<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Antek Orde Baru &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/antek-orde-baru/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 Feb 2022 03:20:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Antek Orde Baru &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kata Siapa Sinetron Minim Kualitas? Soeharto hingga Raja Sinetron di Balik Bisnis Layar Kaca</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinpol-tv/kata-siapa-sinetron-minim-kualitas-soeharto-hingga-raja-sinetron-di-balik-bisnis-layar-kaca/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z70]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jul 2021 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PinPol TV]]></category>
		<category><![CDATA[AlfinPinpol]]></category>
		<category><![CDATA[Antek Orde Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Industri TV]]></category>
		<category><![CDATA[sinetron]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=89404</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Kata Siapa Sinetron Minim Kualitas? Soeharto hingga Raja Sinetron di Balik Bisnis Layar Kaca" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/8rS1MN6-izQ?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div><figcaption>Buat kalian yang ngikutin media sosial beberapa bulan kemarin, pasti tahu adegan mesra pak tirta dan zahra bisa viral.<br><br>Dikarenakan Pemeran Pak Tirta adalah Panji Saputra yang usianya 39 tahun. Sementara, Zahra diperankan oleh Lea Ciarachel Fourneaux yang masih 14 tahun. bakan hanya itu guys, ini bukan kali pertama kok sinetron jadi polemik di masyarakat. Apalagi, bukan rahasia lagi kalau banyak sinetron dinilai kurang mendidik.<br><br>Kira-kira, kenapa ya sinetron sering dapat predikat buruk? Ada nggak ya latar belakang sosial-politik di baliknya? Langsung saja simak videonya lebih lanjut!!!</figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2021/07/maxresdefault-12-1024x576.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Titiek Si Tukang Ambekan</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/titiek-si-tukang-ambekan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R24]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Jun 2018 06:30:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Antek Orde Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga Cendana]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Berkarya]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Golkar]]></category>
		<category><![CDATA[Titiek Soeharto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=30869</guid>

					<description><![CDATA[“Golkar tidak membutuhkan saya, tapi saya sangat dibutuhkan oleh Partai Berkarya.” ~ Titiek Soeharto PinterPolitik.com [dropcap]B[/dropcap]erita kepindahan Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto ke Partai Berkarya, sepertinya enggak ngagetin ya, tapi entah mengapa beritanya kok ya heboh amat. Padahal penyebabnya udah jelas lah ya, pertama karena Berkarya partai adiknya. Kedua, karena Titiek gagal jadi Pimpinan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Golkar tidak membutuhkan saya, tapi saya sangat dibutuhkan oleh Partai Berkarya.” ~ Titiek Soeharto</strong></h4>
<hr />
<p><span style="background-color: #ffffff; color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]B[/dropcap]erita kepindahan Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto ke Partai Berkarya, sepertinya enggak <em>ngagetin</em> ya, tapi entah mengapa beritanya kok ya heboh amat. Padahal penyebabnya udah jelas lah ya, pertama karena Berkarya partai adiknya. Kedua, karena Titiek gagal jadi Pimpinan MPR. Ketiga, karena Titiek itu <em>cemcemannya</em> Prabowo, mana mungkin <em>legowo</em> kalau Golkar dukung Jokowi. <em>Uhuk!</em></p>
<p>Tapi ya namanya juga alasan, <em>ngelesnya </em>kan bisa macem-macem. Dari yang merasa enggak terpakai di Golkar lah, <em>hmmm</em>, ini masuk ke sebab yang kedua di atas ya, terus karena jargon-jargon Pak Harto udah enggak pernah dipakai lagi di Golkar. Nah, ini masuk di sebab yang pertama, dan karena Golkar kurang <em>keukeuh</em> <em>ngajuin</em> capres sendiri, <em>ehm</em>, ini bisa juga sih masuk ke sebab yang ketiga ya, <em>ahahaaaay!</em></p>
<p>Jadi kalau mau <em>plesetin</em> apa kata Gus Dur, gitu aja kok heboh! Kalau <em>ditilik-tilik</em> nih ya, penyebab Titiek pindah itu, intinya sih karena dia <em>ngambek. </em>Sebagai pewaris darah Soeharto, Golkar udah enggak keliatan respek lagi dengan keberadaan dirinya. Lha, emangnya Partai Beringin punya Soeharto ya? Kan yang bikin Ormas Golongan Karya itu juga sebenarnya Soekarno <em>keles</em>.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="en">
<p dir="ltr" lang="in">“Sebenarnya sudah lama, beberapa bulan terakhir saya merasa sudah tidak bisa lagi (di Golkar). Saya ingin berteriak, tapi saya kan di dalam, jadi tidak bisa suarakan ketimpangan yang ada,”<a href="https://t.co/SVbyrsDUFA">https://t.co/SVbyrsDUFA</a></p>
<p>— Titiek Soeharto (@TitiekSoeharto) <a href="https://twitter.com/TitiekSoeharto/status/1006924747962081280?ref_src=twsrc%5Etfw">June 13, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Tapi karena anak-anak Cendana ini ingetnya Golkar itu punya bapaknya, jadi agak sakit hati gitu deh, kalau mereka enggak diprioritaskan di posisi-posisi basah. <em>Kan</em> Tommy Soeharto bikin Berkarya aja, gara-gara <em>ngambek</em> enggak bisa jadi Ketua Umum Golkar. <em>Weew, </em>ternyata anak-anaknya Soeharto pada jago <em>ngambek</em> ya? Yah, begini ternyata kalau tukang <em>ngambek</em> banyak duit ya, bikin tandingannya aja. <em>Ahoy!</em></p>
<p>Walau Titiek “mengancam” akan merebut suara Soehartois yang katanya jumlahnya mencapai 20 persen suara Golkar, di sisi lain, ini akan menjadi pembaharuan reputasi yang bagus bagi Golkar.<em> Kan</em> katanya, Partai Kuning ini lagi perbaikan citra, nah, sekalian deh <em>tuh</em>, bersihin citranya dari kesan sebagai <em>antek-anteknya</em> Orde Baru.</p>
<p>Dengan munculnya Partai Berkarya yang diaku sebagai partainya keluarga Cendana, Golkar kan bisa bikin <em>embel-embel</em>, Golkar Bersih, enggak hanya bersih dari korupsi tapi juga bersih dari Orba. Seperti kata Filsuf Klasik Sophocles, seseorang bisa mendapatkan reputasi walaupun hanya dari hal-hal kecil sekalipun, <em>hmmm</em>. (R24)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/06/titiek-soeharto.jpeg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
