<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Capres Gerindra &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/capres-gerindra/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Feb 2023 10:34:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Capres Gerindra &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sandi Sedang &#8220;Ngambek&#8221; ke Prabowo?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/sandi-sedang-ngambek-ke-prabowo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[D74]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2023 09:20:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Anies Baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[Capres Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Sandiaga Uno]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=123629</guid>

					<description><![CDATA[Akhir bulan Januari 2023 ini, Sandiaga Uno mengungkapkan informasi yang begitu kontroversial, yakni perjanjian tertulis antara Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. Publik berspekulasi bahwa itu adalah komitmen untuk tidak saling jegal dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Mengapa Sandi berani bocorkan informasi tersebut?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Akhir bulan Januari 2023 ini, Sandiaga Uno mengungkapkan informasi yang begitu kontroversial, yakni perjanjian tertulis antara Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. Publik berspekulasi bahwa itu adalah komitmen untuk tidak saling jegal dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Mengapa Sandi berani bocorkan informasi tersebut?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="http://www.pinterpolitik.com">PinterPolitik.com</a></p>



<p class="dropcapp3 wp-block-paragraph">Ada sebuah perdebatan cukup sengit dalam komunitas orang-orang yang senang mempelajari evolusi manusia. Perdebatan tersebut berasal dari pertanyaan sederhana: apakah kecerdasan otak manusia membuat kita mampu menciptakan bahasa atau justru kemampuan kita berbahasa-lah yang membuat manusia begitu cerdas dan maju?</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Well</em>, apapun jawabannya, tidak diragukan bahwa bahasa telah mengantarkan manusia menjadi spesies yang paling terdepan di muka bumi. Dengan adanya bahasa, manusia mampu berkoordinasi membangun bangunan-bangunan megah, berstrategi dalam berburu, dan berperang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seiring perkembangan zaman, bahasa juga menjadi sesuatu yang membuat manusia mampu berkomitmen di antara satu sama lain. Melalui perjanjian-perjanjian tertulis, manusia membangun batasan-batasan yang diakui bersama demi menghargai sesamanya. Karena terkadang suatu perjanjian sifatnya sangatlah sensitif, ia hanya perlu dan pantas diketahui oleh orang-orang yang terlibat langsung saja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ngomong-ngomong soal perjanjian manusia, belakangan ini publik cukup dihebohkan oleh pernyataan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno dalam <em>podcast</em> <em>Akbar Faizal Uncensored</em> yang mengungkapkan bahwa ternyata pernah ada perjanjian politik tertulis antara Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Walau tidak dijelaskan secara rinci apa isi perjanjian yang disebut sudah ada sejak September 2016 itu, dugaan kuat yang muncul di benak publik dan sejumlah pengamat adalah perjanjian itu mengatur tentang komitmen agar Anies tidak “jegal” Prabowo jika keduanya memutuskan maju sebagai calon presiden (capres) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sontak, walau dengan kepastian yang sebegitu samarnya, publik tetap dibuat heboh. Elite politik Gerindra, yakni Andre Rosiade dan Sufmi Dasco Ahmad, menyebut perjanjian itu seharusnya hanya layak jadi konsumsi internal partai dan tidak untuk diekspos ke publik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pernyataan senada juga disampaikan PKS. M. Taufik Zoelkifli, Sekretaris I Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, menyebut seharusnya pihak yang mengetahui soal perjanjian tersebut tidak mengungkitnya ke masyarakat umum.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Yap</em>, terlepas dari benar atau tidaknya keberadaan perjanjian itu, hal menarik yang perlu kita pertanyakan adalah, kenapa Sandi merasa baik-baik saja untuk membocorkan informasinya ke publik?</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/image-4-1024x1024.png" alt="image 4" class="wp-image-123632" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/image-4-1024x1024.png 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/image-4-300x300.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/image-4-150x150.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/image-4-1536x1536.png 1536w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/image-4-2048x2048.png 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Bukan untuk Anies, Tapi Prabowo?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Ketidakpastian informasi mampu mendorong orang-orang menciptakan sejumlah spekulasi liar, tidak terkecuali adalah <em>aftermath</em> atau dampak dari bocoran informasi yang diucapkan Sandi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terkait itu, Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan menyebut ada kemungkinan ada dua dampak besar yang bisa muncul dari pernyataan Sandi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Pertama</em>, itu akan berdampak buruk pada Anies karena berpotensi memotretnya sebagai politisi yang bercitra negatif. Karena sampai saat ini basis suara Anies dan Prabowo masih timpang tindih, kata Djayadi, citra Anies yang terkesan “mengkhianati” Prabowo mampu menggiring para pendukung Prabowo yang berpindah ke Anies, kembali mendukung Prabowo.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Kedua,</em> pernyataan Sandi tersebut juga sangat mungkin justru malah jadi <em>blunder</em> untuk kubu pendukung Prabowo dan Gerindra karena publik akan menangkap ini sebagai sinyal bahwa Gerindra dan, mungkin, Prabowo tidak rela dengan pencalonan Anies sebagai presiden. Akan ada pandangan juga Anies sepertinya dilihat sebagai “ancaman” besar dari Gerindra sehingga mereka perlu menyerangnya dengan informasi perjanjian rahasia tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagaimanapun juga, Djayadi melihat bahwa pembocoran informasi itu adalah sesuatu yang disengaja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, kira-kira mana dugaan yang paling benar?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika melihat dari perkembangan kabar yang ada, mau tidak mau sebenarnya kecurigaan kita secara alamiah akan lebih berat ke dugaan ini adalah semacam “strategi” yang tengah dimainkan Sandi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sejak sebelum tahun baru, kita selalu disajikan berita bahwa Sandi cukup “berhubungan panas” dengan Gerindra. Mulai dari pernyataan kesiapannya sebagai capres yang diulang berkali-kali, rumor kepindahan ke PPP, sampai beberapa sentilan yang dilontarkan Partai Gerindra tentang setiap kadernya yang seharusnya mendukung Prabowo jadi capres bersama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena hal-hal tersebut, sangat masuk akal bila pernyataan yang dilontarkan Sandi tentang perjanjian rahasia antara Prabowo dan Anies menjadi salah satu bentuk protes Sandi terhadap perlakuan yang didapatkannya dari Gerindra atau Prabowo sendiri, mungkin, itu berkaitan dengan pen-capres-an 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Akan tetapi, bukannya Sandi sempat mengatakan bahwa dia tetap mendukung Prabowo? <em>Well</em>, kalau kata pengamat politik, Adi Prayitno, kita selalu punya alasan untuk meragukan ketulusan pernyataan Sandi tersebut, karena kita tidak pernah tahu ambisi dan pikiran sebenarnya dari Sandi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam artikel <strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></strong> berjudul <strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/prabowo-sandi-dijebak-operasi-intelijen/"><em>Prabowo-Sandi Dijebak Operasi Intelijen?</em></a></strong>, muncul dugaan bahwa sedang ada pihak-pihak yang ingin mendorong Sandi sebagai capres. Tidak hanya itu, kalaupun Sandi sadar ada gerakan demikian, itu tetap tidak menutup kemungkinan dirinya tidak tergoda memanfaatkan kesempatan menjadi capres.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengacu pada tulisan Julie Beck berjudul <em>People Want Power Because They Want Autonomy</em> yang mengutip studi gabungan dari University of Cologne, University of Groningen, dan Columbia University, dorongan untuk mendominasi dan berotonomi memiliki pengaruh yang sangat besar dan, bahkan, jauh lebih berpengaruh dibanding dorongan untuk mendominasi pihak yang sedang berada di puncak kekuasaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari pandangan yang demikian, tidak sulit untuk dibayangkan jika Sandi ternyata memang memiliki ambisi yang berbeda dari apa yang sudah ditentukan secara kolektif dalam Partai Gerindra.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika pandangan ini benar, lantas, bagaimana kita memaknai bocoran perjanjian Prabowo dan Anies yang diucapkan Sandi?</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/image-5-1024x1024.png" alt="image 5" class="wp-image-123633" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/image-5-1024x1024.png 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/image-5-300x300.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/image-5-150x150.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/image-5-1536x1536.png 1536w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/image-5-2048x2048.png 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong><em>Doublespeak</em></strong><strong> ala Sandi?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Politisi adalah manusia dan, layaknya manusia pada umumnya, terkadang hal yang sebenarnya bisa lebih jelas disampaikan secara langsung justru disampaikan dengan cara-cara yang penuh drama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau Sandi dan Gerindra sedang memiliki perbedaan pendapat, maka informasi yang dibocorkan Sandi bisa jadi merupakan <em>doublespeak</em> atau pernyataan bermakna ganda yang sebenarnya bukan diarahkan pada Anies, tapi pada Prabowo dan Gerindra.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Eric Schwartzman dalam tulisannya <em>Why Doublespeak is Dangerous</em>, dengan mengutip ahli bahasa William Lutz, menjelaskan bahwa politisi kerap melakukan <em>doublespeak</em> untuk menghindari ketegangan terbuka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui pernyataan yang sifatnya multi-tafsir, sang politisi tersebut bisa menyerang pihak tertentu secara verbal, tetapi juga dapat mengelak jika ternyata pernyataan tersebut menghasilkan persepsi yang negatif.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nah</em>, dengan membocorkan informasi yang sifatnya “konsumsi internal” Partai Gerindra tersebut, Sandi seakan mengatakan bahwa dirinya berani mengatakan sesuatu yang berpotensi merusak citra Gerindra.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Yap</em>, meskipun memang belum bisa dibuktikan bahwa informasi perjanjian tersebut benar-benar membuat citra Gerindra buruk, hanya dengan menciptakan risiko itu saja, apa yang dikatakan Sandi sudah jadi pesan tersendiri. Tidak menutup kemungkinan juga dengan menunjukkan gestur demikian, ke depannya Sandi bisa saja membocorkan informasi yang sifatnya lebih sensitif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam seni <em>doublespeak</em>, salah satu motivasi kenapa seorang politisi merasa perlu melakukan itu adalah karena salah satu keinginannya dianggap tidak dapat dikabulkan atau ditanggapi oleh individu atau suatu kelompok.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau kita berkaca pada pembahasan sebelumnya, tentang bagaimana Sandi bisa saja masih memiliki ambisi untuk <em>nyapres</em>, maka sepertinya cukup masuk akal bila strategi <em>doublespeak</em> ini memang sedang dimainkannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhirnya, tentu ini semua hanyalah interpretasi belaka. Untuk saat ini kita hanya bisa menduga-duga apa yang sebenarnya sedang digodok oleh Partai Gerindra dan Sandiaga Uno di belakang layar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang jelas, layaknya air di sungai yang berkelok-kelok, perkembangan politik menyambut tahun demokrasi 2024 akan terus berjalan secara dinamis. (D74)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="-Cx1G1d0faE"><iframe title="Presiden Tidak Harus Orang Jawa? | #CLARITAS" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/-Cx1G1d0faE?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Prabowo-Sandi-Menuju-Bintang-2024-1024x684.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>PSI Kasar, Fadli Zon Bete</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/psi-kasar-fadli-zon-bete/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[G42]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Jun 2018 13:10:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Capres Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[Cawapres PSI]]></category>
		<category><![CDATA[Fadli Zon]]></category>
		<category><![CDATA[partai solidaritas indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[PSI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=31316</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Sekali lagi, Fadli Zon tidak perlu sibuk urus Jokowi, urus saja Prabowo yang terancam tidak bisa menjadi capres karena belum memenuhi syarat minimal UU.” ~ Raja Juli Antoni, Sekjen PSI PinterPolitik.com [dropcap]R[/dropcap]umah ku istana ku, kalau istana pasti indentik dengan hal yang bersih-bersih dan mewah-mewah. Bagaikan kucing dan anjing, tak bisa akur dan selalu bertengkar. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>&#8220;Sekali lagi, Fadli Zon tidak perlu sibuk urus Jokowi, urus saja Prabowo yang terancam tidak bisa menjadi capres karena belum memenuhi syarat minimal UU.” ~ </strong><strong>Raja Juli Antoni</strong>, <strong>Sekjen PSI<br />
</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]R[/dropcap]umah ku istana ku, kalau istana pasti indentik dengan hal yang bersih-bersih dan mewah-mewah.</p>
<p>Bagaikan kucing dan anjing, tak bisa akur dan selalu bertengkar. Mungkin itulah gambaran untuk Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon.</p>
<p>Eits, tapi peribahasa ini tak selalu benar dalam kenyataan. Kucing, dan anjing jaman <em>now</em>  masih banyak yang akur dan saling mengasihi.</p>
<p><em>Hmm</em>, mungkin yang dimaksud oleh peribahasa itu adalah kucing dan anjing liar yang tak didik oleh tuannya.</p>
<p>Kalian tau, apa pendapat Gie tentang politik? Ya Soe hok Gie <em>gengs</em>. Apa yang Gie bilang tentang politik ?</p>
<p>Gie pernah bilang: “Bagiku sendiri politik adalah barang yang paling kotor. Lumpur-lumpur yang kotor, tapi suatu saat di mana kita tidak dapat menghindari diri lagi, maka terjunlah.”</p>
<p>Politik di era demokrasi tidak akan pernah sunyi, berbeda dengan politik di era rezim fasis, yang selalu sunyi walau terlihat banyak jeritan yang tak terdengar. Seperti Charlie Chaplin yang meliak-meliuk, gerakannya seakan memaku kedua bola mata penonton untuk terus melihat dan berimaji.</p>
<p>Gemerlap demokrasi di Indonesia diwarnai dengan berbagi pendapat yang terdengar lantang dan cetar membahana. Mirip seperti bulu mata produk Syahrini yang selalu laku di pasaran.</p>
<p>Kemeriahan politik Indonesia tercermin dari kedua partai politik yang sering kali menarik simpati kita untuk terus menyimak lagi dan lagi kabar kelanjutan perseteruanya.</p>
<p>Itulah yang terjadi pada PSI dan Partai Gerindra. Kedua partai ini cukup untuk menggambarkan betapa meriahya politik di Indonesia.</p>
<p>Tidak hanya lempar kritik dan komentar, keduanya terbilang sering membuat laporan atas perkara perseteruan keduanya ke meja hijau.</p>
<p>Baru-baru ini PSI mengirim komentar pedas untuk Pak Fadli Zon. Begini nih katanya <em>geng</em><em>s:</em> “Sudah, nggak usah banyak cingcong, nggak usak sok<em> care</em> sibuk urus Pak Jokowi, urus saja Pak Prabowo yang terancam gagal<strong> </strong><em>nyapres </em>tuh.”</p>
<p>Waduh <em>gengs, </em>memang bagaikan anjing dan kucing ya. <em>Uppss</em>, jangan tersinggung ya, mbok itu kan cuman peribahasa hehehe. (G11)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/06/fadli-zon_20170512_113714-copy-1024x646.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Gaya &#8216;Politik Citra&#8217; Prabowo</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/gaya-politik-citra-prabowo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K16]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Apr 2018 10:55:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Capres Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[Joko Widodo]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2019]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Jokowi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=26401</guid>

					<description><![CDATA[“Rakyat berasal dari kata ro&#8217;iyah artinya kepemimpinan, maka rakyat hakekatnya pemimpin tertinggi di atas presiden.” ~ Emha Ainun Nadjib. PinterPolitik.com [dropcap]K[/dropcap]ader Partai Gerindra merupakan pihak yang tentunya paling senang dengan pengusungan Prabowo Subianto sebagai Capres pada Pemilu mendatang. Saking senengnya, mereka sampai mengarak Ketua Umumnya tersebut dengan bertelanjang dada. Waduh, masih Six-Pack apa udah O-Pack [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Rakyat berasal dari kata ro&#8217;iyah artinya kepemimpinan, maka rakyat hakekatnya pemimpin tertinggi di atas presiden.” ~ Emha Ainun Nadjib.</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]K[/dropcap]ader Partai Gerindra merupakan pihak yang tentunya paling senang dengan pengusungan Prabowo Subianto sebagai Capres pada Pemilu mendatang. Saking senengnya, mereka sampai mengarak Ketua Umumnya tersebut dengan bertelanjang dada. Waduh, masih <em>Six-Pack</em> apa udah <em>O-Pack</em> ya kira-kira? <em>Aih, eike</em> jadi gak <em>kuku</em> ngeliatnya</p>
<p>Momen tersebut terjadi usai Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Gerindra di kediaman Prabowo di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/4) malam. Dengan penuh semangat, para kader Gerindra memanggul Prabowo sambil mengacungkan kepalan tangan. Nah gitu <em>dung</em> didukung penuh Capresnya biar gak galau mulu. Jangan-jangan di tengah jalan malah mundur, <em>ups.</em></p>
<p>Tapi<em> eike</em> jadi penasaran, memangnya apa sih kesan politik yang ingin disampaikan Gerindra dari peristiwa ini? Pasti ada lah ya. Yang namanya politik, gak ada tindak tanduk yang gak bermakna di dalamnya. Jangankan mengarak kayak gitu, hal kecil seperti terlalu membungkuk ketika bersalaman dengan lawan politik, terkadang bisa menandakan makna lain. <em>Aya aya wae mah.</em></p>
<p>Kayaknya nih ya, Gerindra ingin mengesankan situasi euforia kader partai saat mengarak itu sebagai gambaran keinginan rakyat di luar sana yang juga semangat mendukung Prabowo sebagai Capres.<em> Toh</em> pemimpin yang ideal itu sebaiknya naik, karena di dorong rakyat dari bawah. Bukannya yang muncul dari atas dan bergaya seakan dia adalah bagian dari rakyat. <em>Tsadeest.</em></p>
<p>Semacam ingin berkata, ”Wahai seluruh warga Indonesia, liat lah betapa dicintainya sosok Prabowo ini, begitu banyak yang menginginkan dia mempimpin negeri ini”. Ya semacam mengelu-elukan sebagai Capres idaman gitu deh bagi rakyat Indonesia. Prabowo ingin dikesankan sebagai pemimpin menjejak ke bumi yang dekat dengan rakyat. <em>Maca cih, mi</em> apa coba?</p>
<p>Sedangkan di sisi lain, apa yang ditampilkan oleh Jokowi saat Kunjungan Kerja dengan mengendarai Chopper di Sukabumi, akan mengesankan pribadi yang tidak merakyat dan <em>hedonis.</em> Ya iya lah. Harga motor chopper-nya aja Rp 140 juta, plus jaket denim ala-ala Dilan yang digosipkan seharga Rp 4 juta. Belum lagi sepatunya yang ditaksir seharga Rp 2,5 juta.</p>
<p>Eh alih-alih bersaing secara penampilan, Prabowo malah ingin tampil telanjang dada yang mengesankan bersahaja dan dekat dengan rakyat, tanpa ada batas status sosial dan ekonomi diantara mereka. <em>Beuh,</em> pemimpin mana coba yang mau kayak gini. Impian banget deh <em>pokoke. Eits,</em> tapi jangan salah loh ya, bisa jadi semua yang ditampilkan Prabowo ini adalah bagian dari ‘Politik Citra’ yang sedang dibangun Gerindra.</p>
<p>Di luar dikesankan merakyat, eh taunya nanti pas menjabat tau-taunya jadi otoriter. Nah loh, gak kapok apa kalian <em>guys</em> dulu dipimpin sosok militer selama 32 tahun di era Orde Baru? Kalo <em>eike</em> sih udah tobat. Jangan-jangan malah sosok yang dikesankan <em>glamor</em> naik Chopper itu malahan aslinya lebih menjejak ke bumi, dekat dengan rakyat. Jadi mana dari kedua Capres ini yang politik citranya lebih mengena di hati kalian<em> guys</em>? (K16)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="UJvLtoHFUSk"><iframe loading="lazy" width="696" height="522" src="https://www.youtube.com/embed/UJvLtoHFUSk?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="autoplay; encrypted-media" allowfullscreen></iframe></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/Prabowo-Subianto-1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Gaya PAN Jual Mahal</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/gaya-pan-jual-mahal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K16]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Apr 2018 12:33:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Capres Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[PAN]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2019]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Rakornas Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[Zulkifli Hasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=26339</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Masih jauh Belanda. Kami sedang bangun (penjajakan koalisi), yang mana saja nanti. Makanya saya datang ke PDIP, Gerindra, Golkar, PKB.&#8221; ~ Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. PinterPolitik.com [dropcap]A[/dropcap]da yang menarik dari isi pidato Prabowo dalam Rakornas Gerindra di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/4). Yaitu penegasan Prabowo siap maju menjadi calon presiden bila dimandatkan oleh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>&#8220;Masih jauh Belanda. Kami sedang bangun (penjajakan koalisi), yang mana saja nanti. Makanya saya datang ke PDIP, Gerindra, Golkar, PKB.&#8221; ~ Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.</em></strong></p>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]A[/dropcap]da yang menarik dari isi pidato Prabowo dalam Rakornas Gerindra di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/4). Yaitu penegasan Prabowo siap maju menjadi calon presiden bila dimandatkan oleh Gerindra dan didukung oleh partai koalisi PKS dan PAN. <em>Mmm,</em> gak pede ya, jadi cari temen tambahan?</p>
<p>Dari kedua partai yang disebutkan dalam isi pidato Pak Prabowo, sejauh ini sih hanya PKS yang benar-benar nempel setia mendampingi Gerindra. Ya meski belum ada hitam di atas putihnya sih, setidaknya gak kayak PAN yang masih <em>uring-uringan</em> mencari kubu yang tepat untuk berkoalisi.</p>
<p>Kedatangan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan dalam Rakornas Gerindra, memang disebut-sebut sebagai indikasi kuat partai tersebut akan mendukung Prabowo sebagai Capres dalam kontestasi Pilpres 2019 mendatang. Belakangan sih, Zulkifli membantahnya. <em>Jiah, cape deh.</em></p>
<p>Masih jauh lah Belanda, jadi gak perlu tergesa-gesa. Begitu lah ya kira-kira yang ada dibenak Zulkifli. Jadi gak perlu tergesa-gesa menentukan pilihan dalam Pilpres 2019. Apalagi saat ini, masih ada waktu sekitar empat bulan sebelum pendaftaran capres dan calon wakil presiden di Komisi Pemilihan Umum.</p>
<p>Gimana mau dukung Gerindra dengan Prabowonya sebagai Capres, Zulkifli kan juga diusung PAN sebagai Capres, masa iya jeruk makan jeruk. <em>Aya aya wae ah</em>. Nah, gosipnya nih PAN akan memutuskan kemana haluan partainya saat Rakernas partai pada bulan Mei mendatang. Jadi dukung Prabowo gak nih?</p>
<p>Kayaknya nih ya, PAN ragu dapat jatah Cawapres kalau bersama Gerindra. <em>Toh</em> ada PKS yang lebih getol minta jatah Cawapres untuk Prabowo. Daripada nunggu sesuatu yang gak pasti, ya <em>mending</em> liat perkembangan ke depan, siapa tau Demokrat dan PKB kembali sepakat bentuk poros ketiga.</p>
<p>Gaya <em>bingit</em> sih PAN ini, pake jaga gengsi segala menunda dukungan. Padahal di lokasi Rakornas Gerindra, Zulkifli keliatan yang paling semangat lho. Sampe menyebut Pak Prabowo sebagai Capres, padahal <em>mah</em> Rakornasnya aja belum dimulai. <em>Sa ae lau,</em> godain Pak Prabowo, hahaha. (K16)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="Uc6T4_qN9Tg"><iframe loading="lazy" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/Uc6T4_qN9Tg?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="autoplay; encrypted-media" allowfullscreen></iframe></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/Zulkifli-Hasan-1024x614.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Prabowo Terima Mandat</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/prabowo-terima-mandat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K12]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Apr 2018 11:36:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Capres Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[Capres Prabowo Subianto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=26371</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class=" td-modal-image aligncenter wp-image-26360 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/2018-04-12-Prabowo-Terima-Mandat-POSTED.jpg" alt="Prabowo Terima Mandat" width="1080" height="1080" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/2018-04-12-Prabowo-Terima-Mandat-POSTED.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/2018-04-12-Prabowo-Terima-Mandat-POSTED-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/2018-04-12-Prabowo-Terima-Mandat-POSTED-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/2018-04-12-Prabowo-Terima-Mandat-POSTED-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/2018-04-12-Prabowo-Terima-Mandat-POSTED-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/2018-04-12-Prabowo-Terima-Mandat-POSTED-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/2018-04-12-Prabowo-Terima-Mandat-POSTED-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/2018-04-12-Prabowo-Terima-Mandat-POSTED-420x420.jpg 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/2018-04-12-Prabowo-Terima-Mandat-POSTED-135x135.jpg 135w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/2018-04-12-Prabowo-Terima-Mandat-POSTED-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Gatot si Capres Nol Koma</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/gatot-si-capres-nol-koma/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K16]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Apr 2018 11:57:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Capres Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[Gatot Nurmantyo]]></category>
		<category><![CDATA[Joko Widodo]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2019]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Jokowi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=25510</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Saya diberikan kesempatan menapaki karier sebagai prajurit dengan selamat, hingga mencapai anak tangga tertinggi. Suatu perjalanan panjang menapaki jalan yang tidak mudah. ~ Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn), Gatot Nurmantyo. PinterPolitik.com [dropcap]M[/dropcap]emiliki predikat sebagai kandidat ‘Capres Nol Koma’ sepertinya gak menghalangi mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo untuk terus bergerilya menuju kursi RI-1. Dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><em><strong>&#8220;Saya diberikan kesempatan menapaki karier sebagai prajurit dengan selamat, hingga mencapai anak tangga tertinggi. Suatu perjalanan panjang menapaki jalan yang tidak mudah. ~ Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn), Gatot Nurmantyo.</strong></em></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]M[/dropcap]emiliki predikat sebagai kandidat ‘Capres Nol Koma’ sepertinya gak menghalangi mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo untuk terus bergerilya menuju kursi RI-1. Dan untuk menuju ambisinya tersebut, Gatot memerlukan partai yang rela mengusungnya dalam Pilpres 2019.</p>
<p>Jikalau pun nanti pada akhirnya, Gatot dipinang Gerindra-PKS. Apakah Gatot masih realistis dengan tingkat elektabilitas yang hanya 0,3 persen untuk mengalahkan Jokowi yang memiliki elektabilitas 50 persen lebih? <em>Mmm, eike</em> kok pesimis ya. Partai pengusungnya harus masih kerja keras lagi itu sih.</p>
<p>Masih banyak Pekerjaan Rumah (PR) bagi partai pengusung, jika ingin Gatot dapat mengalahkan Jokowi dalam Pilpres mendatang. Memang sih elektabilitas terkadang bisa dibuat secara singkat, bak Belimbing karbitan. Misalnya menjadi sponsor berbagai media survei, melejit deh Gatot.</p>
<p>Tapi ya kali lembaga survei <em>sejablay</em> itu, nyari dana operasional surveinya. Ya meski ada lah ya beberapa lembaga survei yang kayak gitu. <em>Toh</em> gosipnya kekuatan finansial Gatot sudah lebih dari cukup untuk kampanye dan membawanya memenangkan Pemilu. Wah, duit selama jadi Panglima TNI ternyata <em>buanyak</em> ya.</p>
<p>Ya bukan rahasia umum lagi sih, kalau dalam setiap kesempatan Pilpres ini, banyak pihak berkepentingan di luar sana yang juga ingin ikut mendapatkan keuntungan dengan kemenangan salah satu kandidat. Jadi dibalik seorang Capres, ada dana sponsor yang memiliki kepentingan yang siap memenangkan Pilpres.</p>
<p>Anggaplah kekuatan finansial Gatot melebihi Qarun dalam kisah Nabi Musa AS. Artinya saat ini, ia hanya perlu fokus pada upaya mempersuasi dan menyatukan kepentingan agar mendapatkan dukungan dari partai politik pengusung. Mengenai apa strategi pemenangannya nanti, ya belakangan lah ya.</p>
<p>Apa begitu mendapatkan dukungan dari partai politik, lantas membuat jalan Gatot menjadi mulus? <em>Eits,</em> tunggu dulu. Emangnya faktor masyarakat mau dikemanain. Inti dari politik dalam Pilpres adalah mempersuasi masyarakat untuk memperoleh dukungan suara agar bisa menjabat.</p>
<p>Apa Gatot sudah merasa lebih, dalam segala hal dibanding dengan Presiden Petahana Jokowi? Satu-satunya yang bisa dijual Gatot sebagai amunisi, ya dengan memberikan angin surga pada masyarakat. <em>Toh</em> masih banyak masyarakat Indonesia yang suka dibuai dengan misi-misi muluk yang retoris. (K16)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/Gatot-Nurmantyo-1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Anies ‘SBY’ Zaman Now</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/anies-sby-zaman-now/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K16]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Apr 2018 05:34:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Anies Baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[Capres Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[Gatot Nurmantyo]]></category>
		<category><![CDATA[Joko Widodo]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati Soekarnoputri]]></category>
		<category><![CDATA[PKS]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Susilo Bambang Yudhoyono]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=25448</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Kalau Mas Anies kan dekat sama PKS, peluang untuk bersamanya lebih besar. Tapi tetap mekanismenya tadi, musyawarah bersama.&#8221; ~ Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera. PinterPolitik.com [dropcap]T[/dropcap]idak jelasnya kepastian Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden dari Partai Gerindra, makin membuat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kian gemes untuk menyodorkan calonnya sendiri. Nama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>&#8220;Kalau Mas Anies kan dekat sama PKS, peluang untuk bersamanya lebih besar. Tapi tetap mekanismenya tadi, musyawarah bersama.&#8221; ~ Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera.</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]T[/dropcap]idak jelasnya kepastian Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden dari Partai Gerindra, makin membuat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kian <em>gemes</em> untuk menyodorkan calonnya sendiri. Nama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan akhirnya digadang-gadang PKS sebagai sosok yang pantas sebagai Capres.</p>
<p>Padahal, PKS sudah menyampaikan sembilan nama yang akan mereka tawarkan sebagai calon presiden kepada publik. Tapi sepertinya dipenghujung pendaftaran Capres pada bulan Agustus mendatang, PKS merubah strategi dengan mengusung kandidat lain yang lebih menjual.</p>
<p>Dengan mengusung Anies dalam kontestasi Pilpres 2019, baik Gerindra maupun PKS akan mendapatkan keuntungan. Figur Anies sedikit banyak dicintai masyarakat Indonesia. Liat aja betapa banyak dukungan ke pada Anies yang mengalir dari berbagai daerah kala Pilkada DKI.</p>
<p>Apakah artinya Anies lebih baik kualitasnya dari sembilan kader PKS lainnya itu? Ya gak juga gitu sih. Dia cuma lebih populer aja. PKS saat ini memang sedang mencari momentum agar Anies bisa meniru kesuksesan Gubernur sebelumnya yang berhasil melompat menjadi Presiden.</p>
<p>Awal-awal mungkin PKS merasa kecil hati sehingga hanya berani meyodorkan sejumlah nama untuk disandingkan dengan Prabowo. Tapi belakangan, ada gelagat keraguan dari Prabowo untuk maju menjadi Capres. Nah <em>aji mumpung</em> nih, sekalian aja PKS ajukan nama untuk Capres ketimbang Cawapres.</p>
<p>Karena di sisi lain, banyak pihak yang terus menghembuskan angin mengenai sosok Gatot Nurmantyo yang cocok sebagai Capres dari Gerindra. Sebelum Gatot masuk, ya ditelikung dulu lah ya,<em> sa ae lau</em> PKS, hahaha. Sejauh ini sih masih berupa angan-angan muluk dari PKS aja. Kenyataannya nanti ya bisa beda.</p>
<p>Menjadikan Anies sebagai Capres, secara gak langsung artinya membuat Gerindra berada di bawah PKS. Untuk itu Gerindra hingga kini masih membuka peluang bagi siapa saja, termasuk Gatot jika ingin maju menawarkan diri sebagai Capres. Tapi tetep, semua harus dalam restu Prabowo <em>loh</em> ya.</p>
<p>Dikala koalisi partai pendukung Presiden Petahana Jokowi sudah berlari, eh kubu yang ini malah masih tercerai berai. <em>Hadeuh</em>, ini gimana sih. Jadi akankah Capresnya Anies dan Cawapresnya Gatot atau malah sebaliknya? Ya gak mungkin juga lah ya, Gatot mau di bawah Anies. Siapa Anies emangnya di mata Gatot?</p>
<p><em>By the way, Anyway, Busway,</em> memangnya Prabowo bisa segitu<em> legowonya</em> kayak Ibu Megawati saat merelakan potensi maju sebagai Capres 2014 dan menyerahkan amanah itu pada Jokowi? <em>Toh</em> berhasil tuh, Jokowi jadi Presiden. Mengalah untuk menang, keren juga filosofinya!</p>
<p>Sedikit banyak tindak-tanduk Anies ini mengingatkan kita pada sosok Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menjadi Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan era Presiden Megawati. Kesamaannya itu karena mereka sama-sama pernah menjadi Menteri dan juga pernah diberhentikan.</p>
<p>Kemudian keduanya berniat maju kembali sebagai kompetitor di Pilpres. Saat itu sih, SBY berhasil menekuk lutut Ibu Mega dan menjadi Presiden. Nah gimana nih sama Anies sekarang. Bisa gak ya dia melakukan hal yang sama pada Jokowi? Apa Anies bakal<em> keok</em> dulu di internal dan kalah sama Gatot? (K16)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/Anies-Baswedan-1024x631.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Perang Bintang di Tubuh Gerindra</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/perang-bintang-di-tubuh-gerindra/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K16]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Mar 2018 07:36:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Capres Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[Cawapres Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[Gatot Nurmantyo]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2019]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=24661</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Pak Gatot kan (sudah) datang ya, mendaftar untuk menjadi calon presiden. Dia datang menyatakan siap, bila memungkinkan. Namanya politik, kita tidak bisa menutup kemungkinan.&#8221; ~ Anggota Dewan Penasehat Partai Gerindra, Muhammad Syafi. PinterPolitik.com [dropcap]H[/dropcap]ubungan Bumi dan Matahari sejak dahulu menjadi simbol harmonis bagi kehidupan manusia. Bagi manusia, keberadaan Matahari berperan sebagai penerang Bumi. Tanpanya, manusia [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><em><strong>&#8220;Pak Gatot kan (sudah) datang ya, mendaftar untuk menjadi calon presiden. Dia datang menyatakan siap, bila memungkinkan. Namanya politik, kita tidak bisa menutup kemungkinan.&#8221; ~ Anggota Dewan Penasehat Partai Gerindra, Muhammad Syafi.</strong></em></h4>
<hr />
<p><strong><span style="color: #ccdb00;">PinterPolitik.com</span></strong></p>
<p>[dropcap]H[/dropcap]ubungan Bumi dan Matahari sejak dahulu menjadi simbol harmonis bagi kehidupan manusia. Bagi manusia, keberadaan Matahari berperan sebagai penerang Bumi. Tanpanya, manusia akan menjalani hari-hari dengan gelap-gulita sepanjang hidupnya. Betapa krusialnya keberadaan Matahari ini bagi Bumi.</p>
<p>Nah, seandainya boleh berandai-andai ya, Partai Gerindra itu diibaratkan sebagai Bumi dan Prabowo sebagai Matahari. Gerindra sebagai Bumi, mewadahi jutaan manusia di dalamnya. Mereka membutuhkan keberadaan Prabowo, sang Matahari, sebagai sumber penerang para kadernya.<em> Beuh, warbyasah</em> Jenderal kita yang satu ini.</p>
<p>Lalu bagaimana nasib Bumi seandainya terdapat dua Matahari dalam satu galaksi? <em>Yup,</em> seperti halnya kedatangan Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang mengajukan diri sebagai Calon Presiden (Capres) dari Gerindra. Karena inilah, Gatot layak disebut sebagai Matahari kedua bagi Bumi. <em>Mastah</em> abis emang deh nih dua Jenderal.</p>
<p>Apapun spekulasinya, keberadaan dua Matahari dalam satu galaksi dalam mewadahi Bumi sungguh tidak bisa terjadi. Keberadaan dua matahari ini justru membuat segala sesuatunya tidak berjalan sebagaimana mestinya. Beda cerita kalau Gatot mengajukan diri sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) dari Gerindra.</p>
<p>Gatot sebagai Cawapres di Gerindra, bisa diibaratkan Bulan lah ya. Tapi kan kenyataannya gak gitu. Dua-duanya sama-sama berambisi menduduki kursi sebagai Presiden. Kalau mau ngotot-ngototan sampai kapan coba? Biar Buminya gak makin panas, ya salah satu harus bersedia jadi Bulan lah. <em>Coeg</em>, ngalah lah salah satu, kek anak kecil aja sih.</p>
<p>Kalau masih tetep kekeh dua-duanya jadi Capres dari Gerindra, ya mau gimana lagi, salah satu harus bersedia hengkang ke galaksi lain. Mungkin melamar jadi Cawapres Jokowi gitu misalnya. Terus siapa diantara mereka berdua yang akan <em>cap cus</em> dari perebutan kursi Capres Gerindra ini? Prabowo? Jadi ingin berucap: <em>Lo gue end</em>! Hahaha.</p>
<p>Masa iya Prabowo sih. Tapi bisa jadi sih. Dalam sisi tertentu, Prabowo memang masih menyimpan rasa trauma akan kekalahannya di Pilpres 2014 dahulu. Menimang-nimang potensi gagal lagi pada Pilpres 2019 mendatang, alangkah bijaknya seandainya melunakkan hati menjadi Cawapres bagi Jokowi. Tapi gak mungkin lah ya, karena Prabowo Capres 2019 adalah harga mati. Mantap Jiwa. (K16)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/03/Prabowo-Subianto-Gatot-Nurmantyo-1024x571.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
