<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Flexing &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/flexing/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 31 Mar 2023 20:29:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Flexing &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pejabat Sudah Tidak Bisa &#8216;Flexing&#8217;?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/pejabat-sudah-tidak-bisa-flexing/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S85]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Mar 2023 16:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Flexing]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Rafael Alun Trisambodo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=126811</guid>

					<description><![CDATA[Berbagai larangan agar pejabat dan ASN tidak 'flexing' mulai dikeluarkan oleh pemerintah. Apakah pejabat dan keluarganya sudah tidak bisa 'flexing'?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Aksi </strong><strong><em>flexing</em></strong><strong> sejumlah keluarga pejabat negara ramai bertebaran di media sosial (medsos) bisa jadi segera mencapai akhir.</strong> <strong>Beberapa larangan pamer harta kekayaan dikeluarkan sebagian lembaga.</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“They were drunk on youth, fueled by greed, and higher than kites”– The Wolf off Wall Street (2013)</p>
</blockquote>



<p class="dropcapp2 wp-block-paragraph">Gaya hidup mewah dan foya-foya diceritakan dalam film <em>The Wolf of Wall Street </em>(2013) yang disutradarai oleh Martin Scorsese. Film ini dibintangi oleh aktor ternama, Leonardo DiCaprio, yang berperan sebagai Jordan Belfort.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Belfort digambarkan sebagai seorang <em>broker</em> saham yang pintar dalam menarik investor. Namun, kesuksesan Belfort dalam menarik investor dijadikan sebagai modus penipuan dalam kasus pencucian uang yang membuat harta kekayaannya melejit.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Harta itu Belfort gunakan untuk melakukan gaya hidup mewah dan foya-foya dalam konteks negatif – seperti mabuk-mabukan, main perempuan, sampai memakai jenis narkotika.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sampai pada akhirnya, perusahaan yang dibangun Belfort tercatat dalam kasus korupsi dan pencucian uang. Kehidupan Belfort telah hancur dan harus menanggung konsekuensi atas semua kejahatannya. Perusahaannya berhasil ditutup oleh Federal Bureau of Investigation<em> </em>(FBI).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya kasus Belfort ini diangkat dari kisah nyata <em>loh.</em> Bukan <em>nggak </em>mungkin, hal ini kembali mengingatkan dengan kejadian di kehidupan nyata yang terjadi belakangan ini terkait deretan para keluarga pejabat yang suka foya-foya dan gemar memamerkan hidup mewah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aksi <em>flexing – </em>istilah yang merujuk pada makna “memamerkan sesuatu” – di media sosial (medsos) yang kerap dilakukan para keluarga pejabat berdampak pada imbas pejabat itu sendiri untuk menerima konsekuensi akibat ulah gaya hidup mewah yang dipamerkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bahkan, <em>nih, </em>deretan keluarga pejabat yang ditemukan suka <em>flexing </em>ditindaklanjuti – bahkan tidak segan-segan dicopot dari jabatannya. Memangnya siapa saja <em>sih </em>deretan keluarga yang gemar melakukan aksi <em>flexing</em>?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kasus ini bermula dari pencopotan jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang bernama Rafael Alun Trisambodo.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Polemik pejabat kaya ini dilanjutkan dengan isu Kepala Bea Cukai Makassar Andhi Pramono yang&nbsp; ketahuan memiliki aset-aset mewah miliknya yang sudah tersebar di medsos.&nbsp; Namun, nasib Andhi masih beruntung karena dirinya bisa mempertahankan jabatan tersebut.</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/p/CqC_zuFMa5e/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" src="https://lh4.googleusercontent.com/2p7lkYMTcFd3l98S9A6-uC2Sr_n-MQbYWYG481I92NTZyHsg1FqBjnq9WDnfnhrol08ZNVEYhHiu91IuSlwFgFOvaf79dCnpPfZ1QVO-cJHRomhWom8jNE5ATevaI-bjBOG4CG-1SGNpC0yPaV70nQ" alt="Era Flexing Keluarga Pejabat Berakhir"/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak sampai situ, mantan Kepala Kantor Bea Cukai Yogyakarta Eko Darmanto juga doyan <em>flexing</em> <em>nih</em>. Status Eko saat ini sudah resmi dipecat akibat aksi pamer di media sosial pribadinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Wah, </em>masih ada lagi <em>nih</em>. Sekarang, di luar dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), yaitu mantan Kepala Badan Pertahanan Nasional (BPN) Jakarta Timur (Jaktim), dicopot dari jabatannya akibat perilaku keluarganya kerap menunjukkan gaya hedonis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, mantan Kasubag Administrasi Kendaraan Biro Umum Kementerian Sekretariat Negara (Kemsesneg) Esha Rahmansah Abrar dicopot dari jabatannya akibat ulah istrinya yang kerap me-<em>posting</em> pamer harta di medsos.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Waduh</em>, <em>kok</em> rasa-rasanya aksi <em>flexing</em> di medsos oleh deretan para keluarga pejabat seperti <em>syndromes – </em>tanda gejala klinis yang sering berhubungan dan muncul secara bersamaan<em> – </em>yang&nbsp; merajalela ya?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kejadian kasus yang sedang ramai belakangan ini, jika mengacu pada tulisan Michael Johnson <em>Syndromes of Corruption: Wealth, Power, and Democracy, </em>aspek partisipasi dan institusi dapat terlihat dari dua sisi antara yang lebih kuat dengan yang lebih lemah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aspek kelemahan muncul dari jenis korupsi – yang mana dilakukan seperti kasus penggeledahan suap oleh elite politik yang kuat dan dominan terlibat dalam korupsi akan rakus dengan kekayaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ya, memang <em>sih</em> harta kekayaan yang dimiliki oleh para pejabat juga disinyalir datang dari kekuasaan mereka sebagai elite politik. Jadi, tidak heran kalau deretan pejabat harta kekayaannya tidak masuk akal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, agaknya sekarang pejabat lebih berhati-hati ketika melakukan – jika tidak ingin akhir kehidupannya sama seperti Belfort di film <em>The Wolf of Wall Street </em>yang berujung hancur karena suka foya-foya dan melakukan penggelapan dana.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ya, kalau bisa <em>sih</em>, harus taat dengan melaporkan harta kekayaan – jika tidak ingin berujung dipanggil oleh Komisi Pemberantas Korupsi (KPK). Penasaran <em>deh</em>, kira-kira siapa lagi berikutnya ya? <em>Hehe.</em> (S85)</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="UdAXVefxYP0"><iframe title="Ribuan Triliun Hilang dari Pajak Indonesia Setiap Tahun | One Step Closer with Hadi Poernomo" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/UdAXVefxYP0?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/04/Pejabat-Sudah-Tidak-Bisa-Flexing.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Era &#8216;Flexing&#8217; Keluarga Pejabat Berakhir?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/era-flexing-keluarga-pejabat-berakhir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S91]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Mar 2023 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Anggora Polri]]></category>
		<category><![CDATA[Flexing]]></category>
		<category><![CDATA[Kompolnas]]></category>
		<category><![CDATA[Pamer Kekayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Polri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=126291</guid>

					<description><![CDATA[Tiati gais jangan kebanyakan pamer. Anggota Kompolnas, Poengky Indarti menyuarakan pada masyarakat dan media untuk ikut pantau anggota Polri yang hobi &#8216;flexing&#8217; atau memamerkan gaya hidup merwah, khususnya para perwira tinggi. Dalam pandangan yang lebih luas, hal ini hanya jadi salah satu contoh fenomena meningkatnya perhatian publik saat ini terhadap kekayaan pejabat-pejabat di Indonesia. Menurut [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1080" height="1300" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Era-Flexing-Keluarga-Pejabat-Berakhir.jpg" alt="era flexing keluarga pejabat berakhir" class="wp-image-126294" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Era-Flexing-Keluarga-Pejabat-Berakhir.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Era-Flexing-Keluarga-Pejabat-Berakhir-768x924.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Era-Flexing-Keluarga-Pejabat-Berakhir-696x837.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Era-Flexing-Keluarga-Pejabat-Berakhir-1068x1285.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Era-Flexing-Keluarga-Pejabat-Berakhir-1920x2311.jpg 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Era-Flexing-Keluarga-Pejabat-Berakhir-348x420.jpg 348w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Tiati gais jangan kebanyakan pamer.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Anggota Kompolnas, Poengky Indarti menyuarakan pada masyarakat dan media untuk ikut pantau anggota Polri yang hobi &#8216;flexing&#8217; atau memamerkan gaya hidup merwah, khususnya para perwira tinggi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam pandangan yang lebih luas, hal ini hanya jadi salah satu contoh fenomena meningkatnya perhatian publik saat ini terhadap kekayaan pejabat-pejabat di Indonesia. Menurut kalian, apakah ini jadi pertanda berakhirnya era &#8216;flexing&#8217; para keluarga pejabat?</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Era-Flexing-Keluarga-Pejabat-Berakhir-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
