mungkin banyaknya kata-kata tersebut di anime dan manga Jepang adalah refleksi dari nilai yang diyakini oleh masyarakat. Pasalnya, permintaan maaf (<em>apology</em>) seperti ini dianggap menjadi bagian yang integral dalam sistem nilai dan norma masyarakat negara tersebut.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/CApZN5ZBLCe/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CApZN5ZBLCe/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CApZN5ZBLCe/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Sudah siap untuk normal baru? #newnormal #newnormal2020 #psbb #coronavirus #covid19 #pandemicorona #jagajarak #cegahcorona #tidakmudik #dirumahaja #cucitangan #tetapsehat #pakaimasker #politik #politikindonesia #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2020-05-26T09:54:41+00:00">May 26, 2020 at 2:54am PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Asumsi ini turut disebutkan oleh Hiroshi Wagatsuma dan Arthur Rosett dalam <strong><a href="http://www.jstor.org/stable/3053463">tulisan mereka</a></strong> yang berjudul <em>The Implications of Apology</em>. Setidaknya, Wagatsuma dan Rosett menyebutkan bahwa permintaan maaf dianggap penting dalam setiap persoalan – khususnya resolusi konflik.</p>
<p>Lantas, mengapa permintaan maaf dianggap penting dalam masyarakat Asia Timur seperti Jepang?</p>
<p>William W. Maddux dan tim penulisnya dalam <strong><a href="https://www.researchgate.net/publication/233621585_Cultural_Differences_in_the_Function_and_Meaning_of_Apologies">tulisan mereka</a></strong> yang berjudul <em>Cultural Differences in the Function and Meaning of Apologies</em> menjelaskan bahwa budaya minta maaf di Jepang ini berhubungan dengan tipe masyarakat yang ada di negara tersebut, yakni masyarakat yang termasuk dalam kategori <em>collective-agency</em>.</p>
<p>Bila dibandingkan dengan konsepsi permintaan maaf dalam budaya Barat yang menekankan pada pengakuan akan kesalahan dan tanggung jawab, budaya minta maaf di Jepang lebih menekankan pada perbaikan hubungan antarpersonal. Orang Jepang akan meminta maaf guna mengakui interkoneksi dan rasa utang (<em>indebtedness</em>) kepada orang-orang lain.</p>
<p>Inilah mengapa permintaan maaf juga kerap dilakukan oleh pemimpin-pemimpin Jepang. Bahkan, setiap permintaan maaf publik turut diikuti dengan sikap membungkuk (<em>bowing</em>) di depan para awak media.</p>
<p>Selain Jepang, budaya minta maaf juga diterapkan oleh masyarakat Korea Selatan (Korsel). Hampir sama dengan Jepang, Andrew Sangpil Byon dalam <strong><a href="https://www.jstor.org/stable/23719530">tulisannya</a></strong> yang berjudul <em>Apologizing in Korean</em> menjelaskan bahwa tujuan dari permintaan maaf di masyarakat Korsel adalah untuk mengembalikan harmoni antara peminta maaf dan penerima maaf dalam masyarakat yang kolektivis.</p>
<p>Maka, tidak heran apabila terdapat seorang pemimpin agama di Korsel yang akhirnya <strong><a href="https://www.dw.com/en/south-korea-church-leader-apologizes-for-coronavirus-spread/a-52613891/" rel="nofollow">meminta maaf</a></strong> kepada publik sambil membungkuk akibat penularan Covid-19 yang dituding terjadi di gerejanya. Permintaan maaf itu ditujukan untuk mengekspresikan rasa penyesalannya akan apa yang telah terjadi (<em>remorse</em>).</p>
<p>Mungkin, dengan belajar pada negara-negara Asia Timur, Jokowi bisa saja juga perlu menunjukkan permintaan maafnya kepada publik akibat banyak kebijakannya yang dianggap tidak sesuai. Kebijakannya untuk menaikkan iuran BPJS Kesehatan di tengah kondisi pandemi misalnya dianggap membuat banyak masyarakat merasa tertekan guna mendapatkan akses kesehatan yang lebih terjangkau.</p>
<p>Boleh jadi, permintaan maaf dapat menjadi cara agar publik dapat merasa terkoneksi kembali dengan pemimpinnya seiring dengan meningkatnya kritik publik terhadap penanganan pandemi di bawah pemerintahan Jokowi. Lagi pula, seorang pemimpin tetaplah harus menjaga harmoni dalam hubungannya dengan rakyat. Bukan begitu? (A43)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="SXwwnjHtSIE"><iframe title="Perusahaan mana yang mengeluarkan vaksin COVID-19 tergesit?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/SXwwnjHtSIE?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>
<p><a href="http://bit.ly/ruang-publik"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-61983" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg" alt="" width="696" height="90" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1920x248.jpg 1920w" sizes="(max-width: 696px) 100vw, 696px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/05/Jokowi-2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/selamat-hari-raya-idul-fitri-1441-h/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K12]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2020 11:00:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[hari raya idul fitri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=78853</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/05/ucapan-lebaran-2020.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-78847" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/05/ucapan-lebaran-2020.jpg" alt="" width="1080" height="1080" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/05/ucapan-lebaran-2020.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Siap-Siap, Mudik Lebaran Bakal Digeser</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/siap-siap-mudik-lebaran-bakal-digeser/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R55]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2020 10:45:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[hari raya idul fitri]]></category>
		<category><![CDATA[Mudik Lebaran 2020]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=76415</guid>

					<description><![CDATA[Pesiden Jokowi rencanakan perubahan hari libur Idul Fitri dan akan digantikan di tanggal lain. Hal tersebut guna mencegah arus mudik di tengah Covid-19 dan tetap akan fasilitasi mudik, seperti wisata gratis]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/04/Infografis-Siap-siap-Mudik-Lebaran-Bakal-Digeser-1.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-76410" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/04/Infografis-Siap-siap-Mudik-Lebaran-Bakal-Digeser-1.jpg" alt="" width="1080" height="1200" /></a></p>
<p>Pesiden Jokowi rencanakan perubahan hari libur Idul Fitri dan akan digantikan di tanggal lain. Hal tersebut guna mencegah arus mudik di tengah Covid-19 dan tetap akan fasilitasi mudik, seperti wisata gratis</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/04/Infografis-Siap-siap-Mudik-Lebaran-Bakal-Digeser-1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Selamat Idul Fitri 1440 H</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/selamat-idul-fitri-1440/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K12]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Jun 2019 11:00:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[hari raya idul fitri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=59629</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/06/ucapan-lebaran-2019.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class=" td-modal-image aligncenter wp-image-59633 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/06/ucapan-lebaran-2019.jpg" alt="Selamat Idul Fitri 1440 H Pinterpolitik" width="1080" height="1080" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/06/ucapan-lebaran-2019.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/06/ucapan-lebaran-2019-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/06/ucapan-lebaran-2019-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/06/ucapan-lebaran-2019-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/06/ucapan-lebaran-2019-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/06/ucapan-lebaran-2019-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/06/ucapan-lebaran-2019-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/06/ucapan-lebaran-2019-420x420.jpg 420w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/06/ucapan-lebaran-2019-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>GNPF MUI ke Istana, Berkat Wiranto?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/belajar-politik/gnpf-mui-ke-istana-berkat-wiranto/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A27]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Jul 2017 03:41:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Belajar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[FPI]]></category>
		<category><![CDATA[GNPF - MUI]]></category>
		<category><![CDATA[hari raya idul fitri]]></category>
		<category><![CDATA[Istana merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=11939</guid>

					<description><![CDATA[Lebaran masih basah menghampiri, umat Muslim masih sibuk berkumpul bersama handai taulan, namun di belahan Jakarta lainnya, sebuah pertemuan ‘menarik’ terjadi. Presiden Jokowi menerima Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) berdialog di Istana Merdeka pada Minggu (25/6) lalu. Apa sebab? PinterPolitik.com  [dropcap size=big]D[/dropcap]i Ruang Oval Istana Merdeka, Presiden Jokowi terlihat diapit oleh Menkopolhukam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Lebaran masih basah menghampiri, umat Muslim masih sibuk berkumpul bersama handai taulan, namun di belahan Jakarta lainnya, sebuah pertemuan ‘menarik’ terjadi. Presiden Jokowi menerima Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) berdialog di Istana Merdeka pada Minggu (25/6) lalu. Apa sebab?</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb00;"><strong>PinterPolitik.com </strong></span></p>
<p>[dropcap size=big]D[/dropcap]i Ruang Oval Istana Merdeka, Presiden Jokowi terlihat diapit oleh Menkopolhukam Wiranto di sisi kanan dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di sisi kirinya. Sementara di hadapan mereka, berjejer tujuh pemuda yang masing – masing adalah Yusuf Muhammad Martak, Dewan Pengawas GNPF MUI, serta ketuanya Bachtiar Nasir, Wakil Ketua Zaitun Rusmin, juru bicara Kapitra Ampera, serta Habib Muchsin dan Lutfi Hakim, serta dua lainnya.</p>
<p>Tujuh pemuda ini, datang dari GNPF MUI dan FPI, dua organisasi masyarakat yang beberapa bulan terakhir nyaring terdengar sepak terjangnya. Kritik terhadap Presien Jokowi serta kasus penodaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang tertuang dalam berbagai protes dan unjuk rasa, contohnya.</p>
<p>Namun, pertemuan itu tak lagi membahas Ahok yang saat ini sudah mendekam di penjara. Beranjak ke persoalan lain, sang Wakil Ketua GNPF MUI, Zaitun Rusmin mengatakan jika pertemuan perdananya dengan Presiden ini, adalah langkahnya awal rekonsiliasi. Rekonsiliasi dalam hal apa?</p>
<p>“Ingin memperbaki kondisi, silaturahmi, meningkatkan komunikasi. Itu kan ke arah sana, ke arah rekonsiliasi,” jelasnya.</p>
<p>Pernyataan Zaitun langsung saja ditimpali oleh sang ketua GNPF MUI, Bachtiar Nasir,”Kami ingin menyampaikan pesan, dalam proses menyelesaikan masalah itu harus lewat dialog, lewat silaturahmi, membuka hati dan membuka diri dalam menerima masukan-masukan,” ujar Bachtiar.</p>
<figure id="attachment_11940" aria-describedby="caption-attachment-11940" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-11940 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/antarafoto-presiden-menerima-gmpf-mui-250617-pus-5.jpg" alt="GNPF MUI ke Istana Berkat Wiranto" width="1024" height="681" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/antarafoto-presiden-menerima-gmpf-mui-250617-pus-5.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/antarafoto-presiden-menerima-gmpf-mui-250617-pus-5-696x463.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/antarafoto-presiden-menerima-gmpf-mui-250617-pus-5-632x420.jpg 632w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/antarafoto-presiden-menerima-gmpf-mui-250617-pus-5-300x200.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/antarafoto-presiden-menerima-gmpf-mui-250617-pus-5-768x511.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/antarafoto-presiden-menerima-gmpf-mui-250617-pus-5-360x240.jpg 360w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption id="caption-attachment-11940" class="wp-caption-text">(foto: Antara)</figcaption></figure>
<p>Rekonsiliasi yang dimaksudkan oleh pentolan GNPF MUI ini memang perlu diluruskan, karena tak jelas rekonsiliasi yang diharapkannya. Entah dalam konteks spesifik apa, rekonsiliasi harus dilakukan dan dicapai. Hal senada turut diungkapkan pengamat politik <em>Center for Strategic and International Studies </em>(CSIS), J. Kristiadi. Menurutnya, pengetahuan GNPF MUI terhadap rekonsiliasi pun tak diketahui, “Saya enggak tahu sampai tingkat apa pengetahuan mereka itu tenang rekonsiliasi. Oleh karena itu, publik seharusnya mendorong ke arah rekonsiliasi yang sebenarnya,” lanjutnya.</p>
<p>Lantas, apa pula yang dianggap sebagai rekonsiliasi tersebut? Kristiadi kembali menjelaskan jika rekonsiliasi memiliki unsur saling mengampuni sekaligus memperbaharui kesadaran akan nilai yang selama ini dipaksakan untuk berlaku. “Harus ada saling mengampuni dan juga memperbarui kesadaran. Hal yang tidak sadar apa? Misalnya menggunakan sentimen primordial untuk tujuan politik. Itu berbahaya sekali,” jelasnya.</p>
<p>Seperti yang kita ketahui bersama, gerakan GNPF MUI dan FPI, sangat lekat dan berpengaruh, hingga mampu menggerakkan ratusan hingga jutaan orang turun ke jalanan memprotes penodaan agama yang dilakoni Ahok. Tetapi, gerakan yang dilahirkan atas sentimen primordial, yakni mayoritas umat Islam, sama sekali tak bisa dibenarkan apalagi didukung secara politik. Lebih jauh, hal ini hanya akan menyuburkan rasisme yang sudah kepalang tumbuh pesat.</p>
<p>Sementara itu Bachtiar Nasir menyatakan, pertemuan dengan Presiden, menyiratkan pesan penting untuk seluruh rakyat Indonesia, “Kami ingin menyampaikan pesan, dalam proses menyelesaikan masalah itu harus lewat dialog, lewat silaturahmi, membuka hati dan membuka diri dalam menerima masukan-masukan.” Pria yang pernah berseloroh agar Indonesia mencontek sistem afirmatif kepada pribumi seperti Malaysia ini, bahkan sempat menyatakan mengidamkan Indonesia yang damai, bersatu, kuat sekaligus berdaulat.</p>
<p>Jika rekonsiliasi yang dimaksudkan benar lurus adanya, maka tak ada salahnya menyambut baik gagasan tesebut dengan menindaklanjuti kesepakatan teknis satu sama lain. Seperti yang disampaikan Kristiadi, “pakai saja acuannya GNPF MUI soal kita akan menyusun suatu tata negara NKRI yang lebih utuh. Itu yang harus ditindaklanjuti sekarang. Itu kemajuan yang luar biasa. Dengan begitu, rekonsiliasi ke arah sejati. Tapi, juga jangan kemudian itu jadi hanya sebagai retorika semata,” lanjut Kristiadi lagi.</p>
<h4><strong>GNPF MUI, Ambisi Menggulingkan Pemerintahan?</strong></h4>
<p>Siapa yang tak akrab mendengar nama GNPF MUI? Sejak berhasil mengelar Aksi 4 November atau Aksi 411 dan Aksi 2 Desember atau 212, yang gagap gempita dan diikuti massa sangat banyak, namanya melambung dan meroket tajam.</p>
<p>Organisasi yang baru didirikan delapan bulan lalu ini diakui lahir atas spontanitas dan tanpa agenda khusus. Bachtiar berseloroh, ormasnya muncul, murni untuk mengawal fatwa MUI terkait kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok. “Demi Allah, saya selalu ditanya, Bachtiar Nasir sebagai Ketua GNPF MUI dan Habib Rizieq sebagai Pembina GNPF, apa, sih <em>grand design</em>-nya? Saya bocorin, nggak ada,” jelasnya pada suatu kesempatan di tahun 2016 lalu.</p>
<p>Kelahiran GNPF MUI memang lahir atas kasus penistaan agama, terutama ketika MUI meluncurkan pernyataan bertajuk “Pendapat dan Sikap Keagamaan MUI” pada 11 Oktober 2016 dan ditandatangani oleh Ketua Umum MUI, KH. Ma’ruf Amin. Di dalamnya MUI menekankan larangan bagi umat Islam memilih pemimpin Yahudi dan Nasrani.</p>
<p>Sang ketua sendiri, Bachtiar Nasir, adalah pemimpin Ar-Rahman Qur’anic Learning (AQL) Islamic Center dan juga seorang ustadz kondang tanah air. Ia bekerjasama dengan Rizieq Shihab membidani kelahiran GNPF MUI, dan mendaulat ulama yang saat ini sedang dikejar kepolisian Indonesia sebagai Ketua Dewan Pembina.</p>
<figure id="attachment_11944" aria-describedby="caption-attachment-11944" style="width: 1024px" class="wp-caption alignleft"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-11944 size-large" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/bachtiar-nasir-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/bachtiar-nasir-1024x576.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/bachtiar-nasir-696x392.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/bachtiar-nasir-1068x601.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/bachtiar-nasir-747x420.jpg 747w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/bachtiar-nasir-300x169.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/bachtiar-nasir-768x432.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/bachtiar-nasir.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption id="caption-attachment-11944" class="wp-caption-text">(foto: istimewa)</figcaption></figure>
<p>Menyoroti sepak terjang GNPF MUI, kelompok ini memang sejak dulu memiliki agenda bertolak dengan kebijakan dan sikap pemerintah. Bahkan, GNPF MUI sempat menyebut ingin me-Mesir-kan Indonesia. “Kalau saya terburu-buru dan punya ambisi kekuasaan dan ambisi politik, kalau GNPF MUI punya ambisi itu, mungkin saat ini bisa kita Mesirkan Indonesia,” kata sang ketua, Bachtiar.</p>
<p>Selain pernyataan kontroversial ketuanya itu, GNPF MUI juga tersangkut tudingan makar dan usaha pemakzulan presiden Jokowi. Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh Kapolri Jendra Tito Karnavian pada saat GNPF MUI melancarkan Aksi pada 2 Desember tahun 2016 lalu.</p>
<p>Tentu saja hal itu dibantah oleh Bachtiar Nasir, menurutnya perjuangan GNPF MUI adalah jihad konstitusional dan tak terkait dengan upaya rusuh apalagi berbuat makar. Bachtiar berseloroh jika pihaknya tidak memiliki ambisi demikian.</p>
<h4><strong>Bertemu Presiden, Berkat Wiranto</strong></h4>
<p>Bagaimana pun kuatnya hempasan sepak terjang GNPF MUI, tentu pertemuan 30 menit bersama Presiden Jokowi tak dapat terjadi begitu saja tanpa campur tangan orang dalam pemerintahan.</p>
<p>Adalah Wiranto, sosok utama yang disebut menghubungkan dan membuka komunikasi GNPF MUI dengan Presdien Jokowi. Purnawirawan jendral bintang empat itu adalah tokoh yang langsung menemui GNPF MUI dan Habib Rizieq pada Aksi Bela Islam 411, selain Jusuf Kalla. Saat itu, baik GNPF MUI dan Rizieq, ingin melakukan berdialog dengan Jokowi, namun sayangnya tak bisa.</p>
<p>Pintu terbuka tatkala GNPF MUI datang beberapa kali ke kediamannya untuk menyelesaikan kasus hukum sejumlah aktivis dan ulama, termasuk di dalamnya Rizieq yang menjadi tersangka dalam kasus pornografi.</p>
<p>Posisi Wiranto yang sangat penting di pemerintahan inilah, yang mampu menggerakan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan menghasilkan pertemuan dengan Presiden dan Menteri Sekretaris Negara, Pratikno.</p>
<p>Bachtiar sendiri mengakui jika dialog bersama Jokowi terwujud berkat Wiranto. “Jadi malam terakhir (bulan puasa), kami duduk dengan Menko Polhukam,  lalu ke Menag. Paginya komunikasi ke Presiden,” katanya saat Konferensi Pers di AQL Islamic Center Tebet.</p>
<figure id="attachment_11945" aria-describedby="caption-attachment-11945" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-11945 size-large" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/Rizieq-dan-Wiranto-Adam-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/Rizieq-dan-Wiranto-Adam-1024x576.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/Rizieq-dan-Wiranto-Adam-696x392.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/Rizieq-dan-Wiranto-Adam-1068x601.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/Rizieq-dan-Wiranto-Adam-747x420.jpg 747w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/Rizieq-dan-Wiranto-Adam.jpg 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/Rizieq-dan-Wiranto-Adam-300x169.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/Rizieq-dan-Wiranto-Adam-768x432.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption id="caption-attachment-11945" class="wp-caption-text">(foto: Istimewa)</figcaption></figure>
<p>Campur tangan Wiranto memang berkorelasi dengan hubungan baik dirinya dengan Imam Besar FPI, Habib Rizieq. Wiranto tak menyangkal jika Rizieq menempati kesan dalam hatinya, “Saya kira waktu itu secara faktual kami bersama-sama ikut mengamankan negeri ini agar tetap selamat dari gelombang menurunnya ekonomi dunia, dan kemudian disusul gerakan Reformasi yang luar biasa waktu itu.” Wiranto juga mengklaim sudah mengenal Rizieq sebelum tahun 2000 karena sama-sama berjuang dan prihatin dengan keadaan Indonesia di akhir masa Orde Baru. Seperti yang diketahui bersama, GNPF MUI menempatkan Rizieq sebagai Pembina GNPF MUI. Rizieq sendiri juga memantau pertemuan tersebut, serta turut melontarkan rasa terima kasih terhadap usaha yang dilakukan GNPF MUI.</p>
<p>Oleh pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedillah Badrun, pertemuan GNPF MUI dengan Jokowi, menunjukan peran penting Wiranto. Ia memang memiliki jejak sejarah dalam perpolitikan nasional yang tak bisa dianggap enteng. Bisa dikatakan, ketahanan organisasi masyarakat seperti GNPF MUI dan FPI, dapat bertahan lama jika mereka memelihara komunikasi dan dialog dengan Wiranto, bukan dengan Kapolri atau bahkan Presiden RI sekalipun.</p>
<figure id="attachment_11943" aria-describedby="caption-attachment-11943" style="width: 1024px" class="wp-caption alignright"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-11943 size-large" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/Konferensi_Pers_GNPF_tirto.id_-1024x768.jpg" alt="" width="1024" height="768" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/Konferensi_Pers_GNPF_tirto.id_.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/Konferensi_Pers_GNPF_tirto.id_-80x60.jpg 80w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/Konferensi_Pers_GNPF_tirto.id_-265x198.jpg 265w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/Konferensi_Pers_GNPF_tirto.id_-696x522.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/Konferensi_Pers_GNPF_tirto.id_-560x420.jpg 560w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/Konferensi_Pers_GNPF_tirto.id_-300x225.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/Konferensi_Pers_GNPF_tirto.id_-768x576.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption id="caption-attachment-11943" class="wp-caption-text">(foto: Tirto)</figcaption></figure>
<p>Di sisi lain, sikap Jokowi yang hangat menerima GNPF MUI dipandang oleh peneliti dari LIPI, Wasisto Raharjo Jati, sebagai strategi lihat yang mampu menjinakkan gerakan Islam yang disinyalir hendak menggulingkan pemerintahan, “Saya rasa ini adalah bentuk kelihaian politik Presiden Jokowi dalam upaya menjinakkan lawan politiknya secara efektif tanpa harus membuat pernyataan yang membuat kegaduhan,” jelasnya.</p>
<p>Lebih lanjut ia menilai jika pertemuan tersebut membawa dampak positif bagi Presiden Jokowi demi mengamankan posisi di Pemilu 2019 nanti.</p>
<p>Bagaimanapun, pertemuan ini pada akhirnya akan melahirkan babak baru dalam konstelasi politik nasional, yang tak dipungkiri, memainkan gelombang Islam Politik sebagai kendaraannya. Bagaimana pendapatmu? (Berbagai Sumber/A27)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/gnpf-jokowi-1024x767.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
