<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>brownies &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/brownies/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 15 Sep 2023 00:42:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>brownies &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Makanan Terkenal dari Ketidaksengajaan</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinter-ekbis/makanan-terkenal-dari-ketidaksengajaan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A49]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Sep 2023 00:42:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pinter Ekbis]]></category>
		<category><![CDATA[brownies]]></category>
		<category><![CDATA[keripik kentang]]></category>
		<category><![CDATA[ketidaksengajaan]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[sandwich]]></category>
		<category><![CDATA[socioloop]]></category>
		<category><![CDATA[terkenal]]></category>
		<category><![CDATA[tiramisu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=136699</guid>

					<description><![CDATA[socioloop.co Dunia kuliner sarat dengan kisah-kisah menarik tentang bagaimana berbagai makanan tercipta. Beberapa di antaranya bahkan lahir dari kejadian tak terduga atau kesalahan. Siapa sangka, blunder kecil di dapur bisa menghasilkan makanan legendaris yang disukai banyak orang hingga generasi berikutnya? Keripik kentang Kisah dimulai pada tahun 1853 ketika seorang koki bernama George Crum di Saratoga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>socioloop.co</strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Dunia kuliner sarat dengan kisah-kisah menarik tentang bagaimana berbagai makanan tercipta. Beberapa di antaranya bahkan lahir dari kejadian tak terduga atau kesalahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Siapa sangka, blunder kecil di dapur bisa menghasilkan makanan legendaris yang disukai banyak orang hingga generasi berikutnya?</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Keripik kentang</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Kisah dimulai pada tahun 1853 ketika seorang koki bernama George Crum di Saratoga Springs, New York, merasa kesal dengan seorang pelanggan yang terus-menerus mengembalikan kentang gorengnya dengan keluhan terlalu tebal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai balasan, Crum memotong kentang setipis mungkin lalu menggorengnya hingga sangat renyah. Alih-alih kesal, pelanggan justru menyukainya. Sejak itu, keripik kentang menjadi populer dan dikenal hingga sekarang.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Sandwich</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Legenda mengatakan bahwa makanan ini ditemukan oleh Earl of Sandwich, seorang bangsawan Inggris pada abad ke-18.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat asyik berjudi, ia meminta pelayannya untuk memberinya daging di antara dua potong roti agar ia bisa makan sambil terus bermain tanpa perlu menggunakan garpu dan pisau. Sehingga terciptalah &#8216;sandwich&#8217; yang menjadi nama makanan sekaligus nama bangsawan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Tiramisu</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun asal-usul pasti dari tiramisu masih diperdebatkan, salah satu cerita yang populer mengatakan bahwa makanan ini diciptakan selama Perang Dunia I oleh istri para tentara Italia untuk memberi energi kepada suami-suami mereka di medan perang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menggunakan bahan-bahan yang ada, seperti kopi, kakao, dan keju mascarpone, mereka menciptakan hidangan penutup yang sekarang disukai di seluruh dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Popsicle</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada tahun 1905, seorang anak berusia 11 tahun bernama Frank Epperson secara tidak sengaja meninggalkan campuran sirup soda dengan sendoknya di teras rumahnya di malam yang sangat dingin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keesokan harinya, ia menemukan campuran tersebut membeku dengan sempurna pada sendoknya. Epperson mempatenkan ide ini beberapa dekade kemudian dan es lilin menjadi fenomena.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Cheese Puff</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada 1930-an, sebuah perusahaan di Amerika mencoba membuat makanan dari jagung dengan mesin bertekanan tinggi. Alih-alih mendapatkan hasil seperti yang diharapkan, mereka mendapatkan kerupuk yang mengembang dan ringan. Dengan sedikit tambahan rasa keju, produk ini menjadi sangat populer.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Brownies</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Kisah ini bercerita bahwa seorang koki membuat kue cokelat tetapi lupa menambahkan baking powder. Hasilnya adalah kue yang padat dan lembut, yang kita kenal sebagai brownies.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kesimpulannya, kecelakaan atau kesalahan di dapur bisa menghasilkan makanan yang luar biasa dan disukai banyak orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai pencinta kuliner, kita seharusnya bersyukur atas kesalahan-kesalahan tersebut karena telah menghadirkan kelezatan yang tak tergantikan dalam hidup kita. Sebuah pengingat bahwa kesempurnaan terkadang berasal dari ketidaksempurnaan. (A49)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/foto-allrecipes-dot-com_webp.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Dari Mana Asal Kue Brownies?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinter-ekbis/dari-mana-asal-kue-brownies/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A49]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Sep 2023 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pinter Ekbis]]></category>
		<category><![CDATA[brownies]]></category>
		<category><![CDATA[kue]]></category>
		<category><![CDATA[kue brownies]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[pinterekbis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=135937</guid>

					<description><![CDATA[PinterEkbis Brownies adalah salah satu jenis kue yang paling populer dan disukai oleh banyak orang di seluruh dunia. Meski terkenal, asal-usul kue ini sering menjadi bahan perdebatan. Beberapa sumber menyatakan bahwa brownies pertama kali diciptakan di Amerika Serikat (AS) pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Ada pula teori lain yang mengatakan bahwa brownies [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/pinter-ekbis/">PinterEkbis</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Brownies adalah salah satu jenis kue yang paling populer dan disukai oleh banyak orang di seluruh dunia. Meski terkenal, asal-usul kue ini sering menjadi bahan perdebatan. Beberapa sumber menyatakan bahwa brownies pertama kali diciptakan di Amerika Serikat (AS) pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Ada pula teori lain yang mengatakan bahwa brownies merupakan turunan dari berbagai jenis kue dan makanan penutup Eropa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Versi yang paling banyak diterima tentang asal-usul brownies adalah bahwa kue ini pertama kali muncul di Chicago, dalam Pameran Dunia Kolombia pada tahun 1893. Berdasarkan cerita yang beredar, seorang koki di Hotel Palmer House diminta untuk membuat sebuah kue penutup yang lebih kecil dari kue-kue biasanya, yang bisa dimakan dengan tangan tanpa memerlukan peralatan khusus. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Hasilnya adalah sebuah kue dengan rasa cokelat yang kaya, dilapisi dengan glasir apricot dan kenari. Resep ini, dikenal sebagai &#8220;<em>Palmer House Brownie</em>,&#8221; dan masih bisa dinikmati di hotel tersebut hingga hari ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam beberapa tahun berikutnya, resep brownies mulai bermunculan dalam berbagai buku masakan. Salah satu publikasi pertama yang memuat resep brownies adalah <em>&#8220;The Boston Cooking-School Cook Book,&#8221;</em> oleh Fannie Merritt Farmer, pada tahun 1896. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, resep ini belum menggunakan cokelat, dan lebih mirip dengan kue <em>blondie</em>. Brownies cokelat modern lebih terkait dengan sebuah resep yang diterbitkan di buku <em>&#8220;Fanny Farmer&#8221;</em> pada tahun 1905.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sepanjang tahun, variasi resep brownies terus berkembang, dengan tambahan bahan seperti kenari,<em> choco chips</em>, hingga <em>marshmallow</em>. Saat ini, brownies telah menjadi salah satu kue favorit yang sering disajikan dalam berbagai acara, mulai dari pesta ulang tahun hingga acara formal. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak hanya itu, brownies juga telah menyebar ke berbagai belahan dunia dan mendapat tempat di hati pencinta kuliner internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kini, brownies tidak hanya bisa dinikmati dalam bentuk kue, tetapi juga sebagai bahan lain seperti untuk es krim dan <em>milkshake</em>. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sebuah permintaan sederhana pada akhir abad ke-19, brownies telah bertransformasi menjadi salah satu ikon kuliner AS yang disukai banyak orang, tidak terbatas oleh usia atau budaya. Sebuah contoh sempurna dari bagaimana sebuah inovasi sederhana dapat menjadi fenomena global. (A49)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/foto-astronautsid-1024x683.webp" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
