<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Hakim Agung &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/hakim-agung/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 22 Mar 2019 03:33:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Hakim Agung &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Wakil Rakyat Kok Gitu?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/wakil-rakyat-kok-gitu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F41]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Jul 2018 13:51:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[Hakim Agung]]></category>
		<category><![CDATA[Rapat Paripurna]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=33855</guid>

					<description><![CDATA[Ku takut mamaku marah, Ku takut papaku marah, Ku takut mereka marah Kalau terlambat sekolah. Uang jajan musnah, Senyum pun tak ada, Ka-ka-kalau mama marah…” Lirik Lagu Jangan Marah ~ Trio Kwek Kwek PinterPolitik.com [dropcap]S[/dropcap]iapa yang inget sama lagu Trio Kwek Kwek di atas? Duhh, emang zaman dulu tuh kalo telat sekolah urusannya bisa panjang, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Ku takut mamaku marah, Ku takut papaku marah, Ku takut mereka marah</strong><br />
<strong>Kalau terlambat sekolah. Uang jajan musnah, Senyum pun tak ada, Ka-ka-kalau mama marah…” Lirik Lagu Jangan Marah ~ Trio Kwek Kwek</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #d5e339;">PinterPolitik.com</span></p>
<p>[dropcap]S[/dropcap]iapa yang inget sama lagu Trio Kwek Kwek di atas? Duhh, emang zaman dulu tuh kalo telat sekolah urusannya bisa panjang, udah dimarahin guru di sekolah, dimarahin juga sama orang tua. Hayooo, siapa diantara kalian yang sering telat?</p>
<p>Tapi nih gaes, kalian pernah ngebayangin nggak sih kalo di sekolah nggak ada tata tertib? Bolos sekolah dibiyarin, dateng telat nggak dihukum. <em>Wadaw</em> jadi apa kita sekarang? Paling banter jadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) <em>zaman now</em> kali ya? <em>Ckckckck</em>.</p>
<p>Abis gimana dong, kayaknya yang hobi bolos tanpa rasa bersalah dan merasa rugi cuma anggota dewan deh. Kita aja kalau telat masuk kantor bisa potong gaji, ya kan?</p>
<p>Jangan-jangan ini udah saatnya anggota DPR yang gak masuk potong gaji? Ayolah, eike aja kemaren telat ngantor dipotong gajinya, masa anggota dewan santai-santai aja sih gak rapat?</p>
<p>Bayangin aja gaes, kemarin eike baca berita, cuma ada 197 dari dari 560 anggota DPR yang dateng ke rapat paripurna penutupan masa sidang V tahun 2017-2018. Terus yang 417 orang lainnya kemana?</p>
<p>Katanya, sebanyak 110 anggota DPR izin tugas, sedangkan 307 lainnya absen. Duh duhh, mentang-mentang mau pemilu, urusan rakyat dikesampingin. <em>Moon maap</em>, dulu Bapak Ibu minta dipilih rakyat buat ngapain? Buat duduk, tidur, ngupil, ngemil berantem? Nggak, kan? Katanya dulu mau memperjuangkan aspirasi rakyat, kok sekarang lupa?</p>
<p>Padahal nih gaes, salah satu agenda rapat kemarin itu pengambilan keputusan calon hakim agung lho, pejabat tertinggi dalam dunia peradilan dan kehakiman negeri. Nih, kalo sampe salah pilih, urusan hukum kita bisa berabe. Duh..duhhh, wakil rakyat kok gitu?</p>
<p>Selama ini sanksi terhadap anggota DPR yang telat paling sebatas teguran lisan, teguran tertulis, pemindahan alat kelengkapan dewan, atau paling banter pemberhentian sementara. Weleh-weleh, kalau nggak bisa bikin jera mah, bukan hukuman namanya. Kira-kira gimana ya caranya biar anggota DPR ini tahu malu? Pecat aja! Kalau kata Syahrini, hempas <em>manjahhh husshhh hushhh husshhhh</em>!!! Setuju kan? (E36)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/07/Suasana-Rapat-Anggota-DPR.-Foto-Qerja-1024x700.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Artidjo ‘Berhenti Hajar’ Koruptor</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/artidjo-berhenti-hajar-koruptor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 May 2018 11:31:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Artidjo Alkostar]]></category>
		<category><![CDATA[Hakim Agung]]></category>
		<category><![CDATA[Hakim Artidjo]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Mahkamah Agung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=29717</guid>

					<description><![CDATA[“Dengan pensiunnya Pak AA (Artidjo Alkostar), para terpidana koruptor pasti senang. Soalnya selama ini banyak terpidana koruptor yang ajukan kasasi. Dia hakim agung yang tidak kenal kompromi.” ~ Mantan pimpinan Komisi Yudisial (KY), Imam Anshori Saleh PinterPolitik.com [dropcap]H[/dropcap]akim Agung Artidjo Alkostar kini mengakhiri perannya sebagai &#8220;algojo&#8221; bagi para koruptor. Sepertinya, kabar pensiunnya Artidjo membuat para [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Dengan pensiunnya Pak AA (Artidjo Alkostar), para terpidana koruptor pasti senang. Soalnya selama ini banyak terpidana koruptor yang ajukan kasasi. Dia hakim agung yang tidak kenal kompromi.” ~</em> <em>Mantan pimpinan Komisi Yudisial (KY), Imam Anshori Saleh</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]H[/dropcap]akim Agung Artidjo Alkostar kini mengakhiri perannya sebagai &#8220;algojo&#8221; bagi para koruptor. Sepertinya, kabar pensiunnya Artidjo membuat para koruptor itu menjadi riang gembira.</p>
<p>Ya gimana ga gembira coba, kalau kasus korupsi yang ditangani Artidjo acapkali malah membuat para koruptor sengsara, <em>weleeh weleeh. </em></p>
<p>Selain itu juga, Artidjo terkenal sebagai raja tega dalam memberikan vonis hukuman yang lebih berat kepada koruptor. <em>Ehmm, </em>emangnya enak, <em>weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Tapi, dengan pensiunnya Artidjo, lalu apa kabar penanganan kasus korupsi di Indonesia? Akankah menjadi lunak dan membuat nyaman para koruptor?</p>
<p><em>Ehmm, </em>kalau begitu jadinya, kabar pensiunnya Artidjo akan jadi berita duka untuk penanganan kasus korupsi di Indonesia, <em>weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Kenapa ya, di saat ada hakim yang berpihak kepada kebenaran malah cepat memasuki pensiun, <em>ehmm, </em>tapi biarlah mungkin masih ada tokoh lain yang punya nilai perjuangan yang sama seperti Artidjo. Semoga saja ada, <em>ehmm, </em>tapi susah ditemukan kayaknya.</p>
<p>Karena sosok Artidjo yang <em>nyentrik </em>dan galak kepada koruptor, sudah pasti akan banyak godaan yang datang. Godaan uang, kekuasaan, atau apapun, <em>ehmm.</em></p>
<p>Bagaimana dengan Artidjo, pernahkah tergoda? Kabarnya sih ga pernah, emangnya gimana cara Artidjo menjauhkan diri dari godaan? <em>Ehmm, </em>panutan, <em>weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Contoh kecilnya aja, di depan pintu ruangan Artidjo ada secarik kertas yang bertuliskan tidak menerima tamu yang membicarakan perkara. <em>Weleeeh weleeeh, </em>koruptor mau gimana ngakalinnya coba kalau hakimnya begini.</p>
<p>Belum lagi ada yang nekat datang ke rumah Artidjo, tapi kalau bicarakan tentang perkara jangan tersinggung kalau diusir ya, <em>upsss, </em>hayoo siapa yang pernah diusir dari rumah Artidjo? <em>Weleeeh weleeh.</em></p>
<p>Bukan cuma goda menggoda, tapi Artidjo kerap menerima ancaman. Artidjo sudah teruji kayaknya jadi hakim yang tahan banting. Ya dari ceritanya aja, Artidjo pernah disantet atau mendapat teror, <em>waduhh.</em></p>
<p>Nah kalau Artidjo kini sudah pensiun dan mengakhiri kariernya, akankah muncul kembali Artidjo generasi selanjutnya?</p>
<p>Kalau kata Jerinx, sebelum bekerja, hakim di Indonesia mungkin perlu mencoba palu keadilannya di rumah masing-masing. Kalau hakim ikut apa kata Jerinx, tentunya akan lahir Artidjo selanjutnya.</p>
<p>Jadi, para koruptor jangan senang dulu ya, selamat menikmati algojo berikutnya, <em>weleeeh weleeh. </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/05/artidjo-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Hatta Ali Kembali Jadi Ketua MA</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/hatta-ali-kembali-jadi-ketua-ma/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R24]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Feb 2017 08:32:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Hakim Agung]]></category>
		<category><![CDATA[Hatta Ali]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[MA]]></category>
		<category><![CDATA[Mahkamah Agung]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilihan Ketua MA]]></category>
		<category><![CDATA[Pengadilan]]></category>
		<category><![CDATA[Peradilan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=5174</guid>

					<description><![CDATA[Proses pemilihan Ketua Mahkamah Agung (MA) periode 2017-2022 yang dilakukan hari ini, Selasa (14/2), memilih kembali Hakim Agung Hatta Ali sebagai Ketua MA untuk yang kedua kalinya. Pemilihan yang digelar di Gedung MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta ini berlangsung tanpa adanya persaingan ketat. pinterpolitik.com JAKARTA &#8211; Hakim Agung Hatta Ali memperoleh dukungan suara terbanyak, yaitu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Proses pemilihan Ketua Mahkamah Agung (MA) periode 2017-2022 yang dilakukan hari ini, Selasa (14/2), memilih kembali Hakim Agung Hatta Ali sebagai Ketua MA untuk yang kedua kalinya. Pemilihan yang digelar di Gedung MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta ini berlangsung tanpa adanya persaingan ketat.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb00;"><strong>pinterpolitik.com</strong></span></p>
<p><strong>JAKARTA</strong> &#8211; Hakim Agung Hatta Ali memperoleh dukungan suara terbanyak, yaitu 38 suara dari 47 hakim agung yang memiliki hak suara. Sementara pesaingnya, Andi Samsan Nganro dengan tujuh suara, serta Suhadi dan Mukti Arto masing-masing meraih satu suara.</p>
<p>Mengacu pada Pasal 7a sampai h, Surat Keputusan MA Nomor 12/KMA/SK/I/2017 tentang Tata Tertib Pemilihan Ketua MA, jika ada satu nama yang telah memperoleh suara lebih dari 50 persen jumlah hakim agung yang hadir, orang tersebut ditetapkan sebagai ketua MA.</p>
<p>“Saya sampaikan terima kasih yang dipercayakan kepada saya untuk memegang amanah sebagai Ketua MA untuk periode kedua. Kerjasama yang selama ini terbangun dari semua jajaran pimpinan, hakim agung, hakim <em>ad hoc</em>, pejabat kepaniteraan, kesekretariatan, serta jajaran empat lingkungan badan peradilan di bawah MA,” kata Hatta, dalam sambutannya.</p>
<p>Mahkamah Agung memiliki tradisi pemilihan ketuanya sendiri, di mana setiap hakim agung memiliki hak yang sama untuk memilih dirinya sendiri atau hakim agung lain sebagai ketua. “MA tidak ada pencalonan, langsung terbuka untuk umum. Siapa yang ditulis namanya, yang nulis namanya ya itu,” kata Wakil Ketua MA Bidang Yudisial, M. Syarifuddin.</p>
<p>Muhammad Hatta Ali lahir di Pare-pare, Sulawesi Selatan, 7 April 1950. Jabatan Ketua MA ini merupakan yang kedua kalinya, sebelumnya ia menjabat untuk periode 2012-2017. Ia juga pernah menjadi Hakim Agung (2007), Direktur di Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum (2005), Hakim Yustisial Mahkamah Agung (2004), serta sebagai hakim peradilan tinggi di beberapa daerah di Indonesia.</p>
<p>Masuknya kembali nama Hatta Ali dalam bursa calon Ketua MA sudah diprediksi sejak sebelumnya, walau kini usianya sudah mencapai 67 tahun. Pada usia 70 tahun nanti, ia akan diberhentikan dengan hormat melalui pensiun, sesuai dengan Pasal 11 huruf b Undang-undang Nomor 3 tahun 2009.</p>
<p>Mengacu pada pasal itu, Sekretaris MA, Achmad Setyo Pudjoharsoyo mengatakan Hatta tetap berpeluang kembali menjabat sebagai ketua MA, meskipun hanya untuk kurun waktu tiga tahun. Setelah itu, MA akan melakukan pemilihan lagi.</p>
<p>Selamat bertugas bagi Ketua MA yang baru, semoga selalu amanah dalam menjalankan tugasnya. (Berbagai sumber/R24)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/02/Hatta-Ali-Kembali-Jadi-Ketua-MAcrp-1024x918.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
