<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>enak &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/enak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 06 Sep 2023 04:45:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>enak &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kopi Terenak Dunia, Ada Kopi Luwak?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinter-ekbis/kopi-terenak-dunia-ada-kopi-luwak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A49]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Sep 2023 01:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pinter Ekbis]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[enak]]></category>
		<category><![CDATA[Kopi]]></category>
		<category><![CDATA[kopi blue mountain]]></category>
		<category><![CDATA[Kopi bourbon]]></category>
		<category><![CDATA[kopi geisha]]></category>
		<category><![CDATA[kopi luwak]]></category>
		<category><![CDATA[Kopi yirgacheffe]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[pinterekbis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=136098</guid>

					<description><![CDATA[PinterEkbis Kalau kita bicara soal kopi, kita juga bicara soal perjalanan rasa yang merefleksikan budaya, sejarah, dan karakter tanah di mana biji kopi tersebut tumbuh. Dari sekian banyak ragam kopi di dunia, beberapa di antaranya lebih popular dari yang lain karena kekhasan aromanya yang menawan. Mari kita jelajahi beberapa jenis kopi terenak di dunia yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/pinter-ekbis/">PinterEkbis</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Kalau kita bicara soal kopi, kita juga bicara soal perjalanan rasa yang merefleksikan budaya, sejarah, dan karakter tanah di mana biji kopi tersebut tumbuh. Dari sekian banyak ragam kopi di dunia, beberapa di antaranya lebih popular dari yang lain karena kekhasan aromanya yang menawan. Mari kita jelajahi beberapa jenis kopi terenak di dunia yang telah mendapatkan pengakuan internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Kopi luwak, Indonesia</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin kopi ini adalah salah satu yang paling kontroversial, namun tak terbantahkan, rasa dan aromanya benar-benar unik. Kopi luwak sendiri berasal dari biji kopi yang telah dikonsumsi dan dikeluarkan oleh hewan musang. Proses alami dalam tubuh musang ini memberikan rasa kopi yang halus dan kadar asam yang rendah.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Kopi blue mountain, Jamaika</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Dikenal sebagai salah satu kopi termahal di dunia, kopi blue mountain memiliki aroma yang segar, rasa yang seimbang antara asam dan manis, serta <em>aftertaste</em> yang bersih dan ringan. Tanaman kopi ini tumbuh di pegunungan Jamaika, pada ketinggian yang memberikannya karakter rasa yang khas.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Kopi yirgacheffe, Etiopia</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Etiopia, sebagai tempat kelahiran kopi, tentu memiliki kekayaan varietas kopi yang menawan. Salah satunya adalah yirgacheffe. Dengan aroma bunga dan sitrus, serta rasa yang ringan namun kompleks, kopi ini memberikan sensasi menyerupai teh.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Kopi geisha, Panama</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Awalnya berasal dari Ethiopia, biji kopi Geisha kemudian dibawa ke Panama dan menemukan tempat tumbuh yang ideal di sana. Dengan aroma bunga mawar, melati, dan rasa buah-buahan tropis, kopi Geisha menawarkan pengalaman rasa yang tak terlupakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Kopi bourbon, Amerika Tengah</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski namanya menyerupai jenis minuman alkohol, kopi bourbon sebenarnya adalah varietas kopi Arabika yang tumbuh di Amerika Tengah. Kopi ini memiliki rasa yang manis, kaya, dan penuh dengan sedikit sentuhan rasa buah dan cokelat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kopi adalah perwujudan seni, sejarah, dan <em>sains</em>, yang menggabungkan berbagai elemen untuk menghasilkan rasa dan aroma yang sempurna. Setiap jenis kopi di atas menawarkan pengalaman rasa yang unik, mencerminkan karakter tanah, iklim, dan budaya di mana biji kopi tersebut tumbuh. Bagi pecinta kopi, mencicipi berbagai jenis kopi terenak di dunia bukan hanya soal menikmati rasa, tetapi juga merasakan kisah dan perjalanan di balik setiap tegukan. (A49)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/foto-mrocoffecom-1-1024x647.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bakmi: Makanan Panjang Umur?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinter-ekbis/bakmi-makanan-panjang-umur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A49]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Aug 2023 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pinter Ekbis]]></category>
		<category><![CDATA[enak]]></category>
		<category><![CDATA[gurih]]></category>
		<category><![CDATA[ikonik]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[lezat]]></category>
		<category><![CDATA[mie]]></category>
		<category><![CDATA[Tiongkok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=132801</guid>

					<description><![CDATA[Satu makanan ikonik yang telah mendapatkan tempat di hati banyak orang adalah bakmi. Bakmi adalah hidangan mi yang dihidangkan dengan beragam saus, daging, sayuran, dan rempah-rempah – menciptakan paduan cita rasa yang menggugah selera. Asal-usul bakmi di Indonesia menarik untuk dipelajari. Lantaran, jika ditilik, sebenarnya bakmi bukanlah makanan asli Indonesia – mengingat orang Indonesia tidak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Satu makanan ikonik yang telah mendapatkan tempat di hati banyak orang adalah bakmi. Bakmi adalah hidangan mi yang dihidangkan dengan beragam saus, daging, sayuran, dan rempah-rempah – menciptakan paduan cita rasa yang menggugah selera.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Asal-usul bakmi di Indonesia menarik untuk dipelajari. Lantaran, jika ditilik, sebenarnya bakmi bukanlah makanan asli Indonesia – mengingat orang Indonesia tidak mengenal tepung terigu dahulu. Lantas, dari mana asal bakmi hingga bisa menjadi makanan yang umum dikonsumsi di Indonesia?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bakmi mempunyai sejarah panjang yang melibatkan pengaruh dari berbagai budaya. Asal mula mi sendiri diduga berasal dari Tiongkok dan diakui telah hadir di Indonesia sejak berabad-abad yang lalu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bakmi masuk ke Indonesia bersamaan dengan para imigran dari Tiongkok ke Nusantara selama berabad-abad. Para imigran memulai kehidupan baru mereka di Nusantara dan ternyata mereka cocok tinggal di “Negeri Selatan” ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka membawa dan memerlukan makanan sebagai santapannya sehari-hari.&nbsp; Makanan yang mereka santap merupakan makanan yang berasal dari daerah asal dan sudah akrab di lidah para imigran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Para perantau yang datang sekali waktu menginginkan makanan seperti yang ada di tempat asalnya. Namun, karena keterbatasan dan perbedaan bahan di Nusantara, para imigran berusaha menyesuaikan diri dengan apa yang ada di tempat tinggal barunya. Hal tersebut dapat menjadi alasan mengapa kini kita sering kali menemukan bakmi dengan berbagai varian rasa dan <em>to</em><em>p</em><em>ping</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bakmi yang pada dasarnya menggunakan minyak babi dan <em>top</em><em>p</em><em>ing</em> babi sekarang akhirnya dimodifikasi dengan menggunakan minyak ayam hingga minyak bawang karena menyesuaikan kebutuhan dengan selera dan budaya masyarakat lokal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai penutup, bakmi tidak hanya sebagai hidangan yang sering disantap, melainkan juga memiliki filosofi tersendiri yang cukup melekat. Salah satu makna dan filosofi dalam bakmi adalah melambangkan kehidupan yang panjang. Di beberapa negara Asia Timur, konon terdapat tradisi pada saat berulang tahun untuk makan bakmi atau mi dengan catatan bakmi tersebut tidak boleh putus berdasarkan kepada filosofi yang ada.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang berulang tahun hari ini, jangan lupa makan bakmi ya. 😀 (A49)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/08/resep-mie-ayam-jawa-min-1024x768.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Rendang: Gastrodiplomasi ala Indonesia?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinter-ekbis/rendang-gastrodiplomasi-ala-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A49]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Aug 2023 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pinter Ekbis]]></category>
		<category><![CDATA[enak]]></category>
		<category><![CDATA[gastrodiplomasi]]></category>
		<category><![CDATA[gurih]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[isutw]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[lezat]]></category>
		<category><![CDATA[rendang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=132784</guid>

					<description><![CDATA[PinterPolitik.com Gastrodiplomasi – juga dikenal sebagai diplomasi kuliner atau diplomasi makanan – adalah konsep yang melibatkan penggunaan makanan dan kuliner sebagai alat untuk mempromosikan hubungan diplomatik, membangun pemahaman antarbudaya, dan memperkuat kerja sama internasional antarnegara di dunia. Gastrodiplomasi juga berperan sebagai sarana untuk meningkatkan brand awareness bangsa. Paul Rockower yang merupakan Direktur Eksekutif Diplomasi Publik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://www.pinterolitik.com" rel="nofollow">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Gastrodiplomasi – juga dikenal sebagai diplomasi kuliner atau diplomasi makanan – adalah konsep yang melibatkan penggunaan makanan dan kuliner sebagai alat untuk mempromosikan hubungan diplomatik, membangun pemahaman antarbudaya, dan memperkuat kerja sama internasional antarnegara di dunia. Gastrodiplomasi juga<ins> berperan</ins> sebagai sarana untuk meningkatkan <em>brand awarenes</em>s bangsa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Paul Rockower<ins> yang merupakan</ins> Direktur Eksekutif Diplomasi Publik Levantine, sebuah organisasi diplomasi publik <ins>independen</ins>, menyebutkan premis dasar dari gastrodiplomasi adalah &#8220;<em>the best way to win hearts and minds is through the stomach</em><ins>.</ins>&#8220;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rendang adalah hidangan berbahan dasar daging yang dimasak dengan santan dan bumbu rempah-rempah khas Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada tahun 2021, <ins>re</ins>ndang masuk ke dalam daftar makanan terbaik di dunia nomor 11 versi CNN. Bahkan<ins>,</ins> sebelum itu di tahun 2011, rendang telah menduduki peringkat pertama dalam World&#8217;s 50 Delicious Food. Rendang mengalahkan berbagai makanan khas lainnya seperti Bebek Peking dari China, Pad Thai dari Thailand<ins>,</ins> dan makanan populer mancanegara lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini menjadi tanda bahwa kelezatan rendang tidak hanya disukai oleh masyarakat Indonesia <ins>tetapi</ins><ins> </ins>juga telah diakui oleh masyarakat dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun dikenal sebagai negara penghasil rempah-rempah dunia <ins>tetapi</ins><ins> </ins>kepopuleran bumbu Indonesia masih kurang dikenal. Itulah mengapa pemerintah menyusun sebuah program bertajuk Indonesia Spice Up The World (ISUTW).</p>



<p class="wp-block-paragraph">ISUTW <ins>yang berlangsung hingga tahun 2024 </ins>adalah salah satu program adalah program kolosal pemerintah, melibatkan lintas kementerian/lembaga, sebagai salah satu upaya meningkatkan pemasaran produk bumbu atau pangan olahan dan rempah Indonesia<ins>, t</ins>erutama di Afrika, Australia, dan negara potensial lainnya. Program ini berlangsung hingga tahun 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengingat berdasarkan data dari<ins> Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)</ins>, nilai ekspor bumbu atau rempah olahan serta komoditas rempah segar di Indonesia mengalami tren positif, dengan rata-rata pertumbuhan 2,95% dalam lima tahun terakhir. Bahkan<ins>,</ins> pada 2020 nilai ekspor mencapai 1,02 miliar dolar Amerika Serikat. (A49)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/08/rendang-1024x576.webp" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
