<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Esemka &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/esemka/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 Feb 2023 02:50:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Esemka &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Esemka dan Politik Menggelitik Mobil Listrik</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/esemka-dan-politik-menggelitik-mobil-listrik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[J61]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Feb 2023 03:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Batu Bara]]></category>
		<category><![CDATA[Esemka]]></category>
		<category><![CDATA[IIMS]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil Listrik]]></category>
		<category><![CDATA[PKS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=124754</guid>

					<description><![CDATA[Mobil Esemka yang kini kembali muncul dalam versi “elektrik” ramai mendapat respons minor karena diketahui bukan buatan dalam negeri. PKS berada dalam barisan pengkritik dan menuntut pemerintahan Presiden Jokowi memberikan klarifikasi. Lalu, mengapa perdebatan Esemka kembali muncul? Benarkah ada kaitannya dengan tahun politik atau lebih dari itu?&#160; PinterPolitik.com&#160; “Reuni” Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan mobil [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Mobil Esemka yang kini kembali muncul dalam versi “elektrik” ramai mendapat respons minor karena diketahui bukan buatan dalam negeri. PKS berada dalam barisan pengkritik dan menuntut pemerintahan Presiden Jokowi memberikan klarifikasi. Lalu, mengapa perdebatan Esemka kembali muncul? Benarkah ada kaitannya dengan tahun politik atau lebih dari itu?</strong>&nbsp;</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/"><strong>PinterPolitik.com</strong>&nbsp;</a></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">“Reuni” Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan mobil Esemka di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2023 pada hari Kamis pekan lalu meninggalkan perdebatan politik yang cukup menarik.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Itu setelah anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS Mulyanto menyoroti mobil listrik PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka), Bima EV, yang belakangan diketahui merupakan buatan Tiongkok, bukan produksi dalam negeri.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti diketahui, Esemka digadang-gadang memang menjadi ikon mobil buatan Indonesia sejak dipopulerkan Jokowi kala menjabat Wali Kota Solo.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mulyanto mendesak Presiden Jokowi untuk memberi penjelasan tentang status mobil Esemka karena dianggap berimplikasi secara ekonomi (subsidi), hukum, dan politik yang serius.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Momentum jelang tahun politik juga menjadi satu titik tolak kritik politisi PKS itu terhadap “reuni” Presiden Jokowi dan Esemka.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kritik itu pun seolah berkelindan dengan perdebatan di lini masa terhadap Esemka yang dianggap “ghoib” karena kembali muncul setelah lama tak terdengar.&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1080" height="1300" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/infografis-Mobil-Listrik-ala-Esemka.jpg" alt="infografis mobil listrik ala esemka" class="wp-image-124202" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/infografis-Mobil-Listrik-ala-Esemka.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/infografis-Mobil-Listrik-ala-Esemka-768x924.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/infografis-Mobil-Listrik-ala-Esemka-696x837.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/infografis-Mobil-Listrik-ala-Esemka-1068x1285.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/infografis-Mobil-Listrik-ala-Esemka-1920x2311.jpg 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/infografis-Mobil-Listrik-ala-Esemka-348x420.jpg 348w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum ramai menjadi sorotan khalayak luas, Direktur Utama Esemka Eddy Wirajaya telah menyebut tidak ada keterkaitan bertendensi politis di antara Presiden Jokowi dan Esemka.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Jadi kami ini murni bisnis, tidak ada kaitan atau hubungannya dengan Pak Jokowi atau politik,&#8221; begitu penegasan Eddy.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, mengapa perdebatan Esemka kembali muncul dan tetap mengemuka? Serta, seperti apa makanya secara politik dalam diskursus mobil listrik yang tengah bergairah belakangan ini?&nbsp;</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Residu Politik Jokowi?</strong>&nbsp;</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kendati aspek bernuansa politis telah tegas dibantah oleh Dirut Esemka, sorotan kepada Presiden Jokowi tak lepas dari kendaraan itu sendiri yang sejak awal digunakan menjadi instrumen politiknya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dipopulerkan tahun 2011 hingga 2012 saat menjabat sebagai Wali Kota Solo, popularitas politik Jokowi yang merakyat seolah meningkat dengan kepeduliannya pula pada industri mobil nasional.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum menjadi perusahaan seperti saat ini, mobil Esemka pertama kali dikembangkan pada tahun 2007 silam oleh seorang pemilik bengkel Kiat Motor asal Klaten, Jawa Tengah bernama Sukiyat.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kendaraan roda empat itu dirakit dan diproduksi dengan memberdayakan pelajar Sekolah Menengan Kejuruan (SMK). Hasilnya, sembilan unit prototipe pertama mobil lahir dengan merk Kiat Esemka.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah menarik perhatian di ajang pameran Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) pada 2009, beberapa tahun berselang Jokowi menjadikan Esemka tipe Rajawali sebagai kendaraan dinas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo.&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="768" height="853" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/12/Infografis-Luhut-dan-Visi-Mobil-Listrik-01.jpg" alt="" class="wp-image-69984" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/12/Infografis-Luhut-dan-Visi-Mobil-Listrik-01.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/12/Infografis-Luhut-dan-Visi-Mobil-Listrik-01-270x300.jpg 270w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/12/Infografis-Luhut-dan-Visi-Mobil-Listrik-01-696x773.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/12/Infografis-Luhut-dan-Visi-Mobil-Listrik-01-378x420.jpg 378w" sizes="(max-width: 768px) 100vw, 768px" /><figcaption class="wp-element-caption">Print</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Di titik itulah Presiden Jokowi seolah merengkuh akumulasi populismenya dengan menjadikan Esemka sebagai salah satu instrumen politik. Tak lain, Jokowi dinilai menggunakannya untuk promosi menjadi Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2012 plus Presiden pada&nbsp;2014.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sayangnya, Esemka seolah ditinggalkan Jokowi dan “menghilang” setelahnya. Esemka kemudian&nbsp;kembali muncul pada tahun 2015 saat mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) A.M. Hendropriyono mengambil peran dalam mengembangkan mobil tersebut.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, peran Hendro seakan tak terlampau berpengaruh. Esemka tetap redup sebelum kemunculannya di IIMS 2023 kembali menarik perhatian.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kembali, keberpihakan terhadap industri mobil lokal yang bahkan dikerjakan oleh anak SMK, tampak menjadi satu variabel pendongkrak populisme Jokowi tak dapat dipungkiri memainkan peran pada masa itu (seputaran tahun 2011 hingga 2014).&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ali Noer Zaman dalam <em>Kemunculan Jokowi di Pentas Politik Nasional</em> juga menyinggung bagaimana korelasi Esemka dan populisme Jokowi.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengutip Abdul Hamid dalam <em>Jokowi’s Populism in the 2012 Jakarta Gubernatorial Election</em>, Ali menerangkan ciri prominen populisme Jokowi adalah harapan, terobosan, dan perubahan sosial yang dibawanya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Postulat itu juga selaras dengan analisis Marcus Mietzner dalam publikasi berjudul <em>Jokowi: Rise of a polite populist</em>.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, Mietzner menyebut karakteristik populisme Jokowi kala itu menjadi antitesis sempurna sebagai alternatif kemunculan Prabowo Subianto yang juga memiliki ambisi kepemimpinan nasional.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tetapi, populisme tak melulu berbuntut positif bagi Jokowi. Dalam <em>The double-edged sword: the political appropriation of the concept of populism</em>, Ainur Elmgren menyebut populisme bagaikan pedang bermata dua.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak hanya menjadi senjata untuk memenangkan “pertempuran” politik, populisme disebut Elmgren dapat berbalik menjadi celah politik.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Elmgren, populisme memang dapat menjadi alat politik, tetapi maknanya cepat berfluktuasi dan bahkan dianggap tidak relevan. Titik ini yang dapat menjadi mata pedang lainnya dalam pertarungan politik yang dapat dimanfaatkan aktor rival. Itu yang kiranya terjadi pada impresi terkini <em>comeback</em> Esemka dan Presiden Jokowi. &nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Akan tetapi, fluktuasi populisme itu tak dimaksimalkan oleh rival politik Jokowi, dalam hal ini PKS yang cukup aktif mengkritik.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejauh ini, PKS terlihat hanya menuntut tanggung jawab moral dan politik dari Presiden Jokowi dan pemerintahannya mengenai Esemka.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Padahal, secara kasat mata, tak ada kepentingan lagi kiranya bagi Jokowi jelang 2024 untuk &#8220;menunggangi&#8221; Esemka.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">PKS semestinya&nbsp;bisa melontarkan kritik dan diskursus yang lebih komprehensif, bahkan hingga menyentuh gerakan masif transformasi kendaraan listrik nasional belakangan ini yang jauh dari kata sempurna. Mengapa demikian?&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="1080" height="1350" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-jokowi-ngebet-listrik-ed..jpg" alt="kenapa jokowi ngebet listrik ed." class="wp-image-116712" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-jokowi-ngebet-listrik-ed..jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-jokowi-ngebet-listrik-ed.-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-jokowi-ngebet-listrik-ed.-819x1024.jpg 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-jokowi-ngebet-listrik-ed.-120x150.jpg 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-jokowi-ngebet-listrik-ed.-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-jokowi-ngebet-listrik-ed.-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-jokowi-ngebet-listrik-ed.-1068x1335.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-jokowi-ngebet-listrik-ed.-336x420.jpg 336w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Bukan Soal Esemka?</strong>&nbsp;</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Bradley W. Lane dan kawan-kawan dalam <em>Government Promotion of the Electric Car: Risk Management or Industrial Policy? </em>menyebutkan dua kemungkinan mengapa suatu pemerintahan gencar mempromosikan mobil listrik.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Pertama</em>, tentu kebijakan menggenjot sektor industri mobil listrik merupakan tindakan <em>risk management</em> yang berkaitan dengan lingkungan. <em>Kedua</em>, gencarnya promosi mobil listrik adalah sebagai tindakan kebijakan industri jangka panjang.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks Indonesia, persoalan lingkungan kiranya bukanlah tujuan utama, Sebab, bisa dikatakan bergeliatnya industri dan penggunaan mobil listrik tidak akan serta merta dapat menyelesaikan permasalahan lingkungan yang begitu kompleks.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Itu dikarenakan, Indonesia sendiri belum sepenuhnya mengimplementasikan pemanfaatan energi baru dan terbarukan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut, Lane mengatakan promosi terhadap mobil listrik bisa dipandang sebagai intervensi pemerintah untuk menguntungkan klaster ekonomi atau industri tertentu, seperti perusahaan dan organisasi.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain memiliki pangsa pasar otomotif yang sangat potensial, Indonesia juga memiliki keunggulan lain yang kiranya dapat membuat banyak negara tergiur, yakni cadangan nikel.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan data US Geological Survey, cadangan nikel Indonesia mencapai 21 juta metrik ton. Angka ini seharusnya menjadikan Indonesia sebagai pemain utama nikel dunia.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika kelak mampu mengolah nikel menjadi baterai, bukan tidak mungkin Indonesia akan&nbsp;menjadi “juragan” baterai kendaraan listrik sejagad.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di titik ini, selain latar belakang positif seperti investasi, pembukaan lapangan pekerjaan, dan transfer teknologi, telaah kritis semestinya dapat ditujukan pada pertanyaan, yakni kepada siapakah keuntungan ekonomi-politik dari potensi pengembangan mobil listrik dan kekayaan nikel Indonesia bermuara?&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain dapat disanggah berdasarkan analisis Lane, konsumsi listrik Indonesia yang mayoritas masih berasal dari PLTU (batu bara) juga kian menegasikan intensi <em>risk management</em> terhadap lingkungan di balik “politik mobil listrik”.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Our World in Data mencatat, 86,95 persen dari total produksi listrik Indonesia tahun 2020 berasal dari bahan bakar fosil. Sementara pembangkit listrik berbasis batu bara masih menjadi yang terbesar atau mencapai 66,81 persen.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Artinya, selain <em>legacy</em> “politik mobil listrik”, tentu terdapat keuntungan finansial menggiurkan dari data tersebut terhadap geliat&nbsp;mobil listrik di Indonesia.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jangan sampai, gencarnya promosi mobil listrik seantero negeri dinodai&nbsp;dengan kecenderungan minor seperti konflik kepentingan bernuansa politik dalam bisnis produksi listrik, pengolahan potensi nikel menjadi baterai, hingga pengadaan dan produksi mobil listrik itu sendiri. (J61)&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="IHWwLWnMn5c"><iframe loading="lazy" title="Misi Rahasia di Balik TKA Tiongkok" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/IHWwLWnMn5c?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/Jokowi-Esemka-1024x576.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Wah, Ada ‘Hantu’ Esemka Lagi?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/wah-ada-hantu-esemka-lagi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F46]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2020 07:49:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Esemka]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Tiongkok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=102580</guid>

					<description><![CDATA[“Momentum kehidupan adalah suatu masa di mana waktu, keadaan, dan orang-orang sedang berpihak kepada Anda” – Bong Candra, motivator asal Indonesia PinterPolitik.com Gengs,&#160;mimin&#160;mau&#160;sharing&#160;dulu&#160;nih. Jadi, dulu sewaktu&#160;mimin&#160;iseng belajar tentang dunia kewirausahaan, ada strategi yang dinamakan &#8216;momen peluncuran&#8217;. Kurang lebihnya, momen ini dibutuhkan oleh pengusaha mana pun dalam membaca segmentasi pasar sekaligus kondisi yang sedang terjadi. Saking [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h4 class="wp-block-heading"><strong>“Momentum kehidupan adalah suatu masa di mana waktu, keadaan, dan orang-orang sedang berpihak kepada Anda” – Bong Candra, motivator asal Indonesia</strong></h4>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide" />



<p class="wp-block-paragraph"><a href="http://pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph"><em>Gengs</em>,&nbsp;<em>mimin</em>&nbsp;mau&nbsp;<em>sharing</em>&nbsp;dulu&nbsp;<em>nih</em>. Jadi, dulu sewaktu&nbsp;<em>mimin</em>&nbsp;iseng belajar tentang dunia kewirausahaan, ada strategi yang dinamakan &#8216;momen peluncuran&#8217;. Kurang lebihnya, momen ini dibutuhkan oleh pengusaha mana pun dalam membaca segmentasi pasar sekaligus kondisi yang sedang terjadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saking pentingnya momen ini, sampai-sampai ada&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;salah satu pengusaha yang bilang bahwa meluncurkan produk&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;seperti halnya dengan konsep memiliki bayi. Keduanya sama-sama memiliki karakter momentum-an yang&nbsp;<em>relate</em>, yakni&nbsp;<em>launching</em>&nbsp;atau lahirnya tergantung pada&nbsp;<em>kesiapan</em>&nbsp;produk atau bayi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bukan melulu&nbsp;<em>ngikuti</em>&nbsp;kemauan penjual atau ibu,&nbsp;<em>cuy</em>. Jadi, konsep dasarnya, dunia usaha harus menyesuaikan kesiapan barang dan kondisi sosial-ekonomi masyarakat. Sudah itu&nbsp;<em>aja</em>&nbsp;kalau dipahami – bisa&nbsp;<em>moncer</em>&nbsp;<em>deh</em>&nbsp;pasti produk yang kita jajakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, dari konsep dasar di atas, kayaknya kita perlu&nbsp;<em>deh</em>&nbsp;mengomentari dunia usaha negeri, apalagi yang menggunakan klaim atas nama ‘buatan asli anak negeri’. Sebab, kalau&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;dikasih komentar konstruktif&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;takutnya mereka terbuai pada kegiatan yang hanya sekadar produksi, tanpa melihat strategi menjual barang. Ya, kan sama aja&nbsp;<em>boong</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari letupan kegiatan produksi ‘anak negeri’ yang paling tenar, tentu saja mobil Esemka buatan PT Solo Manufaktur Kreasi yang identik dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) patut&nbsp;<em>mimin</em>&nbsp;lirik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada barang baru juga&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;di tahun ini, yaitu&nbsp;<strong><a href="https://www.viva.co.id/otomotif/mobil/1295676-mobil-baru-esemka-segera-meluncur-harganya-bikin-kaget/">Esemka</a></strong><strong>&nbsp;</strong>yang akan segera di-<em>launching</em>&nbsp;nggak lama lagi. Seperti itu informasi yang ditulis oleh&nbsp;<em>admin</em>&nbsp;Instagram @esemkaofficial_ pada Senin 24 Agustus 2020.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sekilas hal itu bikin hati&nbsp;<em>mimin</em>&nbsp;berdegup kencang karena sedikit bangga&nbsp;<em>sih</em>&nbsp;pada rencana peluncuran produk kedua setelah produk pertama berupa mobil bak terbuka berhasil diluncurkan tahun lalu. Namun, kalau dipikir-pikir kok ada yang janggal&nbsp;<em>deh</em>,&nbsp;<em>cuy</em>. Setelah&nbsp;<em>mimin</em>&nbsp;renungkan, ternyata janggalnya&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;ada di aspek waktu peluncurannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rasanya seperti <em>nggak</em> peka sosial-ekonomi masyarakat dan dunia. Sadar <em>nggak sih</em> kalian, <em>gengs</em>? Bayangin saja. Kondisi keuangan masyarakat sekarang kan sedang terkapar akibat Covid-19 ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sampai-sampai,&nbsp;<em>mimin</em>&nbsp;mau&nbsp;<em>ngopi</em>&nbsp;saja&nbsp;<em>lho mikir</em>&nbsp;kalau mau di cafe. Itu artinya, daripada saat ini fokus pada penghamburan uang, mending buat memenuhi kebutuhan primer dulu, sepakat kan?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bahkan, imbauan ini pun juga disampaikan Pak&nbsp;<strong><a href="https://galamedia.pikiran-rakyat.com/news/pr-35686834/daya-beli-masyarakat-mentok-presiden-jokowi-beri-tugas-berat-untuk-luhut-binsar-panjaitan/">Presiden Joko Widodo</a></strong>&nbsp;(Jokowi)&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;– bahwa daya beli masyarakat&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;sudah mentok alias lebih banyak diarahkan pada soal pemenuhan hidup mendasar daripada beli barang bernilai mahal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Memang&nbsp;<em>sih</em>, Esemka ini bermaksud agar industri tetap berjalan. Sebab, pikirnya kan untuk produk Esemka sudah banyak yang ikut&nbsp;<em>open PO.&nbsp;</em>Namun,&nbsp;<em>mbok ya&nbsp;</em>jangan sekarang diluncurkannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain ada omongan produk ini terbatas pada kalangan kelas atas, juga kok kayaknya kurang bijak&nbsp;<em>deh</em>&nbsp;kalau pabrikan dalam negeri ini justru&nbsp;<em>nggak</em>&nbsp;berpihak pada kondisi masyarakat negeri ini yang lebih umum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu juga, mendingan waktu-waktu seperti ini, cocok digunakan buat me-<em>fix</em>-kan dan menyempurnakan pabrikan mobil&nbsp;<em>lho</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Esemka harus sadar lah, bahwa dibanding dengan salah satu BUMN, yakni Pindad, peminat Esemka&nbsp;<em>tuh</em>&nbsp;lebih sedikit. Bahkan, Pak Prabowo pun sampai kepincut dengan Maung buatan Pindad&nbsp;<em>tuh</em>, pun Anang Hermansyah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ingat&nbsp;<em>lho</em>&nbsp;ya.&nbsp;<em>Mimin</em>&nbsp;kasih tahu. Industri film Hollywood saja rela menunda rilis film garapan Marvel hanya untuk menunjukkan kepekaan sosial-ekonomi di tengah pandemi. Ya, masa Esemka malah kurang mawas begini sih.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, tapi,apa ini jadi taktik dari Esemka juga ya – biar terlihat kegiatan masih berjalan? Pasalnya, beberapa waktu lalu, perusahaan ini juga sempat&nbsp;<strong><a href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20200802182511-4-176957/pabrik-dikabarkan-kembang-kempis-ini-kabar-terbaru-esemka/">disorot</a></strong>&nbsp;karena tidak ada aktivitas yang terlihat di pabriknya di tengah pandemi Covid-19.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lagi pula, rilis mobil Esemka pertama yang dianggap seperti ‘hantu’ ini <strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/hantu-itu-bernama-esemka/">disebut</a></strong> punya kembaran <em>lho</em> di Tiongkok. <em>Nggak </em>kaget juga <em>sih</em> kalau mobil terbarunya pun punya <strong><a href="https://www.carmudi.co.id/journal/china-foday-landfort-esemka-garuda-1/">kembaran</a></strong> lagi. <em>Hufft</em>. (F46)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Ketika BTS dan ARMY Masuk Politik" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/TJad74y1jYg?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="132" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ruang-publik-banner.jpg" alt="Banner Ruang Publik" class="wp-image-91015" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ruang-publik-banner.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ruang-publik-banner-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ruang-publik-banner-150x19.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ruang-publik-banner-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ruang-publik-banner-696x90.jpg 696w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Wah-Ada-‘Hantu-Esemka-Lagi-1024x579.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Masih Hantu, Esemka Buatan Tiongkok?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/masih-hantu-esemka-buatan-tiongkok/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S13]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Sep 2019 09:54:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Esemka]]></category>
		<category><![CDATA[Fadli Zon]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=64506</guid>

					<description><![CDATA[“Saya kira kejujuran bahwa itu bukan mobil nasional itu menandakan bahwa ini bukan komponen nasional yang mayoritas, siapa tahu ini mobil dari Tiongkok sana dibikin di Indonesia, dirakit. Kalau begitu semua orang juga bisa”. – Fadli Zon, Wakil Ketua DPR PinterPolitik.com B eberapa hari terakhir memang pemberitaan ramai mengulas aksi Jokowi meresmikan pabrik mobil PT [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Saya kira kejujuran bahwa itu bukan mobil nasional itu menandakan bahwa ini bukan komponen nasional yang mayoritas, siapa tahu ini mobil dari Tiongkok sana dibikin di Indonesia, dirakit. Kalau begitu semua orang juga bisa”. – Fadli Zon, Wakil Ketua DPR</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">B</span></p>
<p>eberapa hari terakhir memang pemberitaan ramai mengulas aksi Jokowi meresmikan pabrik mobil PT Solo Manufaktur Kreasi alias Esemka.</p>
<p>Akhirnya, setelah beribu-ribu abad lamanya – eh, maksudnya setelah beribu-ribu malam dan siang penuh penantian, mobil yang namanya Esemka ini jadi juga toh.</p>
<p>Bukan apa-apa sih, soalnya <em>brand-</em>nya itu sudah kadung buruk di masyarakat. Mobil Esemka ini sempat dicap sebagai siluman dan hantu. Bahkan kehadirannya itu udah kayak lagunya grup band Utopia yang judulnya <em>Antara Ada dan Tiada. </em>Namanya juga utopia, ya ada dan tiada lah. <em>Upppss. Hehehe.</em></p>
<p>Tapi, rupanya Presiden Jokowi berhasil membuktikan bahwa mobil Esemka yang membawa dirinya dari Solo hingga jadi RI-1 seperti sekarang ini, emang beneran bisa diwujudkan.</p>
<p>Buat yang belum tahu, mobil Esemka yang pertama kali muncul di tahun 2007 emang jadi populer ketika digunakan oleh Jokowi sebagai kendaraan dinas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo. Bahkan, mobil ini membuat nama Jokowi terus tersorot dan akhirnya mendapatkan popularitas yang besar.</p>
<p>Ibarat kata, Esemka ini jadi batu loncatan Jokowi dari Wali Kota sampai jadi Presiden seperti sekarang ini.</p>
<p>Hmm, tapi butuh waktu sampai 12 tahun loh untuk bisa beneran produksi mobil yang satu ini. Yang agak membingungkan, Esemka ini nggak mau disebut sebagai mobil nasional loh. Lha kok bisa?</p>
<p>Nggak ada yang tahu pasti juga sih alasannya.</p>
<p>Tapi, boleh jadi hal tersebut karena banyak komponen mobilnya yang masih berasal dari luar negeri. Kalau kata Menteri Perhubungan Budi Karya, <em>local content </em>mobil tersebut ada di atas 60 persen. Sementara Jokowi sebut ada di bawah 80 persen. Artinya, kemungkinan besar angkanya ada di antara 60-80 persen.</p>
<p><em>Beh, </em>ini mah nggak lebih baik dibandingkan mobil-mobil pabrikan Jepang dan Eropa kayak bangsanya Toyota dan kawan-kawannya. Mobil Xenia-Avanza misalnya, <em>local content-</em>nya sampai 94 persen, Terios 89 persen, Agya-Ayla 92 persen, dan Sigra-Calya 92 persen.</p>
<p>Nah, hal inilah yang membuat muncul spekulasi bahwa mobil Esemka ini sebenarnya buatan luar negeri juga. Salah satunya disampaikan oleh Wakil Ketua DPR Fadli Zon.</p>
<p>Bang Fadli bilang bahwa mengapa mobil ini nggak disebut mobil nasional alias mobnas, kemungkinan besar karena emang komponennya berasal dari luar. Bahkan, doi sampai menyebut nama negara Tiongkok sebagai negara yang besar kemungkinan menjadi asal dari sebagian besar komponen mobil tersebut.</p>
<p>Wah, berarti masih jadi hantu dong mobil Esemka ini dalam konteks identitas mobil nasional. Ibaratnya seperti The Flying Dutchman yang adalah kapal hantu yang harus berlayar sepanjang masa, jangan-jangan begitulah nasib mobil Esemka. <em>Upppss. </em>(S13)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="5YMrvaGzf6g"><iframe loading="lazy" title="Menerawang Sejarah Organisasi Papua Merdeka" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/5YMrvaGzf6g?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di <a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di <strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong> untuk informasi lebih lanjut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/09/dfghj-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Prabowo: Presiden Kok Etok-etok!</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/prabowo-presiden-kok-etok-etok/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S13]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Apr 2019 12:30:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Esemka]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[Tommy Soeharto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=54457</guid>

					<description><![CDATA[“Jangan pura-pura engkau menangis, jangan pura-pura engkau bersedih. Kebencianku tak dapat kau tukar dengan air mata”. – Mansyur S., Jangan Pura-Pura PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]ura-pura, dalam bahasa Jawa “etok-etok”, adalah kondisi ketika apa yang dilakukan bukanlah hal yang sesungguhnya. Pura-pura buta artinya bisa melihat. Pura-pura sakit artinya sehat. Pura-pura lupa artinya masih ingat. Kalau pura-pura cinta? Bikin [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Jangan pura-pura engkau menangis, jangan pura-pura engkau bersedih. Kebencianku tak dapat kau tukar dengan air mata”. – Mansyur S., <em>Jangan Pura-Pura</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]ura-pura, dalam bahasa Jawa “etok-etok”, adalah kondisi ketika apa yang dilakukan bukanlah hal yang sesungguhnya.</p>
<p>Pura-pura buta artinya bisa melihat. Pura-pura sakit artinya sehat. Pura-pura lupa artinya masih ingat. Kalau pura-pura cinta? Bikin sakit hati <em>cuy</em>. <em>Hehe. </em></p>
<p>Buat yang sering ngalamin alias di-PHP-in orang, yang sabar ya. Kasus ini umum terjadi di seluruh dunia, bukan hanya di negara +62 alias Indonesia saja.</p>
<p>Lalu bagaimana kalau pura-pura itu ada dalam dunia politik?</p>
<p>Lha politik bukannya emang dunia kepura-puraan? Koran The New York Times edisi 28 Desember tahun 1879 bahkan sudah <a href="https://timesmachine.nytimes.com/timesmachine/1879/12/28/80704946.pdf"><strong>menyebutkan</strong></a> hal tersebut.</p>
<p><hr /><p><em>Yang paling parah, ada yang etok-etok jadi presiden. Bilangnya independen, eh nggak tahunya petugas partai. Upppss. Itu kata kubunya Prabowo loh ya.</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fterkini%2Fprabowo-presiden-kok-etok-etok%2F&#038;text=Yang%20paling%20parah%2C%20ada%20yang%20etok-etok%20jadi%20presiden.%20Bilangnya%20independen%2C%20eh%20nggak%20tahunya%20petugas%20partai.%20Upppss.%20Itu%20kata%20kubunya%20Prabowo%20loh%20ya.&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr /></p>
<p>Sementara Bob Marley dalam lagunya yang berjudul “No Woman No Cry” menyinggung hal ini ketika ia menceritakan kenangan duduk di sebuah taman pemerintah dan menyaksikan para hipokrit alias orang-orang yang berpura-pura baik. Bahasa kerennya “munafikers”.</p>
<p>Kolumnis The Washington Post, Michael Gerson bahkan langsung <a href="https://www.washingtonpost.com/opinions/trumps-hypocrisy-is-good-for-america/2016/11/28/7cde5d42-b5a3-11e6-b8df-600bd9d38a02_story.html"><strong>mengidentikkan</strong></a> hipokrisi atau kepura-puraan sebagai hal yang berkaitan langsung dengan politik.</p>
<p>Ibaratnya, politik tanpa hipokrisi itu kayak Avengers tanpa Iron Man. Tetap keren sih, tapi nggak dapat geregetnya.</p>
<p>Nah, hal itulah yang sekarang dikritik oleh Prabowo Subianto. Kandidat nomor urut 02 pada Pilpres 2019 ini menyindir program mobil nasional “siluman” bernama Esemka yang hingga kini nggak jelas batang bumpernya – hidungnya mobil <em>cuy</em>. Program mobil itu adalah salah satu yang menjadi daya tarik publik untuk memilih Jokowi di Pilpres 2014 lalu.</p>
<p>&#8220;Kita ingin punya mobil buatan Indonesia yang benar-benar buatan Indonesia, bukan mobil etok-etok”, begitu kata Prabowo.</p>
<p>Hmm, apa ini nggak lagi ngritik kubu sendiri ya? Soalnya dulu pernah ada tuh mobil nasional etok-etok di zaman Soeharto.</p>
<p>Itu loh yang dikerjakan sama Tommy Soeharto, yang namanya Timor biar terkesan kearifan lokal. Eh nggak taunya itu hasil produksi perusahaan dari negara di Asia Timur, Korea Selatan.</p>
<p>Tapi, nggak mungkin sih Prabowo nyindir Tommy. Mantan ipar soalnya <em>cuy. </em>Paling mungkin sih emang ngritik Jokowi, tapi bukan soal mobil Esemka doang.</p>
<p>Sepertinya sih Prabowo benar-benar menunjukkan bahwa saat ini yang etok-etok itu banyak di Indonesia. Ada yang etok-etok ketabrak mobil sampai bengkak segede bakpao, terus ditahan di penjara yang etok-etok pula.</p>
<p>Ada yang etok-etok bilang ekonomi bagus, eh nggak taunya sekarang pusat-pusat perbelanjaan lagi sepi. Ada yang etok-etok cewek, nggak taunya cowok. <em>Uppps, </em>ampun Lucinta.</p>
<p>Yang paling parah, ada yang etok-etok jadi presiden. Bilangnya independen, eh nggak tahunya petugas partai. <em>Upppss. </em>Itu kata kubunya Prabowo loh ya. <em>Hehehe.</em></p>
<p>Emang bahaya sih kalau ke-etok-etokan alias hipokrisi tumbuh subur di Indonesia. Soalnya masyarakat jadi nggak bisa menilai pemimpin mana yang benar-benar jujur.</p>
<p>Tapi, kalau bicara politik sebagai cara untuk meraih kekuasaan, hipokrisi mah biasa aja dan sering digunakan kok. Apalagi kalau politisinya itu Machiavellian, <em>beh </em>udah pasti bakal banyak cara-cara yang etok-etok.</p>
<p>Buat masyarakat sih yang penting nggak pura-pura cinta aja. Soalnya, sakit, Lucinta.<em> Hehe. </em>(S13)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="Lt09KhpLcng"><iframe loading="lazy" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/Lt09KhpLcng?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/04/ghjkl-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Lagi-lagi Malaysia Bikin Iri</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/lagi-lagi-malaysia-bikin-iri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F41]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Jan 2019 10:39:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Esemka]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia vs Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Proton]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=46870</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Seandainya. Itu pasti kata yang paling menyedihkan di dunia ini.&#8221; ~Mercedes Lacke PinterPolitik.com [dropcap]B[/dropcap]aru-baru ini, para aktivis Twitter Indonesia sedang dibikin baper oleh Malaysia. Tapi kali ini bukan karena rebutan pulau, makanan, atau budaya loh ya. Kali ini beda gaes… Malaysia benar-benar bikin ngiri sekaligus bikin nyinyir. Wkwkwk. Ya, kebaperan ini bermula dari beredarnya berita [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>&#8220;Seandainya. Itu pasti kata yang paling menyedihkan di dunia ini.&#8221; ~Mercedes Lacke</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]B[/dropcap]aru-baru ini, para aktivis Twitter Indonesia sedang dibikin baper oleh Malaysia. Tapi kali ini bukan karena rebutan pulau, makanan, atau budaya loh ya. Kali ini beda <em>gaes</em>… Malaysia benar-benar bikin ngiri sekaligus bikin nyinyir. <em>Wkwkwk</em>.</p>
<p>Ya, kebaperan ini bermula dari beredarnya berita mengenai Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad yang dibonceng naik mobil Proton Saga oleh Sultan Ibrahim dari Johor. Terus, para netizen pada baper gitu <em>ye kan</em>…</p>
<p>Proton Saga itu merupakan merek kendaraan nasional milik Malaysia. Terus kebetulan yang dipakai itu mobil keluaran lama. Konon, hadiah yang diberikan Mahathir kepada ayah Sultan Ibrahim, Sultan Iskandar, ketika masih menjabat sebagai Yang Di Pertuan Agung Malaysia.</p>
<p>Mobil berwarna biru ini umurnya udah lumayan tua ya. Udah gitu masih kuat banget. Mahathir aja mengaku terkagum-kagum dengan kualitas mobil nasional yang diproduksi saat dirinya menjabat sebagai perdana menteri di masa lalu tersebut.</p>
<p>Seperti yang capres nomor 10 Nurhadi bilang, setiap kelebihan pasti ada kembalian. <em>Nah</em>, kelebihan yang dimiliki mobil Proton ini, dikembalikan oleh netizen menjadi nyinyiran untuk Presiden Joko Widodo. <em>Yoeh</em>, netizen kembali mempertanyakan kehadiran mobil Esemka.</p>
<p><hr /><p><em>Halloooo? Mobil Esemkanya ada? Ohh, cuma gimmick rupanya. Hmmm~</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fterkini%2Flagi-lagi-malaysia-bikin-iri%2F&#038;text=Halloooo%3F%20Mobil%20Esemkanya%20ada%3F%20Ohh%2C%20cuma%20gimmick%20rupanya.%20Hmmm~&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr /></p>
<p>Esemka itu dulu kan disebut-sebut bakal dijadikan sebagai mobil nasional. Jokowi mendapat simpati masyarakat juga gara-gara jualan mobil Esemka itu. Terus inget juga dulu <em>doi</em> pernah bilang kalau pemesanan Esemka jumlahnya sudah mencapai ribuan.</p>
<p>Tahun lalu Ma’ruf Amin juga mencoba memunculkan <em>gimmick</em> yang sama. Katanya Esemka akan <em>launching </em>di akhir Oktober 2018, <em>ehhh</em>, sampai sekarang nggak pernah kecium tuh asep knalpotnya. Maha kadang-kadang politikus.</p>
<p>Bukannya memperjelas nasib mobil Esemka, Jokowi malah menambah <em>gimmick</em> dengan mengatakan akan menghadirkan Motor Listrik Gesits. Katanya sudah mulai diproduksi dari tahun lalu dan akan <em>launching</em> awal tahun ini. Tapi manaaaaa? Manaaaaaaa?</p>
<p><em>Ehhhh ehhh ehhh</em>, maaf remnya blong, Sahabat. Kalau kata Pakde Jokowi, harusnya kita bisa sabar, ini ujian. <em>Yaa</em>, emang kebohongan politisi itu ujian hidup masyarakat banget <em>sih</em>. <em>Wkwkwkwk. </em>(E36)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/01/Sultan-Johor-saat-mengantar-Mahathir-naik-Proton-Saga.-Foto-Youtube-1024x576.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Esemka Menjerumuskan Jokowi</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/belajar-politik/esemka-menjerumuskan-jokowi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[G42]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Nov 2018 10:34:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Belajar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Esemka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=44228</guid>

					<description><![CDATA[“Bohong itu nikmat, buktinya banyak politisi hobi berbohong.” PinterPolitik.com [dropcap]A[/dropcap]ngin baru saja menelisik masuk ke dalam ruang kerjaku. Ia hadir bersama dengan sebuah kabar. Kabar itu berisikan tentang banyak pihak yang menunggu kabar kelanjutan proyek mobil nasional yang digadang-gadang sejak 2012 lalu. Ketika itu Presiden Jokowi masih menjabat jadi Wali Kota Solo. Waduh! Sontak setelah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Bohong itu nikmat, buktinya banyak politisi hobi berbohong.”</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]A[/dropcap]ngin baru saja menelisik masuk ke dalam ruang kerjaku. Ia hadir bersama dengan sebuah kabar. Kabar itu berisikan tentang banyak pihak yang menunggu kabar kelanjutan proyek mobil nasional yang digadang-gadang sejak 2012 lalu. Ketika itu Presiden Jokowi masih menjabat jadi Wali Kota Solo.</p>
<p>Waduh! Sontak setelah saya mendengar kabar itu, saya pergunakan mesin pencarian Google untuk mencari dalang di balik berita yang mengganggu itu! Beberapa menit berlalu, Google pun berhasil membantu saya menemukan sumber bunyi itu! Ternyata sumber itu berasal dari pengamat politik Hendri Satrio, ia mengatakan seperti ini:</p>
<p><hr /><p><em>“Kita tanya pada pemerintah, kapan kepastiannya mobil Esemka itu terimplementasi. Ini semua harus jelas”. </em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fbelajar-politik%2Fesemka-menjerumuskan-jokowi%2F&#038;text=%E2%80%9CKita%20tanya%20pada%20pemerintah%2C%20kapan%20kepastiannya%20mobil%20Esemka%20itu%20terimplementasi.%20Ini%20semua%20harus%20jelas%E2%80%9D.%20&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr /></p>
<p>Hendri pun berpendapat seharusnya Jokowi serius menggarap proyek mobil nasional Esemka. Apalagi, produksi massal Esemka menjadi salah satu isu penting menjelang Pilpres 2014 lalu.  Baginya Esemka ini kan juga yang mengantar Jokowi menjadi RI-1. Kalau tidak diproduksi, nanti malah jadi fitnah.</p>
<p>Mengetahui hal itu, saya langsung berucap seperti ini di dalam hati:</p>
<p>“Ini orang seberapa peduli ya sama Jokowi? Sampai-sampai dia takut sekali Jokowi terkena fitnah. Apa kalau Jokowi terserang demam, orang ini juga akan mengalami kegelisahan yang sama? Entahlah, saya berharap saja tidak sampai sebegitunya. Salah-salah bisa muncul sekte baru yang memuja dan menyembah sampai sebegitunya”.</p>
<p>Tetapi yang terpenting dari semua ini, bukan permasalahan Hendri takut Jokowi kena fitnah atau Jokowi terkena demam. Yang terpenting dari  kisah ini adalah tuntutan kita kepada Jokowi untuk menjawab atau menjelaskan soal mobil Esemka. Kenapa?</p>
<p>Ya jelas lah <em>gengs, </em>mau sampai periode ketiga Jokowi tidak akan bisa mengimplementasikan mobil Esemka itu! Soalnya kan kemarin Jokowi lebih memilih investasi dari Tiongkok yang menaruh dan mempercayakan Indonesia menjadi pabrik mobil yang mereknya mirip mata juling, Wuling. Kalau investasi tiongkok dengan mobil Wuling-nya saja sudah bermiliar-miliaran, mana mungkin sih Jokowi berani buat pabrik mobil Esemka? Kalaupun doi berani, ya paling enggak keuntungannya dibagi dua sama siapa gitu.</p>
<p>Intinya, berhentilah nuntut janji Jokowi terkait mobil Esemka! Kalaupun Jokowi berani jelasin juga, jawabannya akan mengecewakan kita semua. Kalian enggak percaya sama saya? Bagus deh kalau enggak percaya sama saya. Memang lebih baik percaya sama Tuhan, dibanding harus percaya sama saya apalagi harus percaya sama politisi kayak Jokowi. <em>Uppss</em>, jangan baper ya. Apa yang <em>eyke</em> bilang bener kok, percayanya sama Tuhan aja, soalnya kalau percayanya sama manusia jadi musrik namanya! <em>Wkwkwk. </em>(G35)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/download.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Gesits, Calon Esemka Baru Jokowi</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/belajar-politik/gesits-calon-esemka-baru-jokowi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[G42]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Nov 2018 12:36:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Belajar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Esemka]]></category>
		<category><![CDATA[gesits]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=43457</guid>

					<description><![CDATA[“Nasionalisme yang sejati, nasionalismenya itu bukan semata-mata copy atas tiruan dari nasionalisme Barat, akan tetapi timbul dari rasa cinta akan manusia dan kemanusiaan.” ~ Bung Karno PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]residen Jokowi baru saja menjamu pihak motor listrik Gesits di Istana. Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Indonesia tersebut juga berkesempatan menjajal motor listrik Gesits. Gesits yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Nasionalisme yang sejati, nasionalismenya itu bukan semata-mata copy atas tiruan dari nasionalisme Barat, akan tetapi timbul dari rasa cinta akan manusia dan kemanusiaan.” ~ Bung Karno</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]residen Jokowi baru saja menjamu pihak motor listrik Gesits di Istana. Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Indonesia tersebut juga berkesempatan menjajal motor listrik Gesits.</p>
<p>Gesits yang merupakan motor listrik asli buatan anak bangsa, dikembangkan oleh Garansindo bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Menurut Jokowi, motor itu akan segera memasuki tahap produksi. Waduh agenda kampanye lagi nih <em>gengs</em>. <em>Wkwkwk</em>.</p>
<p><hr /><p><em>Komentar Jokowi setelah mencoba motor Gesits cukup positif. Bahkan menurut Jokowi, motor  listrik ini berhasil membuat dirinya menjadi semakin gesit.</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fbelajar-politik%2Fgesits-calon-esemka-baru-jokowi%2F&#038;text=Komentar%20Jokowi%20setelah%20mencoba%20motor%20Gesits%20cukup%20positif.%20Bahkan%20menurut%20Jokowi%2C%20motor%20%20listrik%20ini%20berhasil%20membuat%20dirinya%20menjadi%20semakin%20gesit.&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr /></p>
<p>Selain itu kata Jokowi, meski motor Gesits tidak ada suaranya, namun tetap bisa mengganggu pendengaran Prabowo-Sandi kok melalui berita kabar nasional. <em>Ahahaha, eh </em>soal gangguan pendengaran Prabowo-Sandi, <em>eyke</em> yang nambahin aja ya <em>gengs,</em> bukan kata Jokowi beneran. <em>Hehehe.</em></p>
<p>Menurut kabar yang beredar, motor Gesits akan diproduksi secara massal pada bulan Januari 2019 mendatang. Motor ini pun telah melalui serangkaian uji coba. Bahkan, motor listrik itu sudah diuji jalan jarak jauh dari Jakarta sampai Bali. Selama pengujian jarak jauh itu, tidak ada kendala sama sekali. <em>Widih,</em> bisa jadi mainan Jokowi nih di debat Pilpres nanti. <em>Wkwkwk.</em></p>
<p>Btw <em>gengs</em>, siapa nih di antara kalian yang minat membeli motor Gesits? Kalau <em>eyke</em> sih berminat banget <em>gengs</em> mau beli motor ini, meskipun bakalan jadi bagian dari agenda kampanyenya Jokowi. Kenapa?</p>
<p>Iya jelas lah <em>gengs, </em>soalnya siapa lagi yang mau dukung produk dalam negeri kalau bukan kita selaku masyarakat Indonesia? Percuma <em>gengs, </em>kalau yang kaya gini sudah didukung pemerintah, tapi masyarakatnya enggak mau dukung. Ya <em>eyke </em>tahu kok pikiran kalian pasti kayak gini ya:</p>
<p>“Ah ini mah sementara, agenda Jokowi doang buat pencitraan. Paling juga nasibnya kayak mobil Esemka, enggak jelas.”</p>
<p>Gitu kan pikiran kalian? Sama <em>gengs,</em> awalnya <em>eyke </em>juga mikirnya kayak gitu. Tapi kalau <em>eyke</em> pikir-pikir lagi, masa sih <em>eyke </em>harus berpikir gitu terus. Kalau gitu terus, mau sampai kapan Indonesia kayak begini? Betul apa betul <em>gengs?</em> (G35)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="O8efWMFZpC4"><iframe loading="lazy" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/O8efWMFZpC4?start=231&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/7cdd8661-187b-4ed8-a8be-c0e5658e5ccf.jpeg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Dewi Fortuna Itu Bernama Gesits</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/dewi-fortuna-itu-bernama-gesits/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M39]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Nov 2018 10:13:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Esemka]]></category>
		<category><![CDATA[gesits]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[motor nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=43398</guid>

					<description><![CDATA[Peluncuran Gesits adalah golden momentum bagi Jokowi dalam menciptakan counter-attack serangan-serangan oposisi terkait realisasi mobil Esemka PinterPolitik.com [dropcap]N[/dropcap]asib mobil Esemka boleh jadi hanya dianggap menjadi mimpi masa lalu Jokowi dan Ma’ruf Amin dalam kampanye politiknya beberapa waktu lalu. Namun pada kenyataannya, mimpi produksi kendaraan nasional nampaknya masih menjadi komoditas politik paling menjual dalam konteks menghadapi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Peluncuran </strong><strong>Gesits adalah <em>golden momentum</em> bagi Jokowi dalam menciptakan <em>counter-attack</em> serangan-serangan oposisi terkait realisasi mobil Esemka</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]N[/dropcap]asib mobil Esemka boleh jadi hanya dianggap menjadi mimpi masa lalu Jokowi dan Ma’ruf Amin dalam kampanye politiknya beberapa waktu lalu. Namun pada kenyataannya, mimpi produksi kendaraan nasional nampaknya masih menjadi komoditas politik paling menjual dalam konteks menghadapi Pilpres 2019.</p>
<p>Kemarin, Jokowi kembali menghebohkan jagat maya maupun nyata selepas meresmikan dan melakukan uji coba terhadap Gesits, merek komersil untuk motor listrik nasional yang telah dikembangkan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sejak 2015 lalu.</p>
<p>Bekerja sama dengan PT Gesits Technologies Indo dan PT Wika Industri dan Konstruksi, salah satu BUMN terkemuka milik Indonesia, rencananya motor listrik pertama buatan dalam negeri ini akan diproduksi secara massal pada Januari 2019 mendatang.</p>
<p>Lalu bagaimanakah sebenarnya peluang dan tantangan yang akan didapat Jokowi dengan momentum meluncurnya Gesits di pasar otomotif Indonesia? Mungkinkah Gesits akan bernasib sama dengan Esemka atau justru akan menjadi keberuntungan Jokowi 5 bulan jelang Pilpres 2019?</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-43400" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/GESITS-Kendaraan-Baru-Jokowi-.jpg" alt="Dewi Fortuna Itu Bernama Gesits" width="1080" height="1080" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/GESITS-Kendaraan-Baru-Jokowi-.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/GESITS-Kendaraan-Baru-Jokowi--150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/GESITS-Kendaraan-Baru-Jokowi--300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/GESITS-Kendaraan-Baru-Jokowi--768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/GESITS-Kendaraan-Baru-Jokowi--1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/GESITS-Kendaraan-Baru-Jokowi--696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/GESITS-Kendaraan-Baru-Jokowi--1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/GESITS-Kendaraan-Baru-Jokowi--420x420.jpg 420w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></p>
<h4><strong>Menjual Optimisme</strong></h4>
<p>Nasionalisme selalu menjadi topik penting menjelang pemilu. Dan kini, nasionalisme dan identitas kebangsaan bisa semakin dikuatkan melalui optimisme kendaraan nasional yang kembali digulirkan pemerintah melalui program motor listrik Gesits.</p>
<p>Dalam konteks bisnis, sebenarnya ambisi mobil nasional adalah dilema tersendiri bagi negara-negara berkembang. Hal ini menyangkut daya saing pasar dan ketergantungan yang telah terjadi pada produk-produk otomotif negara maju.</p>
<p><hr /><p><em>Kehadiran Gesits ini berpotensi semakin meningkatkan  national pride dan national identity Indonesia</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fin-depth%2Fdewi-fortuna-itu-bernama-gesits%2F&#038;text=Kehadiran%20Gesits%20ini%20berpotensi%20semakin%20meningkatkan%20%20national%20pride%20dan%20national%20identity%20Indonesia&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr /></p>
<p>Terlebih, pasar kendaraan bermotor negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia telah dikuasai oleh produk-produk Korea, Jepang, Amerika dan Eropa.</p>
<p>Meskipun demikian, hampir sebagian besar negara-negara berkembang di Asia Tenggara memiliki ambisi untuk membangun industri mobil nasional.</p>
<p>Malaysia misalnya, sudah memulai proyek mobil nasional sejak era Mahatir Mohammad. Proton adalah merek mobil nasional milik Malaysia yang bertahan akibat adanya upaya proteksionisme pemerintah Malaysia di awal perkembanganya. Dengan melakukan monopoli pasar, akhirnya mobil nasional ini mampu bertahan merajai pasar otomotif Malaysia.</p>
<p>Begitu juga Thailand yang memiliki mobil nasional bermerek Thairung. Selain itu, Vietnam juga merilis mobil nasional bermerek Vinfest pada event Paris Motor Show 2018.</p>
<p>Secara politik, optimisme kendaraan nasional memang penting. Kehadiran Gesits ini berpotensi semakin meningkatkan  <em>national pride </em>dan<em> national identity </em>Indonesia, terutama menyoal prestise di kancah internasional.</p>
<p>Hal ini sesuai dengan argumentasi Fiona Cunningham dalam jurnalnya yang berjudul <em>The Stellar Status Symbol </em>di mana ia mencontohkan dalam konteks  pengembangan pesawat luar angkasa Tiongkok, semangat <em>national pride</em> dan <em>national identity</em> inilah yang mendorong pemerintah Tiongkok mendukung proyek pesawat luar angkasa ini.</p>
<p>Pencarian status sebagai negara <em>superpower </em>ala Tiongkok tidak harus menggunakan cara-cara konvensional dengan membangun kekuatan militer atau semacamnya. Hal itu dapat  dilakukan hanya dengan legitimasi ilmu pengetahuan dan teknologi.</p>
<p>Cunningham  menambahkan bahwa motif mencari status sebagai negara mandiri dan berdaya dalam panggung internasional adalah salah satu keuntungan yang akan diperoleh Tiongkok dari program ini.</p>
<p>Dalam konteks Indonesia, membangun kendaraan nasional juga adalah sebagai pembuktian bahwa sebuah negara tidak hanya mampu dalam pengembangan industri tetapi juga ilmu pengetahuan dan teknologi.</p>
<p>Strategi semacam ini juga pernah diaplikasikan dalam strategi pembangunan ala Soeharto yang kala itu melalui proyek pesawat terbang dan mobil nasional, berhasil membangun identitas sebagai negara maju dan besar.</p>
<p>Dalam optimisme peluncuran Gesits, proyek yang melibatkan Pusat Unggulan Iptek Sistem dan Kontrol Otomotif  Institut Teknologi Sepuluh Nopember atau PUI SKO ITS, sebagai salah satu kampus teknologi terbaik di Indonesia ini, membuat kehadirannya menambah sumbangan teknologi ramah lingkungan bagi dunia.</p>
<p>Dalam konteks tersebut, Gesits diklaim memiliki efisiensi energi yang lebih tinggi karena tidak menimbulkan emisi karbon dioksida yang selama ini menjadi momok bagi kerusakan lingkungan karena motor ini menggunakan bahan bakar berupa baterai yang memiliki kapasitas 5000 WH dan berjenis lithium ion.</p>
<p>Oleh karena itu, melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), pemerintah mengintervensi dengan memberikan bantuan dana riset sebesar 5 miliar rupiah untuk mengembangkan motor listrik ini.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Presiden Jokowi Jajal Motor Listrik &quot;Gesits&quot; karya anak bangsa di Istana,</p>
<p>Jokowi:<br />&quot;Nanti kalau sudah diproduksi sy jadi pembeli pertama, Saya akan beli 100&quot;</p>
<p>Mungkin buat hadiah kali ya? Mungkin periode kedua akan ada<br />&quot;Sana Ambil Sepeda Motor Listriknya!&quot; ?<a href="https://twitter.com/hashtag/IndonesiaMakinMaju?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#IndonesiaMakinMaju</a> <a href="https://t.co/nWRtE4FvCS">pic.twitter.com/nWRtE4FvCS</a></p>
<p>&mdash; Murtadha01 (@MurtadhaOne) <a href="https://twitter.com/MurtadhaOne/status/1060105994124972032?ref_src=twsrc%5Etfw">November 7, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Sehingga, realisasi motor nasional ini pada akhirnya dapat diterjemahkan sebagai bagian dari keberhasilan pemerintahan Jokowi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.</p>
<p>Sementara itu, dalam konteks ekonomi, secara <em>demand</em> motor ini cukup memiliki peminat yang besar. Bahkan, seperti dilansir CNN, sebelum peluncurannya dilakukan pada bulan ini, Gesits Technologies Indo (GTI), nama perusahaan yang menaungi produksi motor ini, sudah memprediksi bahwa produksi awal setidaknya menembus 25.000 unit. Angka itu didapat dari seluruh pesanan yang sudah terkonfirmasi ditambah pernyataan minat masyarakat yang sudah terkumpul.</p>
<p>Selama ini, jika mengacu pada dua hukum keunggulan absolut dan komparatif milik ekonom David Ricardo, membuat mobil nasional sebenarnya bukan pilihan rasional bagi negara-negara Asia Tenggara karena alasan skala produksi dan permintaan (<em>supply and demand side</em>) yang tak seimbang di mana keunggulan komparatif pasar otomotif telah dikuasai oleh Jepang, Korea, Amerika dan Eropa. Logikanya, kendaraan nasionalisme sudah kalah merek dengan produk-produk Honda, atau Yamaha misalnya.</p>
<p>Namun fakta besarnya permintaan motor Gesits di atas tentu sedikit banyak telah mematahkan argumen Ricardo. Jika produksi mobil Esemka selama ini tersendat karena kurangnya permintaan pasar, maka kehadiran Gesit bisa jadi membawa optimisme tersendiri bagi pasar nasional.</p>
<p>Jika dibandingkan dalam kasus Esemka, konsumen diprediksi akan berhitung ulang untuk membeli mobil berambang garuda ini, maka kali ini rasionalisme pasar bisa saja berubah.</p>
<h4><strong>Gesits, Dewi Fortuna Jokowi</strong></h4>
<p>Dewi Fortuna yang biasa digambarkan sebagai dewi keberuntungan memang sedang menghampiri petahana menjelang Pilpres 2019. Ditengah kegaduhan oposisi yang kencang menyerang petahana dengan isu mobil Esemka, kini kemunculan Gesits akhirnya bisa saja menjadi kartu truf bagi kubu petahana untuk menyerang balik oposisi.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Setelah Esemka &quot;dilepeh&quot; karena ketahuan modus naikkan elektabilitas tiap lima tahunan </p>
<p>Sekarang muncul gesits</p>
<p>Cara yang sama dengan kemunculan Esemka, masihkah bisa dipercaya? <a href="https://t.co/gGB5INN40f">pic.twitter.com/gGB5INN40f</a></p>
<p>&mdash; Doradong (@do_ra_dong) <a href="https://twitter.com/do_ra_dong/status/1060118962241863680?ref_src=twsrc%5Etfw">November 7, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Kemunculan Gesits ini adalah <em>golden momentum</em> bagi Jokowi dalam menciptakan <em>counter-attack</em> serangan-serangan oposisi terkait realisasi mobil Esemka. Menyoal <em>timing</em> peluncuran misalya, Jokowi termasuk pandai memperhitungkan secara politis.</p>
<p>Padahal, sebelumnya seperti di lansir Tempo, melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pada rencana awalnya Gesits akan diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia yang berarti harusnya di launching 17 Agustus tahun ini.</p>
<p>Namun, seiring dengan kencangnya kritik oposisi terhadap mobil Esemka, dengan meluncurkanya pada saat ini, Jokowi kini dapat kembali menjadi <em>playmaker </em>dalam isu kendaraan nasional yang sebelumnya sempat dipermasalahkan.</p>
<p>Di samping itu, kehadiran Gesits kali ini bisa saja akan mengembalikan  <em>unique selling point </em>dari Jokowi yang sempat tenggelam bersama Esemka.</p>
<p>Sebelumnya, proyek Esemka memang membuat Jokowi menjadi politisi fenomenal<em> </em>sejak menjabat sebagai wali kota Solo dan membuat ia berbeda dari politisi lain.</p>
<p>Namun, produksi Esemka pada kenyataannya hanya berhenti sebagai jargon politik pasca ia menjadi Gubernur DKI Jakarta mengingat minimnya <em>demand</em> yang ada.</p>
<p>Oleh karena itu, setelah sukses membangun Esemka sebagai <em>personal branding </em>dalam langkahnya menuju kursi DKI 1, kini ia melakukan hal yang sama melalui Gesits menjelang Pilpres 2019.</p>
<p>Momentum tersebut sangat sesuai jika merujuk dalam teori <em>personal selling</em>. Dalam teori ini, terdapat kondisi “<em>right set of circumstances</em>”  di mana penekanan utamanya adalah bahwa dalam keadaan tertentu yang berlaku dalam situasi penjualan tertentu, memaksa sang penjual harus merespons kondisi tersebut dengan cara yang dapat diprediksi.</p>
<p>Dengan kata lain, teori ini adalah teori yang berorientasi pada penjual dan menekankan bahwa penjual harus mengendalikan situasi sedemikian rupa sehingga menghasilkan penjualan maksimal pada akhirnya.</p>
<p>Dalam kasus Gesits, proyek ini membuat Jokowi pada akhirnya mampu mengendalikan situasi politik dan akhirnya menjadi momentum yang cukup menguntungkan dan menjual.</p>
<p>Akhirnya, apabila Gesits kini mampu diwujudkan menjadi motor listrik nasional tahun depan, bukan tidak mungkin proyek ini akan menjadi proyek mercusuar Presiden Jokowi yang tentu saja akan menjadi barang mewah yang akan menjadi <em>legacy </em>bagi Jokowi dan mengantarkanya kembali meraih kursi kekuasaan pada 2019. (M39)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="HZc0oDR8ybo"><iframe loading="lazy" width="696" height="522" src="https://www.youtube.com/embed/HZc0oDR8ybo?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/IMG_20181108_153721-1024x682.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Esemka ‘Gagal Move On’</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/esemka-gagal-move/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Apr 2018 03:49:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Esemka]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil Dinas Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil Esemka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=27081</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Nanti dilihat apakah Esemka bisa masuk ke industri apa tidak. Bisa masuk ke industri, tetapi bisa dipasarkan atau tidak, nanti kita lihat.&#8221; ~ Jokowi PinterPolitik.com [dropcap]M[/dropcap]enjelang kontestasi politik, tentu hal apapun bisa dijadikan komoditas politik oleh para politikus. Agama, pangan, pendidikan, industri otomotif, bahkan bayi baru lahir pun bisa dijadikan komoditas politik, hmmm, ngeri juga ya. Yang terpenting [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>&#8220;Nanti dilihat apakah Esemka bisa masuk ke industri apa tidak. Bisa masuk ke industri, tetapi bisa dipasarkan atau tidak, nanti kita lihat.&#8221; ~ Jokowi</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]M[/dropcap]enjelang kontestasi politik, tentu hal apapun bisa dijadikan komoditas politik oleh para politikus.</p>
<p>Agama, pangan, pendidikan, industri otomotif, bahkan bayi baru lahir pun bisa dijadikan komoditas politik, <em>hmmm, </em>ngeri juga ya.</p>
<p>Yang terpenting bagi politikus ialah apapun bisa dijual asalkan barang dagangannya laku dibeli masyarakat.</p>
<p>Mungkin masih terekam dalam ingatan masyarakat tentang geliat adanya harapan bangsa Indonesia punya mobil nasional. Dulu Presiden Jokowi punya semangat yang sama supaya punya mobil nasional.</p>
<p>Makanya, dulu sempat muncul Esemka. Tapi ga tau kenapa yang kayak beginian umurnya selalu ga lama, lambat laun akan meredup. Nah, kayaknya ada kesalahan deh. Emangnya pas waktu itu, Jokowi mengatakan Esemka pasti jadi mobil nasional atau akan jadi mobil nasional?</p>
<p>Misalkan Jokowi bilangnya pasti jadi mobil nasional, wajib kita tagih janjinya, tapi tahu sendiri kan kalau janji politik, manis – manis di awal, ujungnya, <em>hmm ahh syudahhlah.</em></p>
<p>Kalau dahulu kala, Jokowi bilangnya itu Esemka itu akan jadi mobil nasional, nah ini baru cocok nih sama kenyataannya. Esemka kan emang ga jadi – jadi nih, masuk pasar dan industri otomotif juga engga, <em>hmmm, </em>jadi wajar kalau kabar Esemka jadi <em>mendem.</em> Baru akan lho ya? <em>Weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Tapi mungkin yang keliru itu masyarakat yang terlalu berharap kali ya sama Esemka, padahal sedari awal cuma berpeluang jadi mobil nasional, belum pasti, jadi harusnya sih jangan ngarep berlebihan kayak gitu.</p>
<p>Buktinya apa kalau Esemka itu masih belum jelas kabarnya? Pas kemarin, Presiden Jokowi datang ke International Indonesia Motor Show (IIMS) 2018, ada yang <em>nyentil </em>tentang Esemka tuh, nah loh gimana itu jawabnya, <em>hadeeeuuhh.</em></p>
<p>Kata Jokowi, nanti mau dilihat dulu apakah Esemka itu layak masuk industri dan pasar otomotif ga? <em>Hmmm, </em>baru mau diliat, <em>duhhh</em> jadi masyarakat jangan <em>ngarep </em>mulu Esemka mau jadi mobil nasional, Presiden aja baru nanti liatnya, <i>ehhh </i>nantinya itu ga tau kapan, <em>weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Kalau kata Ali bin Abi Thalib, sepahit – pahitnya hidup, paling pahit itu saat berharap sama manusia, <em>hmmm. </em>Makanya jangan terlalu banyak berharap ya, <em>weleeeh weleeh. </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/jokowi-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Hantu Itu Bernama Esemka</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/hantu-itu-bernama-esemka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S13]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Sep 2017 00:57:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Esemka]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Mobnas]]></category>
		<category><![CDATA[Tommy Soeharto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=13547</guid>

					<description><![CDATA[Ia muncul di jalanan kota Solo. Warnanya putih seperti hantu, dengan kaki-kaki yang kokoh nan digdaya seperti namanya. Tapi, kok kayak pernah lihat di mana, ya? PinterPolitik.com [dropcap size=big]A[/dropcap]dalah Tommy Soeharto, putra sang penguasa saat itu yang tersenyum bangga pada 8 Juli 1996 ketika ia coba mewujudkan mimpi mobil nasional (mobnas). Itulah Mobil Timor yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Ia muncul di jalanan kota Solo. Warnanya putih seperti hantu, dengan kaki-kaki yang kokoh nan digdaya seperti namanya. Tapi, <em>kok</em> kayak pernah lihat di mana, ya?</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap size=big]A[/dropcap]dalah Tommy Soeharto, putra sang penguasa saat itu yang tersenyum bangga pada 8 Juli 1996 ketika ia coba mewujudkan mimpi mobil nasional (mobnas). Itulah Mobil Timor yang tidak lain adalah mobil KIA Sephia buatan Korea Selatan yang hanya dimodifikasi logonya saja.</p>
<p>Kini, saat sedang ramai-ramainya orang berbicara tentang PKI yang seolah menjadi ‘hantu’, muncul ‘hantu’ lain di jalanan kota Solo, Jawa Tengah. Ya, itu adalah sebuah mobil putih bermerek Esemka dengan jenis ‘Digdaya’ yang seolah menghidupkan kembali asa tentang mobnas. Foto-foto mobil putih tersebut pun beredar luas di internet beberapa hari terakhir.</p>
<p>Namun, saat memperhatikan foto mobil tersebut, banyak yang <strong><a href="https://kumparan.com/gesit-prayogi/heboh-esemka-mengaspal-di-solo-tapi-mirip-mobil-china">menyebutnya mirip</a></strong> – bahkan sama persis – dengan mobil bermerek Foday F22 buatan perusahan Tiongkok, Guangdong Foday Automobile. Bahkan, jika diperhatikan, kedua mobil ini boleh dikatakan hanya berbeda dari logo perusahan saja.</p>
<p><figure id="attachment_13548" aria-describedby="caption-attachment-13548" style="width: 1169px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-13548 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/09/d.jpg" alt="Hantu Itu Bernama Esemka" width="1169" height="1300" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/09/d.jpg 1169w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/09/d-270x300.jpg 270w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/09/d-768x854.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/09/d-921x1024.jpg 921w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/09/d-696x774.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/09/d-1068x1188.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/09/d-378x420.jpg 378w" sizes="auto, (max-width: 1169px) 100vw, 1169px" /><figcaption id="caption-attachment-13548" class="wp-caption-text">Foto kiri atas, kanan atas dan tengah adalah mobil Esemka Digdaya. Foto kiri bawah dan kanan bawah adalah mobil Foday F22 buatan perusahan Tiongkok. Apakah sama? (Foto: kompas.com dan kumparan.com)</figcaption></figure></p>
<p>Hmm, apakah ini kebetulan? Atau jangan-jangan mobil Esemka Digdaya memang adalah mobil Foday F22 yang hanya ‘dimodifikasi’ mereknya saja sama seperti Mobil Timor Tommy?</p>
<p>Mobil Esemka disebut-sebut sebagai perwujudan cita-cita tentang mobnas. Bahkan, Esemka punya nilai politis karena mampu mengantarkan seorang Joko Widodo (Jokowi) dari Wali Kota Solo menjadi Presiden RI ke-7.</p>
<p>Saya teringat pemberitaan berbagai media massa ketika Jokowi menjadikan mobil Esemka – yang saat itu belum lolos uji kelayakan dan emisi – sebagai mobil dinasnya. Mungkin itu adalah pertaruhan serius sekaligus strategi politik yang brilian.</p>
<p>Dan kini, cita-cita mobil nasional seolah menjadi <em>déjà vu </em>proyek mobil Tommy: modifikasi merek. Kalau pun terbukti, maka akan sangat memalukan bagi bangsa ini.</p>
<p>Ini tentu melukai cita-cita identitas nasional dalam sebuah mobil. Ini sama artinya dengan ‘membeli’ identitas dari bangsa lain dan hanya dimodifikasi merek-nya saja.</p>
<p>Sudahlah, kalau memang tidak bisa mewujudkan cita-cita mobil nasional, kita mau bilang apa? Padahal, di saat yang sama ada anak bangsa yang teriak-teriak di media sosial <em>loh </em>tentang mobil listrik buatan dalam negeri.</p>
<div id="fb-root"></div>
<p><script>(function(d, s, id) {  var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];  if (d.getElementById(id)) return;  js = d.createElement(s); js.id = id;  js.src = 'https://connect.facebook.net/en_GB/sdk.js#xfbml=1&version=v2.11';  fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);}(document, 'script', 'facebook-jssdk'));</script></p>
<div class="fb-post" data-href="https://www.facebook.com/ricky.elson/posts/10203397996388483?pnref=story" data-width="696">
<blockquote cite="https://www.facebook.com/ricky.elson/posts/10203397996388483" class="fb-xfbml-parse-ignore">
<p>Mengapa (saya) Nyinyir?Sangat panjang.Permohonan sebelum membaca.Saya berharap, Tak ada komentar yang&#8230;</p>
<p>Posted by <a href="https://www.facebook.com/ricky.elson">Ricky Elson</a> on&nbsp;<a href="https://www.facebook.com/ricky.elson/posts/10203397996388483">Wednesday, 13 September 2017</a></p></blockquote>
</div>
<p>Memikirkan soal identitas yang hanya diganti mereknya saja rasanya memang ngeri-ngeri sedap. Jangan-jangan perdebatan beberapa bulan terakhir ini juga ada kaitan dengan hilangnya identitas nasional kita.</p>
<p><em>Lha</em> kalau identitas kita tidak hilang, tentu orang tidak akan berdebat sampai berurat leher tentang komunisme karena itu tentu saja bukan identitas kita. Orang juga tentu tidak akan berbeda pendapat sampai rusuh tentang negara yang bersyariah karena itu juga bukan identitas kita. Identitas kita adalah Pancasila.</p>
<p>Atau jangan-jangan Pancasila kita juga telah sama seperti mobil Esemka Digdaya: yang begitu digdaya, tetapi nyatanya buatan asing, atau seperti Mobil Timor yang katanya bikinan orang Timor, tetapi nyatanya buatan Korea Selatan?</p>
<p>“Makin berat aja bahasan kau, Dul. Mandilah dulu sana. Badanmu bau asap, jenderal lagi bakar-bakaran soal senjata ilegal, sementara rakyat cuma kena asapnya”.</p>
<p>Di kejauhan terdengar sayup-sayup lagu: “Putar ke kiri e, nona manis putarlah ke kiri, ke kiri, ke kiri, ke kiri dan ke kiri manise…”.</p>
<p>Pria yang pernah menggunakan mobil Esemka itu sedang menari! Setidaknya, kita masih punya lagu itu…</p>
<p>(S13)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/09/dafg-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
