<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Hari Pahlawan &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/hari-pahlawan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 11 Nov 2022 01:34:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Hari Pahlawan &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Surabaya di Tahun ‘45</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/surabaya-di-tahun-45/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R55]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Nov 2022 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Bung Tomo]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=118925</guid>

					<description><![CDATA[Surabaya di tahun ‘45 Kami berjuang, kami berjuang bertaruh nyawa Dua baris di atas merupakan potongan lirik dari lagu “Surabaya, Oh, Surabaya” yang dikarang oleh A. Rachman. Lirik ini juga menjadi pengingat soal Pertempuran Surabaya yang meletus pada 10 November 1945. Kini, tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) No. 316 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="851" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/infografis-Surabaya-di-Tahun-‘45-851x1024.jpg" alt="infografis surabaya di tahun ‘45" class="wp-image-118927" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/infografis-Surabaya-di-Tahun-‘45-851x1024.jpg 851w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/infografis-Surabaya-di-Tahun-‘45-249x300.jpg 249w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/infografis-Surabaya-di-Tahun-‘45-125x150.jpg 125w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/infografis-Surabaya-di-Tahun-‘45-768x924.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/infografis-Surabaya-di-Tahun-‘45-696x838.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/infografis-Surabaya-di-Tahun-‘45-1068x1286.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/infografis-Surabaya-di-Tahun-‘45-349x420.jpg 349w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/infografis-Surabaya-di-Tahun-‘45.jpg 1080w" sizes="(max-width: 851px) 100vw, 851px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Surabaya di tahun ‘45</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Kami berjuang, kami berjuang bertaruh nyawa</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Dua baris di atas merupakan potongan lirik dari lagu “Surabaya, Oh, Surabaya” yang dikarang oleh A. Rachman. Lirik ini juga menjadi pengingat soal Pertempuran Surabaya yang meletus pada 10 November 1945.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kini, tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) No. 316 Tahun 1959 yang diteken oleh Presiden Soekarno. Pertempuran Surabaya 1945 merupakan pertempuran antara kelompok-kelompok militer dan sipil di Surabaya dengan tentara Britania (Inggris) Raya yang ingin mendirikan kembali kekuasaan Belanda dan Sekutu di Indonesia setelah Perang Dunia II berakhir.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/infografis-Surabaya-di-Tahun-‘45-851x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mengenang Bara Pertempuran Surabaya</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/mengenang-bara-pertempuran-surabaya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R55]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Nov 2021 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[pertempuran surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Sri Mulyani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=93397</guid>

					<description><![CDATA[Pertempuran Surabaya merupakan sejarah penting dalam kemerdekaan Indonesia]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="962" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Mengenang-Bara-Pertempuran-Surabaya-962x1024.jpg" alt="" class="wp-image-93399" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Mengenang-Bara-Pertempuran-Surabaya-962x1024.jpg 962w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Mengenang-Bara-Pertempuran-Surabaya-282x300.jpg 282w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Mengenang-Bara-Pertempuran-Surabaya-141x150.jpg 141w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Mengenang-Bara-Pertempuran-Surabaya-768x818.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Mengenang-Bara-Pertempuran-Surabaya-696x741.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Mengenang-Bara-Pertempuran-Surabaya-1068x1137.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Mengenang-Bara-Pertempuran-Surabaya-394x420.jpg 394w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Mengenang-Bara-Pertempuran-Surabaya.jpg 1080w" sizes="(max-width: 962px) 100vw, 962px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Pertempuran Surabaya merupakan sejarah penting dalam kemerdekaan Indonesia</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/infografis-Mengenang-Bara-Pertempuran-Surabaya-962x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jokowi Ingin ‘Tenggelamkan’ Susi?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/jokowi-ingin-tenggelamkan-susi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2020 00:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[bintang mahaputra]]></category>
		<category><![CDATA[Gatot Nurmantyo]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[Joko Widodo]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[kritik]]></category>
		<category><![CDATA[Susi Pudjiastuti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=94478</guid>

					<description><![CDATA[“And so the battleships will sink beneath the waves” – Taylor Swift, penyanyi asal Amerika Serikat (AS) PinterPolitik.com Sebagian besar orang mungkin merasa bahwa masa-masa lampau yang telah dilalui terkadang sulit dilupakan. Bahkan, di masa-masa tersebut, kita terkadang merasakan ketenangan dan kebahagaian yang selama ini dicari-cari oleh banyak orang. Guna melepas kerinduan akan masa lampau, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h4 class="wp-block-heading"><strong>“And so the battleships will sink beneath the waves” – Taylor Swift, penyanyi asal Amerika Serikat (AS)</strong></h4>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagian besar orang mungkin merasa bahwa masa-masa lampau yang telah dilalui terkadang sulit dilupakan. Bahkan, di masa-masa tersebut, kita terkadang merasakan ketenangan dan kebahagaian yang selama ini dicari-cari oleh banyak orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Guna melepas kerinduan akan masa lampau, terkadang kita memutuskan untuk menemui orang-orang yang pernah hadir di kehidupan masa lalu itu. Orang-orang itu bisa jadi teman-teman masa kecil, mantan kekasih, teman sekolah, hingga teman-teman rekan kerja sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perasaan akan kenangan masa lalu ini mungkin tergambarkan dengan baik di sebuah film yang berjudul&nbsp;<em>Grown Ups&nbsp;</em>(2010) yang turut ditulis oleh salah satu aktor komedi kondang asal Amerika Serikat (AS) yang bernama Adam Sandler. Dalam film tersebut, dikisahkan teman dan sahabat masa lalu yang akhirnya bertemu kembali setelah bertahun-tahun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perasaan dan pengalaman reuni seperti ini mungkin juga tengah dirasakan&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pasalnya, pada tanggal 10-11 November nanti, mantan Wali Kota Solo tersebut akan menganugerahi sejumlah tanda jasa Bintang Mahaputera.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa penerimanya adalah mereka yang pernah bekerja bersama Presiden Jokowi di periode pertamanya, seperti mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Uniknya, mengacu pada informasi yang diberikan oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, beberapa mantan menteri juga akan mendapatkan tanda jasa tersebut, seperti mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Susi Pudjiastuti, mantan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wah, bisa-bisa Pak Jokowi dan para mantan menteri ini melaksanakan reuni <em>dong</em>. Bahkan, sosok Menteri KP Susi yang kini kerap memberikan kritik pun juga bakal hadir dalam acara “reuni” kecil tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, apa mungkin Pak Jokowi sedang rindu dengan skuad lamanya ya. Kan, bagaimana pun, mereka juga pernah bersama-sama menjalani suka dan duka bersama Pak Presiden.&nbsp;<em>Hehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apalagi&nbsp;<em>nih&nbsp;</em>ya, Pak Jokowi beberapa waktu lalu dinilai tengah dihadapkan banyak persoalan&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;dengan skuad barunya. Asumsi ini muncul gara-gara kemarahan yang kerap meluap dari mulut dan emosi Pak Presiden.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm,&nbsp;</em>apa mungkin Pak Jokowi kini tengah rindu dengan Bu Susi ya? Kan, dulu Pak Presiden dan Bu Susi kerap sejalan&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;&nbsp;soal kebijakan maritim di awal-awal periode pertama.&nbsp;<em>Tapi</em>&nbsp;ya, di antara para mantan pemimpin dan petinggi negara itu, Pak Gatot dan Bu Susi bisa jadi yang paling “layak” lah untuk mendapatkan tanda jasa.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Gimana nggak</em>? Meski dulu pernah bekerja dengan Pak Jokowi, mereka lah yang hingga kini masih aktif&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;memberikan kritik. Lagipula, kritik kan juga jadi sumbangsih buat bangsa dan negara.&nbsp;<em>Hehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ya, meski begitu, publik pun juga pasti bertanya-tanya&nbsp;<em>dong</em>. Soal Pak Gatot, misalnya, masyarakat dan sejumlah pihak mulai berasumsi&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;kalau pemberian Bintang Mahaputera ini jadi upaya untuk melakukan kooptasi atau pembungkaman kritik – khususnya terhadap Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apa jangan-jangan hal serupa juga dilakukan pada sang mantan Menteri KP ya? Apalagi, Bu Susi kan paling aktif&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;&nbsp;dalam menyuarakan kebijakan-kebijakan perikanan dan kelautan yang dianggap merusak lingkungan. Bahkan, beliau&nbsp;<strong><a href="https://www.idntimes.com/news/indonesia/dwifantya-aquina/susi-5-tahun-lalu-jokowi-peduli-laut-sekarang-dilepas-begitu-saja/">sempat menyebut</a></strong>&nbsp;kalau Pak Jokowi kini tidak lagi peduli sama laut&nbsp;<em>lho</em>.&nbsp;<em>Hmm</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wah, apakah mungkin kini giliran Pak Jokowi  yang ingin “menenggelamkan” Bu Susi? Mungkin, hanya Pak Presiden dan Bu Susi lah yang tahu. Kita nantikan sajalah kelanjutannya bagaimana nanti tanggal 10-11 November. <em>Hehe</em>. (A43)</p>



<figure class="wp-block-embed"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Mengapa Mulan Dianggap Suka ‘Berontak’?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/ITEf6fprIhM?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Jokowi-Ingin-‘Tenggelamkan-Susi-1024x682.jpeg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Habib Rizieq ‘Muncul’ Bak Pahlawan?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/habib-rizieq-muncul-bak-pahlawan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2020 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[FPI]]></category>
		<category><![CDATA[Front Pembela Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Habib Rizieq]]></category>
		<category><![CDATA[Habib Rizieq Shihab]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[Omnibus Law]]></category>
		<category><![CDATA[Pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[RUU Cipta Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[RUU Cipta Lapangan Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[UU Ciptaker]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=94469</guid>

					<description><![CDATA[“A true hero always arrives late” – Naruto Uzumaki PinterPolitik.com Akhirnya, tanggal yang ditunggu-tunggu oleh sebagian masyarakat Indonesia sudah mulai terlihat, yakni tanggal 10 November 2020.&#160;Gimana nggak? Setelah tujuh kali – kalau tidak salah – mengabarkan akan pulang, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab membocorkan kabar akan kepulangannya dari Arab Saudi. Kepulangan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h4 class="wp-block-heading"><strong>“A true hero always arrives late” – Naruto Uzumaki</strong></h4>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Akhirnya, tanggal yang ditunggu-tunggu oleh sebagian masyarakat Indonesia sudah mulai terlihat, yakni tanggal 10 November 2020.&nbsp;<em>Gimana nggak</em>? Setelah tujuh kali – kalau tidak salah – mengabarkan akan pulang, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab membocorkan kabar akan kepulangannya dari Arab Saudi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepulangan beliau ini pun menuai banyak sambutan&nbsp;<em>lho</em>. FPI sendiri, misalnya, bakal menyiapkan sejumlah kegiatan guna menyambut sang Imam di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, nanti.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Tapi</em>,&nbsp;<em>nggak&nbsp;</em>hanya FPI&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;yang bersiap-siap dengan kabar kepulangan Habib Rizieq ini. Kepolisan Negara Republik Indonesia (Polri) pun juga tengah bersiap, yakni dengan “mengintip” kembali kasus-kasus yang dianggap pernah menjerat pemimpin FPI tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ya, terlepas dari perbedaan cara merespons kepulangan ini, <em>nggak </em>bisa dipungkiri kalau kepulangan Habib Rizieq ini terbilang unik. <em>Gimana nggak</em>? Kepulangan beliau bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan dan rencana aksi buruh yang m</p>



<p class="wp-block-paragraph">enolak Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) <em>lho</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wah, apa mungkin ya kepulangan Habib Rizieq ini sengaja dilakukan pada momen-momen krusial dalam perpolitikan Indonesia? Lagipula, masyarakat Indonesia pun tahu kalau situasi politik sekarang lagi penuh kontroversi dan polemik – khususnya UU Ciptaker yang beberapa waktu lalu baru saja diteken oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, apa jangan-jangan kepulangan Habib Rizieq ini dijalankan bak seorang pahlawan ya? Para penggemar&nbsp;<em>franchise</em>&nbsp;anime&nbsp;<em>Naruto</em>&nbsp;pasti tahu kebiasaan bocah dengan&nbsp;<em>kyubi</em>&nbsp;dalam dirinya itu, yakni datang terlambat.&nbsp;<strong><a href="https://aminoapps.com/c/naruto/page/blog/top-5-quotes-from-naruto/V8D3_1QT7uPYWzd7wmg1zEXn3YLvrDBa6G/">Katanya</a></strong>&nbsp;<em>sih</em>, pahlawan itu datangnya tiba-tiba dan selalu terlambat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wah, mungkin&nbsp;<em>nggak&nbsp;</em>ya Habib Rizieq ini jadi pahlawan bagi Indonesia di tengah situasi sosio-politik yang memanas. Kan, beberapa waktu lalu, beliau dan FPI sempat&nbsp;<em>tuh&nbsp;</em>menggaungkan revolusi akhlak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau di anime&nbsp;<em>Naruto</em>&nbsp;<em>sih</em>, Naruto akhirnya juga datang terlambat&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;ketika Desa Konoha dihancurkan oleh Pain. Itu&nbsp;<em>sih</em>&nbsp;karena dia berlatih terlebih dahulu dengan gurunya. Apakah mungkin Habib Rizieq selama ini juga ‘berlatih’ ya di Arab Saudi?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lagipula, kepulangan tokoh berpengaruh seperti ini juga pernah terjadi&nbsp;<em>lho&nbsp;</em>dalam sejarah. Salah satunya terjadi pada Revolusi Iran 1979. Kala itu, pemimpin revolusi, Ayatollah Khomeini, juga baru kembali dari suaka politik&nbsp;<em>lho</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Alhasil, dengan kehadiran Khomeini dan pergerakan revolusi, rezim Mohammad Reza Shah Pahlavi di Iran dapat berakhir&nbsp;<em>lho</em>. Ini menandai perubahan politik terbesar dalam sejarah Iran. Bahkan, negara Timur Tengah yang awalnya dekat dengan Amerika Serikat (AS) ini berubah 180 derajat dan mengambil sikap anti terhadap negara adidaya tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, mungkin <em>nggak </em>ya kepulangan Rizieq ini bakal berakhir seperti kepulangan Khomeini kala Revolusi Iran 1979. Kalau <strong><a href="https://jurnalpresisi.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-15910178/mahfud-md-anggap-pendukung-habib-rizieq-tidak-sebanyak-pemimpin-revolusi-iran-ini/">kata</a></strong> Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, kejadian di Iran itu <em>nggak</em> bakal terulang <em>sih</em>. Ya, mari kita nantikan dan amati saja lah. <em>Hehe</em>. (A43)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Demonstrasi 1998 Tidak akan Terulang?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/BgDUhh8azzM?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Habib-Rizieq-‘Muncul-Bak-Pahlawan-1024x577.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Semangat Kebangsaan AR Baswedan</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/semangat-kebangsaan-ar-baswedan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K12]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Nov 2018 11:25:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Abdurrahman Baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[Gelar Pahlawan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[Pahlawan Nasional Baru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=43580</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Semangat-Kebangsaan-AR-Baswedan-.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class=" td-modal-image aligncenter wp-image-43564 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Semangat-Kebangsaan-AR-Baswedan-.jpg" alt="Jokowi-Prabowo, Belajarlah dari AR Baswedan" width="1080" height="1187" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Semangat-Kebangsaan-AR-Baswedan-.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Semangat-Kebangsaan-AR-Baswedan--273x300.jpg 273w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Semangat-Kebangsaan-AR-Baswedan--768x844.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Semangat-Kebangsaan-AR-Baswedan--932x1024.jpg 932w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Semangat-Kebangsaan-AR-Baswedan--696x765.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Semangat-Kebangsaan-AR-Baswedan--1068x1174.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Semangat-Kebangsaan-AR-Baswedan--382x420.jpg 382w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Semangat-Kebangsaan-AR-Baswedan--932x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Keistimewaan Pahlawan Nasional</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/keistimewaan-pahlawan-nasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K12]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Nov 2018 11:15:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[Pahlawan Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=43574</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/KEISTIMEWAAN-PAHLAWAN-NASIONAL-.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class=" td-modal-image aligncenter wp-image-43487 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/KEISTIMEWAAN-PAHLAWAN-NASIONAL-.jpg" alt="Di Balik Gelar Pahlawan Nasional" width="1080" height="1080" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/KEISTIMEWAAN-PAHLAWAN-NASIONAL-.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/KEISTIMEWAAN-PAHLAWAN-NASIONAL--135x135.jpg 135w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/KEISTIMEWAAN-PAHLAWAN-NASIONAL--150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/KEISTIMEWAAN-PAHLAWAN-NASIONAL--300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/KEISTIMEWAAN-PAHLAWAN-NASIONAL--768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/KEISTIMEWAAN-PAHLAWAN-NASIONAL--1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/KEISTIMEWAAN-PAHLAWAN-NASIONAL--696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/KEISTIMEWAAN-PAHLAWAN-NASIONAL--1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/KEISTIMEWAAN-PAHLAWAN-NASIONAL--420x420.jpg 420w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/KEISTIMEWAAN-PAHLAWAN-NASIONAL--1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Selamat Hari Pahlawan</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/selamat-hari-pahlawan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K12]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Nov 2018 11:12:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Pahlawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=43569</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/hari-pahlawan.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class=" td-modal-image aligncenter wp-image-43570 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/hari-pahlawan.jpg" alt="Selamat Hari Pahlawan" width="1080" height="1080" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/hari-pahlawan.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/hari-pahlawan-135x135.jpg 135w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/hari-pahlawan-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/hari-pahlawan-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/hari-pahlawan-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/hari-pahlawan-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/hari-pahlawan-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/hari-pahlawan-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/hari-pahlawan-420x420.jpg 420w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/hari-pahlawan-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Lafran Pane: Jejak Pemrakarsa HMI</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/lafran-pane-jejak-pemrakarsa-hmi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Nov 2017 10:37:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[Himpunan Mahasiswa Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Lafran Pane]]></category>
		<category><![CDATA[Pahlawan Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=15976</guid>

					<description><![CDATA[“Pahlawan akan selalu dikenang dan pejuang takkan pernah mati” PinterPolitik.com [dropcap]R[/dropcap]iuh rendah penobatan gelar pahlawan nasional oleh Presiden Joko Widodo menunjukkan suatu potret bangsa yang menghargai dan menghormati perjuangan tokoh masa lampau. Empat nama yang baru dinobatkan sebagai pahlawan nasional dinilai telah memberikan kontribusi bagi perjalanan Indonesia. Salah satunya ialah Prof. Lafran Pane dari Provinsi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Pahlawan akan selalu dikenang dan pejuang takkan pernah mati”</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb28;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]R[/dropcap]iuh rendah penobatan gelar pahlawan nasional oleh Presiden Joko Widodo menunjukkan suatu potret bangsa yang menghargai dan menghormati perjuangan tokoh masa lampau.</p>
<p>Empat nama yang baru dinobatkan sebagai pahlawan nasional dinilai telah memberikan kontribusi bagi perjalanan Indonesia. Salah satunya ialah Prof. Lafran Pane dari Provinsi DI Yogyakarta.</p>
<p>Sosok Lafran Pane memang tak terlalu populer, namun jejak perjuangannya dapat menjadi refleksi nyata bagi spirit kebangsaan.</p>
<p>Kontribusinya bukan hanya memrakarsai terbentuknya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai wadah kaderisasi tokoh dan pemimpin nasional, namun Lafran pun terlibat aktif sebagai tokoh pemuda perintis kemerdekaan yang berperan mendorong Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia.</p>
<p>Selain itu, kontribusi pemikiran visioner Lafran Pane yang juga terlihat dalam hal keagamaan, kebangsaan dan tata kelola negara menjadi pertimbangan lain mengapa gelar pahlawan pantas diberikan padanya.</p>
<p>Penyematan identitas pahlawan bukan hanya sekadar untuk dikenang, namun spiritnya dapat direfleksikan sebagai sebuah perjuangan yang tak berujung.</p>
<p>Dari berbagai kontribusinya, Lafran Pane bukan hanya menjadi pahlawan yang senantiasa diingat setiap peringatan 10 November, namun ia tetap hidup sebagai pejuang dengan kiprah yang takkan pernah berakhir.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-16006" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/Sekapur-Sirih-tentang-Lafran-Pane.jpg" alt="" width="1080" height="1080" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/Sekapur-Sirih-tentang-Lafran-Pane.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/Sekapur-Sirih-tentang-Lafran-Pane-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/Sekapur-Sirih-tentang-Lafran-Pane-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/Sekapur-Sirih-tentang-Lafran-Pane-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/Sekapur-Sirih-tentang-Lafran-Pane-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/Sekapur-Sirih-tentang-Lafran-Pane-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/Sekapur-Sirih-tentang-Lafran-Pane-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/Sekapur-Sirih-tentang-Lafran-Pane-420x420.jpg 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/Sekapur-Sirih-tentang-Lafran-Pane-135x135.jpg 135w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></p>
<h4><strong>Figur Bersahaja</strong></h4>
<p>Lafran Pane adalah sosok yang tidak mengenal lelah dalam proses pencarian jati dirinya dan secara kritis mencari kebenaran yang sejati. Semasa kecil, remaja dan menjelang dewasa, Lafran ialah seorang yang nakal dan pemberontak.</p>
<p>Hal inilah yang menjadi ciri paling menonjol dari sosoknya. Namun, pada dasarnya ia hadir sebagai figur yang mencari dan membentuk dirinya melalui petualangan.</p>
<p>Lahir dari keluarga sastrawan, Lafran hadir sebagai sosok dengan pemikiran terbuka yang bergelut dalam khasanah keilmuan dan pergerakan mahasiswa. Hal ini ditandai dengan diberikannya predikat Guru Besar Ilmu Tata Negara dari IKIP Yogyakarta (-sekarang Universitas Negeri Yogyakarta) di era 1960-an. Lafran juga  memprakarsai berdirinya HMI pada Februari 1947.</p>
<p>Predikat Guru Besar dan tokoh berpengaruh tidak membuat Lafran bermegah diri, justru ia merasa nyaman dengan kesederhanaan yang dimilikinya.</p>
<p>Kehidupan yang bersahaja ditunjukkannya dengan mengayuh sepeda ontel untuk aktivitas sehari-hari. Sebagai pendiri HMI yang telah melahirkan tokoh nasional lintas generasi, Lafran pernah ditawari rumah yang lengkap dengan isinya serta mobil oleh kader HMI yang telah memiliki hidup yang berkecukupan. Namun, Lafran menolak tawaran tersebut secara halus.</p>
<h4><strong>Rahim Tokoh Nasional</strong></h4>
<p><em>“HMI menjadi Harapan Masyarakat Indonesia”- Panglima Besar Jenderal Soedirman, pada peringatan milad HMI I di Yogyakarta.</em></p>
<p>Dalam skala nasional, nama Lafran Pane mungkin tidak begitu terkenal. Namun, ia adalah orang yang sangat terkenal di Yogyakarta. Terlebih, ia dikenal sebagai sosok yang memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan terkhusus untuk ilmu tata negara.</p>
<p>Sebagai pendiri organisasi mahasiswa terbesar di Indonesia, Lafran sukses mewadahi figur intelektual yang memiliki niatan besar melakukan kerja kemanusiaan.</p>
<p>Bukan hanya memiliki catatan kesuksesan di masa lampau saja, namun dalam setiap lintas generasi, Himpunan Mahasiswa Islam selalu menyumbangkan kader terbaiknya untuk menjadi pemimpin.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-15981" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/tokoh-nasional-dari-hmi.jpg" alt="" width="1080" height="1080" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/tokoh-nasional-dari-hmi.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/tokoh-nasional-dari-hmi-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/tokoh-nasional-dari-hmi-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/tokoh-nasional-dari-hmi-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/tokoh-nasional-dari-hmi-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/tokoh-nasional-dari-hmi-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/tokoh-nasional-dari-hmi-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/tokoh-nasional-dari-hmi-420x420.jpg 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/tokoh-nasional-dari-hmi-135x135.jpg 135w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></p>
<p>Bahkan, hal ini dibuktikan dengan distribusi kader HMI ke segala bentuk medium pengabdian baik di pemerintahan maupun di sektor lainnya.</p>
<p>Tentu banyak kabar burung bertebaran di sana-sini bahwa HMI haus jabatan dan ingin mengambil seluruh posisi di tingkat daerah maupun nasional. Namun, kader HMI memang disiapkan dan diproyeksikan menjadi pemimpin masa depan yang dibekali modal dasar yang mumpuni.</p>
<p>HMI yang didirikan Lafran Pane berkontribusi melahirkan tokoh – tokoh nasional dari rahim organisasi mahasiswa, misalnya yang termanifestasikan dalam diri Jusuf Kalla, Mahfud MD, Akbar Tandjung, Anies Baswedan dan segenap tokoh lainnya.</p>
<h4><strong>Intelektual-Visioner</strong></h4>
<p>Nilai dan perjuangan intelektual yang melekat pada Lafran Pane pun diakui sebagai kontribusi yang visioner. Salah satunya ialah usulan di awal masa orde baru untuk melakukan amandemen UUD 1945.</p>
<p>Lafran memandang agar perubahan tidak dilakukan pada Batang Tubuh UUD 1945, tetapi ditambahkan sebagai lampiran. Lampiran ini merupakan perubahan UUD yang dapat pula sewaktu-waktu dicabut atau diubah.</p>
<p>Selain itu, Lafran hadir sebagai intelektual yang berpikir melampaui zaman dengan menyatakan bahwa bila Indonesia menganut sistem presidensial secara tegas, alangkah lebih baik bila caranya diubah menjadi pemilihan presiden yang dipilih langsung oleh rakyat, bukan melalui MPR RI.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-15979" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/2017-11-10-INFOGRAFIS-napak-tilas-Lafran-Pane-Z19.jpg" alt="" width="1080" height="1080" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/2017-11-10-INFOGRAFIS-napak-tilas-Lafran-Pane-Z19.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/2017-11-10-INFOGRAFIS-napak-tilas-Lafran-Pane-Z19-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/2017-11-10-INFOGRAFIS-napak-tilas-Lafran-Pane-Z19-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/2017-11-10-INFOGRAFIS-napak-tilas-Lafran-Pane-Z19-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/2017-11-10-INFOGRAFIS-napak-tilas-Lafran-Pane-Z19-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/2017-11-10-INFOGRAFIS-napak-tilas-Lafran-Pane-Z19-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/2017-11-10-INFOGRAFIS-napak-tilas-Lafran-Pane-Z19-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/2017-11-10-INFOGRAFIS-napak-tilas-Lafran-Pane-Z19-420x420.jpg 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/2017-11-10-INFOGRAFIS-napak-tilas-Lafran-Pane-Z19-135x135.jpg 135w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></p>
<p>Implementasi gagasan ini membutuhkan 34 tahun untuk mewujudkan gagasan mengenai pemilihan langsung Presiden oleh rakyat.</p>
<p>Di penghujung hayatnya Lafran mengabdikan diri sebagai anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) yang notabene masih dalam nuansa orde baru pimpinan Presiden Soeharto.</p>
<p>Namun, pada masa itu ada keharusan bahwa DPA harus mewakili Partai Golkar. Namun, akhirnya karena mengedepankan indenpendensi etis, Lafran Pane tetap menjadi DPA tanpa menjadi kader Partai Golkar.</p>
<p><em>“Jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang kamu berikan kepada negaramu” – John F Kenedy.</em></p>
<p>Mungkin petuah John F Kennedy ini dapat menjadi spirit bagi generasi muda agar mengambil pelajaran dari perjuangan Lafran Pane di masa lampau.</p>
<p>Tentunya, dari berbagai kiprah Lafran Pane di masa lampau menjadi sebuah refleksi bagi generasi muda agar mematangkan konsepsinya dalam berbangsa dan bernegara.</p>
<p>Selain itu, kesuksesan perjuangan para pahlawan akan menjadi album manis yang akan senantiasa diperingati setiap 10 November.</p>
<p>Namun yang menjadi pertanyaan apa yang akan diberikan generasi muda kepada bangsa dan negara di era kekinian?</p>
<p>Generasi muda harus mampu mengedepankan literasi dalam menganalisa fenomena sosial melalui diskursus yang bersifat kritis – solutif dan melampaui zaman.</p>
<p>Selain itu, generasi muda tidak hanya menjadi agen perubahan, justru menjadi pemimpin atas perubahan itu.</p>
<p>Sebagai epilog, wajah generasi muda dengan pemikiran terbuka yang bersedia terjun langsung dalam aksi nyata merupakan sebuah potret perjuangan Lafran Pane di masa lampau. Belajar dari masa lalu, mengibarkan optimisme di masa yang akan datang.</p>
<p><em>“Demikian kisahnya berakhir di tengah-tengah manusia” </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/ilustrasi-lafran-pane.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Gus Dur Gagal Jadi Pahlawan</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/gus-dur-gagal-jadi-pahlawan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A27]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Nov 2017 07:39:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Dur]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Pahlawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=15958</guid>

					<description><![CDATA[Jadi pahlawan atau ndak, Gus Dur tetaplah menjadi kuncian hati. PinterPolitik.com  [dropcap]H[/dropcap]ari Pahlawan yang jatuh di Jumat (10/11) ini, ada empat nama yang akhirnya dikalungi gelar Pahlawan. Bliyo-bliyo ini adalah, Malahayati, Lafran Pane, Mahmud Marzuki, dan Muhammad Zainuddin Abdul Majid. Mbahas nama-nama di atas, rasanya kurang afdol jika tak bertanya-tanya, kenapa tahun ini Tim Peneliti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Jadi pahlawan atau <em>ndak, </em>Gus Dur tetaplah menjadi kuncian hati.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb00;"><strong>PinterPolitik.com </strong></span></p>
<p>[dropcap]H[/dropcap]ari Pahlawan yang jatuh di Jumat (10/11) ini, ada empat nama yang akhirnya dikalungi gelar Pahlawan. <em>Bliyo-bliyo</em> ini adalah, Malahayati, Lafran Pane, Mahmud Marzuki, dan Muhammad Zainuddin Abdul Majid.</p>
<p><em>Mbahas </em>nama-nama di atas, rasanya kurang afdol jika tak bertanya-tanya, kenapa tahun ini Tim Peneliti Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) kok ya <em>ndak </em>juga mengajukan nama Gus Dur kepada Pak Jokowi? Jangan salah <em>lho</em>, Gus Dur punya kualitas dan layak jadi pahlawan. Jelas.</p>
<p>Bu Yenny Wahid, putri keempat Gus Dur memang berkata bahwa ia bosan ditanya hal sama tiap tahun. Saking seringnya, Bu Yen merasa gelar itu tak lagi penting. Walah, jangan salah, ini masih layak dibahas kok, Bu. Kalau ada sebagian pihak yang mau mengangkat Pak Harto jadi Pahlawan, kenapa Gus Dur <em>ndak? </em>Memang hanya orang-orang yang lulus penataran P4 saja yang bisa bilang Pak Harto layak jadi pahlawan? Mereka yang peduli dengan toleransi agama juga bisa, kan?</p>
<p><figure id="attachment_15959" aria-describedby="caption-attachment-15959" style="width: 909px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-15959 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/gus-dur-soeharto.jpg" alt="" width="909" height="600" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/gus-dur-soeharto.jpg 909w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/gus-dur-soeharto-300x198.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/gus-dur-soeharto-768x507.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/gus-dur-soeharto-696x459.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/gus-dur-soeharto-636x420.jpg 636w" sizes="auto, (max-width: 909px) 100vw, 909px" /><figcaption id="caption-attachment-15959" class="wp-caption-text">Gus Dur dan Soeharto (sumber: Tribun)</figcaption></figure></p>
<p>Celetukan-celetukan kritis nan ceplas ceplos Gus Dur terus diingat sampai sekarang sebab <em>bliyo</em> begitu menghargai perbedaan, terutama masalah suku, ras, dan agama. Masih ingat <em>ndak?</em> Gus Dur adalah presiden pertama yang berani memanggil pesakitan-pesakitan Tionghoa yang jadi bulan-bulanan Tragedi 1998 lalu. Gus Dur juga yang berani lawan arus untuk mengangkat Hari Raya Imlek sebagai hari libur nasional. Dari sana, mantan santri ini dijuluki Bapak Pluralisme Indonesia.</p>
<p>Langkah Gus Dur ini bukan berarti tak mendapat halang rintang sama sekali dari berbagai kalangan dan bahkan golongannya sendiri. Dia juga dianggap terlalu berpihak pada kelompok minoritas. Hmm, walaupun <em>nggak</em> ngerti juga apa hal yang buruk dari membela orang-orang minoritas dari kelompok yang selalu dimarjinalkan. Ya, sebab siapa lagi yang mau membela kelompok orang yang selalu ‘dibuat’ <em>siyal</em> secara sistematis, terstruktur, dan masif? <em>Ya, tho?</em></p>
<p>Ya, mungkin penolakan (atau ketidakmampuan kita untuk menalar) ide-ide Gus Dur yang dibilang kelewat permisif itu, yang bikin TP2GP belum juga menganugerahi Gus Dur dengan gelar pahlawan. Kalau mereka punya kriteria, siapa yang meninggal lebih lama, sebagai syarat penganugerahan gelar pahlawan, kita bisa apa selain <em>nrimo</em>?</p>
<p>Lagipula, kalau Bu Yen, selaku anak,  sudah anggap tak penting gelar pahlawan untuk Gus Dur, mungkin itu adalah sinyal kalau ada hal yang jauh lebih penting untuk dilakukan. Dan yang pasti hal itu lebih dari sekedar gelar dan status pahlawan belaka. Mau dianugerahi atau <em>ndak,</em> kontribusi dan peran besar Gus Dur yang diberikan kepada bangsa dan negara tak berkurang seujung kuku pun.</p>
<p>Nah, mungkin saja dibalik pernyataan bosan Bu Yen, <em>bliyo</em> menyimpan harap kalau menyebar nilai-nilai positif yang dicontohkan Gus Dur lebih penting ketimbang gelar. Ya, habis mau bagaimana? Selain pulsa dan tubir (re: ribut), generasi milenial juga perlu toleransi, keberagaman, dan demokrasi di masa kini dan masa depan, <em>kan</em>. (A27)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/11/gusdur2-077c78098db63012e3bc9aa3987889e2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bukti Indonesia &#8220;Bhineka Tunggal Ika&#8221;</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinpol-tv/bukti-indonesia-bhineka-tunggal-ika/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A15]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Aug 2017 02:00:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PinPol TV]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Kemerdekaan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[Pahlawan]]></category>
		<category><![CDATA[Pahlawan Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=12841</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><div id="tdi_1" class="tdc-row"><div class="vc_row tdi_2  wpb_row td-pb-row" >
<style scoped>.tdi_2,.tdi_2 .tdc-columns{min-height:0}.tdi_2,.tdi_2 .tdc-columns{display:block}.tdi_2 .tdc-columns{width:100%}.tdi_2:before,.tdi_2:after{display:table}</style><div class="vc_column tdi_4  wpb_column vc_column_container tdc-column td-pb-span12">
<style scoped>.tdi_4{vertical-align:baseline}.tdi_4>.wpb_wrapper,.tdi_4>.wpb_wrapper>.tdc-elements{display:block}.tdi_4>.wpb_wrapper>.tdc-elements{width:100%}.tdi_4>.wpb_wrapper>.vc_row_inner{width:auto}.tdi_4>.wpb_wrapper{width:auto;height:auto}</style><div class="wpb_wrapper" ><div class="wpb_wrapper td_block_wrap vc_raw_html tdi_6 videoWrapper .videoWrapper"><div class="td-fix-index"><div><iframe loading="lazy" type="text/html" width="853" height="480" src="https://www.youtube-nocookie.com/embed/OVk3QDcWOiI?showinfo=0&modestbranding=1&autoplay=1&loop=1&autohide=1&rel=0&fs=0" frameborder="0" allow="autoplay" ></iframe></div></div></div></div></div></div></div><div id="tdi_7" class="tdc-row"><div class="vc_row tdi_8  wpb_row td-pb-row" >
<style scoped>.tdi_8,.tdi_8 .tdc-columns{min-height:0}.tdi_8,.tdi_8 .tdc-columns{display:block}.tdi_8 .tdc-columns{width:100%}.tdi_8:before,.tdi_8:after{display:table}</style><div class="vc_column tdi_10  wpb_column vc_column_container tdc-column td-pb-span12">
<style scoped>.tdi_10{vertical-align:baseline}.tdi_10>.wpb_wrapper,.tdi_10>.wpb_wrapper>.tdc-elements{display:block}.tdi_10>.wpb_wrapper>.tdc-elements{width:100%}.tdi_10>.wpb_wrapper>.vc_row_inner{width:auto}.tdi_10>.wpb_wrapper{width:auto;height:auto}</style><div class="wpb_wrapper" ><div class="wpb_wrapper wpb_text_column td_block_wrap td_block_wrap vc_column_text tdi_11  tagdiv-type td-pb-border-top td_block_template_1"  data-td-block-uid="tdi_11" >
<style>.vc_column_text>.td-element-style{z-index:-1}</style><div class="td-fix-index"><p><strong>PinterPolitik.com</strong> mengucapkan Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia ke 72 Tahun, mari kita usung kerja bersama untuk memajukan bangsa ini</p>
<p>&nbsp;</p>
</div></div></div></div></div></div></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/08/Soekarno.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
