<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Boikot Metro TV &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/boikot-metro-tv/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 28 Mar 2019 04:52:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Boikot Metro TV &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Masihkah Kita Percaya Metro TV?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/masihkah-kita-percaya-metro-tv/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Mar 2019 00:00:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Boikot Metro TV]]></category>
		<category><![CDATA[Debat Capres 2019]]></category>
		<category><![CDATA[Debat Pilpres 2019]]></category>
		<category><![CDATA[KPU]]></category>
		<category><![CDATA[Metro TV]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=51288</guid>

					<description><![CDATA[Kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyampaikan keberatan atas dilibatkannya Metro TV sebagai salah satu penyelenggara Debat Capres pada 30 Maret 2019 nanti. Keberatan itu didasari pada anggapan atas tidak berimbangnya stasiun televisi berita tersebut. PinterPolitik.com “Recollect your thoughts. Don&#8217;t get caught up in the mix ‘cause the media is full of dirty tricks,” – Tupac Shakur, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyampaikan keberatan atas dilibatkannya Metro TV sebagai salah satu penyelenggara Debat Capres pada 30 Maret 2019 nanti. Keberatan itu didasari pada anggapan atas tidak berimbangnya </strong><strong>stasiun televisi berita tersebut</strong><strong>.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;">PinterPolitik.com</span></p>
<blockquote class="td_quote_box td_box_center"><p>“Recollect your thoughts. Don&#8217;t get caught up in the mix ‘cause the media is full of dirty tricks,” – Tupac Shakur, penyanyi rap AS</p></blockquote>
<p>[dropcap]J[/dropcap]uru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak membenarkan bahwa pihaknya telah melayangkan surat kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengenai <a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190321190000-32-379543/kubu-prabowo-keberatan-metro-tv-penyelenggara-debat-capres"><strong>keberatan BPN</strong></a> atas posisi Metro TV yang menjadi salah satu penyelenggara debat ketiga Pilpres nanti.</p>
<p>Dahnil menjelaskan bahwa keberatan tersebut didasarkan pada <a href="https://www.merdeka.com/politik/alasan-bpn-laporkan-metro-tv-ke-kpu.html"><strong>anggapannya</strong></a> bahwa Metro TV merupakan media yang bias dalam Pemilu 2019 karena lebih dominan memberitakan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin. Dahnil pun mendasarkan anggapan tersebut pada <a href="http://www.kpi.go.id/index.php/id/umum/38-dalam-negeri/34916-evaluasi-tahunan-kpi-minta-metro-tv-utamakan-independensi-dan-keberimbangan"><strong>evaluasi tahunan</strong></a> Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pada Metro TV yang mengingatkan agar media tersebut tetap mengedepankan keberimbangan dan independensi.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Kami sudah melayangkan surat keberatan secara resmi terkait dengan Metrotv sbg salah satu media resmi penyelenggara Debat ke 4. Keberatan kami didasari surat KPI yg menyatakan ada potensi pelanggaran keadilan dan proporsionalitas pemberitaan terkait dengan Capres 01 dan 02.</p>
<p>&mdash; Dahnil A Simanjuntak (@Dahnilanzar) <a href="https://twitter.com/Dahnilanzar/status/1108668301113094145?ref_src=twsrc%5Etfw">March 21, 2019</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>KPU sendiri <a href="https://news.detik.com/berita/d-4478324/kpu-terima-surat-bpn-soal-keberatan-metro-tv-jadi-penyelenggara-debat"><strong>menyatakan</strong></a> telah menerima surat keberatan tersebut. Komisioner KPU Hasyim Asy’ari menjelaskan bahwa keberatan tersebut akan dibahas secara lebih lanjut dalam rapat.</p>
<p>Surat keberatan BPN tersebut juga ditanggapi oleh pihak Metro TV. <a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190321190000-32-379543/kubu-prabowo-keberatan-metro-tv-penyelenggara-debat-capres"><strong>Menurut</strong></a> Pemimpin Redaksi televisi berlambang kepala burung itu, Don Bosco, tuduhan biasnya media yang ia pimpin tidak benar karena pihaknya sudah berulang kali mengundang kubu BPN dalam program-program siarannya, tetapi sering kali tidak digubris.</p>
<p>Tentu pertanyaanya adalah mengapa kubu Prabowo-Sandi mengkritik dan menolak Metro TV untuk menyelenggarakan Debat Capres akhir Maret nanti? Lalu, apa dampak dari keberpihakan media dalam Pilpres 2019 nanti?</p>
<h4><strong>Biasnya Media</strong></h4>
<p>Isu biasnya media dalam politik media juga beberapa kali menjadi polemik, baik di Indonesia maupun negara-negara lain. Anggapan keberpihakan media dalam politik berangkat dari kepemilikan media-media di tangan tokoh atau kelompok yang punya kepentingan politik, seperti tokoh dalam partai politik atau yang berafiliasi dengan entitas politik tertentu. Konteks ini pun pada akhirnya sering berdampak pada bias pemberitaan jelang kontestasi elektoral.</p>
<p>Ross Tapsell dari Australian National University pernah menjelaskan mengenai penguasaan media oleh tokoh-tokoh politik di Indonesia dalam <a href="http://www.jstor.org/stable/10.5728/indonesia.99.0029"><strong>tulisannya</strong></a> yang berjudul <em>Indonesia’s Media Oligarchy and the “Jokowi Phenomenon”</em>.</p>
<p>Dalam tulisan tersebut, Tapsell menjelaskan bahwa kekuasaan oligarki masih berlanjut dengan penguasaan media-media di Indonesia, seperti Metro TV yang dimiliki oleh Surya Paloh dari Partai Nasdem dan tvOne yang dimiliki oleh Aburizal Bakrie dari Partai Golkar.</p>
<p>Nyatanya, konteks kepemilikan media yang dekat dengan tokoh dan partai politik ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Beberapa negara juga mengalami persoalan yang sama.</p>
<p>Malaysia, misalnya. Beberapa media di negara tetangga Indonesia itu dalam sejarahnya juga <a href="https://www.malaymail.com/news/malaysia/2019/02/21/balanced-reporting-hard-as-long-as-media-controlled-by-political-parties-mi/1725367"><strong>dimiliki</strong></a> oleh tokoh-tokoh partai politik, seperti Utusan Malaysia dan Kosmo yang memiliki hubungan dengan Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), serta Berita Harian dan Harian Metro, The New Straits Times, TV3, 8TV, dan TV9 yang memiliki hubungan dengan Barisan Nasional (BN).</p>
<hr /><p><em>Dalam kontestasi politik, media yang bias dapat membantu politisi-politisi untuk memperoleh suara lebih banyak dalam Pemilu. </em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fin-depth%2Fmasihkah-kita-percaya-metro-tv%2F&#038;text=Dalam%20kontestasi%20politik%2C%20media%20yang%20bias%20dapat%20membantu%20politisi-politisi%20untuk%20memperoleh%20suara%20lebih%20banyak%20dalam%20Pemilu.%20&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr />
<p>Selain Malaysia, isu biasnya media juga pernah mencuat di India. Cobrapost – sebuah media non-profit investigatif – <a href="https://www.bbc.com/news/world-asia-india-44280188"><strong>membongkar</strong></a> perusahaan-perusahaan media lain yang memiliki kedekatan dengan partai yang berkuasa di India, yaitu Partai Bharatiya Janata. Cobrapost pun menyerang media-media besar di India, seperti The Times of India, The New Indian Express, dan India Today Group yang dianggap memiliki kedekatan tersebut.</p>
<p>Di Nigeria yang baru saja melaksanakan Pilpres pada Februari lalu, terdapat juga narasi tuduhan biasnya media. Kandidat presiden Omoyele Sowore dari Partai Kongres Aksi Afrika (AAC) <a href="http://saharareporters.com/2018/12/03/press-and-prejudice-nigerias-media-bias-favor-buhari-and-atiku-bayo-oluwasanmi"><strong>mempertanyakan</strong></a> media yang jarang membahas kegiatan-kegiatan kampanyenya.</p>
<p>Sowore pun menuduh media terlalu sering menghabiskan waktunya untuk membahas dua kandidat terpopuler lainnya, yaitu Muhammadu Buhari dari Partai Kongres Seluruh Orang Progresif (APC) dan Atiku Abubakar dari Partai Demokratis Rakyat (PDP).</p>
<p>Pendukung-pendukung Sowore pun pernah <a href="http://saharareporters.com/2018/12/13/sowores-supporters-protest-channels-tv-demand-his-inclusion-presidential-debate"><strong>berdemonstrasi</strong></a> pada Channels TV – salah satu media di negara tersebut – akibat tidak dilibatkannya Sowore dalam Debat Capres di Nigeria oleh Nigeria Elections Debate Group (NEDG) dan Broadcasting Organisations of Nigeria (BON). Debat Capres tersebut hanya mengundang lima capres dari 78 kandidat yang ada.</p>
<p>Selain di Nigeria, salah satu media bias lain yang hingga saat ini masih ramai dibicarakan adalah Fox News di Amerika Serikat (AS). Media ini sering kali dianggap sebagai media yang sangat <a href="http://nymag.com/intelligencer/2019/03/8-wild-revelations-in-the-new-yorkers-fox-news-trump-expos.html"><strong>pro</strong></a> kepada Partai Republik AS dan kepada Presiden Donald Trump.</p>
<p>Dalam konteks Pemilu AS 2016, Fox News sering kali dianggap banyak menyudutkan Partai Demokrat dan Hillary Clinton – kandidat lawan Trump kala itu. Clinton pun sempat <strong><a href="https://www.thewrap.com/hillary-clinton-calls-fox-news-superb-propaganda-says-news-media-must-get-smarter-to-cover-trump/">menyebut</a></strong> Fox News sebagai propaganda besar. Media milik perusahaan 20<sup>th</sup> Century Fox itu juga dianggap masih terus <a href="https://www.vox.com/2018/7/11/17526836/hillary-clinton-fox-news-villain"><strong>memberitakan</strong></a> Clinton meskipun telah kalah dalam Pemilu 2016.</p>
<p>Dengan demikian, jika berkaca dari contoh-contoh keberpihakan media di berbagai negara, bisa jadi keberatan kubu Prabowo-Sandi terhadap Metro TV merupakan hal yang wajar karena media sendiri memiliki pengaruh dalam menentukan preferensi pemilih dalam Pilpres. Dalam <a href="https://editorialexpress.com/cgi-bin/conference/download.cgi?db_name=EEAESEM2018&amp;paper_id=2017"><strong>studi</strong></a> yang ditulis oleh Junze Sun, Arthur Schram, dan Randolph Sloof, dijelaskan bahwa bias media tentu memiliki dampak pada hasil jumlah suara dalam Pemilu.</p>
<h4><strong>Sisi Lain Bias Media</strong></h4>
<p>Persoalan hubungan kandidat dengan media dalam kasus BPN dan Metro TV ini sebenarnya bisa juga dilihat dari sisi sebaliknya. Di AS misalnya, Trump nyatanya juga <a href="https://www.usatoday.com/story/news/politics/onpolitics/2016/03/10/donald-trump-versus-the-media/81602878/"><strong>sering mengkritik</strong></a> media lain dalam kampanye-kampanye politiknya.</p>
<p>Pria yang kini menjadi Presiden AS ke-45 itu pun berkali-kali menyebut berbagai pemberitaan media tentang dirinya sebagai berita palsu (<em>fake news</em>), musuh masyarakat, dan sumber yang tidak dapat dipercaya. CNN adalah salah satu media yang kerap dicap <em>fake news </em>oleh Trump.</p>
<p>Kritik Trump pun tidak hanya terbatas pada narasi. Beberapa kali, jurnalis-jurnalis media berita diusir dan tidak diperbolehkan masuk ke kegiatan-kegiatan kampanyenya, seperti yang terjadi dalam <strong><a href="https://www.usatoday.com/story/news/politics/onpolitics/2016/03/10/donald-trump-versus-the-media/81602878/">kampanyenya di Iowa</a></strong> pada Juli 2016.</p>
<p>Nyatanya, upaya Trump untuk menegasikan media berita yang sering kali memberitakan hal buruk tentang dirinya merupakan <a href="https://www.bbc.com/news/world-us-canada-45001525"><strong>cara</strong></a> yang cukup efektif dalam kampanye. Tentunya, penegasian media ini cukup menguntungkan Trump.</p>
<p>Dalam <em>polling</em> yang dilakukan oleh CBS News, didapatkan sekitar <strong><a href="https://www.cbsnews.com/news/trump-backers-stand-by-president-in-face-of-russia-criticism-cbs-poll/?ftag=CNM-00-10aab7b&amp;linkId=54882667">91 persen</a></strong> pendukung kuat Trump mengatakan bahwa kandidat dari Partai Republik itu memberi mereka informasi yang akurat. Hal ini menunjukkan bahwa pernyataan-pernyataan Trump terhadap media dapat membuat pendukungnya <a href="https://www.bbc.com/news/world-us-canada-45001525"><strong>imun</strong></a> terhadap berita-berita dari media yang mengkritiknya.</p>
<p>Kecenderungan pendukung Trump tersebut juga didukung oleh penjelasan Jack Shafer dalam <strong><a href="https://www.politico.com/magazine/story/2016/11/2016-election-trump-media-takeover-coverage-214419">tulisannya</a></strong> di Politico. Shafer menjelaskan bahwa penyerangan Trump terhadap media membuat media kesulitan untuk memberikan <em>framing</em> isu terhadap pendukung-pendukungnya.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/BvTgABSgPmB/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/BvTgABSgPmB/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/BvTgABSgPmB/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Karena dianggap gak netral, BPN tolak Metro TV selenggarakan debat Nantikan artikel selengkapnya di Pinterpolitik.com #media #keberpihakkanmedia #netralitasmedia #metrotv #infografik #infografis #politik #politikindonesia #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2019-03-22T08:56:58+00:00">Mar 22, 2019 at 1:56am PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Selain membuat pendukungnya imun terhadap berita-berita negatif, Trump juga mendapatkan panggung melalui kritik-kritiknya terhadap media dengan meningkatkan perhatian media itu sendiri kepada dirinya. Jonathan Stray dari Columbia University dalam <strong><a href="http://www.niemanlab.org/2016/01/how-much-influence-does-the-media-really-have-over-elections-digging-into-the-data/">tulisannya</a></strong> di NiemenLab, menjelaskan bahwa perhatian yang meningkat terhadap kandidat di media juga dapat meningkatkan jumlah dukungan suara. Stray melihat bahwa ketika ada peningkatan penyebutan Trump di media dan hasil <em>polling</em> Trump juga turut meningkat.</p>
<p>Selain itu, strategi Trump terhadap media ini juga menguntungkan dalam beberapa hal lain. Shafer <strong><a href="https://www.politico.com/magazine/story/2016/11/2016-election-trump-media-takeover-coverage-214419">menjelaskan</a></strong> bahwa kritik-kritik Trump terhadap media membuat perhatian media tidak terfokus pada substansi-substansi tertentu – seperti isu lingkungan, isu Laut Tiongkok Selatan, dan Perang Afghanistan – yang bukan merupakan medan elektoral yang ingin dijamah olehnya.</p>
<p>Jika kita kaitkan kembali dalam konteks Pilpres 2019 dengan berkaca pada strategi Trump, bisa jadi kubu Prabowo-Sandi menggunakan cara yang sama seperti Trump. Menciptakan citra media sebagai sumber yang tidak dapat dipercaya dapat membuat pendukung-pendukung kuat Prabowo-Sandi menjadi imun terhadap berita dari media-media tertentu, salah satunya Metro TV.</p>
<h4><strong>Media yang Seharusnya</strong></h4>
<p>Biasnya media mungkin dapat berdampak buruk bagi pemilih. Berdasarkan analisis dan penghitungan dalam <strong><a href="https://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=2285854">tulisan</a></strong> Stephane Wolton yang berjudul <em>Are Biased Media Bad for Democracy?</em>, dijelaskan bahwa pemilih dalam Pemilu lebih mendapatkan informasi lengkap dalam lingkungan media yang tidak bias, sedangkan akan menjadi kurang informasi apabila berada dalam lingkungan media yang bias. Pemilih pun menjadi rentan terperangkap dalam manipulasi informasi di media.</p>
<p>Selain itu, biasnya media juga memiliki konsekuensi politik. Dalam kontestasi politik seperti Pilpres 2019, media yang bias dapat membantu politisi-politisi untuk memperoleh suara lebih banyak dalam Pemilu.</p>
<p>Mungkin, pengaruh media dalam Pemilu inilah yang menyebabkan kubu Prabowo-Sandi mengkritik Metro TV. Strategi kritik media milik Trump bisa saja digunakan juga oleh Prabowo-Sandi untuk melindungi basis suaranya dari berita-berita negatif di media-media yang kerap menyerang mereka.</p>
<p>Namun, kritik kubu Prabowo-Sandi ini bisa juga menjadi cara untuk mendapatkan perhatian media. Dengan banyaknya perhatian di media, Prabowo-Sandi dapat menaikkan suara untuk memenangkan Pilpres 2019 tanpa menghabiskan banyak biaya untuk iklan dan sejenisnya, meskipun petahana Jokowi memiliki dukungan dari berbagai media besar seperti Metro TV atau MNC Group milik Hary Tanoesoedibjo.</p>
<p>Mungkin, Metro TV perlu memutar otak kembali apabila ingin menghapus citra yang sudah terlanjur terbentuk. Cara lain yang bisa dilakukan mungkin dengan berhenti menjadi media bias agar tidak rentan terhadap strategi serang media ala Trump.</p>
<p>Bagi pemilih, mungkin benar juga apa yang dikatakan oleh legenda Hip-Hop Tupac Shakur di awal tulisan, bahwasannya di tengah-tengah biasnya media, ada baiknya akal sehat kita sebagai pemilih tidak terperangkap pada trik-trik kotor politisi di media. (A43)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="3ipPC8jOmpo"><iframe width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/3ipPC8jOmpo?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/03/surya-paloh01-1024x682.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Boikot Metro TV, Taktik Jitu Prabowo</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/boikot-metro-tv-taktik-jitu-prabowo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S13]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Nov 2018 12:08:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Boikot Metro TV]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Metro TV]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2019]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=43431</guid>

					<description><![CDATA[Aksi boikot yang dilakukan oleh kubu Prabowo terhadap Metro TV menjadi wajah terbaru dari panas-panas isu di seputaran Pilpres 2019. Hal ini memang menggambarkan persoalan bias media yang umumnya terjadi di negara-negara demokrasi. Namun, faktanya strategi “melawan” media ini sangat mirip dengan yang dilakukan oleh Donald Trump di AS. Ketimbang beriklan atau mendekati pemilik media, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Aksi boikot yang dilakukan oleh kubu Prabowo terhadap Metro TV menjadi wajah terbaru dari panas-panas isu di seputaran Pilpres 2019. Hal ini memang menggambarkan persoalan bias media yang umumnya terjadi di negara-negara demokrasi. Namun, faktanya strategi “melawan” media ini sangat mirip dengan yang dilakukan oleh Donald Trump di AS. Ketimbang beriklan atau mendekati pemilik media, fungsi media sebagai penarik perhatian publik justru diaplikasikan dengan cara melawannya.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<blockquote class="td_quote_box td_box_center"><p><strong>“The media&#8217;s the most powerful entity on earth. They have the power to make the innocent guilty and to make the guilty innocent, and that&#8217;s power.”</strong></p>
<p><strong>:: Malcolm X (1925-1965), aktivis ::</strong></p></blockquote>
<p>[dropcap]P[/dropcap]erbincangan tentang bias media (<em>media bias</em>) belakangan ini memang kembali muncul ke permukaan di Indonesia. Istilah ini bisa diartikan sebagai keadaan ketika media massa mempublikasikan suatu pemberitaan tertentu dalam konteks yang bersifat parsial dan menyebabkan lahirnya prasangka di tengah masyarakat sebagai hasil dari pemberitaan tersebut.</p>
<p>Bias media terjadi ketika sebuah pemberitaan tidak lagi berimbang dan punya tendensi untuk mencapai kepentingan tertentu. Hal ini bahkan telah terjadi sejak Benjamin Franklin – <em>founding father </em>Amerika Serikat (AS) sekaligus presiden ke-6 negara tersebut – menulis di koran American Weekly Mercury dengan nama samaran “Busy-Body” pada tahun 1728, untuk mendorong dicetak lebih banyaknya uang kertas.</p>
<p>Kini, cerita berumur nyaris 300 tahun itu seolah mendapatkan pengulangannya 16 ribu kilometer dari AS dan dalam konteks yang berbeda, yaitu jelang Pilpres 2019 di Indonesia. Bias media itu nyatanya saat ini menjadi alasan kubu Prabowo Subianto memboikot sebuah media televisi berita, Metro TV.</p>
<hr /><p><em>Cara Trump memenangkan dominasi dan pengaruh publik lewat media adalah dengan “memeranginya”. Hal inilah yang bisa ditiru Prabowo lewat pemboikotan Metro TV.</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fin-depth%2Fboikot-metro-tv-taktik-jitu-prabowo%2F&#038;text=Cara%20Trump%20memenangkan%20dominasi%20dan%20pengaruh%20publik%20lewat%20media%20adalah%20dengan%20%E2%80%9Cmemeranginya%E2%80%9D.%20Hal%20inilah%20yang%20bisa%20ditiru%20Prabowo%20lewat%20pemboikotan%20Metro%20TV.&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr />
<p>Keputusan tersebut tentu saja cukup mengejutkan, mengingat media massa punya peran yang sangat sentral dalam  pesta demokrasi sekelas Pilpres. Terkait keputusan tersebut, jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferry Juliantono menyebutkan bahwa pihaknya merasa pemberitaan Metro TV kerap merugikan Prabowo-Sandi.</p>
<p>Menurut pengakuannya, tim Metro TV pernah mengabaikan usulan pihaknya terkait narasumber yang akan diundang wawancara di suatu program, namun pihak stasiun televisi malah mengundang narasumber lain. Hal lain yang juga disinggung Ferry adalah bahwa pembawa acara kerap memotong pernyataan dari perwakilan timnya.</p>
<p>Kader Gerindra itu juga menyebutkan bahwa pihaknya tahu bahwa salah satu pemilik Metro TV adalah Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh yang saat ini ada dalam koalisi pemenangan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Walaupun demikian, sebagai media yang menjunjung prinsip-prinsip jurnalistik, menurut Ferry sudah selayaknya Metro TV tetap berimbang dalam pemberitaannya dan tidak terjebak kepentingan pemilik.</p>
<p>Sementara pihak Metro TV menyayangkan aksi pemboikotan ini. Don Bosco Selamun selaku Pemimpin Redaksi tv berita berlambang kepala elang itu, menyebutkan bahwa pihaknya selalu menjunjung tinggi prinsip-prinsip jurnalisme, obyektivitas dan memberitakan sesuatu sesuai dengan fakta yang ada.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Saya yakin mereka tetap bisa bikin acara Debat Kandidat di MetroTV.. tapi pakai peran pangganti..</p>
<p>&mdash; Fahmi Wahi (@FahmiWahi) <a href="https://twitter.com/FahmiWahi/status/1060420311294693377?ref_src=twsrc%5Etfw">November 8, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Tentu banyak pertanyaan yang muncul di benak publik. Apakah keputusan kubu Prabowo yang seolah mengumbar “permusuhan” dengan satu media ini adalah hal yang tepat?</p>
<p>Apalagi jika berkaca dengan strategi memusuhi pers seperti yang dilakukan oleh Donald Trump di Pilpres AS 2016 lalu, nyatanya mampu mengantarkan pria itu ke kursi Gedung Putih. Mungkinkah kini Prabowo juga mengikuti strategi yang dilakukan oleh presiden AS itu?</p>
<h4><strong>Prabowo: Metro TV itu Jahat!</strong></h4>
<p>Aksi boikot Metro TV ini cukup menarik dan menjadi bagian lain dari sikap keras Prabowo kepada media massa. Sikap keras ini nyatanya juga pernah terjadi pada Pilpres 2014 lalu.</p>
<p>Hal itu terjadi tepatnya pada Juli 2014, dalam sebuah kesempatan, mantan Danjen Kopassus itu <a href="https://www.merdeka.com/peristiwa/prabowo-marah-marah-pada-media-yang-tidak-mendukungnya.html"><strong>marah-marah</strong></a> pada wartawan dari beberapa media. Metro TV, Kompas TV dan Berita Satu adalah tiga media yang saat itu “kena semprot”. Prabowo menganggap 3 media itu – bersama Tempo – kerap memberitakan hal yang negatif tentang dirinya selama masa Pilpres 2014.</p>
<p>&#8220;Saya ini punya banyak pendukung. Bagaimana kalau saya bilang ke pendukung saya tak perlu nonton Metro TV, habis kalian. Kompas juga termasuk, Berita Satu juga. Begitu juga Tempo. Apa yang saya pernah buat dengan Goenawan Muhammad , dengan Megawati?&#8221; Demikian kata-kata Prabowo saat itu.</p>
<p>Ia bahkan menyebut “Metro TV itu jahat” – untungnya tidak dengan ekspresi ala Cinta dalam film <em>Ada Apa Dengan Cinta. </em>Yang jelas, hubungan Prabowo dengan Metro TV memang sudah bagaikan sepasang kekasih yang putus dan tak akan mungkin untuk balikan lagi, sekalipun gempa bumi berkekuatan 10 skala Richter mengguncang Jakarta.</p>
<p>Dalam konteks yang lebih besar, apa yang terjadi pada Prabowo ini nyatanya memang menggambarkan bahwa hubungan antara media massa dengan kandidat yang bersaing dalam sebuah kontestasi politik, berpotensi menentukan hasil akhir dari kontestasi politik tersebut.</p>
<p>Jonathan Stray, seorang jurnalis dalam <a href="http://www.niemanlab.org/2016/01/how-much-influence-does-the-media-really-have-over-elections-digging-into-the-data/"><strong>tulisannya</strong> </a>untuk portal Nieman Lab – sebuah kajian jurnalisitik yang berada di bawah Nieman Foundation di Harvard University – menyebutkan bahwa konteks media massa memainkan peran timbal balik dalam hal tingkat elektabilitas seorang kandidat yang tergambar dalam survei-survei.</p>
<p>Menurutnya, media massa bisa memainkan posisi dalam membentuk citra politik figur tertentu yang tentu saja berhubungan dengan tingkat elektabilitasnya. Seringnya tokoh tersebut beriklan atau program-programnya ditampilkan di televisi, tentu saja membuat masyarakat jadi bisa lebih mengenal tokoh tersebut.</p>
<p>Dalam konteks ini, tentu saja Prabowo tertinggal dari Jokowi. Saat ini, nama-nama taipan pemilik grup-grup media massa macam Hary Tanoesoedibjo dengan grup MNC-nya dan Surya Paloh dengan grup Media-nya telah ada di belakang Jokowi. Aburizal Bakrie dan Erick Thohir yang merupakan tokoh kunci di Viva Group – dengan TV One di bawahnya – pun kini telah lebih terbuka mendukung Jokowi.</p>
<p>Artinya, polarisasi media yang terjadi pada Pilpres 2014 lalu kemungkinan besar tidak akan terulang lagi saat ini &#8211; sekalipun TV One misalnya, masih tetap “terlihat” cenderung oposan. Yang jelas, polarisasi yang berujung pada beda hasil <em>quick count </em>seperti pada Pilpres 2014 memang berpeluang kecil terjadi.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/Bp5pjBPgvre/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/Bp5pjBPgvre/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/Bp5pjBPgvre/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Wah, ada boikot-boikotan nih Nantikan artikel selengkapnya di Pinterpolitik.com #metrotv #metrotvdiboikot #infografik #infografis #infographic #politik #politikindonesia #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2018-11-08T01:23:10+00:00">Nov 7, 2018 at 5:23pm PST</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Hal inilah yang membuat pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebut Prabowo jauh tertinggal dalam hal 3M – <em>money, media </em>dan <em>momentum – </em>dari Jokowi sebagai petahana. Konteks Metro TV sebagai media dan bagian dari entitas politik Surya Paloh memang mau tidak mau membuat publik bisa menilai bahwa media tersebut “cenderung” ada dalam garis yang linear dengan kepentingan sang pemilik.</p>
<p>Namun, apakah hal itu berarti Prabowo sepenuhnya kalah dalam hal dukungan media untuk kampanye politiknya?</p>
<p>Tentu saja tidak. Pasalnya, Stray juga menyebut bahwa ada teori lain yang mengatakan bahwa yang terpenting dari penggunaan media adalah <em>attention </em>atau perhatian publik yang bisa diraih. Artinya, baik atau buruk hal yang diberitakan, selama itu bisa menarik perhatian publik, maka fungsi media itu sendiri telah terpenuhi.</p>
<p>Pada titik ini, pemboikotan Metro TV justru sangat mungkin menjadi hal yang positif untuk Prabowo. Bagaimana bisa?</p>
<h4><strong>Bermusuhan dengan Media, Cara Hadapi Tekanan</strong></h4>
<p>Jack Shaffer, seorang penulis senior di Politico Magazine <a href="https://www.politico.com/magazine/story/2016/11/2016-election-trump-media-takeover-coverage-214419"><strong>menyebutkan</strong></a> bahwa kontestasi sekelas Pilpres adalah kisah tentang dominasi seorang kandidat atas media massa. Ia menyebut Pilpres AS 2016 lalu adalah pembuktian hal tersebut.</p>
<p>Menurut Shaffer, kampanye Donald Trump pada saat itu sangat <em>unorthodox </em>atau tidak lazim – istilah yang juga digunakan oleh penulis AS, Gabriel Sherman di New York Magazine. Trump keluar dari pakem lama yang menyebutkan bahwa cara memenangkan kontestasi politik adalah lewat iklan dan pemberitaan positif yang disebarkan melalui media massa.</p>
<p>Sebaliknya, cara Trump memenangkan dominasi dan pengaruh publik lewat media adalah dengan “memeranginya”. Trump dan penasihat-penasihat politiknya sepertinya tahu bahwa sangat tidak mungkin memenangkan pertarungan di media massa melawan Demokrat. Oleh karena itu, cara untuk melawan media-media seperti CNN, NBC, dan yang lainnya, adalah dengan mencap mereka sebagai “<em>fake news</em>” atau penyebar berita palsu.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Biar rasa elo <a href="https://twitter.com/Metro_TV?ref_src=twsrc%5Etfw">@Metro_TV</a> emang enak diboikot, makanya jgn suka curang, kena deh lu &#8230;. <a href="https://twitter.com/hashtag/BoikotMetroTV?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#BoikotMetroTV</a></p>
<p>&mdash; Ayahdiar (@ayahdiar) <a href="https://twitter.com/ayahdiar/status/1060461732974317568?ref_src=twsrc%5Etfw">November 8, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Akibatnya, justru pemberitaan tentang Trump semakin meningkat, dan semua orang seolah “melupakan” sosok Hilary Clinton sebagai lawannya. Konteks ini memang membenarkan pernyataan Stray sebelumnya, bahwa tidak peduli berita yang dimuat itu baik atau buruk, selama hal tersebut mampu menarik perhatian publik, maka seringkali tujuan kampanye politik berhasil dicapai.</p>
<p>Dalam konteks boikot Metro TV, memang belum bisa dipastikan apakah hal ini adalah bagian dari strategi politik kubu Prabowo. Namun, hal ini bisa saja menjadi efektif jika dikemas dengan sedemikian rupa, seperti yang dilakukan oleh Trump di AS.</p>
<p>Prabowo bisa memainkan posisi “memerangi” media-media yang kerap menyudutkannya dan menaikkan perhatian publik atas dirinya.</p>
<p>Donald Trump berhasil membuat media seperti CNN kini dipersepsikan benar-benar sebagai <em>fake news </em>dan memenangkan pertarungan serta dominasi atas media massa. Sementara, Prabowo belum sampai pada tahap menyebut Metro TV sebagai <em>fake news. </em></p>
<p>Namun, kampanye “mempelesetkan” nama Metro TV menjadi Metro “tipu” misalnya, nyatanya sudah marak terjadi di media sosial dan secara tidak langsung mengindikasikan pertarungan tersebut.</p>
<p>Yang jelas, seperti kata Malcolm X di awal tulisan, media massa adalah entitas paling berkuasa di bumi. Jika Prabowo mampu mengelola strategi politik menghadapi media massa dengan cara yang digunakan oleh Trump, bukan tidak mungkin hal ini justru akan mendukung pemenangannya di 2019 nanti. Menarik untuk ditunggu akankah Metro TV bernasib sama seperti CNN. (S13)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/sddfsfds-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
