<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>GNPF &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/gnpf/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Jul 2019 09:03:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>GNPF &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ijtima Ulama, Menuju People Power?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/ijtima-ulama-menuju-people-power/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F46]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Apr 2019 10:00:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[212]]></category>
		<category><![CDATA[GNPF]]></category>
		<category><![CDATA[Ijtima Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[PA 212]]></category>
		<category><![CDATA[People Power]]></category>
		<category><![CDATA[People Power Amien Rais]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=56786</guid>

					<description><![CDATA[“Tidak seperti massa, intelektual memiliki selera rasionalitas dan ketertarikan pada fakta” . – Aldous Huxley, filsuf dan penulis Inggris PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]ada zaman dulu, istilah Ijtima Ulama itu erat kaitannya dengan berkumpulnya ahli agama dalam suatu forum untuk merumuskan sebuah produk hukum agama Islam. Tapi, kelihatannya makna Ijtima menjadi jauh berbeda ya cuy ketika memasuki tahun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“</strong><strong>Tidak seperti massa, intelektual memiliki selera rasionalitas dan ketertarikan pada fakta”</strong><strong> . – Aldous Huxley</strong><strong>, filsuf dan penulis Inggris</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]ada zaman dulu, istilah Ijtima Ulama itu erat kaitannya dengan berkumpulnya ahli agama dalam suatu forum untuk merumuskan sebuah produk hukum agama Islam. Tapi, kelihatannya makna Ijtima menjadi jauh berbeda ya <em>cuy</em> ketika memasuki tahun politik. <em>Hmmm</em>, memang politik seakan bisa mengubah segala hal ya. <em>Hehehe</em>.</p>
<p>Orang yang awalnya pendiam bisa jadi agresif, yang pemarah bisa jadi bijak. Bahkan dalam sekejap masyarakat biasa bisa berubah layaknya pengamat politik profesional. Kasihan ya sarjana ilmu politik, jadi banyak yang nganggur tuh nanti. <em>Hehehe</em>.</p>
<hr /><p><em>Secara terang-terangan Slamet Ma’arif selaku Ketua Organizing Committee (OC) mengatakan bahwa semua alumni Ijtima Ulama II akan diundang, kecuali yang sudah menjadi cebong.</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fterkini%2Fijtima-ulama-menuju-people-power%2F&#038;text=Secara%20terang-terangan%20Slamet%20Ma%E2%80%99arif%20selaku%20Ketua%20Organizing%20Committee%20%28OC%29%20mengatakan%20bahwa%20semua%20alumni%20Ijtima%20Ulama%20II%20akan%20diundang%2C%20kecuali%20yang%20sudah%20menjadi%20cebong.&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr />
<p>Banyak yang mengatakan bahwa ijtima ulama yang diprakarsai oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) dan Presidium Alumni (PA) 212 ini bermuatan politik praktis <em>cuy</em>. Benar gak sih?</p>
<p>Memang kelihatannya gerakan ini terbentuk dari landasan kepentingan politik ya <em>gengs</em>. Berawal dari Pilgub DKI Jakarta terakit kasus penistaan agama dan ternyata terbawa hingga Pemilu 2019. Dalam hal Pemilu, baru kali ini ya muncul gerakan seperti ini.</p>
<p>Munculnya gerakan seperti ini tentu tidak menihilkan pro dan kontra di masyarakat. Ada yang memuji karena bagus sebagai bentuk kontrol kepada pemerintah. Tapi, tidak sedikit juga loh <em>gengs</em> tokoh yang melontarkan kritik pedas pada gerakan ini.</p>
<p>Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar misalnya, sempat memberikan kritikan. Doi mengatakan bahwa Ijtima itu seharusnya menghasilkan <em>ijma</em> (keputusan dalam hal agama). Sementara kalau Ijtima menghasilkan orang, maka itu namanya <em>jima</em> (bersetubuh).</p>
<p>Doi juga mengatakan belum pernah ada preseden <em>I</em><em>jtima</em>, tetapi menghasilkan keputusan dalam hal politik praktis. Terlebih, yang namanya Ijtima itu harus diikuti oleh orang ahli agama, bukan yang tidak tahu agama. <em>Hmmm,</em> bener juga sih <em>gengs</em>. <em>Hehehe</em>.</p>
<p>Nah rencananya <em>gengs</em>, para tokoh GNPF dan PA 212 akan menggelar Ijtima Ulama III pada Rabu, 1 Mei 2019. Adapun tujuannya yaitu menanggapi kecurangan di Pemilu 2019.</p>
<p>Dalam penyelenggaraannya, ada yang menarik loh <em>gengs</em>. Secara terang-terangan Slamet Ma’arif selaku Ketua Organizing Committee (OC) mengatakan bahwa semua alumni Ijtima Ulama II akan diundang, kecuali yang sudah menjadi cebong. <em>Waduh</em>, kalau kayak gini, jadi lucu juga ya? Tapi gimana lagi, itu keputusan sang penyelenggara <em>cuy</em>.</p>
<p>Kita tau <em>ya</em> gerakan ini bisa berujung pada demonstrasi besar-besaran jika rekomendasi yang dihasilkan diarahkan ke sana. Kalau dikaitkan dengan pernyataan <em>people power</em> Ami, jangan-jangan gerakan itu memang akan diwujudkan melalui dari hasil Ijtima ini?</p>
<p>Jadi menarik ya untuk dipantau terus. Kira-kira para tokoh di balik acara ini bisa ngerahin massa berapa banyak ya? Kalau kata band Hijau Daun, biar saja waktu yang kan menjawabnya. <em>Hehe</em>. (F46)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="3ipPC8jOmpo"><iframe width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/3ipPC8jOmpo?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/04/ijtima-umala-1024x576.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>GNPF Mendekat ke Ma’ruf?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/gnpf-mendekat-ke-maruf/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F41]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Dec 2018 07:33:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[GNPF]]></category>
		<category><![CDATA[Ma'ruf Amin]]></category>
		<category><![CDATA[MUI]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=44979</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Tanpa teman tidak ada yang akan memilih untuk hidup, meskipun ia memiliki semua barang-barang lainnya.&#8221; ~Aristoteles PinterPolitik.com [dropcap]D[/dropcap]alam politik, sulit untuk memastikan hubungan antar pribadi. Kadang yang terlihat marah-marahan di dunia politik, tapi sebenarnya memiliki hubungan yang sangat dekat di kehidupan sehari-hari. Tapi ya gitu, hubungan tidak benar-benar bisa dipastikan. Atau bisa jadi semuanya memang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>&#8220;Tanpa teman tidak ada yang akan memilih untuk hidup, meskipun ia memiliki semua barang-barang lainnya.&#8221; ~Aristoteles</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]D[/dropcap]alam politik, sulit untuk memastikan hubungan antar pribadi. Kadang yang terlihat marah-marahan di dunia politik, tapi sebenarnya memiliki hubungan yang sangat dekat di kehidupan sehari-hari. Tapi ya gitu, hubungan tidak benar-benar bisa dipastikan. Atau bisa jadi semuanya memang hanya semu. Jadi hubungan itu terjadi sesuai kepentingannya aja. <em>Hiya, hiya, hiya</em>…</p>
<p>Misalnya aja hubungan antara Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Muhammad Martak dengan calon wakil presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin. Mereka ini kan kerap terlihat bersebrangan. Terutama setelah Ma’ruf menjadi pendamping Joko Widodo. Tapi baru-baru ini mereka terlihat akur.</p>
<p>Foto-foto kunjungan tersebut beredar di kalangan wartawan. Martak tampak duduk di sebelah kiri Ma’ruf. <em>Ulalalaa</em>… ada apa <em>eh</em> ada apa?</p>
<hr /><p><em>Dalam pandangan politik pertemuan yang harusnya biasa-biasa saja jadi luar binasa. Eh, luar biasa.. Hehehe</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fterkini%2Fgnpf-mendekat-ke-maruf%2F&#038;text=Dalam%20pandangan%20politik%20pertemuan%20yang%20harusnya%20biasa-biasa%20saja%20jadi%20luar%20binasa.%20Eh%2C%20luar%20biasa..%20Hehehe&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr />
<p>Sebelum netizen kegeeran lebih jauh, Martak sudah menegaskan bahwa kunjungannya tersebut hanya dalam kapasitas sebagai pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI). Martak sendiri memiliki posisi sebagai Bendahara di MUI masa kepengurusan 2015-2020, sedangkan Ma’ruf sekarang masih menjabat sebagai Ketua Umum MUI.</p>
<p>Setelah melakukan rapat rutin mingguan, Martak bersama pengurus MUI lainnya mendengar berita bahwa kaki Ma’ruf terkilir karena terjatuh. Karena itu mereka langsung berinisiatif untuk menjenguk.</p>
<p><em>Wahh</em>, kirain mau ngerancanain bikin ijtima ulama jilid sekian <em>gitu</em>. <em>Ehh</em> ternyata cuma mau jenguk-jenguk manja. Tapi kira-kira, kalau mereka ngumpul gitu, ngomongin apa ya? Ngomong, ‘Eh ente beneran nggak mau dukung ane di Pilpres? <em>Par bet sichh</em>’ gitu <em>nggak</em>? <em>Wkwkwkwk</em>… ya kali <em>dah.</em>.</p>
<p>Martak menegaskan bahwa pertemuan itu sama sekali tak membicarakan seputar politik. Ia mengatakan pertemuan itu sebatas menjenguk dan mendoakan Ma&#8217;ruf agar cepat sembuh.</p>
<p>Alhamdulillah ya, walaupun beda pilihan politik tapi tetap bisa saling mendoakan. Yang begini harus banget dicontoh sama seluruh umat manusia. Apalagi buat yang katanya sampe <em>nggak</em> mau sapa-sapaan sama temen satu pengajiannya. <em>Beuhh</em>, parah banget <em>sih </em>itu. <em>Nggak </em>dewasa. <em>Hehehe. </em>(E36)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/12/Ketua-GNPF-Ulama-Yusuf-Muhamamd-Martak-menjenguk-Maruf-Amin-di-rumahnya.-Foto-CNN-Indonesia.jpeg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jebakan Ma’ruf Tak Lepas MUI</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/jebakan-maruf-tak-lepas-mui/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S13]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Sep 2018 11:59:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[GNPF]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Ma'ruf Amin]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=40383</guid>

					<description><![CDATA[Isu agama diperkirakan masih akan tetap mempengaruhi hasil akhir Pilpres 2019. Keengganan Ma’ruf Amin untuk meletakkan jabatannya sebagai Ketua MUI adalah ironi yang mengindikasikan masih sentralnya politik Islam – posisi yang boleh jadi akan menguntungkan kubu oposisi. Apakah ini adalah jebakan politik? PinterPolitik.com “Good people do not need laws to tell them to act responsibly, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Isu agama diperkirakan masih akan tetap mempengaruhi hasil akhir Pilpres 2019. Keengganan Ma’ruf Amin untuk meletakkan jabatannya sebagai Ketua MUI adalah ironi yang mengindikasikan masih sentralnya politik Islam – posisi yang boleh jadi akan menguntungkan kubu oposisi. Apakah ini adalah jebakan politik?</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<blockquote class="td_quote_box td_box_center"><p><strong>“Good people do not need laws to tell them to act responsibly, while bad people will find a way around the laws.”</strong></p>
<p><strong>:: Plato (428-348 SM) ::</strong></p></blockquote>
<p>[dropcap]P[/dropcap]ertarungan politik identitas – suku, agama, ras, jenis kelamin, dan lainnya – sebagai strategi merengkuh kekuasaan, memang punya sejarah panjang.</p>
<p>Mulai dari kisah Konstantin Agung di Kekaisaran Romawi yang<a href="http://storyworldhistory.com/Storyworldhistory/Constantine.html"><strong> menggunakan</strong></a> identitas agama Kristen untuk mengukuhkan kekuasaannya, hingga sejarah ratusan tahun Perang Salib dengan menggunakan panji agama, atau bahkan <em>Thirty Years War</em> – perang 30 tahun – antara Katolik melawan Protestan pada abad ke-16, adalah beberapa gambaran bagaimana perang, kekuasaan dan politik punya hulu identitas yang sama.</p>
<p>Nyatanya, peristiwa terakhir adalah yang melahirkan Perjanjian Westphalia – konsesi yang salah satunya memperkenalkan konsep <em>nation state </em>atau negara bangsa sebagai cikal bakal negara modern seperti saat ini.</p>
<p>Artinya, negara dan politik identitas adalah hal yang tidak bisa dipisahkan, salah satunya dibuktikan lewat Sumpah Pemuda 1928 sebagai tonggak perjuangan untuk kemerdekaan Indonesia. <em>So, thanks to </em>Habib Rizieq Shihab. <a href="https://pinterpolitik.com/tombol-politik-identitas-rizieq-shihab/"><strong>(Baca: Tombol Politik Identitas Rizieq Shihab)</strong> </a></p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Saya mikirnya justru KH Ma&#39;ruf Amin JANGAN dulu mundur dari ketua MUI sementara di sana masih bercokol oknum2 penebar HOAX macam <a href="https://twitter.com/ustadtengkuzul?ref_src=twsrc%5Etfw">@ustadtengkuzul</a> </p>
<p>Ini bisa berbahaya bagi masa depan Islam dan NKRI<a href="https://twitter.com/hashtag/Damai1Indonesia?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#Damai1Indonesia</a> <a href="https://twitter.com/hashtag/IndonesiaMaju?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#IndonesiaMaju</a></p>
<p>&mdash; Randu Alit (@randualit) <a href="https://twitter.com/randualit/status/1043863952126500864?ref_src=twsrc%5Etfw">September 23, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Karena politik adalah perang dan perang adalah politik – demikian kata Mao Zedong – maka nuansa politik identitas layaknya peristiwa-peristiwa sejarah tersebut masih akan <a href="http://insight.jakartaglobe.id/fears-muslim-identity-politics-2019-presidential-election/"><strong>dominan terasa</strong></a>, termasuk jelang Pilpres 2019 yang pestanya akan dinikmati masyarakat negara ini pada April tahun depan.</p>
<p>Namun, konteks politik identitas di 2019 tampaknya akan menampilkan wajah yang berbeda, katakanlah jika dibandingkan dengan yang terjadi pada Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu. Pasalnya, dua kubu yang akan bertarung sama-sama memagari diri dengan isu politik tersebut. Joko Widodo (Jokowi) misalnya tidak ingin kecolongan dan menggandeng ulama paling kuat di republik ini, Ma’ruf Amin sebagai cawapresnya.</p>
<p>Prabowo Subianto? Masih sama, selain membekali diri dengan sokongan partai paling militan soal agama dalam diri PKS, sang jenderal juga mengantongi dukungan Ijtima Ulama yang dibarter dengan Pakta Integritas yang nuansanya lagi-lagi sangat “identitas” – jika kata terakhir bisa dianggap sebagai adjektiva.</p>
<p>Memang pasca terpilihnya Ma’ruf Amin sebagai cawapres Jokowi, isu politik identitas sempat diprediksi tidak akan digunakan lagi. Berbagai <a href="https://www.liputan6.com/pilpres/read/3650484/video-para-pendukung-dan-tim-relawan-kompak-juga-damai"><strong><em>headline</em></strong></a> yang muncul di media massa merujuk ke arah sana.</p>
<p>Tetapi apakah benar demikian? Keputusan Ma’ruf Amin yang tidak mundur dari jabatannya sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) justru menampilkan hal yang sebaliknya. Ini nyatanya juga menjadi gambaran lain dari tarung ulama, bahkan mungkin menjadi jebakan politik dari kubu lawan. Apakah untung atau buntung untuk Jokowi-Ma’ruf?</p>
<h4><strong>Kaki Politik Agamais </strong></h4>
<p>Faktanya, politik agama masih akan menjadi warna utama kampanye yang tidak bisa terhindarkan untuk Pilpres 2019. Setidaknya Fadli Zon dan sajak “Potong Bebek Angsa PKI” adalah salah satu gambarannya, sekalipun kepujanggaan Wakil Ketua DPR itu tidak akan dibahas di tulisan ini.</p>
<p>Yang jelas, penandatanganan <a href="https://nasional.kompas.com/read/2018/09/16/16343981/tandatangani-pakta-integritas-prabowo-sandiaga-resmi-didukung-gnpf"><strong>Pakta Integritas</strong></a> yang dilakukan Prabowo dalam Ijtima Ulama II yang diadakan oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama menunjukkan bahwa sang jenderal telah menjalin kesepakatan politik dengan gerakan yang punya peran besar lewat politik identitas pada Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.</p>
<p>Ini juga sekaligus menunjukkan bahwa dimensi politik Islam masih sangat kuat. “Fatwa” yang ada di huruf terakhir singkatan nama GNPF merupakan produk hukum yang menjadi nasihat atau jawaban resmi dari kebijaksanaan para ulama di Indonesia lewat MUI untuk suatu hal tertentu.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/Bn5QkS9HUlZ/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/Bn5QkS9HUlZ/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/Bn5QkS9HUlZ/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Kemana ya suara ulama? Nantikan artikel selengkapnya di Pinterpolitik.com #ulama #gnpf #ijtimaulama #khmarufamin #marufamin #ijtimaulamaii #ijtimaulama2 #yusufmartak #infografik #infografis #infographic #politik #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2018-09-19T04:42:06+00:00">Sep 18, 2018 at 9:42pm PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Fatwa tentang penistaan agama yang dikeluarkan untuk kata-kata Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) adalah salah satu alasan naik daunnya GNPF dan menguatnya politik identitas pada Pilkada DKI Jakarta lalu.</p>
<p>Hal inilah yang mungkin membuat Ma’ruf Amin “enggan” melepaskan jabatan sebagai Ketua Umum MUI. Padahal sebelumnya, wacana Ma’ruf akan meletakkan jabatan tersebut sempat santer beredar. Ia bahkan sempat legawa dan menyatakan akan mengikuti mekanisme yang berlaku di organisasi ulama itu.</p>
<p>Namun, keputusan itu berubah. Ma’ruf hanya menanggalkan jabatannya sebagai Rais Aam Nahdlatul Ulama (NU). Sementara untuk posisinya sebagai Ketua MUI baru akan ia lepas jika ia secara resmi <a href="https://www.merdeka.com/peristiwa/maruf-amin-akan-mundur-dari-ketua-umum-mui-jika-terpilih-jadi-wapres.html"><strong>terpilih</strong> </a>sebagai wakil presiden.</p>
<p>Bagi publik sikap ini mungkin dianggap biasa. Namun, ada langkah politik yang cukup signifikan dalam keputusan ini, sekalipun dalil yang digunakan sang kiai adalah tentang persoalan mekanisme organisasi.</p>
<p>Faktanya, saat ini MUI punya kekuatan politik yang jauh lebih besar, katakanlah jika dibandingkan dengan NU – utamanya dalam konteks politik identitas – terutama karena signifikansinya yang punya legitimasi terhadap semua umat Islam di Indonesia tanpa memandang apa pun ormasnya.</p>
<p>Artinya, jabatan di MUI jelas punya implikasi politik yang lebih besar. Kubu Jokowi – tim penasihat politik atau kampanyenya – tentu saja telah berhitung bahwa jika Ma’ruf melepas posisinya di MUI, maka jabatan tersebut berpotensi jatuh ke tokoh dari kubu lawan dan kemungkinan akan “digunakan” untuk kepentingan politik.</p>
<hr /><p><em>Bagaimanapun juga GNPF adalah “anak” yang lahir dari fatwa Ma’ruf tentang penistaan agama. Artinya, Ma’ruf jauh di atas GNPF dalam konteks konservatisme agama.</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fin-depth%2Fjebakan-maruf-tak-lepas-mui%2F&#038;text=Bagaimanapun%20juga%20GNPF%20adalah%20%E2%80%9Canak%E2%80%9D%20yang%20lahir%20dari%20fatwa%20Ma%E2%80%99ruf%20tentang%20penistaan%20agama.%20Artinya%2C%20Ma%E2%80%99ruf%20jauh%20di%20atas%20GNPF%20dalam%20konteks%20konservatisme%20agama.&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr />
<p>Terlepas dari fakta penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok, Ma’ruf sendiri telah “mengaplikasikan” fungsi politik jabatan Ketua MUI itu ketika ia mengeluarkan fatwa yang melahirkan gelombang demonstrasi besar-besaran pada penghujung 2016 lalu.</p>
<p>Hal inilah yang membuat desakan bagi dirinya untuk mundur dari MUI muncul dari ulama yang berseberangan kubu, katakanlah dalam konteks Pilpres 2019 nanti. Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Didin Hafiduddin merupakan salah seorang yang <a href="https://tirto.id/ma039ruf-amin-didesak-tanggalkan-jabatan-ketua-mui-amp-rais-aam-pbnu-c1U7"><strong>mendesak</strong> </a>Ma’ruf meletakkan jabatan di MUI.</p>
<p>Faktanya Didin adalah salah satu ulama yang <a href="http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2018/08/05/59486/kh.didin-hafidhudin-harap-partai-koalisi-perhatikan-rekomendasi-ijtima/#sthash.4TzZktTm.dpbs"><strong>meminta</strong> </a>partai-partai pendukung Prabowo memperhatikan rekomendasi Ijtima Ulama – pernyataan yang sekaligus menguatkan posisinya sebagai pendukung Prabowo.</p>
<p>Artinya, ada perebutan kepentingan politik lewat jabatan Ketua MUI yang kini disandang Ma’ruf. Melepaskan Rais Aam NU cenderung lebih aman secara politik untuk sang kiai, ketimbang jabatannya sebagai ulama paling berkuasa di Indonesia – demikian kata Profesor Greg Fealy dari Australia National University – di MUI, lembaga pemberi label halal ini.</p>
<p>Apalagi, pertarungan politik di MUI juga melibatkan banyak ulama yang kini ada di kubu Prabowo, salah satunya adalah Muhammad Yusuf Martak yang kini menjadi salah satu bendahara di organisasi ulama itu. Nama terakhir kini menjabat sebagai Ketua GNPF dan berperan besar dalam Ijtima Ulama beberapa waktu terakhir.</p>
<h4><strong>Anomali Tarung Ulama, Sebuah Jebakan?</strong></h4>
<p>Tidak melepaskan jabatannya di MUI tentu saja menjadi kalkulasi politik yang dibuat Ma’ruf. Ia dan kubu Jokowi tentu saja telah menghitung-hitung <em>political risk </em>atau risiko politis yang timbul jika melepas jabatan di lembaga tersebut.</p>
<p>Kalkulasi <em>political risk – </em>konsepsi yang dikupas tuntas oleh Catherine Althaus dalam bukunya <strong>Calculating Political Risk</strong><em> – </em>yang dibuat Ma’ruf tentu saja memperhatikan konteks posisi MUI yang jauh lebih kuat berdampak politis ketimbang NU.</p>
<p>Apalagi, di NU masih ada Said Aqil Siradj yang menjabat sebagai Ketua Pengurus Besar (PB) ormas tersebut. Said Aqil cenderung punya posisi politik yang linear dengan Ma’ruf, sehingga jabatan Rais Aam lebih “aman” untuk ditinggalkan.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Seorang Kyai Ma&#39;ruf Amin tidak bisa memberi keteladanan, berkaitan majunya beliau jadi Cawapres. </p>
<p>Sebagai Ketua MUI sebaiknya beliau mundur. Ini tentu akan jadi teladan yang positif</p>
<p>Dengan statemen beliau bahwa mundur setelah jadi Wapres, sungguh disayangkan. <a href="https://twitter.com/hashtag/iDeasRabbani?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#iDeasRabbani</a></p>
<p>&mdash; Prijanto Rabbani (@RabbaniIdeas) <a href="https://twitter.com/RabbaniIdeas/status/1042698033559855104?ref_src=twsrc%5Etfw">September 20, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Namun, keputusan untuk tidak lepas dari MUI juga punya risiko besar. Hal ini berpotensi menjadi jalan bagi kubu Prabowo-Sandi untuk menggeser beban isu politik identitas ke arah Jokowi. Dalam salah satu pernyataannya, Prabowo menyebut tudahan bahwa kubunya memainkan isu politik identitas berbasis SARA – suku, agama, ras, antargolongan – adalah hal yang keliru. Justru sebaliknya, kubu oposisi menurutnya jauh lebih Pancasilais.</p>
<p>Pernyataan Prabowo ini menyiratkan strategi untuk menggeser beban politik identitas ke kubu Jokowi, terutama lewat sosok Ma’ruf Amin. Bagaimanapun juga GNPF adalah “anak” yang lahir dari fatwa Ma’ruf tentang penistaan agama. Artinya, Ma’ruf jauh di atas GNPF dalam konteks konservatisme agama.</p>
<p>Hal ini akan menguntungkan kubu Prabowo di depan pemilih pluralis-minoritas-progresif yang selama ini tidak diuntungkan dengan fatwa dan sikap Ma’ruf Amin. Pada titik ini, mengunci posisi Ketua MUI justru akan merugikan Jokowi-Ma’ruf di depan <em>core voters – </em>pemilih inti Jokowi – yang punya basis ideologis cenderung bertolak belakang dengan sang kiai. Inilah yang disebut jebakan politik.</p>
<p>Namun, konteks tersebut tidak akan terjadi jika Jokowi mampu merangkul pemilih intinya dan meyakinkan mereka untuk tetap mendukung dirinya lagi. Pekerjaan ini tentu tidak akan mudah mengingat isu lain, misalnya ekonomi, justru memberatkan posisi Jokowi di hadapan para pemilih rasional.</p>
<p>Pada akhirnya, tarung ulama akan menjadi panggung utama kampanye politik berbasis identitas di Pilpres 2019, dan seperti kata Plato di awal tulisan ini, baik buruknya tergantung perspektif yang dipakai. Bukan begitu? (S13)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/dfsdfsdfs-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Dilema Minoritas, GNPF Atau Ma&#8217;ruf?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/dilema-minoritas-gnpf-atau-maruf-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K12]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Sep 2018 00:52:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Dilema Minoritas]]></category>
		<category><![CDATA[GNPF]]></category>
		<category><![CDATA[Ma'ruf Amin]]></category>
		<category><![CDATA[minoritas]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=40569</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/2018-09-19-Dilema-Minoritas-GNPF-atau-Maruf-.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class=" td-modal-image aligncenter wp-image-40003 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/2018-09-19-Dilema-Minoritas-GNPF-atau-Maruf-.jpg" alt="Dilema Minoritas, GNPF Atau Ma'ruf?" width="1080" height="1080" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/2018-09-19-Dilema-Minoritas-GNPF-atau-Maruf-.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/2018-09-19-Dilema-Minoritas-GNPF-atau-Maruf--135x135.jpg 135w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/2018-09-19-Dilema-Minoritas-GNPF-atau-Maruf--150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/2018-09-19-Dilema-Minoritas-GNPF-atau-Maruf--300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/2018-09-19-Dilema-Minoritas-GNPF-atau-Maruf--768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/2018-09-19-Dilema-Minoritas-GNPF-atau-Maruf--1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/2018-09-19-Dilema-Minoritas-GNPF-atau-Maruf--696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/2018-09-19-Dilema-Minoritas-GNPF-atau-Maruf--1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/2018-09-19-Dilema-Minoritas-GNPF-atau-Maruf--420x420.jpg 420w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/2018-09-19-Dilema-Minoritas-GNPF-atau-Maruf--1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Prabowo-GNPF Rindu Banget Rizieq</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/prabowo-gnpf-rindu-banget-rizieq/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[G42]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Sep 2018 10:35:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[GNPF]]></category>
		<category><![CDATA[Habib Rizieq]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Rizieq Shihab]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=39841</guid>

					<description><![CDATA[“Aku mencintaimu lebih dari kata-kata yang dapat menguasai masalah, lebih mahal dari penglihatan, ruang dan kebebasan.” ~ William Shakespeare PinterPolitik.com [dropcap]W[/dropcap]akil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid bilang penandatanganan Pakta Integritas antara Prabowo Subianto dengan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) dinilai wajar-wajar saja kok. Soalnya kontrak politik semacam Pakta Integritas pun juga dilakukan di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Aku mencintaimu lebih dari kata-kata yang dapat menguasai masalah, lebih mahal dari penglihatan, ruang dan kebebasan.” ~ William Shakespeare</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]W[/dropcap]akil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid bilang penandatanganan Pakta Integritas antara Prabowo Subianto dengan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) dinilai wajar-wajar saja kok.</p>
<p>Soalnya kontrak politik semacam Pakta Integritas pun juga dilakukan di kubu pasangan Jokowi-Ma&#8217;ruf Amin. Dia mengakui selama ini GNPF selalu mengidentifikasi bahwa mereka adalah kelompok ulama. Hanya saja, GNPF dalam hal Pakta Integritas dengan Prabowo tentu tidak boleh kemudian mengatasnamakan seluruh ulama di Indonesia. <em>Weleh-weleh.</em></p>
<p>Tahun politik <em>kayak</em> gini banyak banget ya yang mulai caper alias cari perhatian. Bukan hanya capres dan cawapres aja yang caper ke rakyatnya,<hr /><p><em> sebagian rakyat dan kelompok rakyat juga mulai caper nyari pengakuan dukungan kepada calonnya tuh gengs. Menurut kalian kenapa nih hal ini selalu jadi budaya selama lima tahun? </em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fterkini%2Fprabowo-gnpf-rindu-banget-rizieq%2F&#038;text=%20sebagian%20rakyat%20dan%20kelompok%20rakyat%20juga%20mulai%20caper%20nyari%20pengakuan%20dukungan%20kepada%20calonnya%20tuh%20gengs.%20Menurut%20kalian%20kenapa%20nih%20hal%20ini%20selalu%20jadi%20budaya%20selama%20lima%20tahun%3F%20&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr /><em>Wkwkwk.</em></p>
<p>Apa mungkin semua karena kekuasaan dan haus dunia semata? <em>Husst,</em> jangan dilanjutin deh, ngeri! Soalnya lawannya ormas militan dan ulama<em>. </em>Emangnya kalian mau dituduh jadi barisan PKI atau barisan radikal yang <em>Islamophobia</em>? <em>Wkwkwk.</em></p>
<p>Intinya Hidayat bilang, enggak apa-apa dong kalau Ijtima II mengatasnamakan ulama, yang penting kan mereka tidak mengatasnamakan perwakilan ulama seluruh Indonesia. Yoi enggak <em>coy? </em>Awas <em>gengs,</em> jangan sampai bilang enggak ya. Emang mau dibilang kafir? <em>Zzzz.</em>.</p>
<p>Oh iya<em> gengs</em>, terkait pakta tersebut Hidayat juga bilang bahwa wajar saja kalau GNPF mengungkapkan keinginannya pada Prabowo. Menjamin keamanan Rizieq? Doi kan enggak punya kesalahan apa pun di negeri ini, begitu kata Mardani. <em>Wkwkwk, </em>iyain aja gengs, malas komentar. Kalian aja deh yang komentar <em>gengs. Wehehehehe.</em></p>
<p>Pokoknya mah Hidayat kekeh lah bilang Rizieq masih warga negara Indonesia, tidak dicabut paspornya, tidak dicabut kewarganegaraannya, tidak dihukum oleh lembaga apa pun. Jadi kalau pun nanti Prabowo menang dan menerima Rizieq pulang di Indonesia sebagai warga negara Indonesia, bebas aja dong? Namanya juga presiden, betul apa betul? <em>Wkwkwk.</em>(G35)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/09/pimpinan-front-pembela-islam-rizieq-shihab_20170123_154411.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>GNPF Vs Wiro Sableng</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/gnpf-vs-wiro-sableng/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Y14]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jul 2018 11:33:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi 212]]></category>
		<category><![CDATA[GNPF]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=34075</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/08/2018-07-30-INFOGRAFIS-GNPF-vs-wiro-sableng-Y14.jpg"><img decoding="async" class=" td-modal-image aligncenter wp-image-34076 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/08/2018-07-30-INFOGRAFIS-GNPF-vs-wiro-sableng-Y14.jpg" alt="GNPF Vs Wiro Sableng" width="1080" height="1080" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/08/2018-07-30-INFOGRAFIS-GNPF-vs-wiro-sableng-Y14.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/08/2018-07-30-INFOGRAFIS-GNPF-vs-wiro-sableng-Y14-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/08/2018-07-30-INFOGRAFIS-GNPF-vs-wiro-sableng-Y14-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/08/2018-07-30-INFOGRAFIS-GNPF-vs-wiro-sableng-Y14-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/08/2018-07-30-INFOGRAFIS-GNPF-vs-wiro-sableng-Y14-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/08/2018-07-30-INFOGRAFIS-GNPF-vs-wiro-sableng-Y14-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/08/2018-07-30-INFOGRAFIS-GNPF-vs-wiro-sableng-Y14-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/08/2018-07-30-INFOGRAFIS-GNPF-vs-wiro-sableng-Y14-420x420.jpg 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/08/2018-07-30-INFOGRAFIS-GNPF-vs-wiro-sableng-Y14-135x135.jpg 135w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/08/2018-07-30-INFOGRAFIS-GNPF-vs-wiro-sableng-Y14-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
