<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Durian &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/durian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Sep 2023 02:23:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Durian &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Makanan yang Dilarang di Beberapa Negara</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinter-ekbis/makanan-yang-dilarang-di-beberapa-negara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A49]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Aug 2023 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pinter Ekbis]]></category>
		<category><![CDATA[beluga kaviar]]></category>
		<category><![CDATA[dilarang]]></category>
		<category><![CDATA[Durian]]></category>
		<category><![CDATA[foie gras]]></category>
		<category><![CDATA[keju casu marzu]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[Negara]]></category>
		<category><![CDATA[permen karet]]></category>
		<category><![CDATA[pinterekbis]]></category>
		<category><![CDATA[sup ikan hiu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=135440</guid>

					<description><![CDATA[PinterPolitik.com Daftar makanan yang dilarang di beberapa negara bisa menjadi perbincangan yang menarik dan menggugah rasa ingin tahu. Beberapa makanan yang dilarang mungkin merupakan delicacy atau makanan khas di negara lain, namun bisa jadi dilarang karena alasan kesehatan, etika, atau bahkan alasan lainnya. Berikut adalah beberapa contoh makanan yang mengalami larangan di beberapa negara. Foie [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://www.pinterpolitik.com" rel="nofollow">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Daftar makanan yang dilarang di beberapa negara bisa menjadi perbincangan yang menarik dan menggugah rasa ingin tahu. Beberapa makanan yang dilarang mungkin merupakan <em>delicacy</em> atau makanan khas di negara lain, namun bisa jadi dilarang karena alasan kesehatan, etika, atau bahkan alasan lainnya. Berikut adalah beberapa contoh makanan yang mengalami larangan di beberapa negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Foie Gras</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Di beberapa negara Eropa, Asia dan Amerika Serikat (AS), makanan ini dilarang karena metode produksinya dianggap tidak etis. <em>Foie Gras</em> adalah hati bebek atau angsa yang dibesarkan melalui metode &#8220;pemaksaan makan&#8221;.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Keju Casu Marzu</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Keju ini adalah spesialitas dari Sardinia, Italia. Larva lalat dibiarkan tumbuh di dalam keju untuk membantu fermentasi, namun juga menimbulkan risiko kesehatan. Karena itu, keju ini dilarang di beberapa negara Eropa.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Sup Sirip Ikan Hiu</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Sup ini sangat populer di beberapa bagian Asia, terutama Tiongkok. Namun, praktek memotong sirip hiu dan membuang tubuhnya ke laut telah menimbulkan masalah lingkungan serius dan menjadi alasan pelarangan di beberapa negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Absinthe</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Minuman ini dilarang di Amerika Serikat dan beberapa negara lain selama abad ke-20 karena diyakini memiliki efek halusinasi. Meski beberapa larangan telah dicabut, minuman ini tetap kontroversial.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Beluga Caviar</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Telur ikan beluga dikenal sebagai salah satu makanan paling mewah di dunia. Namun, karena populasi ikan beluga sturgeon yang terancam, perdagangannya dilarang di beberapa negara termasuk Amerika Serikat.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Durian</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Buah ini dikenal sebagai raja dari semua buah, tetapi juga terkenal karena baunya yang sangat kuat. Di beberapa negara, seperti Singapura, membawa durian ke dalam transportasi umum, hotel atau penginapan adalah pelanggaran hukum.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Permen Karet</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Di Singapura, permen karet dilarang untuk menjaga kebersihan umum. Meski demikian, permen karet yang mempunyai manfaat medis diizinkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penting untuk mengetahui daftar makanan yang dilarang ketika bepergian ke negara lain agar tidak secara sengaja melanggar hukum. Selain itu, daftar ini juga membuka diskusi penting tentang etika dan dampak lingkungan dari makanan yang kita konsumsi. (A49)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/08/foto-holidifycom.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Makanan yang dilarang di Dunia</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/makanan-yang-dilarang-di-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M78]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Aug 2023 04:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Absinthe]]></category>
		<category><![CDATA[beluga kaviar]]></category>
		<category><![CDATA[Durian]]></category>
		<category><![CDATA[foie gras]]></category>
		<category><![CDATA[keju casu marzu]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Kontroversi]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Terlarang]]></category>
		<category><![CDATA[permen karet]]></category>
		<category><![CDATA[Sup sirip ikan hiu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=135782</guid>

					<description><![CDATA[Daftar makanan yang dilarang di beberapa negara bisa menjadi perbincangan yang menarik dan menggugah rasa ingin tahu. Beberapa makanan yang dilarang mungkin merupakan delicacy atau makanan khas di negara lain, namun bisa jadi dilarang karena alasan kesehatan, etika, atau bahkan alasan politik. Berikut adalah beberapa contoh makanan yang mengalami larangan di beberapa negara.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/makanan-yang-dilarang-di-dunia-01-1024x1024.jpg" alt="makanan yang dilarang di dunia 01" class="wp-image-135785" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/makanan-yang-dilarang-di-dunia-01-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/makanan-yang-dilarang-di-dunia-01-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/makanan-yang-dilarang-di-dunia-01-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/makanan-yang-dilarang-di-dunia-01-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/makanan-yang-dilarang-di-dunia-01-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/makanan-yang-dilarang-di-dunia-01-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/makanan-yang-dilarang-di-dunia-01-420x420.jpg 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/makanan-yang-dilarang-di-dunia-01.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/makanan-yang-dilarang-di-dunia-02-1024x1024.jpg" alt="makanan yang dilarang di dunia 02" class="wp-image-135786" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/makanan-yang-dilarang-di-dunia-02-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/makanan-yang-dilarang-di-dunia-02-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/makanan-yang-dilarang-di-dunia-02-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/makanan-yang-dilarang-di-dunia-02-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/makanan-yang-dilarang-di-dunia-02-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/makanan-yang-dilarang-di-dunia-02-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/makanan-yang-dilarang-di-dunia-02-420x420.jpg 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/makanan-yang-dilarang-di-dunia-02.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/makanan-yang-dilarang-di-dunia-03-1024x1024.jpg" alt="makanan yang dilarang di dunia 03" class="wp-image-135787" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/makanan-yang-dilarang-di-dunia-03-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/makanan-yang-dilarang-di-dunia-03-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/makanan-yang-dilarang-di-dunia-03-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/makanan-yang-dilarang-di-dunia-03-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/makanan-yang-dilarang-di-dunia-03-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/makanan-yang-dilarang-di-dunia-03-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/makanan-yang-dilarang-di-dunia-03-420x420.jpg 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/makanan-yang-dilarang-di-dunia-03.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/makanan-yang-dilarang-di-dunia-04-1024x1024.jpg" alt="makanan yang dilarang di dunia 04" class="wp-image-135788" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/makanan-yang-dilarang-di-dunia-04-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/makanan-yang-dilarang-di-dunia-04-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/makanan-yang-dilarang-di-dunia-04-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/makanan-yang-dilarang-di-dunia-04-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/makanan-yang-dilarang-di-dunia-04-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/makanan-yang-dilarang-di-dunia-04-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/makanan-yang-dilarang-di-dunia-04-420x420.jpg 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/makanan-yang-dilarang-di-dunia-04.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Daftar makanan yang dilarang di beberapa negara bisa menjadi perbincangan yang menarik dan menggugah rasa ingin tahu. Beberapa makanan yang dilarang mungkin merupakan <em>delicacy</em> atau makanan khas di negara lain, namun bisa jadi dilarang karena alasan kesehatan, etika, atau bahkan alasan politik. Berikut adalah beberapa contoh makanan yang mengalami larangan di beberapa negara.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/makanan-yang-dilarang-di-dunia-01-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kuliner Makanan Indonesia vs Orang Asing</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinter-ekbis/kuliner-makanan-indonesia-vs-orang-asing/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A49]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Aug 2023 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pinter Ekbis]]></category>
		<category><![CDATA[ceker ayam]]></category>
		<category><![CDATA[cingur]]></category>
		<category><![CDATA[Durian]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[jengkol]]></category>
		<category><![CDATA[jeroan]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[orang asing]]></category>
		<category><![CDATA[petai]]></category>
		<category><![CDATA[pinterekbis]]></category>
		<category><![CDATA[PinterPolitik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=133528</guid>

					<description><![CDATA[PinterPolitik.com “Aku suka singkong. Kau suka keju” – Arie “Bill &#38; Brod” Wibowo, “Singkong dan Keju” (1986) Sepenggal lirik lagu “Singkong dan Keju” yang dipopulerkan Arie “Bill &#38; Brod” Wibowo pada pertengahan tahun 1980-an – mengingatkan kita bahwa setiap orang mempunyai selera yang berbeda-beda. Begitu juga bagi turis asing yang mencicipi kuliner Indonesia. Bagi kita [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://www.pinterpolitik.com" rel="nofollow">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>“Aku suka singkong. Kau suka keju” – Arie “Bill &amp; Brod” Wibowo, “Singkong dan Keju” (1986)</em></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Sepenggal lirik lagu “Singkong dan Keju” yang dipopulerkan Arie “Bill &amp; Brod” Wibowo pada pertengahan tahun 1980-an – mengingatkan kita bahwa setiap orang mempunyai selera yang berbeda-beda. Begitu juga bagi turis asing yang mencicipi kuliner Indonesia. Bagi kita terasa lezat, tapi bagi mereka lain cerita.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini beberapa kuliner Indonesia yang tidak disukai oleh turis asing:</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Ceker Ayam</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi turis asing, ceker ayam makanan yang menjijikkan untuk disantap, mungkin, karena bentuknya <em>ya</em> yang “masih” berbentuk kaki utuh. Dan, menurut mereka, ceker ayam tidak ada kandungan gizinya. Masa iya? </p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Durian</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hayo</em><ins>,</ins> siapa yang tidak suka dengan buah durian? Pasti mayoritas pada bilang suka ya. Dijuluki <em>King of Fruit</em>, durian menjadi salah satu buah yang sangat digemari, khususnya di kawasan <ins>A</ins>sia. <ins>Namun,</ins> bagi turis asing, bau durian dianggap sangat menyengat dan mengurangi selera makan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Petai dan Jengkol</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Yup</em>. Duo sohib ini di-<em>blacklist</em> oleh turis asing karena bau yang menyengat dan <ins>menyebabkan</ins> mulut menjadi bau. <em>Well</em>, banyak juga sih masyarakat Indonesia yang tidak suka petai dan <ins>jengkol</ins>. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Padahal<ins>,</ins> petai dan jengkol ini menjadi primadona di <ins>banyak </ins>resto<ins>ran</ins> dan menjadi menu wajib. Belum<ins> </ins><ins>tahu</ins> <em>aja</em> rasanya petai bakar dan semur jengkol.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Cingur</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Cingur merupakan makanan khas asal Jawa Timur yang terbuat dari hidung dan mulut sapi. Menurut turis asing, cingur sama dengan ceker. Menjijikkan. <ins></ins></p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut mereka, cingur akan terasa aneh jika dimakan. Mungkin<ins>,</ins> pada saat menawari cingur, kita jangan memberitahu mereka asal<ins>&#8211;</ins>usul cingur<ins>.</ins> 😀</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Jeroan</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Jeroan terdiri dari <ins>hati</ins>, amp<ins>e</ins>la, usus, otak, paru babat<ins>,</ins> dan lain-lain. Ada jeroan ayam, sapi, kambing. Biasa kita temui jeroan di dalam soto atau sop.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Turis asing menganggap <ins>h</ins>ati, amp<ins>e</ins>la, usus, otak, paru babat<ins>,</ins> dan lain-lain sangat tidak pantas untuk dimakan<ins>, m</ins>ungkin<ins>,</ins> karena mereka belum terbiasa dengan rasanya. Kal<ins>au</ins> uda<ins>h</ins> tahu bakal ketagihan <em>deh</em>. (A49)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/08/jeroan-1.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kuliner Indonesia yang tidak disukai turis asing</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/kuliner-indonesia-yang-tidak-disukai-turis-asing/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M78]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Aug 2023 06:28:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Ceker]]></category>
		<category><![CDATA[cingur]]></category>
		<category><![CDATA[Durian]]></category>
		<category><![CDATA[jengkol]]></category>
		<category><![CDATA[jeroan]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner Indoensia]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Unik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[petai]]></category>
		<category><![CDATA[Turis Asing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=134020</guid>

					<description><![CDATA[“Aku suka singkong, kau suka keju….” Sepenggal lirik lagu Singkong dan Keju yang dipopulerkan Arie Wibowo pada pertengahan tahun 80an, mengingatkan kita bahwa setiap orang mempunyai selera yang berbeda-beda. Begitu juga bagi turis asing yang mencicipi kuliner Indonesia. Bagi kita terasa lezat, tapi bagi mereka lain cerita.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/08/kuliner-indonesia-yang-tidak-disukai-turis-asing-01-1024x1024.jpg" alt="kuliner indonesia yang tidak disukai turis asing 01" class="wp-image-134023" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/08/kuliner-indonesia-yang-tidak-disukai-turis-asing-01-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/08/kuliner-indonesia-yang-tidak-disukai-turis-asing-01-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/08/kuliner-indonesia-yang-tidak-disukai-turis-asing-01-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/08/kuliner-indonesia-yang-tidak-disukai-turis-asing-01-768x769.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/08/kuliner-indonesia-yang-tidak-disukai-turis-asing-01-696x697.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/08/kuliner-indonesia-yang-tidak-disukai-turis-asing-01-1068x1069.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/08/kuliner-indonesia-yang-tidak-disukai-turis-asing-01-420x420.jpg 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/08/kuliner-indonesia-yang-tidak-disukai-turis-asing-01.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/08/kuliner-indonesia-yang-tidak-disukai-turis-asing-02-1024x1024.jpg" alt="kuliner indonesia yang tidak disukai turis asing 02" class="wp-image-134024" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/08/kuliner-indonesia-yang-tidak-disukai-turis-asing-02-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/08/kuliner-indonesia-yang-tidak-disukai-turis-asing-02-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/08/kuliner-indonesia-yang-tidak-disukai-turis-asing-02-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/08/kuliner-indonesia-yang-tidak-disukai-turis-asing-02-768x769.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/08/kuliner-indonesia-yang-tidak-disukai-turis-asing-02-696x697.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/08/kuliner-indonesia-yang-tidak-disukai-turis-asing-02-1068x1069.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/08/kuliner-indonesia-yang-tidak-disukai-turis-asing-02-420x420.jpg 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/08/kuliner-indonesia-yang-tidak-disukai-turis-asing-02.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><em>“Aku suka singkong, kau suka keju….”</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Sepenggal lirik lagu <em>Singkong dan Keju</em> yang dipopulerkan Arie Wibowo pada pertengahan tahun 80an, mengingatkan kita bahwa setiap orang mempunyai selera yang berbeda-beda. Begitu juga bagi turis asing yang mencicipi kuliner Indonesia. Bagi kita terasa lezat, tapi bagi mereka lain cerita.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/08/kuliner-indonesia-yang-tidak-disukai-turis-asing-01-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menuju Indonesia Bau Durian</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/belajar-politik/menuju-indonesia-bau-durian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[G42]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Mar 2019 01:00:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Belajar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Durian]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[sawit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=50502</guid>

					<description><![CDATA[“Orang-orang optimis melihat bunga mawar, bukan durinya. Orang-orang pesimis terpaku pada duri dan melupakan mawarnya.” ~ Khalil Gibran PinterPolitik.com [dropcap]U[/dropcap]paya Uni Eropa melarang masuknya produk kelapa sawit dan menggantinya dengan grapeseed oil dan minyak biji bunga matahari menjadi persoalan yang cukup serius bagi Indonesia. Melihat hal ini pemerintah Jokowi pun tak tinggal diam, dari Menteri [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Orang-orang optimis melihat bunga mawar, bukan durinya. Orang-orang pesimis terpaku pada duri dan melupakan mawarnya.” ~ Khalil Gibran</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]U[/dropcap]paya Uni Eropa melarang masuknya produk kelapa sawit dan menggantinya dengan <em>grapeseed oil</em> dan minyak biji bunga matahari menjadi persoalan yang cukup serius bagi Indonesia. Melihat hal ini pemerintah Jokowi pun tak tinggal diam, dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution sampai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan angkat bicara dan mengancam balik Uni Eropa.</p>
<p>Menurut Luhut apa yang dilakukan Uni Eropa sama saja telah mendiskriminasi sawit Indonesia, bila Uni Eropa tetap melakukan langkah tersebut pemerintah Indonesia pun akan bawa persoalan ini ke World Trade Organitation (WTO).  <em>Weleh-weleh…</em></p>
<p>Kata orang-orang sih, tidak aneh kalau pemerintah Indonesia ngamuk-ngamuk dengan kebijakan Uni Eropa, sebab dengan mengelola perkebunan sawit dan mengekspornya negara bisa mendapat <a href="https://gapki.id/news/4419/sawit-sumbang-devisa-300-triliun-untuk-negeri-ini-apa-maknanya">keuntungan</a> sampai Rp 300 triliun per tahunnya.</p>
<p>Eh tapi sebentar deh, meskipun para menteri Jokowi uring-uringan mengetahui kabar Uni Eropa yang akan memberhentikan impor sawit, Jokowi ternyata malah santai-santai aja nih menanggapinya. Bahkan Jokowi berani mengeluarkan ide yang terbilang unik yaitu menyarankan petani sawit beralih <a href="https://www.viva.co.id/berita/bisnis/1131843-pasokan-sawit-melimpah-jokowi-sarankan-petani-beralih-tanam-durian">menanam durian</a>.</p>
<p>Mungkin bagi Jokowi daripada pusing mikirin kebijakan baru Uni Eropa, mending para petani beralih saja menanam durian. Sebab, produksi kelapa sawit di Indonesia kan semakin hari sudah sangat melimpah jadi ya lebih baik beralih saja menanam durian.</p>
<p>Bisa aja ya Jokowi ngasih idenya beralih tanam durian. Padahal kan, menurut sebagian orang durian aromanya bau jadi kalau banyak petani yang beralih menanam durian, Indonesia mungkin aja menuju ke arah yang lebih ‘bau’ dong. <em>Wkwkwk</em>. <em> </em></p>
<p>Eh tapi jangan salah <em>bro</em> meski Indonesia menuju ke arah yang lebih ‘bau’, saran Jokowi kepada petani sawit itu punya alasan yang cukup rasional loh. Jokowi bilang durian merupakan salah satu komoditas yang menjanjikan bahkan Malaysia yang juga menjadi negara ekspor sawit terbesar saat ini sudah mulai beralih ke durian.</p>
<p>Kalau melihat ke data BPS, pada 2018 perdagangan durian Indonesia sudah surplus 700 ton. Padahal, komoditas ini sempat mengalami defisit. Hal ini berarti, durian Indonesia mulai diminati oleh pasar internasional.</p>
<p>Jokowi bilang Indonesia memiliki berbagai jenis durian misalnya durian kuning, durian item, durian merah, pokoknya semua ada. <em>Wkwkwkwk,</em> pokoknya kalau kata Jokowi sekarang tinggal bagaimana kita saja, mau  atau tidak. Kalau mau yang terpenting semua harus dimanajemen dengan baik jika sudah baik pasti kita akan menuju ke arah yang lebih ‘bau’. Eh maksudnya menuju kearah yang lebih maju, <em>ehehehe.</em>  (G42)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="Ycp-w4NLfmU"><iframe loading="lazy" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/Ycp-w4NLfmU?start=235&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/03/cucu-jokowi-suka-duren.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
