<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Cuti &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/cuti/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 04 Jun 2019 08:20:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Cuti &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Di Balik Jokowi Tak Cuti</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/di-balik-jokowi-tak-cuti/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Mar 2019 11:00:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Cuti]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[KPU]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2019]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Putusan MK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=51592</guid>

					<description><![CDATA[Keputusan Jokowi untuk tidak mengambil cuti sebagai presiden meskipun maju lagi pada Pilpres 2019 sempat menuai polemik. Mahkamah Konstitusi (MK) pun akhirnya memutuskan bahwa mantan Wali Kota Solo itu tidak wajib cuti selama masa kampanye. PinterPolitik.com “It’s even harder, dear Father, to be David when Goliath’s so much larger,” – Big K.R.I.T., penyanyi rap asal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Keputusan Jokowi untuk tidak mengambil cuti sebagai presiden meskipun maju lagi pada Pilpres 2019 sempat menuai polemik. Mahkamah Konstitusi (MK) pun akhirnya memutuskan bahwa mantan Wali Kota Solo itu tidak wajib cuti selama masa kampanye.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;">PinterPolitik.com</span></p>
<blockquote class="td_quote_box td_box_center"><p>“It’s even harder, dear Father, to be David when Goliath’s so much larger,” – Big K.R.I.T., penyanyi rap asal Amerika Serikat</p></blockquote>
<p>[dropcap]P[/dropcap]olemik ini sebenarnya telah mencuat sejak 2018 ketika pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mempertanyakan persoalan cuti Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon petahana. Pada tahun 2018, Komisi Pemilihan Umum (KPU) <strong><a href="https://nasional.tempo.co/read/1069678/kpu-jokowi-tak-perlu-cuti-saat-pilpres-2019/full&amp;view=ok">menyebutkan</a></strong> bahwa tidak ada aturan yang mengharuskan Jokowi untuk cuti ketika mencalonkan diri sebagai presiden pada Pilpres 2019.</p>
<p>BPN Prabowo-Sandiaga memang <strong><a href="https://kabar24.bisnis.com/read/20190226/15/893736/usulkan-jokowi-cuti-bpn-bandingkan-dengan-sandiaga-uno">mempertanyakan</a></strong> perihal tidak cutinya Jokowi sebagai calon petahana. Alasannya adalah demi menghindari penyalahgunaan kekuasaan dengan mencontohkan Sandiaga yang berhenti dari jabatannya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta kala memutuskan maju sebagai pendamping Prabowo.</p>
<p>Terkait komplain tersebut, Jokowi pun <strong><a href="https://news.detik.com/berita/d-4449221/jokowi-tak-akan-cuti-total-aturan-masih-bolehkan-saya-kerja">merespon</a></strong> bahwa dirinya akan cuti apabila terdapat aturan yang mengharuskannya cuti. Tim Kampnye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin juga <strong><a href="https://www.merdeka.com/politik/tkn-minta-bpn-prabowo-tak-desak-jokowi-cuti-sebagai-presiden.html">merespon</a></strong> bahwa yang dilakukan Jokowi sudah sesuai aturan dalam Pemilu. Justifikasi yang digunakan adalah ancaman kekosongan <strong><a href="https://tirto.id/putusan-mk-soal-presiden-tak-perlu-cuti-saat-kampanye-dinilai-tepat-djuJ">tanggung jawab kepresidenan</a></strong>.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Kalau sudah unggul ya cuti..gak usah curang..gak usah larang konser orang&#8230;tapi kok malah semakin nampak ketakutan di lapangan&#8230; <a href="https://twitter.com/hashtag/SurveyVsSuaraRakyat?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#SurveyVsSuaraRakyat</a> <a href="https://t.co/Ft8VQWDC1D">https://t.co/Ft8VQWDC1D</a></p>
<p>&mdash; #2019WAJAHBARU (@Fahrihamzah) <a href="https://twitter.com/Fahrihamzah/status/1104907495896571905?ref_src=twsrc%5Etfw">March 11, 2019</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Sebelumnya, sekelompok mahasiswa dari Universitas Islam As-Sayfiiyah juga sempat mengajukan gugatan terkait tidak cutinya Jokowi menjelang Pilpres 2019. Gugatan tersebut <strong><a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190313173938-12-376976/putusan-mk-presiden-tak-perlu-cuti-kampanye">gagal</a></strong> akibat adanya Putusan MK yang tidak mengharuskan Jokowi untuk cuti.</p>
<p>MK juga <strong><a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190313173938-12-376976/putusan-mk-presiden-tak-perlu-cuti-kampanye">menjelaskan</a></strong> bahwa cuti presiden merupakan hak sepenuhnya dari Jokowi. Namun, lembaga tersebut tetap mengingatkan bahwa fasiltas negara tidak diperbolehkan untuk digunakan dalam kampanye.</p>
<p>Terlepas dari legalitas atas tidak cutinya Jokowi, pertanyaannya adalah apakah dampak dari keputusan tersebut? Apakah penyalahgunaan kekuasaan dapat terjadi apabila Jokowi tidak cuti menjelang keikutsertaannya dalam Pilpres 2019?</p>
<h4><strong>Keuntungan Petahana</strong></h4>
<p>Keputusan untuk tidak turun jabatan dalam masa Pemilu juga sempat terjadi di Thailand yang akan melaksanakan Pemilu pada tahun 2019 ini. Perdana Menteri Thailand, Prayuth Chan-o-cha juga <strong><a href="https://www.bangkokpost.com/news/politics/1620026/pm-says-he-wont-quit">memutuskan</a></strong> untuk tetap menjabat sebagai perdana menteri meskipun tokoh junta militer tersebut menjadi <strong><a href="https://www.japantimes.co.jp/news/2019/02/06/asia-pacific/politics-diplomacy-asia-pacific/coup-maker-candidate-thailand-junta-chief-prayuth-chan-ocha-considers-election-run/#.XJhY1OszZ0s">kandidat</a></strong> dalam Pemilu.</p>
<p>Konteks ini membuat kebijakan-kebijakan yang dibuatnya dianggap punya nuansa politik untuk mendukung tingkat keterpilihannya. Pada akhir 2018 misalnya, Prayuth yang didukung oleh partai pro-junta Palang Pracharat menerapkan kebijakan berupa bantuan langsung yang diberikan kepada warga dengan penghasilan kurang dari THB 100.000 (Rp 45 juta) per tahun dan warga lanjut usia. Bantuan langsung tersebut diberlakukan dengan <strong><a href="https://www.bangkokpost.com/news/politics/1579298/pm-insists-cash-splurge-not-populist-as-poll-looms">program kartu kesejahteraan</a></strong> yang beranggaran THB 63 juta (Rp 28,37 miliar).</p>
<p>Kebijakan tersebut dikritik oleh berbagai pihak karena <strong><a href="https://asia.nikkei.com/Politics/Thai-junta-accused-of-buying-votes-from-Thaksin-supporters">dianggap</a></strong> sebagai manuver politik Prayuth untuk meningkatkan popularitasnya dalam untuk Pemilu Thailand 2019. Meskipun begitu, PM Thailand tersebut menjelaskan bahwa kebijakan tersebut tidak memiliki kaitan dengan Pemilu karena telah sesuai dengan aturan yang berlaku dan merupakan sebuah kebetulan apabila baru diberlakukan di akhir 2018.</p>
<p>Dalam konteks tersebut, kebijakan-kebijakan Prayuth pun bisa jadi merupakan penyalahgunaan sumber-sumber administratif dalam Pemilu. Matthew Jenkins dan Marie Chêne dari Transparency International dalam <strong><a href="https://knowledgehub.transparency.org/assets/uploads/helpdesk/Best-practices-on-preventing-the-abuse-of-state-resources_2017.pdf">tulisannya</a></strong> yang berjudul <em>Best Practices on Preventing the Abuse of Public Resources</em> menjelaskan bahwa penyalahgunaan sumber administratif dapat dipahami sebagai penggunaan sumber-sumber publik untuk memengaruhi kampanye dalam Pemilu guna menguntungkan salah satu kandidat.</p>
<hr /><p><em>Pembelian suara dengan sumber administratif yang dimiliki oleh negara dapat dilakukan dengan kebijakan yang memberikan akses pada public goods seperti bantuan sosial.</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fin-depth%2Fdi-balik-jokowi-tak-cuti%2F&#038;text=Pembelian%20suara%20dengan%20sumber%20administratif%20yang%20dimiliki%20oleh%20negara%20dapat%20dilakukan%20dengan%20kebijakan%20yang%20memberikan%20akses%20pada%20public%20goods%20seperti%20bantuan%20sosial.&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr />
<p>Sejalan dengan pengertian dari Jenkins dan Chêne, Magnus Ohman dari International Foundation for Electoral Systems (IFES) dalam <strong><a href="https://www.ifes.org/sites/default/files/georgia_abuse_of_state_resources_july_2011_0.pdf">tulisannya</a></strong> yang berjudul <em>Abuse of State Resources</em> menjelaskan bahwa penyalahgunaan sumber-sumber daya negara merupakan penggunaan variabel seperti sumber finansial, sumber institusional, sumber regulasi, dan sumber penegakan hukum untuk mendukung atau melemahkan aktor politik.</p>
<p>Terkait apa yang dilakukan oleh PM Prayuth, penyalahgunaan sumber tersebut merupakan penyalahgunaan sumber finansial yang digunakan untuk mendukung citra politiknya sebagai petahana dan partai politik tertentu dalam Pemilu.</p>
<p>Penyalahgunaan semacam ini dapat mengarah pada istilah <em>vote buying</em> atau pembelian suara. Bruno Speck dan Alessandra Fontana dalam <strong><a href="https://www.u4.no/publications/milking-the-system-fighting-the-abuse-of-public-resources-for-re-election.pdf">tulisannya</a></strong> yang berjudul <em>“Milking the System”</em> menjelaskan bahwa pembelian suara dengan sumber administratif yang dimiliki oleh negara dapat dilakukan dengan kebijakan yang memberikan akses pada <em>public goods</em> seperti bantuan sosial.</p>
<p>Bisa jadi, apa yang dilakukan PM Prayuth menggunakan cara yang memberikan akses pada <em>public goods </em>– mengingat tokoh junta tersebut memberikan akses terhadap dana publik melalui program kartu kesehjateraan.</p>
<p>Bila dibandingkan kembali dengan apa yang dilakukan Jokowi di Indonesia, apakah tidak cutinya Jokowi juga membantunya memperoleh suara dalam Pilpres 2019 dengan menerapkan kebijakan-kebijakan yang mirip?</p>
<h4><strong>Terkait Pilpres 2019?</strong></h4>
<p>Jika berkaca pada kebijakan yang digunakan PM Prayuth dalam Pemilu Thailand 2019, Jokowi sebagai calon petahana di Indonesia bisa saja menggunakan kekuasaannya untuk menerapkan kebijakan-kebijakan yang bisa jadi menguntungkannya. Beberapa di antaranya yang ramai dibicarakan media adalah kebijakannya untuk menaikkan gaji <strong><a href="https://regional.kompas.com/read/2019/03/08/13545631/presiden-jokowi-gaji-pns-naik-awal-april-sekaligus-gaji-ke-13-dan-ke-14">pegawai negeri sipil (PNS)</a></strong>, <strong><a href="http://wartakota.tribunnews.com/2019/03/19/gaji-anggota-polisi-naik-ini-daftar-kenaikan-gaji-anggota-polri-tahun-2019">anggota kepolisian</a></strong>, dan <strong><a href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20190320200721-16-61952/terbaru-ini-besaran-gaji-tni-setelah-resmi-naik">anggota TNI</a></strong>.</p>
<p>Perlu diketahui pula bahwa kenaikan gaji PNS baru dilaksanakan kembali pada tahun 2019. Sebelumnya, kenaikan gaji PNS berhenti pada tahun 2015. Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah <strong><a href="https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-47622160">berpendapat</a></strong> bahwa kebijakan tersebut sangat mungkin bermuatan politis sebab Jokowi mencalonkan diri lagi.</p>
<p>Guna menanggapi dugaan tersebut, pihak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pun menampik dengan <strong><a href="https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-47622160">menyatakan</a></strong> bahwa kebijakan kenaikan gaji tidak memiliki kaitan dengan kontestasi politik. Kebijakan kenaikan gaji sendiri telah diajukan sejak Oktober 2018, tetapi baru dapat dilaksanakan pada April nanti.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/BvbD8sGARKf/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/BvbD8sGARKf/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/BvbD8sGARKf/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Cuti nggak nih harusnya? Nantikan artikel selengkapnya di Pinterpolitik.com #cuti #cutijokowi #infografik #infografis #politik #politikindonesia #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2019-03-25T07:25:46+00:00">Mar 25, 2019 at 12:25am PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Selain kenaikan gaji, Jokowi juga menerapkan kebijakan populer lain, yaitu peningkatan anggaran dana bantuan sosial (bansos) pada 2019. Ia juga secara signifikan <strong><a href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20190108094427-4-49513/naikkan-dana-bansos-2019-sri-mulyani-ini-bukan-soal-pemilu">menaikkan</a></strong> besaran anggaran Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi dua kali lipat. Realisasi anggaran dana bansos pun juga <strong><a href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20190319143251-4-61577/tahun-politik-realisasi-bansos-hingga-februari-meroket">meroket</a></strong> dari Rp 13,87 triliun pada Februari 2018 menjadi Rp 23,6 triliun pada Februari 2019.</p>
<p>Pihak Kemenkeu pun kembali menampik keterkaitan kebijakan tersebut dengan Pilpres 2019. Menteri Keuangan Sri Mulyani misalnya <strong><a href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20190108094427-4-49513/naikkan-dana-bansos-2019-sri-mulyani-ini-bukan-soal-pemilu">menjelaskan</a></strong> bahwa kebijakan tersebut merupakan penyesuaian terhadap tingkat inflasi terkini.</p>
<p>Namun, benarkah kebijakan-kebijakan seperti kenaikan gaji PNS dan kenaikan dana bansos sama sekali tidak terkait dengan Pilpres 2019?</p>
<p>Meskipun sering kali menampik keterkaitan kebijakan-kebijakan tersebut dengan Pilpres 2019, manuver-manuver lewat program-program tersebut jelas memiliki pengaruh terhadap perolehan suara. Cara ini bisa menjadi bagian dari strategi Jokowi dalam memenangkan hati sejumlah pemilik suara dalam Pemilu 2019.</p>
<p>Mungkin benar kebijakan-kebijakan populis Jokowi, seperti peningkatan gaji PNS, berkaitan dengan keikutsertaannya dalam Pilpres 2019. <strong><a href="https://tirto.id/pejabat-desa-amp-pns-lebih-pro-prabowo-program-jokowi-tak-efektif-dgrN">Hasil survei</a></strong> Charta Politika pun menunjukkan bahwa hanya 40,44 persen dari kalangan PNS dan pejabat desa yang menyatakan akan memilih Jokowi-Ma’ruf.</p>
<p>Artinya, kebijakan menaikkan penghasilan tersebut bisa jadi merupakan langkah Jokowi untuk meningkatkan perolehan suaranya di kalangan PNS. Selain PNS, kebijakan tersebut juga bisa jadi manuver Jokowi guna menanggapi adanya <strong><a href="https://news.okezone.com/read/2019/01/31/605/2012070/ribuan-pensiunan-tni-polri-dukung-prabowo-300-di-antaranya-purnawirawan-jenderal">deklarasi</a></strong> dari kalangan purnawirawan TNI dan Polri yang mendukung Prabowo-Sandiaga.</p>
<p>Jika memang kebijakan-kebijakan tersebut merupakan manuver Jokowi dalam Pilpres 2019, penggunaan sumber-sumber negara tersebut tentu hanya memberikan keuntungan lebih terhadap dirinya sebagai petahana karena kandidat lain tidak memiliki akses terhadap sumber-sumber tersebut. Hal ini tentu menciptakan iklim kompetisi yang asimetris dan tidak menguntungkan bagi Prabowo-Sandiaga dalam Pilpres 2019.</p>
<p>Pada akhirnya, mungkin benar apa yang dikatakan Big K.R.I.T. bahwa akan semakin sulit mengalahkan Goliath ketika ia memiliki kekuasaan yang lebih besar lagi. Lagipula, masyarakat tetap akan memilih pemimpin yang benar-benar jujur, seperti lagu milik grup band Radja yang <strong><a href="https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/2019/03/24/jokowi-kampanye-di-serang-nyanyikan-lagu-jujur-milik-radja-dan-lawan-hoaks">dinyanyikan</a></strong> Jokowi dalam kampanye lalu. Bukan begitu? (A43)</p>
<p><iframe width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/VoEKtP8dWiw?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/03/ee05db55-b3d3-4f46-8755-1240e4f71dde-1024x567.jpeg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jokowi Malas Rugi Ambil Cuti</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/belajar-politik/jokowi-malas-rugi-ambil-cuti/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[G42]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Oct 2018 09:38:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Belajar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Cuti]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=42725</guid>

					<description><![CDATA[“Presiden adalah simbol negara yang tidak konsisten sebab setiap lima tahun sekali seorang presiden bisa berganti. Jadi wajar saja kalau kalian lihat Pancasila juga jadi tidak konsisten.” PinterPolitik.com [dropcap]W[/dropcap]akil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma&#8217;ruf Amin, Arsul Sani menuturkan saat ini Presiden Joko Widodo belum merasa perlu untuk mengambil cuti kampanye. Namun, menurutnya, tidak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Presiden adalah simbol negara yang tidak konsisten sebab setiap lima tahun sekali seorang presiden bisa berganti. Jadi wajar saja kalau kalian lihat Pancasila juga jadi tidak konsisten.”</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]W[/dropcap]akil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma&#8217;ruf Amin, Arsul Sani menuturkan saat ini Presiden Joko Widodo belum merasa perlu untuk mengambil cuti kampanye. Namun, menurutnya, tidak menutup kemungkinan nantinya Jokowi akan mengambil waktu cuti kampanye di hari kerja.</p>
<p>Intinya <em>gengs, </em>menurut Arsul saat ini Jokowi hanya ingin melakukan kegiatan kampanye pada hari libur saja, di hari senin sampai jumat tetap bekerja dan hari sabtu minggu barulah Jokowi melakukan kampanye. Hal ini disampaikan langsung oleh Jokowi kepada TKN, walaupun tidak menutup kemungkinan nantinya bisa berubah.</p>
<p>Lah iyalah <em>gengs,</em> ngapain juga Jokowi cuti kerja dari jabatannya sebagai presiden. <em>Wong </em>mau cuti atau nggak cuti Jokowi kan sama aja bisa sosialisasi program yang bagus-bagus untuk pencitraan. Entah itu program yang sedang berjalan atau program yang akan berjalan ke depannya. Betul apa betul?</p>
<p>Lagian juga kan kalaupun Jokowi ambil cuti kerja, ujung-ujungnya sama aja menerangkan hasil kinerja dirinya di empat tahun belakangan ini. Paling ya ditambah dikit-dikit aja. Mungkin kalau pekerjaannya Jokowi saat ini adalah buruh pabrik, baru deh tuh perlu ambil cuti. Soalnya kalau enggak cuti, gimana mau dikenal sama masyarakat, kan kerjaannya mengurung diri terus di dalam pabrik. <em>Ahahaha.</em></p>
<p>Menurut Arsul alasan mengapa saat ini Jokowi belum mengambil cuti dan lebih memilih berkampanye di hari libur serta Sabtu dan minggu, yakni karena mantan Gubernur DKI Jakarta itu merasa tugas sebagai kepala negara lebih penting ketimbang kampanye dan alasan berikutnya karena memang kampanye Jokowi  kan juga bisa diwakili oleh TKN.</p>
<p>Bisa aja bang-bang, kan sudah <em>eyke </em>bilang tadi kalau Jokowi ngambil cuti dari pekerjaannya sebagai presiden sayang banget dong, enggak bisa sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Nah, kalau Jokowi enggak ambil cuti kan bisa deh tuh sekali dayung dua tiga pulau terbeli. <em>Wkwkwk, </em>bercanda ya <em>cuy!</em></p>
<p>Oh iya <em>gengs</em>, ternyata hal-hal yang <em>eyke</em> omongin di atas juga sempat dibantah oleh Arsul yang sekaligus Sekjen PPP itu. Katanya tidak ada kata bias ketika Presiden Jokowi yang juga capres melakukan kegiatan pemerintahan di berbagai daerah. Menurutnya sudah jelas ada definisinya dalam UU Pemilu apa itu tugas negara dan apa itu kampanye.</p>
<p>Arsul bilang namanya kampanye itu ada definisinya menyampaikan visi misi tentang kepresidenan 2019-2024 dan mengajak untuk memilih. Jadi kalau Jokowi di hari kerja berkunjung ke daerah-daerah selama tidak mengajak dan memaparkan visi-misi untuk periode berikutnya, itu bukanlah bentuk kampanye.</p>
<p>Hmmm, gimana menurut kalian <em>gengs? <hr /><p><em>Kalau eyke sih setuju banget tuh sama Arsul bahwa apa yang dilakukan Jokowi itu memang bukanlah kampanye. Tapi yang dilakukan Jokowi cuman pencitraan aja gengs. Uppss.</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fbelajar-politik%2Fjokowi-malas-rugi-ambil-cuti%2F&#038;text=Kalau%20eyke%20sih%20setuju%20banget%20tuh%20sama%20Arsul%20bahwa%20apa%20yang%20dilakukan%20Jokowi%20itu%20memang%20bukanlah%20kampanye.%20Tapi%20yang%20dilakukan%20Jokowi%20cuman%20pencitraan%20aja%20gengs.%20Uppss.&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr /></em></p>
<p>Lagian juga enggak salah dong Jokowi bilang gini saat kunjungan ke daerah:</p>
<p>“Alhamdulillah. Saat ini kita sudah punya bendungan dan sudah ada akses jalan yang memadai. Jadi warga desa atau kota … tahu lah ya 2019 harus ngapain?” <em>Wkwkwk. </em>(G35)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="Rt0yKLkIsGo"><iframe width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/Rt0yKLkIsGo?start=24&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="autoplay; encrypted-media" allowfullscreen></iframe></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/10/safari-ke-ponpes-jokowi-minta-tak-ada-radikalisme-di-solo.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
