<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>antasari azhar &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/antasari-azhar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Feb 2022 07:59:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>antasari azhar &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Siap Djoko Tjandra Hadapi Antasari?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/siap-djoko-tjandra-hadapi-antasari/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F46]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2020 07:57:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[antasari azhar]]></category>
		<category><![CDATA[Djoko Tjandra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=102640</guid>

					<description><![CDATA[“Secara umum, korupsi cenderung ada setiap kali pemerintah ingin memperpanjang, atau menjual sesuatu” – Alan Greenspan, Ketua Federal Reserve Amerika Serikat (1987-2006) PinterPolitik.com Gengs, memang ya kalau namanya tokoh mau dibagaimanakan tetap saja punya pengaruh. Coba kalian lihat film yang realistis tentang pahlawan super. Maksudnya, pahlawan super yang benar-benar bisa dipraktikkan dalam kehidupan, bukan pahlawan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h4 class="wp-block-heading"><strong>“Secara umum, korupsi cenderung ada setiap kali pemerintah ingin memperpanjang, atau menjual sesuatu” – Alan Greenspan, Ketua Federal Reserve Amerika Serikat (1987-2006)</strong></h4>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide" />



<p class="wp-block-paragraph"><a href="http://pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph"><em>Gengs</em>, memang ya kalau namanya tokoh mau dibagaimanakan tetap saja punya pengaruh. Coba kalian lihat film yang realistis tentang pahlawan super. Maksudnya, pahlawan super yang benar-benar bisa dipraktikkan dalam kehidupan, bukan pahlawan super buatan yang bisa menghancurkan besi sekali sentuh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Misal, film&nbsp;<em>Gabbar is Back</em>&nbsp;yang sempat menarik hasrat tontonan mimin terhadap film&nbsp;<em>action</em>&nbsp;Asia. Dalam film itu, Gabbar yang diperankan oleh Akshay Kumar muncul sebagai tokoh yang punya dua karakter sekaligus: dicintai pun dibenci.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia dicinta oleh mahasiswa-mahasiswanya yang tergabung ke dalam sindikat gerakan anti-koruptor. Sedang ia dibenci, bahkan sangat ditakuti, oleh para pejabat serta kolega mereka yang terjebak pada permainan korupsi, kolusi dan nepotisme.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Gak</em>&nbsp;tanggung-tanggung,&nbsp;<em>cuy</em>, Gabbar kalau mau menghukum koruptor, pasti mencari semua dokumen bukti tindak korupsinya dulu. Barulah Gabbar menculik dan menggantung koruptor di tiang dekat keramaian dengan berkalungkan semua data bukti hasil korupsinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ya, namanya juga manusia, Gabbar pun berpikir bahwa tindakannya salah karena menghentikan korupsi dengan cara membunuh. Hingga akhirnya ia memutuskan menyerahkan diri ke polisi yang bertahun-tahun dikadali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang menarik adalah pada saat Gabbar mau dibawa ke tahanan. Mobil polisi yang membawanya dihadang oleh ribuan mahasiswa yang menggelar demo menuntut pembebasan Gabbar karena ia orang baik dan benar serta musuh bagi para koruptor.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika Gabbar keluar dari mobil untuk menenangkan massa, di situlah ia benar-benar membuktikan bahwa penjara tidak selalu berlaku bagi penjahat saja, melainkan juga orang benar yang terpaksa mengalah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sama halnya dengan Gabbar, kayaknya Indonesia punya sosok seperti itu. Salah satunya ya Pak Antasari Azhar, mantan Kejaksaan Agung sekaligus Ketua KPK. Terbaru&nbsp;<em>nih</em>, dalam pemecahan kasus Djoko Tjandra, Bareskrim meminta Pak Antasari supaya mau menjadi&nbsp;<em>justice collaborator</em>&nbsp;(JC) karena salah satu orang yang paham sama kasus Djoko Tjandra ya Pak Antasari.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Lha wong</em>&nbsp;pada tahun 1999-2000-an, dia merupakan jaksa yang getol terlibat dalam tuntutan-tuntutan atas kasus di Bank Bali, di mana si Djoko Tjandra ini terseret. Bahkan, langkah awal menjadi JC, Pak Antasari secara cermat menanyakan hal yang luput dari pengamatan publik, yakni soal nasib uang sitaan sebesar 546 miliar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kerennya, semua itu disampaikan secara datar tapi menohok begini, “Kepada semua pihak yang peduli pada kasus ini dan pemberantasan korupsi di saat ini dan masa depan, saya secara pribadi mempertanyakan itu, apakah itu sudah dieksekusi atau belum?”&nbsp;<em>Behh</em>, ngeri&nbsp;<em>gak tuh</em>?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ibaratnya&nbsp;<em>nih</em>, Pak Antasari ini seperti Ariel Noah&nbsp;<em>gitu</em>, keluarnya dari penjara masih tetap ditunggu dan dicari. Kalau Ariel ibaratnya kunci dalam dunia musik, Pak Antasari ini kunci dalam kasus korupsi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau begini,&nbsp;<em>mimin</em>&nbsp;jadi berdebar&nbsp;<em>deh</em>. Pasalnya, baru saja kemarin kasus Djoko Tjandra ini menyeret salah satu pejabat di internal Polri dan Kejaksaan juga. Siapa tahu dengan adanya Pak Antasari ini semakin terungkap deh para mafia kelas kakap di balik semua ini?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara,&nbsp;<em>mimin</em>&nbsp;masih inget dengan salah satu pendapat yang mengatakan bahwa dahulu saat Pak Antasari dipenjara, itu bukan semata karena kesalahan pidana, melainkan ada unsur kriminalisasi, sebab Pak Antasari garang kalau suruh&nbsp;<em>ngungkap</em>&nbsp;oknum-oknum,&nbsp;<em>gengs</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ya sudah, kita lihat aja, ya. Semoga Pak Antasari mampu menjadi sosok seperti kata Ariel Noah. “Hari yang cerah untuk jiwa yang sepi.” <em>Hehehe</em>. (F46)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Ketika BTS dan ARMY Masuk Politik" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/TJad74y1jYg?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="132" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ruang-publik-banner.jpg" alt="Banner Ruang Publik" class="wp-image-91015" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ruang-publik-banner.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ruang-publik-banner-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ruang-publik-banner-150x19.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ruang-publik-banner-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/ruang-publik-banner-696x90.jpg 696w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/02/Siap-Djoko-Tjandra-Hadapi-Antasari-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Harapan Antasari-Ahok Kandas?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/harapan-antasari-ahok-kandas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R55]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Nov 2019 09:03:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Ahok]]></category>
		<category><![CDATA[antasari azhar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=68705</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/Infografis-Harapan-Antasari-Ahok-Kandas_-011.jpg"><img decoding="async" class=" td-modal-image alignnone wp-image-68708 size-full" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/Infografis-Harapan-Antasari-Ahok-Kandas_-011.jpg" alt="Ahok dan Antasari diusulkan sebagai Dewan Pengawas KPK" width="768" height="889" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/Infografis-Harapan-Antasari-Ahok-Kandas_-011.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/Infografis-Harapan-Antasari-Ahok-Kandas_-011-259x300.jpg 259w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/Infografis-Harapan-Antasari-Ahok-Kandas_-011-696x806.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/Infografis-Harapan-Antasari-Ahok-Kandas_-011-363x420.jpg 363w" sizes="(max-width: 768px) 100vw, 768px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/Infografis-Harapan-Antasari-Ahok-Kandas_-011.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ahok Jadi Dewan Pengawas KPK?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/ahok-jadi-dewan-pengawas-kpk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M52]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Nov 2019 01:00:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ahok]]></category>
		<category><![CDATA[antasari azhar]]></category>
		<category><![CDATA[Dewan Pengawas KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=68398</guid>

					<description><![CDATA[“Saya sudah selesai karier politik saya sesungguhnya, saya katakan,” – Ahok  PinterPolitik.com Lain drama Perppu KPK, lain drama Dewan Pengawas KPK. Ngomongin soal Dewan Pengawas KPK nih, tentunya berkutat di calon-calon pengisi jabatan tersebut. Nama-nama pun mulai bermunculan dan jadi pertimbangan. Dan tempat teramai buat ngomongin calon-calon Dewan Pengawas KPK, tak lain dan tak bukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Saya sudah selesai karier politik saya sesungguhnya, saya katakan,” – Ahok</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a"><strong> </strong><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">L</span>ain drama Perppu KPK, lain drama Dewan Pengawas KPK. Ngomongin soal Dewan Pengawas KPK nih, tentunya berkutat di calon-calon pengisi jabatan tersebut. Nama-nama pun mulai bermunculan dan jadi pertimbangan. Dan tempat teramai buat ngomongin calon-calon Dewan Pengawas KPK, tak lain dan tak bukan adalah Twitter.</p>
<p>Menyambut keputusasaan mengenai Perppu KPK, pencalonan tokoh-tokoh yang disenangi publik pun menjadi pelipur lara. Netizen pun ramai-ramai menyebut nama tokoh favorit mereka masing-masing. Sebut saja Prof. Romli Atmasasmita, anggota Tim Perumus UU No. 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi. Muncul juga Prof. Eddy Hiariej yang terkenal keilmuannya.</p>
<p>Tentunya tokoh-tokoh ahli hukum akan menghiasi bursa calon Dewan Pengawas KPK. Menurut Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Dewan Pengawas KPK memang akan lebih banyak diisi oleh ahli hukum, namun akan ada posisi untuk tokoh dari latar belakang lain.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/B4CXvE5JXgF/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B4CXvE5JXgF/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B4CXvE5JXgF/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Mahfud MD masih ingat soal Perppu KPK? Nantikan artikel selengkapnya di pinterpolitik.com #infografik #infografis #politik #politikindonesia #politikluarnegeri #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2019-10-25T10:00:12+00:00">Oct 25, 2019 at 3:00am PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Nah, kesempatan ini pun dimanfaatkan netizen untuk memasukkan tokoh yang cukup kontroversial. Contoh Antasari Azhar, mantan Ketua KPK yang sempat merasakan dinginnya penjara. Walau begitu, Antasari Azhar masih disayang sama masyarakat karena dinilai gigih memberantas korupsi di Indonesia.</p>
<p>Ada satu nama yang tak kalah kontroversial, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok. Publik menilai pribadi Ahok walau berapi-api namun jujur dan memiliki integritas yang tinggi. Walau sempat dipenjara, rupanya Ahok tetap dipuja. Tentunya yang ngusulin itu ya pendukungnya Ahok sendiri.</p>
<p>Beda lagi sama yang gak suka. Menurut netizen yang kontra, Ahok bukan tokoh yang bersih-bersih amat. Walau tidak pernah terbukti korupsi, perjalanan karir politik Ahok tidaklah mulus. Contoh saja, menurut akun @PerbawaDani, Ahok punya perkara yang belum selesai seperti polemik Sumber Waras, busway dan reklamasi.</p>
<p>Tapi kalo Ahok beneran jadi anggota Dewan Pengawas KPK, kayaknya Jokowi bakal seneng banget. Pasalnya Pak Jokowi jadi punya kesempatan menempatkan orang kepercayaannya. Ahok itu kan salah satu tokoh yang dekat dengannya, bahkan pas dilantik aja Ahok dateng sebagai keluarga. Jadi kalo Ahok jadi Dewan Pengawas KPK, Pak Jokowi bisa punya kontrol di lembaga itu. Cuman pencalonan Ahok pasti akan kontroversial sih. Pak Jokowi siap rame lagi ga nih? Kan baru selesai huru-hara. (M52)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="0EAveStzVVg"><iframe loading="lazy" title="Wawancara dengan Pandji mengenai Luhut, Anies, Jokowi: Seru Sekali!" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/0EAveStzVVg?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di <a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di <strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong> untuk informasi lebih lanjut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/11/Ahok-Dewan-Pengawas-KPK.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mengkaji Kembali KPK</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/mengkaji-kembali-kpk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A15]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jun 2017 10:48:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[antasari azhar]]></category>
		<category><![CDATA[Hak Angket KPK]]></category>
		<category><![CDATA[ICAC]]></category>
		<category><![CDATA[JK]]></category>
		<category><![CDATA[Jusuf Kalla]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Mahfud MD]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=11590</guid>

					<description><![CDATA[Walaupun mendapat dukungan dari berbagai pihak, menurut Wapres Jusuf Kalla atau yang akrab disapa JK, hak angket ini janganlah langsung dianggap buruk. hak angket KPK ini belum tentu melemahkan, bisa jadi malah menguatkan posisi KPK kedepannya. PinterPolitik.com [dropcap size=big]H[/dropcap]ak angket KPK terus bergulir, pro dan kontra pun sedang ramai dikumandangkan dalam menyikapi permasalahan tersebut. Khusus untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><em><strong>Walaupun mendapat dukungan dari berbagai pihak, menurut Wapres Jusuf Kalla atau yang akrab disapa JK, hak angket ini janganlah langsung dianggap buruk. hak angket KPK ini belum tentu melemahkan, bisa jadi malah menguatkan posisi KPK kedepannya.</strong></em></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cadb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap size=big]H[/dropcap]ak angket KPK terus bergulir, pro dan kontra pun sedang ramai dikumandangkan dalam menyikapi permasalahan tersebut. Khusus untuk KPK, dukungan untuknya datang dari berbagai pihak. Mulai dari pakar hukum, akademisi hingga dari para seniman.</p>
<p>Salah satunya adalah dari Ketua Umum DPP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN), Mahfud MD, di mana ia mengatakan bahwa subyek hak angket ini terbilang cacat. Karena jika berdasarkan ketentuan pasal 79 ayat 3 UU nomor 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD ( UU MD3) hak angket merupakan hak DPR untuk melakukan penyelidikan terhadap pelaksanaan suatu undang-undang dan/atau kebijakan Pemerintah yang berkaitan dengan hal penting, strategis, dan berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang diduga bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.</p>
<p>Mengenai siapakah pemerintah yang dimaksud dalam Pasal 79 ayat (3) UU MD3 tersebut, sesungguhnya telah dibatasi di penjelasan Pasal 79 ayat (3) yaitu Presiden, Wakil Presiden, menteri negara, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, atau pimpinan lembaga pemerintah nonkementerian. Dengan mendasarkan pada penjelasan Pasal 79 ayat (3) UU MD3, maka KPK bukanlah termasuk dalam kualifikasi Pemerintah.</p>
<p>Walaupun mendapat dukungan dari berbagai pihak, menurut Wapres Jusuf Kalla atau yang akrab disapa JK, hak angket ini janganlah langsung dianggap buruk. Ia berpedapat bahwa hak angket yang kini dijalankan DPR adalah sesuatu yang wajar, bahkan menurutnya, hak angket KPK yang awalnya digulirkan oleh Komisi III ini belum tentu melemahkan, bisa jadi malah menguatkan posisi KPK kedepannya.</p>
<p>Mantan Ketum Partai Golkar ini mengisyaratkan bahwa pemerintah tidak pernah setuju dengan segala upaya untuk melemahkan KPK. Akan tetapi, Melihat banyaknya serangan terhadap KPK, ia pun menilai KPK sudah waktunya di evaluasi. Terlebih usia KPK saat ini sudah memasuki usia 15 tahun.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-11591 aligncenter" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/Jusuf-Kalla.jpg" alt="" width="626" height="417" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/Jusuf-Kalla.jpg 600w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/Jusuf-Kalla-300x200.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/Jusuf-Kalla-360x240.jpg 360w" sizes="auto, (max-width: 626px) 100vw, 626px" />KPK sudah cukup banyak memakan korban, mulai dari jajaran kepemimpinan hingga para pegawainya. Mulai dari kasus Antasari Azhar hingga kasus yang masih hangat diperbincangkan adalah saat ini,  yaitu kasus penyiraman air keras ke Novel Baswedan, penyidik senior KPK. Ia disiram cairan diduga air keras oleh orang tak dikenal sesusai shalat subuh di masjid di dekat rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (11/4).</p>
<p>Demi evaluasi terhadap KPK ini dibutuhkan untuk mengantisipasi serangan-serangan yang kemungkinan dilakukan oleh para politisi yang terduga sebagai pelaku korupsi. Dengan adanya evaluasi secara berkala, lanjutnya, akan terlihat juga tren korupsi di Tanah Air. Sehingga, bisa mengukur keberadaan KPK juga. Dengan kata lain, jika praktik korupsi masih marak dan masif maka KPK akan tetap berjalan. Namun, jika sebaliknya maka KPK tidak lagi diperlukan.</p>
<p><strong>Bagaimana Kinerja KPK?</strong></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-11592 aligncenter" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/antarafoto-anggota-dprd-sumut-ditahan-kpk-101115-hma-2.jpg" alt="" width="2000" height="1335" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/antarafoto-anggota-dprd-sumut-ditahan-kpk-101115-hma-2.jpg 2000w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/antarafoto-anggota-dprd-sumut-ditahan-kpk-101115-hma-2-696x465.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/antarafoto-anggota-dprd-sumut-ditahan-kpk-101115-hma-2-1068x713.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/antarafoto-anggota-dprd-sumut-ditahan-kpk-101115-hma-2-629x420.jpg 629w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/antarafoto-anggota-dprd-sumut-ditahan-kpk-101115-hma-2-1920x1282.jpg 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/antarafoto-anggota-dprd-sumut-ditahan-kpk-101115-hma-2-300x200.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/antarafoto-anggota-dprd-sumut-ditahan-kpk-101115-hma-2-768x513.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/antarafoto-anggota-dprd-sumut-ditahan-kpk-101115-hma-2-1024x684.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/antarafoto-anggota-dprd-sumut-ditahan-kpk-101115-hma-2-360x240.jpg 360w" sizes="auto, (max-width: 2000px) 100vw, 2000px" /></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-11593 alignright" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/ketua-kpk-antasari-azhar.jpg" alt="" width="275" height="352" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/ketua-kpk-antasari-azhar.jpg 275w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/ketua-kpk-antasari-azhar-234x300.jpg 234w" sizes="auto, (max-width: 275px) 100vw, 275px" />Sudah 15 tahun KPK berdiri, itu berarti sudah banyak kasus yang ditangani oleh KPK. KPK yang lahir akibat keputusan masyarakat terkait lemahnya kinerja tiga penegak hukum di Indonesia seperti Polisi, Jaksa dan Hakim dalam memberantas kasus korupsi. Ketiga penegak hukum ini seolah tidak bisa berbuat banyak dalam memberantas korupsi, malah sepertinya para koruptor dijadikan tambang emas oleh mereka.</p>
<p>Dari beberapa kali pergantian kepemimpinan, KPK sempat berjaya di era kepemimpinan Antasari Azhar. Banyak koruptor yang dijebloskan ke dalam penjara, hingga akhirnya para koruptor menganggap Antasari Azhar sebagai sebuah ancaman. Maka tidak heran ada dugaaan bahwa kasus yang dialami Antasari Azhar adalah skenario besar untuk meruntuhkan KPK.</p>
<p>Namun selama 15 tahun ini, KPK belum dapat bekerja secara maksimal. Banyak faktor yang mempengaruhi kinerja dari KPK tersebut. Beberapa faktor di antaranya adalah,</p>
<p><strong>KPK mempunya jumlah personil yang terbatas, </strong>yang belum mampu menjangkau wilayah Indonesia yang terdiri dari 33 provinsi, 398 Kabupaten dan 93 Kota ( di tambah 5 Kota dan 1 Kabupaten Administratif di DKI Jakarta). Saat ini KPK mempunyai keterbatasan anggota, jumlah KPK kurang lebih hanya sekitar 700 orang terdiri dari unsur pimpinan, penyidik dan pegawai kesekretariatan.</p>
<p>Jumlah tersebut masih jauh dari kata ideal, karena bila dikomparasi dengan KPK-nya Malaysia yang mempunyai penduduk 24 juta jiwa, mereka memiliki jumlah anggota sebanyak 3000 orang. Sedangkan KPK di Indonesia dengan penduduk 240 juta jiwa atau sepuluh kali lipat dari Malaysia, anggota KPK cuma 700 orang. Dari 700 orang itu, hanya 30 persen yang melaksanakan fungsi penindakan kasus yang ditangani KPK dari Sabang sampai Merauke.</p>
<p><strong>Rivalitas sesama Penegak Hukum, </strong>karena hadirnya KPK membuat sesame penegak hukum seperti polisi, hakim dan jaksa merasa wewenangnya diambil oleh KPK. Perseteruan tersebut bisa dilihat pada kasus “Cicak Buaya” Bibit-Chandra. Bahkan terkait penyiraman air keras ke penyidik KPK, Novel Baswedan disinyalir ada keterlibatan Jendral di kepolisian Indonesia.</p>
<p><strong>Adanya tekanan politik, </strong>patut disadari juga bahwa pihak-pihak yang terlibat dalam kasus korupsi di Indonesia merupakan orang-orang besar yang juga mempunyai dukungan dana dan dukungan politik. Tekanan poitik berupa ancaman terhadap KPK kebanyakan muncul dari partai politik yang &#8220;nakal&#8221; yang tidak ingin anggotanya diusut oleh KPK demi terjaganya citra partai politik tersebut.</p>
<p><strong>KPK Harus Berkaca Pada Hongkong</strong></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-11594 aligncenter" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/HK_QWB_ICAC_Murray_CarPark.jpg" alt="" width="1280" height="960" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/HK_QWB_ICAC_Murray_CarPark.jpg 1280w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/HK_QWB_ICAC_Murray_CarPark-80x60.jpg 80w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/HK_QWB_ICAC_Murray_CarPark-265x198.jpg 265w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/HK_QWB_ICAC_Murray_CarPark-696x522.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/HK_QWB_ICAC_Murray_CarPark-1068x801.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/HK_QWB_ICAC_Murray_CarPark-560x420.jpg 560w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/HK_QWB_ICAC_Murray_CarPark-300x225.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/HK_QWB_ICAC_Murray_CarPark-768x576.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/HK_QWB_ICAC_Murray_CarPark-1024x768.jpg 1024w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></p>
<p>Di Asia, orang mungkin menilai lembaga anti korupsi yang sukses adalah <em>Independent Commission Against Corruption </em>(ICAC) Hongkong atau CPIB (<em>Corrupt Practices Investigation Bureau</em>) Singapura. Tapi, banyak yang bilang KPK juga sudah berada pada jalur yang benar, walaupun belum bisa dibilang sukses.</p>
<p>Demi memperbaiki kinerja dan kemampuan KPK dalam memberantas para koruptor di Indonesia, ada baiknya KPK mau belajar dari ICAC. Terlebih mengingat masa lalu Hongkong yang merupakan kota terkorup di dunia antara tahun 1960-an hingga 1970-an.</p>
<p>Pada saat itu ada tiga perbuatan korupsi yang lazim dilakukan di Hong Kong, yaitu peredaran obat terlarang, perjudian dan pelacuran. Sama seperti KPK di Indonesia, selama perjalanan ICAC di Hongkong dalam menyelesaikan kasus-kasus korupsi justru berbuah resistensi dan serangan balik dari pihak-pihak yang ingin menggagalkan misi pemberantasan korupsi.</p>
<p>Namun, ada beberapa perbedaan yang membuat ICAC menempati posisi lebih baik daripada KPK. Mulai dari segi dasar hukum, ICAC memiliki dasar hukum yang lebih efektif sehingga tidak memunculkan celah hukum dan hambatan dalam penerapannya.</p>
<p>Kemudian melihat rencana strategis lembaga dan penyusunan jangka panjang, ICAC memiliki kelebihan yaitu terfokus dan efisien karena setiap permasalahan dilekatkan kepada departemen yang ditentukan. Berbeda dengan KPK, di mana rencana strategis dan rencana jangka panjang KPK selalu berubah-ubah dan tidak berjalan secara berkesinambungan.</p>
<p>Dalam perbandingan strategi teknis, ICAC dan KPK memiliki kesamaan dalam seleksi pegawai serta dalam pengaturan pegawainya. Akan tetapi jika melihat ketentuan wilayah kasus yang sedang ditangani, akuntabilitas, pengawasan internal serta fasilitas terlihat KPK masih tertinggal dari ICAC. ICAC melakukan pekerjaannya lebih efektif karena dilakukan dnegan menjangkau seluruh wilayah yurisdiksinya serta menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Sementara KPK belum mampu melaksanakannya kerena keterbatasan tingkat keterjangkauannya.</p>
<p>Perbedaan demi perbedaan antara ICAC dan KPK ini pun pada akhirnya tercermin dalam survei <em>Corruption Perception Index</em> (CPI) yang dilakukan oleh<em> Transparency International </em>menempatkan Indonesia di jajaran peringkat bawah dari negara-negara terkorup se-Asia dan Hongkong berada di peringkat atas bersama negara-negara bersih lainnya seperti Singapura dan Jepang.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-11599 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/unnamed-11.jpg" alt="Mengkaji Kembali KPK" width="520" height="613" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/unnamed-11.jpg 520w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/unnamed-11-356x420.jpg 356w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/unnamed-11-254x300.jpg 254w" sizes="auto, (max-width: 520px) 100vw, 520px" /></p>
<p>Berdasarkan hal tersebut maka patutlah KPK dievaluasi secara menyeluruh, seperti landasan hukum agar menjadi lebih kuat dan tanpa celah juga pembaharuan undang-undang yang harus mendukung serta mencakup keseluruhan dari kebutuhan-kebutuhan yang harus dimiliki KPK guna melakukan tugasnya memberantas korupsi.</p>
<p>Selain itu juga KPK harus memiliki konsistensi rencana strategi agar strategi jangka pendek seperti pembenahan sistem dan strategi jangka panjang yang berkesinambungan dengan kepengurusan periode selanjutnya tetap terjaga.</p>
<p>Dibutuhkan kerja keras dan dukungan semua pihak untuk kemajuan KPK. Karena jika itu semua sudah terpenuhi, maka bukan tidak mungkin Indonesia akan berada di peringkat atas sebagai negara yang bebas dari korupsi seperti Hongkong, Singapura dan Jepang. (A15)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/06/LOGO-KPK_041316_057_-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kemana Antasari Azhar?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/kemana-antasari-azhar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A15]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Jun 2017 07:00:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Antasari]]></category>
		<category><![CDATA[antasari azhar]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua KPK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=3946</guid>

					<description><![CDATA[Delapan tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk merasakan hidup di dalam penjara, begitulah yang dirasakan oleh Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar, yang menjadi seorang terpidana karena kasus pembunuhan Direktur PT. Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen. PinterPolitik.com Jakarta&#160;–Kini Antasari Azhar sudah bisa menghirup udara segar setelah dirinya mendapatkan grasi dari Presiden Joko Widodo. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Delapan tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk merasakan hidup di dalam penjara, begitulah yang dirasakan oleh Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar, yang menjadi seorang terpidana karena kasus pembunuhan Direktur PT. Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen.</p></blockquote>
<hr>
<p><strong><span style="font-family: 'Georgia','serif'; color: #cedb00;">PinterPolitik.com</span></strong></p>
<p><strong>Jakarta</strong>&nbsp;–Kini Antasari Azhar sudah bisa menghirup udara segar setelah dirinya mendapatkan grasi dari Presiden Joko Widodo. Namun kebebasan dirinya tetap bebas bersyarat dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Pemberian Grasi oleh Presiden Joko Widodo ini setelah mendengarkan langsung pertimbangan dari MA.</p>
<p>Kasus yang menyeret Antasari Azhar ini memang masih misteri, karena pemenjaraannya seakan begitu dipaksakan. Padahal adik Nasrudin Zulkarnaen sendiri, Andi Syamsudin sempat mengatakan sendiri kepada Antasari kalau ia meragukan Antasari sebagai pembunuh kakak kandungnya tersebut.</p>
<p>“Saat itu, ia (Andi) mengungkapkan kalau dia tidak yakin kalau saya pelakunya. Dia juga yakin ada aktor dibalik kematian kakaknya. Cuma enggak saya tanya lagi,” tutur Antasari yang sempat membuat heboh publik karena ia datang ke istana menemui Presiden Jokowi. Tidak ada yang tahu apa yang dibincangkan dan apa hasil pertemuan kedua tokoh tersebut.</p>
<p>Selepas hotel prodeo, sepertinya Antasari mulai memberi sinyal kalau ia akan merapat ke kubu PDI Perjuangan. Spekulasi ini terkuak saat ia terlihat hadir dalam debat Pilkada DKI Jakarta kedua di Hotel Bidakara, Jakarta pada Jumat, Januari lalu sebagai pendukung pasangan nomor urut dua yang diusung PDIP.</p>
<p>&#8220;Saya dukung Ahok, karena saya sudah lama tinggal di Jakarta,&#8221; kilahnya. Ketertarikan Antasari untuk bergabung dengan PDIP, ternyata &nbsp;direspon positif Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Karena usai debat, Antasari terlihat keluar ruangan bersama Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.</p>
<p>Dalam dialognya bersama Antasari, Hasto mengklaim merapatnya Antasari ke PDI Perjuangan hanya tinggal mencari waktu yang tepat. “Ya nanti setelah pilkada serentak nasional Pak Antasari akan resmi bergabung dengan PDI Perjuangan,&#8221; ujar Hasto.</p>
<p>Sebelumnya, Antasari Azhar juga hadir pada perayaan ulang tahun ke-70 Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta. (Berbagai sumber/A15)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/01/Antasari-Azhar-1024x680.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Winner &#038; Loser ‘Nyanyian’ Antasari</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/pinpol-tv/winner-loser-nyanyian-antasari/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S21]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2017 06:52:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PinPol TV]]></category>
		<category><![CDATA[Antasari]]></category>
		<category><![CDATA[antasari azhar]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=5510</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><div id="tdi_1" class="tdc-row"><div class="vc_row tdi_2  wpb_row td-pb-row" >
<style scoped>.tdi_2,.tdi_2 .tdc-columns{min-height:0}.tdi_2,.tdi_2 .tdc-columns{display:block}.tdi_2 .tdc-columns{width:100%}.tdi_2:before,.tdi_2:after{display:table}</style><div class="vc_column tdi_4  wpb_column vc_column_container tdc-column td-pb-span12">
<style scoped>.tdi_4{vertical-align:baseline}.tdi_4>.wpb_wrapper,.tdi_4>.wpb_wrapper>.tdc-elements{display:block}.tdi_4>.wpb_wrapper>.tdc-elements{width:100%}.tdi_4>.wpb_wrapper>.vc_row_inner{width:auto}.tdi_4>.wpb_wrapper{width:auto;height:auto}</style><div class="wpb_wrapper" ><div class="wpb_wrapper td_block_wrap vc_raw_html tdi_6 videoWrapper .videoWrapper"><div class="td-fix-index"><div><iframe loading="lazy" type="text/html" width="853" height="480" src="https://www.youtube-nocookie.com/embed/SrlGaQIx6Z4?showinfo=0&modestbranding=1&autoplay=1&loop=1&autohide=1&rel=0&fs=0" frameborder="0" allow="autoplay" ></iframe></div></div></div></div></div></div></div><div id="tdi_7" class="tdc-row"><div class="vc_row tdi_8  wpb_row td-pb-row" >
<style scoped>.tdi_8,.tdi_8 .tdc-columns{min-height:0}.tdi_8,.tdi_8 .tdc-columns{display:block}.tdi_8 .tdc-columns{width:100%}.tdi_8:before,.tdi_8:after{display:table}</style><div class="vc_column tdi_10  wpb_column vc_column_container tdc-column td-pb-span12">
<style scoped>.tdi_10{vertical-align:baseline}.tdi_10>.wpb_wrapper,.tdi_10>.wpb_wrapper>.tdc-elements{display:block}.tdi_10>.wpb_wrapper>.tdc-elements{width:100%}.tdi_10>.wpb_wrapper>.vc_row_inner{width:auto}.tdi_10>.wpb_wrapper{width:auto;height:auto}</style><div class="wpb_wrapper" ><div class="wpb_wrapper wpb_text_column td_block_wrap td_block_wrap vc_column_text tdi_11  tagdiv-type td-pb-border-top td_block_template_1"  data-td-block-uid="tdi_11" >
<style>.vc_column_text>.td-element-style{z-index:-1}</style><div class="td-fix-index"><p><span style="color: #cedb00;"><strong>pinterpolitik.com &#8211; </strong></span>Antasari ‘bernyanyi,’ suaranya tidak merdu, memang. Namun, ada banyak misteri di sana. Semua orang bertanya-tanya saat wajah lelaki itu muncul di televisi dan dengan tegas mengatakan: ‘Pak SBY tahu siapa di balik kasus saya ini’. Apa gerangan yang terjadi?</p>
</div></div></div></div></div></div></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/02/maxresdefault-10-1024x576.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Nyanyian Antasari</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/nyanyian-antasari/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S21]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Feb 2017 12:37:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Antasari]]></category>
		<category><![CDATA[antasari azhar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=6963</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a style="text-align: center;" href="https://pinterpolitik.com/kartu-as-bernama-antasari/"><img loading="lazy" decoding="async" class=" td-modal-image aligncenter wp-image-6966 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/nyanyian-antasari2-01.jpg" alt="Nyanyian Antasari" width="960" height="1656" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/nyanyian-antasari2-01.jpg 960w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/nyanyian-antasari2-01-696x1201.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/nyanyian-antasari2-01-243x420.jpg 243w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/nyanyian-antasari2-01-174x300.jpg 174w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/nyanyian-antasari2-01-768x1325.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/nyanyian-antasari2-01-594x1024.jpg 594w" sizes="auto, (max-width: 960px) 100vw, 960px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/02/nyanyian-antasari2-01-594x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Antasari Akan dapat Posisi di Pemerintahan?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/antasari-akan-dapat-posisi-di-pemerintahan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R24]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Feb 2017 11:12:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[antasari azhar]]></category>
		<category><![CDATA[grasi presiden]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Kabinet Gotong Royong]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Mahkamah Agung]]></category>
		<category><![CDATA[mantan ketua KPK]]></category>
		<category><![CDATA[nasrudin zulkarnaen]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Politik]]></category>
		<category><![CDATA[reshuffle kabinet]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=5101</guid>

					<description><![CDATA[Isu perombakan (reshuffle) kabinet jilid tiga di jajaran pembantu Presiden Joko Widodo, sudah sangat santer didengungkan. Rumor mengenai jabatan dan nama yang akan ditendang dan dimasukkan pun, sudah mulai diperkirakan. Salah satu nama yang kabarnya akan mendapatkan posisi adalah mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar. pinterpolitik.com DKI JAKARTA &#8211; Bila desas desus sebelumnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Isu perombakan (reshuffle) kabinet jilid tiga di jajaran pembantu Presiden Joko Widodo, sudah sangat santer didengungkan. Rumor mengenai jabatan dan nama yang akan ditendang dan dimasukkan pun, sudah mulai diperkirakan. Salah satu nama yang kabarnya akan mendapatkan posisi adalah mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar.</strong></p>
<hr />
<p><span style="color: #cedb00;"><strong>pinterpolitik.com</strong></span></p>
<p><strong>DKI JAKARTA </strong>&#8211; Bila desas desus sebelumnya Antasari akan bergabung ke PDI Perjuangan, kini ada sumber yang mengatakan kalau dirinya pun tengah dipertimbangkan untuk masuk ke dalam kabinet Jokowi, menempati posisi di salah satu lembaga penegak hukum di Indonesia.</p>
<p>Isu yang datang dari sumber terpercaya dan berasal dari dalam partai politik berkuasa ini menyatakan, latar belakang pengalaman dan <em>track record</em> yang dimiliki Antasari, diharapkan dapat membantu upaya menciptakan iklim positif penegakan hukum di Indonesia.</p>
<p>“Antasari sedang dipersiapkan di posisi baru oleh pemerintah. Harapannya, dengan pengalaman yang dimiliki dapat lebih mendongkrak upaya penegakan hukum di Indonesia,” kata sumber tersebut, akhir minggu lalu.</p>
<p>Tanpa menyebut posisi yang akan diberikan secara spesifik, sumber tersebut menyatakan kalau jabatan yang dimaksud tidak akan bertentangan dengan konstitusi. Sebab bagaimana pun juga, status Antasari yang mantan narapidana tentu akan banyak dipertanyakan masyarakat.</p>
<p>Antasari mendapatkan grasi dari Presiden Jokowi pada Senin, 23 Januari lalu melalui Keputusan Presiden (Keppres) yang telah ditandatangani dan dikirim ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. “Di dalam Keppres itu isinya mengurangi hukuman Antasari sebanyak enam tahun,” kata jurubicara kepresidenan Johan Budi.</p>
<p>Kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen yang membuatnya masuk prodeo sendiri, masih dianggap janggal oleh banyak pihak. Antasari divonis bersalah dengan hukuman 18 tahun penjara pada 11 Februari 2010. Berbagai upaya seperti banding, kasasi, hingga dua kali peninjauan kembali (PK) telah dilakukan, namun kesemua itu gagal.</p>
<p>Permintaan grasi Antasari ke Mahkamah Agung baru diperhatikan saat Jokowi menjabat sebagai presiden, dan kini statusnya sudah bebas murni. Pada saat itu, Antasari telah menjalankan hukuman selama 7 tahun 6 bulan atau dua pertiga lebih dari masa hukumannya.</p>
<p>Di sampaing akan mendapatkan posisi di pemerintahan, kabarnya Antasari juga akan masuk menjadi salah satu kader di partai politik pendukung di pemerintahan. (Suara Pembaruan/R24)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/02/antasari-dapat-posisi-di-pemerintahan-1024x759.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>PDIP Terbuka Lebar Bagi Antasari</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/pdip-terbuka-lebar-bagi-antasari/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R24]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2017 12:35:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Figure]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Ahok Djarot]]></category>
		<category><![CDATA[antasari azhar]]></category>
		<category><![CDATA[kader partai]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati Soekarnoputri]]></category>
		<category><![CDATA[partai banteng]]></category>
		<category><![CDATA[PDI Perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=4210</guid>

					<description><![CDATA[Kemungkinan bergabungnya mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar ke PDI Perjuangan (PDIP) sepertinya sudah terbuka lebar. Menurut seorang sumber, kesempatan ini sudah ditawarkan ke dirinya dan tinggal menunggu jawaban saja. Kabarnya, Partai Banteng ini juga siap mengawal Antasari, apabila ia ingin membuka kembali kasusnya. pinterpolitik.com &#8211; Kamis, 2 Februari 2017 JAKARTA – Hadirnya Antasari Azhar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Kemungkinan bergabungnya mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar ke PDI Perjuangan (PDIP) sepertinya sudah terbuka lebar. Menurut seorang sumber, kesempatan ini sudah ditawarkan ke dirinya dan tinggal menunggu jawaban saja. Kabarnya, Partai Banteng ini juga siap mengawal Antasari, apabila ia ingin membuka kembali kasusnya.</p></blockquote>
<hr />
<p><strong><span style="color: #cedb00;">pinterpolitik.com</span></strong> &#8211; <strong>Kamis, 2 Februari 2017</strong></p>
<p><strong>JAKARTA – </strong>Hadirnya Antasari Azhar saat acara debat kedua calon Gubernur DKI Jakarta, ternyata menjadi “tanda” tersendiri bagi PDIP. Apalagi saat itu, ia duduk dibarisan pendukung pasangan nomor dua, Basuki Tjahja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) yang diusung partai pimpinan Megawati Soekarno Putri.</p>
<p>Sumber tersebut mengatakan, hingga saat ini Antasari masih belum resmi bergabung dengan PDIP, setelah bebas dari tahanan berkat pemberian grasi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Partai Banteng sendiri masih terus berusaha untuk menarik dirinya agar bergabung dengan mereka.</p>
<p>“Saat ini, kami masih melakukan penjajakan. Tinggal tunggu waktu saja,” kata sumber tersebut pada Suara Pembaruan, di Jakarta, Rabu (1/2) malam. Apabila pendekatan ini berhasil, Antasari tetap harus melewati prosedur perekrutan yang berlaku di internal partai. “Prosesnya biasa saja, PDIP ini partai yang terbuka,” lanjutnya.</p>
<p>Tak hanya itu, kader-kader PDIP pun mengaku siap mengawal Antasari apabila ingin membuka kembali kasusnya. “Jika ia mau menjadi kader PDIP, kami tentu akan mendukung penuh bila ingin membuka kembali kasusnya. Sejauh partai merasa perlu untuk memberikan perlindungan dan bantuan hukum, pasti akan kami berikan,” tegasnya.</p>
<p>Menurutnya, bukan hal yang sulit bagi Antasari untuk bergabung dengan PDIP karena ia memiliki banyak teman di partai ini.  “Mungkin saja ia merasa lebih nyaman bila bergabung dengan kami,” katanya. Menilik dari sambutan hangat ini, sepertinya peluang bagi Antasari untuk melangkah ke PDIP hanya tinggal menunggu waktu saja. (Suara Pembaruan/R24)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/02/PDIP-Terbuka-Lebar-Bagi-Antasari-1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Perjalanan Kasus Antasari</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/perjalanan-kasus-antasari/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S21]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2017 11:15:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Antasari]]></category>
		<category><![CDATA[antasari azhar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=6792</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a style="text-align: center;" href="https://pinterpolitik.com/menakar-grasi-antasari/"><img loading="lazy" decoding="async" class=" td-modal-image aligncenter wp-image-6793 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/perjalanan-kasus-antasari.jpg" alt="Perjalanan Kasus Antasari" width="759" height="1200" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/perjalanan-kasus-antasari.jpg 759w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/perjalanan-kasus-antasari-696x1100.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/perjalanan-kasus-antasari-266x420.jpg 266w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/perjalanan-kasus-antasari-190x300.jpg 190w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/03/perjalanan-kasus-antasari-648x1024.jpg 648w" sizes="auto, (max-width: 759px) 100vw, 759px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/02/perjalanan-kasus-antasari-648x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
