<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Erick Pilpres 2024 &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/erick-pilpres-2024/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Dec 2022 10:16:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Erick Pilpres 2024 &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Erick Thohir Ngeri-ngeri Sedap?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/erick-thohir-ngeri-ngeri-sedap/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Dec 2022 14:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Erick Pilpres 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Erick Thohir]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2024]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=121259</guid>

					<description><![CDATA[Menteri BUMN Erick Thohir membagikan daftar judul film Indonesia favoritnya selama 2022. Salah satunya adalah Ngeri-Ngeri Sedap (2022).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir membagikan daftar judul film Indonesia yang paling disukainya sepanjang tahun 2022. Beberapa di antaranya adalah </strong><strong><em>Ngeri-Ngeri Sedap</em></strong><strong> (2022), </strong><strong><em>Mencuri Raden</em></strong><strong> </strong><strong><em>Saleh</em></strong><strong> (2022), </strong><strong><em>Penyalin Cahaya</em></strong><strong> (2021), dan</strong><strong><em> KKN di Desa Penari</em></strong><strong> (2022).</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Urip iku urup. Hidup itu harus bisa memberikan cahaya untuk orang lain” – Pak Pomo, <em>Ngeri-Ngeri Sedap</em> (2022)</p>
</blockquote>



<p class="dropcapp2 wp-block-paragraph">Siapa <em>sih</em> yang <em>nggak </em>tersentuh dengan alur cerita yang dibangun oleh film <em>Ngeri-Ngeri Sedap</em> (2022). Film karya Bene Dion Rajagukguk ini merupakan salah satu film Indonesia yang disebut paling sukses menghipnotis para penonton di tahun 2022 – khususnya dalam membuat para penonton menangis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tentu, tahun 2022 bisa dibilang menjadi tahun kebangkitan bagi film-film Indonesia – apalagi usai pandemi Covid-19. Film <em>KKN di Desa Penari</em> (2022), misalnya, jadi film yang paling banyak ditonton di sejarah bioskop Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kebangkitan dunia perfilman Indonesia ini pastinya juga menggembirakan bagi penggemar film dalam negeri. <em>Nah</em>, mungkin, salah satu individu yang merasakan ini adalah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/erick-thohir/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Erick Thohir</strong></a>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Gimana nggak</em>? Di akhir tahun 2022 ini, Pak Erick membagikan daftar judul <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/film/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>film</strong></a> yang paling disukainya sepanjang tahun ini ke akun media sosial (medsos) miliknya. Mengaku sebagai penggemar film, Pak Erick memasukkan sejumlah judul seperti <em>Ngeri-Ngeri Sedap</em> (2022), <em>Mencuri Raden Saleh</em> (2022), <em>Penyalin Cahaya</em> (2021), dan <em>KKN di Desa Penari</em> (2022).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebenarnya, apa yang dilakukan Pak Erick bukanlah hal baru <em>kok</em>. Sejumlah politisi juga melakukan hal yang sama. Salah satu sosok politisi populer yang kerap melakukan ini adalah Presiden ke-44 Amerika Serikat (AS) <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/barack-obama/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Barack Obama</strong></a> yang selalu membagikan daftar judul buku, judul film, hingga judul lagu yang paling disukainya dalam satu tahun.</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/p/CkLRlz-B4K8/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" src="https://lh4.googleusercontent.com/IcMIZiWzDMRcSUbp-CUrAEPe2jBYdk1uP6Is0tMh1oU5JhdXw4TPRfSQ75xSuwV0BhLx8h0w3rrRLwOddN_KoYDXI7_5Z1Iygl6DbqqE6m6JrDDy_M1dTom9Q_OULB_Z3pPFxddp8ffByOgm6738gehkJYEH6bpZ7TP6i-dmGZj1x_wfDcNwovLsHKRNLm4eShM5YPQQ5Q" alt="2024 Bukan untuk Erick"/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nah</em>, menarik sebenarnya kalau mau diulik soal hubungan politik dengan dunia budaya populer macam film dan lagu seperti ini. Tentunya, memang, dua dunia ini saling bersinggungan – antara politik dan <em>popular culture</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejalan dengan penjelasan Alan R. Gitelson, Robert L. Dudley, dan Melvin J. Dubnick dalam <em>American Government: Myths and Realities</em>, budaya populer turut membentuk cara kita berpikir atas realitas yang terjadi dalam politik dan pemerintahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Presiden ke-35 AS <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/john-f-kennedy/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>John F. Kennedy</strong></a> (JFK), misalnya, mampu mempengaruhi daftar insan perfilman AS yang sempat diblokir pada tahun 1950-an dan tahun 1960-an – salah satunya <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/dalton-trumbo/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Dalton Trumbo</strong></a> yang di-<em>blacklist</em> <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/hollywood/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Hollywood</strong></a> karena dianggap mendukung komunisme. Namun, berkat JFK yang akhirnya menonton <em>Spartacus</em> (1960), <em>blacklisting</em> itu kehilangan kredibilitasnya di mata masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nah</em>, bukan <em>nggak</em> mungkin, seperti <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/obama/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Obama</strong></a>, Pak Erick juga ingin terlihat relevan dalam pikiran masyarakat yang turut terbentuk oleh budaya populer. Siapa tahu akhirnya Pak Erick bisa terhubung dengan para calon pemilihnya yang juga menggemari film-film yang sama? <em>Hehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ya, masuk akal juga <em>sih</em> kalau benar itu yang menjadi motivasi Pak Erick buat <em>sharing</em> film-film tersebut. Kan, kompetisi Pak Erick agar bisa menuju kontestasi <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/pilpres-2024/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024</strong></a> juga <em>ngeri</em>&#8211;<em>ngeri</em> sedap <em>tuh</em>. Bukan begitu? (A43)</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="iocQYZY1lCE"><iframe title="Dijajah Jepang dengan Kejam, Mengapa Sekarang Berhubungan Baik?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/iocQYZY1lCE?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/Erick-Thohir-Ngeri-ngeri-Sedap-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Siasat Kartu Nama Erick di G20?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/siasat-kartu-nama-erick-di-g20/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[I76]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2022 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Erick Pilpres 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Erick Thohir]]></category>
		<category><![CDATA[Kartu Nama Erick]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=119465</guid>

					<description><![CDATA[“Erick Thohir mendirikan Mahaka Group, konglomerasi yang fokus pada olahraga dan media hiburan, cetak, radio, dan televisi. Juga memiliki sejumlah klub sepak bola nasional dan internasional” –&#160; The Royal Islamic Strategic Studies Center PinterPolitik.com Apakah bertukar kartu nama masih relevan di era digital seperti sekarang ini? Ini adalah pertanyaan umum bagi kita semua yang telah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>“Erick Thohir mendirikan Mahaka Group, konglomerasi yang fokus pada olahraga dan media hiburan, cetak, radio, dan televisi. Juga memiliki sejumlah klub sepak bola nasional dan internasional” –&nbsp; The Royal Islamic Strategic Studies Center</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="http://www.pinterpolitik.com/"><strong><u><strong>PinterPolitik.com</strong></u></strong></a></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Apakah bertukar kartu nama masih relevan di era digital seperti sekarang ini? Ini adalah pertanyaan umum bagi kita semua yang telah mengalami disrupsi teknologi. Banyak budaya lama yang sudah ditinggalkan karena dianggap tidak efektif lagi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nah</em>, persoalan kartu nama ini muncul menghias pagelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali kemarin. Tepatnya saat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir terlihat membagikan kartu nama kepada beberapa pemimpin dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terekam Erick memberikan kartu nama kepada Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov, lalu kepada Presiden Xi Jinping, dan,&nbsp;yang terakhir,&nbsp;saat menyambut Perdana Menteri (PM) Britania&nbsp;(Inggris) Raya&nbsp;Rishi Sunak sebelum memasuki The Apurva Kempinski, Bali.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Anyway</em>, kartu nama yang merupakan kertas kecil yang berisi informasi pribadi atau sebuah perusahaan, rupanya punya sejarah panjang dan mempunyai pengaruh terhadap kehidupan sosial dan politik <em>loh</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut berbagai catatan, kartu nama sudah mulai digunakan sejak awal abad ke-17 di Tiongkok. Kartu nama yang dalam bahasa Mandarin disebut <em>minci </em>ini berfungsi sebagai undangan khusus atau sebuah tanda akan datangnya tamu-tamu bangsawan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada satu abad setelahnya, tepatnya pada abad ke-18,&nbsp;mulailah berkembang kartu nama di negara-negara Barat seperti Eropa. Secara spesifik,&nbsp;kartu ini digunakan untuk aktivitas perdagangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mirip dengan negara Barat, kartu nama juga memiliki fungsi vital dalam perdagangan di Jepang. Masyarakat Jepang menyebut kartu nama dengan istilah <em>meishi</em>. Menariknya, bertukar kartu nama dengan benar adalah salah satu etika bisnis yang penting dalam dunia kerja di Jepang.&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="851" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-111-851x1024.png" alt="image 111" class="wp-image-119468" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-111-851x1024.png 851w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-111-249x300.png 249w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-111-125x150.png 125w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-111-768x924.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-111-696x838.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-111-1068x1286.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-111-349x420.png 349w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-111.png 1080w" sizes="(max-width: 851px) 100vw, 851px" /><figcaption class="wp-element-caption">2024 Bukan untuk Erick?</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nah</em>, untuk menjawab apakah berbagi kartu nama masih relevan, jawabannya adalah bisa jadi masih relevan&nbsp;karena&nbsp;berbagai kartu nama saat ini mempunyai diferensiasi yang berbeda dengan hanya berbagi kontak melalui <em>gadget</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski lebih praktis, terkadang gadget&nbsp;–&nbsp;bahkan dunia digital&nbsp;–&nbsp;tidak bisa diprediksi. Sewaktu-waktu data yang sudah ada bisa mendadak hilang, entah karena sistem <em>e</em><em>r</em><em>ror</em>, lupa <em>password</em>, atau ponsel hilang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Maka, kartu nama merupakan alternatif lain untuk tetap memperluas jaringan dan <em>keep in touch</em>&nbsp;dengan yang lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tujuan “<em>keep in touch”</em>&nbsp;inilah yang menjadi pertanyaan publik selanjutnya. Seperti apa siasat di&nbsp;balik kartu nama yang dibagikan Erick kepada para pemimpin dunia? Bukankah Erick selama ini populer karena terkenal di dunia Internasional?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemandangan kontras ini yang menjadi sorotan&nbsp;karena mantan pemilik klub bola Italia,&nbsp;Inter Milan,&nbsp;ini rupanya tidak sepopuler yang dibayangkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apakah mungkin kita terjebak ilusi citra ketika melihat Erick sebagai pemilik klub besar dunia sehingga melupakan realitas nyata lainnya, bahwa relasi sosial tidak sepenuhnya terbangun akan citra yang kita buat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini pernah diungkapkan oleh Guy Debord di dalam bukunya <em>Society of the Spectacle</em>&nbsp;yang menjelaskan bahwa tontonan yang menampilkan citra-citra tidak sepenuhnya dapat menjelaskan relasi sosial yang sebenarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tontonan dan citra berperan sebagai penentu kita untuk menarik kesimpulan relasi secara subjektif atas bentuk hubungan antara kelompok-kelompok sosial, hubungan kelas, status, atau gaya hidup.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Kayak</em>-nya,&nbsp;kita yang terlalu besar memberikan “ekspektasi” kepada Erick dengan prestasi-prestasinya di luar sana sehingga,&nbsp;ketika melihat ia memberikan sebuah kartu,&nbsp;kita langsung melontarkan banyak pertanyaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, atau jangan-jangan kita salah menebak kalau kartu yang diberikan Erick itu sebenarnya bukanlah kartu nama, tapi kartu “sakti” yang biasa dilakukan&nbsp;calon-calon presiden&nbsp;(capres)&nbsp;saat kampanye&nbsp;Pemilihan Presiden&nbsp;(Pilpres)?&nbsp;<em>Uppsss. Hehehe</em>. (I76)</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="3UXmC0NUvFU"><iframe title="Attila Sang Hun: Dewa Perang yang Hampir Kuasai Dunia" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/3UXmC0NUvFU?start=171&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div><figcaption class="wp-element-caption">Attila Sang Hun: Dewa Perang yang Hampir Kuasai Dunia</figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/erick-thohir-catat-dana-pmn-baru-cair-rp62-triliun.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
