<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>BOLEH ATAU NGGAK &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/boleh-atau-nggak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Jan 2018 07:21:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>BOLEH ATAU NGGAK &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Fadli Pro Isu SARA</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/fadli-pro-isu-sara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K32]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jan 2018 07:21:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[BOLEH ATAU NGGAK]]></category>
		<category><![CDATA[Fadli Zon]]></category>
		<category><![CDATA[isu SARA]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada Serentak 2018]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=19496</guid>

					<description><![CDATA[Fadli Zon bilang kalau isu SARA boleh digunakan di Pilkada. Yang benar nih, Pak? PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]enggunaan isu Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) dalam kontestasi politik tanah air sudah menjadi hal yang lumrah. Isu SARA seakan menjadi produk politik yang laku keras untuk mempengaruhi dukungan masyarakat dan perolehan suara dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Isu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Fadli Zon bilang kalau isu SARA boleh digunakan di Pilkada. Yang benar <em>nih, </em>Pak?</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb31;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]enggunaan isu Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) dalam kontestasi politik tanah air sudah menjadi hal yang lumrah. Isu SARA seakan menjadi produk politik yang laku keras untuk mempengaruhi dukungan masyarakat dan perolehan suara dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).</p>
<p>Isu SARA kerap digunakan sebagai ‘senjata’ oleh kelompok tertentu untuk memenangkan Pilkada. Hal tersebut dilakukan dengan cara menyebarkan fitnah atau <em>hoax </em>kepada masyarakat dengan membawa-bawa nama suku, agama maupun ras tertentu.</p>
<p>Berbicara tentang hal ini, memori saya kembali pada momen Pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu. Kala itu, isu SARA turut dimainkan di sana. Menurut selentingan yang beredar, isu tersebut dimainkan untuk menggoyang elektabilitas Ahok.</p>
<p>Hal tersebut terbukti manjur, Ahok <em>dibikin</em> <em>babak </em>belur. Ia gagal mempertahankan tahtanya dan harus <em>pindahan </em>ke Rumah Tahanan (Rutan) Markas Komando Korps (Mako) Brimob Kelapa Dua, Depok. Konon, isu SARA yang dipakai dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta ini diprediksi akan terulang dalam Pilkada serentak dan Pilpres nanti. <em>Hmm, </em>bahaya <em>nih.</em></p>
<p>Isu SARA sebenarnya <em>nggak </em>diperbolehkan di Indonesia. Soalnya negara kita ini terdiri dari berbagai macam suku, agama, ras dan golongan.</p>
<p>Tapi, anehnya <em>kok </em>Pak Fadli Zon malah mendukung penggunaan isu SARA dalam Pilkada. Katanya, isu tersebut boleh-boleh <em>aja </em>dipakai, asalkan tidak bertujuan menghina dan menjatuhkan. <em>Hmm, </em>Pak Fadli, <em>situ </em>sehat?</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Fadli Zon Sebut Isu SARA Dibolehkan, Asal Tak Menghina &#8211; Poskota News <a href="https://t.co/MAcmLavsxw">https://t.co/MAcmLavsxw</a></p>
<p>&mdash; Fadli Zon (@fadlizon) <a href="https://twitter.com/fadlizon/status/950305912354295808?ref_src=twsrc%5Etfw">January 8, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Coba pikirkan baik-baik <em>dong, </em>Pak.<em> Emang </em>isu SARA layak dilanggengkan dalam politik? Penggunaan isu tersebut sudah pasti menghina dan menjatuhkan kelompok tertentu. Selain itu, juga berpotensi memecahbelah kesatuan NKRI.<em> Kok </em>logikanya <em>kebolak-balik sih, </em>Pak? Di situ, saya sering merasa lucu melihat Pak Fadli.</p>
<p>Sudahlah Pak Fadli, mendingan berpolitiklah secara santun dan terbuka <em>aja deh</em>. Bukankah itu lebih terkesan <em>fair</em>, <em>eh. Ngapain make </em>isu SARA segala <em>sih?</em> <em>Emang,</em> bapak <em>nggak liat </em>atau pura-pura buta dengan kondisi bangsa Indonesia yang majemuk ini? <strong>(K-32)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/Fadli-Zon-tirto-1024x768.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
