<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Bisnis Minyak &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/bisnis-minyak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Dec 2019 07:59:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Bisnis Minyak &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Di Balik Gagalnya Kilang Minyak</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/di-balik-gagalnya-kilang-minyak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[H57]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Dec 2019 07:59:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[#Migas]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis Minyak]]></category>
		<category><![CDATA[BPJS]]></category>
		<category><![CDATA[BPS]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[impor]]></category>
		<category><![CDATA[Joko Widodo]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[kekuasaan parpol]]></category>
		<category><![CDATA[kilang minyak]]></category>
		<category><![CDATA[Minyak dan gas]]></category>
		<category><![CDATA[state capture]]></category>
		<category><![CDATA[transparency international]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=71070</guid>

					<description><![CDATA[Belum lama ini Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku kesal lantaran impiannya membangun kilang minyak nasional terganjal oleh praktik mafia migas. Jokowi mengaku telah mengenali para oknum dan kini ia pun mengancam mereka jika masih mencoba menghalangi niatnya merealisasikan kilang minyak. PinterPolitik.com Kegeraman Jokowi kini mencapai titik klimaks usai menyaksikan rencana pembangunan 5 kilang minyak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Belum lama ini Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengaku kesal lantaran impiannya membangun kilang minyak nasional terganjal oleh praktik mafia migas. Jokowi mengaku telah mengenali para oknum dan kini ia pun mengancam mereka jika masih mencoba menghalangi niatnya merealisasikan kilang minyak.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">K</span>egeraman Jokowi kini mencapai titik klimaks usai menyaksikan rencana pembangunan 5 kilang minyak di periode pertama kepemimpinannya gagal terealisasi. Ia menilai hal itu disebabkan permainan oknum yang tak rela jika bisnisnya terhenti lantaran telah terbangun kilang minyak.</p>
<p>Keinginan Jokowi membangun kilang minyak tiada lain agar ketergantungan importasi minyak dan gas dapat dikurangi, menimbang besarnya biaya kebutuhan impor.</p>
<p>Jika merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), pada periode Januari-Oktober 2019 angka <a href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20191211134038-4-122186/gila-impor-minyak-ri-rp-246-t-setahun-setara-bangun-1-kilang">impor</a> migas Indonesia mencapai US$ 17,617 miliar atau setara Rp 246,6 triliun. Angka ini hanya sedikit mengalami penurunan jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$ 24,97 miliar.</p>
<p>Sedangkan, untuk impor minyak mentah Januari-Oktober 2019 tercatat US$ 4,343 miliar, turun dari periode yang sama tahun lalu US$ 7,832 miliar. Sementara impor hasil minyak termasuk BBM tercatat US$ 11,195 miliar atau sekitar Rp 156,7 triliun, turun dari periode yang sama tahun lalu US$ 14,575 miliar.</p>
<p>Menariknya, jumlah anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk membiayai kebutuhan impor migas setahun berbanding setara dengan membangun sebuah kilang minyak yang membutuhkan dana sekisar Rp 200 triliun.</p>
<p>Sebagai pembanding, ambil contoh pembangunan kilang Tuban yang menelan biaya investasi senilai Rp 199 triliun. <a href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20191211134038-4-122186/gila-impor-minyak-ri-rp-246-t-setahun-setara-bangun-1-kilang">Dana</a> tersebut dikumpulkan melalu kerja sama PT Pertamina dengan investor minyak asal Rusia, Rosneft.</p>
<p>Mirisnya, di balik besarnya pengeluaran pemerintah untuk biaya impor terdapat segelintir oknum yang mengeruk keuntungan melalui praktik kalap rente (<em>rent seeking</em>). Jokowi bahkan terang-terangan menyebut telah mengetahui siapa saja aktor yang selama ini menikmati praktik semacam itu yang berdampak terhadap macetnya realisasi kilang minyak nasional.</p>
<p>Jokowi menyebut mereka sengaja menjebak pemerintah untuk terus lakukan impor bahan bakar minyak (BBM) dan minyak mentah dengan cara menghalangi pendirian kilang minyak. Lanjutnya, para mafia importir minyak selama ini telah meraup keuntungan hingga mencapai <a href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20191217134341-4-123724/pantas-jokowi-murka-mafia-migas-rampok-ri-rp-1-t-per-bulan">triliunan rupiah</a>.</p>
<p>Besarnya keuntungan yang diraup para mafia importir migas juga pernah dibeberkan Fahmi Radhi, salah seorang <a href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20191218130411-4-124082/mafia-migas-rampok-ri-rp-1-t-bulan-murka-jokowi-menggunung">anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas</a> yang pernah dibentuk Presiden Jokowi di 2014-2015. Menurut Fahmi, para <a href="https://www.cnbcindonesia.com/tag/mafia-migas">mafia pemburu rente impor minyak ini memperoleh keuntungan senilai US$ 2-3 barel per hari.</a></p>
<p>Keuntungan itu didapatkan melalui pemburuan impor <em>crude oil</em> (minyak mentah) dan BBM, yang seharinya bisa memperoleh US$ 2 sampai US$ 3 barel per hari. Dengan demikian, apabila dalam sehari Indonesia mengimpor sebanyak 800 ribu barel BBM dan minyak mentah, maka para mafia tersebut sudah otomatis akan mendapatkan keuntungan sekitar US$ 2,4 juta sehari atau setara dengan Rp 33,6 miliar per hari dari impor minyak Indonesia. Dengan begitu, sebulan pemasukan mereka bisa mencapai Rp 1 triliun.</p>
<p>Bertolak pada kenyataan tersebut, masuk akal jika mereka tak sudi menyudahi praktik ilegal yang telah dilakukan dan nikmati selama bertahun-tahun. Ibarat orang yang terlanjur merasakan nikmatnya kursi empuk, sangat sulit memintanya berdiri, apalagi melepaskannya.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/B6hbB8pJLOB/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B6hbB8pJLOB/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B6hbB8pJLOB/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Jokowi sebut ada oknum di balik tidak terealisasinya pembangunan kilang minyak.  Simak artikel selengkapnya di https://pinterpolitik.com/ #infografik #infografis #politik #politikindonesia #politikluarnegeri #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2019-12-26T04:28:14+00:00">Dec 25, 2019 at 8:28pm PST</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<h4><strong><em>State Capture</em></strong></h4>
<p>Sekilas, jika menganalisis pernyataan Jokowi soal oknum importir migas yang disebutkan, terkesan dirinya berada dalam situasi pelik. Sebagai seorang presiden yang memiliki tanggung jawab atas persoalan negara, Jokowi ternyata tak kuasa menyaksikan begitu rumit persoalan yang dihadapi.</p>
<p>Dalam perspektif ekonomi politik, atau tepatnya pendekatan praktik korupsi, terdapat sebuah pendekatan yang dikenal dengan sebutan “state capture”. Pendekatan ini umumnya digunakan untuk membedah praktik korupsi yang melibatkan relasi bisnis dan pemerintahan (negara).</p>
<p>Transparency International (TI) mendefinisikan <em>state capture</em> sebagai tindak korupsi di mana perusahaan, institusi atau individu dengan kekuatan super melakukan praktik korupsi dengan cara membeli atau membayar penegak hukum untuk memengaruhi regulasi yang ada serta terlibat dalam intervensi terhadap kebijakan negara untuk kepentingan pribadi atau kelompok.</p>
<p>Sederhananya, pendekatan ini melihat negara berada dalam bayang-bayang kekuatan tertentu yang  turut mendikte seluruh agenda dan kebijakan negara. Dengan demikian, negara yang tadinya dipandang memiliki seluruh aparatur penegak hukum yang lengkap dengan penjaranya, tak bisa berkutik karena tersandera oleh kekuatan lain.</p>
<p>Seperti tulis <a href="https://www.britannica.com/contributor/Anne-Mette-Kjaer/9603618">Anne Mette Kjaer</a> dalam <em>State Capture,</em> bahwa pendekatan ini digunakan untuk menganalisis bagaimana sebuah proses pembuatan kebijakan didominasi oleh kekuatan swasta, korporasi dan kekuasaan.</p>
<p>Sementara, Hellman, Jones, &amp; Kaufmann dalam <em>Seize the state, seize the day: State capture, corruption and influence in transition</em>, menyebut <em>state capture</em> merupakan bentuk rumit dari sebuah hubungan yang melibatkan politik dan bisnis.</p>
<p>Dari sekian pendapat ahli, dapat dipahami bahwa <em>state capture</em> adalah sebuah cara pandang untuk memahami bagaimana relasi politik dan bisnis bekerja dalam mendikte produk kebijakan pemerintah. Dalam kacamata ini, negara tidak dilihat sebagai sebuah representasi kekuasaan yang maha tinggi (supra kekuasaan).</p>
<p>Sebaliknya, <em>state capture</em> memandang negara, dalam hal ini seluruh perangkat kekuasaan yang ada di dalamnya, hanyalah instrumen yang dikendalikan oleh kakuatan tertentu (swasta, korporasi, oligark) yang membajak atau menyandera seluruh regulasi atau kebijakan untuk kepentingan mereka.</p>
<p>Dengan begitu, melalui pembacaan <em>state capture,</em> kita bisa mengerti mengapa negara seolah tak kuasa berada dalam bayang-bayang ‘kekuatan lain’.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/B6IiPS_ABER/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B6IiPS_ABER/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B6IiPS_ABER/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Jokowi soroti impor Indonesia.⠀ ⠀ Simak artikel selengkapnya di https://pinterpolitik.com/⠀ ⠀ #infografik #infografis #politik #politikindonesia #politikluarnegeri #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2019-12-16T12:30:13+00:00">Dec 16, 2019 at 4:30am PST</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<h4><strong>Keluar dari Bayang-bayang <em>State Capture</em></strong></h4>
<p>Muncul pertanyaan besar, beranikah negara keluar dari tekanan tersebut?</p>
<p>Melihat keberanian Jokowi menggertak aktor-aktor yang diduga terlibat dalam jejaring praktik mafia migas, sekilas membangkitkan optimisme publik yang selama ini ragu terhadap komitmen pemerintah. Kita berharap agar Jokowi bisa membuktikan pernyataan tegasnya itu.</p>
<p>Dalam menghadapi situasi semacam ini, tidak ada jalan keluar selain memangkas seluruh jaringan tempat para aktor atau institusi – yang menyandera negara – bersandar, atau selamanya terjebak dalam irama permainan mereka.</p>
<p>Fenomena <em>state capture</em> pernah dialami sejumlah negara di dunia, khususnya negara-negara bekas komunis. Seperti dikatakan Crabtree &amp; Durand, dalam <em><a href="https://books.google.com/books?hl=en&amp;lr=&amp;id=wJDhDgAAQBAJ&amp;oi=fnd&amp;pg=PT8&amp;dq=%22state+capture%22&amp;ots=8kplIzdID1&amp;sig=JcVONGmjfhSwfJXI2PkaCN3_ha0#v=onepage&amp;q=%22state%20capture%22&amp;f=false">Peru: Elite Power and Political Capture</a></em>, bahwa sebagian negara di Asia Tengah yang sedang mengalami transisi dari bekas komunis Uni Soviet kental dengan praktik <em>state capture.­</em></p>
<p>Hal senada juga diungkapkan Catrina Godinho &amp; Lauren Hermanus dalam <em>(Re)conceptualising State Capture &#8211; With a Case Study of South African Power Company Eskom,</em> bahwa kasus <em>state capture</em> selain banyak ditemukan di negara-negara yang sedang mengalami transisi dari komunis, juga belakangan marak terjadi di Afrika Selatan.</p>
<p>Catrina Godinho &amp; Lauren Hermanus mengungkapkan temuannya melalui analisis terhadap kasus perusahaan Eskom yang beroperasi di Afirka Selatan, membangun relasi ekonomi-politik dengan penguasa dalam rangka membajak sejumlah regulasi demi kepentingannya.</p>
<p>Terkait fenomena <em>state capture </em>di Afrika Selatan, Sarah Bracking dalam <em>Corruption &amp; State Capture: What Can Citizens Do?</em> mengajukan dua pertanyaan mendasar, yakni apakah negara tersebut akan jatuh ke dalam cengkeraman politik yang terus memburuk, atau keluar dalam kungkungan tersebut menuju demokrasi konstitusional. Meskipun Sarah lebih percaya opsi kedua, ia sendiri masih ragu dengan jawabannya itu.</p>
<p>Lantas, bagaimana dengan nasib Indonesia saat ini? Apakah negara memang sedang berada dalam bayang-bayang <em>state capture</em>, atau sedang menuju ke sana? (H57)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="s1qI7EMYLeM"><iframe title="Rian Ernest Siap Bersusah Susah di Batam" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/s1qI7EMYLeM?start=180&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di <a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di <strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong> untuk informasi lebih lanjut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/12/Jokowi-1024x637.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Arab Saudi Dukung Kebijakan AS</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/arab-saudi-dukung-kebijakan-as/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A15]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2017 11:00:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Arab Saudi]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis Minyak]]></category>
		<category><![CDATA[Donald Trump]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijakan Trump]]></category>
		<category><![CDATA[Uni Emirat Arab]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=4198</guid>

					<description><![CDATA[Pada saat sebagian besar negara mengecam kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump  yang melarang tujuh negara berpenduduk mayoritas muslim, ternyata negara-negara Arab malah menyatakan dukungnya. Ada apa dibalik dukungan ini? pinterpolitik.com &#8211; Kamis, 2 Februari 2017 UNI EMIRAT ARAB – Negara Arab yang mendukung pelarangan ini adalah Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA). Arab Saudi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Pada saat sebagian besar negara mengecam kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump  yang melarang tujuh negara berpenduduk mayoritas muslim, ternyata negara-negara Arab malah menyatakan dukungnya. Ada apa dibalik dukungan ini?</p></blockquote>
<hr />
<p><strong><span style="color: #cedb00;">pinterpolitik.com</span></strong> &#8211; <strong>Kamis, 2 Februari 2017</strong></p>
<p><strong>UNI EMIRAT ARAB – </strong>Negara Arab yang mendukung pelarangan ini adalah Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA). Arab Saudi melalui Menteri Perminyakannya, Khalid al-Falih, mengatakan kepada BBC bahwa Amerika Serikat mempunyai hak untuk mengurangi risiko bahaya bagi rakyatnya.</p>
<p>Upaya untuk mengurangi risiko itu termasuk melarang sementara warga dari tujuh negara masuk ke wilayah Amerika. Khalid juga mengatakan bahwa kritikan terhadap kebijakan pelarangan itu terlalu berlebih-lebihan.</p>
<p>Hal senada juga diutarakan oleh Menteri Luar Negeri UEA, Sheikh Abdullah bin Zayed al-Nahyan. Ia mengatakan bahwa kebijakan pelarangan masuk ini harus dihormati karena keputusan tersebut berasal dari negara yang berdaulat.</p>
<p>Seperti yang diketahui, Saudi dan UAE adalah sekutu dari Amerika. Jadi walaupun mereka negara mayoritas muslim, Amerika tidak akan mau menyentuh negara yang mempunya kepentingan dengan di dalamnya. Baik itu kepentingan politik maupun sebagai mitra dagang.</p>
<p>Kerjasama Amerika dan Arab Saudi sendiri sudah berlangsung lama, kedekatan keduanya dimulai sejak pemerintahan Presiden Franklin Roosevelt, lebih dari 70 tahun lalu.</p>
<p>Amerika di era pemerintahan Obama pun diketahui menjual senjata ke Arab Saudi senilai US$ 95 juta. Ini menjelaskan kalau Arab Saudi adalah partner vital bagi Amerika dalam kerjasama di bidang keamanan.</p>
<p>Posisi Arab Saudi dan UAE semakin strategis di era pemerintahan Trump, latar belakang Trump yang berasal dari seorang pebisnis akan melihat peluang bisnis yang besar dengan kedua negara tersebut, khususnya bisnis minyak mentah yang sangat melimpah di kedua negara tersebut.</p>
<p>Arab Saudi dan UAE pun mempunyai kepentingan dengan Amerika, jika kedekatannya dengan negara adidaya tersebut terus membaik, maka semua pergerakan dagang kedua negara itu akan aman dan dilindungi. Jadi sangat wajar jika Arab Saudi dan UAE akan mendukung penuh setiap kebijakan dari AS selama kebijakan tersebut tidak merugikan kedua negara tersebut. (berbagai sumber / A15)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/02/Arab-Saudi-Dukung-1024x576.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
