<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Budaya Populer &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/budaya-populer/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2023 00:10:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Budaya Populer &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mungkinkah &#8220;The Last of Us&#8221; di Dunia Nyata?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/mungkinkah-the-last-of-us-di-dunia-nyata/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2023 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Gunadi Sadikin]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pandemi]]></category>
		<category><![CDATA[The Last of Us]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=123834</guid>

					<description><![CDATA[Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin angkat bicara soal The Last of Us (2023). Apakah Menkes ikut cemas soal wabah zombie?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin angkat bicara soal serial </strong><strong><em>The Last of Us</em></strong><strong> (2023) yang mengambil Jakarta, Indonesia, sebagai </strong><strong><em>setting</em></strong><strong> di mana penyebaran wabah zombie dimulai. Apakah Menkes ikut cemas?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“…continued disturbances in Jakarta, but are advising US citizens…” – penyiar radio, <em>The Last of Us</em> (2023)</p>
</blockquote>



<p class="dropcapp2 wp-block-paragraph">Begitulah cara yang dilakukan para pembuat serial <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/the-last-of-us/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong><em>The Last of Us</em></strong></a><em> </em>(2023) membocorkan gambaran tentang situasi dunia di episode pertama serial tersebut. Melalui pengumuman berita di radio, penulis cerita seakan-akan memberitahukan bahwa suatu ancaman telah terjadi di negeri nan jauh di sana, yakni di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Se-<em>enggak</em>-nya, gambaran itu yang terlihat jelas ketika Joel Miller bertanya mengenai lokasi Jakarta. Sambil menyantap sarapannya, Joel langsung membayangkan Jakarta sebagai sebuah kota yang berlokasi di Timur Tengah – sebuah kawasan jauh yang kerap digambarkan kontras dengan Barat yang penuh dengan progresivitas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, tak sampai hitungan lebih dari satu hari, pandemi jamur <em>cordyceps</em> langsung tiba di kotanya di <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/amerika-serikat/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Amerika Serikat</strong></a> (AS). Pemerintahan pun langsung luluh lantak karena pandemi jamur tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, siapa sangka kalau cerita fiksi yang ada di serial ini bisa mendapat komentar dari <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/menteri-kesehatan/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Menteri Kesehatan</strong></a> (<a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/menkes/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Menkes</strong></a>) RI <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/budi-gunadi-sadikin/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Budi Gunadi Sadikin</strong></a>. Kata Pak Budi <em>nih</em>, meski ini cerita fiksi, wabah yang paling sulit dikendalikan adalah wabah yang disebabkan oleh patogen jamur (<em>fungus</em>).</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Waduh</em>, apakah ini artinya <em>The Last of Us </em>mampu meramalkan kejadian yang bakal terjadi di masa depan? Mungkinkah Jakarta suatu hari nanti bisa menjadi pusat wabah <em>cordyceps</em> yang berangkat dari pabrik tepung?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak ada yang tahu. Yang jelas, cerita fiksi apapun itu kerap didasarkan pada abstraksi atas realitas yang eksis di dunia kita.</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://lh4.googleusercontent.com/B1EnC0-PDQbH8UoRYBV2V0ZHczYYYUiBmKwOKHwCbuq4ZPzZpF8-VUurs-pV5cMN4t7oV60b3d9qMoWkU1JurUieMZsMnbJfaaF70Hz0ot0TWMYNb3hcASWJpemNahfNoLItkKulEqeK9W9Nemjagw" alt="Ada Indonesia di the Last of Us Coy"/></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Jangankan <em>The Last of Us</em>, banyak orang menyebutkan serial kartun <em>The Simpsons</em> (1989-sekarang) disebut-sebut bisa meramalkan masa depan. Salah satunya adalah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ya, para pembuat serial <em>The Simpsons</em> pun sebenarnya tidak benar-benar melakukan itu atas dasar ‘ramalan’, melainkan justru berkaca pada realitas sosial dan politik masyarakat AS kala itu. Bukan <em>nggak</em> mungkin, apa yang dilakukan <em>The Last of Us</em> juga demikian – yakni pada realitas yang ada.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apalagi <em>nih</em>, kata Neil Druckmann – kreator gim video <em>The Last of Us</em> yang diadaptasikan dalam serial berjudul sama, kisah yang mereka buat sebenarnya terinspirasi dari fenomena yang terjadi di dunia nyata, yakni <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/pandemi/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>pandemi</strong></a> influenza pada 1918 – atau lebih dikenal sebagai Flu Spanyol 1918.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu unsur dari Flu Spanyol 1918 yang menginspirasi <em>The Last of Us</em> adalah bagaimana situasi sosial-politik akhirnya turut terpengaruh. Orang-orang kala itu akhirnya menjadi semakin xenophobik dan saling menutup sama lain antar-komunitas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">K. Schultz dan R. Throop dalam tulisan mereka yang berjudul <em>Popular Culture</em> menjelaskan bahwa budaya populer – layaknya film dan musik – banyak mempengaruhi dan dipengaruhi oleh kehidupan kita sehari-hari – mulai dari keinginan kita, bahasa, identitas, hingga interaksi momen-ke-momen yang kita semua jalani.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin, menjadi jelas apabila situasi wabah bisa menginspirasi serial, gim, dan film seperti <em>The Last of Us</em>. Boleh jadi, gim dan serial ini turut menggambarkan bagaimana dunia belum siap sama sekali dalam menghadapi pandemi yang lebih berbahaya – misalkan karena patogen jamur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pandemi Covid-19 yang disebabkan oleh virus saja membuat dunia kewalahan. Lantas, bagaimana bila suatu saat nanti pandemi <em>cordyceps</em> terjadi? Masuk akal <em>tuh</em> kalau Pak Budi Gunadi menjadi cemas bila seandainya jamur bisa berevolusi di masa depan. (A43)</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="5397oNxjiEk"><iframe title="Mengapa The Simpsons Bisa Ramalkan Masa Depan?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/5397oNxjiEk?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/Mungkinkah-The-Last-of-Us-di-Dunia-Nyata-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>PKS, Kebangkitan Oposisi Islam?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/pks-kebangkitan-oposisi-islam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Jun 2019 11:00:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Kubu Oposisi]]></category>
		<category><![CDATA[oposisi]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Keadilan Sejahtera]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Oposisi]]></category>
		<category><![CDATA[PKS]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=59811</guid>

					<description><![CDATA[Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memberikan sinyal bahwa akan tetap menjadi oposisi bagi masa kepresidenan kedua Joko “Jokowi” Widodo. Keputusan PKS tersebut bisa jadi berkaitan dengan kebangkitan politik Islam di masa mendatang. PinterPolitik.com “Times that by my influence on pop culture. I&#8217;m supposed to be number one on everybody list,” – JAY Z, penyanyi rap asal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memberikan sinyal bahwa akan tetap menjadi oposisi bagi masa kepresidenan kedua Joko “Jokowi” Widodo. Keputusan PKS tersebut bisa jadi berkaitan dengan kebangkitan politik Islam di masa mendatang.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a">PinterPolitik.com</span></p>
<blockquote class="td_quote_box td_box_center"><p>“Times that by my influence on pop culture. I&#8217;m supposed to be number one on everybody list,” – JAY Z, penyanyi rap asal Amerika Serikat</p></blockquote>
<p><span class="dropcap dropcap2">S</span>inyal bahwa <a href="https://pinterpolitik.com/tag/pks/"><strong>PKS</strong></a> akan tetap menjadi oposisi pada pemerintahan Jokowi 2.0 tersebut <a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190611164856-32-402459/hnw-soal-isu-tawaran-kursi-menteri-biarlah-pks-jadi-oposisi/" rel="nofollow"><strong>diungkapkan</strong></a> oleh Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid (HNW). Pernyataan tersebut mencuat menyusul isu tawaran kabinet Jokowi 2.0 bagi kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.</p>
<p>Sebelumnya, isu tawaran dari kubu Jokowi-Ma’ruf Amin untuk <a href="https://rmco.id/baca-berita/pemilu-presiden/10721/jika-tawari-02-kursi-menteri-01-baik-banget/" rel="nofollow"><strong>merangkul</strong></a> kubu Prabowo-Sandi tersebar deras di banyak media. Gerindra misalnya, disebut oleh Wasekjen Andre Rosiade juga sempat ditawari beberapa posisi menteri di kabinet.</p>
<p>Merespons isu tersebut, HNW menyatakan bahwa berbagai pihak perlu membiarkan partainya untuk menjalankan keinginan oposisi tersebut dengan berada di luar kabinet. Menurutnya, PKS telah memiliki pengalaman sebagai partai oposisi sejak tahun 2014.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/BymmxDWpv3A/" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/BymmxDWpv3A/" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/BymmxDWpv3A/" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">PKS akan tetap menjadi oposisi Nantikan artikel selengkapnya di Pinterpolitik.cm #pks #partaikeadilansejahtera #oposisi #mardanialisera #hidayatnurwahid #infografik #infografis #politik #politikindonesia #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2019-06-12T08:35:50+00:00">Jun 12, 2019 at 1:35am PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Keinginan PKS untuk menjadi oposisi ini juga disertai dengan optimisme partai tersebut terhadap Gerindra. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera <a href="https://www.wartaekonomi.co.id/read230926/waduh-jokowi-tawari-kursi-menteri-ke-pks.html"><strong>mengatakan</strong></a> bahwa partainya tetap meyakini bahwa partai Prabowo tersebut tetap solid berada di Koalisi Adil Makmur – koalisi parpol pendukung Prabowo-Sandi.</p>
<p>Terlepas dari keputusan Gerindra terkait tawaran menteri nanti, pernyataan HNW dan Mardani bisa jadi sinyal bagi keinginan kuat PKS untuk tetap menjadi partai oposisi bagi pemerintahan Jokowi. Namun, apakah posisi PKS sebagai oposisi nantinya dapat menjadi tantangan bagi pemerintah? Lalu, apakah PKS sebagai oposisi dapat bertumbuh menjadi partai yang lebih besar di masa mendatang?</p>
<h4><strong>Oposisi Lemah?</strong></h4>
<p>Dalam sebuah negara demokratis, kehadiran partai oposisi bagi pemerintah bukanlah hal yang asing. Pihak oposisi ini biasanya hadir untuk memberi pengawasan terhadap kebijakan dan gerak-gerik suatu pemerintahan.</p>
<p>Mengacu pada <a href="https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/13572334.2017.1283913"><strong>tulisan</strong></a> Julian L. Garritzmann yang berjudul “How Much Power Do Oppositions Have?”, oposisi politik memiliki beberapa tujuan khusus, di antaranya adalah untuk menjalankan upaya guna mengkontrol pemerintah dan menyediakan alternatif bagi pemerintah. Garritzmann juga menjelaskan bahwa kritik merupakan salah satu instrumen oposisi bagi dua tujuan tersebut.</p>
<p><hr /><p><em>Oposisi politik memiliki tujuan untuk mengkontrol pemerintah dan menyediakan alternatif bagi pemerintah.</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fin-depth%2Fpks-kebangkitan-oposisi-islam%2F&#038;text=Oposisi%20politik%20memiliki%20tujuan%20untuk%20mengkontrol%20pemerintah%20dan%20menyediakan%20alternatif%20bagi%20pemerintah.&#038;related' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr /></p>
<p>Guna memahami pola politik oposisi, Garritzmann turut mengutip Robert A. Dahl yang memberikan enam kriteria partai oposisi, yaitu kohesi, daya saing, <em>setting</em>, keunikan, tujuan, dan strategi pelaku oposisi.</p>
<p>Dalam hal kohesi, PKS dan kubu Prabowo-Sandi – bila PAN dan Demokrat tetap tinggal – tentunya memiliki ukuran yang cukup besar di parlemen. Namun, kohesi menurut Dahl juga berbicara mengenai koherensi oposisi.</p>
<p>Pasca-Pilpres 2019 lalu, Koalisi Adil Makmur yang mendukung Prabowo-Sandi terlihat kehilangan koherensi. Beberapa partai koalisi disebut-sebut berpotensi meninggalkan paslon nomor urut 02 tersebut, misal PAN dan Demokrat.</p>
<p>Selain itu, ketidakkompakan koalisi oposisi ini juga disinyalir terjadi dari bagaimana para politisinya yang mulai mengeluarkan ungkapan-ungkapan yang saling menyindir. Waketum Gerindra Arief Poyuono misalnya, sempat <a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190513181855-32-394511/poyuono-tak-sudi-minta-maaf-tetap-usir-demokrat-dari-koalisi/" rel="nofollow"><strong>mengusir</strong></a> Partai Demokrat dari koalisinya.</p>
<p>PKS sendiri juga sempat mengalami <a href="https://tirto.id/konflik-internal-pks-membuka-lagi-faksi-keadilan-faksi-sejahtera-cPlY/" rel="nofollow"><strong>perpecahan internal</strong></a> pada tahun 2018 lalu. Kemunculan faksi Anis Matta dan Fahri Hamzah yang dianggap terlalu liberal membuat partai tersebut kehilangan sebagian kadernya.</p>
<p>Dengan kohesi yang semakin kecil, oposisi yang diharap-harapkan PKS tentunya memiliki daya saing yang semakin kecil. Jumlah kursi legislatif di DPR sebagian besar dikuasai oleh parpol-parpol koalisi Jokowi. Belum lagi bila Demokrat dan PAN benar-benar akan bergabung mendukung pemerintahan Jokowi.</p>
<p>Di sisi lain, pendanaan parpol bisa jadi turut memengaruhi daya saing parpol oposisi. Katakanlah, ketiadaan PKS di posisi pemerintahan membuat partai tersebut sepenuhnya bergantung hanya pada <a href="http://pks.id/file/ad-art-pks/" rel="nofollow"><strong>iuran anggota, hibah, serta sumbangan</strong></a> guna membiayai kegiatan-kegiatannya.</p>
<p>Padahal, PKS dulu sempat berjaya pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Beberapa posisi menteri kala itu dipegang oleh kader-kader PKS, seperi Menkominfo yang dulu dipegang oleh Tifatul Sembiring dan jabatan Mentan yang dulu dipegang oleh Anton Apriyantono dan Suswono.</p>
<p>Daya saing PKS sebagai oposisi bisa juga berkaitan dengan ciri khas partai tersebut. Dalam <a href="http://pks.id/file/ad-art-pks/" rel="nofollow"><strong>AD-ART</strong></a> PKS, partai tersebut menjuluki dirinya sebagai partai yang bersih, peduli, dan profesional.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Ramalam Fahri Hamzah kepada PKS <a href="https://t.co/dxiDDPFKlJ">pic.twitter.com/dxiDDPFKlJ</a></p>
<p>&mdash; Pinterpolitik.com (@pinterpolitik) <a href="https://twitter.com/pinterpolitik/status/1103144307718905856?ref_src=twsrc%5Etfw">March 6, 2019</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Namun, <a href="https://www.tagar.id/daftar-korupsi-petinggi-partai-pks-terbanyak/" rel="nofollow"><strong>nama-nama petinggi</strong></a> partai ini beberapa kali terjerat kasus-kasus korupsi, seperti mantan-mantan presiden PKS Nur Mahmudi Ismail dan Luthfi Hasan Ishaq. Ada pula nama Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho dan anggota DPR Yudi Widiana Adia yang menambah coreng di muka PKS.</p>
<p>Masih berkaitan dengan ciri khas dan keunikan partai, PKS bisa jadi dianggap memiliki perbedaan yang minim dengan partai-partai lain. Berdasarkan hasil <a href="https://tirto.id/lsi-pan-ppp-pks-terancam-tidak-lolos-parliamentary-threshold-ddMm/" rel="nofollow"><strong>survei</strong></a> Lingkaran Survei Indonesia (LSI Denny JA), partai-partai Islam seperti PKS dianggap tidak memiliki figur yang kuat dan bisa menarik pemilih.</p>
<p>Jika dibandingkan dengan PDIP yang sempat menjadi oposisi pada masa pemerintahan SBY, partai berlambang banteng ini memiliki banyak kader-kader yang memiliki popularitas tinggi, seperti Ganjar Pranowo, Jokowi, dan Tri Rismaharini.</p>
<p>Dengan berbagai faktor penentu tersebut, masa depan PKS untuk menjadi partai oposisi dalam masa kepresidenan Jokowi yang kedua bisa saja tidak menjadi secemerlang pengalaman PDIP. Jika begitu, strategi apa yang mungkin akan PKS lakukan berikutnya bila menjadi oposisi?</p>
<h4><strong>Senjata Pamungkas?</strong></h4>
<p>Berbagai kriteria yang telah disebutkan di atas bisa jadi membuat masa depan PKS sebagai partai oposisi menjadi tidak terlalu jelas. Minimnya keunikan, daya saing, dan koherensi partai ini bisa menjadi penghambat di masa mendatang.</p>
<p>Namun, keputusan PKS untuk tetap menjadi partai oposisi ini bisa saja merupakan perpanjangan dari strategi politiknya. Katakanlah, proyeksi citra dan tujuannya sebagai partai yang berhaluan Islam.</p>
<p>Dalam <a href="http://pks.id/file/ad-art-pks/" rel="nofollow"><strong>AD-ART</strong></a> PKS, disebutkan bahwa misi partai ini adalah untuk menjadi sarana perwujudan masyarakat madani yang adil, sejahtera, dan bermartabat yang diridlai Allah subhanahu wa ta’ala dalam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.</p>
<p>Dalam dokumen tersebut, disebutkan pula bahwa partai ini berasaskan nilai-nilai Islam. Selain itu, partai ini juga disebut-sebut memiliki kedekatan dan <a href="https://tirto.id/hassan-al-banna-ikhwanul-muslimin-dan-partai-keadilan-sejahtera-cEzG/" rel="nofollow"><strong>terinspirasi</strong></a> oleh Hassan al-Bana dan Ikhwanul Muslimin – kelompok fundamentalis Islam yang berasal dari Mesir.</p>
<p>Nilai-nilai yang diyakini oleh PKS ini justru memungkinkan partai ini untuk menemukan jalan terang di tengah-tengah dinamika politik saat ini. Tren bangkitnya politik Islam dapat saja mendorong signifikansi dan eksistensi kelompok-kelompok akar rumput Islam di Indonesia.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Di kota2 nampak jelas antusiasme mayoritas rakyat Indonesia menghendaki perubahan kepemimpinan nasional. Mari kabarkan gelora perubahan ini kpd handai taulan, kawan2, n siapa saja di kampung halaman (desa2). Insyaallah kita tunaikan <a href="https://twitter.com/hashtag/2019GantiPresiden?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#2019GantiPresiden</a> dg <a href="https://twitter.com/hashtag/2019PrabowoPresidenRI?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#2019PrabowoPresidenRI</a></p>
<p>&mdash; mohamad sohibul iman (@msi_sohibuliman) <a href="https://twitter.com/msi_sohibuliman/status/1106161088905637891?ref_src=twsrc%5Etfw">March 14, 2019</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><a href="https://pinterpolitik.com/sejarah-fpi/"><strong>Front Pembela Islam</strong></a> (FPI) misalnya, dalam politik nasional kini semakin diperhitungkan keberadaannya. PKS sendiri <a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20161130134337-32-176305/pks-serukan-masyarakat-ikut-aksi-212/" rel="nofollow"><strong>mendukung</strong></a> dan mendorong beberapa aksi yang melibatkan FPI, seperti Aksi 212.</p>
<p>Dukungan PKS terhadap aksi massa akar rumput tersebut bisa jadi salah satu taktik dalam strategi partainya agar memperoleh pengaruh lebih. Seperti yang <a href="https://www.bbc.com/news/world-45902454/" rel="nofollow"><strong>dijelaskan</strong></a> oleh Richard Youngs dari Carnegie Europe dalam tulisannya di BBC, kebangkitan politik sayap kanan di berbagai belahan dunia kini banyak diisi oleh peran sentral kelompok-kelompok akar rumput. Gerakan-gerakan ini pun dianggap mampu menarik kelompok usia muda.</p>
<p>Tentu, bila benar gerakan-gerakan akar rumput menjadi bagian dari strategi, PKS bisa jadi telah melihat kesempatan besar yang dapat diambil. Kondisi sosio-politik Indonesia kini bisa saja menjadi peluang “investasi” yang menjanjikan bagi partai tersebut.</p>
<p>Pertumbuhan <a href="https://www.mckinsey.com/~/media/mckinsey/featured%20insights/asia%20pacific/the%20archipelago%20economy/mgi_unleashing_indonesia_potential_executive_summary.ashx"><strong>kelompok usia muda</strong></a> di Indonesia yang pesat misalnya, menjadi lahan yang menjanjikan bagi PKS. Meletusnya populasi usia muda Indonesia ini turut disertai dengan tren gaya hidup Islami yang semakin digandrungi – disebut sebagai <a href="https://asia.nikkei.com/Spotlight/Cover-Story/Indonesia-election-Has-Jokowi-lost-his-touch-with-millennial-voters"><strong>tren dan fenomena hijrah</strong></a>.</p>
<p>Ariel Heryanto juga pernah menulis mengenai meningkatnya pengaruh nilai-nilai Islam pada budaya populer yang digandrungi kelompok muda menengah Muslim dalam <a href="https://openresearch-repository.anu.edu.au/handle/1885/37612"><strong>tulisannya</strong></a> yang berjudul “Upgraded Piety and Pleasure.” Nilai-nilai Islam disebutkan mulai mendapatkan porsi dalam dunia perfilman Indonesia, seperti <em>Ayat-Ayat Cinta</em>.</p>
<p>Dalam sisi budaya populer, PKS pun terlihat tidak tinggal diam. Partai ini <a href="https://nasional.republika.co.id/berita/nasional/politik/19/02/17/pn2cj7423-sasar-millenial-pks-akan-buat-film-8-stories/" rel="nofollow"><strong>membuat</strong></a> sebuah film yang berjudul <em>8 Stories</em> dan mengajak individu-individu muda Indonesia untuk <a href="http://www.tribunnews.com/nasional/2019/04/05/dekati-swing-voters-pks-ajak-generasi-milenial-nobar-film-8stories/" rel="nofollow"><strong>menonton bersama</strong></a> film tersebut.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Lewat Film 8 Stories, PKS ingin menjadikan ajang demokrasi ini sebagai sesuatu yang menggembirakan. </p>
<p>Nantikan Filmnya 8 Stories, 8 April 2019! <a href="https://twitter.com/hashtag/FilmPKS8Stories?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#FilmPKS8Stories</a> <a href="https://t.co/BjNroDJymv">pic.twitter.com/BjNroDJymv</a></p>
<p>&mdash; DPP PKS (@PKSejahtera) <a href="https://twitter.com/PKSejahtera/status/1114042711013642243?ref_src=twsrc%5Etfw">April 5, 2019</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Mungkin, PKS telah melihat dan menyadari bahwa budaya populer dan politik saling memengaruhi. Stuart Hall dalam <a href="https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/09502386.2018.1521623"><strong>tulisannya</strong></a> yang berjudul “Popular Culture, Politics and History,” menyebutkan bahwa hubungan-hubungan kultural turut memengaruhi praktik-praktik politik dan begitu juga sebaliknya.</p>
<p>Pendapat senada juga dikemukakan oleh Alan R. Gitelson dan tim penulisnya dalam sebuah <a href="http://global.oup.com/us/companion.websites/9780199374229/stud/ch1/pcp/"><strong>buku</strong></a> yang berjudul <em>American Government</em>. Menurut mereka, budaya populer selalu memainkan peran penting dalam merefleksikan dan membentuk opini publik, aktivitas politik, dan, bahkan, perkembangan institusi-institusi pemerintahan. Di Amerika Serikat (AS) misalnya, musik dan film – seperti musik jazz – turut memengaruhi dinamika politik negeri Paman Sam.</p>
<p>Jika memang benar budaya populer menjadi bagian dari strategi penting PKS, lirik JAY Z di awal tulisan pun menjadi relevan. Dengan pemanfaatan dan pengaruhnya dalam budaya populer Indonesia, bukan tidak mungkin PKS dapat menjadi partai besar di kemudian hari. Menarik untuk ditunggu kelanjutannya. (A43)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="L6EgOIMl4Fk"><iframe title="MENAKAR KEKUATAN MA&#039;RUF AMIN SEBAGAI WAPRES" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/L6EgOIMl4Fk?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/06/D3Xf7d7UYAAiGxk-1024x678.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
