<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>gastrodiplomasi &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/gastrodiplomasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 Aug 2023 02:49:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>gastrodiplomasi &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Rendang: Gastrodiplomasi ala Indonesia?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinter-ekbis/rendang-gastrodiplomasi-ala-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A49]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Aug 2023 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pinter Ekbis]]></category>
		<category><![CDATA[enak]]></category>
		<category><![CDATA[gastrodiplomasi]]></category>
		<category><![CDATA[gurih]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[isutw]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[lezat]]></category>
		<category><![CDATA[rendang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=132784</guid>

					<description><![CDATA[PinterPolitik.com Gastrodiplomasi – juga dikenal sebagai diplomasi kuliner atau diplomasi makanan – adalah konsep yang melibatkan penggunaan makanan dan kuliner sebagai alat untuk mempromosikan hubungan diplomatik, membangun pemahaman antarbudaya, dan memperkuat kerja sama internasional antarnegara di dunia. Gastrodiplomasi juga berperan sebagai sarana untuk meningkatkan brand awareness bangsa. Paul Rockower yang merupakan Direktur Eksekutif Diplomasi Publik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://www.pinterolitik.com" rel="nofollow">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Gastrodiplomasi – juga dikenal sebagai diplomasi kuliner atau diplomasi makanan – adalah konsep yang melibatkan penggunaan makanan dan kuliner sebagai alat untuk mempromosikan hubungan diplomatik, membangun pemahaman antarbudaya, dan memperkuat kerja sama internasional antarnegara di dunia. Gastrodiplomasi juga<ins> berperan</ins> sebagai sarana untuk meningkatkan <em>brand awarenes</em>s bangsa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Paul Rockower<ins> yang merupakan</ins> Direktur Eksekutif Diplomasi Publik Levantine, sebuah organisasi diplomasi publik <ins>independen</ins>, menyebutkan premis dasar dari gastrodiplomasi adalah &#8220;<em>the best way to win hearts and minds is through the stomach</em><ins>.</ins>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rendang adalah hidangan berbahan dasar daging yang dimasak dengan santan dan bumbu rempah-rempah khas Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada tahun 2021, <ins>re</ins>ndang masuk ke dalam daftar makanan terbaik di dunia nomor 11 versi CNN. Bahkan<ins>,</ins> sebelum itu di tahun 2011, rendang telah menduduki peringkat pertama dalam World&#8217;s 50 Delicious Food. Rendang mengalahkan berbagai makanan khas lainnya seperti Bebek Peking dari China, Pad Thai dari Thailand<ins>,</ins> dan makanan populer mancanegara lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini menjadi tanda bahwa kelezatan rendang tidak hanya disukai oleh masyarakat Indonesia <ins>tetapi</ins><ins> </ins>juga telah diakui oleh masyarakat dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun dikenal sebagai negara penghasil rempah-rempah dunia <ins>tetapi</ins><ins> </ins>kepopuleran bumbu Indonesia masih kurang dikenal. Itulah mengapa pemerintah menyusun sebuah program bertajuk Indonesia Spice Up The World (ISUTW).</p>



<p class="wp-block-paragraph">ISUTW <ins>yang berlangsung hingga tahun 2024 </ins>adalah salah satu program adalah program kolosal pemerintah, melibatkan lintas kementerian/lembaga, sebagai salah satu upaya meningkatkan pemasaran produk bumbu atau pangan olahan dan rempah Indonesia<ins>, t</ins>erutama di Afrika, Australia, dan negara potensial lainnya. Program ini berlangsung hingga tahun 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengingat berdasarkan data dari<ins> Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)</ins>, nilai ekspor bumbu atau rempah olahan serta komoditas rempah segar di Indonesia mengalami tren positif, dengan rata-rata pertumbuhan 2,95% dalam lima tahun terakhir. Bahkan<ins>,</ins> pada 2020 nilai ekspor mencapai 1,02 miliar dolar Amerika Serikat. (A49)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/08/rendang-1024x576.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Rendang: Gastrodiplomasi ala Indonesia</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/rendang-gastrodiplomasi-ala-indonesia-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M78]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Aug 2023 06:46:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[gastrodiplomasi]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[rendang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=132954</guid>

					<description><![CDATA[Gastrodiplomasi, juga dikenal sebagai diplomasi kuliner atau diplomasi makanan, adalah konsep yang melibatkan penggunaan makanan dan kuliner sebagai alat untuk mempromosikan hubungan diplomatik, membangun pemahaman antarbudaya, dan memperkuat kerjasama internasional antar negara di dunia. Gastrodiplomasi juga sebagai sarana untuk meningkatkan brand awareness bangsa. Paul Rockower Direktur Eksekutif Diplomasi Publik Levantine, sebuah organisasi diplomasi publik independent, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="989" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/08/gastridiplomasi-rendang-goes-to-the-world-989x1024.jpg" alt="gastridiplomasi rendang goes to the world" class="wp-image-132962" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/08/gastridiplomasi-rendang-goes-to-the-world-989x1024.jpg 989w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/08/gastridiplomasi-rendang-goes-to-the-world-290x300.jpg 290w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/08/gastridiplomasi-rendang-goes-to-the-world-145x150.jpg 145w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/08/gastridiplomasi-rendang-goes-to-the-world-768x795.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/08/gastridiplomasi-rendang-goes-to-the-world-696x720.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/08/gastridiplomasi-rendang-goes-to-the-world-1068x1106.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/08/gastridiplomasi-rendang-goes-to-the-world-406x420.jpg 406w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/08/gastridiplomasi-rendang-goes-to-the-world.jpg 1080w" sizes="(max-width: 989px) 100vw, 989px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Gastrodiplomasi, juga dikenal sebagai diplomasi kuliner atau diplomasi makanan, adalah konsep yang melibatkan penggunaan makanan dan kuliner sebagai alat untuk mempromosikan hubungan diplomatik, membangun pemahaman antarbudaya, dan memperkuat kerjasama internasional antar negara di dunia. Gastrodiplomasi juga sebagai sarana untuk meningkatkan brand awareness bangsa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Paul Rockower Direktur Eksekutif Diplomasi Publik Levantine, sebuah organisasi diplomasi publik independent, menyebutkan premis dasar dari gastrodiplomasi adalah &#8220;the best way to win hearts and minds is through the stomach&#8221;.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rendang dikenal dan menjadi salah satu ikon gastrodiplomasi Indonesia pada masyarakat dunia melalui program bertajuk Indonesia Spice Up The World (ISUTW). Rendang adalah hidangan berbahan dasar daging yang dimasak dengan santan dan bumbu rempah-rempah khas Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada tahun 2021, Rendang masuk ke dalam daftar makanan terbaik di dunia nomor 11 versi CNN. Bahkan sebelum itu di tahun 2011, rendang telah menduduki peringkat pertama dalam World&#8217;s 50 Delicious Food . Rendang mengalahkan berbagai makanan khas lainnya seperti Bebek Peking dari China, Pad Thai dari Thailand dan makanan populer mancanegara lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini menjadi tanda bahwa kelezatan rendang tidak hanya disukai oleh masyarakat Indonesia namun juga telah diakui oleh masyarakat dunia.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/08/gastridiplomasi-rendang-goes-to-the-world-989x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menanti Biden &#8220;Beli&#8221; Siomay-Batagor</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/menanti-biden-beli-siomay-batagor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Jan 2023 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Diplomasi Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Gastrodiplomacy]]></category>
		<category><![CDATA[gastrodiplomasi]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Joe Biden]]></category>
		<category><![CDATA[Soft Power]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=122492</guid>

					<description><![CDATA[Tentara-tentara Amerika Serikat viral karena membeli siomay-batagor khas Bandung, Jawa Barat. Kapan giliran Presiden AS Joe Biden yang beli?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Sebuah video viral menunjukkan tentara-tentara Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) yang mengantre untuk membeli siomay dan batagor khas Bandung, Jawa Barat (Jabar). Mungkinkah Presiden AS Joe Biden mengikuti jejak tentara-tentaranya?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Semoga mereka gak sakit perut yaa karena belum terbiasa dengan makanan Indonesia yang relatif memiliki cita rasa pedas” – @RandomWorldWar</p>
</blockquote>



<p class="dropcapp2 wp-block-paragraph">Sudah menjadi pandangan biasa kalau kita melihat <em>influencer</em> atau <em>content creator</em> seperti Nex Carlos memutuskan untuk mencoba makanan yang dijual oleh pedagang-pedagang kaki lima (PKL). Mungkin, kita hanya berucap dalam hati, “<em>Ah</em>, <em>next</em> bisa <em>tuh</em> kita coba-<em>in</em> apa Nex Carlos coba-<em>in</em>.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, pemandangan menjadi unik apabila yang membeli jajanan-jajanan ala PKL justru warga-warga negara asing. Akan menjadi semakin unik lagi kalau yang ternyata pembelinya adalah tentara-tentara asal negara lain yang datang mengantre berbondong-bondong untuk membeli siomay dan batagor khas Bandung, Jawa Barat (Jabar).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemandangan unik inilah yang ditampakkan oleh akun Twitter @RandomWorldWar dalam foto-foto unggahannya pada Selasa, 10 Januari 2023, lalu. Di foto-foto itu, tampak tentara-tentara Angkatan Darat <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/amerika-serikat/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Amerika Serikat</strong></a> (AS) atau US Army mengantre sembari tersenyum dan tertawa mencoba siomay dan batagor yang <em>notabene</em> pedas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untung <em>aja</em>, <em>bule </em>yang datang bukan Dave Jepchott alias Londokampung ya. Bisa-bisa, malah tukang siomay atau batagornya yang kena <em>prank</em>. Kaget <em>nggak tuh</em> kalau ada <em>bule</em> yang bisa <em>ngomong </em>Bahasa Jawa dan suka makan makanan khas Indonesia?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, tahu <em>nggak sih</em> kalau <em>nggak</em> jarang orang-orang Amerika – atau negara-negara Barat lainnya – suka makanan-makanan Asia? Banyak <em>sih</em> tapi ternyata kebanyakan dari mereka suka makanan-makanan Asia yang mereka <em>udah</em> kenal – seperti makanan-makanan khas Jepang (semacam sushi dan ramen), khas Thailand (seperti tom yum), atau khas Korea (seperti ramyun dan odeng).</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, <em>emang</em>-nya Indonesia bisa ya punya budaya dan kuliner yang bisa dikenal oleh negara-negara luar seperti Thailand, Korea, dan Jepang? Bisa <em>dong</em>. <em>But</em>, <em>gimana </em>ya caranya?</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" src="https://lh6.googleusercontent.com/mpLAu6gPvrjSrqa7i2dgJthGRSwa7HY1P42ZDlWYmCd-n6IR3pP8K-42gadkR5yu6GUoDb2i44HKNFo1EKurNsPeKffk7Rh48XqZ36kqY27TIRpK25ctHPVmNw2Nrj5aY_cpYV0W8K17zVk1xR8mrM1ozojla8XcBfpZHXEEkiKn8Ga6LdW4Idp5p0-U2hpYcqMDSweK_Q" alt="Zelensky Biden Siap Keroyok Putin"/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nah</em>, ini <em>nih</em> yang kurang optimal dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Namanya adalah <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/diplomasi-publik/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>diplomasi publik</strong></a>. Mengacu pada tulisan Joseph S. Nye yang berjudul <em>Public Diplomacy and Soft Power</em>, diplomasi semacam ini dilakukan agar negara bisa mendapatkan <em>soft power</em> – yakni sebuah kekuatan agar bagaimana negara A bisa membuat negara B memiliki keiniginan yang sama.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, <em>gimana </em>caranya <em>tuh</em>? <em>Nah</em>, kata Pak Nye <em>nih</em>, ada beberapa sumber <em>soft power</em>. Salah satunya adalah melalui budaya yang dikenalkan kepada dan disukai oleh masyarakat negara lain.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nggak</em> heran kalau ternyata negara-negara seperti AS memiliki <em>soft power</em> yang besar. Negeri Paman Sam memiliki berbagai produk budaya yang disukai oleh masyarakat di berbagai belahan dunia – mulai dari musik, film, hingga kuliner seperti McDonald’s dan Starbucks.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, kan, Indonesia punya beberapa makanan yang diklaim sebagai terenak di dunia – seperti rendang dan nasi goreng? Iya <em>sih</em>, tapi perlu <em>effort </em>juga <em>tuh</em> supaya makanan-makanan ini lebih dikenal secara luas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau tentara-tentara US Army <em>aja</em> bisa suka dengan siomay dan batagor, harusnya masyarakat AS secara luas juga punya kemungkinan untuk suka juga <em>dong</em>. <em>Hmm</em>, <em>gimana nih</em>, bapak dan ibu pengambil kebijakan diplomasi? Menarik <em>nggak</em> <em>tuh</em> kalau punya kebijakan lebih sistemik untuk diplomasi publik?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Siapa tahu<em>, </em>kan, Indonesia nanti bisa menggunakan makanan untuk upaya diplomasi yang lebih signifikan – misal kalau ingin mendamaikan <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/ukraina/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Ukraina</strong></a> dan <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/rusia/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Rusia</strong></a>? Siapa tahu juga kalau nanti ternyata Presiden AS <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/joe-biden/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Joe Biden</strong></a> bisa <em>kayak</em> Presiden AS <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/barack-obama/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Barack Obama</strong></a> yang suka bakso, nasi goreng, dan sate? <em>Hehe</em>. (A43)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="yHe92Lqr8VY"><iframe title="Jika Bung Hatta Yang Jadi Presiden Pertama Indonesia" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/yHe92Lqr8VY?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/01/Menanti-Biden-Beli-Siomay-Batagor-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Nasi Goreng: “Senjata” Politik Andalan Nusantara?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinpol-tv/nasi-goreng-senjata-politik-andalan-nusantara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[B62]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Jul 2022 10:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Horizon]]></category>
		<category><![CDATA[PinPol TV]]></category>
		<category><![CDATA[gastrodiplomasi]]></category>
		<category><![CDATA[nasigoreng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=113286</guid>

					<description><![CDATA[kelezatan nasi goreng tidak hanya dinikmati kita orang Indonesia saja, tapi juga mancanegara loh. Makanan yang satu ini bahkan beberapa kali dinobatkan sebagai salah satu makanan paling enak di dunia, contohnya seperti yang dilakukan CNN pada tahun 2017 dan tahun 2011. Tapi tahukah kalian? Ternyata nasi goreng tidak hanya berfungsi sebagai pemuas lapar saja loh, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Nasi Goreng: “Senjata” Politik Andalan Nusantara?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/3cCdpx1jNg4?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">kelezatan nasi goreng tidak hanya dinikmati kita orang Indonesia saja, tapi juga mancanegara loh. Makanan yang satu ini bahkan beberapa kali dinobatkan sebagai salah satu makanan paling enak di dunia, contohnya seperti yang dilakukan CNN pada tahun 2017 dan tahun 2011. Tapi tahukah kalian? Ternyata nasi goreng tidak hanya berfungsi sebagai pemuas lapar saja loh, tapi juga memiliki sejarah yang sangat kental dengan politik. Seperti apa ya kisah politik nasi goreng? Inilah nasi goreng, alat politik andalan Nusantara!</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/07/maxresdefault-6-1024x576.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
