<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Bambang Soesatyo Ketua DPR RI &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/bambang-soesatyo-ketua-dpr-ri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Aug 2019 10:38:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Bambang Soesatyo Ketua DPR RI &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Anak Politisi ‘Magang’ di DPRD DKI</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/anak-politisi-magang-di-dprd-dki/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Aug 2019 00:00:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Abraham Lunggana]]></category>
		<category><![CDATA[Bambang Soesatyo Ketua DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD DKI Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua MPR Zulkifli Hasan]]></category>
		<category><![CDATA[Surya Paloh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=63910</guid>

					<description><![CDATA[“Seorang politisi berpikir tentang pemilihan berikutnya. Seorang negarawan, dari generasi berikutnya,” – James Freeman Clarke PinterPolitik.com Raut wajah merona yang dibalut dengan pakaian rapi yang tersemat lencana emas, berjalan melenggang ke DPRD DKI Jakarta. Gagah betul terlihatnya ya, wakil rakyat, wakil rakyat. Sebahagia itukah terpilih jadi wakil rakyat? ehmm, yaiyalah sudah berkeringat lelah berjuang di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Seorang politisi berpikir tentang pemilihan berikutnya. Seorang negarawan, dari generasi berikutnya,” – James Freeman Clarke</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">R</span>aut wajah merona yang dibalut dengan pakaian rapi yang tersemat lencana emas, berjalan melenggang ke DPRD DKI Jakarta. Gagah betul terlihatnya ya, wakil rakyat, wakil rakyat.</p>
<p>Sebahagia itukah terpilih jadi wakil rakyat? <em>ehmm</em>, <em>yaiyalah</em> sudah berkeringat lelah berjuang di Pileg 2019, masa gak bahagia? <em>weleeeh weleeeeh</em>, apalagi bagi caleg yang udah habis-habisan, <em>duuhh</em> pasti ini saat yang ditunggu-tunggu.</p>
<p>Dari 106 anggota DPRD DKI Jakarta yang baru saja dilantik, ternyata ada empat orang yang membuat kening kita mengkerut. Apa mereka yakin jadi anggota DPRD DKI? <em>Ehmm</em>, yakin gak ya? Percaya gak percaya sih, <em>heleeehh.</em></p>
<p>Empat orang itu ialah anak politisi tersohor di negeri ini, bahkan tak tanggung-tanggung, mereka adalah anak Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, anak Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, anak Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana dan keponakan Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh.</p>
<p><em>Wowww</em>, luar biasa ya, <em>ehmmm</em>. Gak salah tuh, mereka bukan lagi &#8216;magang&#8217;  dan coba- coba jadi politisi kan? <em>Weleeeh weeleeeh.</em></p>
<p>Kalo melihat empat orang ini, jadi ngebayangin pas masa kecil mereka ditanya sama tetangga sebelah, adik kecil kamu kalau sudah besar cita-citanya apa? Serempak mereka menjawab, politisi dong, tepok jidat <em>deh</em>, <em>weleeeh weleeeeh</em>.  <em>Ehmm</em>, begitu menjanjikannya masa depan para politisi ya, <em>heleeeehh</em>.</p>
<p>Kalau kata James Freeman Clarke, para politisi tersohor itu sukses menjadikan dirinya negarawan karena memikirkan generasi setelahnya, <em>weeeiittsss, </em>tapi regenerasi itu berasal dari keluarganya sendiri gitu? <em>Weleeeh weleeeh. </em></p>
<p>Kalo mau belajar politik sama bapaknya aja di rumah, lebih afdol kan daripada ‘coba-coba’ jadi wakil rakyat nanti mentalnya belum siap lagi, atau gak ngerti lagi mau ngapain, <em>hadeuuhh </em>kalo gak ngerti nanti di rumah nanya bapak aja, gampang kan? <em>Weleeh weleeeh.</em></p>
<p>Bila melihat anak dan keponakannya dilantik jadi wakil rakyat, apa yang dirasakan para politisi tersohor itu ya?</p>
<p><em>Ehmmm, </em>tentu merasa Bapaknya merasa bangga melihat anaknya jadi wakil rakyat, sambil berteriak kencang, <em>hey hey hey</em> anak saya jadi wakil rakyat <em>nih</em>, anak saya wakil rakyat nih, dia tahu yang enak yang mana, dia ikuti jejak bapaknya, <em>weleeeh weeeehhh.</em>.</p>
<p><em>Heleehhh</em>, gimana kalau misalnya u mereka adalah wakil keluarga, bukan wakil rakyat? Emang kalo bukan ‘titisan’ politisi tersohor, mereka yakin bisa jadi wakil rakyat? <em>Weleeeh weleeeh. </em>Jadi politisi ‘magang’ aja belum tentu, <em>heleeeh. </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/08/Pelantikan-DPRD-DKI-Jakarta-2019-2024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bamsoet Terpaksa &#8216;Disetnovkan&#8217;</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/bamsoet-terpaksa-disetnovkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Feb 2018 11:07:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Bambang Soesatyo Ketua DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Golkar]]></category>
		<category><![CDATA[Setya Novanto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=22495</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Jika kegagalan adalah sukses yang tertunda, berarti bisa kita harapkan kebohongan adalah jujur yang tertunda. Mengapa kalian pesimistis?&#8221; PinterPolitik.com [dropcap]K[/dropcap]etua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Bambang Soesatyo memiliki catatan sejarah yang tak jauh berbeda dengan Setya Novanto, alias keduanya memiliki kemiripan yang identik. Bahkan, dalam beberapa kesempatan Bambang Soesatyo a.k.a Bamsoet bernasib sama seperti Setya Novanto. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4 class="fbquote"><em><strong>&#8220;Jika kegagalan adalah sukses yang tertunda, berarti bisa kita harapkan kebohongan adalah jujur yang tertunda. Mengapa kalian pesimistis?&#8221;</strong></em></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]K[/dropcap]etua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Bambang Soesatyo memiliki catatan sejarah yang tak jauh berbeda dengan Setya Novanto, alias keduanya memiliki kemiripan yang identik.</p>
<p>Bahkan, dalam beberapa kesempatan Bambang Soesatyo a.k.a Bamsoet bernasib sama seperti Setya Novanto.</p>
<p><em>Waduhhhhh</em>, memangnya Bamsoet itu punya drama seperti Setya Novanto? <em>Ahhhh syudaahhlah.</em> Coba apakah Bamsoet punya drama Bakpau? Tiang listrik? Atau rumah sakit? Bamsoet familiar ga dengan tiga istilah itu?</p>
<p><em>Weleeeeh weleeeeeh</em>, ga disangka – sangka Bamsoet punya nasib sama seperti Setya Novanto. <em>Hmmm, </em>kalau gitu mah ngapain jadi pengganti Setya Novanto, <em>hadeuuuhhh.</em></p>
<p>Bila Bamsoet itu punya nasib sama seperti Setya Novanto, apakah nasibnya akan berujung pada pemakzulan? Ujung – ujungnya harus ganti lagi, ganti lagi. <em>Hufffft. </em>Sudah dapet piala ini mah, karena rekor Ketua DPR terbanyak dalam satu periode, <em>weleeeh weleeeh.</em></p>
<p><em>Woailaaaahhh</em>, kalau sama saja seperti Setya Novanto ngapain juga sih Partai Golkar itu memilih Bamsoet. <em>Ahhhh</em> setipe, <em>weleeeeh weleeeeh</em>.</p>
<p>Mumpung sekarang Partai Golkar lagi punya slogan #GolkarBersih, nah seharusnya bisa dong membuktikan si Beringin lagi berbenah. Buktinya sih gampang, misalkan saat mendistribusikan kader potensial dan bersih ke jabatan strategis termasuk Ketua DPR.</p>
<p>Kalau Setya Novanto itu dijiplak oleh Bamsoet ya berarti sama aja dong, ga ada bedanya. <em>Ahhh syudaaaahlah</em>. Mungkin partai politik harus dimaklumin kali ya, karena nyanyian – nyanyian wacananya hanya <em>mentok</em> untuk membangun narasi aja ya. Direalisasikan mah engga kan?</p>
<p>Mau bagaimana lagi? Sudah terlanjur kan? Lagipula periodisasinya pun hampir tuntas.</p>
<p><em>Etttt</em>, sebentar deh. Memangnya apa yang menjadi kemiripan identik antara Bamsoet dan Setya Novanto? Mereka kembar identik? <em>Hadeuuuhhh</em> engga lah.</p>
<p><em>Woailaaaah</em>, ternyata <em>eh</em> ternyata, kemiripan keduanya itu terletak pada sama – sama diangkatnya menjadi keluarga besar organisasi massa (ormas).</p>
<p>Kalau Setya Novanto diangkat jadi keluarga Nahdliyin atau Nadhatul Ulama (NU), sementara Bamsoet diangkat menjadi keluarga Muhammadiyah.</p>
<p><em>Hadeuuuhh</em>, begitu doang sih ga ngaruh ke kinerja Ketua DPR ya, <em>wadezziiigggg</em>. (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/02/bamsoet-dan-setnov-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bamsoet ‘Lenyapkan’ Fadli</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/bamsoet-lenyapkan-fadli/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Feb 2018 10:11:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Bambang Soesatyo Ketua DPR RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=21849</guid>

					<description><![CDATA[“Tak ada musuh abadi, tak punya teman sejati. Yang ada hanya kepentingan, ada yang menjadi hobi pakai cara tak terpuji. Waspadai politik adu domba yang akan merusak kita.” ~ Tony Q PinterPolitik.com [dropcap]K[/dropcap]etua DPR Bambang Soesatyo a.k.a Bamsoet berpidato dalam penutupan masa sidang di Sidang Paripurna DPR. Namun, Bamsoet menampilkan sesuatu yang berbeda dari kebiasaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Tak ada musuh abadi, tak punya teman sejati. Yang ada hanya kepentingan, ada yang menjadi hobi pakai cara tak terpuji. Waspadai politik adu domba yang akan merusak kita.” ~ Tony Q</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]K[/dropcap]etua DPR Bambang Soesatyo a.k.a Bamsoet berpidato dalam penutupan masa sidang di Sidang Paripurna DPR. Namun, Bamsoet menampilkan sesuatu yang berbeda dari kebiasaan Ketua DPR lainnya.</p>
<p>Bamsoet melakukan sesuatu yang membuatnya seolah akan ‘melenyapkan’ Fadli Zon, Wakil Ketua DPR. <em>Weleeeh weleeeh, </em>hal ini apakah diakibatkan oleh keinginan Fadli untuk menjadi Ketua DPR? <em>Waduh ngeri</em> banget tuh.</p>
<p>Kan tahu sendiri, Fadli Zon udah berapa kali selalu jadi Plt Ketua DPR, tapi menjadi Ketua DPR sepenuhnya belum pernah, <em>hmmm </em>kalau benar begitu ngeri juga ya.</p>
<p>Saat Bamsoet merasa posisinya terancam, Bamsoet mulai ‘melenyapkan’ Fadli. <em>Wedeewwww, hayooloh</em> mulai tidak harmonis ya? <em>Ahhh syudahhhlah. </em></p>
<p>Biar pimpinan DPR itu ada dinamikanya juga, kan sedari awal antar pimpinan itu adem ayem aja, nah di penghujung periode ini biar ada ceritanya gitu, <em>weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Sebelumnya, pasca Setya Novanto digulingkan dari Ketua DPR akibat tersangkut kasus korupsi KTP-el, sempat ada keraguan apakah pengganti Setya Novanto itu bisa ‘mengkondisikan’ para Wakil Ketua DPR yang terkenal dengan kekuatan dan sensasinya.</p>
<p><em>Weleeeeh weleeeeh, </em>munculnya Bamsoet sebagai pengganti Setnov pun mulai dibicarakan. Apakah para Wakil Ketua DPR itu akan jadi mitra Bamsoet yang baik atau justru jadi penggoyang yang menyerang? <em>Wedeeww.</em></p>
<p>Sebenarnya. Bamsoet sudah mengantisipasi potensi ‘goyang’ yang akan terjadi. Maka ia sudah dua kali mengumpulkan para pimpinan DPR dan pimpinan fraksi di ruang kerjanya. <em>Kok </em>Fadli Zon ga dikondisikan sih?</p>
<p><em>Hadeuuuuhhh</em>, wajar juga sih Bamsoet kesusahan kendalikan Fadli, sekelas Prabowo aja ngaku ga bisa, <em>weleeeh weleeeh.</em></p>
<p><em>Etttt </em>tunggu dulu deh, ternyata <em>eh</em> ternyata nih. Bamsoet itu tidak melenyapkan Fadli loh, tapi Bamsoet hanya ingin menyaingi Fadli sebagai seorang penyair. <em>Heuuuuhhhh</em>, kirain beneran, <em>weeewww.</em></p>
<p>Berhubung Bamsoet tak bakat membuat puisi, Bamsoet akhirnya hanya bisa membuat pantun, <em>weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Makanya coba belajar dari Fadli, siapa tau akan muncul duet pujangga pimpinan DPR, <em>weleeeh weleeh. </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/02/Fadli-dan-Bamsoet-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bamsoet Hakim Kejam</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/bamsoet-hakim-kejam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Feb 2018 11:55:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Bambang Soesatyo Ketua DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Narkoba]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=21686</guid>

					<description><![CDATA[“Menunggu wakil rakyat yang sadar posisi untuk berbakti, tak gampang mabuk jabatan dan materi.” PinterPolitik.com [dropcap]K[/dropcap]etua DPR, Bambang Soesatyo a.k.a Bamsoet memunculkan bakatnya sebagai hakim. Bukan seperti hakim biasanya, Bamsoet menjadi hakim yang amat kejam kepada para pelaku kejahatan. Pasalnya, saat Bamsoet menjadi hakim ia dinilai akan menjadi hakim yang tegas dan kejam. Hmmm, cocoklah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Menunggu wakil rakyat yang sadar posisi untuk berbakti, tak gampang mabuk jabatan dan materi.”</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]K[/dropcap]etua DPR, Bambang Soesatyo a.k.a Bamsoet memunculkan bakatnya sebagai hakim. Bukan seperti hakim biasanya, Bamsoet menjadi hakim yang amat kejam kepada para pelaku kejahatan.</p>
<p>Pasalnya, saat Bamsoet menjadi hakim ia dinilai akan menjadi hakim yang tegas dan kejam. <em>Hmmm</em>, cocoklah untuk memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan.</p>
<p>Hal ini terbukti pada pengungkapan kasus narkoba satu ton sabu. Bamsoet dengan lantang mengatakan untuk menghukum mati bandar Narkoba itu.<em> Wedeeewww</em>, tanpa melalui persidangan, Bamsoet langsung menjadi hakim terhadap bandar itu, <em>weeleeeeeh weleeeeeh</em> sadissss.</p>
<p>Punya bakat terpendam menjadi hakim, apakah Bamsoet bersedia berhenti menjadi Ketua DPR? <em>Hmmm</em>, ternyata Bamsoet takkan rela melepaskan jabatannya sebagai Ketua DPR. <em>Upppsss</em>, terlalu nyaman ya jadi Ketua DPR? <em>Weleeeeh weleeeeh.</em></p>
<p>Ternyata <em>eh</em> ternyata, Bamsoet itu tidak dalam arti sebenarnya menjadi hakim terhadap bandar Narkoba. Namun, penghakiman itu hanya bentuk kekesalan Bamsoet kepada para bandar Narkoba yang terus nekat menyelundup barang haram tersebut ke Indonesia.</p>
<p>Oh seperti itu ternyata, Bamsoet sangat senang dan mengapresiasi langkah Badan Narkotika nasional (BNN) yang berhasil menciduk penyelundupan narkoba melalui jalur laut.</p>
<p>Bamsoet juga tak mengenal toleransi kepada para bandar dan pengedar Narkoba. <em>Weleeeeh weleeeeh</em>, tak di kasih ampun ya Pak, <em>uhuuuuy</em> galak bener dah <em>wkwkwk</em>.</p>
<p>Tapi apakah Bamsoet itu bisa bersikap galak seperti ini, bila Narkoba juga menjangkit para anggota DPR? <em>Hmmm,</em> rasanya Bamsoet ga bakal segalak itu deh pas anggota DPR mau di tes urine.</p>
<p><em>Nah loh</em>, <em>kok</em> ga galak sih Bamsoet ke anggota DPR? Kalau bener – bener niat jadi hakim yang kejam bagi para pengedar, bandar dan penyalahguna narkoba, seharusnya sih mendukung kalau anggota DPR itu melakukan tes urine.</p>
<p><em>Hmmm</em>, rasanya Bamsoet agak pilih kasih ya? Katanya tidak ada toleransi bila berkaitan dengan Narkoba, <em>ahhh syudahhlahhh</em>, kalau begini sih tetep aja Bamsoet ga bisa galak sama anggota DPR.</p>
<p>Bukan prasangka buruk untuk jatuhkan marwah DPR, tapi seharusnya lewat tes urine itu komitmen Bamsoet berantas Narkoba bisa segalak kayak tenggelamkan kapal penyelundup Narkoba dan hukum mati bandar Narkoba.</p>
<p>Bamsoet mau menjaga marwah DPR atau melindungi pecandu? <em>Weleeeeeh weleeeh.</em> (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/02/Bamsoet-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bamsoet – Pimpinan Fraksi ‘Bersekongkol’?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/bamsoet-pimpinan-fraksi-bersekongkol/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Jan 2018 11:42:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Bambang Soesatyo Ketua DPR RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=20886</guid>

					<description><![CDATA[“Teori konspirasi hanya dicetuskan oleh orang-orang yang putus asa pada proses pencarian kebenaran.” ~ Eep Saefulloh Fatah PinterPolitik.com [dropcap]K[/dropcap]etua DPR, Bambang Soesatyo a.k.a Bamsoet kembali mengumpulkan para pimpinan fraksi di ruang kerjanya. Weeeww! Apa kepemimpinan Bamsoet itu bisa membuat para fraksi jadi ‘penurut’? Pasti para pimpinan fraksi itu ngerasa ada yang berbeda ya, antara kepemimpinan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Teori konspirasi hanya dicetuskan oleh orang-orang yang putus asa pada proses pencarian kebenaran.” ~ Eep Saefulloh Fatah</em></strong></h4>
<hr>
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]K[/dropcap]etua DPR, Bambang Soesatyo a.k.a Bamsoet kembali mengumpulkan para pimpinan fraksi di ruang kerjanya. <em>Weeeww! </em>Apa kepemimpinan Bamsoet itu bisa membuat para fraksi jadi ‘penurut’?</p>
<p>Pasti para pimpinan fraksi itu ngerasa ada yang berbeda ya, antara kepemimpinan Ketua DPR Bamsoet dengan yang sebelumnya, Setya Novanto. Ah, jadi keinget lagi ya sama drama – dramanya, <em>weleeeeh weeleeeeh.</em></p>
<p>Tapi yang jelas sih, tak mungkin tanpa alasan. Masa iya para Ketua Fraksi itu mau hadir kalau agendanya tidak jelas,&nbsp;<em>weleeeeh weleeeeh. </em>Memangnya tak ada kegiatan lain yang lebih penting apa? <em>Weeeoowwww!</em></p>
<p>Dalam pertemuan sebelumnya, Bamsoet juga mengumpulkan para pimpinan fraksi untuk membahas mengenai penambahan kursi pimpinan DPR untuk PDI Perjuangan. Oh Partai Banteng mau juga toh dapet kursi, <em>weleeeh weleeeh. </em></p>
<p>Pantesan kemaren sibuk ungkit – ungkit pernyataan Bamsoet yang akan mengakomodir PDI Perjuangan di kursi pimpinan DPR. Segitunya deh, wkwkwk.</p>
<p>Lah kalau sekarang, agenda Bamsoet mengumpulkan para pimpinan fraksi buat apalagi? <em>Weleeeeeh weeeleeeeeh. </em>Sekali lagi, tak mungkin tanpa alasan dong.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="en">
<p dir="ltr" lang="in">Pimpinan Fraksi Kumpul Lagi di Ruangan Bamsoet <a href="https://t.co/Jc1GmKhwcQ">https://t.co/Jc1GmKhwcQ</a></p>
<p>— RILIS.ID (@RILISonline) <a href="https://twitter.com/RILISonline/status/958332643082301440?ref_src=twsrc%5Etfw">January 30, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async="" src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Kabar – kaburnya sih, katanya untuk menyamakan pandangan diantara satu fraksi dengan fraksi yang lain, <em>weleeeeh weleeeh. </em>Cara membuat pandangan itu menjadi sama gimana ya Pak Bamsoet?</p>
<p>Contohnya aja nih, antara Presiden PKS dan Fahri aja beda pandangan, padahal sama – sama dari PKS, apalagi kalau lintas partai, pasti lebih susah kan? <em>weleeeeh weleeeeh. </em></p>
<p>Perbedaan pandangan kan sudah biasa di DPR apalagi berbicara sikap partai – partai tentang pembahasan RUU tertentu. Nah kalau pembahasan RUU mentok, Bamsoet sebagai Ketua DPR bisa selesaikan ga nih?</p>
<p>Lah kalau begini, Ketua DPR jadi mediator dong dikala pembahasan sudah mentok wkwkwk. Nambah lagi aja tugasmu Pak Bamsoet, <em>weleeeeh weleeeeh. </em></p>
<p>Berarti RUU yang masih mandeg atau yang cenderung tak menemui titik terang, kasih tahu aja ke Bamsoet biar semuanya diselesaikan dengan cara jamuan makan siang di ruang kerjanya, <em>weleeeeh weleeeeh.</em></p>
<p>Jadi, apa persekongkolan selanjutnya antara Bamsoet dan pimpinan fraksi? &nbsp;(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/Bamsoet-dan-pimpinan-fraksi-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Lulung – Bamsoet &#8216;Juragan Kembar&#8217;</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/lulung-bamsoet-juragan-kembar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Jan 2018 10:39:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Abraham Lunggana]]></category>
		<category><![CDATA[Bambang Soesatyo Ketua DPR RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=20563</guid>

					<description><![CDATA[“Untuk berkuasa hanya diperlukan tindakan, sedang untuk menjadi baik diperlukan kebiasaan &#8212; proses yang tak putus-putusnya.” ~ Goenawan Mohamad PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]asca terpilihnya Bambang Soesatyo (Bamsoet) sebagai Ketua DPR menimbulkan kontroversi. Riuh rendahnya bukan tentang alasan dan bagaimana proses pemilihannya. Bukan juga tentang adanya keraguan kapasitas Bamsoet. Namun, justru yang menjadi kontroversinya ialah kekayaan dan koleksi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Untuk berkuasa hanya diperlukan tindakan, sedang untuk menjadi baik diperlukan kebiasaan &#8212; proses yang tak putus-putusnya.” ~ Goenawan Mohamad</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]asca terpilihnya Bambang Soesatyo (Bamsoet) sebagai Ketua DPR menimbulkan kontroversi.</p>
<p>Riuh rendahnya bukan tentang alasan dan bagaimana proses pemilihannya. Bukan juga tentang adanya keraguan kapasitas Bamsoet.</p>
<p>Namun, justru yang menjadi kontroversinya ialah kekayaan dan koleksi mobil mewahnya.</p>
<p>Mantan Ketua Komisi III DPR ini sebenarnya memang pernah jadi sorotan publik akibat gaya parlentenya, <em>weleeeeh weleeeeh.</em></p>
<p>Nah semenjak terpilih sebagai Ketua DPR, sorotan publik kembali pada Bamsoet terlihat <em>nyentrik</em>, terutama kepemilikan mobil Ferrari berwarna merah bernomor polisi B 1 RED.</p>
<p><em>Etttt,</em> tapi ada yang aneh dari Ferrari Ketua DPR ini, usut punya usut setelah ditelusuri justru bukan atasnama Bamsoet, namun orang lain. <em>Waduh</em>, masa Bamsoet pura-pura punya mobil itu sih? Kan ga mungkin, <em>weleeeeh weleeeeh.</em></p>
<p>Setelah dipastikan kepemilikannya, Ferrari bernomor polisi B 1 RED itu ternyata milik Andi Firmansyah, mantan anak buah Abraham Lunggana alias Haji Lulung.</p>
<p><em>Weeedeewww</em>, anak buahnya Haji Lulung aja beli mobil mewahnya Ketua DPR? Apalagi Haji Lulung ya, beli selusin sih persoalan gampang kali ya, <em>weleeeeh weleeeh</em>.</p>
<p>Gara-gara Ferrari itulah keterkaitan antara Bamsoet dan Haji Lulung mulai terlihat. Tapi saat ditelusuri ternyata dua tokoh ini memiliki kemiripan yang identik. Ah, masa sih?</p>
<p>Kemiripan yang pertama sih keduanya merupakan anggota parlemen, ya walau Haji Lulung di DPRD DKI sedangkan Bamsoet di DPR RI.</p>
<p>Kedua, Bamsoet dan Haji Lulung gemar sekali pamer mobil mewahnya. <em>Weleeeeh weleeeh. </em>Ajarin dong Pak Bamsoet dan Haji Lulung. Ajarin apa, nyari duit ya? Bukan, ajarin dong gimana sih caranya pamer kaya gitu, <em>weleeeeh weleeeeh.</em></p>
<p>Nah kalau yang ketiga ini tak patut dicontoh nih, Bamsoet dan Haji Lulung enggan menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke KPK.</p>
<p>Kenapa sih? Hmmm, ini takut ketahuan total kekayaannya ya?</p>
<p>Apa mereka berdua tak mau dinilai sombong sama masyarakat? Bukan tak mau melapor, tapi karena total kekayaannya yang sulit dihitung? Atau jangan-jangan, mereka takut didatengin petugas pajak? <em>Weleeeeh weleeeh, ampuuunnnn</em>. (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/Lulung-dan-Bamsoet-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bamsoet ‘Alergi’ KPK?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/bamsoet-alergi-kpk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jan 2018 08:53:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Bambang Soesatyo Ketua DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[LHKPN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=20410</guid>

					<description><![CDATA[“Anda akan dikritik orang ketika melakukan sesuatu. Anda juga akan dikritik ketika tidak melakukan sesuatu. Jadi, lakukan saja apa yang menurut Anda benar.” ~ Eleanor Roosevelt PinterPolitik.com [dropcap]K[/dropcap]omisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selalu menjadi sasaran serang berbagai pihak yang ‘alergi’ dengan KPK, mungkin adanya KPK itu mengusik kenyamanan pihak tertentu. Bentuk agresinya itu bisa saja dimulai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Anda akan dikritik orang ketika melakukan sesuatu. Anda juga akan dikritik ketika tidak melakukan sesuatu. Jadi, lakukan saja apa yang menurut Anda benar.” ~ Eleanor Roosevelt</em></strong></h4>
<hr />
<p><strong><span style="color: #ccdb00;">PinterPolitik.com</span></strong></p>
<p>[dropcap]K[/dropcap]omisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selalu menjadi sasaran serang berbagai pihak yang ‘alergi’ dengan KPK, mungkin adanya KPK itu mengusik kenyamanan pihak tertentu.</p>
<p>Bentuk agresinya itu bisa saja dimulai dari pembangunan narasi pelemahan sampai pembubaran lembaga anti rasuah.</p>
<p>Apakah KPK gentar mendapat tekanan dan serangan? Tentu, KPK telah terlatih untuk tetap berdiri dengan kepala tegak dan tak khawatir dalam menegakkan kebenaran yang sejati.</p>
<p>Tapi kalau mau mencari tahu, para politikus lah yang biasanya khawatir dengan tingkah KPK. Apalagi sadap menyadap sudah diizinkan. Jadi bagi politikus yang suka ‘bermain’ aneh – aneh, wajib hukumnya hati – hati.</p>
<p>‘Mata elang’ sedang mengintai, tapi kalau politikusnya ga macem-macem sih santai aja, <em>weleeeeh weleeeeh.</em></p>
<p>Alerginya politikus terhadap KPK tentu beralasan, entah dari menutupi sesuatu yang belum diketahui publik tentang kekayaan, atau bisa juga sedang terlibat dalam berbagai proyek korup, <em>weleeeeh weleeeeh</em>.</p>
<p>Bicara tentang politikus yang menjadi sasaran KPK, saat itu Setya Novanto sebagai Ketua DPR terlihat sangat alergi dengan KPK, karenanya ia selalu menghindar dan menghilang. Tapi akhirnya, ia berhasil dipenjara karena kasus korupsi KTP-el.</p>
<p>Jadi, pasca pergantian Ketua DPR ke Bambang Soesatyo (Bamsoet), KPK pun menyarankan agar Bamsoet tidak sama alerginya dengan mereka. Tapi kok Bamsoet kayaknya ikut-ikutan alergi juga ya? Jangan-jangan alergi itu menular dari Setya Novanto?</p>
<p>Memangnya Bamsoet terjerat kasus ya? Kok bisa sih lolos jadi Ketua DPR?</p>
<p><em>Etttt</em> sabar, sabar, terlibat kasus korupsi sih engga kayaknya dan rekam jejaknya juga mulus-mulus aja. Tapi, Bamsoet itu alergi untuk memperbarui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) setelah dilantik jadi Ketua DPR.</p>
<p>Karena katanya, saat menjabat di posisi yang baru, seluruh politikus harus kembali memperbarui LHKPN. Nah, Bamsoet belum memperbaruinya juga tuh. Alergi ya? Emang apa sih yang dikhawatirkan Bamsoet, sampe dia alergi memperbarui LHKPN gitu?</p>
<p>Kalau berprasangka baik sih, bukannya ga mau, tapi Bamsoet konon masih harus <em>ngitungin</em> lagi hartanya &#8211; yang katanya &#8211; mencapai Rp 62 miliar lebih itu. Jadi KPK harus sabar ya, kan siapa tahu alerginya bisa sembuh, <em>weleeeeh weleeeh.</em> (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/Basaria-Pandjaitan-Wakil-Ketua-KPK-dan-Bambang-Soesatyo-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bamsoet, Politikus Tahan Banting?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/bamsoet-politikus-tahan-banting/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jan 2018 06:43:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Bambang Soesatyo Ketua DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Bamseot Harus Sabar]]></category>
		<category><![CDATA[DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Golkar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=20311</guid>

					<description><![CDATA[“Kesabaran itu pasti mengalahkan hari yang terberat sekalipun. Hanya yang kurang bersyukur yang kalah. Hanya yang kurang mengerti yang putus asa.” PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]asca dilantik sebagai Ketua DPR, Bambang Soesatyo a.k.a Bamsoet mempersilahkan semua pihak untuk ‘menguliti’ dirinya, sehingga masyarakat dapat mengenal sosok politikus Partai Golkar ini sebagai mana adanya. Berawal dari rekam jejaknya sebagai politikus [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Kesabaran itu pasti mengalahkan hari yang terberat sekalipun. Hanya yang kurang bersyukur yang kalah. Hanya yang kurang mengerti yang putus asa.”</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]asca dilantik sebagai Ketua DPR, Bambang Soesatyo a.k.a Bamsoet mempersilahkan semua pihak untuk ‘menguliti’ dirinya, sehingga masyarakat dapat mengenal sosok politikus Partai Golkar ini sebagai mana adanya.</p>
<p>Berawal dari rekam jejaknya sebagai politikus sampai koleksi mobil mewah. Tak hanya ‘menguliti’ dari permukaan saja, bahkan ada pihak yang langsung mengecek kepemilikan mobil mewah Bamsoet yang menggunakan nama orang lain.</p>
<p><em>Weeeeewww. </em>Sampe ada yang datengin lokasi nama yang tercantum di STNK. <em>Waduh,</em> luar biasa sekali keponya ya.</p>
<p><em>Weleeeeeh weleeeeh</em>, sampai segitunya ya. Mungkin hikmahnya, dengan begitu masyarakat ga akan &#8220;tertipu&#8221; dengan ulah Ketua DPR sebelumnya kali ya.</p>
<p>Kalau udah dikulitin dari awal kan, masyarakat jadi tahu betul sosok Ketua DPR yang sekarang itu kayak gimana. Daripada masyarakat menelan rasa kecewa lagi kan, <em>ahahahay weleeeeh weleeeh.</em></p>
<p>Tapi, Bamsoet juga harus menerima dengan tangan terbuka kalau adanya cibiran masyarakat dengan gaya parlentenya itu.</p>
<p>Wajarlah ya, namanya juga pejabat, katanya kan harus menjadikan kritik sebagai &#8220;kue kegemaran&#8221;, <em>weleeeeh weleeeeh. </em></p>
<p>Jangan pernah bosan untuk menerima kritik ya Pak. Sabar dan tabah, ya namanya juga konsekuensi logis jadi pejabat. Tapi lama – kelamaan, Bamsoet akhirnya geram juga. Pejabat sih pejabat, tapi kesabaran kan ada batasnya. <em>Weleeeh weleeeeh.</em></p>
<p>Sebagai toleransi, Bamsoet pun mempersilahkan kepada siapapun yang ingin menguliti dirinya, tapi hanya dalam kurun waktu sepekan ini saja. Sehabis itu, biarkan Bamsoet fokus dengan pekerjaannya.</p>
<p>Tapi sayangnya, cibiran dan penghakiman terus menyerbu Bamsoet lebih dari sepekan. Terutama tentang kepemilikan mobil mewahnya itu. <em>Hmm</em>, namanya juga warganet, <em>weleeeh weleeeh. </em></p>
<p>Lagian Bamsoet lucu sih, masa nyuruh masyarakat <em>ngulitin</em> dirinya cuma seminggu doang. Ya kalau mau jadi pejabat publik, apalagi Ketua DPR, ya harus mampu menahan sabar sampai akhir masa jabatannya dong. Selama itulah ia akan terus menerus dikulitin. <em>Weleeeeh weleeeeh. </em></p>
<p>Itu baru namanya jadi politikus yang tangguh. Kecuali, kalau Bamsoet juga mau sementara jadi Ketua DPR. Baru deh gapapa, dikulitinnya sebentar aja.</p>
<p>Mungkin juga karena masyarakat terlalu khawatir dan ingin tahu, sosok seperti apa sih pengganti Setya Novanto. Lebih baik, atau jangan-jangan sama aja? Jadi jangan risih dan baper ya Pak Bamsoet, <em>weleeeh weleeeh</em>. (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/bambang-soesatyo_3.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sumbang Gaji, Bamsoet Dermawan?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/sumbang-gaji-bamsoet-dermawan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K32]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jan 2018 05:32:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Bambang Soesatyo Ketua DPR RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=20315</guid>

					<description><![CDATA[Ketua DPR Bambang Soesatyo berencana menyumbangkan seluruh gaji untuk para penderita gizi buruk dan wabah campak di Asmat. Wow, dermawan banget. PinterPolitik.com [dropcap]W[/dropcap]abah campak dan kasus gizi buruk yang menimpa anak-anak Asmat, Papua sungguh memprihatinkan. Katanya tanah Papua itu subur dan memiliki sumber daya alam yang melimpah, kok masih aja ada penderita gizi buruk dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Ketua DPR Bambang Soesatyo berencana menyumbangkan seluruh gaji untuk para penderita gizi buruk dan wabah campak di Asmat. <em>Wow, </em>dermawan <em>banget</em>.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb31;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]W[/dropcap]abah campak dan kasus gizi buruk yang menimpa anak-anak Asmat, Papua sungguh memprihatinkan. Katanya tanah Papua itu subur dan memiliki sumber daya alam yang melimpah, <em>kok </em>masih <em>aja </em>ada penderita gizi buruk dan wabah campak? Kalau sudah seperti ini, siapa yang mau disalahkan?</p>
<p>Masalah kesehatan yang menimpa anak-anak Asmat tersebut menimbulkan banyak tanggapan dari sejumlah kalangan. Salah satunya datang dari Ketua <em>De-pe-er </em>yang baru Bambang Soesatyo. Tak tanggung-tanggung, sosok yang akrab dipanggil Bamsoet ini berjanji akan menyumbangkan seluruh gajinya untuk para penderita campak dan gizi buruk di Asmat. <em>Beneran</em> ya Pak, ditunggu janjinya <em>lho.</em></p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Ketua DPR Sumbangkan Seluruh Gajinya Untuk KLB Asmat <a href="https://twitter.com/hashtag/bamsoet?src=hash&amp;ref_src=twsrc%5Etfw">#bamsoet</a> <a href="https://t.co/CnpF6fgQOZ">https://t.co/CnpF6fgQOZ</a></p>
<p>&mdash; RMOL.CO (@rmolco) <a href="https://twitter.com/rmolco/status/955283893950623744?ref_src=twsrc%5Etfw">January 22, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Sebagai Ketua <em>De-pe-er, </em>Pak Bamsoet melanjutkan sisa masa jabatan Setnov<em>. </em>Berarti selama 18 bulan ke depan, ia harus ‘merelakan’ gajinya berpindah tangan ke Papua. <em>Ya, nggak papa toh, </em>Pak. Bapak <em>kan </em>kaya raya, jadi kadang perlu sedikit beramal, asalkan ikhlas ya.</p>
<p><em>Hm, </em>penasaran <em>deh, </em>kira-kira gaji seorang ketua <em>De-pe-er </em>berapa <em>sih</em>?</p>
<p><strong>Penghasilan</strong></p>
<p>Gaji Pokok = Rp. 5.040.000</p>
<p>Tunjangan Istri (10% GP) = Rp. 504.000</p>
<p>Tunjangan Anak (2 anak x 2% GP) = Rp. 201.600</p>
<p>Uang Sidang/Paket = Rp. 2.000.000</p>
<p>Tunjangan jabatan = Rp. 18.900.000</p>
<p>Tunjangan Beras = Rp. 90.270</p>
<p>Tunjangan PPH Pasal 21 = Rp 2.699.813</p>
<p>Total penghasilan kotor = Rp 29.435.683</p>
<p><strong>Penerimaan lain-lain</strong></p>
<p>Tunjangan Kehormatan = Rp. 6.690.000</p>
<p>Tunjangan Komunikasi Intensif = Rp. 16.468.000</p>
<p>Tunjangan Peningkatan Fungsi Pengawasan dan Anggaran = Rp. 5.250.000</p>
<p>Bantuan Langganan Listrik dan Telepon = RP. 7.700.000</p>
<p>Asisten Anggota = Rp.2.250.000</p>
<p>Total penerimaan lain-lain = Rp. 38.358.000</p>
<p>Jika ditotal semuanya, Pak Bamsoet akan mendapatkan uang sekitar Rp. 67.793.683 per bulan. Memang jumlah tersebut belum termasuk dengan potongan pajak dan lain-lain, tapi nominalnya sungguh fantastis, bukan?</p>
<p>Nah, itu baru sebulan. Bagaimana jika dijumlahkan selama 18 bulan? <em>Hm, au ah, ucing ala uwe mikirinya.</em> Silahkan hitung sendiri aja ya, hehehe. Emang Pak Bamsoet rela <em>nyumbang segitu</em> setiap bulan ke Asmat atau hanya sekadar wacana? <strong>(K-32)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/bamsoet1.jpeg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bambang Soesatyo, Politikus Serba ‘Tiga’</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/bambang-soesatyo-politikus-serba-tiga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jan 2018 07:06:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Bambang Soesatyo Ketua DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Golkar]]></category>
		<category><![CDATA[Pelantikan Ketua DPR RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=19925</guid>

					<description><![CDATA[“Politikus adalah orang yang dengannya kita tak bersetuju. Tatkala kita bersetuju, dia adalah negarawan.” ~ David Llyold George PinterPolitik.com [dropcap]B[/dropcap]ambang Soesatyo, politikus Partai Golkar ini masih hangat diperbincangkan pasca pelantikannya sebagai Ketua DPR RI menggantikan koleganya, Setya Novanto yang tersangkut kasus korupsi KTP-el. Melenggangnya Bamsoet, sapaaan akrabnya, menghadirkan babak baru bagi Partai Golkar yang bereksperimen [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4 style="text-align: left;"><strong><em>“Politikus adalah orang yang dengannya kita tak bersetuju. Tatkala kita bersetuju, dia adalah negarawan.” ~ David Llyold George</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]B[/dropcap]ambang Soesatyo, politikus Partai Golkar ini masih hangat diperbincangkan pasca pelantikannya sebagai Ketua DPR RI menggantikan koleganya, Setya Novanto yang tersangkut kasus korupsi KTP-el.</p>
<p>Melenggangnya Bamsoet, sapaaan akrabnya, menghadirkan babak baru bagi Partai Golkar yang bereksperimen menaruh kader potensialnya di pucuk pimpinan parlemen Indonesia.</p>
<p>Namun, ada yang menarik dari Bamsoet. Bukan karena kemunculannya saja, tapi kehadirannya entah disengaja atau tidak, selalu memiliki konsep serba tiga. <em>Weleeeeh weleeeeh.</em></p>
<p>Pertama, Bamsoet sebelum menjadi Ketua DPR RI, ia menjabat sebagai Ketua Komisi III yang membidangi hukum, hak asasi manusia, dan keamanan. Ingat ya, tiga, <em>weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Bukan hanya itu, jabatan Ketua DPR RI yang diembannya kini pun merupakan jabatan orang ketiga di periode ini.</p>
<p>Diawali oleh Setya Novanto, lalu Ade Komarudin, dan kemudian Bamsoet sebagai Ketua DPR RI ketiga dalam kurun waktu satu periode dari Partai Golkar. Ingat juga nih ya, tiga, <em>weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Sementara itu, 15 Januari 2018 kemarin menjadi momentum bersejarah bagi Bamsoet, karena saat itulah pengambilan sumpah dan pelantikannya sebagai Ketua DPR RI yang baru. Tapi, unsur serba tiganya kembali muncul.</p>
<p>Munculnya unsur serba tiganya ini dari mana ya? <em>Etttt </em>ternyata Bamsoet harus mengulang tiga kali dalam pengambilan sumpah yang dilakukan oleh Ketua Mahkamah Agung (MA), Hatta Ali. <em>Weleeeeeh weleeeeh</em>. Ingat ya tiga, wkwkwk</p>
<p>Bamsoet sih bener-bener jadi politikus serba tiga nih, wkwkwk.<em> Ettt,</em> masih ada ternyata unsur serba tiganya. <em>Weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Dalam pidato pertamanya sebagai Ketua DPR RI yang berjudul Senayan Pelangi Indonesia, Bamsoet mengakhiri dengan salam tiga jari. <em>Hadeuuuh</em> tiga lagi dah. Apaan tuh artinya?</p>
<p>Salam tiga jari itu tentang tiga poin penting yang harus diperjuangkan Anggota DPR RI, yaitu lapangan kerja, sembako murah, dan rumah terjangkau.</p>
<p>Hmmm, sukses sekali ini sih namanya kalau jadi politikus serba tiga, <em>weleeeeh weleeeh. </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/Bambang-Soesatyo-1-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
