<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Gas Air Mata &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/gas-air-mata/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 19 Oct 2022 01:49:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Gas Air Mata &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kanjuruhan, Semua Salah Gas Air Mata?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/kanjuruhan-semua-salah-gas-air-mata/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[I76]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Oct 2022 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Gas Air Mata]]></category>
		<category><![CDATA[Kanjuruhan]]></category>
		<category><![CDATA[Polri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=117454</guid>

					<description><![CDATA[“Tidak satupun yang menyebutkan bahwa penyebab kematian adalah gas air mata tapi penyebab kematian adalah kekurangan oksigen” –  Irjen Dedi Prasetyo, Kepala Divisi Humas Mabes Polri PinterPolitik.com Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin sering menjumpai fakta yang bertolak belakang dengan harapan kita – semisal mencintai orang yang mungkin tidak akan dimiliki. Meski akhirnya mengecewakan, lambat laun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>“Tidak satupun yang menyebutkan bahwa penyebab kematian adalah gas air mata tapi penyebab kematian adalah kekurangan oksigen” –  Irjen Dedi Prasetyo, Kepala Divisi Humas Mabes Polri</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="http://www.pinterpolitik.com/"><strong><u><strong>PinterPolitik.com</strong></u></strong></a></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin sering menjumpai fakta yang bertolak belakang dengan harapan kita – semisal mencintai orang yang mungkin tidak akan dimiliki. Meski akhirnya mengecewakan, lambat laun kita bisa menerimanya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berbeda dengan inkonsistensi&nbsp;antara harapan dengan kenyataan, ada hukum alam yang disebut “kausalitas” atau sebab akibat yang suka tidak suka harus kita terima sebagai konsekuensi logis dari kenyataan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, sering&nbsp;kali kausalitas ini luput dari cara berpikir manusia. Hal ini sesuai dengan kritik Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) M. Isnur yang menyoroti pernyataan Polri yang menyebutkan bahwa&nbsp;gas air mata bukanlah penyebab utama kematian.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Isnur menilai Polri tengah menolak konsep kausalitas dalam Tragedi Kanjuruhan. Padahal,&nbsp;sudah jelas bahwa&nbsp;penyebab utamanya kepanikan adalah gas air mata.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sedikit memberikan konteks, sebelumnya pihak Polri mengklaim bahwa penggunaan gas air mata dalam skala tinggi tidak mematikan&nbsp;– bahkan dengan tegas menyebut gas air mata bukan penyebab jatuhnya 131 korban di Kanjuruhan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain dari YLBHI, Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) juga menolak pernyataan gas air mata bukan penyebab kematian.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Anggota TGIPF Rhenald Kasali mengungkapkan bahwa sebenarnya Tragedi Kanjuruhan dapat dicegah jika polisi cukup menggunakan gas air mata yang kapasitasnya untuk meredam agresivitas massa. </p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="832" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/image-74-832x1024.png" alt="image 74" class="wp-image-117456" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/image-74-832x1024.png 832w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/image-74-244x300.png 244w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/image-74-122x150.png 122w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/image-74-768x945.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/image-74-324x400.png 324w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/image-74-696x856.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/image-74-1068x1314.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/image-74-341x420.png 341w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/image-74.png 1080w" sizes="(max-width: 832px) 100vw, 832px" /><figcaption>Mengapa Harus Gas Air Mata?</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Anyway</em>, persoalan ini menjadi menarik karena muncul kesan kalau polisi ingin cuci tangan atas Tragedi Kanjuruhan ini. Tentu,&nbsp;ini berkaitan dengan konteks hukum kausalitas antara gas air mata dengan kematian.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seolah pernyataan polisi memperlihatkan cara berpikir sebab akibat yang keliru, yang dalam istilah Latin disebut dengan “<em>Non causa pro causa</em>” atau “<em>Post-hoc ergo propter hoc</em>”.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sederhananya ungkapan ini memperlihatkan adanya kesalahan bernalar, yang sering terjadi kepada seseorang yang keliru mengidentifikasi penyebab suatu kejadian.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ungkapan ini mengajarkan kita bijak dalam melihat fenomena sosial politik, termasuk hukum, karena pada kenyataannya berpikir hanya merujuk pada pendekatan monokausalitas akan membuat kita terlalu deterministis.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melihat bahwa keniscayaan sebab akibat dengan mengembalikan kausalitas suatu peristiwa pada satu faktor saja. Padahal,&nbsp;ada konsep lain, seperti multi-kausalitas, yang meyakini sebuah peristiwa dilatarbelakangi berbagai faktor.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Teori multi-kausalitas menjelaskan suatu peristiwa dengan berbagai penyebab. Namun,&nbsp;hal ini tidak cukup.&nbsp;Dalam hukum pidana,&nbsp;ada faktor lain yang juga digunakan untuk menuntut pelaku untuk bertanggung jawab.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Eva Achjani Zulfa dalam tulisannya <em>Hukum Pidana Materil &amp; Formil: Kausalitas</em>&nbsp;mengungkapkan bahwa,&nbsp;selain kausalitas, perlu ada unsur kesalahan yang merujuk</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam melihat rangkaian peristiwa pidana, perlu melihat unsur “kontrol pelaku” sebagai syarat peristiwa disebut sebagai tindak pidana. Unsur ini ingin melihat ada tidaknya kehendak bebas pelaku dalam sebuah peristiwa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Literasi Ilmu Hukum&nbsp;mengenal teori <em>Der meist wirksame bedingung</em>&nbsp;yang dicetuskan oleh Birkmeyer. Menurut teori ini, dari rangkaian faktor-faktor,&nbsp;terbentuk kejadian ada faktor yang paling besar pengaruhnya atas sebuah&nbsp; kejadian (<em>meist wirksame</em>).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Teori ini mencari syarat manakah yang dalam keadaan tertentu yang paling banyak berperan untuk terjadinya akibat (<em>meist wirksame</em>) di&nbsp;antara rangkaian syarat-syarat yang tidak dapat dihilangkan untuk timbulnya akibat.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nah</em>, teori ini setidaknya bisa menjadi titik terang bahwa perlu memahami syarat&nbsp; yang&nbsp; paling&nbsp; besar&nbsp; pengaruhnya dan yang paling dekat jaraknya terhadap timbulnya akibat.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kembali ke konteks pernyataan polisi&nbsp;terkait penyebabnya tragedi, hal ini akan menurunkan citra kepolisian yang sedang dibangun kembali oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Polisi,&nbsp;layaknya seorang ksatria, bukan hanya sebagai pencipta kedamaian tapi juga punya nilai&#8211;nilai kepemimpinan.&nbsp;Salah satunya adalah siap bertanggung jawab, jika memang benar kesalahan bermula dari dirinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, biasanya sikap ksatria ini punya antitesis, yaitu seorang pengecut – orang yang dalam peribahasa diumpamakan sebagai “orang yang suka lempar tangan sembunyi batu.” Eh, sebaliknya, ya? <em>Uppsss</em>. <em>Hehehe</em>. (I76)</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="PMSE1_KHOjA"><iframe title="Mobokrasi, Putin Pakai Jasa Mafia?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/PMSE1_KHOjA?start=1&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div><figcaption>Mobokrasi, Putin Pakai Jasa Mafia?</figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/2-polisi-tersangka-pemberi-perintah-tembak-gas-air-mata-tragedi-kanjuruhan_169-1.jpeg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bukan Karena Gas Air Mata?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/bukan-karena-gas-air-mata/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R55]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2022 07:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Arema]]></category>
		<category><![CDATA[Gas Air Mata]]></category>
		<category><![CDATA[Kanjuruhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=117597</guid>

					<description><![CDATA[Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo sebut kematian di tragedi Kanjuruhan akibat gas air mata. Menurutnya, gas air mata justru tidak mematikan. Irjen Dedi sebut kematian terjadi akibat kekurangan oksigen. Klaim itu dibantah sejumlah pihak. Peneliti ISESS Khairul Fahmi sebut gas air mata menjadi penyebab kepanikan sehingga suporter berdesak-desakan dan kekurangan oksigen.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="851" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/infografis-Bukan-Karena-Gas-Air-Mata-851x1024.jpg" alt="infografis bukan karena gas air mata" class="wp-image-117600" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/infografis-Bukan-Karena-Gas-Air-Mata-851x1024.jpg 851w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/infografis-Bukan-Karena-Gas-Air-Mata-249x300.jpg 249w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/infografis-Bukan-Karena-Gas-Air-Mata-125x150.jpg 125w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/infografis-Bukan-Karena-Gas-Air-Mata-768x924.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/infografis-Bukan-Karena-Gas-Air-Mata-696x838.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/infografis-Bukan-Karena-Gas-Air-Mata-1068x1286.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/infografis-Bukan-Karena-Gas-Air-Mata-349x420.jpg 349w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/infografis-Bukan-Karena-Gas-Air-Mata.jpg 1080w" sizes="(max-width: 851px) 100vw, 851px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo sebut kematian di tragedi Kanjuruhan akibat gas air mata. Menurutnya, gas air mata justru tidak mematikan. Irjen Dedi sebut kematian terjadi akibat kekurangan oksigen. Klaim itu dibantah sejumlah pihak. Peneliti ISESS Khairul Fahmi sebut gas air mata menjadi penyebab kepanikan sehingga suporter berdesak-desakan dan kekurangan oksigen.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/infografis-Bukan-Karena-Gas-Air-Mata-851x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mengintip Anggaran Gas Air Mata Polri</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/mengintip-anggaran-gas-air-mata-polri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M78]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Oct 2022 06:36:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Andri Prasetiyo]]></category>
		<category><![CDATA[Anggaran Gas Air Mata]]></category>
		<category><![CDATA[Gas Air Mata]]></category>
		<category><![CDATA[Polri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=116983</guid>

					<description><![CDATA[Usai Tragedi Stadium Kanjuruhan 2022 terjadi di Malang, Jawa Timur (Jatim), pada 1 Oktober 2022 kemarin, perdebatan masih berlanjut hingga kini soal siapa yang perlu disalahkan. Beberapa menyalahkan kelompok supporter yang masuk ke dalam lapangan. Beberapa lainnya menyalahkan metode kontrol massa yang dijalankan oleh polisi saat itu. Salah satu yang menjadi sorotan adalah penggunaan gas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/mengintip-anggaran-gas-air-mata-ed.-819x1024.jpg" alt="mengintip anggaran gas air mata ed." class="wp-image-116985" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/mengintip-anggaran-gas-air-mata-ed.-819x1024.jpg 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/mengintip-anggaran-gas-air-mata-ed.-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/mengintip-anggaran-gas-air-mata-ed.-120x150.jpg 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/mengintip-anggaran-gas-air-mata-ed.-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/mengintip-anggaran-gas-air-mata-ed.-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/mengintip-anggaran-gas-air-mata-ed.-1068x1335.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/mengintip-anggaran-gas-air-mata-ed.-336x420.jpg 336w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/mengintip-anggaran-gas-air-mata-ed..jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Usai Tragedi Stadium Kanjuruhan 2022 terjadi di Malang, Jawa Timur (Jatim), pada 1 Oktober 2022 kemarin, perdebatan masih berlanjut hingga kini soal siapa yang perlu disalahkan. Beberapa menyalahkan kelompok <em>supporter</em> yang masuk ke dalam lapangan. Beberapa lainnya menyalahkan metode kontrol massa yang dijalankan oleh polisi saat itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu yang menjadi sorotan adalah penggunaan gas air mata. Ini membuat sejumlah pihak menyoroti anggaran pengadaan kebutuhan gas air mata dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) beberapa tahun terakhir, yakni sejak tahun 2014 hingga tahun 2022.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Data yang diungkapkan oleh peneliti ekonomi dan kebijakan publik, Andri Prasetiyo, menunjukkan bahwa anggaran untuk gas air mata sempat menurun. Namun, angka kembali meningkat sejak tahun 2020 – diduga karena rentatan demonstrasi besar yang terjadi pada tahun 2019 silam.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/mengintip-anggaran-gas-air-mata-ed.-819x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa Harus Gas Air Mata?  </title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/mengapa-harus-gas-air-mata/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M78]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Oct 2022 11:26:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Gas Air Mata]]></category>
		<category><![CDATA[Listyo Sigit Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[Tragedi Kanjuruhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=116975</guid>

					<description><![CDATA[Penggunaan gas air mata di dalam stadion pun sudah dilarang dalam Pasal 19 FIFA Stadium Safety and Security Regulations &#8220;Dilarang membawa atau menggunakan senjata api atau gas pengendali massa (gas air mata)”. Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta menyatakan aparat menggunakan gas air mata karena tindakan penonton anarkis dan dianggap membahayakan keselamatan. Kapolri Jenderal Listyo [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="832" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/Mengapa-harus-gas-air-mata-832x1024.jpg" alt="mengapa harus gas air mata" class="wp-image-116977" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/Mengapa-harus-gas-air-mata-832x1024.jpg 832w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/Mengapa-harus-gas-air-mata-244x300.jpg 244w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/Mengapa-harus-gas-air-mata-122x150.jpg 122w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/Mengapa-harus-gas-air-mata-768x945.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/Mengapa-harus-gas-air-mata-324x400.jpg 324w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/Mengapa-harus-gas-air-mata-696x856.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/Mengapa-harus-gas-air-mata-1068x1314.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/Mengapa-harus-gas-air-mata-341x420.jpg 341w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/Mengapa-harus-gas-air-mata.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 832px) 100vw, 832px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Penggunaan gas air mata di dalam stadion pun sudah dilarang dalam Pasal 19 FIFA Stadium Safety and Security Regulations &#8220;Dilarang membawa atau menggunakan senjata api atau gas pengendali massa (gas air mata)”. Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta menyatakan aparat menggunakan gas air mata karena tindakan penonton anarkis dan dianggap membahayakan keselamatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan Semuanya akan kita dalami dan ini akan menjadi satu bagian yang akan kita investigasi secara tuntas, baik dari penyelenggara, dari sisi pengamanan. Polri akan mengaudit penggunaan gas air mata denhgan mendalami terkait SOP satgas atau tim pengamanan saat pelaksanaan pertandingan, memeriksa sejumlah pihak yang mengetahui gambaran tragedi, dan &nbsp;akan diproses secara hukum apabila terdapat unsur pidana.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/Mengapa-harus-gas-air-mata-832x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
