<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Charta Politika &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/charta-politika/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 15 May 2019 07:28:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Charta Politika &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Di Balik Charta Politika</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/di-balik-charta-politika/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F46]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 May 2019 07:30:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[BPN]]></category>
		<category><![CDATA[Charta Politika]]></category>
		<category><![CDATA[Klaim Kemenangan Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[survey politik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=57799</guid>

					<description><![CDATA[“Ambisi politik tentu wajar saja, selama pandai menginsyafi batasan etika”. – Najwa Shihab Pinterpolitik.com Dari banyak lembaga survei politik yang bertebaran di Indonesia, kelihatannya ada beberapa yang cukup getol mengkonfrontasi deklarasi kemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ya gengs. Salah satunya adalah Charta Politika. Tidak tau kenapa sih, tapi lembaga ini memang getol banget menentang hasil survei [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“</strong><strong>Ambisi politik tentu wajar saja, selama pandai menginsyafi batasan etika</strong><strong>”. – Najwa Shihab</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a"><strong>Pinterpolitik.com</strong></span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">D</span>ari banyak lembaga survei politik yang bertebaran di Indonesia, kelihatannya ada beberapa yang cukup getol mengkonfrontasi deklarasi kemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ya <em>gengs</em>.</p>
<p>Salah satunya adalah Charta Politika. Tidak tau kenapa sih, tapi lembaga ini memang getol banget menentang hasil survei internal, hitung cepat, serta klaim kemenangan yang dilakukan oleh kubu Prabowo-Sandi.</p>
<p>Nah, kabar terbaru datang dari Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya, yang mengkritik hasil rekap C1 yang sudah diterima Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi yang digunakan untuk mengklaim kemenangan kubunya. Sebelumnya BPN Prabowo-Sandi memang menyebut kubunya unggul dengan perolehan angka 54,24 persen, sedangkan Jokowi-Ma’ruf Amin hanya 44,14 persen.</p>
<p>Adanya <em>statement</em> itu, membuat Yunarto langsung angkat bicara <em>cuy</em>. Doi menilai bahwa data tersebut tidak dapat dijadikan landasan klaim bahwa Prabowo menang. Pasalnya perhitungan itu menggunakan data masuk yang hanya berjumlah 54,91 persen atau hanya 444.976 TPS dari total 810.329 TPS.</p>
<p><em>Hmmm,</em> benar juga sih kata doi. Tapi, jika kita perhatikan, kritik Charta Politika ini berbeda dengan sikap lembaga survei lainnya. Mereka lebih bersikap pasif jika tim internal Prabowo mengeluarkan survei atau hitung-hitungan versi mereka.</p>
<p>Memang sih, kelemahan dari BPN Prabowo-Sandi adalah. Jadi mungkin itu yang membuat Yunarto selalu memberikan kritik kepada BPN Prabowo-Sandi. Menurut doi, BPN Prabowo-Sandi seolah ingin membangun persepsi bahwa survei dan hitung-hitungan semacam itu bisa dilakukan oleh siapa saja.</p>
<hr /><p><em>Doi menilai bahwa data tersebut tidak dapat dijadikan landasan klaim bahwa Prabowo menang. Pasalnya perhitungan itu menggunakan data hanya berjumlah 54,91 persen atau hanya 444.976 TPS dari total 810.329 TPS.</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fterkini%2Fdi-balik-charta-politika%2F&#038;text=Doi%20menilai%20bahwa%20data%20tersebut%20tidak%20dapat%20dijadikan%20landasan%20klaim%20bahwa%20Prabowo%20menang.%20Pasalnya%20perhitungan%20itu%20menggunakan%20data%20hanya%20berjumlah%2054%2C91%20persen%20atau%20hanya%20444.976%20TPS%20dari%20total%20810.329%20TPS.&#038;related' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr />
<p>Kalau survei bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa menggunakan metode yang jelas, wah bahaya tuh. Bisa nggak laku dan gulung tikar nanti para konsultan dan lembaga survei. Padahal udah terlanjur sekolah mahal-mahal hingga ke luar negeri lagi.</p>
<p>Emang sih masalah utama yang terjadi saat ini adalah banyak lembaga survei yang merangkap sebagai konsultan politik. Bahkan ada yang secara terbuka menunjukkan pilihan politiknya. Akibatnya, ketika mereka mengeluarkan produk kerja mereka, banyak yang kemudian mempertanyakannya.</p>
<p>Kita sebagai masyarakat biasa kan jadi bingung, bagimana membedakan perilaku mereka ketika sebagai individu pribadi, konsultan politik, atau lembaga survei yang seharusnya independen dan tidak boleh mempunyai keberpihakan politik. Kalau memang Charta Politika terus seperti ini, tidak salah juga sih kalau BPN Prabowo-Sandi malah menertawakan dan mempertanyakan afiliasi politik mereka. <em>Hehehe.</em> (F46)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="OVk3QDcWOiI"><iframe title="Bukti Indonesia &quot;Bhineka Tunggal Ika&quot;" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/OVk3QDcWOiI?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/05/Charta-Politika-mempertanyakan-hasil-kemenangan-Prabowo-Sandiaga-Uno.jpeg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Prabowo Keok Di Pulau Jawa</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/prabowo-keok-di-pulau-jawa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K16]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Jun 2018 03:28:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Charta Politika]]></category>
		<category><![CDATA[Joko Widodo]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Survei Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Yunarto Wijaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=30570</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Hasil survei masih didominasi dua nama, Jokowi dan Prabowo. Hasilnya Prabowo unggul di Banten. Sementara Jokowi unggul di Jawa barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.” ~ Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya. PinterPolitik.com [dropcap]D[/dropcap]alam konstelasi politik Indonesia, Pulau jawa seringkali dijadikan indikator patokan kesuksesan perolehan suara. Barang siapa bisa menguasai perolehan suara di Pulaua Jawa, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>&#8220;Hasil survei masih didominasi dua nama, Jokowi dan Prabowo. Hasilnya Prabowo unggul di Banten. Sementara Jokowi unggul di Jawa barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.” ~ </em>Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]D[/dropcap]alam konstelasi politik Indonesia, Pulau jawa seringkali dijadikan indikator patokan kesuksesan perolehan suara. Barang siapa bisa menguasai perolehan suara di Pulaua Jawa, bisa diibaratkan telah memperoleh keseluruhan suara se Nusantara. <em>Warbyasah</em>. Tentunya untuk penjajakan sebelum Pilpres 2019 mendatang, Hasil dari lembaga survei menjadi salah satu pertimbangan tersendiri untuk diperhitungkan.</p>
<p>Nah, dalam rilis terbaru lembaga survei Charta Politika mengenai pilihan Presiden yang dilakukan 23-29 Mei lalu di empat wilayah, yakni Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, memperlihatkan hasil yang sungguh mengejutkan loh. Dalam hasil survei ini, nama Jokowi dan Prabowo ada di urutan teratas.</p>
<p>Dan ternyata yang bikin eike terkejut, dari keempat lokasi survei itu, nama Jokowi unggul di tiga daerah, dan Prabowo hanya di satu daerah. Jokowi unggul di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, sedangkan Prabowo unggul di Banten. Ibarat <em>score</em> pertandingan bola, ini mah hasil akhirnya udah 3-1. <em>Jebret abis</em>.</p>
<p>Sebenernya wajar sih, kalau Jokowi lebih unggul di tiga daerah. <em>Secara</em> kan Presiden Petahana, ya jadi memang sudah punya <em>track record</em> nyata dalam pembangunan bangsa ini. Perihal bagus apa gaknya, ya bisa dinilai dengan jelas. Kalau bagus, ya diapresiasi pemilih, kalau gak, ya jumlah pemilihnya pasti sedikit.</p>
<p>Nah kalau sekarang dalam survei ini Jokowi unggul di tiga daerah, itu artinya masih banyak masyarakat yang menilai hasil kerja Presiden Jokowi cukup bisa dirasakan. Jadi jikalaupun Prabowo itu unggul di satu lokasi, ya itu udah bagus banget. Belom kerja aja, udah banyak masyarakat yang menilai dia bagus. <em>Ntaps</em>.</p>
<p>Eike bingung, apa dasar para pemilih itu memutuskan pilihannya pada Prabowo. Tapi yang namanya hak memilih, ya suka-suka yang punya suara dung ya. Apakah nanti hasil Pemilu akan sama dengan hasil survei ini? Mmm, kita liat aja nanti ya. Yang pasti saat ini Pak Prabowo lagi <em>bete</em> liat hasil surveinya, <em>hahaha</em>. (K16)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/06/Prabowo-Subianto-02.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Nama Soeharto Masih Laku?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/nama-soeharto-masih-laku/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K16]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Mar 2018 06:38:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Charta Politika]]></category>
		<category><![CDATA[Hutomo Mandala Putra]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Umum Partai Berkarya]]></category>
		<category><![CDATA[Pengamat Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Tommy Soeharto]]></category>
		<category><![CDATA[Yunarto Wijaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=23684</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Kalau masih menggunakan logika (membandingkan nama besar Soeharto), menurut saya partai ini akan gagal. Saya yakin, partai ini tidak akan lolos parlementary treshold.&#8221; ~ Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya. PinterPolitik.com [dropcap]S[/dropcap]ebelum ini, saat pengukuhannya sebagai Ketua Umum Partai Berkarya, Hutomo Mandala Putra atau yang akrab disapa Tommy Soeharto sesumbar akan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><em><strong>&#8220;Kalau masih menggunakan logika (membandingkan nama besar Soeharto), menurut saya partai ini akan gagal. Saya yakin, partai ini tidak akan lolos parlementary treshold.&#8221; ~ Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya.</strong></em></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]S[/dropcap]ebelum ini, saat pengukuhannya sebagai Ketua Umum Partai Berkarya, Hutomo Mandala Putra atau yang akrab disapa Tommy Soeharto sesumbar akan memperoleh 80 kursi DPR dalam Pemilu 2019 mendatang.<em> Wuiiiih</em> mungkin gak ya? Secara kan partainya masih <em>unyu kinyis-kinyis.</em></p>
<p>Dibanding dengan partai lain yang sudah malang melintang di dunia persilatan politik nasional, apalah Partai Berkarya ini. Partai Berkarya emang sih kayak sempalan Partai Golkar. Lah<em> wong</em> lambang partainya aja mirip sebelas dua belas sama dengan Partai sesepuhnya itu. Logo Partai kok nyontek, <em>ups</em>.</p>
<p>Mengenai efektifitas mesin partai gimana? Ya jangan ditanya, belum teruji lah. Bisa jadi Tommy ini dalam membesarkan Partai Berkarya cuma modal menggadang-gadang sosok bapaknya itu. Itu tuh, Presiden ke-2 kita, Soeharto (Pak Harto). Kayak Megawati (PDIP) ya yang sering ‘jual’ nama bapaknya hahaha.</p>
<p>Tampang sih boleh mirip, tapi Tommy belum tentu sekapabel Pak Harto dalam meraih citra politik. Coba kita tengok ke belakang sedikit. Dulu pemilihan ketua umum di rumah lamanya sendiri, Partai Golkar pada 2009 lalu, dia cuma dapet nol suara tuh. Waduh waduh, begitu kok pede bikin partai.</p>
<p>Kalau anaknya yang pakai <em>embel-embel</em> nama besar Soeharto aja gak laku di dalam partai yang pernah jadi kendaraan bapaknya sendiri, bagaimana bisa dia sesumbar dapat 80 kursi di DPR lewat partai yang didirikannya? Jauh panggang dari api nih kayaknya. Mungkin dia kurang berguru, jadi nasibnya beda.</p>
<p>Kita masyarakat umum memang sering salah persepsi mengenai Partai Berkarya dan Tommy. Mereka memandang nama besar ayahnya, Soeharto, demikian mudahnya berkorelasi dengan suara Partai Berkarya nantinya. Kalau masih pakai strategi yang sama, risikonya gak lolos<em> parlementary treshold</em> loh. Bisa nangis <em>termehek-mehek</em> nanti. (K16)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/03/Yunarto-Wijaya.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
