<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/gubernur-dan-wakil-gubernur-jawa-timur/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Jun 2020 11:22:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Di Balik “Carok” Risma-Khofifah</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/di-balik-carok-risma-khofifah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2020 12:00:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Corona]]></category>
		<category><![CDATA[coronavirus]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Khofifah]]></category>
		<category><![CDATA[Khofifah Indar]]></category>
		<category><![CDATA[Khofifah Indar Parawansa]]></category>
		<category><![CDATA[Risma]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Tri Rismaharini]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<category><![CDATA[Walikota Risma]]></category>
		<category><![CDATA[Walikota Surabaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=79206</guid>

					<description><![CDATA[Sebuah “drama” saling menyalahkan terjadi antara Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) dan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa terkait penanganan pandemi virus Corona (Covid-19) yang kini tengah disorot. Mengapa “carok” atau pertengkaran ini dapat terjadi? PinterPolitik.com “Let&#8217;s play the blame game for sure” – John Legend, penyanyi R&#38;B asal Amerika Serikat (AS) Mungkin, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Sebuah “drama” saling menyalahkan terjadi antara Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) dan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa terkait penanganan pandemi virus Corona (Covid-19) yang kini tengah disorot. Mengapa “carok” atau pertengkaran ini dapat terjadi?</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;">PinterPolitik.com</span></p>
<blockquote class="td_quote_box td_box_center"><p>“Let&#8217;s play the blame game for sure” – John Legend, penyanyi R&amp;B asal Amerika Serikat (AS)</p></blockquote>
<p><span class="dropcap dropcap2">M</span>ungkin, bagi penikmat seri drama, permusuhan antartokoh merupakan hal yang lumrah dijumpai dalam kisahnya. Dalam seri drama yang banyak dijumpai di Netflix misalnya, tak jarang muncul beberapa tokoh yang dapat mengancam jalan dan kelangsungan hidup tokoh lain.</p>
<p>Tokyo dan Berlin dalam seri yang berjudul <em>La Casa de Papel </em>atau <em>Money Heist</em> misalnya, sempat adu argumen karena adanya ancaman dari situasi yang tak pasti dalam upaya perampokan mereka. Saking tegangnya permusuhan mereka, Tokyo sampai harus ditendang keluar dari kelompok oleh Berlin.</p>
<p>Kisah-kisah drama seperti ini bukan tidak mungkin turut mencerminkan apa yang ada di dunia nyata. Perbedaan sikap dan kebijakan antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam penanganan pandemi virus Corona(Covid-19) misalnya disebut-sebut kental dengan nuansa “drama” politis.</p>
<p>Bila Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dinilai mendorong penanganan pandemi yang efektif – seperti dengan membuka transparansi data, pemerintah pusat malah dianggap terkesan menutupi agar tak membuat kepanikan di masyarakat. Hampir sama dengan drama-drama yang ada di layanan <em>streaming</em> daring pada umumnya, penontonnya pasti mudah sekali dibuat geram.</p>
<p>Namun, drama yang membuat geram ini ternyata tak hanya terbatas antara Anies dan pemerintah pusat. Kini, drama saling sindir seperti ini juga terjadi di lingkup provinsi lain, yakni Jawa Timur (Jatim).</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Hal tersebut dikarenakan ketidak kuasaan kami. Dua mobil bantuan dari BNPB yg awalnya untuk Pemkot Surabaya mendadak tadi pagi dialihkan ke daerah lain.</p>
<p>Padahal, sebelumnya kami sudah mempersiapkan untuk warga surabaya dalam pelaksanaan tes tersebut.</p>
<p>&mdash; Humas Kota Surabaya (@BanggaSurabaya) <a href="https://twitter.com/BanggaSurabaya/status/1266335374021767168?ref_src=twsrc%5Etfw">May 29, 2020</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Sorotan publik dan media terkait peningkatan kasus positif yang terjadi di Jatim – khususnya Surabaya – memunculkan “drama” baru yang <em>trending</em>. Tokoh-tokoh yang sepertinya saling bermusuhan kini adalah Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma).</p>
<p>Kisah drama ini sempat mencapai “titik klimaksnya” ketika sebuah video menjadi <em>viral</em> di media sosial beberapa waktu lalu. Video tersebut menggambarkan Risma yang tengah marah karena bantuan tes <em>polymerase chain reaction </em>(PCR) dari pemerintah pusat dialihkan ke kota/kabupaten lain, yakni Lamongan dan Tulungagung.</p>
<p>Dengan tersebarnya video tersebut, tak sedikit warga Surabaya menyalahkan kebijakan Pemerintan Provinsi (Pemprov) Jatim di bawah Khofifah yang dianggap secara sepihak mengalihkan bantuan dari pemerintah pusat. Khofifah sendiri beralasan bahwa pengalihan tersebut dilakukan karena tingginya angka pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal di Tulungagung.</p>
<p>Terlepas dari siapa yang salah dan siapa yang benar, drama saling sindir dan menyalahkan antara Khofifah dan Risma ini sebenarnya tak hanya sekali saja terjadi.</p>
<p>Lalu, mengapa Khofifah dan Risma terlibat dalam adu kesalahan seperti ini? Apakah ada latar belakang politis yang mendasarinya?</p>
<h4><strong>Penghindaran Kesalahan</strong></h4>
<p>Drama saling menyindir antara Risma dan Khofifah ini sebenarnya bisa dipahami sebagai upaya untuk menghindari kesalahan (<em>blame</em>). Apalagi, di tengah pandemi Covid-19 yang merongrong Surabaya – dan Jatim, kedua pemimpin ini kini menjadi sorotan masyarakat.</p>
<p>Boleh jadi, video Risma yang viral beberapa waktu lalu berhubungan dengan mencuatnya kritik di media sosial atas penanganan pandemi yang dijalankan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Kabarnya, kritik tersebut diungkapkan oleh salah satu dokter yang berada di Kota Pahlawan tersebut.</p>
<p>Mengacu pada <a href="https://www.jstor.org/stable/4007281"><strong>tulisan</strong></a> milik R. Kent Weaver dari Brookings Institution yang berjudul <em>Politics of Blame Avoidance</em>, politisi dan pejabat publik biasanya memiliki tendensi untuk menangkis dan menghindari kesalahan (<em>blame</em>) yang diarahkan pada mereka. Hal ini bertujuan agar bias negativitas (<em>negativity bias</em>) tidak melekat pada diri mereka.</p>
<hr /><p><em>Politisi dan pejabat publik biasanya memiliki tendensi untuk menangkis dan menghindari kesalahan (blame) yang diarahkan pada mereka.</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fin-depth%2Fdi-balik-carok-risma-khofifah%2F&#038;text=Politisi%20dan%20pejabat%20publik%20biasanya%20memiliki%20tendensi%20untuk%20menangkis%20dan%20menghindari%20kesalahan%20%28blame%29%20yang%20diarahkan%20pada%20mereka.&#038;related' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr />
<p>Lagi pula, bias negativitas membawa dampak psikologis lebih besar pada konstituen. Bukan tidak mungkin, bias semacam ini muncul di masyarakat dengan meningkatnya jumlah kasus positif yang signifikan di daerah konstituennya, yakni Surabaya – dan Jatim.</p>
<p>Oleh sebab itu, upaya saling sindir ini dapat juga dipahami sebagai cara agar Risma dan Khofifah dapat terhindar dari bias semacam ini. Berdasarkan tulisan Weaver, terdapat beberapa taktik penghindaran kesalahan yang dapat dilakukan oleh politisi dan pejabat publik.</p>
<p>Risma misalnya bisa saja menggunakan strategi <em>finding the scapegoat</em> (mencari kambing hitam) dengan mengalihkan kesalahan ke pihak lain. Boleh jadi, dengan menunjukkan kemarahannya atas batalnya kedatangan bantuan dua mobil tes PCR dari pemerintah pusat tersebut justru dapat mengalihkan persepsi kesalahan ke Khofifah.</p>
<p>Hal ini terlihat dari banyaknya warganet berempati dengan permasalahan yang dialami oleh Risma dan cenderung menyalahkan Khofifah dan Pemprov Jatim. Bahkan, Wali Kota Surabaya itu sendiri menyebutkan beberapa kalimat yang mengindikasikan bahwa dirinya tak bersedia apabila dianggap tak dapat bekerja dengan baik dalam mengatasi persoalan pandemi.</p>
<p>Khofifah sendiri bisa juga menggunakan taktik penghindaran kesalahan yang berbeda. Boleh jadi, dengan mengalihkan bantuan ke kota/kabupaten lain, Gubernur Jatim itu menggunakan taktik yang disebut sebagai <em>pass the buck</em>.</p>
<p>Melalui keputusan tersebut, Risma akhirnya harus menjalankan pilihan dan kebijakan yang secara politik berbiaya tinggi. Akibatnya, Pemkot Surabaya harus mengurangi kuota tes PCR yang tentu saja dapat membuat warga Surabaya semakin kecewa.</p>
<p>Bila benar kedua pejabat daerah ini tengah memainkan strategi penghindaran kesalahan masing-masing, alasan politis tentu bisa mendasari tindakan mereka. Kira-kira, latar belakang politis apa yang mendasari <em>blame game</em> antara Risma dan Khofifah?</p>
<h4><strong>Babak Penyisihan Pilpres?</strong></h4>
<p>Sebenarnya, upaya saling menyalahkan yang terjadi antara Risma dan Khofifah ini bukanlah hanya sekali ini terjadi. Pada beberapa kesempatan sebelumnya, dua kepala daerah ini juga terlibat dalam narasi saling sindir.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/CA7dNiPBvSV/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CA7dNiPBvSV/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CA7dNiPBvSV/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Jawa Timur semakin &#34;panas&#34; dengan pertarungan dua pemimpin ini #jawatimur #khofifahindarparawansa #trirismaharini #corona #coronavirus #covid19 #pandemicorona #jagajarak #cegahcorona #cucitangan #tetapsehat #pakemasker #infografis #politik #politikindonesia #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2020-06-02T10:15:55+00:00">Jun 2, 2020 at 3:15am PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Dalam pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Surabaya misalnya, Khofifah sempat menyindir Pemkot Surabaya yang dianggap tidak melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Pemprov Jatim. Pasalnya, Gubernur Jatim tersebut menilai titik-titik masuk ke Surabaya yang sempat ditutup tersebut juga penting bagi daerah-daerah di sekitarnya.</p>
<p>Selain perbedaan pendapat tersebut, adu pendapat di antara dua pemerintah daerah (pemda) ini juga sempat terjadi. Bila Pemprov Jatim menganggap munculnya kluster penularan Covid-19 yang baru di dua mal Surabaya, Pemkot Surabaya justru menampik asumsi akan adanya kluster baru tersebut.</p>
<p>Dengan insiden saling sindir antara dua pemda yang terjadi lebih dari sekali, bukan tidak mungkin latar belakang politis turut mendasari peristiwa kemarahan Risma yang <em>viral</em> beberapa waktu lalu. Beberapa pihak menilai bahwa adu kesalahan antara keduanya terjadi akibat rivalitas politik yang membekas dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub Jatim) 2018 lalu – yang mana Risma dan Khofifah berada di <a href="https://www.merdeka.com/peristiwa/sisa-pilgub-jatim-2018-dibalik-rebutan-mobil-pcr-risma-khofifah-hot-issue.html"><strong>dua kubu yang berbeda</strong></a>.</p>
<p>Selain itu, kedua kepala daerah ini sama-sama masuk dalam bursa calon presiden (capres) potensial dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 nanti. Dalam sebuah survei yang dijalankan oleh Indo Barometer pada awal tahun 2020 lalu misalnya, Risma dan Khofifah sama-sama <a href="https://surabaya.tribunnews.com/2020/02/24/khofifah-masuk-bursa-capres-2024-versi-indo-barometer/" rel="nofollow"><strong>menjadi capres potensial</strong></a>.</p>
<p>Tentu, sekarang masih menjadi waktu yang terlalu awal untuk melihat kemungkinan capres di antara kedua kepala daerah tersebut. Namun, bukan tidak mungkin, kompetisi politik tetap terjadi di antara Risma dan Khofifah.</p>
<p>Lagi pula, Risma dan Khofifah boleh jadi masih membutuhkan kompetisi politik semacam ini guna menentukan langkah karier politik lanjutan mereka. Kaare Strom dalam <a href="https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/0951692889001003002"><strong>tulisannya</strong></a> menjelaskan bahwa kompetisi politik merupakan komponen yang penting dalam sebuah demokrasi.</p>
<p>Dengan kompetisi politik yang demokratis, muncul upaya yang dilakukan di antara individu atau kelompok untuk menjalankan perjuangan kompetitif guna mendapatkan suara dari masyarakat. Seperti apa yang dijelaskan oleh Weaver dalam tulisannya sebelumnya, politisi dan pejabat publik dapat menggunakan strategi penghindaran kesalahan akibat motivasi elektoral.</p>
<p>Bisa jadi, upaya saling sindir antara Risma dan Khofifah ini turut didasari atas motivasi elektoral – mengingat keduanya dianggap sebagai capres potensial. Meski gambaran kemungkinan ini belum tentu pasti benar, situasi pandemi seperti ini dapat menjadi babak penentu karier politik bagi setiap pejabat publik, entah keluar sebagai “pemenang” atau malah gagal di kemudian hari. (A43)</p>
<p><iframe title="10 Walikota/Bupati Anti Mainstream Selama Pandemi Covid-19" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/ScwXvDC66iI?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></p>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di <a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di <strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong> untuk informasi lebih lanjut.</p>
<p><a href="http://bit.ly/ruang-publik"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-61983" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg" alt="" width="696" height="90" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1920x248.jpg 1920w" sizes="(max-width: 696px) 100vw, 696px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/06/Khofifah-Risma.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pil Pahit Gus Ipul</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/pil-pahit-gus-ipul/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Dec 2017 10:01:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Ipul]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[PPP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=17410</guid>

					<description><![CDATA[“Kuingin marah, melampiaskan tapi kuhanyalah sendiri di sini. Ingin kutunjukkan pada siapa saja yang ada. Bahwa hatiku kecewa&#8230;”~ Bunga Citra Lestari PinterPolitik.com [dropcap]G[/dropcap]us Ipul menelan pil pahit dan rasa kecewanya saat tahu Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dulu ia perjuangkan justru berbalik arah menjadi lawan di Pilgub Jawa Timur. Pupus sudah harapan bisa bersanding dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Kuingin marah, melampiaskan tapi kuhanyalah sendiri di sini. Ingin kutunjukkan pada siapa saja yang ada. Bahwa hatiku kecewa&#8230;”~ Bunga Citra Lestari</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]G[/dropcap]us Ipul menelan pil pahit dan rasa kecewanya saat tahu Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dulu ia perjuangkan justru berbalik arah menjadi lawan di Pilgub Jawa Timur.</p>
<p>Pupus sudah harapan bisa bersanding dengan PPP. Pahit sekali ya. Kalau pahitnya pahit kayak kopi sih enak, tapi kalau pahit nasib itu yang repot. <em>Weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Tentu Gus Ipul perlu menghargai proses dan baru kita akan tau betapa kita butuh perjuangan dan pengorbanan untuk mencapai sesuatu.</p>
<p>Mungkin ini kalimat motivasi yang bisa mengobati luka dan rasa kecewa Gus Ipul ya. Karena dunia politik itu dinamis, artinya diantara Gus Ipul dan PPP harus memiliki kontrak politik yang jelas.</p>
<p>Kalau suka menggantung, ya jangan salahkan siapa &#8211; siapa kalau akhirnya akan ada yang membelot dan dikecewakan. <em>Weleeeh weleeeh, </em>Hidup adalah perjuangan.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="id">
<p dir="ltr" lang="in"><a href="https://t.co/qINKuL01EH">https://t.co/qINKuL01EH</a> PPP pilih Khofifah, Gus Ipul singgung uang pendaftaran &amp; penuhi undangan <a href="https://t.co/6CTy2fX73N">pic.twitter.com/6CTy2fX73N</a></p>
<p>— MERDEKA (@merdekadotcom) <a href="https://twitter.com/merdekadotcom/status/937430014441615360?ref_src=twsrc%5Etfw">3 Desember 2017</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Tapi, masa lalu hanyalah masa lalu, tutup saja buku kenangannya. Jangan diungkit – ungkit lagi ya Gus. Masa iya mau baca buku yang sama, kan udah tau ceritanya akan selalu sama. Hehehe.</p>
<p>Jangan sampai akibat PPP yang nyebrang ke kubu lain terus Gus mau mengungkit hal – hal yang dulu pernah dilakukan. Ga <em>ensss</em> banget rasanya. Ungkit uang pendaftaran lah, inilah itulah. <em>Wadeziggggg</em>. Tak usah dilanjutkan lagi Gus, cukup.</p>
<p>Emangnya Gus nanti mau dibilang begini sama PPP. “<em>Sesempit itukah kacamatamu, menilai seutuhnya diriku hanya dari hari yang lalu?”</em> puitis banget nih PPP hehehe.</p>
<p>Kalau belum ada kontrak politik yang jelas, wajarlah PPP mampir ke rumah tetangga, mungkin rumputnya lebih hijau.</p>
<p>Kalau partai kan sekarang lebih baik merapat dengan yang berpeluang menang. Jadi kuncinya Gus harus meyakinkan bahwa Gus bisa menang.</p>
<p>Kalau gitu kan bisa tenang bawa pulang tiket dari PPP. Kalau ga bisa yakinin ya jangan salahin PPP-nya dong.</p>
<p>Kenangan ditutup saja Gus. Mau pahit atau manis itu kan sudah dilalui.</p>
<p>Apalagi ngomongin ada uang pendaftaran yang suka dibilang uang mahar atau apa ya Gus? <em>Weleeeh weleeeh</em></p>
<p>Sudahlah, yang terpenting berikanlah pelajaran bagi si masa lalu, bahwa ia akan menyesal tak bersama Gus di pesta kemenangannya nanti.</p>
<p>Cuma ga tau nih siapa yang akan berpesta kemenangan nantinya, <em>weleeeeh</em> <em>weleeeh</em>. (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/gus-ipul-saat-wefie-dengan-para-bu-nyai-di-pesantren-al-amin_20171031_191124.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
