<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Beras Kemasan &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/beras-kemasan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 May 2018 07:40:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Beras Kemasan &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dirut Bulog, Buwas &#8216;Kesusahan&#8217;?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/dirut-bulog-buwas-kesusahan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 May 2018 07:40:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Beras Impor]]></category>
		<category><![CDATA[Beras Kemasan]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Waseso]]></category>
		<category><![CDATA[Bulog]]></category>
		<category><![CDATA[Buwas Dirut Bulog]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=28932</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Kalau saya gaduh, malah rusak semua. Sekarang saya lagi belajar tidak membuat gaduh karena berbeda permasalahannya. Tidak ada operasi. Jangan kita semacam pemadam kebakaran. Begitu ada masalah, baru bingung.” ~ Budi Waseso PinterPolitik.com [dropcap]D[/dropcap]irektur Utama Perum Bulog Budi Waseso masih beradaptasi dengan jabatan yang baru diembannya. Masih magang ya? Ehmmm weleeeh weleeeh. Lebih khususnya, ia [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>&#8220;Kalau saya gaduh, malah rusak semua. Sekarang saya lagi belajar tidak membuat gaduh karena berbeda permasalahannya. Tidak ada operasi. Jangan kita semacam pemadam kebakaran. Begitu ada masalah, baru bingung.” ~ Budi Waseso</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]D[/dropcap]irektur Utama Perum Bulog Budi Waseso masih beradaptasi dengan jabatan yang baru diembannya. Masih magang ya? <em>Ehmmm weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Lebih khususnya, ia kini berkomitmen untuk tak mau membuat gaduh negeri hanya karena tingkahnya yang kontroversial.</p>
<p>Lah emang kenapa? <em>Ehmm, </em>coba saja ingat sebelum pensiun sebagai anggota Polri, gimana tingkah Budi Waseso saat memegang dua jabatan yang membuat dirinya jadi sorotan banyak orang.</p>
<p>Sebutlah saat menjabat Kabareskrim Polri, <em>ehmm, </em>masih ingatkan baru beberapa hari menjabat Buwas langsung menetapkan mantan Ketua KPK Abraham Samad dan mantan Wakil Ketua KPK, Bambang Widjajanto sebagai tersangka.</p>
<p><em>Wedeew, </em>langsung gempar ya, <em>ehmm, </em>belum lagi saat bertukar posisi dengan Anang Iskandar sebagai Kepala BNN.</p>
<p>Buwas mengatakan bahwa dirinya lebih kejam daripada Duterte. Ah apa iya? <em>Weleeeh weleeeh. </em>Apalagi katanya, Buwas sempat mengusulkan sipir yang diganti dengan buaya.</p>
<p><em>Hadeuh, </em>selalu kontroversial ya, nah tapi walaupun rekam jejaknya begitu, kini Buwas ingin menyudahi kebiasaannya yang sensasional.</p>
<p>Sebagai Dirut Bulog, Buwas kini menahan diri untuk tidak membuat gaduh apakah itu dari pernyataan ataupun kebijakan.</p>
<p>Walau sempat mengatakan begitu, Buwas tak bisa menahan diri. Akhirnya, Buwas lagi dan lagi mengeluarkan kebijakan kontroversial.</p>
<p>Diantaranya, Buwas tak mau ada operasi pasar untuk memantau persediaan dan stabilitas harga. Katanya udah kayak pemadam kebakaran aja, lebih baik pastikan persediaan cukup.</p>
<p><em>Ehmm, </em>Buwas masih ingat tugas pokok Bulog? Masa ga mau cek harga sama persediaan? <em>Weleeh weleeh.</em></p>
<p>Selain itu, Buwas mau menjual beras dalam kemasan renceng per 200 gram. Katanya, kalau harga beras naik beras kemasan renceng ini ga terpengaruh, ahh masa sih? Naik sih pasti ikut naik, nambah ribet malahan, <em>hadeuuuh.</em></p>
<p><em>Weeeittss, </em>apalagi yang ini nih, kocak banget deh, Buwas ingin persediaan beras diganti dengan gabah, karena <em>ehh </em>karena ini berdasarkan pengalaman kakek Buwas yang dahulunya lebih senang menyimpan gabah dibandingkan beras.</p>
<p>Ga salah sih, tapi masa kebijakan Bulog itu didasarkan pada kebiasaan kakek dari Dirut Bulog sih, ga ada alasan lain? Kajian <em>kek </em>atau riset <em>kek? </em>Becanda mulu nih. <em>Ehmm, </em>katanya ga mau gaduh lagi, <em>weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Kayankya Buwas harus memaknai apa yang menjadi prinsip Tri Rismaharini, kalau jabatan itu cuma titipan. Kalau tidak mampu, ya tidak bisa dipaksakan.</p>
<p>Kalau Buwas susah beradaptasi, tak usah dilanjutkan, <em>weleeh weleeeh. </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/05/budi-waseso-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Buwas ‘Permainkan’ Harga Beras</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/buwas-permainkan-harga-beras/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 May 2018 11:30:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Beras Impor]]></category>
		<category><![CDATA[Beras Kemasan]]></category>
		<category><![CDATA[Beras Sachet]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Waseso]]></category>
		<category><![CDATA[Bulog]]></category>
		<category><![CDATA[Buwas Dirut Bulog]]></category>
		<category><![CDATA[Direktur Utama Bulog]]></category>
		<category><![CDATA[Dirut Bulog]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=28730</guid>

					<description><![CDATA[“Mungkin akan nyusul, saya buat beras renceng sachetan yang isinya 200 gram. Itu bisa dibeli oleh masyarakat minim dengan harga Rp 2.000, bisa makan dan beras akan tersedia di mana mana.&#8221; ~ Budi Waseso, Dirut Bulog PinterPolitik.com [dropcap]D[/dropcap]ua hal sensasional akhirnya dipertemukan. Yang pertama ialah, beras yang diimpor dengan jumlah banyak sempat meramaikan pemberitaan sejagat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Mungkin akan nyusul, saya buat beras renceng sachetan yang isinya 200 gram. Itu bisa dibeli oleh masyarakat minim dengan harga Rp 2.000, bisa makan dan beras akan tersedia di mana mana.&#8221; ~ Budi Waseso, Dirut Bulog</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]D[/dropcap]ua hal sensasional akhirnya dipertemukan. Yang pertama ialah, beras yang diimpor dengan jumlah banyak sempat meramaikan pemberitaan sejagat raya.</p>
<p>Bukan tanpa alasan, tapi impor beras itu beriringan dengan panen raya. Dengan kata lain, itu bisa membunuh petani lokal dan menutup ruang pasar untuk beras lokal. Sudah puaskah Pemerintah?</p>
<p><em>Ehmm, </em>makanya tak aneh kalau Menteri Perdagangan sempat dijuluki si tengkulak beras. Nah, beras yang sensasional itu akhirnya dilempar dan ditampung oleh Badan Urusan Logistik (Bulog).</p>
<p>Nah kalau yang kedua, masih ada kaitannya dengan beras. Berhubung ditampung di Bulog, ada sosok yang mengejutkan publik yang kini menjabat sebagai Direktur Utama Bulog. Ia adalah Budi Waseso.</p>
<p>Lah apa sensasionalnya sosok Budi Waseso? Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) ini perasaan biasa – biasa aja deh.</p>
<p>Palingan pernyataannya tentang sipir yang diganti dengan buaya doang deh yang bikin menggelegar.</p>
<p><em>Weeeeitsss, </em>nanti dulu dong. Kalau dicermati, Budi Waseso dari ngurus narkotika kini melompat jauh mengurusi urusan logistik. Pertanyaan dasarnya, apakah Budi Waseso bisa menanganinya? Stabilitas harga, persediaan? Bisa ga ya?</p>
<p>Tapi harusnya sih layak, kan Budi Waseso udah lolos seleksi yang langsung dipimpin Presiden Jokowi, <em>weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Nah loh, kok masyarakat agak keanehan gitu ya mendengar Bulog di bawah kepemimpinan Budi Waseso mau mengeluarkan kebijakan.</p>
<p>Lah emang kebijakannya apaan? Kata Budi Waseso sih, ia akan mengeluarkan produk beras dalam bentuk kemasan 200 gram yang dijual Rp 2.000. Alasannya sih, supaya ga memberatkan masyarakat karena kenaikan harga.</p>
<p><em>Woailaaah, </em>kalau kemasannya gimana kek ya sama aja. Namanya juga beras naik perkilogram, ya otomatis beras kemasan ala Budi Waseso juga sudah pasti naik, masa engga? <em>Hadeuuuhh.</em></p>
<p>Intinya sih, kebijakan awal Budi Waseso itu terkesan lucu dan menggelikan. Ga ngebayangin kalau beras dijual <em>sachetan, </em>kalau mau beli sekilogram ribet dong nanti jadi ada berapa kemasan, <em>ahhh syudahhlah. </em></p>
<p>Solusi Budi Waseso kayaknya kurang tepat, bikin ribet malahan, <em>weleeeh weleeeeh. </em>Tapi kalau sudah lolos seleksi dari Jokowi, masyarakat mau bilang apa?</p>
<p><em>Weeeittss, </em>makanya kalau kata penulis dari Inggris, Gilbert Keith Chesterton, persoalan ini bukan dia tidak bisa menemukan solusi, tapi karena dia tak mampu memahami masalah.</p>
<p>Nah loh, kalau begitu mending Dirut Bulog pelajari dulu deh tugas, fungsi dan wewenang Bulog, supaya solusi yang ditawarkan bisa tepat. Sepakat? (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/05/buwas-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
