<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Balon Udara &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/balon-udara/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 May 2023 07:42:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Balon Udara &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tiongkok Kepo atau AS yang Lebay?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/cross-border/tiongkok-kepo-atau-as-yang-lebay/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R87]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Feb 2023 10:23:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cross Border]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Balon Udara]]></category>
		<category><![CDATA[Tiongkok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=124107</guid>

					<description><![CDATA[Peristiwa “melencengnya” jalur penerbangan balon udara Tiongkok ke wilayah udara Amerika Serikat (AS) membuat hubungan keduanya yang mulai membaik, kini kembali memanas. Apalagi AS memandang balon udara tersebut sebagai ancaman serius, yang dituduh sebagai upaya spionase Tiongkok, sehingga harus ditembak jatuh. Mungkinkah terdapat upaya propaganda AS di balik reaksi kerasnya terhadap balon udara Tiongkok? PinterPolitik.com [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Peristiwa “melencengnya” jalur penerbangan balon udara Tiongkok ke wilayah udara Amerika Serikat (AS) membuat hubungan keduanya yang mulai membaik, kini kembali memanas. Apalagi AS memandang balon udara tersebut sebagai ancaman serius, yang dituduh sebagai upaya spionase Tiongkok, sehingga harus ditembak jatuh. Mungkinkah terdapat upaya propaganda AS di balik reaksi kerasnya terhadap balon udara Tiongkok?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>PinterPolitik.com</strong></p>



<blockquote class="wp-block-quote has-text-align-center is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph"><strong>“Jika anda ingin kedamaian, bersiaplah untuk perang,” &#8211; Livius</strong></p>
</blockquote>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Dalam rentang waktu seminggu, publik Amerika Serikat (AS) dikejutkan dengan kemunculan sebuah balon yang sepintas terlihat seperti UFO atau benda aneh lainnya. Militer AS telah melakukan pemantauan sejak balon yang dicurigai sebagai alat spionase tersebut berada di wilayah Alaska, hingga akhirnya masuk ke Kanada dan wilayah udara daratan utama AS.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhirnya Tiongkok mengakui bahwa balon udara tersebut merupakan milik mereka. Tiongkok menyatakan balon tersebut hanya digunakan untuk kepentingan meteorologi, bukan spionase seperti yang dituduhkan AS. Tiongkok juga menambahkan, balon tersebut masuk ke wilayah udara AS karena ketidaksengajaan. Menurut mereka, balon tersebut hanya memiliki kemampuan terbang sendiri secara terbatas, sehingga tidak bisa dikendalikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Balon dengan diameter sekitar 90 kaki itu akhirnya ditembak jatuh oleh Angkatan Udara AS (USAF), setelah mendapat izin dari Presiden Joe Biden.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peristiwa ini berimplikasi besar pada hubungan kedua negara, setelah Menteri Luar Negeri (Menlu) Anthony Blinken membatalkan kunjungannya ke Tiongkok yang telah direncanakan.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1080" height="1350" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/image-19.png" alt="image 19" class="wp-image-123910" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/image-19.png 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/image-19-768x960.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/image-19-696x870.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/image-19-1068x1335.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/image-19-1920x2400.png 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/image-19-336x420.png 336w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Paman Sam Paranoid?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun terlihat mirip dengan balon udara cuaca pada umumnya, menurut Jesse Geffen, seorang manajer dari perusahaan <em>Kaymont Balloons</em>, balon yang ditembak jatuh itu agak berbeda. Perbedaan itu utamanya terletak pada waktu terbang yang lebih panjang, serta muatan yang mampu dibawanya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu sumber dari pejabat pertahanan AS membantah klaim Tiongkok. Menurutnya, balon tersebut memiliki semacam pola dalam lintasannya, dan berusaha mendekati beberapa situs sensitif, termasuk silo rudal yang salah satunya menyimpan Rudal Minuteman III, sebuah rudal balistik antar benua (ICBM)&nbsp; milik AS.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tiongkok, dalam siaran persnya, menyatakan AS bertindak <em>lebay</em> alias berlebihan dalam hal ini. Karena balon tersebut hanyalah sebuah balon sipil, namun ditembak jatuh oleh kekuatan militer, sehingga nantinya mereka&nbsp; memiliki “legitimasi” dalam menanggapi hal yang sama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, tindakan AS dapat dipahami. AS, sebagai kekuatan terbesar di dunia, baik dalam aspek politik hingga ekonomi, memiliki kepentingan nasional yang lebih “sensitif” terhadap kebijakan negara lain.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apalagi dalam menghadapi kekuatan baru Tiongkok, yang berpotensi menyaingi AS di masa depan. Tidak heran kemudian AS terlihat lebih siaga, bahkan cenderung paranoid dalam masalah kepentingannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam pandangan realisme, tindakan AS termasuk wajar untuk dilakukan. Menurut John Mearsheimer, kecenderungan perilaku seperti yang dilakukan AS dapat disebut dengan istilah <em>Offensive Realism</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Istilah tersebut menyatakan bahwa negara sebagai sebuah entitas yang berpikir rasional akan terus berupaya mencari cara untuk bisa <em>survive </em>dalam dinamika hubungan internasional. Dan cara terbaik untuk bisa <em>survive </em>adalah dengan menjadi hegemon.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah runtuhnya Uni Soviet pasca Perang Dingin, AS sejatinya telah mencapai status hegemon. Namun, status itu kini terancam seiring bangkitnya kekuatan baru dunia, yakni Tiongkok. Ini yang membuat AS bersikap waspada dan terkesan paranoid dengan Tiongkok.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Well</em>, bukan tidak mungkin peristiwa ini menjadi awal “kebangkitan” AS. Kebangkitan dalam artian, bahwa mereka akan lebih agresif kepada Tiongkok. Ketika status hegemonnya terancam, maka AS harus mengambil langkah responsif dalam menanggapi hal tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selama ini, konflik dengan Tiongkok selalu dalam skala yang terbatas. Sehingga dengan adanya ancaman pada daratan utama AS, terdapat kekhawatiran bahwa Paman Sam mungkin akan mengambil pendekatan yang lebih keras.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, mungkinkah terdapat motif politik lain di balik reaksi keras AS terhadap balon udara Tiongkok?</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="1080" height="1300" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/infografis-Siasat-AS-Bikin-PBB.jpg" alt="infografis siasat as bikin pbb" class="wp-image-123563" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/infografis-Siasat-AS-Bikin-PBB.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/infografis-Siasat-AS-Bikin-PBB-768x924.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/infografis-Siasat-AS-Bikin-PBB-696x837.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/infografis-Siasat-AS-Bikin-PBB-1068x1285.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/infografis-Siasat-AS-Bikin-PBB-1920x2311.jpg 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/infografis-Siasat-AS-Bikin-PBB-348x420.jpg 348w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Propaganda AS?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kasus balon misterius yang memasuki wilayah udara suatu negara, bukan hanya kali ini saja. Tercatat, Taiwan dan Jepang pernah mengalami hal serupa, termasuk juga Kosta Rika. Bahkan peristiwa balon Tiongkok di AS bukanlah hal yang baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kendati demikian, sebagaimana respons Tiongkok, tindakan AS untuk menembak jatuh balon udaranya dinilai berlebihan. Di linimasa media sosial bahkan tersebar meme yang membandingkan keberhasilan pesawat F-22 Raptor menjatuhkan target dengan pesawat lainnya. Jika pesawat lain menjatuhkan roket dan pesawat tempur musuh, F-22 Raptor justru menjatuhkan sebuah balon udara tak berawak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, tuduhan spionase menggunakan balon udara sekiranya kurang relevan di tengah kecanggihan teknologi saat ini. Jika sekadar ingin memotret lokasi-lokasi penting di AS, bukankah bisa menggunakan satelit?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melihatnya dari sudut pandang perang psikologis (<em>psywar</em>), ada kemungkinan reaksi keras AS merupakan upaya propaganda. Dengan reaksi keras AS dan sebaran narasi bahwa ada upaya spionase Tiongkok, itu akan melahirkan persepsi bahwa Tiongkok adalah negara yang berbahaya dan mengancam kedaulatan negara lain.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kajian sosiologis, upaya ini disebut dengan <em>labelling theory</em>. Ini adalah upaya menempelkan stereotip pada kelompok tertentu agar pandangan terhadap kelompok tersebut mengikuti stereotip yang diberikan. Pada banyak kasus, <em>labelling theory</em> digunakan dalam upaya negatif, yakni menjatuhkan citra pihak lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Label yang disematkan kepada Tiongkok, berupa narasi “berbahaya” dan “mengancam”, tentu akan membuat masyarakat dunia berpikir demikian. Khususnya dalam lingkup domestik AS, masyarakat AS dibuat percaya bahwa Tiongkok tengah memata-matai mereka dan negaranya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai penutup, kita dapat membuat dua kesimpulan. Pertama, kita dapat memaklumi reaksi keras AS. Sebagai negara hegemon yang ingin mempertahankan dominasinya, ancaman dari Tiongkok sebagai kekuatan baru dunia tentu harus disikapi dengan awas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedua, ada kemungkinan reaksi keras AS terhadap balon udara Tiongkok merupakan bagian dari upaya propaganda. Ini dapat dibaca sebagai upaya pelabelan terhadap Tiongkok sebagai negara yang berbahaya dan mengancam kedaulatan negara lainnya. (R87)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="Qglj_Xbgxbg"><iframe title="Adam Malik, Wapres Indonesia Yang Direkrut CIA?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/Qglj_Xbgxbg?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/WhatsApp-Image-2023-02-09-at-20.56.15.jpeg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jet Tercanggih AS &#8220;Dikalahkan&#8221; Meme?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/cross-border/jet-tercanggih-as-dikalahkan-meme/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[D74]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Feb 2023 10:01:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cross Border]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Balon Udara]]></category>
		<category><![CDATA[Perang Dunia III]]></category>
		<category><![CDATA[politik internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Tiongkok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=123907</guid>

					<description><![CDATA[Jet F-22 milik Amerika Serikat (AS) jadi bahan becandaan warganet setelah menjatuhkan balon udara milik Rakyat Republik Tiongkok (RRT). Mungkinkah meme-meme yang muncul adalah bagian dari agenda politik?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Jet F-22 milik Amerika Serikat (AS) jadi bahan becandaan warganet setelah menjatuhkan balon udara milik Rakyat Republik Tiongkok (RRT). Mungkinkah meme-meme yang muncul adalah bagian dari agenda politik?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="http://www.pinterpolitik.com">PinterPolitik.com</a></p>



<p class="dropcapp3 wp-block-paragraph">Siapa di sini yang senang mengirimkan <em>posting</em>-an meme ke teman-temannya di Instagram atau Twitter? Dan buat kalian yang sedikit “<em>hardcore</em>”, kadang walau teman kita belum buka <em>chat</em> sekalipun, kita tetap mengirimkan puluhan meme, sampe akhirnya bertumpuk di dalam <em>chat-</em>nya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Yap</em>, tidak dipungkiri bahwa<em> postingan</em>&#8211;<em>postingan </em>meme di media sosial (medsos) memiliki nilai hiburannya tersendiri. Entah kenapa, terkadang meme yang hanya berupa satu foto sederhana ditambah beberapa tulisan hasil editan saja lucunya bisa membuat kita tertawa terpingkal-pingkal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan yang menariknya, banyak pula meme-meme komedi yang topik bahasannya berputar pada topik yang cukup serius, dan bahkan mungkin berbahaya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meme tentang Perang Rusia-Ukraina misalnya, semenjak awal perang meletus, kita bisa temukan ratusan celotehan warganet yang membercandakan konflik tersebut, meski telah menelan ribuan korban jiwa. Akun pemerintah Ukraina di Twitter saja ketika awal perang sempat membuat meme tentang beratnya hidup bertetangga dengan Rusia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Belum mereda panasnya ancaman perang, belakangan ini warganet juga membuat sejumlah meme tentang pemerintah Amerika Serikat (AS) yang baru saja menembak jatuh balon udara milik Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dengan pesawat tempur super canggihnya, F-22 Raptor.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Para diplomat masing-masing negara sudah tegaskan bahwa permasalahan ini bisa jadi sesuatu yang serius dan mencederai hubungan antara AS dan RRT, bahkan Menteri Luar Negeri (Menlu) AS, Antony Blinken saja sampai membatalkan kunjungannya ke Negeri Tirai Bambu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kendati demikian, orang-orang masih saja membercandakan kejadian itu. Salah satu contohnya adalah kemunculan meme tentang jet F-22 yang mencatat balon jatuh RRT sebagai korban pertamanya selama belasan tahun bertugas di Angkatan Udara (AU) AS. Kalau dibandingkan dengan jet-jet tempur lain seperti F-15 dan F-16 yang sudah jatuhkan ratusan jet tempur, hal itu memang “menggelitik”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, seperti yang kita ketahui, segala aktivitas di media sosial kini semakin beririsan dengan kepentingan politik. Oleh karena itu, mungkinkah meme, hiburan yang selalu kita tertawakan dan nikmati, juga adalah bagian dari suatu agenda politik?</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1080" height="1350" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/image-19.png" alt="image 19" class="wp-image-123910" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/image-19.png 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/image-19-768x960.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/image-19-696x870.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/image-19-1068x1335.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/image-19-1920x2400.png 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/image-19-336x420.png 336w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Motif Tersembunyi di Balik Meme?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum kita bahas lebih lanjut, mungkin beberapa dari kalian pernah ada yang bertanya-tanya, sebenarnya bagaimana sejarah istilah “meme”? Siapa yang pertama kali menciptakannya?</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Well</em>, kuat dugaannya orang pertama yang pertama kali menggunakan istilah meme adalah ahli biologi sekaligus <em>influencer</em> ateisme ternama, Richard Dawkins.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam bukunya yang berjudul <em>The Selfish Gene</em>, yang terbit pada tahun 1976 Dawkins mengartikan meme sebagai “unit budaya” yang dibagikan dan diwariskan selama beberapa generasi, mirip dengan apa yang terjadi pada gen makhluk hidup dalam pengertian biologis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa tahun setelah itu, pengertian meme pun berkembang. Saat ini banyak pengamat yang mengartikan meme sebagai pesan dan atau iterasi yang disebarkan dengan cepat oleh anggota budaya digital.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meme menyimpan makna lebih dari sekadar sebagai hiburan semata. L. Grundlingh dalam tulisannya <em>Memes as speech acts</em>, menilai bahwa di zaman sekarang meme telah menjadi <em>speech act </em>atau tindak tutur tersendiri di dunia maya. Apa yang diucapkan melalui sebuah meme terkadang jadi representasi dari sikap seseorang pada suatu isu, yang kemudian bisa dinilai dari seberapa populer meme tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, menurut studi yang dilakukan Adam Lonnberg dan kawan-kawan dalam artikel <em>The growth, spread, and mutation of internet phenomena: A study of memes</em>, suatu meme yang populer pada awalnya pasti hanya berangkat dari komunitas-komunitas tertentu saja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meme adalah representasi dari satu pandangan populer tentang suatu isu. Kalau kita mau cari contohnya, kita bisa lihat meme “<em>one does not simply walk into Mordor</em>”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada awalnya, meme ini mungkin hanya bisa dilihat lucu oleh orang-orang yang sudah menonton <em>Lord of the Rings</em> saja. Akan tetapi, karena seiring waktu film itu semakin populer dan sering dibicarakan, lama-kelamaan konteks lucu yang tersimpan di meme tadi bisa dipahami banyak orang, meskipun mereka belum menonton <em>Lord of the Rings</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini artinya, opini publik yang populer terhadap suatu hal bisa disebarkan dengan efektif hanya dengan penggunaan satu gambar meme saja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fenomena ini berkorelasi dengan teori strukturisasi yang digagas oleh pengamat politik Anthony Giddens dalam bukunya <em>The Constitution of Society</em>. Di dalamnya, Giddens memprediksi bahwa di era modern seperti sekarang, otonomi seseorang sangat bergantung dengan “struktur” yang berlaku, dan keberlangsungan struktur tersebut juga bergantung pada sesuatu yang disebut “agensi”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seseorang mungkin bisa tetap merasa dirinya bebas, tapi akan selalu ada dorongan untuk menyesuaikan diri dengan struktur agar bisa memahami apa yang dibicarakan oleh orang-orang. Sebagai timbal baliknya, Giddens juga menilai ada peran besar dari sekelompok orang yang mempertahankan atau justru membentuk struktur itu sendiri, mereka-lah yang disebut sebagai agensi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan demikian, kita bisa artikan bahwa komunitas-komunitas awal pengembang meme yang populer berperan layaknya agensi yang menjaga struktur tetap ada, dan meme yang muncul sebagai struktur yang pada akhirnya diikuti oleh orang-orang lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, sistem meme ini tidak berhenti di situ. Bertahun-tahun setelah internet semakin tersebar, penggunaan meme telah berkembang begitu pesat, yang tadinya hanya digunakan untuk hal-hal yang sifatnya hiburan, kini meme juga bisa digunakan untuk berbagai topik politik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan kalau kita berpegang pada teori strukturisasi tadi, di balik populer dan digemarinya suatu fitur yang muncul dalam internet, entah itu <em>review</em> film atau meme, bisa diduga kuat bahwa ada semacam “mesin” di belakangnya yang ingin pandangannya tentang topik tertentu bisa diketahui dan diamini oleh banyak orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, bagaimana kita membawa pandangan ini ke persoalan F-22 yang dicemooh karena menembak balon RRT?</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/image-20.png" alt="image 20" class="wp-image-123911" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/image-20.png 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/image-20-300x300.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/image-20-150x150.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/image-20-768x768.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/image-20-1536x1536.png 1536w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/image-20-2048x2048.png 2048w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/image-20-696x696.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/image-20-1068x1068.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/image-20-1920x1920.png 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/image-20-420x420.png 420w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Meme adalah Propaganda?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Seiring perkembangan zaman, internet dan media sosial semakin terikat dengan kehidupan kita, dan tentunya sudah jadi hal yang alamiah bila politik berhasil merayap masuk ke bentuk kekuatan baru yang ditawarkan kecanggihan teknologi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak sulit membayangkan meme-meme cemoohan yang dilontarkan pada jet F-22 dengan propaganda politik anti-Barat, tapi sebelumnya, kita perlu punya pandangan yang sama tentang kenapa meme ini bisa menyakiti harga diri Paman Sam.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Pertama</em>, jet F-22 adalah jet tempur tercanggih andalan AS untuk saat ini. Saking berharganya, AS sampai saat ini tidak pernah menjual jet tersebut ke negara lain, bahkan ke sekutu terdekatnya sekalipun, tujuannya tentu adalah agar keunggulan yang dimiliki F-22 hanya bisa dimiliki oleh AS.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut media <a href="https://www.businessinsider.com/watch-f22-take-on-5-f15s-and-dominate-a-dogfight-2021-5">Business Insider</a>, kekuatan tempur F-22 yang luar biasa bahkan disebut bisa menangani lima jet F-15 -jet tempur andalan AS sebelumnya- secara sekaligus.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Kedua</em>, karena ketangguhannya tadi, F-22 dipandang sebagai <em>the face and pride of United States Air Force</em>, atau kebanggaan Angkatan Udara (AU) AS. Meski tidak mutlak, moralitas pasukan udara AS berkutat pada harga diri F-22, tentu akan memberikan dampak mental yang negatif bila jet tersebut dicemooh oleh orang-orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Ketiga</em>, meski sering diagung-agungkan, F-22 sampai saat ini belum pernah terbukti menjatuhkan pesawat musuh di medan pertempuran. Akibatnya, “musuh-musuh” AS belum memiliki alasan yang mutlak untuk menakuti F-22, karena toh belum pernah dibuktikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nah</em>, dari tiga pandangan tadi, bisa kita simpulkan bahwa sangat mungkin bila ada mesin politik tertentu di belakang layar yang mendorong meme cemoohan F-22 tersebar dengan cepat di media sosial. Dengan menciptakan citra bahwa F-22 hanya bisa menjatuhkan balon udara, para musuh AS bisa membuat Negeri Paman Sam layaknya sebuah negara adidaya yang mulai kehilangan “taringnya”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terlebih lagi, seperti yang pernah dibahas dalam video <a href="http://www.pinterpolitik.com">PinterPolitik.com</a> berjudul <em><a href="https://www.youtube.com/watch?v=3qsjXac16Ko">Inikah Alasan Sebenarnya Netizen Indonesia Pro-Rusia?</a></em>, kuat dugaannya sampai saat ini perang dalam mendapatkan simpati publik di dunia maya antara kubu Barat dan kubu Timur masih terjadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sini, kita bisa belajar bahwa semakin banyak hal dalam kehidupan kita yang perlu kita kritisi, karena saat ini hampir tidak ada sesuatu di internet yang terbebas dari bias politik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena itu juga bisa jadi meme-meme yang kamu sebarkan ke temanmu di Instagram atau Twitter sebenarnya juga bagian dari propaganda suatu agenda politik. (D74)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="GSL9d4rJciA"><iframe loading="lazy" title="Mengapa Megawati Tak Terkalahkan?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/GSL9d4rJciA?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/Jet-Tercanggih-AS-Dikalahkan-Meme-1024x576.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>AS-China ‘Mainan’ Balon</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/as-china-mainan-balon/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M78]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2023 08:22:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[AS]]></category>
		<category><![CDATA[Balon Udara]]></category>
		<category><![CDATA[berita politik]]></category>
		<category><![CDATA[China]]></category>
		<category><![CDATA[Joe Biden]]></category>
		<category><![CDATA[Mata-mata China]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=123846</guid>

					<description><![CDATA[Hati pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) tampaknya sedang kacau nih. Pasalnya, beberapa waktu lalu, Presiden AS (@potus) Joe Biden (@joebiden) memerintahkan militer untuk menembak jatuh balon udara mata-mata dari Tiongkok. Kabarnya, balon udara itu mulai memasuki wilayah udara AS melalui Alaska dan kembali masuk ke AS melalui perbatasan utara dengan Kanada. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1080" height="1350" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/as-china-mainan-balon-ed..jpg" alt="as china mainan balon ed." class="wp-image-123849" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/as-china-mainan-balon-ed..jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/as-china-mainan-balon-ed.-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/as-china-mainan-balon-ed.-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/as-china-mainan-balon-ed.-1068x1335.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/as-china-mainan-balon-ed.-1920x2400.jpg 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/as-china-mainan-balon-ed.-336x420.jpg 336w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Hati pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) tampaknya sedang kacau nih. Pasalnya, beberapa waktu lalu, Presiden AS (@potus) Joe Biden (@joebiden) memerintahkan militer untuk menembak jatuh balon udara mata-mata dari Tiongkok.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kabarnya, balon udara itu mulai memasuki wilayah udara AS melalui Alaska dan kembali masuk ke AS melalui perbatasan utara dengan Kanada. Balon udara itu akhirnya ditembak jatuh di pesisir timur AS.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menanggapi keputusan Biden, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Tiongkok menganggap AS terlalu bereaksi berlebihan karena pemerintahan Xi Jinping mengklaim bahwa balon udara itu hanya untuk penelitian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apalagi, Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Antony Blinken (@secblinken) langsung membatalkan kunjungannya ke Beijing, Tiongkok, yang mulanya bakal berangkat pada hari Jumat.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/02/as-china-mainan-balon-ed.-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
