<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Debat 4 2019 &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/debat-4-2019/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 01 Apr 2019 12:07:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Debat 4 2019 &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dilan Ala Jokowi</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/dilan-ala-jokowi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K12]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Apr 2019 01:30:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Debat 4 2019]]></category>
		<category><![CDATA[Debat Pilpres 2019]]></category>
		<category><![CDATA[Dilan]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=53269</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/04/Dilan-Ala-Jokowi.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class=" td-modal-image aligncenter wp-image-53270 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/04/Dilan-Ala-Jokowi.jpg" alt="Jokowi mempopulerkan Pemerintahan Dilan pada Debat Pilpres" width="1080" height="1080" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/04/Dilan-Ala-Jokowi.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/04/Dilan-Ala-Jokowi-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/04/Dilan-Ala-Jokowi-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/04/Dilan-Ala-Jokowi-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/04/Dilan-Ala-Jokowi-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/04/Dilan-Ala-Jokowi-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/04/Dilan-Ala-Jokowi-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/04/Dilan-Ala-Jokowi-420x420.jpg 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/04/Dilan-Ala-Jokowi-135x135.jpg 135w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/04/Dilan-Ala-Jokowi-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Prabowo Siap Berperang?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/belajar-politik/prabowo-siap-berperang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[G42]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Apr 2019 10:00:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Belajar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Capres Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Debat 4 2019]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=53194</guid>

					<description><![CDATA[“Sang jenderal adalah pelindung negara. Ketika sang pelindung utuh, tentu negaranya kuat. Kalau sang pelindung cacat, tentu negaranya lemah.” ~ Sun Tzu PinterPolitik.com [dropcap]S[/dropcap]ebelumnya pada putaran pertama dan kedua Prabowo dianggap oleh sebagian masyarakat khususnya kubu 01 tidak menunjukan jati diri seperti biasanya alias seperti melakukan agenda setting agar pribadinya terlihat lebih kalem dan tidak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Sang jenderal adalah pelindung negara. Ketika sang pelindung utuh, tentu negaranya kuat. Kalau sang pelindung cacat, tentu negaranya lemah.” ~ Sun Tzu</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]S[/dropcap]ebelumnya pada putaran pertama dan kedua Prabowo dianggap oleh sebagian masyarakat khususnya kubu 01 tidak menunjukan jati diri seperti biasanya alias seperti melakukan agenda <em>setting</em> agar pribadinya terlihat lebih kalem dan tidak terlalu banyak mengeluarkan pernyataan tajam nan menghujam.</p>
<p>Namun, untuk putaran terakhir Prabowo seakan menepis anggapan itu, Prabowo akhirnya  mengatur intonasinya naik sekitar tiga oktaf dan mempertajam argumen serta kritiknya kepada Jokowi.</p>
<p>Akan tetapi beruntungnya kita semua melihat Prabowo yang sedikit keras kepada Jokowi, Jokowi tidak menanggapi seperti saat <em>doi</em> sedang<a href="https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-4184870/tim-jokowi-kalau-ada-2019gantipresiden-di-yogya-kami-lawan"> kampanye di Jogja.</a> Kalau sampai Jokowi ikutan naikin nada dan dicampur dengan pernyataan sentimen bisa bubar tuh debat presiden 2019. <em>Wkwkwk</em>.</p>
<p>Entah karena Prabowo sangat menguasai tema debat, atau karena Prabowo sengaja bermain psikologi, pada kesempatan itu dirinya dengan tegas dan tak henti-hentinya membahas pertahanan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista).</p>
<p>Menurut Prabowo alutsista dan anggaran pertahanan di era Jokowi terlalu sedikit, maka  Prabowo meminta dan berjanji jika terpilihnya nanti anggaran militer harus ditingkatkan untuk persiapan perang jika sewaktu-waktu terancam.</p>
<p>Ngeri banget ya Prabowo, bukan hanya keras sama Jokowi loh! Bahkan dengan tema ideologi, pemerintahan, pertahanan dan keamanan, dan hubungan internasional Prabowo sampai menyinggung persiapan Indonesia menghadapi perang. <em>Weleh-weleh, </em>berasa Korea Utara ya dikit-dikit bahas perang.</p>
<p>Tapi <em>bro,</em> menurut konsep<em> Security Dilemma </em>didalam kajian Hubungan Internasional apa yang dikatakan Prabowo masuk akal loh! Memang seharusnya negara memiliki pertahanan, dalam hal ini alutsista yang canggih, jangan sampai seperti yang dibilang Prabowo negara lain sudah punya pertahanan canggih, eh Indonesia hanya memiliki armada perangnnya saja tapi pelurunya enggak ada.<em> Wkwkwk.</em></p>
<p>Maka menjadi benar apa yang dilontarkan Prabowo pada debat beberapa hari lalu. Namun, kalau ditelaah lebih dalam terkait pernyataanya, menaikkan anggaran pertahanan Indonesia dengan signifikan di era seperti ini apakah menjadi hal yang relevan? Kalau anggaran pertahanan negara dinaikkan kita punya peralatan perang canggih, lalu gimana ya soal kesejahteraan masyarakat? Masalahnya, ada negara seperti Korea Utara yang lebih memprioritaskan membeli senjata dibanding kesejahteraan rakyatnya. <em>Weleh-weleh</em>.</p>
<p>Kalau sudah begini jadi semakin dilema deh<em> bro, </em>di satu sisi saya setuju militer harus memiliki anggaran yang cukup besar untuk memperkuat pertahanan. Tapi di satu sisi saya ngeri kalau angaran militer besar dengan angka masyarakat yang terkena busung lapar malah ikutan jadi besar. <em>Ckckck. </em>(G42)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="bfRZI7NOeto"><iframe width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/bfRZI7NOeto?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/04/5c637fd9-4b25-43ee-9273-8c4f80c70dc0_43.jpeg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jokowi Setara Dilan?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/belajar-politik/jokowi-setara-dilan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[G42]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Apr 2019 07:04:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Belajar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[#Jokowi2Periode]]></category>
		<category><![CDATA[Debat 4 2019]]></category>
		<category><![CDATA[Dilan]]></category>
		<category><![CDATA[KH Ma'ruf Amin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=53172</guid>

					<description><![CDATA[“Jangan rindu, berat. Kau gak akan kuat. Biar aku saja.” ~ Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 PinterPolitik.com [dropcap]D[/dropcap]ari keseluruhan debat Pilpres 2019 yang telah dilaksanakan sebanyak empat kali, sepertinya Jokowi tidak mau kalah sensasional nih dari wakilnya Ma’ruf Amin.  Sebab, pada debat Pilpres keempat lalu, Jokowi juga mengeluarkan istilah-istilah unik yang tak kalah heboh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Jangan rindu, berat. Kau gak akan kuat. Biar aku saja.” ~ Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]D[/dropcap]ari keseluruhan debat Pilpres 2019 yang telah dilaksanakan sebanyak empat kali, sepertinya Jokowi tidak mau kalah sensasional nih dari wakilnya Ma’ruf Amin.  Sebab, pada debat Pilpres keempat lalu, Jokowi juga mengeluarkan istilah-istilah unik yang tak kalah heboh dari pernyataan yang dilontarkan wakilnya tersebut.</p>
<p>Sebelumnya, Ma’ruf di debat putaran tiga mengeluarkan tiga istilah yang berhasil menghebohkan dunia permedsosan. Istilah itu di antaranya, Dunia Usaha dan Dunia Industri alias ‘Dudi’, infrastuktur langit, dan <em>ten years challenge. </em></p>
<p>Nah<em>, </em>kalau debat kemarin, Jokowi mengeluarkan istilah Pemerintahan Dilan alias Digital Melayani. Hmmm, kalau menurut saya biar lebih <em>cucok</em> lagi Jokowi sehabis sebut Dilan dirinya mengakhiri dengan istilah ‘Milea’ di akhir pernyataannya contohnya begini;</p>
<p>“Pada pemerintahan kedepan dibutuhkan pemerintahan ‘Dilan’ alias Digital Melayani dan hal ini bersamaan dengan tuntutan ‘Milea’ alias Millenium Kekinian.” <em>Wkwkwk,</em> mantep enggak tuh <em>bro? </em></p>
<p>Tapi<em> bro</em>, kenapa ya kok Jokowi-Ma’ruf belakangan ini senang banget mengeluarkan istilah-istilah unik seperti Dilan dan Dudi ya? Apa mungkin ya ini suatu langkah strategi untuk menarik simpati generasi milenial yang senangnya dengan hal-hal unik?</p>
<p>Di luar keunikan istilah yang Jokowi-Ma’ruf sampaikan itu berhasil membuat sebagian orang senang, tetapi  di sisi lain beberapa orang ternyata berhasil dibuat sulit memahami alias kebingungan loh <em>bro</em>. Apalagi mereka yang tidak menonton debat sama sekali, pasti akan bertanya-tanya begini;</p>
<p>“Eh <em>bro,</em> Dudi itu siapanya Pak Ma’ruf ya? Nah, selain itu <em>ten years challenge </em>maksudnya gimana ya? Apa lagi nih yang mau di <em>challenge-challenge </em>selama sepuluh tahun kedepan<em>? </em>Terus kenapa juga Dilan dibawa-bawa<em>? </em>Kalau ada Dilan, kenapa Milea-nya gak sekalian?”</p>
<p>Yang juga penting itu implementasinya sih. Percuma juga pake istilah-istilah Dilan tapi eksekusinya masih belum jelas. Iya sih bisa menggaet milenial, tapi terus nanti tanggung jawab ke milenialnya seperti apa kalau udah dapet suara mereka? Dilan aja bikin puisi buat dapetin Milea, kalau Dilan-nya Pak Jokowi mau bikin apa nih buat mengatasi masalah pemerintahan? <em>Hehehe</em>.</p>
<hr /><p><em>Generasi milenial jadi sasaran politisi.</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fbelajar-politik%2Fjokowi-setara-dilan%2F&#038;text=Generasi%20milenial%20jadi%20sasaran%20politisi.&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr />
<p>Tetapi semoga saja mereka yang kebingungan dengan istilah-istilah yang disampaikan Jokowi-Ma’ruf, tidak malas untuk membaca informasi jelasnya di media massa ya<em> bro</em>. Sebab kalau sampai mereka pada malas mencari maksud dari istilah itu bisa berabe tuh menginterprestasikannya. Bisa jadi orang bingung  mikir Jokowi-Maruf mau buat Dilan yang ada di film jadi menterinya lagi. <em>Ahahaha. </em>(G42)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="VoEKtP8dWiw"><iframe width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/VoEKtP8dWiw?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/04/2054299833.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
