<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Gencatan Senjata &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/gencatan-senjata/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 18 Jun 2024 02:14:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Gencatan Senjata &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Akhirnya Gencatan di Gaza!</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/akhirnya-gencatan-di-gaza/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M78]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Jun 2024 02:12:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[berita politik]]></category>
		<category><![CDATA[Gaza]]></category>
		<category><![CDATA[Gencatan Senjata]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[Vassily Nebenzia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=148043</guid>

					<description><![CDATA[*DESKRIPSI (Website):* : Akhirnya, damai juga… Eh, damai kan? :&#160;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1008" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/06/akhirnya-gencatan-di-gaza-1008x1024.jpg" alt="akhirnya gencatan di gaza" class="wp-image-148047" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/06/akhirnya-gencatan-di-gaza-1008x1024.jpg 1008w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/06/akhirnya-gencatan-di-gaza-295x300.jpg 295w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/06/akhirnya-gencatan-di-gaza-148x150.jpg 148w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/06/akhirnya-gencatan-di-gaza-768x780.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/06/akhirnya-gencatan-di-gaza-150x152.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/06/akhirnya-gencatan-di-gaza-300x305.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/06/akhirnya-gencatan-di-gaza-696x707.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/06/akhirnya-gencatan-di-gaza-1068x1085.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/06/akhirnya-gencatan-di-gaza.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1008px) 100vw, 1008px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>*DESKRIPSI (Website):*</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"><img decoding="async" alt="🌏" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/15.0/1f30f/72.png">: Akhirnya, damai juga… Eh, damai kan?</p>



<p class="wp-block-paragraph"><img decoding="async" alt="🇮🇱" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/15.0/1f1ee_1f1f1/72.png">:&nbsp;<img decoding="async" alt="😏" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/15.0/1f60f/72.png"></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/06/akhirnya-gencatan-di-gaza-1008x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Qatar, Pemimpin Baru Negara Arab?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/qatar-pemimpin-baru-negara-arab/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S83]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Dec 2023 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Gencatan Senjata]]></category>
		<category><![CDATA[Hamas]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[Qatar]]></category>
		<category><![CDATA[Timur Tengah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=140617</guid>

					<description><![CDATA[Peran Qatar dalam kawasan Timur Tengah (Timteng) tampaknya tidak bisa dipandang sebelah mata. Negara ini kini menjadi salah satu negara Arab yang menjadi pemain utama di Timteng lewat berbagai perannya dalam menyelesaikan konflik di kawasan, termasuk dalam konflik, termasuk dalam konflik terbaru Israel-Hamas. Mengapa demikian? PinterPolitik.com Qatar semakin menancapkan pengaruhnya untuk jadi penengah di kawasan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Peran Qatar dalam kawasan Timur Tengah (Timteng) tampaknya tidak bisa dipandang sebelah mata. Negara ini kini menjadi salah satu negara Arab yang menjadi pemain utama di Timteng lewat berbagai perannya dalam menyelesaikan konflik di kawasan, termasuk dalam konflik, termasuk dalam konflik terbaru Israel-Hamas. Mengapa demikian?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide" />



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com" rel="nofollow">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Qatar semakin menancapkan pengaruhnya untuk jadi penengah di kawasan Timur Tengah (Timteng), utamanya setelah berhasil menjadi penengah negosiasi gencatan senjata Israel dan Hamas. Sekarang, negara tersebut dianggap sebagai calon pemimpin dunia Arab.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini berkat&nbsp;beberapa hal, yakni hubungan dekat&nbsp;mereka dengan Amerika Serikat (AS), komunikasi dengan Israel sejak 1995, dan dukungan dana&nbsp;terhadap Gaza sebesar&nbsp;US$1 miliar sejak 2014.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Qatar juga punya posisi unik secara diplomasi untuk meredakan kebuntuan dalam pembicaraan gencatan senjata antara Israel dan Hamas, yang juga melibatkan mediator AS dan Mesir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelumnya, perundingan gencatan senjata di antara Israel dan Hamas hampir gagal setelah Hamas menuduh Israel gagal memenuhi kesepakatan sebelum Qatar ikut campur demi mencegah semuanya berantakan.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="1080" height="1080" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/10/infografis-bukan-hamas-tapi-seluruh-palestina.jpg" alt="infografis bukan hamas tapi seluruh palestina" class="wp-image-138651" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/10/infografis-bukan-hamas-tapi-seluruh-palestina.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/10/infografis-bukan-hamas-tapi-seluruh-palestina-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/10/infografis-bukan-hamas-tapi-seluruh-palestina-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/10/infografis-bukan-hamas-tapi-seluruh-palestina-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/10/infografis-bukan-hamas-tapi-seluruh-palestina-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/10/infografis-bukan-hamas-tapi-seluruh-palestina-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/10/infografis-bukan-hamas-tapi-seluruh-palestina-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/10/infografis-bukan-hamas-tapi-seluruh-palestina-420x420.jpg 420w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Kunjungan publik pejabat Qatar ke Israel untuk melakukan negosiasi gencatan senjata menjadi momen bersejarah kedua negara yang tidak mempunyai hubungan diplomatik ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada 9 November, pejabat AS bertemu dengan pemimpin Qatar dan kepala intelijen Israel Mossad untuk membahas kesepakatan dengan Hamas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini juga seakan menekankan pengaruh besar negara kecil di Timteng yang super kaya itu untuk menyelesaikan konflik negara-negara Timteng.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keterlibatan Qatar dalam perundingan gencatan senjata antara Israel dan Hamas pun kemudian membuahkan hasil, kedua belah pihak pun menyetujui adanya gencatan senjata sementara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peran serta Qatar dalam menunjukkan kekuatan diplomatiknya untuk menyelesaikan konflik di kawasan bukan terkait konflik antara Israel dan Hamas saja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelumnya, Qatar juga pernah menjadi pemain utama negara-negara Arab dalam koalisi pimpinan NATO di Libya pada 2011 lalu dan memainkan peran penting dalam usaha mengatasi konflik kawasan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini menujukkan jika Qatar menjadi negara yang patut diperhitungkan kekuatannya di kawasan Timteng. Terutama, kekuatan negosiasi dan diplomatiknya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, mengapa Qatar kini menjadi salah satu negara yang cukup berpengaruh di kawasan?</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Faktor Kedekatan dengan AS?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Qatar memainkan peran signifikan dalam mencapai kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas meskipun tanpa memiliki hubungan diplomatik formal dengan Israel.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kunci dari keberhasilan Qatar dalam mediasi ini dapat dipahami melalui prisma teori geopolitik yang melibatkan dinamika regional dan hubungan internasional yang rumit.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kebijakan luar negeri Qatar yang proaktif dan jaringan hubungan yang kuat telah memungkinkannya untuk berperan dalam menengahi konflik yang kompleks di kawasan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Israel, Qatar memiliki kepentingan strategis untuk mempertahankan stabilitas di kawasan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini tercermin dari kedekatan Qatar dengan AS yang telah menjadi mitra strategis dalam berbagai bidang, termasuk keamanan. Kehadiran pangkalan militer AS Al Udeid di Qatar memiliki dampak besar dalam hubungan kedua negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pangkalan militer AS terbesar di Timteng ini tidak hanya memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga memberikan Qatar akses ke informasi strategis dan keamanan regional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, eksistensinya memberi Qatar legitimasi dalam peran mediasinya, memperkuat posisinya sebagai pemain penting dalam politik regional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal itu sejalan dengan apa yang diungkapkan oleh Robert Keohane dan Joseph Nye pada konsep <em>interdependence </em>atau adanya saling ketergantungan dalam sebuah hubungan antar negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Interdependensi adalah fenomena di mana tindakan atau keputusan satu negara memiliki dampak signifikan pada negara-negara lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka juga menyoroti bahwa dalam situasi interdependensi yang tinggi, negara-negara cenderung mempertimbangkan dampak dari keputusan mereka terhadap negara lain, sehingga mendorong adanya kerjasama dan ketergantungan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini terlihat dari hubungan AS dan Qatar, mereka mendapatkan keuntungan dengan adanya pangkalan militer AS di Qatar. Seperti yang diketahui, negeri Paman Sam pastinya mendapatkan keuntungan dengan adanya pangkalan mereka di Qatar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Qatar sendiri mendapatkan keuntungan karena hal itu akan berpengaruh terhadap daya tawar mereka di kawasan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, selain faktor kekuatan diplomasi dan negosiasi, kedekatan mereka dengan AS membuat akhirnya menjadi negara yang diperhitungkan di Timteng.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di masa depan, Qatar kemungkinan akan terus memainkan peran penting dalam upaya penyelesaian konflik di Timteng, dan hubungan kuatnya dengan AS akan tetap menjadi salah satu pilar utama dalam geopolitiknya.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="1080" height="1161" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/perang-israel-palestina-untungkan-amerika.jpg" alt="perang israel palestina untungkan amerika" class="wp-image-140538" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/perang-israel-palestina-untungkan-amerika.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/perang-israel-palestina-untungkan-amerika-279x300.jpg 279w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/perang-israel-palestina-untungkan-amerika-953x1024.jpg 953w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/perang-israel-palestina-untungkan-amerika-140x150.jpg 140w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/perang-israel-palestina-untungkan-amerika-768x826.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/perang-israel-palestina-untungkan-amerika-696x748.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/perang-israel-palestina-untungkan-amerika-1068x1148.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/11/perang-israel-palestina-untungkan-amerika-391x420.jpg 391w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Diterima Semua Pihak</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Banyak negara di dunia mendambakan peran mereka sebagai juru damai sebuah konflik untuk dapat mempertegas pengaruhnya dalam politik internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejauh ini, negara Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani itu berhasil menjadi negara yang dapat memainkan peran itu dengan cukup baik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum sukses menjadi negosiator gencatan senjata Israel dan Hamas, Qatar telah sukses dalam berbagai diplomasi internasional. Salah satunya, pada tahun 2020 lalu, Qatar sukses menjadi penengah antara AS dan Taliban di Afghanistan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Munculnya Qatar sebagai negara yang menjadi negosiator dalam beberapa konflik menjadi sebuah anomali dalam politik internasional. Selama ini, banyak yang memandang hanya negara dengan kekuatan besar saja yang bisa mempengaruhi keputusan masalah global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, dengan hadirnya Qatar seolah membuktikan negara yang tidak memiliki <em>hard power</em> pun memiliki kapasitas dan sama efektifnya dengan negara besar dalam politik internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Padahal, pada era tahun 1990-an, Qatar masih berada dibawah bayang-bayang Arab Saudi. Tapi, sejak awal abad ke-21, Qatar mulai aktif dalam keterlibatan internasional agar membuat mereka tidak bergantung lagi pada Arab Saudi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika dilihat berbagai konflik yang difasilitasi Qatar, terlihat jika mereka dapat diterima segala pihak. Bahkan, termasuk Israel yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal itu adalah buah dari sikap netral Qatar yang konsisten. Bagaimana tidak, Qatar bisa menampung tokoh-tokoh politik yang membuat kebanyakan negara-negara Arab alergi, tapi juga disisi lain menjadi pangkalan militer AS.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti ketika tokoh pimpinan Hamas yang terusir dari Suriah pada 2012 lalu setelah menentang pemerintahan Bashar Al Assad, Qatar bersedia menampung mereka di negaranya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain sikap netralnya, Qatar juga tak segan berkomitmen membantu secara finansial pasca konflik. Sejatinya, hal itu yang membuat pihak-pihak yang berkonflik bersedia menerima mereka sebagai fasilitator damai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melihat hal itu, Qatar seakan “mengajarkan” dunia internasional untuk menjadi mediator konflik yang efektif dengan modal netralitas dan kesanggupan membantu secara finansial pihak-pihak yang berkonflik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tanpa kedua hal itu, kiranya akan sulit bagi negara manapun untuk menjadi mediator konflik internasional dan menyaingi kemampuan Qatar dalam diplomasi dan negosiasi di kancah perpolitikan internasional. Menarik bukan? (S83)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="q4BSLBFDNn0"><iframe loading="lazy" title="Cawe-cawe Keluarga Rotschild di Akar Perang Israel-Palestina" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/q4BSLBFDNn0?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/qatar-emir-tamim-1024x694.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ukraina Tolak Resolusi Damai Indonesia</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/ukraina-tolak-resolusi-damai-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S91]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Jun 2023 02:18:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[agenda IISS]]></category>
		<category><![CDATA[Gencatan Senjata]]></category>
		<category><![CDATA[Jubir Kemenlu Ukraina]]></category>
		<category><![CDATA[menhan prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[Ukraina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=130190</guid>

					<description><![CDATA[Usulan Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto atas konflik Rusia-Ukraina di agenda IISS Shangri-La Dialogue ditolak pihak Kyiv. Meski mengapresiasi usulan Indonesia, Ukraina tetap menegaskan Rusia adalah agresor dan tidak ada skenario alternatif bagi pasukan Putin selain mundur ke wilayahnya. Usulan damai Menhan Prabowo sendiri terdiri dari lima poin utama, yakni menyegerakan gencatan senjata, menarik masing-masing [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1080" height="1300" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/06/ukraina-tolak-resolusi-damai-indonesia.jpg" alt="ukraina tolak resolusi damai indonesia" class="wp-image-130193" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/06/ukraina-tolak-resolusi-damai-indonesia.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/06/ukraina-tolak-resolusi-damai-indonesia-768x924.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/06/ukraina-tolak-resolusi-damai-indonesia-696x837.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/06/ukraina-tolak-resolusi-damai-indonesia-1068x1285.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/06/ukraina-tolak-resolusi-damai-indonesia-1920x2311.jpg 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/06/ukraina-tolak-resolusi-damai-indonesia-348x420.jpg 348w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Usulan Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto atas konflik Rusia-Ukraina di agenda IISS Shangri-La Dialogue ditolak pihak Kyiv. Meski mengapresiasi usulan Indonesia, Ukraina tetap menegaskan Rusia adalah agresor dan tidak ada skenario alternatif bagi pasukan Putin selain mundur ke wilayahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Usulan damai Menhan Prabowo sendiri terdiri dari lima poin utama, yakni menyegerakan gencatan senjata, menarik masing-masing pasukan sejauh 15 km dari posisi konflik saat ini, membuat zona demiliterisasi di antara posisi pasukan yang telah ditarik, melibatkan pasukan perdamaian PBB, serta menyelenggarakan referendum di wilayah yang disengketakan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/06/ukraina-tolak-resolusi-damai-indonesia-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Haru Biru, Soedirman Tanggalkan Idealisme?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/haru-biru-soedirman-tanggalkan-idealisme/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[I76]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Mar 2022 14:38:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Gencatan Senjata]]></category>
		<category><![CDATA[Jenderal Besar Soedirman]]></category>
		<category><![CDATA[Serangan Umum Satu Maret]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=107084</guid>

					<description><![CDATA[Kisah Panglima Besar Jenderal Besar Soedirman perlu ditiru oleh prajurit-prajurit saat ini. Seperti yang tercatat dalam sejarah, Soedirman sebenarnya punya idealisme tidak setuju gencatan senjata dan berunding dengan Belanda. Lantas, seperti apa sikap Soedirman yang berhadapan dengan idealisme 100 persen merdeka itu?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Kisah Panglima Besar Jenderal Besar Soedirman perlu ditiru oleh prajurit-prajurit saat ini. Seperti yang tercatat dalam sejarah, Soedirman sebenarnya punya idealisme tidak setuju gencatan senjata dan berunding dengan Belanda. Lantas, seperti apa sikap Soedirman yang berhadapan dengan idealisme 100 persen merdeka itu?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide" />



<p class="wp-block-paragraph"><a href="http://www.pinterpolitik.com"><strong><u><strong>PinterPolitik.com</strong></u></strong></a><strong></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Dalam situasi perang, seringkali gencatan senjata menjadi salah satu pilihan untuk mengulur waktu dan memberikan ruang bagi warga sipil untuk dievakuasi. Selain itu pula, tentunya juga mempunyai fungsi sebagai waktu jeda dalam melakukan kompromi atau mediasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara konseptual,&nbsp;gencatan senjata dapat dibagi dalam beberapa istilah, yaitu <em>tr</em><em>uce</em>, <em>ceasefire</em>,&nbsp;dan <em>armistice</em>. Baik <em>truce</em>, <em>ceasefire</em>,&nbsp;dan <em>armistice</em>, apabila diartikan ke dalam bahasa Indonesia mempunyai arti gencatan senjata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Alexander Haryanto dalam tulisannya <em>Apa Arti dan Bedanya Gencatan Senjata: Truce, Ceasefire &amp; Armistice?</em>, memberikan penjelasan tentang perbedaan istilah gencatan senjata. Pertama, <em>truce </em>yang berarti gambaran tentang pengaturan <em>ad-hoc</em>&nbsp;yang dibuat oleh para pejuang untuk menghentikan pertempuran.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Truce</em>&nbsp;tidak membutuhkan negosiasi formal. Sebab, bisa jadi <em>truce</em>&nbsp;hanya dilakukan akibat kelelahan pertempuran dalam waktu panjang,&nbsp;sehingga para pejuang menghentikan sementara operasi militer mereka sebagai upaya untuk mengistirahatkan pasukan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedua, <em>ceasefire</em>, yaitu gencatan senjata formal&nbsp;yang&nbsp;dapat berupa kesepakatan yang dinegosiasikan dan disertai dengan komitmen untuk mengurangi ketegangan. Sebuah komitmen di antara pihak yang bertikai untuk mengembalikan pasukan ke zona aman, zona demiliterisasi atau garis pemisahan yang dibatasi dengan jelas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketiga, <em>armistice </em>adalah kesepakatan formal para pejuang untuk mengakhiri permusuhan&nbsp;dengan cara merundingkan penyelesaian perdamaian dalam jangka panjang. <em>Armistice</em>&nbsp;adalah perjanjian yang mengikat secara hukum. Contohnya, gencatan senjata yang mengakhiri perang dunia. Namun, ini dalam konteks kesepakatan negara yang bertikai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketiga variasi konsep gencatan senjata pernah dialami pejuang kemerdekaan Indonesia melawan Belanda. Misalnya saat agresi militer II tahun 1948, pemimpin politik ditahan dan militer Indonesia&nbsp;diharapkan menyerah dan melakukan gencatan senjata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu, pada 3 Agustus 1949, pemerintah (pimpinan politik) Indonesia dan Belanda mengumumkan gencatan senjata setelah lebih&nbsp;dari&nbsp;tujuh bulan berperang. Gencatan senjata ini menandai babak lain dari perang kemerdekaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi hal ini berbeda jika kita tinjau dalam perspektif militer. Bagi prajurit militer, gencatan senjata adalah simbol awal dari “ketakutan” terhadap lawan. Hal ini terlihat dalam idealisme yang ditunjukkan oleh Jenderal Besar Soedirman, sebagai pimpinan militer.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Soedirman sebagai pimpinan tertinggi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI) saat itu&nbsp;memilih bergerilya dan tidak menggubris ultimatum dari Belanda. Terdapat cerita yang menggambarkan nuansa haru biru, di&nbsp;mana idealisme Soedirman berada pada titik yang dilematis, antara mempertahankan idealisme melawan penjajah ataukah harus melakukan gencatan senjata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, seperti apa kisah dilema Soedirman saat menghadapi kondisi dilematis seperti itu?</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/10/2017-10-05-Soedirman-inspirasi-gatot.jpg" alt="" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Mengenal Sosok Jenderal Besar</strong><strong></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Terlahir dari pasangan rakyat biasa di Purbalingga, Hindia Belanda, Soedirman diadopsi oleh pamannya yang seorang priyayi. Setelah keluarganya pindah ke Cilacap pada tahun 1916, Soedirman tumbuh menjadi seorang siswa&nbsp;yang&nbsp;rajin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejak muda, Soedirman dikenal sebagai pemuda istimewa. Dia pandai berpidato, pemain sepak bola dan teater yang handal. Namun, di sisi lain, Soedirman dikenal sangat alim. Bahkan teman-temannya menjulukinya “Kaji” yang berarti Haji.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Irfan Kamil dalam tulisannya <em>Jejak-jejak Perjuangan Panglima Besar Jenderal Sudirman</em>, menceritakan, setelah&nbsp;Soedirman&nbsp;berhenti kuliah keguruan&nbsp;pada 1936,&nbsp;ia mulai bekerja sebagai seorang guru, dan kemudian menjadi kepala sekolah&nbsp;di sekolah dasar Muhammadiyah. Soedirman&nbsp;lalu&nbsp;menjadi pemimpin Kelompok Pemuda Muhammadiyah pada tahun 1937.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah Jepang menduduki Hindia Belanda pada 1942, Soedirman tetap mengajar. Pada tahun 1944, ia bergabung dengan tentara Pembela Tanah Air (PETA) yang disponsori Jepang,&nbsp;dan&nbsp;menjabat sebagai komandan batalyon di Banyumas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam karier militernya, Soedirman dikenal dekat dengan beberapa&nbsp;tokoh militer lainnya, seperti Gatot Subroto. Gatot Subroto adalah orang yang dianggap mampu meluluhkan hati keras Soedirman yang menolak Indonesia menempuh meja perundingan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fahmi Firdaus dalam tulisannya <em>Gatot Soebroto, Jenderal TNI Pembela Soeharto</em>,&nbsp; mengatakan&nbsp;sosok Gatot Soebroto mempunyai hubungan dekat dengan Soedirman. Soedirman menganggap Gatot sebagai kakak, walaupun pangkat Gatot di bawahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah Perjanjian Roem-Royen ditandatangani, pemerintah Republik Indonesia pun kembali ke Yogyakarta. Namun Jenderal Soedirman masih bergerilya memimpin anak buahnya di luar Yogya, dan hanya Gatot Soebroto lah yang berhasil melemahkan pendirian sang Panglima Besar. Hingga akhirnya pada tanggal 10 Juli 1949,&nbsp;Jenderal Soedirman kembali ke Yogya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam perjuangan Soedirman, sosok istrinya,&nbsp;yaitu Siti Alfiah, merupakan sumber inspirasi dan penyemangat dalam meneguhkan pendiriannya. Alfiah adalah perempuan Jawa yang masih memegang tradisi Jawa dalam melayani suami.</p>



<p class="wp-block-paragraph">E. Rokajat Asuro dalam bukunya <em>Soedirman dan Alfiah: Kisah-kisah Romantis Panglima Besar Jenderal Soedirman</em>, menggambarkan Alfiah sebagai&nbsp; model perempuan Jawa yang dikiaskan dengan lima jari seperti dalam Kitab Serat Centhini. Filosofi Jawa ini mengartikan bahwa peran utama perempuan adalah ketundukan kepada sang suami.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kisah perjuangan tentara di bawah kepemimpinan Jenderal Besar Soedirman mempunyai tantangan yang begitu besar. Tentara Indonesia yang masih dianggap &#8220;pemberontak&#8221; oleh penjajah Belanda memberikan perlawanan sengit. Pertumpahan darah tak bisa dihindari, hal ini yang memicu idealisme untuk tidak akan menyerah dalam melawan pasukan musuh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fadrik Aziz Firdausi dalam tulisannya <em>Sejarah Gencatan Senjata RI-Belanda: Awal Mula Pengakuan Kedaulatan</em>, mencatat, saat Yogyakarta kembali diakui sebagai ibu kota Republik Indonesia,&nbsp;Soekarno, Hatta, dan pemimpin RI lainnya tiba kembali di Yogyakarta.&nbsp;Setelah seluruh perangkat pemerintahan RI lengkap, dimulailah upaya-upaya pelaksanaan Persetujuan Roem-Royen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi perundingan ini bukan sesuatu yang mudah, karena adanya ketidaksetujuan pimpinan militer terhadap gencatan senjata. Soedirman, misalnya, masih kecewa pada Soekarno-Hatta yang tidak menepati janji untuk bergerilya ketika Yogyakarta diserang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hendri F. Isnaeni dalam tulisannya <em>Pengunduran Diri Jenderal Soedirman</em>, mengatakan, karena merasa berbeda dengan idealismenya,&nbsp; Soedirman menghadap Soekarno untuk mengundurkan diri dari posisi Panglima TNI. Ia menyatakan tak bisa lagi mengikuti kebijakan politik pemerintah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Soekarno lalu balas mengultimatum dengan mengatakan, jika Soedirman mundur maka Soekarno-Hatta akan lebih dulu mundur. Sore harinya, Soedirman ditemui Kolonel Nasution di rumahnya. Ditunjukkannya surat pengunduran diri yang sudah ditulis tapi belum ditandatangani. Nasution lantas mencoba melunakkan hati Soedirman, dan akhirnya Panglima Besar itu luluh juga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertemuan dengan Soekarno jadi bukti komitmen Soedirman terhadap Tanah Air. Dia menanggalkan idealisme militernya yang mengisyaratkan bahwa prajurit anti perundingan untuk taat kepada perintah Panglima Tertinggi, yaitu Presiden Republik Indonesia Soekarno.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Well</em>, lantas, seperti apa mengungkap dilema besar yang dirasakan oleh  Soedirman dalam mempertahan idealismenya? </p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/KEISTIMEWAAN-PAHLAWAN-NASIONAL-.jpg" alt="Di Balik Gelar Pahlawan Nasional" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Idealisme Prajurit ala Soedirman</strong><strong></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika kita analisis dari segi patriotisme militer, Soedirman sebagai prajurit pasti akan memilih untuk menolak gencatan senjata. Tapi perlu kita simak konteks peristiwa pada saat itu, di&nbsp;mana tidak semudah hanya bersandar pada pendekatan patriotisme militer,&nbsp;tapi terdapat kompleksitas dalam memilih strategi perjuangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sardiman dalam bukunya <em>Panglima </em><em>Besar </em><em>Jenderal Sudirman</em><em>: Kader Muhammadiyah</em>, memperlihatkan bahwa Soedirman berada di&nbsp;tengah dua arus pemikiran perjuangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dua aliran atau faham strategi perjuangan yang terkuat pada waktu itu, yaitu alam pikiran Sutan Syahrir dan Amir Syarifuddin yang menjalankan politik damai atau perundingan. Kemudian yang berseberangan adalah alam pikiran Tan Malaka yang lebih menginginkan politik perjuangan bersenjata dengan propaganda kemerdekaan 100 persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada awalnya, Soedirman berjalan beriringan dengan konsep Tan Malaka. Soedirman dan Tan Malaka berusaha meyakinkan banyak pihak untuk berani frontal kepada Inggris dan sekutunya. Tak hanya Inggris, kepada Belanda yang jelas penjajah pun tak perlu ragu untuk bersikap keras.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Petrik Matanasi dalam tulisannya <em>Kala Jenderal Soedirman Memilih Jadi Oposisi</em>, mengungkap bahwa Soedirman menolak diplomasi berlebihan dengan negara sekutu yang tak menghargai kedaulatan Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dia tampak tidak sepakat terhadap jalan diplomasi pemerintah kabinet Syahrir dengan Inggris atau Belanda. Menurutnya, lebih baik diatom (di bom) sama sekali daripada tidak merdeka 100 persen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi dalam kondisi yang terbelah, Soedirman dituntut untuk dapat menentukan pilihan yang rasional dan punya dampak lebih banyak terhadap tiap elemen perjuangan. Sebagai Panglima Tinggi komando militer, Soedirman dihadapkan pada kondisi psikologis yang begitu rumit untuk memilih.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peristiwa tersebut sangat menyulitkan posisi Panglima Besar Soedirman, apalagi dalam peristiwa tersebut namanya ikut terkait. Oleh karena itu,&nbsp;Soedirman harus mengambil sikap tegas supaya tidak terjadi perpecahan dalam tubuh tentara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sikap politik militer yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas idealisme militer menjadi pelajaran penting dalam melihat sosok Soedirman. Selain persatuan, Soedirman memberikan garis tegas bahwa politik militer adalah politik pemerintah yang berdaulat. Seorang pimpinan tentara harus tunduk pada supremasi politik pemerintahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Akhirnya, sikap patriotisme yang diperlihatkan oleh Soedirman dapat menjadi pelajaran bagi prajurit-prajurit masa kini. Soedirman memperlihatkan, bahwa eksistensi prajurit berbanding lurus dengan sikap kedisiplinan dan kepatuhannya terhadap pemerintah. Hal ini menjadi pelajaran moral yang besar dalam dunia keprajuritan. (I76)</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide" />



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Misteri Dunia Intelijen: Apakah Mossad Lebih Baik dari CIA?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/cFhmQ7SYKOs?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/03/047895800_1447132922-sudirman-1.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
