<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Awards &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/awards/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Sep 2022 10:14:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Awards &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jokowi, Anies, dan Politik Penghargaan</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/jokowi-anies-dan-politik-penghargaan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Sep 2022 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[anies]]></category>
		<category><![CDATA[Anies Baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[Awards]]></category>
		<category><![CDATA[Joko Widodo]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[Warisan]]></category>
		<category><![CDATA[Warisan Politik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=116279</guid>

					<description><![CDATA[Anies Baswedan mendapatkan penghargaan Lee Kuan Yew Exchange Fellow dari Singapura. Sementara, Jokowi dapat Global Citizen Awards di AS.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan baru saja mendapatkan penghargaan Lee Kuan Yew Exchange Fellow (LKYEF) ke-72 dari pemerintah Singapura. Di sisi lain, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga mendapatkan penghargaan Global Citizen Awards dari Atlantic Council di Amerika Serikat (AS).</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>“I&#8217;m just tryna stay alive and take care of my people and they don&#8217;t have no award for that. Trophies, trophies” – Drake, “Trophies” (2014)</p></blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Siapa <em>sih</em> yang <em>nggak pengen </em>dapat penghargaan? <em>Gimana </em>pun, penghargaan itu jadi sebuah pengakuan atas pencapaian yang kita lakukan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kala dulu waktu masih sekolah, misalnya, ada <em>tuh</em> penghargaan berupa kelas terbersih, kelas terpintar, kelas terdisiplin, dan seterusnya. Ya, secara <em>nggak</em> langsung, label-label dari penghargaan semacam itu bisa membuat kita sedikit lebih berbangga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi, apa <em>sih</em> sebenarnya makna utama dari sebuah penghargaan? Mudahnya, dengan penghargaan, kita jadi bersaing buat menjadi yang terbaik. Secara <em>nggak</em> langsung, ini bisa bikin kita termotivasi untuk terus menjadi lebih baik dari hari kemarin. <em>Ceilah</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nah</em>, mungkin, inilah kenapa banyak penghargaan-penghargaan populer akhirnya menjadi tontonan banyak orang. Di dunia film, misalnya, ada namanya Penghargaan Oscar. Sementara, di dunia musik, ada juga yang namanya Grammy Awards.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Makin banyak penghargaan yang diperoleh oleh musisi atau pembuat film di ajang-ajang tersebut yang semakin diakui juga karya dan sumbangsihnya. Musisi-musisi seperti Quincy Jones, JAY-Z, Beyoncé, Stevie Wonder, dan Kanye West, misalnya, dianggap sebagai musisi hebat dengan penghargaan-penghargaan Grammy yang mereka peroleh.</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/p/CisbnqhhGhr/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" src="https://lh6.googleusercontent.com/sr709Nin60YJnHEfEl6DwfsIX1RSl87j-YHcYY-x6YRNzyimNSvw9h4rzSjRYKe2N4rvno1sz2ufjwCZpkk_BueevJHhi2OIaj4ti6YKNBCPPoj9Nm1MkMLL3sQwadHrux-9yQvk8Xh2oQiylvNVRzVLVwJxdAik-h-9SbEa4gulahE31JbUI7NNRmZXfVTG1iTRpQ" alt="Ngobrol-ngobrol Anies di Kondangan"/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nah</em>, <em>nggak</em> hanya di industri musik dan film, penghargaan juga ada <em>lho</em> di dunia politik dan pemerintahan. <em>Gimana nggak</em>? Baru-baru ini, ada <em>lho</em> dua pejabat yang dapat penghargaan – bahkan merupakan penghargaan tingkat internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, misalnya, baru saja dapat penghargaan Lee Kuan Yew Exchange Fellow (LKYEF) ke-72 dari pemerintah Singapura. Sementara, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan penghargaan Global Citizen Awards dari Atlantic Council di Amerika Serikat (AS).</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, tapi, kan, kalau Grammy dan Oscar, penerimanya butuh pengakuan buat peningkatan di karier mereka. <em>Lha</em>, kalau Pak Anies dan Pak Jokowi kan sama-sama akan segera berakhir <em>tuh</em> masa jabatannya?</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Eits</em>, tunggu dulu. Bagi para politisi, warisan yang ditinggalkannya tentu <em>matters</em> <em>dong</em>. Cristian Fong dan teman-teman penulisnya dalam tulisan mereka yang berjudul <em>Political Legacies: Understanding Their Significance to Contemporary Political Debates</em> menjelaskan kalau warisan politik ini bisa punya peran untuk mengisi diskursus politik di masa depan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Contoh paling mudah <em>deh</em>, bisa dilihat dari bagaimana setiap kebijakan Anies di Jakarta selalu dianggap sebagai gagasan yang mulanya datang dari gubernur-gubernur sebelumnya. Jadinya, kan, malah dinegasikan seakan-akan pejabat yang menjabat saat itu hanya penerus saja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ya, se-<em>enggak</em>-nya, penghargaan apa pun itu bisa mengisi bagian “<em>awards and achievement</em>” di <em>curriculum vitae</em> (CV) lah ya – <em>at least</em> kalau misalnya mau maju di kontestasi politik (lagi). Bukan begitu, bapak-bapak pejabat sekalian? <em>Hehe</em>. (A43)</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="f-U5oNnukNs"><iframe title="Kelas Revolusi Baru, Jalan Nadiem Menuju Pilpres" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/f-U5oNnukNs?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/09/Jokowi-Anies-dan-Politik-Penghargaan-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
