<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>B. J. Habibie &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/b-j-habibie-2/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 07 Aug 2025 11:30:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>B. J. Habibie &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>No Habibie No Selfie?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/no-habibie-no-selfie/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[D74]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2025 11:28:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[B. J. Habibie]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=163981</guid>

					<description><![CDATA[Beberapa dekade lalu ponsel merupakan barang mewah yang hanya bisa dibeli segelintir orang. Kini semua lapisan masyarakat bisa menjangkaunya. Presiden ke-3 RI, B. J. Habibie disebut berperan besar di balik hal ini. ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Audio ini dibuat dengan teknologi AI.</p>



<figure class="wp-block-audio"><audio controls src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/beberapa-dekade-lalu-1.mp3"></audio></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Beberapa dekade lalu ponsel merupakan barang mewah yang hanya bisa dibeli segelintir orang. Kini semua lapisan masyarakat bisa menjangkaunya. Presiden ke-3 RI, B. J. Habibie disebut berperan besar di balik hal ini.</strong>&nbsp;</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">PinterPolitik.com</a>&nbsp;</p>



<p class="dropcapp3 wp-block-paragraph">Beberapa dekade lalu, kepemilikan ponsel merupakan simbol eksklusivitas. Perangkat komunikasi ini hanya dapat diakses oleh kalangan tertentu, mengingat harganya yang sangat tinggi, jika disesuaikan dengan nilai saat ini, mencapai ratusan juta rupiah. Dalam konteks masa itu, ponsel bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga representasi status sosial.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun dalam dua puluh tahun terakhir, lanskap tersebut mengalami perubahan drastis. Ponsel kini telah menjelma menjadi perangkat yang hampir tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, digunakan oleh berbagai lapisan masyarakat, dari pelajar sekolah dasar hingga pelaku usaha mikro di pelosok negeri. Aktivitas seperti swafoto, konferensi video, transaksi daring, hingga akses informasi kini dapat dilakukan dari genggaman tangan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Transformasi ini tentu tidak terjadi secara kebetulan. Di balik adopsi teknologi yang begitu masif, terdapat rangkaian kebijakan publik dan visi strategis yang memungkinkan akses telekomunikasi menjadi semakin inklusif dan terjangkau. Salah satu tokoh sentral dalam proses tersebut adalah Presiden ke-3 Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski lebih sering diidentikkan dengan kontribusinya di bidang rekayasa pesawat terbang dan teknologi industri, Habibie juga memainkan peran krusial dalam membuka infrastruktur dan pasar telekomunikasi nasional. Sayangnya, peran tersebut belum banyak mendapatkan sorotan setara. Padahal, kebijakan-kebijakan yang ia inisiasi telah menjadi fondasi penting bagi terbentuknya ekosistem digital Indonesia yang kita kenal hari ini.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/image.png" alt="image" class="wp-image-163985" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/image.png 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/image-240x300.png 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/image-120x150.png 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/image-768x960.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/image-150x188.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/image-300x375.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/image-696x870.png 696w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph"> </p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Jejak Langkah Habibie dalam Telekomunikasi Indonesia</strong>&nbsp;</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Transformasi telekomunikasi di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peristiwa penting pada pertengahan 1980-an. Saat itu, Indonesia mulai menikmati kehadiran teknologi telepon selular generasi awal, yaitu Nordic Mobile Telephone (NMT). Namun, alih-alih menjadi alat komunikasi massal, ponsel generasi pertama lebih mirip barang mewah. Harganya saat itu bisa mencapai 10 hingga 15 juta rupiah—angka yang jika dikonversi ke nilai saat ini (Rp16.000) setara dengan 180 hingga 250 juta rupiah.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, situasi ini perlahan bergeser ketika Habibie, kala itu menjabat Menteri Riset dan Teknologi, aktif mendorong pengembangan sektor teknologi dan komunikasi. Pada 1993, ia menjadi salah satu tokoh penting yang mendorong Indonesia mengadopsi teknologi Global System for Mobile Communications (GSM) sebagai standar nasional. Teknologi ini memungkinkan komunikasi lebih efisien dan berbiaya lebih rendah dibanding generasi sebelumnya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, langkah paling strategis justru datang dari inisiatif membuka pasar. Di era 1994-an hingga awal 2000-an, Habibie mendorong lahirnya BUMN&nbsp;berbasis GSM pertama di Indonesia yang menerapkan sistem pemisahan penjualan perangkat dan layanan operator. Ini merupakan titik balik. Sebelumnya, ponsel hanya dijual secara bundling, membuat harganya sulit dijangkau dan persaingan terbatas. Pemisahan ini memungkinkan konsumen membeli ponsel dan memilih kartu SIM dari operator yang berbeda—sebuah kebebasan konsumen yang kini kita anggap biasa.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat menjabat sebagai Presiden, Habibie memperkuat langkah-langkah tersebut dengan kerangka hukum. Melalui Undang-Undang No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi, negara secara eksplisit membuka peluang bagi sektor swasta untuk berperan lebih luas dalam industri telekomunikasi. Dalam dokumen kebijakan Cetak Biru Telekomunikasi 1999, pendekatan pembangunan berbasis teknologi informasi mulai diarahkan ke keterlibatan multipihak, termasuk swasta.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah-langkah ini selaras dengan gagasan dari Daniel Lerner, seorang pemikir modernisasi yang dalam bukunya The Passing of Traditional Society (1958), menekankan pentingnya media dan teknologi komunikasi dalam transformasi sosial. Bagi Lerner, akses terhadap informasi adalah pintu masuk menuju masyarakat yang lebih modern dan demokratis. Habibie tampaknya memahami hal ini. Baginya, mungkin keterjangkauan teknologi bukan hanya soal efisiensi ekonomi, tetapi fondasi bagi pembangunan manusia yang lebih setara dan produktif.&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/image-1.png" alt="image" class="wp-image-163986" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/image-1.png 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/image-1-240x300.png 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/image-1-120x150.png 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/image-1-768x960.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/image-1-150x188.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/image-1-300x375.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/image-1-696x870.png 696w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Dari Visi Habibie ke Ekosistem Digital Indonesia</strong> </h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kini kita hidup dalam ekosistem digital yang sangat dinamis. Ponsel tidak lagi sekadar alat komunikasi, tetapi jendela menuju dunia: dari pendidikan, perdagangan, hiburan, hingga aktivitas sosial dan politik. Ratusan juta pengguna internet di Indonesia hari ini memanfaatkan jaringan yang secara historis dibuka oleh keberanian mengambil langkah-langkah strategis pada masa lalu.&nbsp;&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tanpa infrastruktur, regulasi yang membuka jangkauan, mungkin kita masih berada di era ponsel sebagai barang mewah. Dalam konteks ini, warisan Habibie bukan semata-mata deretan kebijakan teknokratis, melainkan juga mindset pembangunan yang berpihak pada keterbukaan, efisiensi, dan pemberdayaan rakyat melalui teknologi.&nbsp;&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika langkah-langkah awal itu tidak ada, mungkin kita tak akan melihat pertumbuhan ekosistem digital secepat sekarang. Jejaknya memang tak selalu terlihat jelas, tapi warisan dari kebijakan masa lalu itu kini menjadi bagian penting dari keseharian kita.&nbsp;(D74)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="BJwCFaaCh-g"><iframe title="Netanyahu, Khomeini, dan Era Perdamaian Panas?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/BJwCFaaCh-g?start=1&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/beberapa-dekade-lalu-1.mp3" length="2711592" type="audio/mpeg" />

			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/08/20250807_1827_kebersamaan-dengan-latar-gunung_remix_01k224e9p9fmhs7ee1zq3tt898.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>B. J. Habibie: Sang Penakluk Dolar</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/b-j-habibie-sang-penakluk-dolar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S91]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Jun 2024 02:12:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[B. J. Habibie]]></category>
		<category><![CDATA[penguatan Rupiah]]></category>
		<category><![CDATA[Sang Penakluk Dolar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=148881</guid>

					<description><![CDATA[Terima kasih atas jasa-jasamu, Pak B. J. Habibie&#160; Tanggal 25 Juni jadi hari peringatan kelahiran Presiden ke-3 Indonesia. B. J. Habibie. Kendati hanya menjabat selama satu tahun dan 5 bulan, kepemimpinan Habibie melahirkan momen-momen krusial dalam sejarah manusia karena di bawah kepemimpinan Habibie Indonesia bisa secara perlahan pulih dari krisis moneter. Pandangan kalian sendiri soal [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/b.-j.-habibiesang-penakluk-dolar-1024x1024.jpg" alt="b. j. habibiesang penakluk dolar" class="wp-image-148884" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/b.-j.-habibiesang-penakluk-dolar-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/b.-j.-habibiesang-penakluk-dolar-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/b.-j.-habibiesang-penakluk-dolar-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/b.-j.-habibiesang-penakluk-dolar-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/b.-j.-habibiesang-penakluk-dolar-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/b.-j.-habibiesang-penakluk-dolar-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/b.-j.-habibiesang-penakluk-dolar.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Terima kasih atas jasa-jasamu, Pak B. J. Habibie&nbsp;<img decoding="async" alt="🙏" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/15.0/1f64f/32.png"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Tanggal 25 Juni jadi hari peringatan kelahiran Presiden ke-3 Indonesia. B. J. Habibie. Kendati hanya menjabat selama satu tahun dan 5 bulan, kepemimpinan Habibie melahirkan momen-momen krusial dalam sejarah manusia karena di bawah kepemimpinan Habibie Indonesia bisa secara perlahan pulih dari krisis moneter.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pandangan kalian sendiri soal kepemimpinan Habibie dulu gimana nih guys? Berikan pendapatmu di kolom komentar ya!</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/b.-j.-habibiesang-penakluk-dolar-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
