<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Bir &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/bir/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 06 Sep 2023 04:26:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Bir &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hikayat Bir Pletok, “Bir” Khas Betawi</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinter-ekbis/hikayat-bir-pletok-bir-khas-betawi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A49]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Sep 2023 11:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pinter Ekbis]]></category>
		<category><![CDATA[betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Bir]]></category>
		<category><![CDATA[bir pletok]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[minuman]]></category>
		<category><![CDATA[pletok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=136088</guid>

					<description><![CDATA[PinterEkbis Di tengah deretan minuman tradisional Indonesia, bir pletok menonjol sebagai salah satu minuman khas yang identik dengan budaya Betawi. Namun, jangan salah, meski bernama &#8220;bir&#8221;, minuman ini tidak mengandung alkohol sama sekali. Lantas, darimana asal usul bir pletok dan bagaimana kisahnya sampai menjadi bagian dari warisan kuliner Betawi? Bir pletok berasal dari kata &#8220;pletok&#8221; [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/pinter-ekbis/">PinterEkbis</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Di tengah deretan minuman tradisional Indonesia, bir pletok menonjol sebagai salah satu minuman khas yang identik dengan budaya Betawi. Namun, jangan salah, meski bernama &#8220;bir&#8221;, minuman ini tidak mengandung alkohol sama sekali. Lantas, darimana asal usul bir pletok dan bagaimana kisahnya sampai menjadi bagian dari warisan kuliner Betawi?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bir pletok berasal dari kata &#8220;pletok&#8221; yang dalam bahasa Betawi berarti &#8220;plethok&#8221; atau bunyi berdentang. Nama ini diambil dari suara ketika tiga bahan utama minuman ini dicampur dan dikocok bersama dalam botol atau tempat tertutup, menghasilkan bunyi &#8220;pletok-pletok&#8221;.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada masa kolonial Belanda, konsumsi bir sebagai minuman beralkohol cukup populer di kalangan masyarakat Eropa. Namun, bagi masyarakat pribumi, terutama masyarakat Betawi, alkohol bukanlah bagian dari budaya mereka. Sebagai alternatif, masyarakat Betawi menciptakan minuman yang mirip bir dalam hal penampilan, tetapi tanpa kandungan alkohol, yang kemudian dikenal sebagai bir pletok.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bir pletok terbuat dari bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan Betawi, seperti jahe, daun sereh, dan daun pandan. Jahe dikenal sebagai bahan yang mampu menghangatkan tubuh, sedangkan daun sereh dan daun pandan memberikan aroma khas yang menenangkan. Kandungan jahe di dalamnya dipercaya dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah, mengatasi masuk angin, dan meredakan batuk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Filosofinya, bir pletok bukan hanya sekadar minuman biasa, tetapi juga sarana untuk menghangatkan tubuh, terutama di malam hari yang dingin, serta sebagai minuman bersama saat berkumpul bersama keluarga atau tetangga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bir pletok juga punya fungsi sosial. Dalam berbagai acara, seperti pesta, pertemuan keluarga, atau sekadar berkumpul bersama teman-teman, bir pletok sering dihidangkan sebagai minuman penyambut tamu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai bagian dari warisan budaya Betawi, bir pletok bukan hanya sekadar minuman, tetapi juga merepresentasikan sejarah, budaya, dan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat Betawi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di balik rasanya yang khas dan hangat, bir pletok menjadi saksi bisu perkembangan sejarah dan dinamika kehidupan masyarakat Betawi dari masa ke masa. Di era modern saat ini, meskipun banyak minuman baru bermunculan, bir pletok tetap bertahan sebagai ikon minuman tradisional yang tak lekang oleh waktu. (A49)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/09/foto-cookpadcom_webp-1-1024x726.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Anies, Bir dan Jebakan Moralitas</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/anies-bir-dan-jebakan-moralitas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M39]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Mar 2019 12:19:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Anies Baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[Bir]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2019]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=49810</guid>

					<description><![CDATA[Mungkinkah keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menjual saham bir yang dimiliki Pemprov DKI menunjukkan adanya agenda Islamis yang dibawanya? Atau hal ini hanya faktor pemenuhan janji politik kampanye dan alasan ekonomis semata? PinterPolitik.com “Leave the politics to the politicians. And leave the beer for the publicans” ~ Anonymous [dropcap]M[/dropcap]inuman setan, minuman keras, haram [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Mungkinkah keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menjual saham bir yang dimiliki Pemprov DKI menunjukkan adanya agenda Islamis yang dibawanya? Atau hal ini hanya faktor pemenuhan janji politik kampanye dan alasan ekonomis semata?</strong></h4>
<hr />
<p><strong><span style="color: #cedb2a;">PinterPolitik.com</span></strong></p>
<blockquote class="td_quote_box td_box_center"><p>“Leave the politics to the politicians. And leave the beer for the publicans” ~ Anonymous</p></blockquote>
<p>[dropcap]M[/dropcap]inuman setan, minuman keras, haram dan laknat. Begitulah kira-kira stigma bir dan minuman keras lainnya menurut nilai moral yang berlaku bagi sebagian masyarakat Indonesia.</p>
<p>Namun, mungkin tak banyak yang tahu bahwa minuman beralkohol menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah peradaban umat manusia, tak terkecuali di Indonesia.</p>
<p>Chelsea Follett dalam <strong><a href="https://humanprogress.org/article.php?p=503"><span style="color: #cedb2a;">tulisannya</span></a></strong> mengatakan bahwa alkohol sangat berjasa membantu membentuk peradaban umat manusia. Bahkan keberadaanya lebih dulu ada dibandingkan dengan kopi, minuman yang kini juga menjadi primadona banyak orang.</p>
<p>Anggur palem, yang masih populer di beberapa bagian Afrika dan Asia saat ini, diperkirakan berasal dari tahun 16.000 SM.  Sementara itu, minuman beralkohol Chili yang dibuat dari kentang liar bahkan sudah ada sejak abad ke-13 SM. Bangsa Tiongkok pun juga telah minum anggur beras sejak setidaknya tahun 7.000 SM.</p>
<p><hr /><p><em>Lepas saham bir tunjukkan Anies islamis?</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fin-depth%2Fanies-bir-dan-jebakan-moralitas%2F&#038;text=Lepas%20saham%20bir%20tunjukkan%20Anies%20islamis%3F&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr /></p>
<p>Sejarah tersebut menunjukkan bahwa peradaban manusia begitu familiar dengan minuman beralkohol. Dalam naskah Nagarakretagama (1365) misalnya, dikisahkan minuman beralkohol seperti tuak nyiur dan arak kilang menjadi hidangan utama sebuah jamuan agung di keraton Kerajaan Majapahit. Minuman berupa arak juga digunakan sebagai tanda pembukaan perayaan pesta panen raya oleh raja pada masa itu.</p>
<p>Masyarakat Bali juga menggunakan minuman beralkohol dalam ritual Bhuya Yadnya untuk mengusir roh jahat. Ada pula tradisi ritual yang kerap dilakukan oleh masyarakat Desa Doko, Kediri yang juga menggunakan minuman beralkohol sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur.</p>
<p>Serupa dengan masyarakat di pulau Jawa dan Bali, penduduk di Indonesia timur juga menggunakan minuman beralkohol dalam ritual adatnya. Masyarakat Lombok kerap menghidangkan Arak saat menyambut tamu, demikian halnya masyarakat Papua yang juga menghidangkan Sopi sebagai simbol persaudaraan.</p>
<p>Meskipun memiliki rekam jejak budaya yang cukup luas, kehadiran minuman beralkohol kerap kali menjadi bulan-bulanan masyarakat karena stigmanya yang negatif, terutama ketika konsumsi berlebihan atas minuman ini menyebabkan kemabukan serta melahirkan masalah-masalah sosial.</p>
<p>Kondisi ini pun juga sering kali dimanfaatkan oleh para politisi untuk mendulang simpati masyarakat. Isu bir dan berbagai macam minuman beralkohol, kerap kali memunculkan stigma moral yang cukup lekat dengan nilai-nilai agama.</p>
<p>Hal yang sama juga dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, setelah menggulirkan bola panas isu pelepasan saham bir PT Delta Djakarta yang merupakan pemegang lisensi produksi dan distribusi beberapa merek bir lokal seperti Anker, maupun merek internasional seperti San Miguel dan Carlsberg. Sengkarut isu ini pun bertambah runyam karena mendapatkan benturan di sana-sini.</p>
<p>Selain menimbulkan konflik baru antara Anies dengan DPRD DKI Jakarta yang mengaku kecewa dengan rencana mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut, kasus ini juga menyeret ormas Front Pembela Islam (FPI) yang mendesak DPRD menyetujui rencana tersebut.</p>
<p>Tentu menarik menelaah kebijakan Anies ini. Setelah mendorong penutupan Alexis pada awal 2018 lalu , apakah ada maksud lain dari upaya penjualan saham perusahaan bir tersebut?</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/BuqieQIggVK/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/BuqieQIggVK/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/BuqieQIggVK/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Anies akan lepas saham bir, pencitraan? Simak infografis kami lainnya di Pinterpolitik.com #aniesbaswedan #anieslepassahambir #infografik #infografis #politik #politikindonesia #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2019-03-06T11:09:42+00:00">Mar 6, 2019 at 3:09am PST</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<h4><strong>Siapa Yang Untung dan Rugi?</strong></h4>
<p>Rencana pelepasan saham bir PT Delta Djakarta kini menuai polemik dari berbagai pihak. Ada yang pro dan ada yang kontra. Yang kontra datang dari beberapa fraksi di DPRD DKI Jakarta seperti PDIP, Nasdem, Hanura hingga PPP.</p>
<p>Isu ini sebenarnya bukan hal yang baru. Rencana ini memang merupakan salah satu janji kampanyenya ketika maju pada Pilgub di 2017 lalu.</p>
<p>Anies berdalih, pelepasan saham bir ini tak memiliki dampak kerugian bagi DKI Jakarta. Namun, mungkin saja kebijakan Anies ini akan membuat gerah pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.</p>
<p>Memang, DPRD DKI Jakarta menolak rencana Anies tersebut. Hal ini salah satunya disampaikan oleh Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi. Politisi PDIP itu menyatakan bahwa keputusan Anies ini terkesan grasak-grusuk dan tak berdasar.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Kami sudah minta timses bersama masyarakat untuk memenangkan Parlemen di tingkat Provinsi (DPRD), dengan memenangkan PKS DKI segera putus hubungan dgn saham bir. Kami TEGAS terhadap hal2 perusak negeri !.</p>
<p>PKS bersama Warga DKI, Kompak ?.<a href="https://twitter.com/hashtag/2019GantiPresiden?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#2019GantiPresiden</a> <a href="https://twitter.com/hashtag/2019LepasSahamBir?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#2019LepasSahamBir</a> <a href="https://t.co/Su8iaJY5xS">pic.twitter.com/Su8iaJY5xS</a></p>
<p>&mdash; Mardani (@MardaniAliSera) <a href="https://twitter.com/MardaniAliSera/status/1104931563295277061?ref_src=twsrc%5Etfw">March 11, 2019</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Dalam konteks penolakan DPRD terhadap rencana Anies ini, bisa saja pemerintah DKI akan kehilangan kontrolnya terhadap pasar bir.</p>
<p>Asumsi tersebut bukan tanpa alasan, mengingat perusahaan-perusahaan bir hari ini beroperasi di bawah status “industri yang dilindungi” <strong><span style="color: #cedb2a;"><a style="color: #cedb2a;" href="https://tirto.id/surat-terbuka-untuk-sesama-pemegang-saham-dlta-cKTf">oleh</a></span></strong> kebijakan pemerintah.</p>
<p>Memang secara historis, Pemprov DKI Jakarta telah memiliki saham Delta Djakarta sejak tahun 1970-an, ketika Ali Sadikin berkuasa sebagai Gubernur saat itu.</p>
<p>Adapun saham Pemprov DKI Jakarta di Delta Jakarta sebesar 26,25 persen dimiliki oleh dua institusi, yaitu Pemprov DKI Jakarta dan Badan Pengelolaan Investasi Penyertaan Modal DKI Jakarta (BPIPM).</p>
<p>Sedangkan susunan pemegang saham lainya adalah San Miguel Malaysia sebesar 58 persen, dan sisanya dimiliki masyarakat sebesar 18 persen.</p>
<p>Menurut praktisi <em>value investing</em> dan <em>angel investor,</em> Chris Angkasa, dari sudut pandang ekonomi, “industri yang dilindungi” ini berdampak pada persediaan (<em>supply</em>) yang terbatas dibandingkan dengan permintaan atau <em>demand</em>, meskipun <strong><span style="color: #cedb2a;"><a style="color: #cedb2a;" href="https://www.thejakartapost.com/life/2018/02/05/asia-on-top-indonesia-lowest-in-beer-consumption.html">konsumen</a></span></strong> bir di Indonesia dapat dikatakan masih rendah.</p>
<p>Hal ini merupakan dampak dari penutupan keran perizinan asing untuk produksi minuman beralkohol di Indonesia yang tertuang <span style="color: #cedb2a;"><strong><a style="color: #cedb2a;" href="https://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt5ab4bdab0ecce/larangan-pma-mendirikan-usaha-minuman-beralkohol">dalam</a></strong></span> Undang-Undang Penanaman Modal. Selain itu, juga karena minuman beralkohol tidak populer di kalangan penduduk yang mayoritas beragama Islam.</p>
<p>Akibatnya, produsen lokal, dalam konteks ini Delta Djakarta, dan beberapa perusahaan lain seperti Multi Bintang dan Bali Hai, dapat menikmati keuntungan di atas rata-rata dikarenakan persaingan yang terbatas.</p>
<p>Selain itu, Pemprov juga bisa menikmati keuntungan tersebut dari hasil cukai atau pajak yang tinggi untuk industri ini.</p>
<p>Oleh karenanya, wajar jika kebijakan ini mengundang pro kontra di internal pemerintahan DKI Jakarta sendiri. Pada tahun 2018 lalu, Pemprov DKI Jakarta mendapatkan deviden mencapai Rp 48 miliar dari kepemilikan saham bir tersebut. Mungkin saja, memang ada pihak-pihak yang tengah terancam atas kebijakan Anies ini.</p>
<h4><strong>Agenda Islamis Anies?</strong></h4>
<p>Sekilas, kebijakan Anies tentang pelepasan saham tersebut memang heroik, mengingat hal-hal yang berbau moralitas merupakan isu yang sangat populer di kalangan masyarakat.</p>
<p>Tak hanya menyoal bir, Anies juga pernah menggegerkan publik dengan kebijakan penutupan pusat hiburan malam, Alexis. Pasalnya, tempat tersebut diduga menjadi sarang prostitusi dan <em>human trafficking</em> Jakarta.</p>
<p>Akibatnya, rencana pelepasan saham bir ini lebih lekat dengan citra moral dibanding dengan esensi sesungguhnya. Dalam konteks ini, penting untuk melihat kembali latar belakang politik Anies untuk memahami apa yang terjadi.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Ini contoh hoax yang terus ditebar tanpa henti, padahal F-PPP DKI sejak gubernur lalu sdh minta cabut saham bir.<br />Buat yg naikin hashtag, tanya nih, bgmn hukum pilih pemimpin yg gak sholat 5 waktu &amp; gak bisa baca Qur&#39;an? Semoga habis baca twit ini, ada undangan sholat 5 waktu ? <a href="https://t.co/yP08Nx0klf">pic.twitter.com/yP08Nx0klf</a></p>
<p>&mdash; M. Romahurmuziy (@MRomahurmuziy) <a href="https://twitter.com/MRomahurmuziy/status/1104997454930309120?ref_src=twsrc%5Etfw">March 11, 2019</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Naiknya Anies dan Sandiaga Uno ke tampuk kekuasaan puncak di ibukota tak terlepas dari rekam jejaknya menggandeng kelompok-kelompok Islam konservatif yang tergabung dalam gerakan 212.</p>
<p>Kala itu, ia disebut-sebut memanfaatkan momentum “kepleset lidah” Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menjadi bulan-bulanan karena dituduh menistakan agama. Hingga akhirnya, Anies Baswedan, <strong><a href="https://www.iseas.edu.sg/images/pdf/ISEAS_Perspective_2017_38.pdf"><span style="color: #cedb2a;">dianggap</span></a></strong> sebagai representasi para kelompok Islam ini dan berusaha menggaet pemilih, salah satunya dengan janji penjualan saham perusahaan bir tersebut.</p>
<p>Dengan label sebagai bagian dari kelompok Islamis, beberapa kebijakan publik sang Gubernur akhirnya menjadi sorotan dan memunculkan skeptisme tentang populisme Islam.</p>
<p>Secara teoritis, populisme Islam merupakan istilah yang <strong><span style="color: #cedb2a;">dipopulerkan</span></strong> oleh Profesor Vedi Hadiz dari Murdoch University, di mana populisme dan doktrin agama menjadi sebuah gerakan politik kelompok Islam. Dengan merebut ruang-ruang wacana publik dalam mengusung dan menyuarakan agenda-agenda tertentu, populisme Islam ini berhasil mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia, terutama pasca Aksi Bela Islam 212.</p>
<p>Maka tak salah jika Anies kini kembali menggaungkan kebijakan populis Islamnya dan kembali menggandeng kelompok Islam konservatif.  Sedangkan yang pro terhadap kebijakan pelepasan saham bir ini, misalnya dari Gerindra dan PKS, serta FPI yang sempat melaksanakan demonstrasi di depan gedung DPRD DKI Jakarta.</p>
<p>Dukungan FPI terhadap rencana pelepasan saham bir ini menunjukkan bahwa Anies tersandera citra sebagai sosok populis Islam.</p>
<p>Sebagai bentuk dari agenda populisme Islam, bisa saja isu moralitas yang dimainkan dalam pelepasan saham bir ini akan berdampak secara politis baik bagi Anies dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.</p>
<p>Dengan realitas tersebut, dapat disimpulkan bahwa isu pelepasan saham ini juga bagian dari agenda populisme Islam Anies. Di satu sisi, jelang Pilpres 2019, isu ini bisa saja menjadi momentum bagi partai politik tertentu, misalnya saja Gerindra dan PKS yang mendukung kebijakan Anies ini untuk mendapatkan tuah populisme Islam lewat perkara saham perusahaan bir itu.</p>
<p>Dengan mudah, hal ini bisa saja menggulung popularitas partai-partai yang menolak rencana tersebut, terutama di hadapan pemilih muslim.</p>
<p>Pada akhirnya, perkara bir ini tidak hanya menjadi isu isapan jempol semata karena melibatkan ranah moralitas yang pada kadar tertentu memiliki dimensi politik yang cukup rawan untuk dimainkan. Lalu mungkinkah keputusan Anies akan membawa keuntungan politik atau justru merugikan baginya? Menarik untuk ditunggu. (M39)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="xfH0qGvNUE0"><iframe width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/xfH0qGvNUE0?start=3&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/03/gubernur-dki-jakarta-anies-baswedan-di-hotel-sari-pan-pacific.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
