<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>GrabYourWallet &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/grabyourwallet/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2018 10:31:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>GrabYourWallet &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kebijakan Perempuan Trump vs Trudeau</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/kebijakan-perempuan-trump-vs-trudeau-1/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R24]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Feb 2017 02:00:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Donald Trump]]></category>
		<category><![CDATA[feminis]]></category>
		<category><![CDATA[GrabYourWallet]]></category>
		<category><![CDATA[Kanada]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Perdana Menteri Justin Trudeau]]></category>
		<category><![CDATA[PM Kanada]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden AS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=5241</guid>

					<description><![CDATA[Saat Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, di acara diskusi mengenai perempuan dalam lingkup ketenagakerjaan, Selasa (14/2) lalu, merupakan pertemuan dua kepala negara yang sebenarnya memiliki kebijakan perempuan yang sangat bertolak belakang. pinterpolitik.com AMERIKA SERIKAT &#8211; Di AS saat ini masih berlangsung aksi #GrabYourWallet yang memboikot semua produk usaha Trump [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Saat Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, di acara diskusi mengenai perempuan dalam lingkup ketenagakerjaan, Selasa (14/2) lalu, merupakan pertemuan dua kepala negara yang sebenarnya memiliki kebijakan perempuan yang sangat bertolak belakang.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb00;"><strong>pinterpolitik.com</strong></span></p>
<p><strong>AMERIKA SERIKAT</strong> &#8211; Di AS saat ini masih berlangsung aksi #GrabYourWallet yang memboikot semua produk usaha Trump dan keluarganya. Aksi masyarakat yang kemudian banyak mendapatkan dukungan para pengusaha ini, berawal dari sebuah video yang memperlihatkan ucapan Trump yang dianggap melecehkan perempuan.</p>
<p>Presiden AS yang dilantik Januari lalu ini, juga dikenal genit karena sering menggoda wanita-wanita cantik. Ia juga kerap melontarkan perkataan yang tidak sopan dan sangat merendahkan seorang perempuan, terutama mengenai fisiknya. Sudah banyak korban yang mengaku dilecehkan oleh ucapan Trump, bahkan Ivanka yang anak perempuannya sendiripun pernah ia rendahkan.</p>
<p>Dari segi kebijakan, Trump diprotes karena merevisi peraturan yang mengakibatkan sulitnya wanita untuk mendapat kontrasepsi dan akses aborsi. Termasuk menghentikan dana organisasi <em>Planned Parenthood </em>yaitu klinik yang menyediakan kontrasepsi, layanan aborsi medis, serta tes penyakit infeksi menular di seluruh negara bagian AS, dan <em>Care Act</em> (penjaminan pil kontrasepsi gratis bagi yang memiliki asuransi).</p>
<p>Tidak seperti Trump, PM Kanada Justin Trudeau yang dilantik pada 4 November 2015, memiliki kebijakan yang sangat mengakomodir peran perempuan. Trudeau bahkan memiliki kabinet yang seimbang secara gender, yaitu 15 menteri wanita dan 15 menteri pria. Ia juga dikenal sebagai politikus yang mendukung hak-hak kaum perempuan, bahkan dengan bangga menyebut dirinya sebagai feminis.</p>
<p>Trudeau juga banyak disukai karena berwajah tampan dan sikapnya sopan, terutama pada perempuan. Meski begitu, suami dari Sophie Gregoire yang baru berusia 45 tahun ini, sangat setia dengan keluarganya. Ia tak pernah lupa membawa istri dan ketiga anaknya saat tampil di muka publik.</p>
<p>Keluarga, diakui Trudeau, merupakan bagian yang lekat dengan kesehariannya dan menjadi penyemangat bagi karir politik PM termuda kedua di Kanada ini. “Justin sudah mengeksplorasi dunia sejak masih muda, ketika ayahnya PM Pierre Trudeau menjabat. Dia sudah dibesarkan di tengah perhatian publik,” ungkap Alex Marland, profesor bidang politik di Universitas Memorial, Newfoundland.</p>
<p>Pandangannya mengenai keutuhan keluarga ini, juga disosialisasikan melalui kampanye berslogan “<em>Real Change</em>”. Salah satu programnya, adalah membangun sistem yang lebih <em>family friendly</em>. Ia mengubah tradisi sistem parlemen yang berlangsung pada hari Jumat, yaitu dimulai lebih awal dari waktu biasanya agar bisa berakhir lebih cepat.</p>
<p>Kebijakan-kebijakan Trudeau yang terbuka tanpa melupakan tradisi ini, mampu membuat publik Kanada jatuh cinta padanya. Tidak seperti Trump yang menerapkan kebijakan konvensional secara kaku, sehingga menciptakan penolakan dari warganya. (Berbagai sumber/R24)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/02/Kebijakan-Perempuan-Trump-vs-Trudeau2crp.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Aksi Boikot Berujung Saling Kecam</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/aksi-boikot-berujung-saling-kecam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R24]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Feb 2017 04:02:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Politik & Figure]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis keluarga Trump]]></category>
		<category><![CDATA[Boikot Ivanka Trump]]></category>
		<category><![CDATA[Donald Trump]]></category>
		<category><![CDATA[Gedung Putih]]></category>
		<category><![CDATA[GrabYourWallet]]></category>
		<category><![CDATA[Ivanka Trump]]></category>
		<category><![CDATA[Juru Bicara Gedung Putih]]></category>
		<category><![CDATA[Nordstorm]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden AS]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Truman]]></category>
		<category><![CDATA[Sean Spicer]]></category>
		<category><![CDATA[Twitter]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=5030</guid>

					<description><![CDATA[Aksi boikot produk bisnis keluarga Trump melalui kampanye #GrabYourWallet berujung saling kecam. Kemarahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akibat aksi boikot bisnis fashion putrinya, Ivanka Trump, menghasilkan kecaman balik dari lawan-lawan politiknya.   pinterpolitik.com WASHINGTON DC &#8211; Kampanye #GrabYourWallet yang melawan kebijakan-kebijakan Presiden Trump melalui pemboikotan produk bisnis keluarga Trump, termasuk bisnis fashion putrinya, Ivanka Trump, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Aksi boikot produk bisnis keluarga Trump melalui kampanye #GrabYourWallet berujung saling kecam. Kemarahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akibat aksi boikot bisnis fashion putrinya, Ivanka Trump, menghasilkan kecaman balik dari lawan-lawan politiknya.  </strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb00;"><strong>pinterpolitik.com</strong></span></p>
<p><strong>WASHINGTON DC </strong>&#8211; Kampanye #GrabYourWallet yang melawan kebijakan-kebijakan Presiden Trump melalui pemboikotan produk bisnis keluarga Trump, termasuk bisnis <em>fashion</em> putrinya, Ivanka Trump, telah didukung oleh sebagian besar retailer di AS. Department store terkemuka Nordstorm pun ikut termasuk di dalamnya.</p>
<p>Aksi yang mengakibatkan turunnya penjualan merek Ivanka Trump ini, membuat Presiden Trump marah dan menganggap Nordstorm bersikap tidak adil. Hanya saja, kemarahan Trump ini diposting dalam akun twitter resmi kepresidenan @POTUS. Akun yang di masa Presiden Barack Obama digunakan hanya untuk mengumumkan kebijakan-kebijakan resmi pemerintah.</p>
<p>Tindakan Trump ini langsung mendapat serangan balik dari lawan politiknya. Juru bicara Senator Pennsylvania Bob Casey mengatakan kalau sang senator “menganggap tidak etis dan tidak pantas bagi presiden untuk menyerang sebuah perusahaan swasta karena menolak untuk memperkaya keluarganya”.</p>
<p>Kecaman lainnya juga datang dari mantan penasihat etika di era Presiden Barack Obama. Menurutnya, langkah itu “keterlaluan” dan menyarankan Nordstorm untuk menuntut Trump berdasarkan Hukum Persaingan Usaha Tidak Sehat California.</p>
<p>Di sisi lain, juru bicara Gedung Putih, Sean Spicer, membela Trump dengan mengatakan kalau tindakan boikot tersebut bukan serangan bisnis melainkan serangan pribadi pada putri sulung presiden.</p>
<p>“Buat siapa yang khawatir akan kebijakannya terhadap urusan keluarga, sangat tidak dapat diterima. Presiden memiliki hak sebagai ayah untuk membela anak-anaknya,” tegasnya.</p>
<p>Meski begitu, menurut Larry Noble, penasihat umum Campaign Legal Center, sebuah organisasi nonpartisan yang beranggotakan ahli hukum pemilu, mengatakan kalau <em>tweet </em>Trump ‘sudah melewati batas’.</p>
<p>“Dia seharusnya tidak mempromosikan merek putrinya, itu hanya menunjukkan jumlah besar masalah yang kita miliki dengan bisnis Trump dan kepemilikan bisnis keluarganya,” kata Noble.</p>
<p>Hal yang sama juga dikatakan Jordan Libowitz, direktur komunikasi untuk Citizens for Responsibility and Ethics Washington. Menurutnya, tindakan Trump sungguh mengejutkan dari kacamata orang awam terhadap presiden.</p>
<p>“Ini benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya. Anda benar-benar sedang melihat seorang presiden menggunakan kekuasaannya untuk menyerang bisnis Amerika dan membela bisnis keluarganya atas nama presiden,” tukasnya.</p>
<p>Pada tahun 1950, Presiden AS Harry Truman juga pernah menulis surat bernada marah kepada kritikus musik surat kabar Washington Post, yang menyorot kemampuan menyanyi putrinya, Margareth. Tindakan Truman ini malah menghasilkan ejekan atas dirinya semakin meluas.</p>
<p>Namun serangan Twitter Trump pada Nordstorm, kemungkinan memiliki konsekuensi yang lebih jauh. Bukan hanya memicu pertanyaan seputar kelayakan seorang presiden yang menggunakan platform publik untuk melindungi kehormatan putrinya, tapi juga demi kepentingan bisnis keluarganya. (Berbagai sumber/R24)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/02/Aksi-Boikot-Berujung-Saling-Kecam-crp-1024x798.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Boikot Produk Trump Meluas</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/boikot-produk-trump-meluas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R24]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Feb 2017 09:13:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Politik & Figure]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Boikot]]></category>
		<category><![CDATA[Donald Trump]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Fashion]]></category>
		<category><![CDATA[GrabYourWallet]]></category>
		<category><![CDATA[Ivanka Trump]]></category>
		<category><![CDATA[Ivanka Trump Label]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan kontroversi]]></category>
		<category><![CDATA[merek Ivanka Trump]]></category>
		<category><![CDATA[pelecehan seksual]]></category>
		<category><![CDATA[perdagangan]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden AS]]></category>
		<category><![CDATA[Trump Home Decor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=4875</guid>

					<description><![CDATA[Protes masyarakat terkait video pelecehan seksual yang dilakukan Donald Trump sebelum menjadi presiden dan sikap Ivanka yang dianggap membela perbuatan ayahnya, berujung pada aksi boikot produk fashion Ivanka Trump. Kini berkat kebijakan Trump yang dianggap diskriminatif, aksi boikot ini pun meluas ke produk Trump lainnya. pinterpolitik.com AMERIKA SERIKAT &#8211; Aksi boikot produk-produk fashion dan perhiasan berlabel [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Protes masyarakat terkait video pelecehan seksual yang dilakukan Donald Trump sebelum menjadi presiden dan sikap Ivanka yang dianggap membela perbuatan ayahnya, berujung pada aksi boikot produk fashion Ivanka Trump. Kini berkat kebijakan Trump yang dianggap diskriminatif, aksi boikot ini pun meluas ke produk Trump lainnya.</p></blockquote>
<hr />
<p><strong><span style="color: #cedb00;">pinterpolitik.com</span></strong></p>
<p><strong>AMERIKA SERIKAT </strong>&#8211; Aksi boikot produk-produk fashion dan perhiasan berlabel Ivanka Trump ini berawal dari seorang wanita bernama Shannon Coulter, CEO sebuah agensi pemasaran di butik San Francisco, pada pertengahan Oktober 2016. Dalam akun twitternya, ia mengajak para wanita untuk tidak membeli produk Ivanka Trump karena ikut berkampanye mendukung Trump yang telah melecehkan wanita.</p>
<p>Aksi yang kemudian menyebar di sosial media dengan menggunakan tanda pagar (tagar) Grab Your Wallet ini, dikabarkan memberi dampak signifikan pada penurunan pembelian di sejumlah departemen store. Belakangan, gerakan #GrabYourWallet ini juga meminta sejumlah department store besar untuk berhenti bekerjasama dengan perusahaan Presiden AS tersebut, termasuk keluarganya.</p>
<p>Kelompok wanita yang bergabung dan membuat kampanye ini, kemudian berhasil mendapat dukungan dari sejumlah retailer seperti T.J. Maxx, Bloomingdale, Lord &amp; Taylor, Nordstrom, Neiman Marcus, Amazon, Shoes.com, dan Macy&#8217;s. Kampanye Grab Your Wallet kini menargetkan lebih dari 60 perusahaan yang diketahui terkait dengan kerajaan bisnis Donald Trump dan keluarganya.</p>
<p>Data dari layanan belanja online, ShopRunner menunjukkan bahwa konsumen online yang berminat terhadap merek fashion Ivanka Trump telah anjlok 54 persen dari 71.713 anggota online ShopRunner, sejak menyebarnya kampanye ini.  Angka ini diperoleh bahkan sebelum pemilihan Presiden usai.</p>
<p>Menghadapi pemboikotan ini, Ivanka hanya menanggapinya dengan ringan. “Indahnya Amerika adalah orang-orang bisa melakukan apa yang mereka suka,” kata ibu tiga anak berusia 35 tahun yang ingin menginspirasi puluhan juta perempuan AS melalui produk-produknya tersebut.</p>
<p>Sikap tenang putrinya ini ternyata memicu kegeraman Trump. “Putri saya, Ivanka, telah diperlakukan tidak adil oleh Nordstrom. Ia adalah orang yang luar biasa – selalu mendorong saya untuk melakukan tindakan yang benar! Mengerikan!” kata Trump di akun Twitter pribadinya yang memiliki 24,2 juta pengikut.</p>
<p>Aksi boikot ini kemudian meluas saat Trump menjadi Presiden AS dan kerap melemparkan pernyataan pedas tentang Muslim. Salah satu yang tersinggung dan langsung bertindak adalah Dubai Landmark Group. Kelompok ini langsung membekukan semua penjualan produk Trump berlabel “Trump Home Décor” di semua toko tanpa terkecuali.</p>
<p>“Mengingat pernyataan yang dibuat Trump di media AS, kami menangguhkan semua produk Trump Home Décor,” kata Kepala Eksekutif Lifestyle Sachin Mundhwa. Belum diketahui apakah kerajaan Trump sudah merasakan “guncangan” akibat boikot ini, serta sampai kapan pemboikotan ini akan berlangsung. (Berbagai sumber/R24)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/02/Boikot-produk-trump-1024x780.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
