<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Ariel Heryanto &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/ariel-heryanto/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Apr 2018 13:39:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Ariel Heryanto &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>‘Bodyguard’ Sosmed Pelindung Tsamara</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/bodyguard-sosmed-pelindung-tsamara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K16]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Apr 2018 13:39:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ariel Heryanto]]></category>
		<category><![CDATA[Budiman Sudjatmiko]]></category>
		<category><![CDATA[partai solidaritas indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[PSI]]></category>
		<category><![CDATA[Tsamara Amany Alatas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=27601</guid>

					<description><![CDATA[“Semoga orang-orang yang demikian itu bisa lebih fokus mengkritik substansi, dibanding sekadar merendahkan hanya karena gender,” ~ Politikus muda Partai Solidaritas Indonesia, Tsamara Amany Alatas. PinterPolitik.com [dropcap]N[/dropcap]ama politikus muda Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Tsamara Amany memang kerap menghiasi pemberitaan di media massa. Hal yang paling disoroti adalah keberaniannya dalam mengkritik lawan politik. Tapi kritikannya ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Semoga orang-orang yang demikian itu bisa lebih fokus mengkritik substansi, dibanding sekadar merendahkan hanya karena gender,” ~ Politikus muda Partai Solidaritas Indonesia, Tsamara Amany Alatas.</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]N[/dropcap]ama politikus muda Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Tsamara Amany memang kerap menghiasi pemberitaan di media massa. Hal yang paling disoroti adalah keberaniannya dalam mengkritik lawan politik. Tapi kritikannya ini acap kali berimbas pada pelecahan balik terhadap dirinya di media sosial.</p>
<p>Ya begitulah politik, kita gak akan tau kapan air sungai tiba-tiba meluap karena bertambahnya debit air dari hulu sungai. Kalau sampai tidak siap, maka diri ini bisa tertelan olehnya. Nah kan pelajaran banget tuh buat politisi muda seperti Tsamara. Meski datanya kredibel, tapi ngeritik itu tetap ada etikanya.</p>
<p>Jadi jangan asal <em>caplas-ceplos</em>, apalagi kalau hanya sekedar mencari panggung untuk eksistensi partainya. Kalem aja <em>atuh</em>, main gerilya lebih keren kayaknya. Dari pada harus <em>head-to-head</em> sama tokoh politik tertentu. <em>Mmm,</em> bisa <em>amsyong mah</em> itu. Pengalaman emang gak bisa dibohongin deh. <em>Keok</em> nanti ujungnya.</p>
<p><em>Eits,</em> tapi jangan salah, meski kritikan Tsamara belakangan mengakibatkan dirinya di-<em>bully</em> di media sosial, sekarang Ketua DPP PSI ini udah punya<em> Bodyguard</em> loh yang siap melindungi di dunia maya. Mereka adalah Sosiolog Ariel Heryanto dan politisi PDIP, Budiman Sudjatmiko. <em>Cie Cie</em> diapit dua <em>cowo tamvan </em>nih<em>.</em></p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Baru memulai karirnya sebagai politikus, seorang spt <a href="https://twitter.com/TsamaraDKI?ref_src=twsrc%5Etfw">@TsamaraDKI</a> sudah dilecehkan secara bertubi2 di media sosial. Ini semakin meneguhkan harapan saya akan hadirnya Presiden RI perempuan yg memperjuangkan kehidupan publik yang lebih beradab pada perempuan di ruang  publik.</p>
<p>&mdash; Ariel Heryanto (@ariel_heryanto) <a href="https://twitter.com/ariel_heryanto/status/988370965976432641?ref_src=twsrc%5Etfw">April 23, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Menurut Ariel, kalau mau membalas kritikan terhadap Tsamara itu harus ngeliat substansi pembahasannya, bukan malah menyerang pribadi. Terlebih kebanyakan mengindikasikan sifat anti-perempuan. Yang kayak gini nih cara berpikir yang gak sehat. Ya <em>berhusnuzon</em> aja ya. Siapa tau orang-orang itu baru sok-sokan belajar ngeritik.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Yg aku sedih justru adlh orang2 yg sdh pernah dpt banyak proyek atas nama ide2 liberal, tp krn sekarang berseberangan dgn <a href="https://twitter.com/jokowi?ref_src=twsrc%5Etfw">@jokowi</a> &amp; <a href="https://twitter.com/TsamaraDKI?ref_src=twsrc%5Etfw">@TsamaraDKI</a> di kubu Jokowi, membiarkannya dilecehkan. Orang2 spt itu akan jd pecundang di rezim apapun CC <a href="https://twitter.com/ariel_heryanto?ref_src=twsrc%5Etfw">@ariel_heryanto</a></p>
<p>&mdash; Budiman Sudjatmiko (@budimandjatmiko) <a href="https://twitter.com/budimandjatmiko/status/988421990653538304?ref_src=twsrc%5Etfw">April 23, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Sedangkan Budiman berpendapat kalau banyak Warganet yang masih awam akan pendidikan politik. Dan ada kalanya dibarengi dengan hilangnya rasa empati atas Tsamara. Mereka-mereka ini dalam pandangan Tsamara, lebih mirip kaum konservatif radikal. Ya hobi mereka itu memang melulu menyerang identitas perbedaan gender. <em>Hadeuh</em>.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Semoga orang2 yg demikian itu bisa lebih fokus mengkritik substansi dibanding sekadar merendahkan hanya karena gender. Bukan hanya pd saya, tp pd setiap perempuan. Tp saya percaya para perempuan hebat Indonesia tidak akan tunduk pada hinaan-hinaan semacam itu Prof?? <a href="https://t.co/6WKK4c3J8s">https://t.co/6WKK4c3J8s</a></p>
<p>&mdash; Tsamara Amany Alatas (@TsamaraDKI) <a href="https://twitter.com/TsamaraDKI/status/988400427510120453?ref_src=twsrc%5Etfw">April 23, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Dengan dua <em>bodyguard</em> di media sosial ini, setidaknya bisa bikin Tsamara bernapas lega tanpa perlu was-was bersosmed. Kalau ada salah <em>caption</em> dalam unggahan. Ya tinggal panggil dua pangeran ganteng ini aja lagi, iya gak! <em>Lah</em> tapi bukan lantas ini dijadikan pembenaran atas setiap kritkan yang Tsamara lakukan sendiri kepada pihak lain loh ya. Jadi tetep harus intropeksi diri. Kalau <em>ngaca</em> itu ya pakai kaca yang besar, biar keliatan dari ujung kaki sampai kepala. Jangan <em>ngacanya</em> cuma pakai kaca rautan yang mini itu. <em>Wew</em>. (K16)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/04/Tsamara-Amany-1.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
