<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Gus Ami &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/gus-ami/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 16 Sep 2022 10:53:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Gus Ami &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Strategi Politik Cak Imin Usang?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/strategi-politik-cak-imin-usang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[G69]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Sep 2022 10:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Cak Imin]]></category>
		<category><![CDATA[Cawapres]]></category>
		<category><![CDATA[Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Ami]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Muhaimin]]></category>
		<category><![CDATA[Muhaimin Iskandar]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2024]]></category>
		<category><![CDATA[PKB]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=115946</guid>

					<description><![CDATA[Muhaimin Iskandar (Cak Imin) klaim bahwa Prabowo Subianto tetap harus gandeng dirinya bila ingin menang di Pilpres 2024. Sebuah strategi usang?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baru-baru ini, Ketua Umum (Ketum) PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menyebut jika Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto bisa menang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 asal berpasangan dengan dirinya. Pernyataan ini seolah mengingatkan pada tahun 2019 lalu, yaitu ketika Cak Imin berkelakar jika Jokowi bisa kalah jika dirinya tidak dipilih sebagai calon wakil presiden (cawapres).&nbsp;</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin masih hangat di dalam ingatan masyarakat menjelang momentum Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 silam, yaitu ketika Ketua Umum (Ketum) PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dengan percaya diri mendeklarasikan diri sebagai calon wakil presiden (cawapres). Baliho dengan gambar Ketum PKB ini pun bertebaran hampir di setiap sudut jalan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak hanya menampilkan foto, terdapat juga kalimat yang menegaskan jika Cak Imin akan menjadi cawapres mendampingi Jokowi. Nah, hal ini juga diperkuat dengan pernyataan jika PKB akan mengusung Jokowi dengan Cak Imin di kontestasi pemilihan umum (Pemilu)..&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hmm, sepertinya kondisi serupa juga terjadi menjelang Pilpres 2024 mendatang. Cak Imin kembali mengemukakan jika dirinya siap maju di kontestasi pemilu. Pernyataan ini dikemukakan ketika momentum peluncuran bukunya di Senayan pada tanggal 7 September 2022 lalu.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Intinya, Cak Imin menegaskan jika ingin memenangkan pilpres, maka harus berpasangan dengan dirinya. <em>Well</em>, sepertinya pernyataan ini mencuat sebagai respons atas isu yang menyebut jika Prabowo akan berpasangan dengan Ketum PDIP Puan Maharani. Wah, Cak Imin udah<em> pede</em> nih ceritanya bakal diusung di 2024?&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, narasi yang seolah-olah percaya diri ini sejatinya bukan jaminan jika Cak Imin bakal diusung pada kontestasi Pilpres. Terbukti pada tahun 2019 lalu karena Jokowi tidak memilih Cak Imin sebagai pasangannya. Wah, padahal baliho sudah bertebaran di sepanjang jalan, tetapi tetap saja Wakil Ketua DPR ini tidak maju ketika Pilpres 2019.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Well</em>, sepertinya salah satu faktor yang memengaruhi ialah elektabilitas seorang Cak Imin yang <em>notabene </em>tidak besar. Apalagi, namanya kini tidak setenar Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. Wah, sulit nih, Cak, kalau begitu.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Well</em>, meski 2019 lalu Cak Imin tidak menjadi cawapres tetapi elektabilitas partainya cukup tinggi yaitu menempati posisi keempat dari sembilan partai. PKB memperoleh suara sekitar 9,69 persen atau mendapatkan 58 kursi di DPR. Hm, lumayan banyak juga ya.&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/p/CiPdoQohMTE/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" src="https://lh6.googleusercontent.com/VhTgoi7BqPNsboRAIG4kzml_35JePgcln2fXahhyY-Fm-B-E3yOCXMYTfc0RdIOIL-hVyM3sR_SPIgtMl5w_n8xNV7Z-az5Suq7DRvoUZZwjMmVzwSQ0leu_OBudcTiM_LvS_Tls8SK01SHhHVpqgmoY07iN3OV_WcjU0dezkq7yeA9mE2SOR5alMNds" alt="Prabowo Dekati Puan Cak Imin Posesif"/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Eits, namun, persentase suara untuk partai yang tinggi ini tidak lepas dari faktor lain. Kalau mengacu pada pernyataan Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya, tingginya suara PKB ini juga tidak lepas dari adanya pengaruh baliho lho.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Yes</em>, ini seperti strategi <em>marketing </em>politik yang dijelaskan oleh Gary Mauser dalam bukunya berjudul <em>Political Marketing: An Approach Campaign Strategy</em>. Dalam buku ini, dijelaskan tentang sebuah konsep yaitu <em>Political Marketing</em> yang bertujuan untuk mempengaruhi perilaku masyarakat di tengah situasi yang kompetitif.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hm, dalam hal ini seperti kontestasi pemilu lah ya. Nah, makanya nggak heran kalau politisi seperti Cak Imin begitu ‘getol’ meningkatkan popularitasnya dengan baliho.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hm, namun, pola yang sama terjadi lagi lho karena baliho serupa juga sudah tersebar di kawasan Tangerang Selatan. Kali ini, gambar yang terpampang tidak hanya Cak Imin melainkan bersanding dengan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Jadi, pakai pola yang sama nih, Cak?&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Layaknya seorang konten YouTuber yang selalu mempromosikan karyanya di media sosial, tentu strategi “<em>gimmick</em>” yang digunakan tidak sama. Seperti halnya Nex Carlos yang awalnya hanya seorang diri merekam konten yang ia buat, kini sudah mulai melibatkan orang lain bahkan mengajak <em>crew </em>kameramen untuk ikut <em>‘nimbrung’ </em>di dalam konten.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jadi, nggak heran kalau saat ini <em>subscriber </em>YouTube miliknya mencapai 4,61 juta. Nah, Cak Imin ngga mau meniru Nex Carlos yang terus berkembang dan menggunakan pola <em>gimmick</em> berbeda? Siapa tahu bisa diundang Nex Carlos untuk tampil di konten miliknya jika punya <em>gimmick</em> yang khas dan berbeda dari yang lain tentunya. <em>Upss</em>. (G69)</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="wCgrJ51I5FI"><iframe title="Mengapa Spanyol Tak Jadi Negara Islam?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/wCgrJ51I5FI?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/Strategi-Politik-Cak-Imin-Usang.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Cak Imin Bisa &#8220;Tenggelam&#8221;?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/cak-imin-bisa-tenggelam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 May 2022 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Cak Imin]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Ami]]></category>
		<category><![CDATA[Muhaimin Iskandar]]></category>
		<category><![CDATA[PKB]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=109790</guid>

					<description><![CDATA[Politikus PKB Umar Hasibuan sebut soal kemungkinan ancaman pembajakan terhadap PKB. Bila terjadi, mungkinkah Cak Imin bisa makin tenggelam?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus politikus PKB, Umar Hasibuan, menyebutkan bahwa ada sosok yang ingin mencalonkan diri sebagai calon presiden (capres) tetapi tidak memiliki “perahu” politik. Alhasil, “kapal” PKB yang dipimpin oleh Muhaimin Iskandar (Cak Imin) terancam dibajak.</strong></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>“I know those cannons. It&#8217;s the Pearl.” – Jack Sparrow, <em>Pirates of the Caribbean: The Curse of the Black Pearl</em> (2003)</p></blockquote>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Siapa yang tidak kenal dengan manga atau anime yang berjudul <em>One Piece</em> (1999-sekarang)? Bisa dibilang kalau satu anime ini merupakan salah satu anime terpopuler sekaligus terpanjang dalam sejarah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagaimana tidak? Sejak rilis tahun 1999 silam, <em>One Piece </em>kini telah mencapai jumlah total episode hingga 1.017 episode. <em>Hmm</em>, apa itu sinetron <em>Tersanjung</em> (1998-2005) yang disebut-sebut alur ceritanya panjang <em>banget</em>?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ya, terlepas dari itu, ini menunjukkan kalau kisah-kisah bertemakan bajak laut masih mengambil bagian di hati masyarakat. <em>Nggak</em> hanya <em>One Piece</em>, ada juga <em>franchise </em>film lain yang juga menggunakan tema-tema ala bajak laut – salah satunya adalah <em>Pirates of the Caribbean</em>.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Satu hal yang mungkin menjadi barang berharga bagi para bajak laut ini, yakni kapal laut. <em>Gimana nggak</em>? <em>Wong</em> kapal laut ini jadi modal utama bagi mereka untuk bisa mengarungi luasnya lautan dan samudra.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jack Sparrow dalam <em>franchise</em> film <em>Pirates of the Caribbean</em>, misalnya, sangat menyayangi kapalnya yang dijuluki Black Pearl. Meski sempat bergonta-ganti kapten, Black Pearl akhirnya bisa kembali ke tangan Sparrow guna mengarungi Laut Karibia dengan kompas ajaib miliknya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nah</em>, mungkin <em>nih</em>, peran sentral kapal laut seperti ini juga berlaku <em>lho</em> untuk dunia politik. Pasalnya, ada kabar bahaya soal “kapal” PKB yang kini dinakhodai oleh Muhaimin Iskandar a.k.a Cak Imin a.k.a Gus AMI.</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/" target="_blank" rel="noopener"><img decoding="async" src="https://lh6.googleusercontent.com/mYzd0YuhwSGGyzevVNYeciMsRTXgeZOs_WETYg1EBWbZbsjqQJq5w5SWK6QPEfyXLMAvO9Hsl1E-cr9sH_xyNL7hNvi5JizLvMef1mJr6UwTo-Yvn8SiN4tfv7_pE95B2XDkjfCL0hE5LQCw_w" alt="Kapal Cak Imin PKB Terancam Dibajak"/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Kabar ini diungkapkan oleh tokoh Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus politikus PKB yang bernama Umar Hasibuan. Katanya <em>sih</em>, ada sosok yang ingin <em>nyapres</em> tetapi tidak punya perahu. Alhasil, sosok ini ingin membajak kapal PKB yang dinakhodai oleh Cak Imin.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, mungkin, kapal PKB ini bisa dibilang sangat penting bagi Cak Imin. Layaknya pentingnya Black Pearl bagi Jack Sparrow, PKB adalah kapal politik yang diperlukan oleh Ketum PKB tersebut bila ingin mengarungi lautan kontestasi politik di tahun 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagaimana pun, mengacu pada tulisan Kimberly Casey yang berjudul <em>Defining Political Capital</em>, partai politik bisa jadi modal institusional (<em>institutional capital</em>) bagi seorang kandidat politik. Ini karena partai politik bisa jadi dasar pengasosiasian seorang kandidat terhadap identitas partai.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Lha</em>, kalau kapal PKB-nya sampai dibajak, <em>gimana</em> caranya bisa berlabuh ke kemenangan di tahun 2024? <em>Wah</em>, <em>yaopo</em> <em>iku</em>, Cak?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin, Cak Imin perlu belajar <em>nih</em> ke Kapten Sparrow soal bagaimana akhirnya dia bisa mempertahankan dan mendapatkan kembali Black Pearl. Tidak dapat dipungkiri, Sparrow selalu membutuhkan bantuan awak-awak kapal untuk akhirnya bisa kembali menjadi kapten bagi Pearl.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apakah ini artinya Cak Imin perlu bantuan awak kapal yang lebih banyak untuk bisa mempertahankan kapal PKB yang dinakhodainya? Apakah ini saatnya Cak Imin merekrut “awak” kapal dari kelompok-kelompok seperti Pengurus Besar NU (PBNU) dan Gusdurian? <em>Hmm</em>, <em>who knows</em>? (A43)</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="E8MBicO_S8A"><iframe title="The Batman dan Sisi Gelap Janji Politik Kekuasaan" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/E8MBicO_S8A?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/05/Cak-Imin-Bisa-Tenggelam-1024x684.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pencarian Jati Diri Cak Imin</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/pencarian-jati-diri-cak-imin/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Aug 2021 01:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Baliho]]></category>
		<category><![CDATA[Cak Imin]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Ami]]></category>
		<category><![CDATA[Muhaimin Iskandar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=99001</guid>

					<description><![CDATA[Baliho Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mulai terpasang di sejumlah daerah. Namun, baliho itu gunakan nama baru "Gus Muhaimin". Apa ini proses pencarian jati diri Cak Imin?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Meski Ketua Umum (Ketum) PKB Abdul Muhaimin Iskandar sebelumnya dikenal dengan nama-nama seperti Cak Imin dan Gus AMI, sejumlah baliho kini malah muncul dengan nama baru, yakni Gus Muhaimin. Apakah Cak Imin tengah berproses dalam pencarian jati diri?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Semua orang tahu kalau nama adalah salah satu identitas utama yang kita punya, terutama nama panggilan. Coba&nbsp;<em>bayangin</em>&nbsp;kalau kita&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;punya nama panggilan, repot&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;<em>manggil</em>-nya atau&nbsp;<em>nyapa­</em>-nya?</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>That is why</em>&nbsp;nama panggilan jadi penting – meskipun terkadang nama panggilan juga mengalami “evolusi” yang jauh dari nama asli. Contohnya, ada&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;temanku namanya Bagas tapi dia dipanggil Cucur. Kurang jauh apa coba?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pasti kalian semua punya lah&nbsp;<em>that one friend</em>&nbsp;yang nama panggilannya jauh dari nama aslinya – sampai kadang lupa nama asli mereka siapa. Biasanya, nama asli ini mulai&nbsp;<em>lost in translation</em>&nbsp;ketika zaman sekolah – entah pada masa SD, SMP, atau SMA – yang akhirnya terbawa hingga sekarang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nama panggilan yang beda jauh dengan nama asli ini juga berlaku untuk orang-orang terkenal. Istilah umumnya adalah nama panggung. Kita bisa ambil&nbsp;<em>rapper</em>&nbsp;terkenal asal Amerika Serikat (AS) yang dikenal sebagai Snoop Dogg.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalian tahu&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;nama aslinya Snoop siapa? Pasti harus Google dulu biar tahu. Biar&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;usah repot-repot&nbsp;<em>nyari</em>, aku kasih tahu&nbsp;<em>aja</em>. Nama aslinya adalah Calvin Cordozar Broadus Jr. Beda jauh bukan?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi, terlepas dari nama aslinya yang jarang diketahui orang, Snoop Dogg sepertinya masih berusaha mencari jati diri dengan bereksperimen melalui nama-nama panggilannya – mulai dari Snoop Lion, Snoopzilla, sampai sekarang balik lagi ke Snoop Dogg. Untung dia&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;ambil nama Snoop Pigg – bisa-bisa langsung di-<em>ban</em>&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;di Indonesia kalau&nbsp;<em>beneran</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apa yang dialami oleh Snoop ini sepertinya juga dialami&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;oleh seorang pejabat dan politikus Indonesia, yakni Ketua Umum (Ketum) PKB Abdul Muhaimin Iskandar yang dikenal juga sebagai Cak Imin, Gus AMI, Gus Imin, dan sebagainya&nbsp;<em>ajalah</em>.&nbsp;<em>Tuh kan</em>, aku&nbsp;<em>aja</em>&nbsp;bingung mau&nbsp;<em>manggil</em>-nya pakai nama yang mana.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;</strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/celoteh/siasat-cak-imin-capres-2024"><strong>Siasat Cak Imin Capres 2024?</strong></a></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/p/CSO292BNGHo/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com:8000/photos/shares/Infografis%202020/infografis%20Choose%20Your%20Fighter.jpg" alt="Baliho Puan Airlangga Cak Imin"/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah kebingunganku, tiba-tiba, muncul nama baru dari Cak Imin, yakni Gus Muhaimin. Nama ini muncul di baliho-baliho yang terpasang di sejumlah daerah – yang ironinya juga menampilkan berbagai varian nama Cak Imin. PKB dan pendukungnya&nbsp;<em>aja</em>&nbsp;bingung,&nbsp;<em>lha</em>&nbsp;apalagi kita ya?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kenapa ya Cak Imin suka gonta-ganti nama panggilannya? Apa Cak Imin merasa&nbsp;<em>insecure</em>&nbsp;dengan nama panggilannya yang paling umum? Kabarnya, Cak Imin&nbsp;<em>pengen</em>&nbsp;pakai gelar “Gus” karena beliau adalah anak dari seorang kiai.&nbsp;<em>Well</em>,&nbsp;<em>it’s okay not to be okay</em>&nbsp;<em>kok</em>, Cak –&nbsp;<em>eh</em>, Gus maksudnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Ngomong-ngomong</em>&nbsp;soal&nbsp;<em>insecure</em>, aku jadi ingat dengan salah satu&nbsp;<a href="https://www.koranmadura.com/wp-content/uploads/2018/03/index.jpg"><strong>baliho Cak Imin</strong></a>di zaman pemilihan presiden (Pilpres) 2019 dulu. Baliho itu bertuliskan #Cawapres2019 – maklum dulu masih berharap jadi calon wakil presiden (cawapres) untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain ada tagar yang&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;jelas efeknya ke media sosial (medsos) itu, ada juga&nbsp;<em>tagline</em>&nbsp;di baliho tersebut.&nbsp;<em>Tagline</em>-nya bertuliskan, “<em>Gue</em>&nbsp;banget.” Membaca ini, aku pun seketika merasa bisa&nbsp;<em>relate</em>&nbsp;ke Cak Imin. “<em>Kok</em>&nbsp;Cak Imin bisa tahu kalau kita ini sama-sama&nbsp;<em>insecure</em>?” ucapku sedih dalam batin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aku punya saran buat Cak Imin biar&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;gundah terus hatinya.&nbsp;<em>Gimana</em>&nbsp;kalau kita&nbsp;<em>embrace aja who we are</em>, Cak? Coba kita belajar pada Snoop. Meski sudah mencari ilham dan inspirasi ke mana-mana,&nbsp;<em>toh</em>&nbsp;dia balik lagi ke namanya yang pertama, yakni Snoop Dogg.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apakah ini saatnya Cak Imin kembali menjadi ‘Cak Imin’ lagi?&nbsp;<em>Toh</em>, kalau nama panggungnya beda-beda nanti bingung juga masyarakat mau&nbsp;<em>milih</em>-nya – kalau&nbsp;<em>beneran</em>&nbsp;mau&nbsp;<em>nyalon</em>&nbsp;lagi ya.&nbsp;<em>Let’s just be ourselves</em>, Cak! (A43)</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;</strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/gus-ami-metamorfosis-cak-imin"><strong>Gus Ami, Metamorfosis Cak Imin?</strong></a></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-embed-handler wp-block-embed-embed-handler wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="zSZX1gK-Crg"><iframe title="GUS DUR: Ulama, Intelektual, Presiden" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/zSZX1gK-Crg?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.youtube.com/c/PinterPolitik/featured"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com:8000/photos/shares/ytb%20membership-03.jpg" alt=""/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://linktr.ee/PinterPublishing"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com:8000/photos/shares/2021/3/ebook-promo-web-banner.jpg" alt=""/></a></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Pencarian-Jati-Diri-Cak-Imin-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mencari Jejak Cak Imin</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/mencari-jejak-cak-imin/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Dec 2019 00:00:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Cak Imin]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Ami]]></category>
		<category><![CDATA[Muhaimin Iskandar]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=70775</guid>

					<description><![CDATA[“Where&#8217;d you go? I miss you so. Seems like it&#8217;s been forever that you&#8217;ve been gone” – Skylar Grey, penyanyi asal Amerika Serikat PinterPolitik.com Sebagian besar dari kita pasti tahu siapa Cak Imin. Eits, maksud saya Gus AMI. Abdul Muhaimin Iskandar merupakan Ketua Umum (Ketum) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang dulu dikabarkan sempat ingin menjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Where&#8217;d you go? I miss you so. Seems like it&#8217;s been forever that you&#8217;ve been gone” – Skylar Grey, penyanyi asal Amerika Serikat</strong></h4>
<hr>
<p><span style="color: #cedb2a;">PinterPolitik.com</span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">S</span>ebagian besar dari kita pasti tahu siapa Cak Imin. <em>Eits</em>, maksud saya Gus AMI. Abdul Muhaimin Iskandar merupakan Ketua Umum (Ketum) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang dulu dikabarkan sempat ingin menjadi calon wakil presiden (cawapres) untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).</p>
<p>Kini, setelah Pemilu 2019 usai, keponakan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sejak dilantik pada 1 Oktober lalu. Tentunya, sebagai wakil rakyat, Cak Imin sudah seharusnya bekerja <em>dong</em> agar rakyat dapat terwakili suaranya.</p>
<p><em>Eh,</em> <em>tapi</em>, berdasarkan kabar-kabarnya <em>nih</em>, Cak Imin jarang terlihat di kantor. Berbagai agenda sidang paripurna berjalan tanpa kehadiran Gus AMI. Beliau terakhir terlihat di DPR pada akhir bulan lalu.</p>
<p>Selain itu, katanya, keberadaan beliau juga tidak diketahui. <em>Waduh</em>. Otomatis <em>dong</em> publik cemas dengan keadaan Cak Imin.</p>
<p>Keberadaan Cak Imin yang tidak ketahui ini mirip-mirip <em>nih</em> sama kisah film <em>Paper Towns</em> (2015). Dalam film itu, ceritanya, terdapat seorang gadis pelajar bernama Margo Roth Spiegelman yang memutuskan untuk pergi dari kehidupan lamanya.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/B1de-6hpZxj/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B1de-6hpZxj/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B1de-6hpZxj/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Cak Imin punya nama panggilan baru Nantikan artikel selengkapnya di Pinterpolitik.com #cakimin #pkb #infografis #infografik #politik #politikindonesia #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2019-08-22T09:08:51+00:00">Aug 22, 2019 at 2:08am PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Pada awalnya, absennya Margo di sekolah tidak banyak dicurigai. Namun, seiring berjalannya waktu, teman-temannya menduga Margo hilang. <em>Waduh</em>, masyarakat perlu khawatir juga <em>nggak </em>ya <em>nih</em>?</p>
<p>Beberapa wartawan pun akhirnya menanyakan keberadaan Ketum PKB tersebut kepada Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid. Pak Jazilul pun mengatakan tidak tahu dan meminta para wartawan untuk bertanya pada Sekretariat DPR. <em>Waduh</em>, waketumnya saja juga <em>nggak </em>tahu? Ke mana <em>nih</em> Cak Imin?</p>
<p>Ketidakhadiran Cak Imin di depan publik ini mungkin akan mengingatkan banyak orang dengan absennya beliau ketika dipanggil KPK. Beberapa waktu lalu, komisi anti-rasuah ini memang pernah memanggil Cak Imin.</p>
<p><em>Eits</em>, setelah ditilik kembali, ternyata Cak Imin tidak hadir dalam panggilan KPK sebagai saksi. <em>Tapi</em>, tenang, Cak Imin ternyata <a href="https://kumparan.com/kumparannews/mangkir-dari-panggilan-kpk-cak-imin-mengaku-sibuk-hingga-23-desember-1sKV2axLxFh/" rel="nofollow"><strong>menyertakan alasan</strong></a> beliau mengapa tidak hadir. Dalam surat yang disertakan <em>nih</em>, dikatakan bahwa beliau sibuk dengan agenda sebagai pimpinan DPR hingga 23 Desember.</p>
<p><em>Hmm</em>, <em>tapi</em>, kalau sibuk sebagai pimpinan DPR, <em>kok nggak </em>kelihatan ya di Gedung DPR? Barang kali, sebagai pimpinan partai lebah – seperi kata beliau, Cak Imin tengah bepergian menebarkan manfaat bagi masyarakat. Ya, semoga saja manfaatnya juga terasa sebagai wakil rakyat. <em>Hehe</em>. (A43)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="zSZX1gK-Crg"><iframe loading="lazy" title="GUS DUR: Ulama, Intelektual, Presiden" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/zSZX1gK-Crg?start=447&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>
<p><a href="http://bit.ly/ruang-publik"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-61983" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1.jpg" alt="" width="2916" height="376" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1.jpg 2916w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1920x248.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 2916px) 100vw, 2916px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/12/IMG-20180712-WA0012-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Peluang Gus AMI Kunci RI-1</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/peluang-gus-ami-kunci-ri-1/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Pinter Politik]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Sep 2019 11:27:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Cak Imin]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Ami]]></category>
		<category><![CDATA[Muhaimin Iskandar]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=64370</guid>

					<description><![CDATA[Ketum PKB Muhaimin Iskandar bisa jadi tengah melakukan branding terhadap diri dan partainya. Dengan manuver tertentu, Cak Imin (kini Gus AMI) memiliki peluang untuk mengunci posisi politik tertentu di masa depan sekaligus menghadapi tantangan dan hambatannya. PinterPolitik.com Perhelatan Muktamar V Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) digelar dengan tanya. “Jangan-jangan PKB ingin memperoleh suara besar di Bali,&#8221; [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Ketum PKB Muhaimin Iskandar bisa jadi tengah melakukan <em>branding</em> terhadap diri dan partainya. Dengan manuver tertentu, Cak Imin (kini Gus AMI) memiliki peluang untuk mengunci posisi politik tertentu di masa depan sekaligus menghadapi tantangan dan hambatannya.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;">PinterPolitik.com</span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">P</span>erhelatan Muktamar V Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) digelar dengan tanya. “Jangan-jangan PKB ingin memperoleh suara besar di Bali,&#8221; kata Presiden Joko Widodo ketika membuka kongres partai yang didirikan para kiai Nahdlatul Ulama ini pasca reformasi.</p>
<p>Jokowi lalu melanjutkan dengan merujuk kepada kader PDI-P, “Hati-hati Pak Gubernur, hati-hati Ketua DPD-DPD.” Hadirin tertawa dan suasana di International Convention Center Westin Resort, Nusa Dua, itu pecah sekaligus menjadi hangat.</p>
<p>Canda Jokowi cukup beralasan, mengingat pada Pemilu 2019 ini, PKB mampu merangsek menjadi partai menengah ditingkat nasional. Pada Pemilu yang menerapkan pemilihan serentak kali pertama, PKB menempati urutan keempat dengan perolehan suara 9,69%.</p>
<p>Hasil tersebut merupakan peningkatan dari dua Pemilu sebelumnya – menempati urutan kelima dengan 9,09% pada tahun 2014 dan di urutan kelima dengan 4,94% pada tahun 2009. Kini, dengan mendapatkan 56 kursi di DPR, PKB menatap target lain.</p>
<p>Abdul Muhaimin Iskandar, yang didapuk kembali menjadi Ketua Umum PKB, telah melancarkan strategi <em>branding</em> partai. Perubahan nama panggilan Cak Imin, yang diganti Gus AMI, jika dilihat dari sisi posisi <em>branding</em> sebuah nama, tidak sekadar mengubah diksi.</p>
<p>Ketum PKB tersebut kemungkinan besar punya maksud lain mengganti sebutan Cak Imin – yang dipersepsikan atas panggilan akrab terhadap laki-laki di Jawa Timur – dengan Gus AMI yang dinilai lebih kuat posisi makna katanya. Gus bersifat identik dengan anak kiai, kultur pesantren, dan menyiratkan simbol agama yang kuat.</p>
<p>Transformasi nama panggilan menjadi Gus AMI tentu juga tidak terlepas standar panggilan “Gus.” Dari garis keturunan, Muhaimin adalah anak Kiai Muhammad Iskandar, yang merupakan anak dari Kiai Bisri Syamsuri. Jadi, Gus AMI adalah cucu pendiri NU, yang secara kultural dan simbolik, dekat dengan sebutan “Gus” – sebagai panggilan istimewa pada mereka yang dianggap “trah” atau keturunan para kiai.</p>
<p>Secara politik, panggilan “Gus” diamini kader PKB lewat baliho besar saat muktamar, khususnya 34 DPW PKB, yang secara aklamasi memilih Gus AMI lagi untuk memimpin PKB sampai Pemilu 2024. Posisi politik Gus AMI pasca Jokowi kembali terpilih membuka keran peluang menyasar RI-1 – plat nomor mobil yang dipakai Presiden Republik Indonesia.</p>
<p>Namun, terlalu dini, jika perubahan panggilan nama Ketum dan penambahan gambar lebah dalam logo PKB – yang disebut “memberi manfaat” –  dianggap sebagai sekadar politik praktis untuk maju dalam gelanggang kompetisi demokrasi di 2024. Gus AMI bisa saja lebih berfokus untuk menjaring dukungan politik baru dan menguatkan simbol PKB sebagai partai yang lekat dengan NU.</p>
<h4><strong>Modal Gus AMI</strong></h4>
<p>Salah satu gaya politik Gus AMI bila dibandingkan para ketua umum partai lainnya adalah sikap mudah bergaul. Mungkin, ketum PKB tersebut pandai dalam bercanda tetapi terukur dan sesuai konteks. Tak heran apabila ia kerap melemparkan kritik dan berbagi informasi lewat media sosial seperti lazimnya generasi milenial.</p>
<p>Di <em>Twitter </em>Gus AMI, terhitung pada 26 Agustus 2019, telah memiliki 160.277 lebih pengikut dan telah mengeluarkan cuitan sebanyak 18.115 lebih. Sementara di Instagram, ia memiliki 127.000 lebih pengikut, dan telah mengeluarkan 2.166 lebih postingan.</p>
<p>Gus AMI dikenal lincah menyampaikan kata kunci untuk menarik simpati. Ia sempat menggoda mantan Cawapres Sandiaga Uno agar merapat ke partainya. Namun, di sisi lain, ia menolak masuknya partai baru dalam koalisi partai pendukung Jokowi.</p>
<p>Ketum PKB tersebut juga sempat melirik kursi Ketua MPR untuk memerangi sentimen ideologi radikal yang kemudian belakangan hari ini didukung Wakil Presiden Terpilih Ma’ruf Amin. Posisi dirinya meraih kursi lembaga tinggi negara itu dinilai punya kapabilitas karena partainya diklaim memiliki kemampuan mengatasi masalah kebhinekaan yang mulai pudar.</p>
<p>Selain didukung penuh gerbong PKB – meski terselip celah retak saat Wakil Ketua PKB Rusdi Kirana sekaligus bos Lion Grup dan Dubes Indonesia untuk Malaysia memilih mundur, Gus AMI punya bekal dukungan di berbagai posisi strategis.</p>
<p>Ia menjadi salah satu sosok yang getol mengusung Ma’ruf Amin, saat itu Ketua Umum MUI dan Rais A’am PBNU, menjadi Cawapres berpasangan dengan Jokowi. Ia pasang badan tetap mengunci Ma’ruf, meski nama Mahfud MD, dari kalangan NU juga kala itu menguat. Koneksinya dengan Ketum PBNU, Said Aqil Siradj, juga terjalin baik. PKB, saat pra Pemilu, sering membantu NU dibidang program sosial dan kesejahteraan warga Nahdliyin.</p>
<p>Polarisasi kekuatan di antara PKB, NU, dan Wakil Presiden Terpilih Ma’ruf Amin membuka ruang kolaborasi ketiganya dalam kepentingan tertentu dalam lima tahun ke depan. Jejak itu pernah ditulis Greg Fealy, akademisi Australian National University, yang mengulas bagaimana kedekatan PKB dan NU di situs <em>New Mandala</em>.</p>
<p>Menurutnya, sejak 2014, kedekatan PKB-NU merupakan hasil strategi Gus AMI. Ia mengikat partai ke NU dengan memberikan dana dan jaminan aset PKB ke NU. Hasilnya, dua tokoh NU, Ma’ruf Amin dan Said Aqil Siradj memberikan dukungan simbolis pada PKB yang diikuti banyak kiai NU lainnya. Efeknya, di Pemilu 2019, PKB jadi partai Islam dengan perolehan suara terbesar.</p>
<h4><strong>Tantangan dan Hambatan</strong></h4>
<p>Meski modal politik Gus AMI meyakinkan, rekam jejaknya sebagai pejabat kurang moncer. Namanya masih dikaitkan isu korupsi. April 2018 lalu, Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) pernah mendesak KPK mengusut keterlibatan dirinya dalam kasus di Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi pada Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans).</p>
<p>Gus AMI kala itu diduga menerima Rp 400 juta dalam persidangan mantan Dirjen P2KTrans Jamaluddien Malik pada 2 Maret 2016. Namun, Gus AMI membalas santai dengan menyebut bahwa dugaan itu merupakan kampanye hitam yang menyerang pribadinya.</p>
<p>Nama Gus AMI juga sempat tertolak untuk masuk Kabinet Kerja Presiden Jokowi jilid I setelah berkasnya tertahan di KPK dan PPATK. Namun, puasa menjabat jadi pejabat negara dialihkan Gus AMI untuk menata kekuatan politiknya. Muhaimin tetap punya pengaruh kuat atas empat menteri PKB di kabinet Jokowi.</p>
<p>Sulit ambil bagian di pemerintahan, Gus AMI berupaya mendapatkan peran sentral MPR sebagai lembaga tinggi negara. Saat revisi pasal 15 UU MD3, PKB mendapat jatah kursi pimpinan. Gus AMI pun ambil bagian menjadi Wakil Ketua MPR.</p>
<p>Pasca Pemilu 2019, Muhaimin membuat gebrakan dan menjadi yang terdepan dalam mengungkapkan keinginannya untuk menduduki kursi Ketua MPR – posisi yang memungkinkan bagi dirinya bertindak selevel dengan presiden. Jabatan Ketua MPR dinilai strategis, karena membumikan empat pilar negara, yang bisa dikolaborasikan bersama NU untuk menekan isu dan ideologi yang ingin membuat disintegrasi.</p>
<p>Keistimewaan MPR juga sedang diperbincangkan untuk ditambah dalam bentuk amandemen. Jika itu terjadi, dan Gus AMI berada di pucuk tertinggi, dirinya bisa saja punya pengaruh yang dapat menekan presiden.</p>
<p>Jalan Gus AMI terbuka. Di eksekutif, ia punya calon menteri dan dukungan Wapres Terpilih. “Ya tentu bagi orang yang dekat dengan saya, saya dukung jadi Ketua MPR,” tegas Ma’ruf. Di tingkat organisasi massa Islam, NU kemungkinan besar sepaket dengan mantan Rais A’am-nya.</p>
<p>Di level legislatif, 56 kadernya, solid mendukung pimpinannya. Terlebih, jalur pemilihan di MPR, tidak mesti lewat konfirmasi KPK dan PPATK. Ia cuma butuh melobi partai lain yang punya target serupa seperti Golkar dan PDI-P.</p>
<p>Bisa jadi, upaya mengunci posisi Ketua MPR bagi Gus AMI sangat penting untuk modal kompetisi di 2024. Terlebih, belum terdapat calon alternatif super kuat pasca duel Jokowi-Prabowo.</p>
<p>Kunci Gus AMI terdapat di posisi Wakil Presiden Terpilih Ma’ruf Amin. Jika mampu mengakomodasi gerbongnya di titik sentral eksekutif, entah di kementerian dan kelembagaan, itu bisa menambah pengaruh Gus AMI ke setiap level kekuasaan.</p>
<p>Namun, ganjalan anyar mulai membatasi gerak Gus AMI. Ketum PKB tersebut perlu membangun patronase baru dari pengusaha demi memuluskan jalan setelah hengkangnya pendonor berpengaruh di tubuh PKB.</p>
<h6 style="text-align: right;"><strong>Tulisan milik Andi Anggana, pemerhati Komunikasi Politik dan alumnus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta</strong><strong>.</strong></h6>
<hr />
<h6><strong><em>“Disclaimer: Opini adalah kiriman dari penulis. Isi opini adalah sepenuhnya tanggung jawab penulis dan tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi PinterPolitik.com.”</em></strong></h6>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di <a href="../../082019/30/bit.ly/ruang-publik"><strong>bit.ly/ruang-publik</strong></a> untuk informasi lebih lanjut.</p>
<p><a href="http://bit.ly/ruang-publik"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-61983" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1.jpg" alt="" width="2916" height="376" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1.jpg 2916w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1920x248.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 2916px) 100vw, 2916px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/09/f75941716522ec5e37f4fdaec714833ccce032fd-1024x682.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Gus Ami, Metamorfosis Cak Imin?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/gus-ami-metamorfosis-cak-imin/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Aug 2019 12:00:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Cak Imin]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Ami]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Umum PKB]]></category>
		<category><![CDATA[Muhaimin Iskandar]]></category>
		<category><![CDATA[Muktamar PKB]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Kebangkitan Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)]]></category>
		<category><![CDATA[PKB]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=63677</guid>

					<description><![CDATA[Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar kini tampaknya ingin dipanggil dengan nama baru, yakni Gus Ami. Penggantian nama tersebut bisa jadi merupakan metamorfosis politik sang ketum. PinterPolitik.com “Metamorphosis, this is what I changed to” – Nas, penyanyi rap asal Amerika Serikat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) baru saja melaksanakan Muktamar kelimanya di Bali. Di gelaran tersebut, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar kini tampaknya ingin dipanggil dengan nama baru, yakni Gus Ami. Penggantian nama tersebut bisa jadi merupakan metamorfosis politik sang ketum.</strong></h4>
<hr>
<p><span style="color: #cedb2a;">PinterPolitik.com</span></p>
<blockquote class="td_quote_box td_box_center"><p>“Metamorphosis, this is what I changed to” – Nas, penyanyi rap asal Amerika Serikat</p></blockquote>
<p><span class="dropcap dropcap2">P</span>artai Kebangkitan Bangsa (PKB) baru saja melaksanakan Muktamar kelimanya di Bali. Di gelaran tersebut, Ketua Umum PKB <a href="https://pinterpolitik.com//tag/muhaimin-iskandar"><strong>Abdul Muhaimin Iskandar</strong></a> (Cak Imin) tampaknya mulai bermanuver. Sang ketum sepertinya telah memutuskan untuk mengganti nama panggilannya dari “Cak Imin” menjadi “<a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190820101710-20-422943/muktamar-pkb-nama-cak-imin-di-baliho-berubah-jadi-gus-ami/" rel="nofollow"><strong>Gus Ami</strong></a>” – singkatan dari nama lengkapnya.</p>
<p>Mungkin, sosok yang terpilih kembali menjadi ketum tersebut tengah bermetamorfosis. Seperti larva yang telah menjadi seekor lebah sepenuhnya, mungkin Cak Imin merasa dirinya telah bertransformasi ke bentuk dan tahapan kehidupan selanjutnya.</p>
<p>Boleh jadi, larva lebah yang sebelumnya tak berkaki kini telah siap melangkah dan mengepakkan sayapnya untuk menjelajahi alam luas. Di tengah-tengah kondisi alam politik yang semakin ganas, sang lebah yang telah bermetamofosis kini memiliki senjata yang bisa saja menyengat pengganggu-pengganggunya kapanpun.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Pak Presiden <a href="https://twitter.com/jokowi?ref_src=twsrc%5Etfw">@jokowi</a> melepaskan peluru ketapel untuk membangunkan para lebah agar bangkit dan bekerja, tanda dimulainya <a href="https://twitter.com/hashtag/muktamarpkb?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#muktamarpkb</a> <a href="https://twitter.com/hashtag/muktamarpkb2019?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#muktamarpkb2019</a> <a href="https://t.co/eR4k2Zw3k4">pic.twitter.com/eR4k2Zw3k4</a></p>
<p>&mdash; A Muhaimin Iskandar (@cakimiNOW) <a href="https://twitter.com/cakimiNOW/status/1164041245674496001?ref_src=twsrc%5Etfw">August 21, 2019</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Terlepas dari <a href="https://pinterpolitik.com/misteri-lebah-cak-imin/"><strong>pengibaratan lebah</strong></a> ala <a href="https://pinterpolitik.com//tag/cak-imin"><strong>Cak Imin</strong></a> dan PeKaBee – istilah yang pernah dicuitkan oleh sang ketum – tersebut, apa arti dan makna di balik nama baru Cak Imin? Lalu, mengapa sang ketum memilih nama tersebut?</p>
<h4><strong>Fungsi Nama dan Gelar</strong></h4>
<p>Penamaan dan pemberian gelar bukanlah hal yang asing dalam kehidupan manusia. Dalam kebanyakan peradaban dan kebudayaan, penamaan dan pemberian gelar memiliki fungsi dan makna tertentu.</p>
<p>Di Mesir misalnya, pemberian nama dan gelar merupakan hal yang lumrah dilakukan sejak zaman kuno. Günter Vittmann dalam <a href="https://escholarship.org/uc/item/7t12z11t/" rel="nofollow"><strong>tulisannya</strong></a> yang berjudul <em>Personal Names</em> menjelaskan bahwa nama personal bagi seseorang merupakan sebuah instrumen identifikasi dalam kehidupan – bahkan bagi memori sosial setelah orang tersebut meninggal dunia.</p>
<p>Vittmann menjelaskan bahwa, sejak zaman Mesir kuno, penamaan personal yang disertai dengan posisi dan gelar merupakan hal yang biasa dilakukan. Selain posisi dan gelar, penamaan genealogis berdasarkan keturunan juga sudah dilakukan sejak Periode Menengah Ketiga Mesir Kuno (1070-660 SM).</p>
<p>Penamaan genealogis juga digunakan di masyarakat Barat, terutama Inggris. Janet Finch dalam <a href="https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/0038038508091624"><strong>tulisannya</strong></a> yang berjudul <em>Naming Names</em> menjelaskan bahwa nama genealogis seseorang juga menunjukkan koneksi kekerabatan yang dimilikinya – menciptakan signifikansi dan status tersendiri atas nama tersebut.</p>
<p>Pada masa modern di Asia, signifikansi nama dan gelar genealogis ini paling terlihat pada klasifikasi sosial yang tercipta di Korea Utara (Korut). Pasalnya, nama genealogis “<a href="https://www.brookings.edu/blog/brookings-now/2018/02/26/kim-jong-uns-mysterious-family-tree/" rel="nofollow"><strong>Kim</strong></a>” selalu menyertai dinasti kepemimpinan di negara tersebut.</p>
<p>Selain nama genealogis, pemimpin-pemimpin Korut pun memiliki sejumlah gelar yang tidak bisa dianggap sedikit. Bahkan, Kim Jong-il – pemimpin Korut kedua – meninggal dunia dengan <a href="http://www.economist.com/node/16423358/" rel="nofollow"><strong>1.200 gelar</strong></a> semasa hidupnya.</p>
<p>Dua pemimpin terakhirnya – Jong-il dan Kim Jong-un – memiliki <a href="https://www.bbc.com/news/world-asia-17686183/" rel="nofollow"><strong>berbagai gelar</strong></a>, seperti Pemimpin Tertinggi (<em>Supreme Leader</em>) dan Sekretaris Jenderal Kekal (<em>Eternal Secretary General</em>). Dengan gelar-gelar tersebut, pemimpin Korut dinilai memiliki kekuasaan yang semakin terpusat.</p>
<p>Terlepas dari fungsi genealogisnya, nama dan gelar turut memberikan signifikansi tertentu bagi pemiliknya. Esther van den Berg dan timnya dalam <a href="https://www.aclweb.org/anthology/papers/W/W19/W19-2101/" rel="nofollow"><strong>tulisan</strong></a> mereka yang berjudul <em>Not My President</em> menjelaskan bahwa penamaan dan pemberian gelar dianggap sebagai penanda bagi status dan solidaritas kelompok dalam kajian sosio-lingustik.</p>
<p>Dalam tulisan van den Berg tersebut, fungsi nama dan gelar sebagai penanda status dan solidaritas tersebut juga berkaitan dengan proses <em>framing</em>. Melalui proses tersebut, terjadi presentasi diri dari entitas politik – baik disengaja maupun tidak disengaja – mendorong terbangunnya cara pandang tertentu terhadap entitas tersebut. Proses ini juga disebut sebagai <em>entity framing</em>.</p>
<p><hr /><p><em>Presentasi diri dari entitas politik – baik disengaja maupun tidak disengaja – mendorong terbangunnya cara pandang tertentu terhadap entitas tersebut.</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fin-depth%2Fgus-ami-metamorfosis-cak-imin%2F&#038;text=Presentasi%20diri%20dari%20entitas%20politik%20%E2%80%93%20baik%20disengaja%20maupun%20tidak%20disengaja%20%E2%80%93%20mendorong%20terbangunnya%20cara%20pandang%20tertentu%20terhadap%20entitas%20tersebut.&#038;related' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr /></p>
<p>Lantas, bagaimana dengan penggantian nama “Cak Imin” menjadi “Gus Ami?” Apakah Cak Imin tengah melakukan <em>entity framing</em>?</p>
<h4><strong>Gelar “Gus”</strong></h4>
<p>Penggantian nama “Cak Imin” menjadi “Gus Ami” bisa jadi memberikan ujung dan dampak politis. Selain itu, gelar “gus” juga memiliki makna tersendiri bagi kelompok tertentu.</p>
<p>Mungkin, gelar tersebut terdengar tidak asing bagi individu-individu yang menganggap dirinya sebagai bagian dari organisasi dan kelompok Nahdlatul Ulama (NU). Gelar “gus” kerap <a href="https://www.nu.or.id/post/read/79048/mengapa-kita-harus-biasakan-panggil-gus-untuk-kiai-muda/" rel="nofollow"><strong>dilekatkan</strong></a> pada kiai yang berusia muda.</p>
<p>Selain itu, banyak pihak menilai bahwa pemberian gelar “gus” sebenarnya bersifat genealogis – berdasarkan keturunan. Gelar tersebut biasanya diberikan kepada anak laki-laki dari kiai, guru agama, atau pengasuh pondok pesantren.</p>
<p>Seorang dosen dari Universitas Muhammadiyah Jember, Fitri Amalia, dalam <a href="http://jurnal.unmuhjember.ac.id/index.php/BB/article/view/72"><strong>tulisannya</strong></a> yang berjudul <em>Sapaan Gelar Keagamaan pada Masyarakat Madura Jember</em> menjelaskan bahwa gelar “gus” – dan “lora” – digunakan untuk menyapa putra kiai. Gelar-gelar tersebut kerap digunakan dalam lingkungan pondok pesantren.</p>
<p>Penjelasan serupa juga disampaikan oleh Mujiburrahman dalam <a href="https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/09596419908721191"><strong>tulisannya</strong></a> yang berjudul <em>Islam and Politics in Indonesia</em>. Dalam tulisan tersebut, dijelaskan bahwa gelar “gus” biasanya diberikan kepada putra-putra kiai. Gelar “gus” ini dikenal oleh masyarakat Indonesia secara luas melalui penggunaannya atas pemberitaan Presiden keempat Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di banyak media.</p>
<p>Meski sebenarnya Gus Dur bukanlah seorang “gus” lagi karena telah menjadi kiai, Mujiburrahman menilai bahwa nama tersebut menunjukkan signifikansi tertentu. Setidaknya, nama dan gelar tersebut menunjukkan pentingnya latar belakang keluarga Gus Dur yang merupakan putra dari K.H. Hasyim Asy’ari – pendiri organisasi NU – dan Solichah – putri dari Kiai Bisri Syansuri yang juga merupakan salah satu pendiri NU.</p>
<p>Sosok dan latar belakang Gus Dur inilah yang mungkin turut membuat gelar “gus” merefleksikan status tertentu. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, nama dan gelar genealogis menunjukkan status dan jaringan keturunan.</p>
<p>Selain itu, gelar “gus” juga identik dengan kelompok NU. Pasalnya, terdapat <a href="https://www.nu.or.id/post/read/79048/mengapa-kita-harus-biasakan-panggil-gus-untuk-kiai-muda/" rel="nofollow"><strong>anggapan</strong></a> di kalangan NU sendiri bahwa panggilan “gus” tersebut secara eksklusif hanya eksis di kalangan organisasi tersebut.</p>
<p>Lalu, bagaimana dengan penggunaan gelar “gus” oleh Cak Imin?</p>
<p>Cak Imin bisa jadi berhak untuk menggunakan panggilan “gus.” Pasalnya, ketum PKB tersebut secara genealogis merupakan putra dari K.H. Muhammad Iskandar yang merupakan seorang guru dan pengasuh di Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif di Denanyar, Jombang, Jawa Timur yang didirikan oleh Kiai Bisri Syansuri (kakek Gus Dur).</p>
<p>Dengan begitu, penggantian nama Cak Imin tersebut bisa jadi tengah melakukan <em>entity framing</em> atas status kekerabatan yang dimilikinya. Selain itu, penggunaan gelar tersebut – seperti yang dijelaskan oleh van den Berg dan timnya – boleh jadi juga berkaitan dengan ikatan dan solidaritas Cak imin dengan kelompok NU.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/B1de-6hpZxj/" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B1de-6hpZxj/" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B1de-6hpZxj/" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Cak Imin punya nama panggilan baru Nantikan artikel selengkapnya di Pinterpolitik.com #cakimin #pkb #infografis #infografik #politik #politikindonesia #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2019-08-22T09:08:51+00:00">Aug 22, 2019 at 2:08am PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Jika memang Cak Imin menggunakan nama barunya untuk menyatakan status dan solidaritas kelompoknya, apa implikasi lanjutan dari nama tersebut dalam dinamika politik?</p>
<h4><strong>Implikasi Politik?</strong></h4>
<p>Penggunaan nama “Gus Ami” bisa jadi memiliki implikasi politik. Bila dijelaskan melalui konsep <em>entity framing</em>, Cak Imin mungkin tengah berusaha menguatkan posisinya di PKB dan kalangan NU.</p>
<p>Seperti yang dijelaskan oleh van den Berg dan timnya, proses <em>framing</em> tersebut dapat menguatkan status dan posisi pemilik nama atau gelar tersebut. Boleh jadi, penggantian nama tersebut berkaitan dengan faksi-faksi yang terdapat di kalangan PKB dan NU.</p>
<p>Pasalnya, di kelompok NU sendiri, ditengarai terdapat perpecahan di antara Cak Imin dengan faksi Gusdurian – berkaitan juga dengan konflik yang terjadi antara Cak Imin dan Gus Dur di masa lalu. Salah satu figur NU yang disebut-sebut sebagai Gusdurian adalah Yenny Wahid – putri Gus Dur. Perpecahan tersebut disinyalir masih eksis dengan <a href="https://nasional.tempo.co/read/1238470/gusdurian-yenny-wahid-mahfud-md-tidak-datang-ke-muktamar-pkb/" rel="nofollow"><strong>ketidakhadiran</strong></a> Yenny dan Mahfud MD dalam Muktamar PKB V.</p>
<p>Selain itu, penguatan posisi Cak Imin di PKB dan NU ini bisa saja berkaitan dengan pengunduran diri Rusdi Kirana – pengusaha dan pendiri Lion Air – yang sebelumnya <a href="https://www.newmandala.org/nahdlatul-ulama-politics-trap/" rel="nofollow"><strong>disinyalir</strong></a> oleh Greg Fealy menjadi patron dan sumber kekuatan PKB dalam menyalurkan dana dan program bagi jaringan NU.</p>
<p>Mungkin, dengan nama “Gus Ami,” Cak Imin berusaha menunjukkan status dan posisinya sebagai figur yang kuat di PKB dan kalangan NU. Dengan begitu, sang ketum PKB berusaha menunjukkan bahwa dirinya telah bermetamorfosis menjadi lebah sempurna.</p>
<p>Namun, meski terdapat pergejolakan di PKB-NU, gambaran politik tersebut belum tentu benar-benar berkaitan dengan manuver penggantian nama Cak Imin. Yang pasti, pada akhirnya, metamorfosis Cak Imin menjadi “Gus Ami” tersebut depat memberikan identitas baru bagi sang pemimpin lebah tersebut.</p>
<p>Mungkin, transformasi Cak Imin menjadi Gus Ami ini tergambarkan dalam lirik <em>rapper </em>Nas di awal tulisan. Sang ketum kini tengah ingin menjadi sosok yang lebih kuat, entah sekuat apa bila dihadapkan dengan <a href="https://bali.tribunnews.com/2019/08/20/pembukaan-unik-muktamar-v-pkb-jokowi-ketapel-sarang-lebah-sebagai-tanda-acara-dibuka/" rel="nofollow"><strong>ketapel Jokowi</strong></a> ketika membuka Muktamar lalu. (A43)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="zSZX1gK-Crg"><iframe loading="lazy" title="GUS DUR: Ulama, Intelektual, Presiden" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/zSZX1gK-Crg?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>
<p><a href="http://bit.ly/ruang-publik"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-61983" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1.jpg" alt="" width="2916" height="376" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1.jpg 2916w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1920x248.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 2916px) 100vw, 2916px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/08/ECe0zS-U8AAnqbz-1024x682.jpeg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sekarang, Panggil Muhaimin Gus Ami..</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/sekarang-panggil-muhaimin-gus-ami/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[H48]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Aug 2019 11:31:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Cak Imin]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Ami]]></category>
		<category><![CDATA[Muktamar PKB]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=63663</guid>

					<description><![CDATA[View this post on Instagram Cak Imin punya nama panggilan baru Nantikan artikel selengkapnya di Pinterpolitik.com #cakimin #pkb #infografis #infografik #politik #politikindonesia #pinterpolitik A post shared by PinterPolitik.com (@pinterpolitik) on Aug 22, 2019 at 2:08am PDT]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/B1de-6hpZxj/" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B1de-6hpZxj/" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B1de-6hpZxj/" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Cak Imin punya nama panggilan baru Nantikan artikel selengkapnya di Pinterpolitik.com #cakimin #pkb #infografis #infografik #politik #politikindonesia #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2019-08-22T09:08:51+00:00">Aug 22, 2019 at 2:08am PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/08/muhaimin-gus-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
