<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Anton Charliyan &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/anton-charliyan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 28 Mar 2019 09:33:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Anton Charliyan &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Somasi Ngawur Sudrajat-Syaikhu</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/somasi-ngawur-sudrajat-syaikhu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K16]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 May 2018 12:24:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[#2018AsyikMenang]]></category>
		<category><![CDATA[#2019GantiPresiden]]></category>
		<category><![CDATA[ahmad syaikhu]]></category>
		<category><![CDATA[Anton Charliyan]]></category>
		<category><![CDATA[Sudrajat]]></category>
		<category><![CDATA[Sufmi Dasco Ahmad]]></category>
		<category><![CDATA[Tb Hasanuddin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=29248</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Tindakan Paslon Asyik menunjukkan kaos #2019GantiPresiden dan mengucapkan kalau Asyik menang Insya Allah 2019 Ganti Presiden, sama sekali tidak melanggar larangan kampanye sebagaimana diatur Pasal 69 UU Pilkada.&#8221; ~ Waketum Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad. PinterPolitik.com [dropcap]S[/dropcap]epertinya insiden kaus 2019 Ganti Presiden pada penyelenggaraan debat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat  yang berlangsung di Depok [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>&#8220;Tindakan Paslon Asyik menunjukkan kaos #2019GantiPresiden dan mengucapkan kalau Asyik menang Insya Allah 2019 Ganti Presiden, sama sekali tidak melanggar larangan kampanye sebagaimana diatur Pasal 69 UU Pilkada.&#8221; ~ Waketum Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad.</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]S[/dropcap]epertinya insiden kaus 2019 Ganti Presiden pada penyelenggaraan debat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat  yang berlangsung di Depok tempo lalu berbuntut panjang. Akibat ulahnya tersebut, Paslon Gubernur nomor urut 3, Sudrajat dan Ahmad Syaikhu mendapat sanksi teguran tertulis dari KPU Provinsi Jawa Barat. Selain itu Paslon ini juga  telah dinyatakan melanggar aturan oleh Bawaslu Jawa Barat. Makannya, jangan <em>begaya</em> dompleng gerakan 2019 Ganti Presiden. Nakal sih!</p>
<p>Tapi Paslon ini gak rela loh atas keputusan KPU dan Bawaslu. Menurut mereka apa yang dilakukan saat debat tempo lalu itu masih sah-sah aja. Bahkan Paslon nomor urut 2, TB Hasanuddin-Anton Charliyan  malahan lebih sering meneriakan yek-yel dengan menyebut nama Jokowi. Lah, kok mereka iri gini sih.</p>
<p>Itu mah urusan KPU. Kalau memang keberatan, ya silahkan laporkan aja. Kalau kata Gus Dur: “Gitu aja kok repot”. Dari pada berkeluh-kesah kan, ya mending ikut ngelapor juga. Jangan <em>ngedrama</em> deh. Jadi maksudnya kalau salah, ya skalian aja salah semua, gitu ya? Fokus aja dulu sama ulah sendiri. <em>Hadeuh</em>.</p>
<p>Lah, kalau nama Jokowi dikumandangkan audiens pendukung Paslon nomor 2 saat debat tempo lalu kan memang karena spontanitas. Bedahalnya dengan kemunculan kaus dan pernyataan penutup Paslon nomor 3. Kalau itu mah memang bagian strategi kampanye partai pendukung: Gerindra, PKS dan PAN.</p>
<p>Dan sekarang Sudrajat dan Ahmad Syaikhu berencana melakukan somasi ke KPU dan Bawaslu Jawa Barat. Paslon ini ibarat udah melakukan kesalahan, eh malah melakukan perlawanan balik dan menyatakan gak salah. Tumben tindakan  KPU dan Bawaslu ditanggepin cepet. Takut gak bisa ikut debat terakhir nanti ya?</p>
<p>Makannya kalau emang gak mau kena sanksi larangan ikut debat, ya jangan cari penyakit deh pake sok-sokan menyuarakan dukungan untuk mengganti Presiden. Sebenernya eike tergelitik loh sama pola tingkah Paslon ini. Gimana gak, emangnya nanti kalau mereka terpilih jadi Gubernur dan Wakil Gubernur, lantas yang ngelantik mereka siapa sih? Pak Prabowo? Yang ngelantik itu ya Presiden Jokowi lah.</p>
<p>Ibarat kata nih ya. Ada perusahaan yang sedang menyelenggarakan tes penerimaan karyawan. Dan karyawan diminta membuat persentasi menarik mengenai cara mereka mengembangkan perusahaan kedepannya. Eh, ada nih satu pasang calon karyawan -dalam slide persentasinya-, mereka berencana merombak kursi direksi agar perusahaan tersebut lebih maju. Menurut kalian gimana guys calon karyawan model begini? (K16)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/05/Sudrajat-dan-Ahmad-Syaikhu.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Visi Muluk Paslon Pilgub Jabar</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/visi-muluk-paslon-pilgub-jabar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K16]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Mar 2018 11:46:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Anton Charliyan]]></category>
		<category><![CDATA[Debat Pilgub Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Deddy Mizwar - Dedi Mulyadi]]></category>
		<category><![CDATA[Ridwan Kamil - Uu Ruzhanul Ulum]]></category>
		<category><![CDATA[Sudrajat-Ahmad Syaikhu]]></category>
		<category><![CDATA[Tb Hasanuddin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=23620</guid>

					<description><![CDATA[Debat Pemilihan Gubernur Jawa Barat berlangsung lancar tanpa riak ketegangan seperti di Pilgub DKI Jakarta tahun lalu. PinterPolitik.com [dropcap]D[/dropcap]ebat Kandidat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat baru saja diselenggarakan pada Senin 12 Maret, malam. Rasanya begitu adem ayem, kening pun seakan tak diijinkan untuk berkerut. Gimana gak, atmosfear debat malam itu begitu berbeda [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Debat Pemilihan Gubernur Jawa Barat berlangsung lancar tanpa riak ketegangan seperti di Pilgub DKI Jakarta tahun lalu.</strong></h4>
<hr />
<p><strong><span style="color: #ccdb00;">PinterPolitik.com</span></strong></p>
<p>[dropcap]D[/dropcap]ebat Kandidat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat baru saja diselenggarakan pada Senin 12 Maret, malam. Rasanya begitu <em>adem ayem,</em> kening pun seakan tak diijinkan untuk berkerut. Gimana gak, atmosfear debat malam itu begitu berbeda dengan Pilkada DKI Jakarta sebelumnya. Pemirsa yang menonton tampak cukup menikmati apa yang disajikan.</p>
<p>Debat Politik itu kan gak melulu selalu harus diidentikkan dengan perang urat syaraf, sesekali disisipi dengan <em>dagelan</em> akan jauh lebih menarik. Begitulah yang disajikan masing-masing pasangan calon (Paslon): Ridwan Kamil–Uu Ruzhanul Ulum, Tubagus Hasanuddin–Anton Charliyan, Sudrajat-Ahmad Syaikhu, dan Deddy Mizwar–Dedi Mulyadi. Lalu apa aja sih visi misi mereka, yuk kita kupas satu persatu.</p>
<p>Ridwan Kamil &amp; Uu Ruzhanul Ulum memaparkan mengenai visi &#8216;Jabar Juara Lahir Batin&#8217;. Menurutnya nih, Jawa Barat itu butuh perubahan, keadilan, pembangunan, dan juga kebahagiaan masyarakatnya. Kalau hanya pembangunan tapi mengenyampingkan kebahagiaan masyarakatnya, ya percuma lah ya. Semacam mendahulukan pembangunan infrastruktur jalan, tapi trotoar pejalan kakinya diabaikan. Mmmm, jangan sampai kayak Jalan Margonda Depok lah ya. <em>Hadeuh</em>.</p>
<p>Tb Hasanuddin &amp; Anton Charliyan, memaparkan tujuh program unggulannya. Salah satu yang digarisbawahi adalah masih banyaknya warga Jawa Barat yang tidak memiliki pekerjaan. <em>Toh</em> buat apa pembangunan daerah secara masif, kalau masyarakat setempatnya gak bisa bekerja di daerahnya sendiri. Bisa-bisa mereka ini nantinya malah <em>ngelirik </em>ibukota sebagai tempat mencari peruntungan. Gak kebayangkan 1,8 juta orang akan eksodus ke Jakarta cari kerja. Udah padet <em>atuh</em> Jakarta.</p>
<p>Sudrajat &amp; Ahmad Syaikhu bertekad untuk menjadikan Jawa Barat sebagai provinsi termaju. Untuk mewujudkan itu, latar belakang masyarakat yang takwa menjadi bekal utama. Sedikit kurang sinkron sih antara tujuan dan latar belakangnya. Jawa Barat bisa maju dengan dasar takwa gitu maksudnya? <em>Wedew.</em> Tapi masih mendinglah karena ada visi pendukung lain yang mendambakan koneksitas seluruh daerah Jawa Barat dengan internet. <em>Wuih,</em> jadi lebih mudah jual produk kreatif Jawa Barat nih.</p>
<p>Deddy Mizwar &amp; Dedi Mulyadi menuturkan pihaknya akan mewujudkan Jabar yang adil, sejahtera, dan berkarakter. Dimulai dari tata pemerintahan yang baik dan bersih, SDM berkualitas. Kemudian tata kelola ruang, infrastruktur, dan SDA yang berkeadilan. Meningkatkan iklim investasi, dan mendata kehidupan sosial Jabar yang berbudaya dan agamis. Diantara paslon yang lain, visi Deddy-Dedi memang paling lengkap. Tapi sih sedikit berkesan muluk ya. Jadi kalian warga Jawa Barat, sudah menentukan pilihan belum nih? <em>Yuk</em> pilih pasangan yang terbaik untuk Jawa Barat lebih baik! (K16)</p>
<p><iframe width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/lbYD8FOKXCA?feature=oembed" frameborder="0" allow="autoplay; encrypted-media" allowfullscreen></iframe></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/03/Pasangan-Calon-Pilgub-Jawa-Barat.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Anton, Sangkuriang Di Jabar?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/anton-sangkuriang-di-jabar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K32]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jan 2018 11:35:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Anton Charliyan]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub Jabar 2018]]></category>
		<category><![CDATA[Srategi Politik]]></category>
		<category><![CDATA[TB Hasanudin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=19451</guid>

					<description><![CDATA[Bakal calon wakil gubernur Jawa Barat, Anton Charliyan mengaku telah memiliki strategi khusus untuk memenangkan pilgub Jabar. Anton menyebutnya dengan strategi Sangkuriang. Maksudnya gimana Pak? PinterPolitik.com [dropcap]S[/dropcap]iapa yang nggak tau dengan cerita legenda Sangkuriang? Hampir semua orang Indonesia pasti tau. Cerita rakyat dari Jawa Barat (Jabar) tersebut mengisahkan tentang seorang anak bernama Sangkuriang yang diperintahkan untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Bakal calon wakil gubernur Jawa Barat, Anton Charliyan mengaku telah memiliki strategi khusus untuk memenangkan pilgub Jabar. Anton menyebutnya dengan strategi Sangkuriang. Maksudnya <em>gimana </em>Pak?</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb31;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]S[/dropcap]iapa yang <em>nggak tau</em> dengan cerita legenda Sangkuriang? Hampir semua orang Indonesia pasti <em>tau.</em> Cerita rakyat dari Jawa Barat (Jabar) tersebut mengisahkan tentang seorang anak bernama Sangkuriang yang diperintahkan untuk membuat perahu dan danau dalam tempo satu malam. Hal tersebut sebagai syarat untuk menikahi Dayang Sumbi, yang tak lain adalah ibunya sendiri.</p>
<p>Cerita Sangkuriang ini ternyata cukup menginspirasi Pak Anton Charliyan. Ia adalah bakal calon wakil gubernur Jabar yang diusung oleh Partai Banteng. Siapa <em>sih </em>dia?</p>
<p>Ternyata ia adalah mantan Kapolda Jawa Barat (Jabar). Rencananya Pak Anton bakal diduetkan dengan TB Hasanudin, yang juga memiliki latar belakang militer. Hasanudin adalah seorang purnawirawan TNI. Mereka berdua bakal dijadikan sebagai ‘senjata pamungkas’ dari Partai Banteng untuk mendulang suara di tanah Sunda tersebut.</p>
<p>Mengenai persiapan menyonsong Pilgub Jabar, Pak Anton bakal menerapkan strategi ‘Sangkuriang’. Maksud dari strategi ini adalah berusaha untuk bekerja dengan cepat dan sigap dalam menyelesaikan segala persoalan di Jabar. <em>Hm, emang </em>bisa ya, Pak?</p>
<p>&nbsp;</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Anton Charliyan Gunakan Strategi Sangkuriang di Pilgub Jabar <a href="https://t.co/dUTExCaQ8m">https://t.co/dUTExCaQ8m</a> <a href="https://t.co/zsI4G25fhn">pic.twitter.com/zsI4G25fhn</a></p>
<p>&mdash; CNN Indonesia (@CNNIndonesia) <a href="https://twitter.com/CNNIndonesia/status/949970475014176768?ref_src=twsrc%5Etfw">January 7, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p><em>Kayaknya</em> bukan hal yang mudah bagi pasangan TB Hasanudin dan Anton Charliyan untuk melenggang bebas dalam Pilgub Jabar. Konon, Pak Anton pernah dikaitkan dengan kasus bentrokan antara kelompok Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) dan kelompok Front Pembela Islam (FPI) di Jabar. Peristiwa tersebut dikenal dengan ‘tragedi Bandung berdarah 121’. Pak Anton diduga sebagai salah satu Pembina GMBI. <em>Wah, </em>ini bisa jadi catatan merah untuknya dan Partai Banteng terutama untuk para pemilih dari kelompok FPI.</p>
<p>Apakah dengan mengusung Pak Anton, PDIP telah melakukan <em>bluder</em>? Entahlah. Yang pasti semuanya bakal terlihat saat Pilgub nanti.</p>
<p>Kalaupun Partai Banteng tetap <em>ngotot</em> mengusung Pak Hasanudin dan Pak Anton, maka mereka perlu berjuang keras. Jika ingin mengadopsi strategi Sangkuriang, maka perlu waspada. Sebab, bisa jadi ada partai lain yang <em>bakal </em>menjadi Dayang Sumbi untuk menggagalkan strategi tersebut. <em>Hm, </em>Jabar memang <em>bohay, </em>namun berbahaya. <strong>(K-32)</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/66dc0c92-7260-4882-907b-9e02d580f200_169.jpeg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Abah Anton, Sangkuriang yang Beradu</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/abah-anton-sangkuriang-yang-beradu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Dec 2017 08:45:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Anton Charliyan]]></category>
		<category><![CDATA[PDI Perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub Jawa Barat 2018]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=18165</guid>

					<description><![CDATA[“Ancaman dari waktu adalah ketidaktahuan yang berlanjut atau lupa yang kemudian terjadi.” ~ Goenawan Mohamad PinterPolitik.com [dropcap]T[/dropcap]ren terbaru dimunculkan kalangan kepolisian dan militer dengan menunjukkan geliatnya terjun ke politik, setidaknya posisi Wakil Presiden sampai Kepala Daerah dibidik menjadi sasaran baru tempat pengabdian kepada masyarakat. Sungguh mulia sekali. Karakteristik kepolisian dan militer tentu akan lebih dominan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>“Ancaman dari waktu adalah ketidaktahuan yang berlanjut atau lupa yang kemudian terjadi.” ~ Goenawan Mohamad</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]T[/dropcap]ren terbaru dimunculkan kalangan kepolisian dan militer dengan menunjukkan geliatnya terjun ke politik, setidaknya posisi Wakil Presiden sampai Kepala Daerah dibidik menjadi sasaran baru tempat pengabdian kepada masyarakat.</p>
<p>Sungguh mulia sekali. Karakteristik kepolisian dan militer tentu akan lebih dominan dari segi kepemimpinan, karena hal ini yang menjadikan daya tarik bagi dunia politik Indonesia.</p>
<p>Salah satunya, disaat gemuruh dua primadona Jawa Barat Kang Mail dan Kang Deddy yang akan saling beradu dengan pendatang baru dari militer, Sudrajat.</p>
<p>Untuk melengkapinya, sinyal si Banteng menguat untuk menurunkan figur Abah Anton membuat lengkap karakteristik calon pemimpin untuk tanah pasundan. <em>Weleeeh weleeeh</em> semakin rame aja nih Jawa Barat.</p>
<p>Dari empat calon pemimpin Jawa Barat tentu akan ada persaingan yang sengit karena mempertemukan empat pemimpin dengan empat latar belakang yang berbeda. Hmmm, seru nih biar politik yang di kedepankan politik gagasan hehehe mantap.</p>
<p>Kalau mau adu gagasan, sudah pasti ada empat pendekatan dan perspektif berbeda untuk menyelesaikan masalah di Jawa Barat. <em>Weleeeh weleeeeh</em></p>
<p>Abah Anton sebagai putra daerah dari Tasikmalaya punya latar belakang di dunia kepolisian yang bagus di Jawa Barat. Abah mantan Kapolda Jawa Barat<em>. Weeeewww weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Tapi kok Si Banteng mau<em> ngusung</em> Abah? Padahal kan banyak calon lain yang masuk radar. Hmmm, entahlah, tapi yang jelas Abah udah <em>pede</em> dipilih Si Banteng untuk Pilgub Jawa Barat. <em>Weeeewww.</em></p>
<p>Selain itu juga, Abah punya izin dari atasannya, Kapolri untuk maju di dunia politik bahkan Abah mewujudkan impian Tito untuk memiliki kader yang menjadi Kepala Daerah. <em>Weleeeh weleeeeh</em> jangan kecewakan atasanmu ya Bah.</p>
<p>Ya gimana ga pede si Abah, udah dapet sinyal kuat dari Banteng terus dapet izin juga dari Kapolri, tinggal menang atau kalah aja nih Bah.</p>
<p><em>Eeeittttssss</em> tenang, Abah punya jurus jitu pake jurus legenda Sangkuriang yang menyelesaikan pekerjaan besar hanya dengan satu malam.</p>
<p>Sakti mandraguna memang si Abah ini. <em>Weleeeh weleeeh.</em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/Anton-Charliyan-1.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
