<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Ariel NOAH &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/ariel-noah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 01 Feb 2022 10:34:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Ariel NOAH &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ridwan Kamil &#8220;Meresahkan&#8221; Warga?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/ridwan-kamil-meresahkan-warga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Jan 2022 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Ariel NOAH]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Ridwan Kamil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=87099</guid>

					<description><![CDATA[Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) alias Kang Emil buat video parodi dari video klip "Yang Terdalam" karya NOAH. Apakah RK mulai "meresahkan" warga?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (RK) alias Kang Emil membuat sebuah video parodi dari video musik “Yang Terdalam” dari NOAH. Bukan tidak mungkin, dalam membuat video tersebut, Kang Emil malah “meresahkan” sejumlah warga.</strong></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Karya merupakan hal yang sangat dihargai di negeri Nusantara dalam&nbsp;<em>alternate universe</em>&nbsp;Bumi-45. Bahkan, sebagai bentuk apresiasi, tidak jarang orang-orang membuat versi-versi alternatifnya – seperti meme dan parodi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu orang terkenal yang bisa memproduksi meme dan parodi ini adalah Riduan Kemil atau yang biasa dipanggil sebagai Kang Emil. Bisa dibilang, Kang Emil ini menjadi salah satu&nbsp;<em>influencer</em>&nbsp;yang paling rajin dalam membuat konten.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Maka dari itu, setiap tren yang tengah ramai dan viral pada saat itu juga akan diikuti oleh Riduan. Saat Khaby tengah viral-viralnya, misalnya, Riduan langsung berusaha meniru gaya Khaby di sejumlah akhir kontennya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang terbaru, Riduan membuat sebuah konten berupa video parodi atas sebuah video musik milik sebuah band yang bernama NUH. Judul lagunya adalah “Pangjerona”.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di video aslinya, model dalam video musik tersebut menyusuri sebuah jalan yang di sekitarnya terdapat banyak pedagang dan warga setempat. Namun, di video parodi milik Riduan, sang&nbsp;<em>influencer</em>&nbsp;malah berjalan di sebuah jalan yang bernama Jl. Menuju Capres.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Riduan</strong>: Kulepas semua yang kuinginkan~ (<em>sembari berjalan menyusuri Jl. Menuju Capres</em>)</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tiba-tiba, Riduan menarik kursi seseorang yang hendak duduk. Alhasil, orang itu pun terjatuh ke belakang.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Anis</strong>: Aduh! Oi! Sakit, Kang.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Riduan</strong>: Eh,&nbsp;<em>sorry</em>.&nbsp;<em>Sorry</em>. Hati-hati, Mas Anis. Jangan sampai jatuh gara-gara Formula E. E-nya, kalau dalam bahasa Jawa, itu&nbsp;<em>entek</em>&nbsp;alias habis.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Anis</strong>: Hmmm…</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-dots"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;</strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/celoteh/ketika-ridwan-kamil-beli-gorengan"><strong>Ketika Ridwan Kamil Beli Gorengan</strong></a></p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://lh5.googleusercontent.com/c2qZ2Ba_FINijT_2fvjVlN6AiqK_kHRmt_74rGTWb0Bg7itnRO9fbCu9kmKzi6BPwMIT5sVP_nOoLgtKAIJuGibOJjhboRvUREekEa2TqlxLo4B5yGBGF3Ja7ZVfsAi2AoKFwZfp" alt=""/></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Riduan pun memutuskan untuk kembali berjalan menyusuri jalan tersebut. Namun, ia malah bertemu dengan seorang perempuan yang tengah membawa karung beras. Beras itu – sebagai&nbsp;<em>gimmick</em>&nbsp;– diambil oleh Riduan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Puwan</strong>: Jadikan aku yang pertama dan terakhir ya. Pokoknya, yang paling-paling lah&nbsp;<em>yo</em>. Ini berasnya. Mari kita kepakkan sayap kita bersama-sama.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Riduan</strong>: Waduh, saya nggak punya sayap nih, Mbak.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Puwan</strong>: Oh, nggak apa-apa. Tangismu itu tangisku. Ceriamu juga ceriaku.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Riduan</strong>: Lelahmu jadi lelahku juga. Bahagiamu bahagiaku pasti.~</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Puwan</strong>: Heh, itu beneran maksud saya. Kok malah nyanyi?!</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-dots"/>



<p class="wp-block-paragraph">Riduan pun kembali lanjut berjalan meninggalkan Puwan yang masih terheran-heran dengan si&nbsp;<em>influencer</em>&nbsp;tersebut. Setelah menjauhi Puwan, Riduan berpapasan dengan seorang pria yang sedang bicara dengan seorang anak sambil memamerkan tatonya. Riduan pun langsung mengajak anak tersebut berjalan dengan menggandengnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Riduan</strong>: Yuk, dek! Kuy! Sok!</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Kak Ganjar</strong>: Heh, saya lagi ngobrol sama bocah&nbsp;<em>iku</em>.&nbsp;<em>Ora wedi</em>&nbsp;ini saya pakai tato? Meski punya tato, anak-anak suka&nbsp;<em>mbanyol</em>&nbsp;bareng saya. Saya sampai dipanggil Kak Ganjar&nbsp;<em>masio tah</em>&nbsp;rambutku putih.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Riduan</strong>: Oke, oke.&nbsp;<em>Selow&nbsp;</em>aja, Mas.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-dots"/>



<p class="wp-block-paragraph">Riduan berjalan lagi untuk menuju ujung Jl. Menuju Capres. Di sana, ia menemui banyak orang – ada Chuck Imin, Suria Paloh, Ahaye, dan sebagainya. Meski sudah bertemu banyak wajah, Riduan pun belum sampai juga di ujung. Mungkinkah Riduan mencapai ujung jalan tersebut? (A43)</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Baca Juga:&nbsp;</strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/celoteh/nyontek-cerdas-ala-ridwan-kamil"><strong>“Nyontek” Cerdas ala Ridwan Kamil?</strong></a></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-embed-handler wp-block-embed-embed-handler wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="CsbmgbFVpQQ"><iframe title="Filosofi dan Cermin Politik Video Game" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/CsbmgbFVpQQ?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.youtube.com/c/PinterPolitik/featured"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com:8000/photos/shares/ytb%20membership-03.jpg" alt=""/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://linktr.ee/PinterPublishing"><img decoding="async" src="https://www.pinterpolitik.com:8000/photos/shares/2021/3/ebook-promo-web-banner.jpg" alt=""/></a></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Ridwan-Kamil-Meresahkan-Warga-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
