<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Aplikasi &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/aplikasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Oct 2023 04:15:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Aplikasi &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Situs Kuliner Paling Populer di Dunia</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinter-ekbis/situs-kuliner-paling-populer-di-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A49]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Oct 2023 13:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pinter Ekbis]]></category>
		<category><![CDATA[Aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[populer]]></category>
		<category><![CDATA[situs]]></category>
		<category><![CDATA[socioloop]]></category>
		<category><![CDATA[tasteatlas]]></category>
		<category><![CDATA[tripadvisor]]></category>
		<category><![CDATA[yelp]]></category>
		<category><![CDATA[zomato]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=138013</guid>

					<description><![CDATA[socioloop.co Kuliner kini tidak hanya sebatas kebutuhan, namun telah menjadi bagian dari gaya hidup, hobi, bahkan bentuk seni. Berkat perkembangan teknologi, informasi kuliner dapat diakses dengan mudah melalui internet. Ada beberapa situs yang menjadi favorit para pencinta kuliner dan telah menjadi rujukan utama dalam mengeksplorasi dunia kuliner. Berikut ini adalah beberapa situs kuliner paling populer [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>socioloop.co</strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Kuliner kini tidak hanya sebatas kebutuhan, namun telah menjadi bagian dari gaya hidup, hobi, bahkan bentuk seni. Berkat perkembangan teknologi, informasi kuliner dapat diakses dengan mudah melalui internet.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada beberapa situs yang menjadi favorit para pencinta kuliner dan telah menjadi rujukan utama dalam mengeksplorasi dunia kuliner. Berikut ini adalah beberapa situs kuliner paling populer di dunia:</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Yelp</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Yelp adalah platform ulasan untuk berbagai bisnis, termasuk restoran. Pengguna dapat memberikan ulasan dan rating terhadap restoran yang telah mereka kunjungi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengguna dapat mencari restoran berdasarkan lokasi, jenis makanan, rentang harga, dan kriteria lainnya. Foto makanan dan tempat seringkali disertakan dalam ulasan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>TasteAtlas</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, TasteAtlas berfokus pada makanan tradisional dari seluruh dunia, memberikan informasi rinci tentang makanan khas dari berbagai negara. Keunggulan TasteAtlas yaitu peta interaktif, deskripsi rinci makanan, serta rekomendasi restoran.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Zomato</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Berawal dari India, Zomato kini telah menjadi salah satu situs dan aplikasi pencarian restoran global.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang diisukai dari Zomato adalah ulasan pengguna, rating, menu restoran, serta fitur pemesanan dan pengantaran makanan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>AllRecipes</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">AllRecipes adalah salah satu situs resep makanan terbesar di dunia. Pengguna dapat menemukan berbagai resep dari seluruh dunia. Kamu bisa lihat video tutorial, ulasan pengguna atas resep, serta fitur pencarian resep berdasarkan bahan yang tersedia.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Food52</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain menyediakan resep, Food52 juga menawarkan konten-konten berkualitas tentang gaya hidup, dekorasi rumah, dan tentu saja, kuliner. Artikel mendalam, kompetisi resep, serta toko online yang menawarkan peralatan masak dan aksesoris rumah tangga berkualitas menjadi fitur unggulan Food52.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Epicurious</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Situs ini menyajikan resep, berita, tren makanan, serta tips dan trik memasak. Fitur unggulan adalah Video masak, ulasan resep, serta fitur pencarian resep berdasarkan bahan, kesulitan, dan metode masak.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>TripAdvisor</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun lebih dikenal sebagai platform ulasan tempat wisata, TripAdvisor juga memiliki bagian khusus untuk ulasan restoran yang sangat populer. Fitur andalan adalah ulasan dan rating pengguna, fitur pencarian restoran berdasarkan lokasi, serta foto dari pengguna.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan semakin banyaknya situs kuliner yang tersedia, konsumen kini memiliki lebih banyak sumber informasi untuk mengeksplorasi dan menikmati dunia kuliner.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Baik itu mencari restoran baru, resep makanan otentik, atau sekadar mencari inspirasi untuk memasak, situs-situs di atas menjadi andalan bagi jutaan pencinta kuliner di seluruh dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Memang, dunia kuliner tidak pernah berhenti berkembang, dan dengan bantuan teknologi, kita semua dapat lebih mudah menikmati setiap sajian lezat dari berbagai penjuru dunia. (A49)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/10/tech-crunch_webp-1024x576.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jelajah Kuliner Dunia Dalam Genggaman di TasteAtlas.com</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinter-ekbis/jelajah-kuliner-dunia-dalam-genggaman-di-tasteatlas-com/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A49]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Oct 2023 05:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pinter Ekbis]]></category>
		<category><![CDATA[Aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[socioloop]]></category>
		<category><![CDATA[tasteatlas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=137983</guid>

					<description><![CDATA[socioloop.co Dalam era digital saat ini, banyak situs web yang didedikasikan untuk para pencinta kuliner. Namun, tak banyak yang mampu memberikan pengalaman mendalam dan otentik seperti yang ditawarkan oleh TasteAtlas.com. Sebagai sebuah platform online yang fokus pada makanan otentik dan tradisional dari seluruh dunia, TasteAtlas telah berhasil mengumpulkan informasi mengenai ribuan makanan khas dari berbagai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>socioloop.co</strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Dalam era digital saat ini, banyak situs web yang didedikasikan untuk para pencinta kuliner. Namun, tak banyak yang mampu memberikan pengalaman mendalam dan otentik seperti yang ditawarkan oleh TasteAtlas.com.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai sebuah platform online yang fokus pada makanan otentik dan tradisional dari seluruh dunia, TasteAtlas telah berhasil mengumpulkan informasi mengenai ribuan makanan khas dari berbagai negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konsep utama dari TasteAtlas adalah menyediakan peta rasa dunia yang interaktif. Ini bukan sekadar direktori makanan, melainkan sebuah atlas yang memperkenalkan pengguna kepada makanan khas dari setiap wilayah di dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan demikian, pengguna dapat menjelajahi ragam kuliner dari berbagai belahan dunia, mulai dari makanan jalanan hingga hidangan khas yang disajikan dalam acara-acara tradisional.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Fitur-fitur unggulan</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Peta Interaktif</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan peta dunia yang interaktif, pengguna dapat dengan mudah memilih sebuah negara atau wilayah dan mengetahui makanan khas dari daerah tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Deskripsi Rinci</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Setiap makanan yang terdaftar dalam TasteAtlas dilengkapi dengan deskripsi rinci mengenai asal-usul, bahan-bahan, cara pembuatan, dan sejarah singkat dari makanan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Rekomendasi Restoran</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk makanan tertentu, TasteAtlas juga memberikan rekomendasi restoran atau kedai di mana makanan tersebut bisa ditemukan dengan cita rasa otentik.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Foto dan Video</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Visual adalah bagian penting dari pengalaman kuliner. Oleh karena itu, banyak makanan di TasteAtlas dilengkapi dengan foto berkualitas tinggi dan video yang memperlihatkan proses pembuatannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu kekuatan utama dari TasteAtlas adalah kolaborasinya dengan komunitas. Banyak informasi yang disajikan berasal dari kontribusi para pencinta kuliner dari seluruh dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan demikian, platform ini tidak hanya menyajikan informasi dari sudut pandang satu orang atau kelompok, melainkan refleksi dari pengalaman banyak orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain sebagai platform informasi, TasteAtlas juga memiliki misi untuk mendidik penggunanya tentang pentingnya melestarikan makanan tradisional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di era globalisasi saat ini, banyak makanan tradisional yang mulai terlupakan atau mengalami perubahan resep agar sesuai dengan selera pasar. Melalui platform ini, TasteAtlas ingin mengingatkan kita semua tentang kekayaan kuliner tradisional dan pentingnya menjaganya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi para traveler, menggunakan TasteAtlas sebelum berkunjung ke sebuah negara dapat memberikan gambaran tentang makanan apa yang wajib dicoba.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, dengan rekomendasi restoran yang disediakan, pengguna juga dapat memastikan bahwa mereka mendapatkan pengalaman makan yang otentik dan tidak terjebak dalam perangkap turis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kesimpulannya, TasteAtlas.com merupakan platform yang luar biasa bagi setiap orang yang memiliki hasrat untuk menjelajahi dunia kuliner.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan informasi yang kaya dan pendekatan yang inklusif, situs ini berhasil menghadirkan dunia kuliner ke depan mata kita, mengajak kita untuk selalu menjelajah dan menikmati setiap gigitan dengan pemahaman dan apresiasi yang mendalam. (A49)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/10/tasteatlas-dot-com-ok-1024x537.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pemilu 2024, TikTok Wajib Diblokir?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/pemilu-2024-tiktok-wajib-diblokir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S91]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Apr 2023 04:06:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[buzzer]]></category>
		<category><![CDATA[cyberarmy]]></category>
		<category><![CDATA[Pakar]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Penyalahgunaan Tiktok]]></category>
		<category><![CDATA[TikTok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=127379</guid>

					<description><![CDATA[Pakar ilmu komunikasi dari Northern State University, Nuurrianti&#160;Jalli, mewanti-wanti penyalahgunaan aplikasi TikTok menyambut Pemilu 2024. Sesuai dengan penelitian yang ia kutip, TikTok terbukti memfasilitasi tersebarnya ujaran kebencian dan disinformasi di dunia maya. Hal ini kata Nuurrianti sudah mulai terjadi. Beberapa waktu lalu, contohnya, kabar hoaks eks-Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mendapatkan nama baptis dari Gereja [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1080" height="1300" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/04/Pemilu-2024-TikTok-Wajib-Diblokir.jpg" alt="pemilu 2024 tiktok wajib diblokir" class="wp-image-127382" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/04/Pemilu-2024-TikTok-Wajib-Diblokir.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/04/Pemilu-2024-TikTok-Wajib-Diblokir-768x924.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/04/Pemilu-2024-TikTok-Wajib-Diblokir-696x837.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/04/Pemilu-2024-TikTok-Wajib-Diblokir-1068x1285.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/04/Pemilu-2024-TikTok-Wajib-Diblokir-1920x2311.jpg 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/04/Pemilu-2024-TikTok-Wajib-Diblokir-348x420.jpg 348w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Pakar ilmu komunikasi dari Northern State University, Nuurrianti&nbsp;Jalli, mewanti-wanti penyalahgunaan aplikasi TikTok menyambut Pemilu 2024. Sesuai dengan penelitian yang ia kutip, TikTok terbukti memfasilitasi tersebarnya ujaran kebencian dan disinformasi di dunia maya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini kata Nuurrianti sudah mulai terjadi. Beberapa waktu lalu, contohnya, kabar hoaks eks-Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mendapatkan nama baptis dari Gereja sempat populer di TikTok.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengingat upaya moderasi konten yang terkadang tidak berjalan efektif, wajar bila kita semua mempertimbangkan, apakah TikTok perlu dibatasi lebih keras dalam pemilu nanti?</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/04/Pemilu-2024-TikTok-Wajib-Diblokir-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menguak Ancaman Surveillance Capitalism</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/ruang-publik/menguak-ancaman-surveillance-capitalism/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Pinter Politik]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2021 06:24:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ruang Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Ponsel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=93706</guid>

					<description><![CDATA[Media sosial disebut sebabkan polarisasi politik dan infodemik di tengah pandemi Covid-19. Selain itu, media sosial bukan tidak mungkin munculkan ancaman&#160;surveillance capitalism. Apa itu? PinterPolitik.com Bencana pandemi global Covid-19 mempercepat disrupsi terhadap semua lini kehidupan kita, hal ini dikarenakan pandemi global merupakan sebuah konsekuensi dari globalisasi membuat setiap peristiwa terjadi di satu tempat akan mempengaruhi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Media sosial disebut sebabkan polarisasi politik dan infodemik di tengah pandemi Covid-19. Selain itu, media sosial bukan tidak mungkin munculkan ancaman&nbsp;<em>surveillance capitalism</em>. Apa itu?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Bencana pandemi global Covid-19 mempercepat disrupsi terhadap semua lini kehidupan kita, hal ini dikarenakan pandemi global merupakan sebuah konsekuensi dari globalisasi membuat setiap peristiwa terjadi di satu tempat akan mempengaruhi kehidupan manusia di tempat lain akibat semakin cepatnya arus perpindahan manusia, modal, barang, dan informasi dari satu tempat ke tempat lainnya yang kemudian menjadi proses yang mengglobal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Cepatnya arus pergerakan manusia, barang, modal, dan jasa diakibatkan oleh kemajuan teknologi yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses globalisasi telah memperluas pengaruhnya dalam kehidupan manusia selama pandemi dan terus berlanjut setelah pandemi selesai. Namun, yang paling tidak kalah penting dari konsekuensi globalisasi selain pergerakan barang atau jasa adalah pergerakan dan pertukaran informasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kita sebagai manusia tidak dapat dilepaskan dari informasi karena informasi bertujuan sebagai panduan dan pengetahuan dalam bertahan hidup. Pandemi Covid-19 merupakan bencana yang dihadapi oleh semua manusia mengharuskan setiap individu hingga negara harus memiliki informasi yang dapat dipercaya agar dapat memahami krisis pandemi Covid-19 dan dapat mengambil langkah yang harus diambil untuk memitigasi terjadinya penularan terhadap diri sendiri dan komunitasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini membuat keakuratan suatu informasi sangat penting dalam membentuk respons masyarakat terhadap pandemi Covid-19 yang merupakan krisis kesehatan masyarakat dan mengawasi kinerja institusi pemerintahan yang dipercayai oleh masyarakat dalam menangani pandemi dalam menjaga keberlangsungan hidup masyarakat (Nielsen, Fletcher, Newman, Brennen &amp; Howard; 2020).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, di sisi lain internet juga telah terbukti menjadi medium penyebaran informasi yang salah, termasuk berita palsu di dalamnya. dengan informasi dapat memungkinkan terjadi kebalikannya, informasi yang keakuratan atau kebenarannya yang menyesatkan dan ambigu dapat memicu propaganda dan disinformasi yang dibalut dengan ujaran kebencian beserta narasi konspiratif akan menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap eksistensi pandemi Covid-19 dan berimplikasi pada tidak adanya respon masyarakat untuk melakukan usaha-usaha mitigasi penyebaran Covid-19 yang membuat semua usaha yang dilakukan oleh pihak-pihak yang terlibat menjadi sia-sia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Membanjirnya informasi yang kualitasnya rendah dan kebenarannya diragukan yang menimbulkan kebingungan luas publik terhadap siapa atau sumber mana yang dapat dipercaya dan berimplikasi pada ketidakpercayaan yang luas adalah pengertian dari ‘infodemik’ oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) .</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan cepatnya arus pertukaran informasi akibat dari kemajuan teknologi informasi membuat arus informasi yang keakuratannya bermacam-macam dapat diterima secara mudah oleh pengguna media daring atau yang kita kenal sebagai media sosial. Media sosial sebagai sarana untuk menyampaikan informasi secara cepat melalui rekan atau teman yang saling terhubung dan saling membagikan informasi dengan yang lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain sebagai sarana untuk berbagi informasi, media sosial sebagai ajang kontestasi narasi – narasi yang mengandung kebenaran ilmiah dengan propaganda atau berita palsu. Dengan segala macam kualitas konten yang bervariasi dan kontestasi narasi berbagai informasi di media sosial yang terafiliasi dengan kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan tertentu membuat setiap individu pengguna harus memiliki kemampuan berpikir kritis sebelum menerima sebuah informasi yang didapat dari media sosial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun kemampuan dalam memilah dan memverifikasi informasi yang menjadi bagian dari berpikir kritis merupakan hal yang penting dalam menerima sebuah informasi, tetapi setiap kelompok demografi memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam berpikir kritis sebelum menerima informasi yang di dapatkan dari media sosial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kelompok demografi usia 40 hingga 60 tahun ke atas cenderung rentan menelan mentah-mentah informasi yang tersebar di media sosial, sedangkan kelompok usia di bawahnya yaitu kelompok usia 18 hingga 29 justru lebih peka dan kritis terhadap bias atau tendensi tertentu dalam informasi yang didapat. Selain itu, faktor tingkat pendidikan dan pendapatan juga memengaruhi persepsi dalam menerima informasi yang didapat dari media sosial, yang tidak kalah penting dari faktor-faktor di atas adalah afiliasi politik pengguna.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain faktor-faktor dalam individu pengguna media sosial dalam menerima informasi, terdapat faktor di luar individu itu sendiri. Faktor tersebut adalah media sosial itu sendiri. Media sosial merupakan perangkat lunak yang memiliki cara kerja yang unik dalam memahami penggunanya. Cara kerjanya yaitu mengumpulkan informasi yang kerap kali dicari dan pendapat-pendapat atau media yang dipublikasikan oleh pengguna itu sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian, media sosial memiliki kemampuan dalam menganalisa informasi yang didapat dari pengguna dan mengolahnya sebagai panduan dalam memprioritaskan publikasi atau postingan yang pertama kali muncul dalam&nbsp;<em>timeline&nbsp;</em>atau laman utama milik pengguna, proses ini disebut sebagai personalisasi dan proses inilah yang membuat setiap halaman utama milik masing-masing pengguna berbeda. Oleh sebab itu, semua informasi yang tersedia di halaman utama berdasarkan preferensi informasi yang seringkali dicari dan mendapatkan perhatian utama dari pengguna.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tulisan ini akan membahas bagaimana informasi yang tersedia dalam media sosial dapat mempengaruhi respon masyarakat dalam menghadapi pandemi dan beserta faktor-faktor utama yang menjadi penentu diterima atau tidaknya informasi yang kualitasnya bervariasi oleh masyarakat yang merupakan pengguna dari media sosial. Kemudian, akan diikuti dengan bagaimana&nbsp; media sosial juga menjadi faktor pemengaruh dalam mengatur informasi yang sesuai dengan preferensi pengguna dan dampaknya terhadap respon pengguna di dunia nyata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian, kedua gagasan tersebut akan dihubungkan dengan konteks fenomena polarisasi politik di Indonesia yang berdampak pula pada kepercayaan institusi dan respon masyarakat terhadap pandemi COVID – 19.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="faktor-faktor-pribadi-pengguna-dalam-menerima-informasi"><strong>Faktor-faktor pribadi pengguna dalam menerima informasi&nbsp;</strong>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Keadaan di sekitar individu pengguna dan pribadinya merupakan faktor yang kerap diperhatikan dalam diskursus&nbsp; perilaku individu pengguna dalam menerima informasi yang tersedia di media sosial. Faktor-faktor yang menjadi perhatian utama dalam diskursus pengaruh informasi dalam media sosial terhadap perilaku pengguna di dunia nyata antara lain rentang usia, kondisi ekonomi, tingkatan pendidikan dan dukungan terhadap afiliasi politik tertentu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rentang usia berhubungan dengan riwayat individu dalam menghadapi permasalahan yang terkait dengan dampak dari media sosial terhadap kehidupan nyata beserta kualitas kemampuan kognitif semakin menurun akibat bertambahnya usia yang digunakan untuk menganalisis informasi yang didapat sebelum digunakan sebagai pedoman dalam berperilaku dan merespon suatu kondisi di dunia nyata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara, tingkatan pendidikan berkorelasi dengan ketajaman dan kedalaman tingkatan analisis yang melalui proses pelatihan kognitif dalam jangka waktu tertentu (Freeman &amp; Bentall, 2017), sedangkan dukungan terhadap afiliasi politik berkorelasi dengan dukungan dan ketidakpercayaan terhadap pihak yang menguasai institusi pemerintahan sebagai pembuat kebijakan (Ribeiro, Calais, Almeida, &amp; Meira, 2017)</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kelompok demografi usia di atas 60 tahun ke atas cenderung mudah terpengaruh dengan informasi berita palsu yang kredibilitas dan keakuratannya diragukan. Hal ini kontras dengan kelompok usia 18 hingga 29 tahun ke atas yang jauh lebih peka terhadap berita palsu dan mampu menyaring informasi yang beredar di media sosial yang memiliki tendensi bias terhadap tujuan tertentu seperti politik partisan dan rasisme.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketimpangan kemampuan dalam menyaring informasi yang beredar antara kelompok usia tua (55 hingga 60 tahun ke atas) dengan kelompok usia muda (18 hingga 29 tahun) adalah kelompok usia muda sepanjang hidupnya sudah terbiasa dengan kehadiran teknologi informasi dan penggunaan teknologi tersebut secara terus menerus membuat kelompok usia tersebut sudah memahami resiko yang dihadapi dan pengaruhnya terhadap kehidupan di dunia nyata. Kehadiran teknologi informasi dan komunikasi dalam kehidupan sehari-hari bagi kelompok usia tua menimbulkan gegar budaya bagi mereka (Guess,Nagler, &amp; Tacker, 2018)</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk faktor kondisi ekonomi, pengguna media sosial yang memiliki pendapatan rendah cenderung mudah mempercayai informasi yang mengandung narasi konspiratif dan berita palsu daripada kelompok memiliki pendapatan tinggi. Hal ini dikarenakan individu yang memiliki pendapatan rendah juga mengenyam pendidikan yang rendah cenderung merasa harga dirinya rendah dan tidak toleran dengan ketidakpastian membuat mereka mencari cara untuk memberikan hiburan emosional dengan menyalahkan kekuatan yang tidak terlihat yang membuat enggan menyalahkan diri pribadi jika mengalami hal-hal yang tidak mengenakkan dari sesuatu peristiwa atau kejadian yang menimbulkan ketidakpastian bagi diri pribadi (Parent, 2014; Freeman &amp; Bentall, 2017). Hal ini dapat menjelaskan mengapa lebih dari sepertiga persen masyarakat Sumatera Barat mempercayai Covid-19 merupakan konspirasi global sehingga enggan untuk mematuhi protokol kesehatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Afiliasi politik juga menyumbang faktor yang signifikan terhadap perilaku determinasi pengguna media sosial dalam menerima sebuah informasi dan menggunakannya. Afiliasi politik cenderung menyesuaikan konteks situasi politik di masing-masing negara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Negara yang memiliki situasi masyarakat yang terpolarisasi akibat situasi politik di negaranya memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepatuhan terhadap protokol pencegahan Covid-19 yang diwajibkan oleh otoritas kesehatan yang bersangkutan, hal ini berdasarkan pada hasil studi di Amerika Serikat (AS) yang mempelajari keterkaitan dukungan politik terhadap partai politik atau politisi tertentu dengan kepatuhan dalam menjalankan protokol kesehatan yang menemukan bahwa pengguna yang terafiliasi dengan Partai Demokrat jauh lebih mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan oleh badan kesehatan pemerintah ketimbang pengguna yang terafiliasi atau mendukung Partai Republik dan Presiden Donald Trump (van Holm, Monaghan, Shahar, Messina, &amp; Surprenant, 2020).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengguna yang mendukung Donald Trump dan Partai Republikan mengandalkan informasi yang disebarkan Trump yang seringkali mengeluarkan blunder yang menganggap virus Corona sebagai penyebab Covid-19 tidak ada dan kerap tidak pernah terlihat menggunakan masker ketika beraktivitas. Selain itu, ia juga mendorong para pendukungnya untuk tidak terlalu mempedulikan eksistensi Covid-19 dan mengobatinya dengan obat yang ia sarankan meskipun sangat tidak dianjurkan oleh para ahli.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini menunjukkan bahwa mendengar pendapat ahli, membaca berita, dan mendapatkan fakta sudah bukan lagi hal yang netral tetapi cenderung usaha dalam mencapai tujuan politis yang disebabkan oleh kecurigaan masyarakat terhadap otoritas dan meletakkan afiliasi politik di atas kebernaran (Zakaria, 2020)&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara, dalam konteks di Indonesia, afiliasi dukungan politik terhadap suatu publik figur atau partai politik tidak memiliki keterkaitan erat dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Apa yang terjadi di Indonesia justru menggunakan pernyataan-pernyataan para ahli dan hasil penelitian yang melalui kaidah ilmiah cenderung dipilah berdasarkan tujuan politik untuk menyerang kekurangan dari kebijakan yang dikeluarkan oleh otoritas yang dipegang oleh figur politik tertentu (Gustomy, 2020).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini diakibatkan dari polarisasi masyarakat yang terjadi akibat politik identitas yang digunakan dalam kontestasi politik Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 dan 2019 beserta Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017. Pilpres 2014 dan 2019 terdapat dua tokoh, yaitu Joko Widodo dan Prabowo Subianto serta Pilgub DKI 2017 antara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan Anies Baswedan. Keempat tokoh tersebut didukung oleh dua kubu di masyarakat yang tidak memiliki titik temu yang sama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Joko Widodo dan Ahok didukung oleh kelompok Islam moderat dan non-Islam, sedangkan Prabowo dan Anies didukung oleh Islam Fundamentalis dan ‘santri’ baru di daerah urban yang menginginkan pemurnian Islam untuk kembali ke ajaran Al-Qur’an dan penegakan Khilafah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika Jokowi memenangkan Pilpres 2014 dan mengangkat rivalnya, Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan setelah Jokowi memenangkan Pilpres 2019. Hal ini membuat dukungan kelompok yang kedua berpindah ke Anies yang merupakan bekas dari Menteri Pendidikan di periode pertama Jokowi yang kemudian&nbsp; menjadi rival Ahok dalam Pilgub DKI 2017.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ahok yang merupakan keturunan Tionghoa dan non Islam kalah dalam Pilgub karena faktor pernyataan kontroversial terkait penistaan ayat Al-Qur’an dan memicu munculnya gerakan mobilisasi massa demonstrasi 411 dan 212 yang menuntut Ahok dijatuhi hukuman penjara. Apa yang terjadi dalam kontestasi politik diatas memiliki persamaan dengan yang terjadi di Amerika Serikat yaitu, polarisasi dipreservasikan atau diawetkan dalam ruang media sosial (Karim, 2019)</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="faktor-pengambilan-data-dan-personalisasi-halaman-pribadi-oleh-pengembang-media-sosial"><strong>Faktor Pengambilan Data dan Personalisasi Halaman Pribadi oleh Pengembang Media Sosial</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dari faktor-faktor di atas yang kerap kali dijadikan acuan dalam memahami polarisasi masyarakat akibat informasi yang beredar di media sosial, ada faktor lain yang tidak kalah penting untuk diperhatikan, yaitu faktor dari perangkat lunak media sosial itu sendiri. Media sosial memiliki kemampuan yang unik dalam memahami penggunanya, tetapi di balik keunikannya dan aksesnya yang secara cuma-cuma atau gratis terdapat harga yang harus dibayar. Harga itu adalah dampak secara sosial terhadap pengguna itu sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Harga yang perlu dibayar atas aksesnya yang mudah dan tidak memerlukan biaya adalah data-data pribadi atau pencarian data atas informasi yang diberikan kepada perangkat lunak media sosial atau mesin pencarian untuk memberikan informasi yang kita inginkan tersebut diperjualbelikan terhadap pengiklan yang menjadi sumber pemasukan penyedia perangkat lunak. Hal ini membuat secara tidak sadar, kitalah sebagai pengguna merupakan produk yang “dijual” oleh penyedia perangkat lunak terhadap pelanggannya yang merupakan pemasang iklan komersial dan bertendensi terhadap tujuan tertentu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengembang atau penyedia perangkat lunak media sosial tidak menjual produk berupa media sosial itu sendiri, melainkan mengajak calon penggunanya untuk menggunakan perangkat lunaknya dan mengambil semua data-data atau informasi yang dimasukkan oleh pengguna untuk diperjualbelikan sebagai alat tukarnya. Istilah yang digunakan ahli terhadap model bisnis seperti ini adalah&nbsp;<em>Surveillance Capitalism</em>&nbsp;(Zuboff, 2019)</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk memahami bagaimana caranya pengembang media sosial dalam menggunakan data yang diberikan oleh penggunanya dan menjualnya sebagai pemasukan, ada tiga tahap yang digunakan oleh pengembang media sosial yaitu pengambilan data (Data), mengekstraksi (Extraction) dan menganalisa (Analysis). Pengambilan data atau Data merupakan usaha untuk membuat ekosistem untuk memberikan aliran data yang diberikan oleh pengguna kepada pengembang media sosial dengan kuantitas yang sebanyak-banyaknya atau&nbsp;<em>Big Data</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tahap ekstraksi merupakan tahap untuk mengumpulkan data yang diberikan oleh pengguna sebanyak-banyaknya kemudian dikelompokkan yang nantinya akan dapat membentuk suatu pola informasi yang sering kali diinginkan oleh pengguna. Sementara, tahap analisa merupakan tahap untuk menganalisis pola menggunakan algoritma dari data yang dikelompokkan dan hasilnya dijadikan acuan dalam memilah dan memberikan informasi yang akan diberikan atau mempersonalisasi informasi sesuai dengan data yang sering kali diberikan oleh pengguna serta menyesuaikannya terhadap pengiklan yang akan menyisipkan produknya dalam informasi untuk mendorong pengguna mengaksesnya (Zuboff, 2019).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Personalisasi halaman media sosial oleh algoritma yang berdasarkan pada informasi yang paling menarik perhatian pengguna dalam bentuk paling banyak diakses dan lama durasi melihatnya mengisolasi pengguna dari informasi yang memiliki pandangan berbeda – beda dan berpotensi menghasilkan bias yang dapat memicu polarisasi (Ciampaglia &amp; Menczer, 2018)&nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari hasil pemaparan dan analisa faktor-faktor di atas menyimpulkan bahwa faktor-faktor dalam pribadi pengguna meskipun masih mendominasi atas penyebab polarisasi persepsi masyarakat terhadap informasi yang beredar di media sosial sebagai medium dalam mencari informasi juga kerap kali menjadi katalisator polarisasi itu sendiri. Hal ini dikarenakan model bisnis yang digunakan oleh pengembang media sosial dengan mengambil data dari pengguna secara tidak disadari oleh pengguna itu sendiri dan membuat media sosial milik pengguna terbebas dari informasi yang memiliki perbedaan pandangan dari apa yang direferensikan pengguna dan membuat pengguna mengonsumsi informasi berdasarkan referensinya terlepas informasi itu benar atau salah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk mengatasi permasalahan ini diperlukan edukasi lebih lanjut terkait bahaya infodemi selama pandemi dan penyediaan media khusus untuk mengklarifikasi informasi yang berpotensi menimbulkan polemik. Tidak hanya itu saja, perlunya perhatian terhadap kemampuan literasi digital seperti mampu memverifikasi informasi sebelum mempercayainya.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p class="has-text-align-right wp-block-paragraph"><strong>Tulisan milik Adyuta Banurasmi Balapradhana, mahasiswa S-1 Hubungan Internasional di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta.</strong></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><em>Opini adalah kiriman dari penulis. Isi opini adalah sepenuhnya tanggung jawab penulis dan tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi PinterPolitik.com.</em></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/ruang-publik"><strong>bit.ly/ruang-publik</strong></a>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="1024" height="132" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ruang-publik-banner.jpg" alt="Banner Ruang Publik" class="wp-image-91015" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ruang-publik-banner.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ruang-publik-banner-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ruang-publik-banner-150x19.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ruang-publik-banner-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ruang-publik-banner-696x90.jpg 696w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Menguak-Ancaman-Surveillance-Capitalism.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pro Kontra Ojek Daring</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/belajar-politik/pro-kontra-ojek-online/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A15]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Apr 2017 03:00:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Belajar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Data Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Gojek]]></category>
		<category><![CDATA[GPS]]></category>
		<category><![CDATA[Grabbike]]></category>
		<category><![CDATA[Ojek Online]]></category>
		<category><![CDATA[Uber]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=7258</guid>

					<description><![CDATA[Pro kontra kehadiran ojek online di Indonesia masih menimbulkan sengketa dari angkutan-angkutan umum lainnya. Mengapa persaingan tidak sehat ini masih terus berkepanjangan? PinterPolitik.com [dropcap size=big]R[/dropcap]abu pagi, Ichtiyarul Jamil (22) tengah mengendarai motornya setelah mengantarkan penumpang ke dekat Mal Tang City, Kota Tangerang. Tiba-tiba, sebuah angkot berwarna biru datang dengan kecepatan tinggi dan langsung menyambar motor Ichtiyarul [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><em><strong>Pro kontra kehadiran ojek online di Indonesia masih menimbulkan sengketa dari angkutan-angkutan umum lainnya. Mengapa persaingan tidak sehat ini masih terus berkepanjangan?</strong></em></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap size=big]R[/dropcap]abu pagi, Ichtiyarul Jamil (22) tengah mengendarai motornya setelah mengantarkan penumpang ke dekat Mal Tang City, Kota Tangerang. Tiba-tiba, sebuah angkot berwarna biru datang dengan kecepatan tinggi dan langsung menyambar motor Ichtiyarul yang bekerja sebagai ojek <em>online</em>. Tak ayal, pria yang masih terdaftar sebagai mahasiswa DIII Akuntansi di Universitas Muhammadiyah Tangerang ini pun langsung jatuh tersungkur di atas aspal.</p>
<p><figure id="attachment_7260" aria-describedby="caption-attachment-7260" style="width: 897px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-7260 size-large" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/index-897x1024.jpg" alt="" width="897" height="1024" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/index-897x1024.jpg 897w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/index-696x794.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/index-1068x1219.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/index-368x420.jpg 368w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/index-263x300.jpg 263w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/index-768x876.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/index.jpg 1402w" sizes="(max-width: 897px) 100vw, 897px" /><figcaption id="caption-attachment-7260" class="wp-caption-text">Infografis: K12</figcaption></figure></p>
<p>Penabrakan Ichtiyarul, menurut Kapolres Metro Tangerang, Komisaris Besar Harry Kuniawan memang sengaja dilakukan oleh si supir angkot berinisial SBH (22). Akibatnya, SBH terancam hukuman seumur hidup hingga hukuman mati. Berdasarkan pengakuannya, SBH mengaku dendam dengan kehadiran ojek <em>online</em> yang mengakibatkan angkotnya sepi penumpang.</p>
<p>SBH yang sehari-hari bekerja sebagai supir tembak atau supir cadangan angkot ini, mengatakan kalau efek dari hadirnya ojek <em>online </em>sangat berpengaruh pada pendapatannya yang semakin lama semakin turun. Pada hari itu, di Tangerang memang tengah terjadi bentrokan antara supir angkot dengan ojek <em>online</em>. Para supir angkot tersebut memprotes keberadaan layanan transportasi melalui aplikasi <em>online </em>tersebut.</p>
<p>Belakangan, kekerasan pada ojek <em>online</em> ini sering terjadi di mana-mana, dipicu dari semakin bertambahnya jumlah pengemudi ojek <em>online</em> setiap hari. Akibatnya, para supir angkot dan kendaraan umum tradisional lainnya, merasa terancam karena transportasi <em>online</em> ini lebih memberikan pelayanan yang memanjakan pelanggan. Selain antar jemput langsung di tempat, harganya pun relatif lebih murah.</p>
<p>Dulu, ojek dianggap pekerjaan yang dipandang sebelah mata dan biasa dilakukan oleh masyarakat kalangan bawah. Supir ojek biasanya melakukan pekerjaan ini karena terpaksa, daripada tidak ada pekerjaan alias menganggur. Pengojek ini hanya bermodal motor walau dengan kemampuan berkendara tidak terlalu baik, standardisasi pelayanan, bahkan tanpa surat izin mengemudi (walau masyarakat permisif mengenai masalah ini).</p>
<p>Adalah Nadiem Makarin yang mengubah arah persepsi tentang ojek. Maraknya penggunaan telepon pintar, kemudian dimanfaatkan untuk membentuk transportasi ojek yang dipesan secara <em>online</em>, bernama Go-Jek. Walaupun kemunculannya banyak pro kontra, namun layanan transportasi sejenis pun ikut bertumbuhan. Berawal dari Jakarta, kemudian meluas hingga ke beberapa daerah lainnya di Indonesia.</p>
<p><figure id="attachment_7270" aria-describedby="caption-attachment-7270" style="width: 793px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-7270 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/132808_162803_aajk-1.jpg" alt="" width="793" height="446" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/132808_162803_aajk-1.jpg 793w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/132808_162803_aajk-1-696x391.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/132808_162803_aajk-1-747x420.jpg 747w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/132808_162803_aajk-1-300x169.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/132808_162803_aajk-1-768x432.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 793px) 100vw, 793px" /><figcaption id="caption-attachment-7270" class="wp-caption-text">Foto: Detik</figcaption></figure></p>
<p><strong>Fenomena Ojek Online Dalam Ekonomi Indonesia</strong></p>
<p>Di era modern seperti sekarang ini, di mana teknologi internet semakin berkembang, saat itu pula watak masyarakat berubah dari tradisional menjadi semakin <em>nomofobik</em>. Nomofobik merupakan suatu gejala ketergantungan atau kecanduan akut terhadap <em>gadget</em>. Seiring dengan itu, perekonomian masyarakat pun ikut berubah. Bila sebelumnya individu berperan sebagai konsumen, sekarang berubah menjadi produsen.</p>
<p>Bahkan, individu pun bisa berubah menjadi multiperan, di mana masyarakat menjadi produsen dan konsumen dalam waktu bersamaan. Dualisme peran ini, istilahnya adalah ekonomi berbagi, yaitu pelaku ekonomi dilakukan oleh masyarakat untuk masyarakat lainnya, dan bukan dari perusahaan.</p>
<p>Perubahan situasi ini juga dapat dikatakan sebagai dampak dari pasar bebas, yang menurut pakar ekonomi di abad ke-18 Adam Smith, menciptakan kebebasan yang diberikan oleh para pelaku ekonomi dalam menjalankan kegiatan ekonomi, sesuai dengan keinginan mereka tanpa campur tangan pemerintah.</p>
<p>Begitu pun ojek <em>online</em> ini, kemunculannya tidak bisa dikatakan sebagai sesuatu yang murni, tapi penggabungan dari pola ke pola baru yang lebih modern. Secara filosofis, sebenarnya masyarakat saling bertukar sumber daya yang dimiliki melalui telepon pintar, ke masyarakat lain yang membutuhkan jasanya.</p>
<p>Berbekal aplikasi layanan di telepon pintar dan <em>Global </em><em>Positioning System</em> (GPS), masyarakat bisa mendapatkan layanan antar jemput, pijat, pemesanan makanan atau barang, dan jasa kebersihan tanpa harus keluar rumah.</p>
<p>Kehadiran ojek <em>online </em>ternyata berpengaruh dalam menurunkan kemiskinan di Indonesia. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) DKI, angka kemiskinan di DKI menurun sekitar 0,16 persen. Bila pada September 2014 angkanya mencapai 412.790 orang, di tahun Maret 2015 turun menjadi 398.920 orang. Bisa jadi ini akibat lapangan pekerjaan di bidang transportasi <em>online</em>, karena di tahun 2015,ojek <em>online </em>telah dimasukkan kedalam ekonomi kreatif berbasis teknologi dan menyumbang investasi sebesar US$ 400 juta.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Persaingan Diatas Aspal</strong></p>
<p><strong><em>“Salam satu aspal</em>!”</strong></p>
<p>Itulah moto para pengendara ojek <em>online</em> ini. Walau begitu, moto ini bukan berarti mereka tidak mendapatkan hambatan.Pro kontra dikalangan pelaku bisnis bermunculan. Penolakan dan dukungan datang silih berganti, bahkan demo besar-besaran yang dilakukan pengemudi taksi, bus, mikrolet, dan ojek konvensional (ojek pangkalan) yang merasa dirugikan akibat hadirnya jasa transportasi <em>online</em> ini.</p>
<p><figure id="attachment_7262" aria-describedby="caption-attachment-7262" style="width: 542px" class="wp-caption alignright"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-7262 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/taksi-gojek.jpg" alt="" width="542" height="361" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/taksi-gojek.jpg 542w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/taksi-gojek-300x200.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/taksi-gojek-360x240.jpg 360w" sizes="auto, (max-width: 542px) 100vw, 542px" /><figcaption id="caption-attachment-7262" class="wp-caption-text">Bentrokan antara Supir Taxi &amp; Supir Ojek Online. (Foto: Google)</figcaption></figure></p>
<p>Bahkan Menteri Perhubungan saat itu, Ignasius Jonan, juga sempat melarang beroperasinya transportasi <em>online </em>ini. Larangan ini tentu saja mendapat reaksi penolakan dari masyarakat yang notabene adalah pengguna transportasi <em>online</em> itu. Selain para pelaku bisnis transportasi <em>online</em>, protes pun datang dari kalangan akademisi, politikus, dan netizen yang merasa keberatan. Peraturan yang menjadi polemik berkepanjangan ini, akhirnya memunculkan kekerasan yang akhirnya memakan korban.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Belum Ada Regulasi Khusus</strong></p>
<p>Keberadaan ojek <em>online </em>sangat membantu masyarakat dalam beraktivitas. Kelebihan yang ditawarkan, seperti tarif yang terjangkau dan penggunaannya yang mudah, membuat transportasi <em>online</em> berbasis aplikasi ini dirasakan sebagai kebutuhan primer bagi masyarakat.</p>
<p>Pakar keamanan dunia maya, Pratama Persadha mengatakan masa depan transportasi berbasis <em>online</em> di Indonesia sangat cerah. <em>Chairman Communication and Information System Security Research</em> (CISSREC) ini juga melihat fenomena ini tak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia.</p>
<p><figure id="attachment_7265" aria-describedby="caption-attachment-7265" style="width: 680px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-7265 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/ojek-Uber.jpg" alt="" width="680" height="453" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/ojek-Uber.jpg 680w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/ojek-Uber-630x420.jpg 630w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/ojek-Uber-300x200.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/ojek-Uber-360x240.jpg 360w" sizes="auto, (max-width: 680px) 100vw, 680px" /><figcaption id="caption-attachment-7265" class="wp-caption-text">Foto: sejutafakta.com</figcaption></figure></p>
<p>Ojek tidak hanya ada di Indonesia, di negara Eropa pun ojek berkembang dengan baik. Bila di Indonesia, ojek ada yang berizin dan yang tidak berizin, di Eropa semua ojek harus memiliki izin resmi dan dikelola dengan baik layaknya bisnis lainnya. Salah satu layanan ojek di Eropa adalah Moto Taxi, yang berada di Prancis.</p>
<p>Menjadi pengemudi ojek di negara Eiffel ini, tidak semudah di Indonesia. Pemerintah Prancis memberlakukan peraturan yang ketat, diantaranya memberlakukan Surat Izin Mengemudi (SIM) khusus. Mereka juga wajib memiliki surat dari kepolisian yang menerangkan tidak memiliki riwayat kriminalitas dan berpengalaman mengendarai motor minimal lima tahun. Motor yang digunakan pun tak boleh lebih dari 4 tahun.</p>
<p>Sementara di Indonesia, regulasi mengenai transportasi <em>online</em> ini pernah ada, namun adanya pro kontra membuat regulasi itu menjadi mentah kembali. Sehingga Kementerian Perhubungan yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo,  menyerahkan peraturan ojek <em>online</em> ini kepada pemerintah daerah setempat untuk mengeluarkan peraturan lokalnya.</p>
<p>“Secara lokal, pemerintah daerah dan polisi setempat bisa mengatur ojek pangkalan dan ojek <em>online</em> secara tersendiri, seperti andong di Maliboro yang tidak diatur dalam undang-undang, tapi ada di aturan lokal,” jelas Sugihardjo.</p>
<p>Belajar dari negara lain, ada baiknya regulasi nasional yang mengatur mengenai moda transportasi ini segera diadakan. Salah satunya adalah untuk meminimalisir angkutan umum konvensional dan yang berbasis aplikasi, sehingga tidak menimbulkan gesekan maupun kekerasan dalam persaingannya.</p>
<p>Timbulnya keributan yang berujung pada tindakan kriminal, dikarenakan masyarakat belum siap menerima perkembangan teknologi dan persaingan yang sehat. Bisa dibilang, masyarakat kita masih belum sepenuh siap dengan perubahan yang terlalu drastis dan cepat di era pasar bebas ini.</p>
<p>Seperti kata Charles Darwin, “Bukan spesies yang paling kuat atau paling cerdas yang mampu bertahan, tapi yang bertahan adalah mereka yang paling mampu beradaptasi terhadap perubahan.”</p>
<p>Bagaimana dengan pendapatmu sendiri? (Berbagai sumber/A15)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/2015-06-11T044017Z_791229760_GF10000123493_RTRMADP_3_INDONESIA-TRAFFIC-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
