<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>BLACKPINK &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/blackpink/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 15 Jul 2023 06:38:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>BLACKPINK &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>NewJeans, Tanda Kejenuhan Feminisme?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/newjeans-tanda-kejenuhan-feminisme/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Jul 2023 06:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[BLACKPINK]]></category>
		<category><![CDATA[feminisme]]></category>
		<category><![CDATA[Girlband]]></category>
		<category><![CDATA[K-pop]]></category>
		<category><![CDATA[Korea Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[NewJeans]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=131749</guid>

					<description><![CDATA[Dunia akhir-akhir ini dihebohkan oleh girlband K-pop baru bernama NewJeans. Mengapa kemunculan NewJeans bisa jadi tanda kejenuhan feminisme?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong><em>Girlband </em></strong><strong>asal Korea Selatan (Korsel) yang bernama NewJeans bisa dibilang menjadi salah satu grup musik fenomenal di tahun 2023. Mengapa NewJeans sangat mudah untuk disukai? Apa kaitannya dengan feminisme?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“New hair, new tee. New Jeans, do you see?” – NewJeans, “New Jeans” (2023)</p>
</blockquote>



<p class="dropcapp2 wp-block-paragraph">Beberapa waktu lalu, Rendi dan Tiya memutuskan untuk makan siang di sebuah restoran cepat saji terkenal asal Amerika Serikat (AS). Namun, mereka pun dibuat kaget dengan ramainya restoran itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ternyata, <em>oh</em>, ternyata, restoran tersebut tengah berkolaborasi dengan salah satu <em>girlband</em> K-pop yang tengah naik daun, yakni NewJeans. <em>Well</em>, para Bunnies – sebutan untuk kelompok penggemar NewJeans – pasti tahu <em>girlband</em> yang beranggotakan Minji, Hanni, Danielle, Haerin, dan Hyein itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Layaknya <em>girlbands</em> K-pop pada umumnya, NewJeans juga mengandalkan koreografi yang begitu variatif. Dengan dentuman <em>beat</em> yang cepat, Minji dkk menunjukkan keahliannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sontak saja, media sosial (medsos) – mulai dari Instagram Reels hingga TikTok sempat dibuat ramai oleh fenomena NewJeans. Sejumlah pengguna medsos bahkan membuat meme-meme terkait grup musik satu ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, bisa dibilang, NewJeans memiliki keunikan tersendiri bila dibandingkan dengan <em>girlbands</em> Korea Selatan (Korsel) lainnya. Dalam video-video musiknya, estetika yang ditunjukkan adalah baju dan dekorasi dengan warna pastel – disertai dengan aksesoris-aksesoris seperti topi telinga kelinci.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Well</em>, berbagai akseoris, nama <em>fandom</em> (kelompok penggemar), hingga <em>light stick</em> (tongkat lampu) banyak mengambil unsur-unsur kelinci. Ini juga mengapa Rendi dan Tiya akhirnya mendapatkan bungkus makanan bergambar karakter-karakter kelinci ketika membeli burger di restoran cepat saji itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin, sifat dan estetika serba <em>cute</em> (lucu) inilah yang membedakan NewJeans dengan <em>girlband</em> populer lainnya seperti BLACKPINK. Pasalnya, bila melihat kembali <em>girlband </em>yang beranggotakan Jisoo, Jennie, Rosé, dan Lisa, perbedaan itu akan jelas terasa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, sejumlah pertanyaan pun kemudian muncul. Mengapa NewJeans dengan karakteristik visual yang berbeda ini bisa meledak di era kini? Mungkinkah ini juga berkaitan dengan kebiasaan dan nilai yang dipegang oleh masyarakat secara sosial dan politik?</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/p/Cunrf-vsVN1/" target="_blank" rel="noreferrer noopener nofollow"><img decoding="async" src="https://lh5.googleusercontent.com/E-J_d6efh_z1BYdVIWYuCfezUnuRlMCOQC6VU37wkNdNxMw0t_aevdaCb-zqQxHQBk6P1UX1wKZX4HhDM6EOQTv9Sgi4FsICoq_NS419HvfkyIvmj6VApc4xX-_Q56h4vhrQW9YR40d3QCH_zzmqCQ" alt="Lagi-lagi Antre di McD"/></a></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Gelombang Baru K-pop?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak dipungkiri lagi bahwa musik adalah bentuk ekspresi identitas sosial dan politik. Hal inipun juga berlaku dalam musik K-pop yang mulai mendunia sejak tahun 2000-an.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Umumnya penggunaan musik sebagai ekspresi identitas sosial dan politik ini juga terlihat dari bagaimana musik pop AS yang mendunia juga menggunakan musik sebagai bentuk ekspresi feminisme.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bisa dibilang, banyak musisi perempuan AS akhirnya melakukan ekspresi demikian. Beyoncé, misalnya, mengekspresikan citra perempuan yang kuat melalui lagu-lagunya seperti “***Flawless” (2013).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak hanya Beyoncé, bentuk ekspresi feminisme ini juga terdengar di lagu-lagu musisi lain. Melalui lagu “Girl on Fire” (2012), Alicia Keys juga menonjolkan figur perempuan yang begitu kuat melalui lirik-liriknya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal yang tak jauh berbeda akhirnya juga diilhami oleh musik-musik pop Korea (K-pop). Setidaknya, sebelum tahun 2000-an, sebagian <em>girlbands</em> Korsel dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis, yakni jenis <em>girlband</em> peri dan jenis <em>girlband</em> eksotis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, di sejumlah <em>girlbands</em> generasi kedua seperti Girls’ Generation (juga dikenal sebagai SNSD) dan 2NE1, ekspresi perempuan yang ditunjukkan mulai berubah. <em>Girlbands</em> ini tidak lagi menonjolkan citra perempuan yang lucu, lemah, dan tidak berdaya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengacu ke tulisan Aelim Kim yang berjudul <em>Korean Popular Music (K-Pop), Youth Fan Culture, and Art Education Curriculum</em>, dua <em>girlband</em> ini semacam mengalami <em>Westernization</em> (wersternisasi) – mengadopsi nilai-nilai kultural ala Barat – sehingga menunjukkan citra perempuan modern yang sukses – meski juga menampakkan citra perempuan yang lucu juga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bukan tidak mungkin, westernisasi ini yang akhirnya terus diturunkan kepada <em>girlbands </em>K-pop di generasi-generasi berikutnya. BLACKPINK, misalnya, menunjukkan citra perempuan dewasa yang modern dan independen.</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/p/CupLoiSrBwN/" target="_blank" rel="noreferrer noopener nofollow"><img decoding="async" src="https://lh3.googleusercontent.com/wbYZthP5ZjTeVFOPoseUTcG1mlyni_laqNXQ287641NVe75opthoy70hHEcxP7L8ZKlcEvOspVwevuv2A9rmcWV5ElTcvlMuOXwLgVjUVJjO5DatubmdsRwIlkMewfRuUYp5ZnJkgsXOQc3wBAczpw" alt="BTS Janji Kampanye Menjanjikan"/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Belum lagi, inspirasi musik yang digunakan oleh BLACKPINK adalah hip-hop. Ini mirip juga dengan 2NE1 yang banyak mengambil inspirasi hip-hop ala AS – yang mana mengedepankan citra perempuan kuat di kalangan musisi perempuannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gelombang K-pop yang dipengaruhi oleh warna musik pop AS ini bisa dibilang turut mempengaruhi pesan yang ditonjolkan dalam karya-karya mereka. Namun, mengapa NewJeans yang muncul estetika yang lebih cenderung lucu bisa menjadi warna baru dalam gelombang feminisme dalam musik pop Korea dan global?</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Feminisme Baru ala NewJeans?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kemunculan NewJeans bisa dibilang menjadi diskusi terkait ekspresi identitas perempuan dalam musik. Pasalnya, layaknya di berbagai belahan dunia lainnya, perempuan di Asia kerap dianggap tidak perlu menjadi seserius laki-laki.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, seperti yang dijelaskan oleh Kim dalam tulisannya, dengan masuknya modernisasi, banyak perempuan Korsel kini menjadi sejalan dengan citra perempuan kuat yang banyak digambarkan di produk-produk budaya populer AS dan K-pop.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski begitu, dengan mengutip Angel Lin dan Avin Tong dalam tulisan mereka <em>Re-imagining a Cosmpolitan “Asian Us”: Korean Media Flows and Imaginaries of Asian Modern Femininities</em>, Kim pun menambahkan bahwa terdapat sejumlah perempuan Korsel justru merindukan nilai-nilai feminin tradisional – di mana perempuan bisa berpenampilan lucu dan menarik serta memiliki sifat (<em>personalities</em>) yang lebih menenangkan (<em>comforting</em>) dan halus (<em>subtle</em>).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam banyak budaya lain, budaya lucu (<em>culture of cuteness</em>) memang eksis dan menjadi daya tarik tersendiri. Jepang, misalnya, memiliki subkultur <em>kawaii</em>-nya yang hadir di banyak bentuk produk budaya populernya – mulai dari manga, anime, hingga J-pop seperti AKB48 dan JKT48.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Subkultur yang mengedepankan nilai dan estetik lucu ini, mengacu ke tulisan <a href="https://www.pinterpolitik.com/"><strong>PinterPolitik.com</strong></a> yang berjudul <a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/saatnya-mega-chan-berhenti-angkuh/"><strong><em>Saatnya &#8220;Mega-chan&#8221; Berhenti Angkuh?</em></strong></a>, biasanya menonjolkan karakteristik lemah (<em>powerlessness</em>) – yang mana akhirnya orang lain yang melihatnya akan melindunginya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Boleh jadi, atas alasan inilah, <em>girlbands</em> layaknya NewJeans dan FIFTY FIFTY yang lebih mengedepankan sifat perempuan yang lebih menenangkan dan halus bisa mulai bermunculan. Dalam lagu-lagu seperti “Attention” (2022) dan “Hype Boy” (2022), misalnya, NewJeans menyajikan lirik-lirik yang seorang gadis yang membutuhkan perhatian dari laki-laki yang disukainya.</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/" target="_blank" rel="noreferrer noopener nofollow"><img decoding="async" src="https://lh5.googleusercontent.com/qvZUuSRFAkpVtgZazIO9Xqhzsus89worFU084qu50IuZGreGkyo2y-ekvTWQQpci8F5C_FATfEYPuJfnryTuohKJRSQMZ9yj5TA1d940LxAunXFecL3t79UMQ7OdXpD_Dm4cEkEQr0X4RowR0wOcFQ" alt="BLACKPINK dan Sisi Kelam Budaya FOMO"/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, benarkah demikian? Apakah NewJeans dan sejumlah gelombang baru <em>girlband</em> K-pop lainnya memang hanya menyajikan ekspresi identitas perempuan yang lebih “disukai”?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, tidak semua lagu yang dibuat NewJeans mengedepankan identitas perempuan yang demikian. Dalam lagu “New Jeans” (2023), seperti pada kutipan di awal tulisan, NewJeans justru menonjolkan karakteristik dirinya yang siap menghadapi dunia – lebih mengedepankan kepercayaan diri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keunikan NewJeans ini menjadi menarik. Pasalnya, Kim juga menyebutkan ada hibridisasi dua sisi perempuan ini di Korsel – yakni antara citra perempuan yang lucu dan citra perempuan modern yang kuat.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Boleh jadi, bentuk ekspresi identitas perempuan ala NewJeans adalah bentuk baru feminisme yang lebih fleksibel di budaya populer. Inilah yang disebut oleh Mikaela Dery sebagai <em>cute feminism</em> (feminisme lucu) dalam tulisannya <em>Perpetual Childhood: The Rise of Cute Feminism</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Cute feminism</em> ini semacam mengombinasikan feminisme dengan estetika lucu (<em>childlike</em>). Estetika lucu sebenarnya juga semacam memberikan kenyamanan relatif bagi perempuan – melalui kepolosan (<em>innocence</em>) dan <em>powerlessness</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sederhananya, mengacu ke tulisan Dery, kombinasi antara prinsip-prinsip feminisme dan kepolosan membuat perempuan dapat mengekspresikan hak-haknya secara politik tanpa harus merasa terinterogasi oleh standar-standar perempuan modern.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, apakah gelombang <em>cute feminism </em>ini akan kembali membuat perempuan berada di dunia yang tidak seserius dunia laki-laki kembali? Tentu, banyak yang meragukan ini dengan alasan bahwa perjuangan hak perempuan berada di dunia nyata dan bukan dunia fantasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terlepas dari bagaimana masa depan <em>cute feminism</em>, yang jelas, NewJeans dan <em>girlbands</em> Korsel di generasi baru ini tampaknya tidak akan pergi dalam waktu dekat. Bukan begitu, Bunnies? (A43)</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="XA9bGdWZsIA"><iframe title="Kenapa Megawati Dipanggil Mega-chan?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/XA9bGdWZsIA?start=1&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/07/newjeans-tanda-kejenuhan-feminisme-1024x683.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Erick Sedih Gara-gara BLACKPINK?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/erick-sedih-gara-gara-blackpink/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S85]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Mar 2023 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[BLACKPINK]]></category>
		<category><![CDATA[Erick Thohir]]></category>
		<category><![CDATA[GBK]]></category>
		<category><![CDATA[Gelora Bung Karno]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=126127</guid>

					<description><![CDATA[Ketum PSSI Erick Thohir meninjau  Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) usai konser BLACKPINK. Erick pun prihatin dengan rumput GBK.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Setelah konser BLACKPINK, </strong><strong>Ketua Umum (Ketum) </strong><strong>Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI)</strong><strong> </strong><strong>Erick Tohir harus melakukan pembenahan rumput lapangan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Sementara ini, GBK tidak bisa dipakai </strong><strong><em>nih</em></strong><strong>?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph"><strong><em>“This that pink venom, this that pink venom, this that pink venom </em></strong><strong><em>(get &#8216;em, get &#8216;em, get &#8216;em)</em></strong><strong><em>”&nbsp;– BLACKPINK, “Pink Venom” (2022)</em></strong></p>
</blockquote>



<p class="dropcapp2 wp-block-paragraph">Konser BLACKPINK bertajuk<em> World Tour [Born Pink],</em> tepatnya di Stadio Utama <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/gelora-bung-karno/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Gelora Bung Karno</strong></a> (SUGBK) Jakarta pada 11-12 Maret 2023 sudah berlalu. Lama tidak <em>comeback</em>, memang konser BLACKPINK menjadi suatu hal yang sangat ditunggu para <em>fans</em>-nya, yaitu BLINK. </p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Wah,</em> tentu saja konser BLACKPINK bisa mengobati kerinduan para <em>BLINK</em> <em>nih</em>. Namun, setelah konser berlalu, biasanya akan muncul istilah <em>Post-Concert Depression</em> (PCD)—diartikan sebagai suatu jenis perasaan depresi bagi para <em>fans</em> yang merasakan sedih setelah konser berlangsung.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nah, </em>biasanya saat konser telah berakhir, PCD akan muncul ketika sudah selesai menyaksikan pertunjukan idola yang diimpikan. Perasaan sedih dan kesepian akibat PCD muncul dikarenakan konsernya telah berakhir tetapi para fans masih merasa terjebak berada di dalam euforia konser.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Lho, kok</em> bisa? Ya wajar <em>sih</em>, karena <em>kan</em> pada saat menonton konser, para BLINK merasa bisa bersenang-senang bareng dengan idola mereka, BLACKPINK, di satu tempat yang sama. Apalagi, konser BLACKPINK telah dinanti para BLINK selama hampir dua tahun sejak <em>girl group</em> tersebut vakum.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm,</em> agaknya, kesedihan akibat PCD tidak dirasakan oleh para BLINK saja <em>nih</em>. Ketua Umum (Ketum) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/erick-thohir/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Erick Tohir</strong> </a>sepertinya juga sedang merasakan kesedihan akibat konser telah selesai diselenggarakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Permasalahan yang muncul setelah diadakan konser menyebabkan beberapa rumput mengalami kerusakan, bahkan dianggap dalam kondisi memprihatinkan. Mungkin itu yang menjadi sebab Pak Erick sedih <em>kali</em> ya? Mungkin, ini karena harus membenahi rumput <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/gbk/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>SUGBK</strong></a>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Waduh</em>, rasa emosional kesedihan yang dirasakan Pak Erick berimbas bahkan sampai tidak memperbolehkan ada <em>event</em> apapun yang diselenggarakan di SUGBK lagi, menjelang dua bulan berlangsungnya Piala Dunia U-20 2023<em>.</em>&nbsp;&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://lh6.googleusercontent.com/cwcER186Ws4jNItzlj-lSHBsqPdPMtp0Pv5_DiW7YwZJ52gMJkrt_TmoNn3axwWJHZXsPrjcri1un6goXaYL48R0rnrInhSrAFQYfFj3c4aIIOxSxLuzmga6Nh2C_-R7N3F5luTstXbIBf9RhP6K0g" alt="Nyali Erick Berantas Mafia Bola"/></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Kebetulan posisi Pak Erick yang juga menjabat sebagai ketua panitia lokal (LOC) Piala Dunia U-20 2023 membuat dirinya semakin disiplin dalam menjaga rangkaian persiapan, terutama kondisi lapangan rumput.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebenarnya, tindakan yang dilakukan Pak Erick bisa masuk ke dalam salah satu tipe teori tindakan sosial Max Weber, sebagai tindakan afektif. Jika mengacu pada penjelasan Malczewski, E. dalam tulisannya <em>On the centrality of action: Social science, historical logics, and max weber’s legacy</em>, tindakan afektif merupakan tindakan yang ditentukan pada kondisi dan orientasi emosional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tindakan afektif yang dilakukan Pak Erick, bisa dijadikan sebagai pemahaman dalam aspek mencari motif di balik makna sosial. Artinya, Pak Erick melakukan tindakan afektif berpotensi mempunyai motif dan tujuan tertentu.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tentu saja, motif dan tujuan Pak Erick mengarah pada Piala Dunia U-20 2023 yang akan diselenggarakan di SUGBK<em>.</em>&nbsp;&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ya, memang <em>sih</em>, sebenarnya bukan hanya tugas Pak Erick saja untuk membenahi rumput SUGBK, melainkan juga menjadi tugas bagi para pihak Pusat Pengelola Kompleks Gelora Bung Karno (PPK-GBK) sebagai pengelola Komplek GBK yang menunjang untuk menjaga serta memastikan selalu melakukan perawatan rumput GBK setelah diadakannya konser.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apalagi, biaya sewa yang dikeluarkan promotor konser <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/blackpink/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>BLACKPINK</strong></a> tidak main-main, biaya sewa yang dikeluarkan tembus hingga mencapai Rp 10.150.000.000 alias sepuluh miliar seratus lima puluh juta rupiah. <em>Wow,</em> besar ya jumlah biaya sewa untuk SUGBK? <em>Hehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau <em>gitu</em>, Pak Erick seharusnya tidak perlu merasakan PCD untuk perbaikan rumput SUGBK, <em>sih</em> ya? Kan, bisa <em>tuh</em> keuntungan biaya sewa berbagai konser digunakan untuk menjaga kualitas rumput.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jangan sampai Pak Erick nanti malah terkesan menyalahkan BLACKPINK dan BLINK <em>lho</em>. <em>Bener</em> <em>nggak</em>, <em>guys</em>? (S85)</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="lADpXyWuMvo"><iframe title="Belanda Ingin Pindahkan Ibu Kota dari Jakarta?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/lADpXyWuMvo?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Erick-Sedih-Gara-gara-BLACKPINK.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>BLACKPINK dan Sisi Kelam Budaya FOMO</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/blackpink-dan-sisi-kelam-budaya-fomo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S91]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Mar 2023 00:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[BLACKPINK]]></category>
		<category><![CDATA[FOMO]]></category>
		<category><![CDATA[Girlband]]></category>
		<category><![CDATA[Korea]]></category>
		<category><![CDATA[kpop]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=126104</guid>

					<description><![CDATA[Baca selengkapnya artikel “BLACKPINK dan Sisi Kelam Budaya FOMO” di website PinterPolitik.com]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-1-1-1024x1024.png" alt="blackpink 1 1" class="wp-image-126107" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-1-1-1024x1024.png 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-1-1-300x300.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-1-1-150x150.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-1-1-768x768.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-1-1-1536x1536.png 1536w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-1-1-2048x2048.png 2048w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-1-1-696x696.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-1-1-1068x1068.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-1-1-1920x1920.png 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-1-1-420x420.png 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-1-1.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-2-1-1024x1024.png" alt="blackpink 2 1" class="wp-image-126108" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-2-1-1024x1024.png 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-2-1-300x300.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-2-1-150x150.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-2-1-768x768.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-2-1-1536x1536.png 1536w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-2-1-2048x2048.png 2048w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-2-1-696x696.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-2-1-1068x1068.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-2-1-1920x1920.png 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-2-1-420x420.png 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-2-1.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-3-1-1024x1024.png" alt="blackpink 3 1" class="wp-image-126110" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-3-1-1024x1024.png 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-3-1-300x300.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-3-1-150x150.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-3-1-768x768.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-3-1-1536x1536.png 1536w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-3-1-2048x2048.png 2048w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-3-1-696x696.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-3-1-1068x1068.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-3-1-1920x1920.png 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-3-1-420x420.png 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-3-1.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-4-1024x1024.png" alt="blackpink 4" class="wp-image-126109" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-4-1024x1024.png 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-4-300x300.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-4-150x150.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-4-768x768.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-4-1536x1536.png 1536w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-4-2048x2048.png 2048w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-4-696x696.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-4-1068x1068.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-4-1920x1920.png 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-4-420x420.png 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-4.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-5-1024x1024.png" alt="blackpink 5" class="wp-image-126111" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-5-1024x1024.png 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-5-300x300.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-5-150x150.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-5-768x768.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-5-1536x1536.png 1536w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-5-2048x2048.png 2048w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-5-696x696.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-5-1068x1068.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-5-1920x1920.png 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-5-420x420.png 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-5.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-6-1024x1024.png" alt="blackpink 6" class="wp-image-126112" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-6-1024x1024.png 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-6-300x300.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-6-150x150.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-6-768x768.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-6-1536x1536.png 1536w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-6-2048x2048.png 2048w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-6-696x696.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-6-1068x1068.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-6-1920x1920.png 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-6-420x420.png 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-6.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-7-1024x1024.png" alt="blackpink 7" class="wp-image-126113" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-7-1024x1024.png 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-7-300x300.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-7-150x150.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-7-768x768.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-7-1536x1536.png 1536w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-7-2048x2048.png 2048w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-7-696x696.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-7-1068x1068.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-7-1920x1920.png 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-7-420x420.png 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-7.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-8-1024x1024.png" alt="blackpink 8" class="wp-image-126114" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-8-1024x1024.png 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-8-300x300.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-8-150x150.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-8-768x768.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-8-1536x1536.png 1536w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-8-2048x2048.png 2048w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-8-696x696.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-8-1068x1068.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-8-1920x1920.png 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-8-420x420.png 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-8.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Baca selengkapnya artikel “BLACKPINK dan Sisi Kelam Budaya FOMO” di website PinterPolitik.com</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Blackpink-1-1024x1024.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>BLACKPINK dan Sisi Kelam Budaya FOMO</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/blackpink-dan-sisi-kelam-fomo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[D74]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Mar 2023 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[BLACKPINK]]></category>
		<category><![CDATA[Blink]]></category>
		<category><![CDATA[Kapitalisme]]></category>
		<category><![CDATA[konsumerisme]]></category>
		<category><![CDATA[kpop]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=126010</guid>

					<description><![CDATA[Konser BLACKPINK yang diselenggarakan tanggal 11 dan 12 Maret silam memunculkan diskursus tentang budaya Fear of Missing Out (FOMO). Mungkinkah kita terlepas dari budaya konsumtif tersebut?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Konser BLACKPINK yang diselenggarakan tanggal 11 dan 12 Maret silam memunculkan diskursus tentang budaya <em>Fear of Missing Out</em> (FOMO). Mungkinkah kita terlepas dari budaya konsumtif tersebut?</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="http://www.pinterpolitik.com">PinterPolitik.com</a></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<h2 class="wp-block-heading">“<em>Taste that pink venom, taste that pink venom</em>!” – BLACKPINK, “Pink Venom” (2022)</h2>
</blockquote>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Buat kalian para penggemar berat <em>girlband</em> asal Korea Selatan (Korsel) BLACKPINK, kalian pasti lagi merasa senang-senangnya. Bagaimana tidak, tanggal 11 dan 12 Maret lalu Jisoo, Jennie, Rosé, dan Lisa akhirnya datang ke Indonesia dan menggelar konser musik yang begitu heboh di Stadion Gelora Bung Karno (GBK).</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Yess</em>, untuk sebagian orang, konser kemarin mungkin bisa dianggap sebagai <em>once-in-a-lifetime moment</em> atau momen sekali dalam seumur hidup, karena itu adalah pertama kalinya mereka menggelar konser besar di negara kita.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, di balik sejumlah kegirangan dalam konser BLACKPINK, ternyata tersimpan satu fenomena menarik yang beberapa hari belakangan ini cukup menjadi sorotan di media sosial, yaitu perkara <em>Fear of Missing Out </em>(FOMO). Istilah ini singkatnya menjelaskan perilaku seseorang yang melakukan sesuatu bukan karena menggemari atau mengikutinya, tetapi hanya karena tidak ingin merasa ketinggalan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, banyak warganet yang mengklaim bahwa di konser BLACKPINK kemarin itu dipenuhi oleh orang-orang yang FOMO, terutama para <em>public figure</em> seperti Rachel Venya misalnya, yang disebut sebenarnya tidak pernah terlihat menggemari <em>girlband</em> nomor satu di Korsel tersebut. Hal ini menjadi masalah karena banyak yang melihat orang-orang FOMO ini “menghabiskan jatah” dari para penggemar yang kehabisan tiket karena mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perdebatannya kemudian dibawa ke persoalan <em>self-control</em> atau kendali diri sendiri. Para warganet menilai bahwa seharusnya para orang-orang FOMO itu bisa mengendalikan diri untuk tidak ikut-ikutan tren. Banyak yang lalu beropini kurang lebih seperti ini: “jangan salahkan kapitalisme, kamu saja yang tidak bisa menjaga hasrat konsumtifmu sendiri”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, perlu kemudian untuk kita pertanyakan, benarkah persoalan <em>self-control </em>dan FOMO hanya bisa kita salahkan pada diri sendiri? Atau jangan-jangan fenomena ini sebenarnya menyimpan pelik ekonomi-sosial-politik yang penting untuk kita refleksikan bersama?</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1080" height="1280" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/image-18.png" alt="image 18" class="wp-image-126013" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/image-18.png 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/image-18-768x910.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/image-18-696x824.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/image-18-1068x1265.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/image-18-1920x2275.png 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/image-18-354x420.png 354w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Sisi Kelam Konsumerisme-Kapitalisme</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau kita ingin bicara tentang kebiasaan FOMO dan kemampuannya untuk membuat orang merasa perlu membayar sesuatu hanya agar tidak merasa tidak ketinggalan, maka tentu kita pun perlu membahas tentang fenomena konsumerisme.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konsumerisme sendiri adalah fenomena sosial yang mendorong masyarakat untuk membeli lebih banyak barang daripada yang sebenarnya mereka butuhkan. Meski tidak bisa dijelaskan dalam penjelasan yang paralel, konsumerisme sesuai perkembangannya di masyarakat sangat berhubungan dengan sistem yang mungkin kalian pernah dengar, yakni kapitalisme.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nah</em>, kalau konsumerisme ini adalah fenomena sosial, kapitalisme di sisi lain – kalau kita berkaca pada pandangan Adam Smith di buku <em>The Wealth of Nations –</em> adalah sistem ekonomi yang mendorong semua elemen masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dengan melibatkan diri dalam pasar. Dan seperti kata Smith, esensi utama dari kapitalisme adalah murni untuk menciptakan keuntungan finansial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, bagaimana budaya FOMO bisa tercipta melalui perkawinan antara konsumerisme dan kapitalisme?</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Well</em>, Nimet Harmanci dalam tulisannya <em>Consumerism is the Core Ideology of the Capitalism</em>, menyebutkan bahwa agar kapitalisme bisa terus berjalan di masyarakat, maka ia membutuhkan suatu mesin motor yang kuat, seperti ideologi dalam suatu negara. <em>Nah</em>, dalam kapitalisme, ideologi yang sangat cocok untuk membuatnya tetap kuat tidak lain adalah fenomena sosial konsumerisme.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Harmanci melihat bahwa konsumerisme mampu menjadi semacam <em>invisible hand </em>atau tangan tak terlihat dalam sistem kapitalis yang mampu mengatur hampir segala kehidupan masyarakat. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Media sosial yang sangat dipengaruhi rekayasa algoritme contohnya, adalah bukti nyata <em>invisible hand </em>konsumerisme dalam bentuk modern yang ternyata bisa membuat orang merasa begitu tertinggal jika mereka tidak memiliki barang baru -produk kapitalisme- yang saat ini sedang ramai dibicarakan orang-orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan memunculkan sensasi seperti tayangan iklan  menarik yang berintensitas tinggi misalnya, publik mampu dimanipulasi sehingga dapat berpikir produk yang sedang diiklankan memang benar-benar harus didapatkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Solusi yang otomatis terlintas di orang-orang yang terpapar “modus” konsumerisme-kapitalisme ini tentu adalah ikut membeli barang yang sedang jadi sorotan publik tersebut. Hal ini tentu berlaku juga pada produk yang tidak bisa kita pegang, seperti kesempatan untuk menonton konser BLACKPINK, misalnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau memang konsumerisme sudah memiliki peran yang sekuat itu, maka Harmanci menilai bahwa masyarakat yang demikian telah terserap ke dalam “lingkaran setan konsumsi”. Mereka akan membeli produk baru, menggunakannya, membuangnya, lalu membeli barang baru lagi yang mungkin sebenarnya tidak terlalu berguna untuk kehidupan mereka. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhirnya, pola seperti inilah yang membuat adanya tren FOMO di masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, maka kita pun bisa simpulkan bahwa fenomena sosial modern seperti budaya FOMO sesungguhnya bukanlah sebuah fenomena organik yang muncul begitu saja, tetapi merupakan hasil rekayasa sosial-ekonomi yang muncul akibat adanya motif-motif konsumerisme dan kapitalisme. Tentunya, aktor-aktor tertinggi dalam industri yang terlibat dalam produk yang kita beli pantas kita salahkan atas budaya konsumtif yang mulai meresahkan ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Eits</em>, tentunya bukan <em>member-member</em> BLACKPINK ya yang kita salahkan, tapi mungkin rumah produksi mereka dan para sponsor yang memberi napas hidup pada mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, meskipun konsumerisme dan kapitalisme telah menjadi sebuah desain yang mengatur kehidupan sosial ekonomi kita, masih adakah kesempatan bagi kita agar terselamatkan dari godaan FOMO?</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1080" height="1210" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/image-19.png" alt="image 19" class="wp-image-126014" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/image-19.png 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/image-19-768x860.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/image-19-696x779.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/image-19-1068x1196.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/image-19-1920x2151.png 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/image-19-374x420.png 374w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Tidak Semudah itu Melepas FOMO?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Orang-orang mungkin akan mengatakan bahwa kalau mental kita kuat, maka kita bisa aman dari godaan sistem yang kapitalistik. Akan tetapi, kenyataannya tidak seperti itu. Selain mampu “memanipulasi” masyarakat secara makro, konsumerisme dan kapitalisme juga dapat mengatur mental seseorang dari level mikro atau individual.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jerzy Eisenberg-Guyot dan Seth J. Prins dalam jurnal mereka <em>The impact of capitalism on mental health: An epidemiological perspective</em>, menilai bahwa pola konsumtif dalam sistem ekonomi yang kapitalistik memiliki pengaruh yang begitu besar bagi kesehatan mental orang-orang. Hal ini bisa terjadi karena dari perspektif psikologis, konsumerisme dan kapitalisme mampu merusak mental seseorang melalui tiga mekanisme, yakni alienasi, eksploitasi, dan dominasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Alienasi di sini adalah pengasingan, dan pengasingan sosial bisa terjadi pada siapa saja ketika seseorang dalam sistem yang konsumtif dan kapitalistik tersebut tidak dapat merasa relevan dengan apa yang sedang diperbincangkan orang banyak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks BLACKPINK sebagai produk kapitalisme yang dipromosikan konsumerisme, alienasi dapat terjadi karena manusia secara dasarnya selalu merasa nyaman hanya jika berhubungan dengan orang-orang yang dianggap sepaham dengan mereka. Jadi, kalau pun memang tidak disengaja, orang yang tidak bisa mengikuti perbincangan BLACKPINK secara alamiah akan terasingkan dari kelompok teman-temannya di media sosial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu, eksploitasi. Orang-orang yang telah terjebak dalam “lingkaran setan konsumsi” akan terus menjadi sumber daya yang sangat menarik bagi para kapitalis. Oleh karena itu, bagaimana pun caranya, industri hiburan yang mengelola BLACKPINK akan membuat agar hasrat untuk meminta produk baru selalu dalam benak masyarakat, contohnya dengan membuat produk yang &#8220;dijual&#8221; memiliki kuantitas yang terbatas, atau hanya terjadi dalam waktu yang sangat jarang, contohnya seperti konser musik BLACKPINK.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mirisnya, meskipun mungkin masyarakat tahu bahwa membeli tiket BLACKPINK adalah sesuatu yang tidak akan berguna secara signifikan pada kehidupan mereka, mereka tetap akan merasa ada dorongan untuk membeli tiketnya karena tidak bisa menemukan alternatif dari hiburan tersebut. <em>Girlband-girlband</em> lain tidak akan “terasa” serupa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan yang terakhir, adalah dominasi. Karena industri di atas BLACKPINK secara prinsipnya menyadari mereka mampu mengatur hasrat seseorang untuk membeli “produknya”, mereka pun secara tidak langsung menguasai kebebasan para penggemarnya. Masyarakat yang terjebak dalam belas kasih industri hiburan akan mendedikasikan kehidupan mereka untuk mengejar kesempatan hadir di konser BLACKPINK atau setidaknya pernah melihat mereka secara langsung.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nah</em>, karena adanya tiga faktor yang mampu mempengaruhi mental seseorang tersebut, bisa kita katakan secara tegas bahwa dari level individual pun kita tidak akan terlepas dari budaya konsumtif seperti FOMO. Pilihan untuk terlepas darinya mungkin hanya dua, pertama, adalah dengan mengorbankan kesehatan mental kita, dan kedua, adalah dengan melepaskan diri dari kehidupan bermasyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan jelas, tentu dua pilihan itu adalah pilihan-pilihan yang sulit, bukan?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jadi, lain kali bila kalian ingin mengatakan pada seseorang untuk melepaskan kapitalisme jika tidak ingin terjebak budaya FOMO, sepertinya kalian harus berhati-hati karena bisa jadi mereka pun sebenarnya ingin, tapi tidak mampu melakukannya. (D74)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="lADpXyWuMvo"><iframe loading="lazy" title="Belanda Ingin Pindahkan Ibu Kota dari Jakarta?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/lADpXyWuMvo?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/BLACKPINK-DAN-SISI-KELAM-FOMO-1024x576.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Gerindra-PSI Wujudkan Mimpi BLINK?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/gerindra-psi-wujudkan-mimpi-blink/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Mar 2023 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[BLACKPINK]]></category>
		<category><![CDATA[Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[PSI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=125628</guid>

					<description><![CDATA[Gerindra dan PSI adakan giveaway tiket BLACKPINK di Twitter. Hmm, mungkin Gerindra-PSI ingin wujudkan mimpi para BLINK bertemu idola mereka.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Partai Gerindra dan PSI kini menjadi sorotan karena melakukan </strong><strong><em>giveaway</em></strong><strong> tiket konser BLACKPINK bertajuk </strong><strong><em>BORN PINK World Tour</em></strong><strong> di media sosial (medsos) seperti Twitter. Mengapa Gerindra dan PSI begitu </strong><strong><em>getol</em></strong><strong> untuk mewujudkan mimpi para BLINK?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Being the best at whatever I do. That’s sounding on brand” – BLACKPINK, “Typa Girl” (2022)</p>
</blockquote>



<p class="dropcapp2 wp-block-paragraph">Hiduplah seorang gadis muda bernama Meilin Lee (Mei) bersama kedua orang tuanya. Layaknya anak-anak pada umumnya, Mei dituntut dengan berbagai ekspektasi orang tua – mulai dari nilai yang bagus hingga jenjang pendidikan lanjutan yang menjanjikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, layaknya anak-anak gadis pada umumnya juga, Mei pun suka dengan budaya populer seperti film dan musik. Dia juga punya <em>boyband </em>favorit bernama 4*Town.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada suatu hari, 4*Town akhirnya datang ke kota di mana Mei tinggal. Bagaikan mimpi menjadi kenyataan, Mei dan teman-temannya – Miriam Mendelsohn, Abby Park, dan Priya dan Mangal – akhirnya berencana menonton konser idolanya meskipun orang tuanya melarang Mei.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Begitulah jalan kisah yang dituangkan dalam film <em>Turning Red</em> (2022). Mei akhirnya – dengan penuh perjuangan – pergi ke konser tersebut. Tentunya, Mei harus berhadapan dengan orang tuanya yang tiba-tiba berubah menjadi panda merah raksasa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi, buat sebagian BLINK di Indonesia, kalian ternyata tidak harus melawan panda merah raksasa. Malahan, kalian di-<em>bantuin</em> oleh “kepala garuda” serta “kepalan tangan dan mawar putih”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengar-dengar <em>nih</em>, Partai <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/gerindra/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Gerindra</strong></a> dan <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/psi/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>PSI</strong></a> masing-masing mengadakan <em>giveaway</em> tiket konser <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/blackpink/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>BLACKPINK</strong></a> bertajuk <em>BORN PINK World Tour</em> yang bakal digelar di Stadium Gelora Bung Karno (GBK) pada 11-12 Maret 2023.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><a href="https://www.instagram.com/p/Cpm9Gz1hDBz/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/yuk-ikut-giveaway-born-pink32626-1024x1024.jpg" alt="yuk ikut giveaway born pink32626" class="wp-image-125631" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/yuk-ikut-giveaway-born-pink32626-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/yuk-ikut-giveaway-born-pink32626-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/yuk-ikut-giveaway-born-pink32626-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/yuk-ikut-giveaway-born-pink32626-1536x1536.jpg 1536w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/yuk-ikut-giveaway-born-pink32626-2048x2048.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Wah</em>, coba <em>aja</em> Gerindra dan PSI ada di dunia film <em>Turning Red</em>, pasti Mei dan teman-teman akhirnya bisa terbantu <em>tuh</em> dengan <em>giveaway</em> mereka. Senang <em>sih</em> kalau akhirnya mimpi mereka diwujudkan oleh Gerindra dan PSI.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>But</em>, di balik <em>giveaway</em> ini, Gerindra dan PSI memang aktif di Twitter. <em>Most of the time</em>, mereka menyapa para <em>followers</em>-nya layaknya selebriti <em>online</em> – atau biasa disebut sebagai <em>selebtweet</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin, apa yang dilakukan oleh Gerindra dan PSI ini semacam apa yang dijelaskan oleh Loris Caruso dalam tulisannya yang berjudul <em>Populism and Pop Culture: Podemos, the Political Use of Music and the Party as a ‘Pop Product’</em>. Partai politik (parpol) bisa berupaya menjadi bagian dari budaya populer dengan meniru perilaku dan identitas para pelaku budaya populer.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Well</em>, kenapa <em>nggak</em> sekian totalitas <em>aja</em> ya para parpol ini? Daripada cuma <em>giveaway</em>, kenapa <em>nggak</em> sekalian jadi <em>promotor</em>-nya? Barang kali, BLACKPINK bisa <em>tuh</em> didatangkan untuk konser pas kampanye di berbagai daerah.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, ya, mungkin, biar totalitas juga <em>nih</em>, lama-kelamaan Gerindra dan PSI ini bisa punya <em>boyband</em> atau <em>girlband</em> mereka sendiri <em>nih</em>. Siapa tahu, kan bisa sesukses BLACKPINK? <em>Hehe</em>. (A43)</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="ZecLbPRrC5U"><iframe loading="lazy" title="K-POP vs J-POP : Mengapa J-Pop Kalah dari K-Pop?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/ZecLbPRrC5U?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Gerindra-PSI-Wujudkan-Mimpi-BLINK-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ada Peluang Politik Blackpink vs Persija?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/ada-peluang-politik-blackpink-vs-persija/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S83]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Mar 2023 00:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[BLACKPINK]]></category>
		<category><![CDATA[Blink]]></category>
		<category><![CDATA[fanatisme]]></category>
		<category><![CDATA[Persija]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[The Jak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=125576</guid>

					<description><![CDATA[Perang komentar antara pendukung Persija Jakarta, The Jakmania dan penggemar girl band Blackpink asal Korea, Blink di media sosial terkait pemakaian Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) menggambarkan level fanatisme masyarakat Indonesia terhadap sesuatu yang diidolakan begitu tinggi. Jika dilihat lebih dalam, fenomena fanatisme semacam ini tampaknya akan menjadi peluang bagi para aktor politik, terlebih [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Perang komentar antara pendukung Persija Jakarta, The Jakmania dan penggemar </strong><strong><em>girl band </em></strong><strong>Blackpink</strong><strong><em> </em></strong><strong>asal Korea, Blink di media sosial terkait pemakaian Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) menggambarkan level fanatisme masyarakat Indonesia terhadap sesuatu yang diidolakan begitu tinggi. Jika dilihat lebih dalam, fenomena fanatisme semacam ini tampaknya akan menjadi peluang bagi para aktor politik, terlebih menjelang Pemilihan Umum 2024. Mengapa demikian?</strong>&nbsp;</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide" />



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/"><strong>PinterPolitik.com</strong> </a></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Penggunaan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) belum lama ini menjadi polemik di media sosial (medsos). Hal tersebut terkait ditundanya pertandingan Liga 1 antara Persija Jakarta vs Persib Bandung karena stadion sudah terlebih dahulu dipesan untuk konser <em>girlband </em>asal Korea, Blackpink. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendukung Persija, The Jakmania, beranggapan stadion haruslah dipergunakan untuk kegiatan sepak bola sebagai prioritas. Sementara, penggemar <em>girlband</em> Blackpink merasa stadion sudah dipesan lebih dahulu untuk konser, jauh sebelum pihak Persija Jakarta mengajukan untuk menggelar pertandingan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut pengelola SUGBK, Blackpink telah mengajukan penggunaan stadion sejak Mei 2022 untuk tanggal 2 Maret sampai 14 Maret 2023. Sedangkan, pihak Persija baru mengajukan sekitar bulan Februari 2023.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih lanjut, pihak pengelola mengatakan SUGBK terbuka untuk umum dan berbagai kegiatan, bukan hanya kegiatan olahraga atau sepak bola. Sistem pemesanan siapa cepat, dia dapat pun diberlakukan bagi siapa pun yang ingin menggunakan SUGBK.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Adu argumen di medsos pun tak terhindarkan dari dua penggemar yang memang terkenal akan fanatismenya tersebut.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penggemar sepak bola terlihat lebih dulu menyerang kolom komentar media sosial resmi Blackpink, yang kemudian juga dibalas oleh penggemar Blackpink yang menyerang kolom komentar media sosial resmi Persija Jakarta. </p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1080" height="1210" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Infografis-The-Jak-Vs-Blink.jpg" alt="infografis the jak vs blink" class="wp-image-125525" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Infografis-The-Jak-Vs-Blink.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Infografis-The-Jak-Vs-Blink-768x860.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Infografis-The-Jak-Vs-Blink-696x779.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Infografis-The-Jak-Vs-Blink-1068x1196.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Infografis-The-Jak-Vs-Blink-1920x2151.jpg 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Infografis-The-Jak-Vs-Blink-374x420.jpg 374w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Berkaca dari kasus tersebut, terlihat fanatisme terhadap sepak bola dan Korean Pop atau K-Pop di Indonesia sangat tinggi. Para penggemar itu akan membela jika ada hal menyinggung apa yang mereka idolakan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sepak bola dan K-Pop dikenal memang memiliki banyak penggemar di Indonesia dengan fanatisme yang tinggi.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fanatisme penggemar keduanya bahkan bisa dikatakan sudah diakui oleh dunia atas “kegilaannya” terhadap apa yang di idolakan. Fenomena fanatisme yang terjadi di Indonesia seperti ini pun jarang ditemui di dunia.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan banyaknya penggemar dan fanatisme yang tinggi, tak jarang fenomena fanatisme yang terjadi di sepak bola dan K-Pop turut dimanfaatkan oleh para aktor politik untuk mencari simpati politik dari para penggemarnya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Para aktor politik tersebut tampaknya melihat ada peluang mendapatkan dukungan politik jika berhasil menarik simpati dan fanatisme penggemar sepak bola maupun K-Pop yang terkenal militan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melihat hal tersebut, mengapa fenomena fanatisme itu kerap dimanfaatkan oleh para aktor politik? Dan benarkah demikian?&nbsp;</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Fanatisme Buta Adalah “Senjata”?</strong>&nbsp;</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Fenomena fanatisme terhadap sesuatu bukanlah hal yang buruk jika dilakukan sesuai dengan porsinya. Hal ini yang harus diwaspadai dan mendapatkan perhatian khusus adalah ketika fanatisme memberikan dampak negatif.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sadie Wolfe dalam tulisan berjudul <em>The Rise of Fanaticism and The Impact on Society </em>menjelaskan fanatisme bisa mengarah ke dampak negatif dan merusak. Penyebabnya, fanatisme buta dapat menjustifikasi pemahaman mereka untuk mencapai suatu kepentingan. </p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1080" height="1350" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/gaji-pemimpin-tertinggi-di-dunia.jpg" alt="gaji pemimpin tertinggi di dunia" class="wp-image-125288" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/gaji-pemimpin-tertinggi-di-dunia.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/gaji-pemimpin-tertinggi-di-dunia-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/gaji-pemimpin-tertinggi-di-dunia-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/gaji-pemimpin-tertinggi-di-dunia-1068x1335.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/gaji-pemimpin-tertinggi-di-dunia-1920x2400.jpg 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/gaji-pemimpin-tertinggi-di-dunia-336x420.jpg 336w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Berkaca pada penjelasan Wolfe, dalam kasus antara The Jakmania vs Blink terlihat kedua penggemar seolah-olah sudah mengarah pada fanatisme “buta” terhadap apa yang mereka idolakan. Sehingga, tak menutup kemungkinan akan berdampak negatif dalam beragam hal.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka juga seakan saling menjustifikasi bahwa idola mereka adalah yang paling benar dan pantas dalam menggunakan SUGBK. Padahal, jika melihat penjelasan pengelola SUGBK pada bagian sebelumnya bahwa tidak ada yang pantas dan tidak pantas menggunakan SUGBK, tapi siapa cepat, dia yang dapat.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saling serang di kolom komentar media sosial (medsos) dengan kata-kata yang kurang pantas justru akan membuat citra negatif terhadap fanatisme di Indonesia.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalmer Marimaa menjelaskan dalam tulisan yang berjudul <em>The Many Faces of Fanaticism, </em>bahwa secara umum fenomena fanatisme bisa mengarah ke arah positif, netral, hingga destruktif.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal itu dikarenakan fanatisme adalah sebuah fenomena yang sudah tidak asing dengan kegiatan manusia.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Imbas dari fanatisme kemudian terciptalah sebuah <em>labelling</em> yang berbeda dengan orang lain. Misalnya, seseorang yang dianggap sebagai pelaku kejahatan namun di mata para pendukungnya, sosok tersebut dianggap sebagai pahlawan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berkaca dari tensi The Jakmania dan Blink, seharusnya fenomena fanatisme yang tinggi tersebut bisa menjadi modal positif.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam hal sepak bola, misalnya, dengan fanatisme yang tinggi bisa menjadi daya tarik tim-tim atau pemain-pemain top luar negeri untuk bermain sepak bola di Indonesia.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara dalam konteks K-Pop, fanatisme penggemarnya akan membuat <em>girlband </em>atau <em>boyband </em>asal “negeri gingseng” tersebut akan sering membuat pertunjukan dan menyapa penggemar di Indonesia.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fenomena fanatisme The Jakmania dan Blink menunjukkan fanatisme yang membabi buta bisa berakhir pada “kehancuran”, khususnya perpecahan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, bukan berarti fanatisme tidak dapat menjadi hal yang positif. Tetapi, kemana fenomena fanatisme itu akan mengarah semua tergantung dari individu dan kelompok penggemar itu sendiri.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berkaca pada dampak dan fenomena The Jakmania dan Blink, tak berlebihan kiranya fanatisme itu dapat dimanfaatkan pihak ketiga untuk mengambil keuntungan, dalam hal ini para aktor politik terutama menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) atau Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu, apakah fanatisme itu benar-benar bisa dimanfaatkan atau dikonversi menjadi keuntungan para aktor politik pada 2024? </p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/anies-dapat-kartu-kuning-1-1024x1024.jpg" alt="anies dapat kartu kuning 1" class="wp-image-124923" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/anies-dapat-kartu-kuning-1-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/anies-dapat-kartu-kuning-1-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/anies-dapat-kartu-kuning-1-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/anies-dapat-kartu-kuning-1-1536x1536.jpg 1536w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/anies-dapat-kartu-kuning-1-2048x2048.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Demi Sebuah Gimik?</strong>&nbsp;</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Karena secara hakikat memiliki massa, fenomena fanatisme kiranya dapat dipastikan berpeluang dimanfaatkan oleh para aktor politik untuk membuat diri mereka menarik di mata masyarakat.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang dijelaskan oleh Erving Goffmann dalam bukunya yang berjudul <em>The Presentation of Self in Everyday Life,</em> terdapat sebuah penekanan terhadap istilah <em>impression management</em> yang secara garis besar menjelaskan tentang suatu pembentukan persepsi yang dilakukan oleh seseorang dengan strategi yang cenderung lebih halus, sehingga objek yang didekati merasa nyaman.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Aktor politik akan menggunakan cara tersebut untuk mengeksploitasi sesuatu yang mempunyai basis penggemar fanatik, dalam hal ini sepak bola dan K-Pop untuk kepentingan tertentu.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka akan menunjukkan seolah mengenal dan menggemari sepak bola dan K-Pop, hal ini diharapkan menjadi strategi untuk menarik perhatian para penggemar tersebut.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Cara ini pernah dilakukan oleh beberapa aktor politik, seperti saat dua mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dan Anies Baswedan mendekati dan seolah menaruh perhatian terhadap Persija Jakarta dengan tujuan untuk mendapatkan simpati dari The Jakmania pada Pilkada DKI Jakarta. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal serupa juga pernah dilakukan oleh Ridwan Kamil saat ikut menaruh perhatian dengan menonton atau bahkan merayakan saat Persib Bandung juara Piala Presiden 2015 lalu. Dengan cara ini para aktor politik tersebut akan mendapat perhatian lebih dari para penggemar.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut tulisan yang berjudul <em>Sepak Bola Sebagai Bentuk Komunikasi Politik Indonesia</em> karya Kiki Esa Perdana<em>, </em>hal ini akan menimbulkan asumsi politik yang kurang lebih menyebutkan bahwa siapa pun aktor politik yang mampu dekat dengan satu tim sepakbola, maka sikap dari aktor politik tersebut akan dinilai positif oleh khalayak.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal tersebut karena aktor politik yang bersangkutan merupakan mendukung tim yang sama dengan yang masyarakat dukung dan masyarakat merasakan memiliki kedekatan emosional dengan aktor politik itu. Aktor politik tersebut juga akan banyak membantu pada tim sepakbola tersebut dalam segala urusannya dengan regulasi yang berhubungan dengan pemerintahan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks K-Pop, berbagai aktor politik juga menunjukkan cara yang sama agar mendapat perhatian dari para penggemar K-Pop tersebut. Seperti, Ridwan Kamil, Erick Thohir, Ganjar Pranowo. Terbaru, Partai Gerindra seolah memainkan <em>impression management </em>itu saat memberikan <em>giveaway </em>tiket konser Blackpink di Twitter.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sayangnya, “niat baik” admin Twitter Partai Gerindra itu mendapatkan pro-kontra. Mereka yang tak sepakat menilai <em>giveaway </em>itu sebagai bentuk kampanye dan menyeret hiburan ke ranah politik.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keberhasilan membangun opini publik adalah kunci dari terbentuknya dukungan dari khalayak dalam komunikasi politik, mengingat pendapat umum sangat sensitif terhadap masalah yang menyangkut kepentingan dan dirasakan oleh masyarakat luas.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bahkan, bagaimana cara aktor politik berpakaian hingga aksesoris bisa pula bisa menjadi bagian dari bentuk pernyataan politik dan sering digunakan untuk mendekati khalayak untuk keperluan politik.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, sejauh mana efek elektoral dari <em>impression management </em>para aktor politik itu belum dapat dipastikan. Oleh karena itu, akan menarik untuk menantikan kelanjutannya. (S83) </p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="os-FnDAH4_I"><iframe loading="lazy" title="Cawapres Anies Bukan “Ban Serep”? | #CLARITAS" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/os-FnDAH4_I?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Anies-Persija-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>“Yuk, Ikut Giveaway BORN PINK”</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/yuk-ikut-giveaway-born-pink/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M78]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Mar 2023 11:43:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[berita politik]]></category>
		<category><![CDATA[BLACKPINK]]></category>
		<category><![CDATA[Gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[PSI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=125672</guid>

					<description><![CDATA[Siapa nih yang nggak pengen nonton konsernya BLACKPINK? Kabarnya nih, sejumlah partai kayak Partai Gerindra (Gerindra) dan PSI ngadain giveaway tiket gratis buat nonton konser BORN PINK di Stadium Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 11-12 Maret besok lho. Hmm, tapi, kayak gimana gitu ya kesannya? Soalnya nih, kalau kata Public Virtue Research Institute (PVRI), [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1080" height="1280" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/yuk-ikut-giveaway-born-pink.jpg" alt="yuk ikut giveaway born pink" class="wp-image-125675" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/yuk-ikut-giveaway-born-pink.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/yuk-ikut-giveaway-born-pink-768x910.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/yuk-ikut-giveaway-born-pink-696x824.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/yuk-ikut-giveaway-born-pink-1068x1265.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/yuk-ikut-giveaway-born-pink-1920x2275.jpg 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/yuk-ikut-giveaway-born-pink-354x420.jpg 354w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Siapa <em>nih</em> yang <em>nggak</em> <em>pengen</em> <em>nonton </em>konsernya BLACKPINK? Kabarnya <em>nih</em>, sejumlah partai <em>kayak</em> Partai Gerindra (Gerindra) dan PSI <em>ngadain giveaway</em> tiket gratis buat <em>nonton</em> konser BORN PINK di Stadium Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 11-12 Maret besok <em>lho</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, tapi, <em>kayak</em> <em>gimana gitu</em> ya kesannya? Soalnya <em>nih</em>, kalau kata Public Virtue Research Institute (PVRI), ini menjadi semacam politik uang buat <em>nge</em>-gaet anak-anak muda yang merupakan para pemilih baru <em>tuh</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>What do you guys think</em>? Apakah <em>giveaway</em> semacam ini termasuk politik uang?</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/yuk-ikut-giveaway-born-pink-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Laga Besar BLINK vs Jakmania</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/laga-besar-blink-vs-jakmania/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Mar 2023 09:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[BLACKPINK]]></category>
		<category><![CDATA[K-pop]]></category>
		<category><![CDATA[PERSIB Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Persija Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=125579</guid>

					<description><![CDATA[BLINK pasti sudah menunggu-nunggu kedatangan BLACKPINK. Namun, Jakmania tampaknya tidak senang dengan ditundanya laga Persija vs Persib.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Konser BLACKPINK bertajuk judul album mereka, <em>BORN PINK</em>, akan segera hadir di Jakarta, Indonesia. Namun, <em>girlband</em> favorit para BLINK tampaknya harus menghadapi cibiran dari suporter Persija Jakarta, yakni Jakmania.</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“게임이 아냐 진 적이 없으니까. 짖어봐 네 목에 목줄은 내 거니까” – BLACKPINK, “Shut Down” (2022)</p>
</blockquote>



<p class="dropcapp2 wp-block-paragraph"><em>Are you ready</em>, <em>BLINKs</em>? <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/blackpink/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>BLACKPINK</strong></a> dengan tur dunianya, <em>BORN PINK World Tour</em>, akan segera hadir di Jakarta, Indonesia, pada akhir pekan ini, yakni pada 11-12 Maret 2023. Setelah berkeliling ke Eropa dan Amerika sejak Oktober 2022 kemarin, salah satu <em>girlband</em> <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/k-pop/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>K-pop</strong></a> terpopuler ini akhirnya melaksanakan turnya di Asia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi, kedatangan BLACKPINK yang ditunggu-tunggu malah justru tidak disukai oleh sejumlah pihak. Beberapa di antaranya adalah suporter klub sepak bola <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/persija/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Persija Jakarta</strong></a> – dikenal sebagai Jakmania.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Lho</em>, memangnya kenapa? Katanya <em>sih</em>, konser BLACKPINK yang bakal digelar di Stadium <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/gelora-bung-karno/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Gelora Bung Karno</strong></a> (<a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/gbk/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>GBK</strong></a>) menjadi penyebab bagi ditundanya laga antara Persija dengan <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/persib-bandung/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Persib Bandung</strong></a>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kecewa dengan kabar ini, sejumlah Jakmania akhirnya “menyerbu” profil Instagram resmi milik BLACKPINK.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Waduh</em>, apa jadinya kalau BLINK bertemu Jakmania <em>nih</em>? Bisa-bisa kacau <em>tuh</em>. Pasalnya <em>nih</em>, dua <em>fanbase</em> ini memang dikenal punya tingkat militansi tertentu. Jika <em>fandom</em> K-pop terkenal loyal di media sosial (medsos), suporter bola dikenal loyal di lapangan. ☹</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terlepas dari <em>fandom</em> mana yang lebih dominan, tingkat fanatisme yang tinggi antar-kelompok ini sebenarnya merupakan fenomena sosial yang menarik untuk diamati. Soalnya <em>nih</em>, asosiasi terhadap kelompok semacam ini membuat individu merasakan ikatan yang kuat.</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/p/CpjBncotKrd/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" src="https://lh5.googleusercontent.com/fCfHehgphUbSFOdALOp0cLIR4-G1LWKZ3ymBxh93cDp7xlazFXCBq6Ma6pGtseruRlVcnvyLK_NOPC3A4iTCoAo-B55c1deZoEFRRHy4KGpQ4r_hBDqqWT2XABpN5M2Okd0jDpaODnZWQu7oF2IBpA" alt="The Jak vs BLINK"/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Hal inilah yang berusaha dijelaskan oleh Henry Jenkins dalam bukunya yang berjudul <em>Textual Poachers: Television Fans and Participatory Culture</em>. Jenkins se-<em>enggak</em>-nya menyebut fenomena ini sebagai <em>participatory culture</em> (budaya partisipatoris).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa ciri dari budaya partisipatoris ini di antaranya adalah kuatnya keyakinan di antara anggota-anggotanya bahwa kontribusi mereka penting dan adanya eratnya keterhubungan sosial di antara anggota-anggotanya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin, inilah kenapa kelompok-kelompok ini punya pengaruh politik yang besar ketika mereka peduli terkait kepentingan sosial-politik. Jakmania, misalnya, bisa jadi memiliki suara yang penting di saat Tragedi Kanjuruhan terjadi pada Oktober 2022 lalu.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nggak</em> hanya Jakmania, <em>fandoms</em> di K-pop seperti BLINK juga bisa mempengaruhi gerakan-gerakan sosial-politik yang krusial. Di Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) 2020 kemarin, penggemar K-pop disebut ikut mempengaruhi sepinya kampanye Presiden <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/donald-trump/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Donald Trump</strong></a>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, <em>so</em>, <em>guys</em>, <em>instead of </em>bersaing dengan satu sama lain dengan melakukan <em>fan war</em> lagi, <em>gimana</em> kalau kita fokuskan ke hal-hal yang penting? <em>Nah</em>, daripada memfokuskan energi pada kelompok yang horizontal secara kekuatan politik, kenapa <em>nggak</em> bersatu <em>nge</em>-lawan ketidakadilan yang ada di sekitar? <em>Hehe</em>. (A43)</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="ZecLbPRrC5U"><iframe loading="lazy" title="K-POP vs J-POP : Mengapa J-Pop Kalah dari K-Pop?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/ZecLbPRrC5U?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Laga-Besar-BLINK-vs-Jakmania-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>The Jak vs BLINK</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/the-jak-vs-blink/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M78]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Mar 2023 10:13:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[berita politik]]></category>
		<category><![CDATA[BLACKPINK]]></category>
		<category><![CDATA[Blink]]></category>
		<category><![CDATA[Persija]]></category>
		<category><![CDATA[The Jak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=125522</guid>

					<description><![CDATA[Fan war kali ini tidak terjadi di antara fandom-fandom boyband atau girlband Korea Selatan (Korsel), melainkan antara fandom BLACKPINK dengan suporter Persija Jakarta. Upaya saling sindir antara dua kelompok fan besar ini terjadi buntut dari penundaan laga pertandingan antara Persija dan Persib Bandung yang seharusnya dilaksanakan pada Sabtu, 4 Maret 2023. Kabarnya, penundaan itu dilakukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1080" height="1210" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Infografis-The-Jak-Vs-Blink.jpg" alt="infografis the jak vs blink" class="wp-image-125525" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Infografis-The-Jak-Vs-Blink.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Infografis-The-Jak-Vs-Blink-768x860.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Infografis-The-Jak-Vs-Blink-696x779.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Infografis-The-Jak-Vs-Blink-1068x1196.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Infografis-The-Jak-Vs-Blink-1920x2151.jpg 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Infografis-The-Jak-Vs-Blink-374x420.jpg 374w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Fan war</em> kali ini tidak terjadi di antara <em>fandom-fandom</em> <em>boyband</em> atau <em>girlband</em> Korea Selatan (Korsel), melainkan antara <em>fandom</em> BLACKPINK dengan suporter Persija Jakarta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Upaya saling sindir antara dua kelompok <em>fan</em> besar ini terjadi buntut dari penundaan laga pertandingan antara Persija dan Persib Bandung yang seharusnya dilaksanakan pada Sabtu, 4 Maret 2023.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kabarnya, penundaan itu dilakukan akibat persiapan konser <em>Born Pink: BLACKPINK World Tour</em> di Jakarta, Indonesia, pada 11-12 Maret 2023. Alhasil, banyak suporter yang dikenal sebagai Jakmania itu menyerbu akun Instagram resmi milik BLACKPINK.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sampai-sampai <em>nih</em>, ada sejumlah komentar yang dinilai bernada ancaman. Ini membuat sejumlah BLINK – julukan untuk penggemar BLACKPINK – khawatir akan keselamatan mereka pada hari-H konser.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/03/Infografis-The-Jak-Vs-Blink-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jokowi Senang BLACKPINK Datang?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/jokowi-senang-blackpink-datang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Feb 2023 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[BLACKPINK]]></category>
		<category><![CDATA[Joko Widodo]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=125073</guid>

					<description><![CDATA[Presiden Jokowi minta perizinan konser dan event besar dipermudah. Apakah Jokowi senang bila artis/musisi besar semacam BLACKPINK datang? ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar izin konser dan acara (</strong><strong><em>event</em></strong><strong>) dipermudah agar pembuat acara bisa segera mempromosikan kegiatannya. Apakah Pak Jokowi mengajak masyarakat untuk ikut lebih banyak </strong><strong><em>ticket war</em></strong><strong>?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="dropcapp wp-block-paragraph">“BLACKPINK in your area. Eh-oh” – BLACKPINK, “Shut Down” (2022)</p>
</blockquote>



<p class="dropcapp2 wp-block-paragraph"><em>Hayoo</em>, para BLINKs <em>udah</em> siap belum buat menyambut kedatangan <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/blackpink/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>BLACKPINK</strong></a> – grup <em>girlband</em> asal Korea Selatan (Korsel) – pada 11-12 Maret 2023 nanti? Pasti lah ya <em>udah</em> <em>nggak</em> sabar buat menyaksikan langsung BLACKPINK membawakan lagu-lagu seperti “Pink Venom” (2022), “DDU-DU DDU-DU” (2018), dan “Kill This Love” (2019).</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nah</em>, meski sebelumnya sempat muncul kabar bahwa Stadion Gelora Bung Karno (GBK) tidak boleh digunakan untuk persiapan Piala Dunia U-20, BLACKPINK akhirnya tetap akan menghibur BLINKs Indonesia pada pertengahan Maret ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selamat ya, <em>guys</em>, yang akhirnya dapat tiket buat <em>nonton</em> BLACKPINK! Kalian bisa dibilang telah memenangkan perang besar yang berlangsung cepat tetapi <em>decisive</em>. Perang apa lagi kalau bukan perang tiket alias <em>ticket war</em>?</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Beuh</em>, perang satu ini memang bisa membuat kita frustasi. Pasalnya, baru berapa detik tiket dijual saja, orang-orang langsung menyerbu dan berebut tiket secara <em>online</em>. Kalau telat sedikit saja, kita pun bisa <em>nggak</em> kebagian tiket.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, kalau <em>nggak</em> kebagian tiket, kita pun akhirnya jadi sasaran empuk dari para calo tiket. Bahkan, <em>tuh</em>, para calo tiket ini bisa menjual harga tiket menjadi berkali-kali lipat. Harga tiket VIP konser BLACKPINK yang harganya sekitar Rp3,9 juta, misalnya, bisa dijual hingga Rp25 juta <em>lho</em>. Gila <em>sih</em>!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Maka dari itu, ada beberapa tips dan trik yang perlu dipelajari kalau mau perang tiket <em>nih</em>. Beberapa di antaranya adalah jaringan internet yang stabil dan cepat, akun pembelian yang telah terdaftar, persiapan di laman lebih awal, dan persiapan data diri.</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/p/CpEIEfNvwrm/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" src="https://lh6.googleusercontent.com/ybpnafaeDcOfxJe03S-OdOEV4Ed0TBlhvfRqAX-fSr5PLP95dow_uvfWTQHTp74y835LOj9NACweWiaK7N8kqsFVnxaUMMGqgmvi3OyNIg74LoHAbKqggdCr_WpexQAajbEe_o5ShIsoBxmDj8wwpg" alt="Jokowi Ajak Ticket War"/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Apalagi <em>nih</em>, <em>guys</em>, Presiden RI <a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/joko-widodo/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Joko Widodo</strong></a> (<a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/jokowi/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Jokowi</strong></a>) <em>udah</em> menginstruksikan supaya konser, acara olahraga, dan <em>event</em> besar lainnya dipermudah perizinannya. <em>Hmm</em>, makanya <em>tuh</em>, kita perlu siap-siap <em>nih</em> kalau ternyata musisi dan artis favorit kita mengadakan konser besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kata Pak Jokowi <em>sih</em>, alasannya adalah karena saat ini adalah saatnya masyarakat membelanjakan uangnya agar pertumbuhan ekonomi terus meningkat. Soalnya <em>nih</em>, menurut Pak Jokowi, banyak uang senilai Rp690 triliun masih tertahan di tabungan bank.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengacu ke penjelasan Pamela Wicker dan Popi Sotiriadou dalam tulisan mereka berjudul <em>The Trickle-Down Effect: What Population Groups Benefit from Hosting Major Sport Events?</em>, acara-acara besar seperti acara olahraga bisa memberikan dua macam <em>outcome</em> (hasil), yakni hasil <em>intangible</em> seperti kebanggaan masyarakat dan hasil <em>tangible </em>seperti pariwisata.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nah</em>, bukan <em>nggak</em> mungkin, konser dan <em>events</em> yang lebih banyak bisa meningkatkan <em>trickle-down effect</em> yang akhirnya membuat masyarakat di banyak lapisan ikut merasakan manfaat konser-konser besar semacam konser BLACKPINK. <em>Nggak</em> usah jauh-jauh, penjual minuman ringan pun bisa untung karena orang pasti haus ketika berteriak menyanyikan lagu BLACKPINK saat <em>nonton</em> konser.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oh, iya, <em>ngomong-ngomong</em> soal <em>ticket war</em> <em>nih</em>, jadi ingat soal “tiket” lainnya. Apa lagi kalau bukan tiket untuk maju menjadi calon presiden (capres) yang kini lagi diribut-ributkan?</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, mungkin, Pak Jokowi mau <em>giveaway</em> “tiket” ini? Kan, kemarin-kemarin, lagi sering-seringnya <em>tuh</em> absen nama-nama capres di banyak acara. <em>Hehe</em>. (A43)</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="ZecLbPRrC5U"><iframe loading="lazy" title="K-POP vs J-POP : Mengapa J-Pop Kalah dari K-Pop?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/ZecLbPRrC5U?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/Jokowi-Senang-BLACKPINK-Datang-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
