<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Body Shaming &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/body-shaming/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Aug 2023 10:27:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Body Shaming &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Karen’s Diner, Main ke Sini Makin ke Situ?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinter-ekbis/karens-diner-main-ke-sini-makin-ke-situ/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A49]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Aug 2023 09:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pinter Ekbis]]></category>
		<category><![CDATA[asutralia]]></category>
		<category><![CDATA[Body Shaming]]></category>
		<category><![CDATA[Bullying]]></category>
		<category><![CDATA[karens diner]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[pinter ekbis]]></category>
		<category><![CDATA[PinterPolitik]]></category>
		<category><![CDATA[resto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=133173</guid>

					<description><![CDATA[PinterPolitik.com Siapa yang sudah pernah berkunjung ke Karen’s Diner? Yah, Karen’s Dinner yang itu tuh. 😀 Restoran yang terkenal dengan citra uniknya. Diner ini buka pertama kali di Jakarta pada Desember 2022 lalu di daerah Jakarta Selatan (Jaksel). Awal-awal buka sempat membuat heboh warganet, khususnya pecinta kuliner, karena menuai pro dan kontra dengan konsep restonya. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://www.pinterpolitik.com" rel="nofollow">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Siapa yang sudah pernah berkunjung ke Karen’s Diner? Yah, Karen’s Dinner yang itu tuh. 😀</p>



<p class="wp-block-paragraph">Restoran yang terkenal dengan citra uniknya. Diner ini buka pertama kali di Jakarta pada Desember 2022 lalu di daerah Jakarta Selatan (Jaksel).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Awal-awal buka sempat membuat heboh warganet, khususnya pecinta kuliner, karena menuai pro dan kontra dengan konsep restonya. Bagaimana kabar Karen’s Diner sekarang?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nama Karen’s Diner sendiri memiliki filosofinya sendiri. Dilansir dari The Guardian, Karen merupakan sosok yang menjengkelkan, suka menyuruh-nyuruh, dan selalu ingin diperlakukan spesial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karen’s Diner dikenal memiliki pelayanan paling tidak ramah di seluruh dunia. Restoran asal Australia yang mengadopsi konsep restoran khas Amerika Serikat (AS) – terutama dari sisi desain interior restoran ini juga bertema klasik, lengkap dengan sofa dan meja kotak-kotak ala restoran Amerika tahun 1950-an.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Daya tarik utama dari restoran ini sebenarnya datang dari bentuk pelayanannya. Jika kebanyakan usaha kuliner memberikan pelayanan super ramah, kamu tak akan menemuinya lagi di sini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yup, gejolak emosimu akan langsung terasa sejak pertama kali memasuki restoran ini. Para pelayan di restoran tersebut memiliki sikap yang jutek dan sengak kepada pembeli.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengusung slogan Great Burgers and Very Rude Service, “makin ke sini malah makin ke situ”, Karen&#8217;s Diner justru mendapat banyak hujatan dan mulai sepi pengunjung. Apa sebabnya?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada unggahan @tanyakanrl di Twitter pada 12 Mei 2023, terdapat sejumlah potret dari Karen’s Diner yang tampak sepi dan sangat berbeda dengan pertama kali viral pada beberapa waktu yang lalu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada caption-nya pemilik akun menanyakan kepada warganet apakah restoran tersebut mulai sepi pengunjung. Sontak posting-an tersebut pun dibanjiri komentar dari warganet, hal tersebut dibuktikan posting-an mendapatkan lebih dari enam ribu likes, dan lebih dari 100 retweet di Twitter.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa warganet ada yang meninggalkan komentar di posting-an akun @tanyakanrl tersebut, ada yang menceritakan pengalamannya saat ke sana dan ada juga yang mencoba menduga penyebab Karen’s Diner mulai sepi pengunjung. Ada yang bilang makan kok di-judesin, meskipun konsepnya ala-ala akting. Ada juga yang bilang bahwa rasa penasaran masyarakat sudah habis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mayoritas warganet juga menyebut bahwa para pelayan di Karen’s Diner Jakarta masih tak paham dengan konsep &#8216;Karen&#8217;. Karena alih-alih memberi pelayanan dengan konsep jutek dan sengak, mereka justru terkesan melakukan bullying dan body shaming kepada para pembeli.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini bisa menjadi faktor yang menentukan kelancaran operasional Karen’s Diner di Indonesia. Lebih-lebih di Indonesia sendiri masih sangat kental dengan budaya Timur yang mengedepankan etika sehingga keberadaan Karen’s Diner dirasa sangat tidak cocok.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di negeri asalnya, Australia, berdasarkan informasi resmi dari akun resmi Karen’s Diner pada Juni 2023, ada tiga restoran yang ditutup karena diprotes oleh warga. Warga merasa bahwa apa yang dilakukan oleh pelayan Karen&#8217;s mulai berlebihan dan sudah di batas kewajaran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka membentak, mencaci maki, hingga menghina pengunjung. Dan itu sangat membuat pengunjung sakit hati dan melaporkan restoran tersebut karena pelayanannya. Kalau di Australia saja sampai ditutup, maka hal yang sama bisa saja terjadi di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terlepas dari semua hal tersebut, sejatinya restoran Karen’s Diner merupakan tempat yang cocok untuk digunakan kumpul bareng teman-teman atau keluarga yang ingin merasakan sensasi yang berbeda dengan tempat yang lain. (A49)</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/08/karens-diner-1024x630.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Karen&#8217;s Diner Bisa Kena KUHP?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/karens-diner-bisa-kena-kuhp/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2022 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Body Shaming]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[Karen]]></category>
		<category><![CDATA[Karen&#039;s Diner]]></category>
		<category><![CDATA[KUHP]]></category>
		<category><![CDATA[RKUHP]]></category>
		<category><![CDATA[Roasting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=121001</guid>

					<description><![CDATA[Karen's Diner yang baru buka di Jakarta tuai kontroversi di media sosial. Mungkinkah Karen's Diner bisa kena jeratan KUHP yang baru?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Karen’s Diner yang merupakan restoran asal Australia akhirnya resmi membuka sebuah </strong><strong><em>outlet</em></strong><strong> di Jakarta, Indonesia. Namun, para Karen di restoran ini dianggap terlalu </strong><strong><em>norak</em></strong><strong> dengan berbagai sikap mereka. Apakah para Karen ini bisa kena Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Muka <em>lu tuh kayak</em> pantat panci!” – seorang Karen di Jakarta</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Kalian pasti langsung tertarik untuk mencoba sejumlah kuliner setelah sebuah video <em>hidden gem</em> viral di <em>platform</em> media sosial (medsos) seperti <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/tiktok/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>TikTok</strong></a> dan <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/instagram/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Instagram</strong></a>. Sampai-sampai <em>nih</em>, ada banyak <em>lho</em> akun medsos yang <em>emang</em> isi kontennya berfokus pada makanan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nah</em>, beberapa minggu lalu, warganet Indonesia diramaikan oleh kedatangan sebuah <em>outlet</em> restoran baru yang bernama <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/karens-diner/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Karen’s Diner</strong></a>. Restoran Karen’s Diner yang berasal dari Australia dikenal dengan cara pelayannya melayani pelanggan layaknya seorang <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/karen/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Karen</strong></a> – sebutan untuk perempuan kulit putih yang selalu memaksa semua orang mengikuti caranya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konsepnya menarik <em>sih</em>. Bisa dibilang, orang-orang ingin segera dan tidak sabar untuk mencobanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, setelah buka secara perdana, warganet malah mengkritik Karen’s Diner Jakarta. Berdasarkan video yang beredar, para Karen di restoran tersebut malah bersikap dengan tidak bijak – misal dengan melakukan <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/body-shaming/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong><em>body shaming</em></strong></a>, menghina, merendahkan, membentak, dan sebagainya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jelas saja, para warganet menjadi naik pitam dengan sikap para Karen ini. <em>Hmm</em>, untung <em>aja</em> ya para pelanggan yang datang tidak melaporkan sikap para Karen ini melalui jalur hukum. Bisa makin <em>berabe tuh</em> masalahnya.</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/p/CmP4hCCBas7/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" src="https://lh5.googleusercontent.com/WjkwpYY4UPLmD7Rw74arcVty3W4Dg8YUx2ynSF1wo67bwgtSjgYVx_8Dh8WQHrpf7UbL-zRP9mCfvnrnCmgAWKCb7WXgcwIZDlcR6HdQW6atEY3zit6sXsvg9JCZrOEJhtlfI--yFVOo4iEaU2nPbpvB5cU2XmrIKfMDcDD1M4Q-HxOUs61r0TGyKBSMmjuf37wxsm-ajQ" alt="KUHP Ancam Hak Asasi Perempuan"/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Padahal <em>nih</em> ya, menurut sejumlah warganet, para Karen di luar negeri tidak bersikap demikian. Seharusnya, mengacu pada pendapat mereka, para Karen ini justru lebih perlu melakukan <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/roasting/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong><em>roasting</em></strong></a> daripada menghina secara asal-asalan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nah</em>, masalah akan menjadi semakin rumit bilamana yang datang bukanlah orang biasa – katakanlah seorang politisi atau pejabat semacam pemimpin eksekutif dan pemimpin legislatif. Kan, biasa <em>tuh</em>, para politisi ikut <em>hype</em> yang viral – misal mendatangi tempat yang ramai atau menemui selebriti yang terkenal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Persoalannya <em>nih</em>, para Karen mulai sekarang <em>nggak</em> bisa sembarangan lagi dan, jelas, <em>nggak</em> bisa bersikap seperti apa yang ada di video-video viral. Bisa-bisa <em>nih</em>, para Karen malah terjerat Kitab Undang-undang Hukum Pidana (<a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/kuhp/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>KUHP</strong></a>) yang baru disahkan <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/dpr/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>DPR</strong></a> RI pada awal Desember lalu <em>tuh</em>. <em>Waduh</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Soalnya <em>nih</em>, berdasarkan pada draf final Rancangan KUHP (<a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/rkuhp/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>RKUHP</strong></a>) yang terlampir di situs resmi DPR RI, ada sejumlah pasal yang bisa membuat para Karen terjerat bila melayani pemimpin eksekutif dan legislatif. Pasal 240 ayat (1), misalnya, mengatur bagaimana penghinaan terhadap pemerintah dan lembaga negara bisa menjadi delik aduan dengan ancaman pidana penjara paling lama satu tahun dan enam bulan. </p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nah</em>, mungkin <em>nih</em>, para Karen perlu mendengarkan nasihat warganet-warganet Indonesia – apalagi kalau ternyata kedatangan tamu pemimpin di pemerintahan atau lembaga negara. Cara <em>roasting</em> yang pas pasti bakal lebih <em>ngena</em> dibandingkan hanya mengeluarkan hinaan yang malah bisa berujung ke hukuman penjara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Siapa tahu kan, kalau bisa <em>nge</em>&#8211;<em>roasting</em>, para politisi dan pejabat yang datang malah merasa tergugah untuk memperbaiki kebijakan dan sistem yang masih belum berpihak ke masyarakat? <em>Hmm</em>, <em>udah nge-roasting</em>, bisa berguna buat bangsa dan negara lagi. <em>Ceilah</em>. (A43)</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="y8mq_MEWL2c"><iframe title="Ini Alasan Banyak Yang Quiet Quitting | dengan Margianta Surahman J.D dari Emancipate Indonesia" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/y8mq_MEWL2c?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/Karens-Diner-Bisa-Kena-KUHP-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
