<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Budi Waseso &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/budi-waseso/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 29 May 2019 09:59:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Budi Waseso &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Buwas: Pramuka, 2019 Ganti Presiden?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/belajar-politik/buwas-pramuka-2019-ganti-presiden/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[G42]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Oct 2018 10:36:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Belajar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[2019 Ganti Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Waseso]]></category>
		<category><![CDATA[Buwas]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=41955</guid>

					<description><![CDATA[“Apabila kamu menasihati orang yang bersalah, maka berlemah-lembutlah agar dia tidak merasa ditelanjangi.” PinterPolitik.com [dropcap]K[/dropcap]etua Kwartir Nasional (Kwarnas) Pramuka Indonesia, Komjen Purnawirawan Budi Waseso angkat bicara soal viralnya sekelompok anak yang mengenakan baju pramuka dan berteriak 2019 ganti presiden. Menurut Buwas, sapaan akrabnya, pramuka tidak berpolitik. Sepakat deh sama Pak Buwas, kalau pramuka itu tidak berpolitik dan bukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Apabila kamu menasihati orang yang bersalah, maka berlemah-lembutlah agar dia tidak merasa ditelanjangi.”</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]K[/dropcap]etua Kwartir Nasional (Kwarnas) Pramuka Indonesia, Komjen Purnawirawan Budi Waseso angkat bicara soal viralnya sekelompok anak yang mengenakan baju pramuka dan berteriak 2019 ganti presiden. Menurut Buwas, sapaan akrabnya, pramuka tidak berpolitik.</p>
<p>Sepakat deh sama Pak Buwas, kalau pramuka itu tidak berpolitik dan bukan kekuatan politik atau partai politik. <em>Hmm,</em> gimana mau berpolitik <em>gengs, mbok </em>mayoritas anak pramuka belum punya identitas alias KTP<em>. </em>Masa mau kita bilang mereka ikut-ikut berpolitik praktis? Soal politik itu artinya apa mungkin mereka belum ngerti juga, masa 2019 ganti presiden. Yang ada 2019 minta ganti hape sama ortu, biar bisa main game-game terbaru, atau bikin <em>chellenge: </em>“Seberapa greget lo?”  <em>Weleh-weleh.</em></p>
<p>Mungkin kalau anak pramuka dibilang alat para politik praktis untuk buat kegaduhan, nah baru tuh bisa! Jadi redaksional katanya yang tepat untuk kasus ini mungkin kayak gini: “Anak pramuka memang tidak berpolitik praktis, tapi anak pramuka jadi alatnya oknum untuk politik praktis”. Gitu <em>coy!</em></p>
<p>Gimana menurut kalian? Apa mungkin kasus tersebut dapat menurunkan elektabilitas Jokowi sebab banyak orang yang bicara seperti ini:</p>
<p>Vanjay: “Bro, Pilpres pilih siapa?”</p>
<p>Mjlis Kocak: “Pilih Jokowi dong!”</p>
<p>Vanjay: “Masa sih pilih Jokowi? Bocah pramuka aja lebih pilih ganti presiden, masa <em>lau</em> <em>kaga</em> ikut tren! <em>Katro</em> lu, kaya kacang sukro!”</p>
<p>Mjlis Kocak: “Masa iya? Wah oke dah, gua pilih ganti presiden aja, kandidatnya siapa selain Jokowi?”</p>
<p>Vanjay: “Prabowo <em>cuk</em>! Emang mau siapa lagi, Amien Rais apa Ranjau Sarung Pait? Ada-ada aja <em>lau</em>!”</p>
<p>Majlis Kocak:<em> “Wadaw,</em> Prabowo? Ogah, mending pilih logo KPU, daripada pilih jenderal kardus yang dibilang Andi Arief atau  pilih pangeran amfibi!”</p>
<p><em>Wkwkwk.</em></p>
<p>Nah intinya <em>gengs, </em>isu yang sedang terjadi ini harus menjadi perhatian kita semua. Bila kita ingin negara ini jadi negara maju dan memiliki nilai jual di mata dunia internasional, kita semua harus bersatu dan jangan deh punya pikiran dangkal seperti yang dilakukan oktnum-oknum di video ini:</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="RR6UjFq9TuI"><iframe width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/RR6UjFq9TuI?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="autoplay; encrypted-media" allowfullscreen></iframe></div>
<p>Lihat dan renungkan sendiri, menggunakan anak-anak tidak memiliki dampak positif untuk masa depan. Jangan sampai malah menimbulkan keresahan.</p>
<p>Tolonglah kita didik anak negeri dengan nutrisi-nutrisi persatuan yang mencerdaskan! Emangnya kurang puas generasi muda saat ini dirusak oleh media sosial? Memangnya kurang puas bangsa ini dirusak oleh oknum dan jaringan internasional?</p>
<hr /><p><em>Ayo dong bangkit, jangan mudah terbuai dengan janji-janji tidak konkret! Cari solusi, bukan malah perkeruh situasi!</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fbelajar-politik%2Fbuwas-pramuka-2019-ganti-presiden%2F&#038;text=Ayo%20dong%20bangkit%2C%20jangan%20mudah%20terbuai%20dengan%20janji-janji%20tidak%20konkret%21%20Cari%20solusi%2C%20bukan%20malah%20perkeruh%20situasi%21&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr />
<p>Duh aduh, pusing <em>coy!</em> Enggak anak-anak, enggak bapak-bapak, politis dan pengusaha, ada-ada aja yang bikin hati tidak tenang! Duh aduh, semoga Tuhan memberikan anugerah dan hidayah kepada kita semua <em>gengs</em>. Amin! (G35)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="TwMCjm3qM6A"><iframe width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/TwMCjm3qM6A?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/10/ekspresi_bocah_20180820_162748.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Dirut Bulog, Buwas &#8216;Kesusahan&#8217;?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/dirut-bulog-buwas-kesusahan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 May 2018 07:40:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Beras Impor]]></category>
		<category><![CDATA[Beras Kemasan]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Waseso]]></category>
		<category><![CDATA[Bulog]]></category>
		<category><![CDATA[Buwas Dirut Bulog]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=28932</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Kalau saya gaduh, malah rusak semua. Sekarang saya lagi belajar tidak membuat gaduh karena berbeda permasalahannya. Tidak ada operasi. Jangan kita semacam pemadam kebakaran. Begitu ada masalah, baru bingung.” ~ Budi Waseso PinterPolitik.com [dropcap]D[/dropcap]irektur Utama Perum Bulog Budi Waseso masih beradaptasi dengan jabatan yang baru diembannya. Masih magang ya? Ehmmm weleeeh weleeeh. Lebih khususnya, ia [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>&#8220;Kalau saya gaduh, malah rusak semua. Sekarang saya lagi belajar tidak membuat gaduh karena berbeda permasalahannya. Tidak ada operasi. Jangan kita semacam pemadam kebakaran. Begitu ada masalah, baru bingung.” ~ Budi Waseso</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]D[/dropcap]irektur Utama Perum Bulog Budi Waseso masih beradaptasi dengan jabatan yang baru diembannya. Masih magang ya? <em>Ehmmm weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Lebih khususnya, ia kini berkomitmen untuk tak mau membuat gaduh negeri hanya karena tingkahnya yang kontroversial.</p>
<p>Lah emang kenapa? <em>Ehmm, </em>coba saja ingat sebelum pensiun sebagai anggota Polri, gimana tingkah Budi Waseso saat memegang dua jabatan yang membuat dirinya jadi sorotan banyak orang.</p>
<p>Sebutlah saat menjabat Kabareskrim Polri, <em>ehmm, </em>masih ingatkan baru beberapa hari menjabat Buwas langsung menetapkan mantan Ketua KPK Abraham Samad dan mantan Wakil Ketua KPK, Bambang Widjajanto sebagai tersangka.</p>
<p><em>Wedeew, </em>langsung gempar ya, <em>ehmm, </em>belum lagi saat bertukar posisi dengan Anang Iskandar sebagai Kepala BNN.</p>
<p>Buwas mengatakan bahwa dirinya lebih kejam daripada Duterte. Ah apa iya? <em>Weleeeh weleeeh. </em>Apalagi katanya, Buwas sempat mengusulkan sipir yang diganti dengan buaya.</p>
<p><em>Hadeuh, </em>selalu kontroversial ya, nah tapi walaupun rekam jejaknya begitu, kini Buwas ingin menyudahi kebiasaannya yang sensasional.</p>
<p>Sebagai Dirut Bulog, Buwas kini menahan diri untuk tidak membuat gaduh apakah itu dari pernyataan ataupun kebijakan.</p>
<p>Walau sempat mengatakan begitu, Buwas tak bisa menahan diri. Akhirnya, Buwas lagi dan lagi mengeluarkan kebijakan kontroversial.</p>
<p>Diantaranya, Buwas tak mau ada operasi pasar untuk memantau persediaan dan stabilitas harga. Katanya udah kayak pemadam kebakaran aja, lebih baik pastikan persediaan cukup.</p>
<p><em>Ehmm, </em>Buwas masih ingat tugas pokok Bulog? Masa ga mau cek harga sama persediaan? <em>Weleeh weleeh.</em></p>
<p>Selain itu, Buwas mau menjual beras dalam kemasan renceng per 200 gram. Katanya, kalau harga beras naik beras kemasan renceng ini ga terpengaruh, ahh masa sih? Naik sih pasti ikut naik, nambah ribet malahan, <em>hadeuuuh.</em></p>
<p><em>Weeeittss, </em>apalagi yang ini nih, kocak banget deh, Buwas ingin persediaan beras diganti dengan gabah, karena <em>ehh </em>karena ini berdasarkan pengalaman kakek Buwas yang dahulunya lebih senang menyimpan gabah dibandingkan beras.</p>
<p>Ga salah sih, tapi masa kebijakan Bulog itu didasarkan pada kebiasaan kakek dari Dirut Bulog sih, ga ada alasan lain? Kajian <em>kek </em>atau riset <em>kek? </em>Becanda mulu nih. <em>Ehmm, </em>katanya ga mau gaduh lagi, <em>weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Kayankya Buwas harus memaknai apa yang menjadi prinsip Tri Rismaharini, kalau jabatan itu cuma titipan. Kalau tidak mampu, ya tidak bisa dipaksakan.</p>
<p>Kalau Buwas susah beradaptasi, tak usah dilanjutkan, <em>weleeh weleeeh. </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/05/budi-waseso-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Buwas ‘Permainkan’ Harga Beras</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/buwas-permainkan-harga-beras/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 May 2018 11:30:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Beras Impor]]></category>
		<category><![CDATA[Beras Kemasan]]></category>
		<category><![CDATA[Beras Sachet]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Waseso]]></category>
		<category><![CDATA[Bulog]]></category>
		<category><![CDATA[Buwas Dirut Bulog]]></category>
		<category><![CDATA[Direktur Utama Bulog]]></category>
		<category><![CDATA[Dirut Bulog]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=28730</guid>

					<description><![CDATA[“Mungkin akan nyusul, saya buat beras renceng sachetan yang isinya 200 gram. Itu bisa dibeli oleh masyarakat minim dengan harga Rp 2.000, bisa makan dan beras akan tersedia di mana mana.&#8221; ~ Budi Waseso, Dirut Bulog PinterPolitik.com [dropcap]D[/dropcap]ua hal sensasional akhirnya dipertemukan. Yang pertama ialah, beras yang diimpor dengan jumlah banyak sempat meramaikan pemberitaan sejagat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Mungkin akan nyusul, saya buat beras renceng sachetan yang isinya 200 gram. Itu bisa dibeli oleh masyarakat minim dengan harga Rp 2.000, bisa makan dan beras akan tersedia di mana mana.&#8221; ~ Budi Waseso, Dirut Bulog</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]D[/dropcap]ua hal sensasional akhirnya dipertemukan. Yang pertama ialah, beras yang diimpor dengan jumlah banyak sempat meramaikan pemberitaan sejagat raya.</p>
<p>Bukan tanpa alasan, tapi impor beras itu beriringan dengan panen raya. Dengan kata lain, itu bisa membunuh petani lokal dan menutup ruang pasar untuk beras lokal. Sudah puaskah Pemerintah?</p>
<p><em>Ehmm, </em>makanya tak aneh kalau Menteri Perdagangan sempat dijuluki si tengkulak beras. Nah, beras yang sensasional itu akhirnya dilempar dan ditampung oleh Badan Urusan Logistik (Bulog).</p>
<p>Nah kalau yang kedua, masih ada kaitannya dengan beras. Berhubung ditampung di Bulog, ada sosok yang mengejutkan publik yang kini menjabat sebagai Direktur Utama Bulog. Ia adalah Budi Waseso.</p>
<p>Lah apa sensasionalnya sosok Budi Waseso? Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) ini perasaan biasa – biasa aja deh.</p>
<p>Palingan pernyataannya tentang sipir yang diganti dengan buaya doang deh yang bikin menggelegar.</p>
<p><em>Weeeeitsss, </em>nanti dulu dong. Kalau dicermati, Budi Waseso dari ngurus narkotika kini melompat jauh mengurusi urusan logistik. Pertanyaan dasarnya, apakah Budi Waseso bisa menanganinya? Stabilitas harga, persediaan? Bisa ga ya?</p>
<p>Tapi harusnya sih layak, kan Budi Waseso udah lolos seleksi yang langsung dipimpin Presiden Jokowi, <em>weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Nah loh, kok masyarakat agak keanehan gitu ya mendengar Bulog di bawah kepemimpinan Budi Waseso mau mengeluarkan kebijakan.</p>
<p>Lah emang kebijakannya apaan? Kata Budi Waseso sih, ia akan mengeluarkan produk beras dalam bentuk kemasan 200 gram yang dijual Rp 2.000. Alasannya sih, supaya ga memberatkan masyarakat karena kenaikan harga.</p>
<p><em>Woailaaah, </em>kalau kemasannya gimana kek ya sama aja. Namanya juga beras naik perkilogram, ya otomatis beras kemasan ala Budi Waseso juga sudah pasti naik, masa engga? <em>Hadeuuuhh.</em></p>
<p>Intinya sih, kebijakan awal Budi Waseso itu terkesan lucu dan menggelikan. Ga ngebayangin kalau beras dijual <em>sachetan, </em>kalau mau beli sekilogram ribet dong nanti jadi ada berapa kemasan, <em>ahhh syudahhlah. </em></p>
<p>Solusi Budi Waseso kayaknya kurang tepat, bikin ribet malahan, <em>weleeeh weleeeeh. </em>Tapi kalau sudah lolos seleksi dari Jokowi, masyarakat mau bilang apa?</p>
<p><em>Weeeittss, </em>makanya kalau kata penulis dari Inggris, Gilbert Keith Chesterton, persoalan ini bukan dia tidak bisa menemukan solusi, tapi karena dia tak mampu memahami masalah.</p>
<p>Nah loh, kalau begitu mending Dirut Bulog pelajari dulu deh tugas, fungsi dan wewenang Bulog, supaya solusi yang ditawarkan bisa tepat. Sepakat? (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/05/buwas-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Buwas ‘Pejabat Cabutan’</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/buwas-pejabat-cabutan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Apr 2018 08:33:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Waseso]]></category>
		<category><![CDATA[Bulog]]></category>
		<category><![CDATA[Direktur Utama Bulog]]></category>
		<category><![CDATA[Kedaulatan Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan Pangan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Swasembada Pangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=27965</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Kita perlu orang yang tegas, orang yang berani, orang yang jujur, orang yang memiliki rekam jejak dalam mengelola Bulog.&#8221; ~ Jokowi PinterPolitik.com [dropcap]N[/dropcap]amanya lagi dan lagi dipercaya memegang jabatan sebagai pucuk pimpinan sebuah lembaga. Mungkin kapasitas dan kepemimpinannya yang mengantarkan pada posisi yang strategis. Budi Waseso yang dikenal dengan Buwas, awalnya menjabat sebagai Kabareskrim Polri [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>&#8220;Kita perlu orang yang tegas, orang yang berani, orang yang jujur, orang yang memiliki rekam jejak dalam mengelola Bulog.&#8221; ~ Jokowi</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb28"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]N[/dropcap]amanya lagi dan lagi dipercaya memegang jabatan sebagai pucuk pimpinan sebuah lembaga. Mungkin kapasitas dan kepemimpinannya yang mengantarkan pada posisi yang strategis.</p>
<p>Budi Waseso yang dikenal dengan Buwas, awalnya menjabat sebagai Kabareskrim Polri sebelum melompat menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) sampai mengakhiri masa tugasnya karena pensiun.</p>
<p>Namun pasca pensiun, sayang sekali Buwas belum memegang lagi jabatan yang strategis. Tapi tak perlu menunggu lama, lagi dan lagi, akhirnya Buwas kini mendapat jabatan strategis sebagai Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog).</p>
<p><em>Wedeeww</em>, jadi Dirut BUMN nih. Semakin melebarkan sayap aja nih ya, dari mulai dunia reserse dan kriminal melompat ke narkotika dan kini ngurusin persoalan logistik, <em>weleeeh weleeeh</em>.</p>
<p>Usut punya usut, penjaringan dan seleksi Dirut Bulog ternyata langsung dipimpin oleh Presiden Jokowi. Artinya Buwas sudah lolos seleksi dan dipercaya Presiden untuk ngurusi soal Bulog.</p>
<p>Tapi apa ya yang menjadi kriteria jadi Dirut Bulog? Kok, Buwas lolos seleksi dan terpilih? Kabarnya sih, Jokowi punya empat kriteria wajib yang harus dimiliki Dirut Bulog yaitu tegas, berani, jujur, dan mengetahui Bulog.</p>
<p>Tentu saja kalau Jokowi menilai Buwas itu sebagai orang yang tegas, berani, dan jujur itu rasanya sudah teruji dalam beberapa kepemipinannya di Bareskrim Polri dan BNN. Tapi bagaimana dengan pengetahuan Buwas tentang Bulog, apakah mumpuni atau tidak?</p>
<p>Yang jelas kan Dirut Bulog bukan hanya mengandalkan ketegasan, keberanian, dan kejujuran, tapi pengetahuan tentang Bulog harus dikuasai sebagai pondasi dasar melakukan sesuatu.</p>
<p>Entahlah bagaimana, mungkin yang penting tiga dari empat syarat sudah terpenuhi, <em>uhuukk, uhuukkk. </em>Bisa gitu ya? <em>Ehmm.</em></p>
<p>Kalau Bulog tentunya punya tiga fokus ketahanan pangan diantaranya, persediaan yang cukup, akses dan harga yang terjangkau oleh masyarakat dan melakukan stabilisasi harga.</p>
<p>Nah, modal dasar pengetahuan dan pengalaman Buwas gimana nih ngurus tiga pilar ketahanan pangan ini? Kalau ada masalah, Buwas bisa ga ya mengatasinya? <em>Ehmm, </em>skeptis.</p>
<p>Kan Dirut Perum Bulog itu bukan jabatan main – main, jadi orang yang memimpinnya pun jangan sampai tak mengetahui bagaimana peran Bulog.</p>
<p>Mendingan Buwas coba cermati prinsip hidupnya Tri Rismaharini, Walikota Surabaya, kata Risma jabatan itu hanya titipan, kalau tidak mampu ya tidak bisa dipaksakan, <em>ehmmm. Makkk jlebbb, weleeeh weleeeh. </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/buwas-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>BNN Pasca Buwas Melempem?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/bnn-pasca-buwas-melempem/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K16]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Mar 2018 12:27:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Narkotika Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Waseso]]></category>
		<category><![CDATA[Buwas]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala BNN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=23098</guid>

					<description><![CDATA[“Kalau unsur pidananya terbukti, akan kami tindak tegas. Saya juga punya pengalaman dengan Narkoba, kalau mereka (terduga pelaku) memiliki senjata dan membahayakan petugas, kami akan lakukan tindakan tegas.” ~ Kepala BNN Heru Winarko. PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]ermasalahan Narkoba di Indonesia memang cukup pelik. Seakan diberantas satu, malah tumbuh seribu. Ngeselin banget kan. Di situlah tugas berat Badan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Kalau unsur pidananya terbukti, akan kami tindak tegas. Saya juga punya pengalaman dengan Narkoba, kalau mereka (terduga pelaku) memiliki senjata dan membahayakan petugas, kami akan lakukan tindakan tegas.” ~ </em></strong><strong><em>Kepala BNN Heru Winarko.</em></strong></h4>
<hr />
<p style="font-weight: 400;"><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p style="font-weight: 400;">[dropcap]P[/dropcap]ermasalahan Narkoba di Indonesia memang cukup pelik. Seakan diberantas satu, malah tumbuh seribu. <em>Ngeselin</em> banget kan. Di situlah tugas berat Badan Narkotika Nasional (BNN) di bawah kepimpinan kepala barunya, Heru Winarko.</p>
<p style="font-weight: 400;">Permasalahan Narkoba memang gak bisa diperlakukan dengan lembek. Gimana gak?<em> Wong</em> dikerasin ala-ala kepeminpiman Budi Waseso (Buwas) aja, Narkoba masih tetap ramai beredar di Indonesia, apalagi ditangani dengan melempem. Wah, makin menjadi-jadi nanti para bandar Narkoba.</p>
<p style="font-weight: 400;">Pertanyaan yang menggelitik masyarakat sekarang kan, apakah BNN tetap akan memiliki <em>taring</em> setajam dulu pasca ditinggal Buwas? Berat loh itu tugas Heru Winarko sebagai penerus Kepala BNN. Memang sih agak sulit menggantikan posisi seseorang yang dianggap memiliki kecakapan dalam pemberantasan Narkoba di Indonesia. Tapi bukan berarti gak bisa ya.</p>
<p style="font-weight: 400;">Kalau Heru Winarko dianggap gak mumpuni, kenapa dia yang dipilih sebagai pengganti Buwas. Iya kan. Artinya Presiden Jokowi sebagai orang yang melantik Kepala BNN pasti punya pengharapan besar terhadap tindak tanduk beliau pada pemberantasan Narkoba ke depan. Ya moga gak kendor ya Pak, penindakannya di lapangan. Kalau bisa tembak ditempat aja Pak, biar kapok hahaha.</p>
<p style="font-weight: 400;">Memang banyak faktor mengapa begitu sulit Narkoba diberantas di Indonesia. Seperti karena Indonesia negara kepulauan, belum canggihnya peralatan yang dimiliki, lemahnya penegakan hukum dan adanya oknum petugas yang dapat disuap.</p>
<p style="font-weight: 400;">Buwas sendiri sebelumnya sempat menyatakan kalau sekitar 50 persen peredaran Narkoba dikendalikan dari Lembaga Pemasyarakatan. Emang udah menjalar kemana-mana ya peredaran Narkoba. Ngeri-ngeri sedap memang kalau udah ada oknum dibalik peredaran Narkoba.</p>
<p style="font-weight: 400;">Nah, buat kamu-kamu di luar sana yang masih pakai Narkoba, cepetan tobat deh. Serius gak guna tau pake gitu-gituan, malah ngerusak masa depan. Make Narkoba, badan  malah rusak masuk Rumah Sakit. Tapi kalau ketangkep polisi ujungnya di penjara. Pahit kan pilihannya?</p>
<p style="font-weight: 400;">Apa milih diciduk BNN aja? Kan nanti lumayan bisa direhabilitasi kayak artis-artis itu. Ya gak lah. Kalau kamu terbukti memiliki, memakai atau bahkan mengedarkan, ya tetep penjara lah ujungnya. Gak berfaedahlah kalau kamu pakai Narkoba. (K16)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/03/Heru-Winarko-Kepala-BNN.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Buwas, Duterte Indonesia</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/buwas-duterte-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Mar 2018 10:14:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Narkotika Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Waseso]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Filipina]]></category>
		<category><![CDATA[Rodrigo Duterte]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=23082</guid>

					<description><![CDATA[“Orang yang tega menyingkirkan nyawa orang lain, cuma ada dua kemungkinan; kalau bukan karena sakit hati, orangnya memang berhati keji.” PinterPolitik.com [dropcap]M[/dropcap]antan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso tegas tanpa kompromi melakukan pemberantasan Narkoba di Indonesia. Bahkan, pria yang akrab disapa Buwas ini tak segan – segan untuk memberikan hukuman mati bagi para pengedar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Orang yang tega menyingkirkan nyawa orang lain, cuma ada dua kemungkinan; kalau bukan karena sakit hati, orangnya memang berhati keji.”</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb28;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]M[/dropcap]antan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso tegas tanpa kompromi melakukan pemberantasan Narkoba di Indonesia.</p>
<p>Bahkan, pria yang akrab disapa Buwas ini tak segan – segan untuk memberikan hukuman mati bagi para pengedar Narkoba.</p>
<p>Mungkin kita masih mengingat, Buwas pernah mengusulkan untuk adanya pengadaan lapas di pulau terluar di Indonesia dan adanya penggantian sipir dengan buaya. Karena, menurut Buwas, buaya tak bisa dikompromi dibandingkan dengan manusia.</p>
<p>Sebelumnya, Buwas juga pernah bilang kalau ada praktik pengkhianatan dari oknum petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang berkompromi dengan para mafia Narkoba.</p>
<p>BNN sudah capek – capek mengintai dan menangkapnya, <em>eh </em>saat dimasukkan ke dalam lapas malah semakin menjadi – jadi.</p>
<p>Namun, sayang sekali sampai akhir masa tugasnya Buwas tak lagi melihat idenya itu diakomodir oleh Pemerintah, <em>ahhh syudaaaahhhlah. </em></p>
<p>Semua gara – gara kenapa? Ya karena usulan Buwas tak diindahkan. Coba kalau buaya yang jagain napi Narkoba, mana bisa dikompromi, ditelen iya dah <em>weleeeeeh weleeeeeh.</em></p>
<p>Kalau Buwas menemukan adanya oknum lapas yang bekerjasama dengan pengedar Narkoba, Buwas tak mau mempidanakan. Ia ingin langsung menembaknya saja ditempat. Tuntas sudah! Kejam ga sih kelihatannya? <em>Ahhhh syudahhlah.</em></p>
<p>Setidaknya pengedar Narkoba dan oknum lapas lebih jahat karena berniat untuk merusak generasi bangsa melalui Narkoba, <em>hmmm.</em></p>
<p>Di tahun 2017 aja, ada 90 persen kasus yang melibatkan lapas, makanya Buwas sebel banget gak punya wewenang untuk pengelolaan lapas Narkoba. Sudah diajukan sih, cuma <em>mandeg</em> mulu di Pemerintah.</p>
<p>Katanya Pemerintah lagi mengkampanyekan &#8220;Indonesia Darurat Narkoba&#8221;, harusnya sih dengerin usulan Buwas, kalau engga berarti Pemerintahnya aja ga serius kan?</p>
<p>Langkah Buwas sebagai Kepala BNN ini mengingatkan kita pada Duterte, Presiden Filipina. Duterte kan dinilai sebagai pemimpin yang memiliki keseriusan dalam memerangi Narkoba, bahkan terlihat sangat kejam saat memusuhi para pengedar Narkoba. Tiada ampunlah pokoknya.</p>
<p>Tapi Buwas tak mau kalah, karena dari namanya aja Buwas, ia mengaku lebih buas dari dibandingkan dengan Presiden Filipina, Duterte. <em>Weleeeeh weleeeeh. </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/03/DUTERTE-DAN-BUWAS-1-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Buwas Enggan Pensiun</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/buwas-enggan-pensiun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R24]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Feb 2018 09:22:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[BNN]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Waseso]]></category>
		<category><![CDATA[Narkoba]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=22384</guid>

					<description><![CDATA[Ditanya rencananya setelah pensiun, Budi Waseso mengaku ingin tetap membantu negara dalam memberantas Narkoba. PinterPolitik.com “Setiap pekerjaan yang diselesaikan dengan sangat baik oleh seseorang dengan dedikasi tinggi, akan selalu memberi inspirasi.” ~ Carlos Ghosn [dropcap]P[/dropcap]ada Maret nanti, ternyata ada dua tokoh cemerlang yang akan meninggalkan korps-nya masing-masing. Kalau di TNI, Gatot Nurmantyo akan pensiun. Di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Ditanya rencananya setelah pensiun, Budi Waseso mengaku ingin tetap membantu negara dalam memberantas Narkoba.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><strong>“Setiap pekerjaan yang diselesaikan dengan sangat baik oleh seseorang dengan dedikasi tinggi, akan selalu memberi inspirasi.” ~ Carlos Ghosn</strong></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]ada Maret nanti, ternyata ada dua tokoh cemerlang yang akan meninggalkan korps-nya masing-masing. Kalau di TNI, Gatot Nurmantyo akan pensiun. Di Kepolisian, Komjen Budi Waseso juga ikut melepaskan jabatannya sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai seorang purnawirawan.</p>
<p>Tidak seperti Gatot yang sudah non jabatan sejak Desember lalu, hingga kini pria yang akrab di sapa Buwas tersebut masih belum tau siapa yang akan menggantikannya. Meski harus terus bertugas, Buwas berharap siapapun yang akan menggantikan bisa lebih galak dari dirinya. Hmmm, emangnya ada ya yang lebih buas dari Buwas?</p>
<p>Sejak menjadi Kabareskrim Polri, Buwas memang sudah dikenal ganas. Saking ganasnya, ia sempat berseteru dengan KPK, bahkan berani menangkap seniornya sendiri, Susno Duadji. Menjadi Ketua BNN pun diakuinya didapat dari hasil “tukar guling” jabatan oleh Presiden. <em>Walah</em>, baru tau kalau jabatan bisa diguling-guling begitu.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="en">
<p dir="ltr" lang="in">Sayang..padahal Pak Buwas itu optimal jd Kepala BNN&#8230;harusnya Polri perpanjang masa jabatan Buwas..walau sudah pensiun, seseorang masih boleh menjabat selama 1 tahun, kan ada yg namanya Dalam Masa Dinas Aktif <a href="https://t.co/0sIxlAgia3">https://t.co/0sIxlAgia3</a></p>
<p>— Angku Gadang (@dusrimulya) <a href="https://twitter.com/dusrimulya/status/966713636298223616?ref_src=twsrc%5Etfw">February 22, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Tapi mungkin, berhadapan dengan para bandar, pengedar, dan pengguna Narkotika memang harus yang garang kayak dia ya. Apalagi, negara kita sudah dalam kondisi darurat Narkoba. Hampir tiap bulan, pasti ada aja pengedar dan pemakai yang tercyduk. Untung aja, niatnya untuk menembak mati di tempat pengedar Narkoba bisa dicegah, kalau enggak, mungkin Buwas udah jadi Duterte KW satu-nya Indonesia!</p>
<p>Saking gemesnya Buwas dengan maraknya peredaran Narkoba di tanah air, konon ia akan senang hati kalau masih bisa terus membantu dalam memberantas obat haram tersebut. <em>Wiiih</em>, bapak satu ini berdedikasi sekali ya. Memangnya enggak pingin jadi peternak kayak Pak Gatot? Kalau pensiun nanti, emangnya pingin jadi apa sih?</p>
<p>Ternyata eh ternyata, Buwas malah bilang pingin jadi satpam diskotik! <em>Ohoooy</em>, jadi satpam diskotik ini artinya biar bisa terus memberantas Narkoba atau malah sebaliknya ya? Kalau satpam kan biasanya malah menjaga biar diskotiknya ga ada yang ganggu, lha kok jadi kebolak begitu cita-citanya? Hmmm. (R24)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/02/BNN-Budi-Waseso.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Buwas Ikut Pilgub Jateng?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/buwas-ikut-pilgub-jateng/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K32]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Dec 2017 12:56:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[BNN]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Waseso]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=18607</guid>

					<description><![CDATA[Pak Buwas digadang-gadang akan ikut meramaikan Pilgub Jateng. Bahkan beliau masuk radar PDIP. Akankah beliau bakal maju? PinterPolitik.com [dropcap]S[/dropcap]iapa yang nggak kenal dengan Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Budi Waseso. Pria yang akrab dipanggil Buwas tersebut, saat ini tercatat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Kata orang, ia memang layak menyandang nama Buwas karena ia [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Pak Buwas digadang-gadang akan ikut meramaikan Pilgub Jateng. Bahkan beliau masuk radar PDIP. Akankah beliau bakal maju? </strong></h4>
<hr>
<p><span style="color: #cedb31;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]S[/dropcap]iapa yang <em>nggak </em>kenal dengan Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Budi Waseso. Pria yang akrab dipanggil Buwas tersebut, saat ini tercatat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Kata orang, ia memang layak menyandang nama Buwas karena ia memang ‘buas’ dalam memerangi narkoba di Indonesia. <em>Ah, </em>masa<em> sih?</em></p>
<p>Konon, BNN di tangan Buwas memiliki prestasi yang gemilang. Ia telah banyak menangkap bandar dan pemakai narkoba. Dan ada juga yang dijatuhi hukuman mati. Tapi <em>kok</em> belum pada <em>kapok-kapok </em>ya?</p>
<p>Beberapa hari lalu, baru terkuak modus pengedaran narkoba bergaya baru di salah satu tempat hiburan malam di Jakarta. Katanya, narkoba berjenis sabu tersebut dibuat dalam bentuk cair dan dikemas dalam botol air mineral. Bahkan peredaran sabu cair tersebut <em>udah </em>berlangsung sejak 2007. <em>Kok </em>polisi dan BNN <em>nggak tau </em>ya<em>?</em></p>
<p>Di tengah gencarnya upaya untuk memerangi kasus narkoba, Buwas malah diiisukan untuk maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa tengah (Jateng). Bahkan spanduk dukungan terhadapnya telah beredar luas di beberapa daerah di Jateng. <em>Lha piye to, emang </em>Pak Buwas mau?</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Beredar Spanduk Dukungan untuk Maju Pilgub Jateng, Budi Waseso Bilang Boleh Saja, Asal. . . <a href="https://t.co/WQRzO55ORq">https://t.co/WQRzO55ORq</a> <a href="https://twitter.com/hashtag/Pilkada2018?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#Pilkada2018</a></p>
<p>&mdash; Eko Susilo (@ekosusilo) <a href="https://twitter.com/ekosusilo/status/937684178308435975?ref_src=twsrc%5Etfw">December 4, 2017</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Sebenarnya ia sendiri <em>nggak </em>menampik isu tersebut, bahkan mengiyakannya. Tunggu tugas di BNN <em>kelar</em> dulu, begitu katanya.</p>
<p>Mungkin ini masih sebatas isu, tapi itu bisa <em>aja </em>terjadi. Soalnya Partai Banteng <em>kayaknya </em>berminat untuk mengusung Buwas. Kalau nanti Buwas jadi maju bersama Banteng, maka ia akan masuk dalam deretan para jenderal yang maju bertarung dalam Pilkada tahun depan.</p>
<p>Tapi, bukankah <em>udah </em>enak di BNN, apalagi gaji dan tunjangannya juga <em>gede</em> <em>loh.</em> <em>Mungkin </em>ini yang buat Pak Buwas <em>mikir-mikir juga. </em>Soalnya, maju pilkada peluangnya bisa <em>fifty-fifty. </em>Bisa menang, bisa juga gagal, sementara ia harus tetap mundur dari jabatannya kalau mau <em>nyalon.</em> Selain itu, politik itu butuh kucuran dana yang <em>nggak </em>sedikit.</p>
<p><em>Kalo </em>menang, ya syukur, tapi <em>kalo </em>kalah, ya gigit jari <em>deh. Emang </em>Pak Buwas masih mau <em>ngojek </em>atau <em>narik </em>taksi lagi? Upss, salah orang… <strong>(K-32)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/spanduk-dukungan-budi-waseso-maju-pilgub-jateng-1024x576.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Buwas Menggerebek Lagi</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/buwas-menggerebek-lagi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R24]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Dec 2017 11:12:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[BNN]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Waseso]]></category>
		<category><![CDATA[MG Internasional Club]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=18434</guid>

					<description><![CDATA[Jelang Natal dan Tahun Baru, BNN kembali melancarkan aksi gerebek ke tempat-tempat hiburan malam. Salah satunya Diskotek MG yang pengunjungnya menggunakan Narkoba semua. PinterPolitik.com “Saya nggak ada duga-duga. Kalau ada bekingan aparat, otomatis kemarin ada perlawanan, kemarin enggak ada yang melawan.” [dropcap]K[/dropcap]eterangan itu diberikan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi DKI Jakarta Brigjen Johny P. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Jelang Natal dan Tahun Baru, BNN kembali melancarkan aksi gerebek ke tempat-tempat hiburan malam. Salah satunya Diskotek MG yang pengunjungnya menggunakan Narkoba semua.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><strong>“Saya nggak ada duga-duga. Kalau ada bekingan aparat, otomatis kemarin ada perlawanan, kemarin enggak ada yang melawan.”</strong></p>
<p>[dropcap]K[/dropcap]eterangan itu diberikan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi DKI Jakarta Brigjen Johny P. Latupeirissa, terkait aksi penggeberekan BNN ke Diskotek MG Internasional Club di Jakarta Barat, Minggu (17/12) dini hari lalu.</p>
<p>Jelang akhir tahun begini, berbagai tempat hiburan malam memang lagi sibuk-sibuknya promosi. Maklum, bagi para pekerja yang sudah mulai cuti dan ingin menghibur diri, diskotik yang menyediakan musik hingar bingar dan minuman segar memang jadi salah satu pilihan. Apalagi kalau minumannya bisa ikut bikin <em>fly </em>pula.</p>
<p>Nah Diskotek MG Internasional Club ini, ternyata sudah lama menjadi target BNN. Konon kabarnya, di sana tersedia Narkoba jenis cair! Luar biasa memang para bandar Narkoba, bisa aja bikin penyamarannya.</p>
<p>Tapi sepintar-pintarnya serigala bertopeng domba, akan tetap kelihatan juga bulu ekornya. Begitu juga BNN, sepertinya Budi Waseso atau Pak Buwas punya penciuman yang sangat tajam. Sehingga dalam bentuk cair pun, Narkoba tetap tercium olehnya.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="en">
<p dir="ltr" lang="in">TANGKAP+HUKUM MATI+SITA HARTA. <a href="https://t.co/Izx7ilio2S">https://t.co/Izx7ilio2S</a></p>
<p>BNN menetapkan pemilik dan koordinator lapangan terkait laboratorium sabu cair di Diskotek MG Club Internasional dalam daftar pencarian orang (DPO).</p>
<p>— Sunchang2 (@Sunchang21) <a href="https://twitter.com/Sunchang21/status/942832646412894208?ref_src=twsrc%5Etfw">December 18, 2017</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Saking yakinnya, penggerebekan itu sampai ia pimpin sendiri. Hasilnya, sungguh luar biasa, 120 dari 123 pengunjung diskotek itu ternyata pengguna Narkoba semua! Wow, fakta yang mencengangkan sekaligus memprihatinkan.</p>
<p>Hasil ini, ternyata juga enggak disangka-sangka oleh BNN. Gara-gara kebanyakan dan BNN enggak punya cukup tempat buat menangkap dan menampung mereka semua, akhirnya Pak Buwas pun merelakan mereka untuk dilepaskan dengan syarat harus melakukan lapor diri secara berkala.</p>
<p>Lebih mengejutkan lagi, walau nyaris semua pengunjungnya lagi dalam efek Narkoba semua, ternyata untuk memesan Narkoba cair termasuk yang ribet, lho. Johny bilang yang bisa mesan itu hanya yang punya kartu <em>member</em> aja. Waduh, jadi yang ketangkap anggota klub semua dong, <em>ck ck ck</em>.</p>
<p>Satu lagi yang bikin Pak Buwas makin gemes dan berang, di diskotek itu pula, pemiliknya membuat sendiri Narkoba cair unggulannya. Hebatnya lagi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan aja sampai ikut <em>terjengkang-jengkang</em>, soalnya izin si diskotek juga udah kadaluarsa dan tidak pernah diperpanjang. Walah, kok bisa? (R24)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/budi-waseso.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pil PCC Bikin Buwas Ganas</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/pil-pcc-bikin-buwas-ganas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R24]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Dec 2017 09:12:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[BNN]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Waseso]]></category>
		<category><![CDATA[LBH Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Pil PCC]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=17515</guid>

					<description><![CDATA[Aksi Buwas yang ganas terhadap pembuat pil PCC lagi heboh di media sosial. Tapi selain emosinya itu, ia juga mendapat kritikan dari LBH Masyarakat. PinterPolitik.com “Memang manusia biadab. Ini gemuk-gemuk kan, ketawa-ketawa. Kegemukan dari hasil penderitaan anak-anak!” [dropcap]S[/dropcap]ambil mengucapkan kalimat di atas, kabarnya Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso juga ikut melayangkan tangannya ke [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Aksi Buwas yang ganas terhadap pembuat pil PCC lagi heboh di media sosial. Tapi selain emosinya itu, ia juga mendapat kritikan dari LBH Masyarakat.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><strong><em>“Memang manusia biadab. Ini gemuk-gemuk kan, ketawa-ketawa. Kegemukan dari hasil penderitaan anak-anak!”</em></strong></p>
<p>[dropcap]S[/dropcap]ambil mengucapkan kalimat di atas, kabarnya Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso juga ikut melayangkan tangannya ke para pelaku yang tertangkap saat BNN dan Kepolisian mengerebek rumah yang ternyata digunakan untuk memproduksi Pil <em>Paracetamol Caffein Carisoprodol</em> (PCC) di Semarang, Senin (4/12).</p>
<p>Sontak aksi Komjen Polisi yang kerap disapa Buwas ini, langsung jadi <em>trending</em> di media sosial, terutama <em>twitter</em>. Banyak dari mereka yang setuju sikap ganas Buwas, bahkan ada yang mendukung kalau orangnya dibunuh saja langsung. Tapi untungnya, ada juga yang menyayangkan aksi kekerasan yang dilakukan tersebut.</p>
<p>Pil PCC sepertinya memang sudah membuat Buwas jadi gemas. Gimana enggak, Dinas Kesehatan Sulawesi Utara mencatat, pil tersebut telah membuat 76 orang “terkapar” sejak 13 September lalu. Bahkan empat diantaranya meninggal dunia. Lebih <em>ngenes </em>lagi, usia para korban sebagian besar masih anak-anak.</p>
<p>Meski begitu, aksi BNN ini mendapat kritikan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Masyarakat. Menurut Analis Kebijakan Narkotika Yohan Misero, BNN seharusnya tidak ikut terlibat dalam aksi pengerebekan tersebut, apalagi memimpin. Sebab BNN hanya berwenang untuk mengurusi narkotika – dan secara hukum, PCC bukanlah narkotika.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="en">
<p dir="ltr" lang="in">BNN sita 13 juta butir pil PCC yang diproduksi di sebuah pabrik di Semarang. Dari usaha barang haram ini, pemilik mampu meraup Rp 2,7 miliar per bulan. <a href="https://twitter.com/hashtag/Liputan6SCTV?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#Liputan6SCTV</a> <a href="https://t.co/yTCFowlD4c">pic.twitter.com/yTCFowlD4c</a></p>
<p>— Liputan6.com (@liputan6dotcom) <a href="https://twitter.com/liputan6dotcom/status/937580568400642048?ref_src=twsrc%5Etfw">December 4, 2017</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Nah, kalau PCC bukan narkotika, kok bisa bikin orang jadi <em>ngefly</em>? Bahkan ada yang berhalusinasi dan terjun ke sungai, sampai ‘<em>goodbye’</em>? Kata Dokter spesialis kesehatan jiwa dr Kristiana Siste, SpKJ (K), <em>paracetamol</em> dan <em>caffein</em> memang tidak termasuk golongan psikotropika, sebab biasanya hanya digunakan sebagai penghilang rasa sakit atau nyeri. Bahkan obat flu yang dijual bebas pun, ada kandungan <em>paracetamol</em>-nya.</p>
<p>Permasalahan sebenarnya itu, ada di kandungan <em>carisoprodol.</em> Menurut Kristiana, zat itu sebenarnya sudah dilarang peredarannya, karena dapat menimbulkan efek memabukkan. Di dalam otak, zat itu menciptakan rasa senang dan nyaman yang berlebihan. Akibatnya, perasaan ini membuat seseorang menjadi ketagihan.</p>
<p>Di sisi lain, bila pemakaian dosisnya berlebihan, zat ini juga bisa bikin pengkonsumsinya kesulitan mengontrol gerak tubuh, denyut jantung bertambah, tekanan darah turun, bahkan sulit mengontrol bola mata. Efek yang lebih seremnya, <em>carisoprodol </em>ini memang membuat seseorang berhalusinasi dan tidak mampu mengontrol diri.</p>
<p>Efek Pil PCC yang mirip obat psikotropika inilah yang membuat Buwas menjadi begitu ganas. Apalagi pas digerebek, jumlah pil yang disita mencapai sedikitnya 13 juta pil! Parahnya, begitu ditangkap, para pembuat yang gemuk-gemuk itu masih bisa <em>cengengesan </em>pula. Siapa yang enggak makin panas dibuatnya? Jadi enggak salah bila di <em>twitter</em> ada yang <em>nyeletuk, </em>“Disembelih aja, Pak!” Nah lho! (R24)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/penggerebekan-pabrik-pil-pcc-di-semarang.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
