<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Dubes AS &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/dubes-as/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Jun 2025 02:30:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Dubes AS &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kutukan Kursi Dubes AS?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/kutukan-kursi-dubes-as/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S91]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2025 02:28:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Dubes AS]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kutukan Kursi Dubes AS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=163062</guid>

					<description><![CDATA[Kosong dua tahun. Kenapa ya?&#160; #dubes #AmerikaSerikat #Indonesia #dutabesar #Kemlu #pinterpolitik #infografis #politikindonesia #beritapolitik #beritapolitikterkini]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/kutukan-kursi-dubes-asartboard-1_1-819x1024.jpg" alt="kutukan kursi dubes asartboard 1 1" class="wp-image-163065" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/kutukan-kursi-dubes-asartboard-1_1-819x1024.jpg 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/kutukan-kursi-dubes-asartboard-1_1-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/kutukan-kursi-dubes-asartboard-1_1-120x150.jpg 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/kutukan-kursi-dubes-asartboard-1_1-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/kutukan-kursi-dubes-asartboard-1_1-150x188.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/kutukan-kursi-dubes-asartboard-1_1-300x375.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/kutukan-kursi-dubes-asartboard-1_1-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/kutukan-kursi-dubes-asartboard-1_1-1068x1335.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/kutukan-kursi-dubes-asartboard-1_1.jpg 1200w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/kutukan-kursi-dubes-asartboard-1_2-819x1024.jpg" alt="kutukan kursi dubes asartboard 1 2" class="wp-image-163066" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/kutukan-kursi-dubes-asartboard-1_2-819x1024.jpg 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/kutukan-kursi-dubes-asartboard-1_2-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/kutukan-kursi-dubes-asartboard-1_2-120x150.jpg 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/kutukan-kursi-dubes-asartboard-1_2-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/kutukan-kursi-dubes-asartboard-1_2-150x188.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/kutukan-kursi-dubes-asartboard-1_2-300x375.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/kutukan-kursi-dubes-asartboard-1_2-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/kutukan-kursi-dubes-asartboard-1_2-1068x1335.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/kutukan-kursi-dubes-asartboard-1_2.jpg 1200w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Kosong dua tahun. Kenapa ya?&nbsp;<img decoding="async" alt="🤔" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/16.0/1f914/72.png"><img decoding="async" alt="💭" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/16.0/1f4ad/72.png"></p>



<p class="wp-block-paragraph">#dubes #AmerikaSerikat #Indonesia #dutabesar #Kemlu #pinterpolitik #infografis #politikindonesia #beritapolitik #beritapolitikterkini</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/kutukan-kursi-dubes-asartboard-1_1-819x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jokowi dan Misteri Dubes Baru AS</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/jokowi-dan-misteri-dubes-baru-as/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S13]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jul 2019 10:42:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Donald Trump]]></category>
		<category><![CDATA[Dubes AS]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[KTT G20]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=61596</guid>

					<description><![CDATA[Kawat telegram Dubes AS untuk Indonesia tahun 1996-1999, J. Stapleton Roy menyebut pemerintahan BJ Habibie kala itu menyimpan masalah. Pasalnya, ada kemungkinan besar ABRI-lah yang memegang peran dalam pemerintahannya dan bahwa salah satu agenda Habibie bisa jadi adalah meningkatkan pengaruh Islam dalam politik. Dokumen itu menyebut Habibie tengah menjalin hubungan dengan fundamentalis Islam. Kini, memori [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Kawat telegram Dubes AS untuk Indonesia tahun 1996-1999, J. Stapleton Roy menyebut pemerintahan BJ Habibie kala itu menyimpan masalah. Pasalnya, ada kemungkinan besar ABRI-lah yang memegang peran dalam pemerintahannya dan bahwa salah satu agenda Habibie bisa jadi adalah meningkatkan pengaruh Islam dalam politik. Dokumen itu menyebut Habibie tengah menjalin hubungan dengan fundamentalis Islam. Kini, memori dalam dokumen yang meramalkan kebangkitan Islam politik tersebut jadi warna perdebatan pasca Presiden Trump menunjuk dubes baru untuk Indonesia.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<blockquote class="td_quote_box td_box_center"><p><strong>“When diplomacy ends, war begins.”</strong></p>
<p><strong>:: Adolf Hitler ::</strong></p></blockquote>
<p><span class="dropcap dropcap2">S</span>ejak era kebangkitan hubungan diplomatik modern di Italia pada tahun 1300-an, posisi duta besar (dubes) menjadi salah satu sentral politik luar negara sebuah negara. Hingga kemudian diformalisasikan lewat Kongres Vienna pada tahun 1815, dubes menjadi diplomat dengan <em>rank </em>atau peringkat tertinggi sebagai wakil kepala negara di negara lain.</p>
<p>Tak heran, posisi dubes kemudian selalu dilihat dalam konteks kepentingan pemerintahan yang berkuasa di sebuah negara terhadap negara lain. Hal inilah yang menjadi inti perdebatan ketika Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump <a href="https://www.scmp.com/news/asia/southeast-asia/article/3018233/us-names-new-ambassador-indonesia-diplomat-who-helped-set"><strong>dikabarkan</strong></a> telah menunjuk dubes baru untuk Indonesia.</p>
<p>Tak tanggung-tanggung, yang ditunjuk adalah Sung Yong Kim, seorang diplomat senior yang punya rekam jejak mentereng sebagai perpanjangan tangan pemerintah AS di kawasan Asia Pasifik.</p>
<p>Yong Kim adalah Dubes AS untuk Filipina saat ini dan telah menempati posisi tersebut sejak ditunjuk Obama pada 2016 lalu. Yong Kim kini tinggal menunggu persetujuan Senat AS untuk menggantikan Joseph R. Donovan Jr. yang kini menjabat sebagai Dubes AS untuk Indonesia.</p>
<p>Sung Yong Kim sebelumnya pernah menjadi <em>special envoy </em>– semacam utusan khusus – mewakili AS di <em>Six-Party Talk, </em>sebuah forum perdamaian yang berisi 6 negara dalam membahas persoalan nuklir Korea Utara. Forum yang berisi AS, Tiongkok, Rusia, Jepang, Korea Selatan dan Korea Utara ini memang punya dampak pada masih terjaganya situasi politik di Asia Timur.</p>
<p>Kiprah Kim dalam konteks kepentingan AS di Asia Pasifik juga tak diragukan karena yang bersangkutan juga pernah menjadi tokoh utama yang mempertemukan Trump dengan Presiden Korea Utara Kim Jong Un beberapa waktu lalu.</p>
<p>Sebagai anak imigran dari Korea Selatan, posisi Yong Kim memang menarik perhatian di tengah kebijakan pemerintahan Trump yang cukup diskriminatif terhadap imigran dan pendatang. Selain itu, konteksnya menjadi semakin menariklagi  jika menilik hubungan Indonesia dan AS dalam beberapa waktu belakangan ini.</p>
<p>South China Morning Post menuliskan konteks tersebut dalam bingkai ketegangan ekonomi alias Perang Dagang yang tengah terjadi antara AS dan Tiongkok. Pasalnya, kebijakan Indonesia di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) belakangan ini memang cenderung berusaha untuk merangkul kedua negara tersebut secara bersama-sama.</p>
<p>Namun, hal tersebut bisa dilihat secara berbeda jika <a href="https://www.scmp.com/news/asia/southeast-asia/article/3018233/us-names-new-ambassador-indonesia-diplomat-who-helped-set"><strong>menilik</strong></a> hubungan dagang yang terjadi di antara dua negara. Pasalnya, Tiongkok kini menjadi partner dagang terbesar Indonesia dengan total nilai perdangan pada 2017 lalu mencapai US$ 58,85 miliar (Rp 820,2 triliun). Bandingkan dengan hanya US$ 27 miliar (Rp 376,3 triliun) yang menjadi milik AS.</p>
<p>Hal ini belum ditambah dengan kebijakan pemerintahan Jokowi yang cenderung menempatkan Tiongkok sebagai target investor utama – hal yang pernah dibahasakan oleh Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan sebagai sumber “duit murah”, merujuk pada bunga pinjaman yang rendah.</p>
<p>Konteks ini memang membuat hubungan Indonesia dengan AS beberapa waktu lalu sempat ada dalam kondisi yang “panas dingin”, setidaknya terkait dengan kondisi makin dekatnya pemerintahan Jokowi dengan Tiongkok.</p>
<p>Dengan demikian, penunjukkan Yong Kim yang punya <em>track record</em> penting dalam hubungan AS dengan Korea Utara misalnya, menjadi hal yang tidak bisa dipandang sebelah mata bagi Indonesia.</p>
<p>Beberapa pihak menduga Presiden Trump sedang berupaya mengintensifkan hubungannya dengan Indonesia, hal yang mulai terlihat dari bahasa politik ketika ia bertemu Jokowi di KTT G-20. Pertanyaanya adalah benarkah hubungan kedua negara akan berlangsung makin positif?</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/Bz9hZC9J-jA/" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/Bz9hZC9J-jA/" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/Bz9hZC9J-jA/" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Dubes baru AS untuk Indonesia punya signifikansi besar jadi penentu arah kebijakan Nantikan artikel selengkapnya di Pinterpolitik.com #dubes #sungyongkim #infografik #infografis #politik #politikindonesia #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2019-07-16T02:42:48+00:00">Jul 15, 2019 at 7:42pm PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<h4><strong>Dubes AS, Bukan Sembarangan</strong></h4>
<p>Posisi seorang dubes memang bukan posisi sembarangan. Kedudukannya sebagai <em>highest rank diplomats </em>atau diplomat dengan peringkat paling tinggi memang selalu dianggap menjadi perpanjangan tangan presiden secara langsung.</p>
<p>Dalam konteks AS, posisi dubes memang sentral dalam perpanjangan tangan politik luar negeri presiden yang sedang berkuasa di negara tersebut.</p>
<p>Edward L. Peck, mantan diplomat AS antara 1956-1989 dalam salah satu tulisannya, <a href="https://www.afsa.org/why-us-ambassadors-should-be-career-professionals"><strong>menyebutkan</strong></a> bahwa hal tersebut dapat terjadi karena seorang Dubes AS disebut sebagai <em>chief of mission mandate </em>sesuai dengan ketentuan yang ada dalam <em>Foreign Service Act</em> – semacam Undang-Undang hubungan luar negeri AS – tahun 1980 dan melakukan mandatnya sesuai arahan Presiden AS yang berkuasa.</p>
<p>Hal inilah yang menurutnya membuat pada titik tertentu, Dubes AS harus diduduki oleh diplomat karier. Apalagi, 60 persen dubes yang ditunjuk oleh pemerintah AS umumnya adalah mereka yang tidak punya rekam jejak dalam diplomasi dan hanya mendapatkan posisi tersebut karena kontribusinya dalam kampanye pemenangan sang presiden.</p>
<p>Dengan demikian, penunjukan Kim yang merupakan diplomat karier, besar kemungkinan “pengabdiannya” adalah kepada kepentingan dan arahan presiden sesuai dengan ketentuan dalam <em>Foreign Service Act.</em></p>
<p>Dalam hal perubahan arah dan kepentingan Trump, pergantian dubes ini bisa saja menunjukkan konsen politik yang lebih besar terhadap Indonesia. Pasalnya, beberapa pihak menyebut Donovan yang kini menjabat sebagai Dubes AS di Indonesia adalah sosok yang cenderung <em>low profile </em>dalam konteks pembangunan persepsi publik Indonesia terhadap citra AS.</p>
<p>Hal tersebut cukup berbeda jika dibandingkan dengan apa yang terjadi di era pendahulunya, Robert O. Blake yang mampu membawa citra dan kepentingan negara tersebut dengan lebih baik, sekalipun hal tersebut juga dipengaruhi oleh citra personal Presiden Barack Obama yang pernah tinggal di Indonesia.</p>
<p>Dengan demikian, wajar jika banyak pihak menduga penunjukan Kim sangat mungkin mewakili <a href="https://www.scmp.com/news/asia/southeast-asia/article/3018233/us-names-new-ambassador-indonesia-diplomat-who-helped-set"><strong>peningkatan</strong></a> perspektif hubungan AS terhadap Indonesia. Pasalnya, beberapa pihak menyebut bahwa sebelum-sebelumnya Trump bahkan tak pernah memandang penting Indonesia dalam konteks politik luar negerinya.</p>
<p>Jika melihat bahasa politik Presiden Trump saat menghadiri KTT G-20 di Osaka, Jepang beberapa waktu lalu hal ini bahkan bisa dibilang terlihat cukup jelas.</p>
<p>Kala itu, Trump cukup sering berbicara langsung dengan Jokowi. Bahkan, pada sesi foto bersama, Jokowi pun menempati posisi di samping Trump. Hal ini memang bisa dilihat dari konteks yang lebih besar, bahwa bisa saja Jepang sebagai tuan rumah “sengaja” mengaturnya demikian &#8211; dengan persetujuan AS tentunya. Jepang sendiri masih menjadi investor terbesar kedua di Indonesia saat ini. <a href="https://pinterpolitik.com/misteri-foto-g20-jokowi/"><strong>(Baca: Misteri Foto G20 Jokowi) </strong></a></p>
<p>Hal ini juga mempertegas pentinganya posisi Dubes AS dalam konteks kepentingan politik negara tersebut di Indonesia. Sejak era sebelumnya, peran dubes AS di Indonesia sangat besar. Mulai dari era Soekarno, Soeharto hingga era-era belakangan ini. Selain karena kepentingan yang diwakili di belakangnya, tetapi juga dalam konteks pengaruhnya terhadap peta politik di dalam negeri.</p>
<p>Salah satu <a href="https://tirto.id/arsip-rahasia-as-prediksi-bangkitnya-islam-politik-pasca-soeharto-cPTP"><strong>contohnya</strong></a> adalah ketika J. Stapleton Roy yang menjadi Dubes AS di Indonesia antara tahun 1996-1999. Dalam dokumen yang telah diungkap ke publik, diketahui bahwa Roy telah meramalkan  kebangkitan Islam politik sejak tahun 1998.</p>
<p>Hal ini tentu sulit untuk tidak dilihat keterkaitannya dengan dinamika politik yang terjadi sekarang-sekarang ini, di mana Islam politik adalah salah satu pemain utama dalam politik nasional.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Ma&#39;ruf Amin siap tanggalkan ciri khasnya saat menjabat.</p>
<p>Nantikan artikel selengkapnya di <a href="https://t.co/xcS6dR1dxG">https://t.co/xcS6dR1dxG</a> <a href="https://t.co/lF4ogfagZd">pic.twitter.com/lF4ogfagZd</a></p>
<p>&mdash; Pinterpolitik.com (@pinterpolitik) <a href="https://twitter.com/pinterpolitik/status/1148878273797136385?ref_src=twsrc%5Etfw">July 10, 2019</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<h4><strong>Arah Baru Kepentingan Trump?</strong></h4>
<p>Andrew Yang, kandidat presiden dari Partai Demokrat AS untuk Pilpres 2020 dalam pernyataannya ketika ditanya saat debat beberapa waktu lalu, menyebutkan bahwa pendekatan politik luar negeri AS yang cenderung konfrontatif dengan Tiongkok adalah “bencana”. Pasalnya, dampaknya akan sangat terasa untuk banyak pengusaha AS yang sudah menjalin kerja sama dengan negara tersebut.</p>
<p>Ia juga menyinggung dampak Perang Dagang ini terhadap negara-negara di kawasan Asia Tenggara, pun dengan kemungkinan jika perusahaan-perusahaan AS di Tiongkok harus angkat kaki dari negara tersebut.</p>
<p>Sekalipun fakta tersebut diungkap oleh seorang kandidat Demokrat, namun sangat mungkin Trump juga melihat kemungkinan terjadinya hal itu. Maka, boleh jadi perubahan pendekatan terhadap Indonesia memang sedang diupayakan oleh ayah dari Ivanka Trump tersebut.</p>
<p>Makin turunnya nilai perdagangan di antara dua negara juga membuat Trump kembali melihat konteks hubungan dengan Indonesia tersebut.</p>
<p>Hal ini juga berkaitan dengan hubungan Indonesia dan AS yang secara keseluruhan beberapa waktu terakhir makin membaik.</p>
<p>Kembali <a href="https://www.asiatimes.com/2019/05/article/to-pacify-trump-indonesia-seeks-american-arms/"><strong>dibukanya</strong></a> keran kerja sama di bidang militer yang sebelumnya sempat tertahan – misalnya terhadap Kopassus – memang menjadi salah satu indikasi mulai adanya perubahan arah kebijakan AS terhadap Indonesia di era Jokowi. Bahkan militer Indonesia disebut akan melakukan <a href="https://www.scmp.com/news/asia/southeast-asia/article/3018233/us-names-new-ambassador-indonesia-diplomat-who-helped-set"><strong>latihan bersama</strong></a> dengan militer AS pada tahun 2020.</p>
<p>Selain itu, konteks hubungan Trump dengan beberapa petinggi dan tokoh yang kini menjadi koalisi Jokowi juga berpotensi mengubah arah pendekatan politik di antara kedua negara. Hary Tanoesoedibjo misalnya, kini telah ada di barisan pendukung Jokowi. Hary Tanoe memang untuk waktu yang cukup lama disebut sebagai “sekutu” Trump di Indonesia.</p>
<p>Hal ini bisa saja menjadi jalan masuk perubahan pendekatan politik yang bisa saja mempengaruhi arah politik luar negeri Trump atas Indonesia.</p>
<p>Dengan demikian, penunjukan Yong Kim memang bisa jadi adalah “kemenangan” – demikian bahasa yang dipakai oleh South China Morning Post – bagi Indonesia dalam konteks hubungannya dengan AS. Persoalannya adalah akan sejauh apa dampak penunjukan Yong Kim terhadap hubungan kedua negara secara riil? Menarik untuk ditunggu kelanjutannya. (S13)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="kQphan5w_1s"><iframe title="JAKARTA TENGGELAM 2050, SALAH SIAPA?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/kQphan5w_1s?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/ghkll-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
