<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Asman Abnur &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/asman-abnur/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Aug 2019 11:48:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Asman Abnur &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Asman Korban Koalisi</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/asman-korban-koalisi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K12]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Aug 2018 07:15:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Asman Abnur]]></category>
		<category><![CDATA[Koalisi Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=35076</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/08/2018-08-15-asman-korban-koalisi-1.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class=" td-modal-image aligncenter wp-image-35077 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/08/2018-08-15-asman-korban-koalisi-1.jpg" alt="Asman Korban Koalisi" width="1080" height="1080" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/08/2018-08-15-asman-korban-koalisi-1.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/08/2018-08-15-asman-korban-koalisi-1-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/08/2018-08-15-asman-korban-koalisi-1-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/08/2018-08-15-asman-korban-koalisi-1-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/08/2018-08-15-asman-korban-koalisi-1-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/08/2018-08-15-asman-korban-koalisi-1-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/08/2018-08-15-asman-korban-koalisi-1-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/08/2018-08-15-asman-korban-koalisi-1-420x420.jpg 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/08/2018-08-15-asman-korban-koalisi-1-135x135.jpg 135w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/08/2018-08-15-asman-korban-koalisi-1-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Nasib Asman Diusir Kabinet Jokowi</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/nasib-asman-diusir-kabinet-jokowi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F41]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Aug 2018 11:17:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Asman Abnur]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[PAN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=34996</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Jabatan menjadi berhala, ketika penguasa lebih sayang dukunnya.&#8221; ~Najwa Shihab PinterPolitik.com [dropcap]M[/dropcap]enjadi orang yang dianggap berbeda dalam lingkungan tentu sangat tidak nyaman dan dapat mengakibatkan penyakit batin yang bisa saja meradang. Nah, mungkin mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur sudah merasakan itu dan menjadi resah. Sebagai orang yang berasal dari Partai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>&#8220;Jabatan menjadi berhala, ketika penguasa lebih sayang dukunnya.&#8221; ~Najwa Shihab</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #d5e339;">PinterPolitik.com</span></p>
<p>[dropcap]M[/dropcap]enjadi orang yang dianggap berbeda dalam lingkungan tentu sangat tidak nyaman dan dapat mengakibatkan penyakit batin yang bisa saja meradang. Nah, mungkin mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur sudah merasakan itu dan menjadi resah.</p>
<p>Sebagai orang yang berasal dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang kini ‘kembali’ berubah menjadi lawan pemerintah, tentu Asman Abnur menjadi gelisah berada di tengah-tengah pemerintahan.</p>
<p>“Ngapain lu di sini? Partai lu aja jelek-jelekin pemerintah dan dukung calon lain. Pergi ke laut aja gih dah!” Bisa jadi merupakan kata-kata imajiner yang selama ini menghantuinya setiap datang ke kantor. Nggak nyaman, tentu saja. Pasti kepala rasanya cenat-cenut nggak karuan deh. Dipijet pun nggak akan ngaruh, jalan keluarnya ya keluar dari kabinet. <em>Hm…</em></p>
<p>Presiden Joko Widodo pada akhirnya mencopot jabatan Asman Abnur, meski diakui kinerjanya sangat memuaskan. Kata Jusuf Kalla, kerjaan Asman rapi dan bagus.</p>
<p>Posisi Asman telah digantikan oleh mantan Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Syafruddin. Kini, ia hanya berharap dapat kembali berkontribusi sebagai wakil rakyat.</p>
<p>Melihat karir Asman yang kandas karena perseteruan antar partai tentu sangat disayangkan. Asman sudah banyak melakukan terobosan reformasi birokrasi, meliputi penataan sumber daya manusia dan anggaran.</p>
<p>Jelas sudah, politik di negeri ini memaksa pemerintah untuk melenyapkan orang berkompeten hanya demi pemanis pandangan mata. Menurut mereka, orang yang berbeda prinsip, meskipun memiliki kualitas, tidak akan ada gunanya, tidak elok, bikin risih, <em>hush</em>… <em>hushhh</em>!</p>
<p>Jadi buat kamu-kamu yang punya cita-cita luhur memajukan negeri dan berguna bagi rakyat harus ngaca dulu, posisi kalian di mana? Dukung penguasa nggak? Kalau nggak yaa, mending jadi pedagang aja. Siapa tahu kalau sukses dan punya banyak uang bisa ngajuin diri sebagai penguasa. Kayak Sandiaga Uno misalnya. <em>Hehehe.</em></p>
<p><em>Wah</em>, memang politik di negeri ini kadang ‘sungguh terlalu’. Gimana ya, masa kepentingan politik lebih utama dibanding kepentingan rakyat. Kalau gitu jargonnya jangan ‘Oleh rakyat, dari rakyat, dan untuk rakyat’ dong, ganti jadi ‘Oleh partai, dari politisi, untuk kekuasaan’. Kan gitu jadi lebih pas. Ya toh? (E36)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/08/Asman-Abnur.-Foto-BeritaSatu.com_.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Asman dan TGB All Out</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/asman-dan-tgb-all-out/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[G42]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2018 09:54:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Asman Abnur]]></category>
		<category><![CDATA[Demokrat]]></category>
		<category><![CDATA[TGB]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=34940</guid>

					<description><![CDATA[“Politik sambalado terasa pedas, terasa panas, mulut bergetar lidah bergoyang.” PinterPolitk.com [dropcap]S[/dropcap]etelah memutuskan keluar dari Partai Demokrat, Tuan Guru Bajang (TGB) M. Zainul Majdi mengatakan akan tetap mendukung Jokowi-Ma&#8217;ruf untuk bisa melanjutkan periode kedua kekuasaan. Ia pun akan bekerja sepenuh hati. Weleh-weleh, mantap deh.TGB mengakatan akan all out di Pemilu tahun depan agar Jokowi-Ma&#8217;ruf dapat langgeng [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Politik sambalado terasa pedas, terasa panas, mulut bergetar lidah bergoyang.”</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a"><strong>PinterPolitk.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]S[/dropcap]etelah memutuskan keluar dari Partai Demokrat, Tuan Guru Bajang (TGB) M. Zainul Majdi mengatakan akan tetap mendukung Jokowi-Ma&#8217;ruf untuk bisa melanjutkan periode kedua kekuasaan. Ia pun akan bekerja sepenuh hati.<em> Weleh-weleh,</em> mantap deh.TGB mengakatan akan <em>all out</em><em> di Pemilu tahun depan </em>agar Jokowi-Ma&#8217;ruf dapat langgeng meraih kemenangan. <em>Wenak, </em>makin banyak aja nih balada <em>trops</em>-nya Jokowi<em> hehehe. </em></p>
<p>Doi juga menambahkan bahwa pembangunan yang dilakukan Jokowi harus terus berlanjut sehingga hasilnya dapat maksimal. Saat bencana gempa contohnya, bantuan dari pusat sangat cepat dan kuat membantu warga di NTB untuk segera <em>recovery</em>. Jadi atas dasar itu TGB dan warga NTB akan setulus hati dikung Jokowi? <em>Weleh-weleh</em>.</p>
<p>Sementara itu, analis komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio mengatakan dukungan dari TGB adalah bentuk konsistensi yang wajar. Wajarlah orang sudah keluar dari Demokrat kok <em>gengs</em>.</p>
<p>Andai saja TGB yang maju sebagai cawapres Jokowi, bisa jadi pasangan milenial zaman <em>now</em> tuh, dibanding dengan “M”<em> hmmm… </em>sudahlah <em>gengs, </em>jangan dibahas lagi ya.</p>
<p><em>“They say people come, they say people go”. </em>Nah <em>gengs </em>potangan lagu Coldplay yang judulnya <em>Everglow</em> ini cocok banget nih sama Jokowi. Setelah datang dukungan dari banyak pihak dengan berbagai jenis latar belakang seperti TGB.</p>
<p>Namun, Jokowi kali ini juga harus merasakan ditinggal oleh orang yang pernah mendukungnya selama tiga tahun lebih. Mau tahu siapa orangnya?</p>
<p>Siap, benar <em>gengs. </em>Orang itu adalah Asman Abnur yang akhirnya mundur dari kabinet kerja Jokowi. Ia lebih memilih fokus jadi caleg daripada fokus jadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. <em>Weleh-weleh, </em>dibalas juga kan sama koalisi <em>ahaha.</em></p>
<p>Ternyata yang akan <em>all out </em>dukung pasangan presiden bukan hanya TGB aja<em> gengs</em>, Asman juga akan <em>all out</em> mengikuti arahan dari PAN. Partai matahari putih itu kan dukung pasangan Bosan alias Prabowo-Sandi yang jadi lawan Jokowi. Jadi daripada daripada, mending kadernya ditarik aja dari kabinet Jokowi.</p>
<p><em>Uuu, cucok meyong</em> banget nih politik menuju Pilpres 2019.<em> Eyke</em> masih tidak sabar dengan berbagai kejutan yang akan muncul berikutnya.<em> Ahahaha</em>.</p>
<p>Kabarnya Asman akan maju jadi caleg dari  daerah pemilihan Kepulauan Riau. Dapil itu adalah dapil yang sama saat Asman maju sebagai caleg dan berhasil lolos ke Senayan pada Pemilu 2004, 2009 dan 2014. Nama Asman didaftarkan sebagai caleg oleh PAN ke KPU sejak 17 Juli lalu.</p>
<p>Padahal <em>gengs</em> Presiden Jokowi hanya meminta para menterinya yang ingin menjadi caleg untuk cuti loh. <em>Nah, </em>Asman malah mundur <em>ahahaha. </em>Namanya juga arahan partai ya <em>gengs,</em> mau enggak mau harus laksanakan. Daripada dibilang kader pembangkang, mending dibilang melalaikan tugas kerakyatan.<em> Yoi </em>enggak pak? Atau karena nggak enak hati PAN jadi pendukung lawan Jokowi nih? <em>Ahahaha</em>. (G35)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/08/asman-abnur.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Khofifah ‘Kecele’ Muslimat NU</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/khofifah-kecele-muslimat-nu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Mar 2018 10:32:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Asman Abnur]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Ipul]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Ipul - Puti Guntur]]></category>
		<category><![CDATA[Khofifah]]></category>
		<category><![CDATA[Khofifah Indar Parawansa - Emil Dardak]]></category>
		<category><![CDATA[Nahdlatul Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Puti Guntur Soekarnoputri]]></category>
		<category><![CDATA[Syaifullah Yusuf]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=24813</guid>

					<description><![CDATA[“Kita boleh saja kecewa dengan apa yang telah terjadi, tetapi jangan pernah kehilangan harapan untuk masa depan yang lebih baik.” PinterPolitik.com [dropcap]P[/dropcap]erhelatan Pilgub Jawa Timur semakin sengit. Tak lain karena adanya pertarungan head to head antara Khofifah Indar Parawansa dengan Syaifullah Yusuf a.k.a Gus Ipul. Kalau calonnya hanya dua begini ga mungkin ada sasaran antara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><em><strong>“Kita boleh saja kecewa dengan apa yang telah terjadi, tetapi jangan pernah kehilangan harapan untuk masa depan yang lebih baik.”</strong></em></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]P[/dropcap]erhelatan Pilgub Jawa Timur semakin sengit. Tak lain karena adanya pertarungan <em>head to head </em>antara Khofifah Indar Parawansa dengan Syaifullah Yusuf a.k.a Gus Ipul.</p>
<p>Kalau calonnya hanya dua begini ga mungkin ada sasaran antara kan? Makanya akan terlihat seru. Apalagi kedua calon Gubernur ini memiliki ketokohan yang kental di Jawa Timur. Mungkin kebanyakan juga bingung, mau pilih mana ya? <em>Weleeeeh weleeeh.</em></p>
<p>Salah satu calonnya ialah Gus Ipul, sang petahana yang akan bertarung kembali, cukuplah ya nyaman pada posisi Wakil Gubernur dua periode, tapi kini Gus Ipul maju sebagai Calon Gubernur. Cukup menantang juga kalau bertarung melawan Gus Ipul, <em>weleeeh weleeeh, </em>lawannya petahana.</p>
<p>Tapi jangan salah nih, sebagai penantangnya, Khofifah pun merupakan tokoh asli Jawa Timur, ya walaupun beberapa kali tumbang di Pilgub Jawa Timur sebelumnya, tapi Khofifah itu sempat jadi Menteri Sosial dan empat kali berturut – turut menjadi Ketua Muslimat NU. <em>Wadidawwww, </em>dua calon Gubernurnya semakin bikin bingung aja ya, <em>weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Nah kalau cuma calon begini kan jelas nih peta politiknya bagaimana, tapi kabar terakhir sih dua pasangan calon ini saling kejar elektabilitas dari lembaga survei. <em>Wedeeewww, </em>kalau menangnya beti alias beda tipis sakit juga ya, <em>huhuhu.</em></p>
<p>Makanya seluruh strategi harus dilancarkan oleh keduanya. Bukan cuma <em>ngandelin </em>suara yang pasti memilih masing – masing calonnya aja, tapi sekali – kali coba juga lah goyang pemilih lawan untuk balik badan.</p>
<p><em>Wedeew, </em>keras juga dong kalau begitu. <em>Gembosi</em> lumbung suara lawan ya, <em>weleeeeh weleeeh. Weeeeiiitttsss, </em>ternyata <em>ehhh </em>ternyata strategi penggembosan ini sudah dijalankan Gus Ipul. <em>Nah loh,</em> suara Khofifah yang mana nih yang bocor? <em>Weleeeh weleeeh.</em></p>
<p><em>Yaaaahhh</em>, Khofifah ‘kecele’ dong? Emang lumbung suara Khofifah yang mana sih yang <em>digembosi</em>? Tak tanggung – tanggung, Gus Ipul langsung menggembosi Muslimat NU yang notabene Khofifah lah yang menjadi Ketua Umumnya selama empat periode berturut – turut.</p>
<p><em>Hadeuuuhhh, </em>kecele banyak dong kalau begitu? Katanya sih baru di Gresik aja. <em>Wadidawww </em>kikis pelan – pelan. Tapi kalau se Jawa Timur gimana? <em>Amsssyooong </em>juga, <em>weleeeh weleeeh.</em> (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/03/khofifah-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
