<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Anies gagal capres &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/anies-gagal-capres/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 23 Apr 2023 20:23:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Anies gagal capres &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gagal Nyapres, Anies Hanya Dimanfaatkan NasDem?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/gagal-nyapres-anies-hanya-dimanfaatkan-nasdem/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R53]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Apr 2023 13:31:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Anies Baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[Anies gagal capres]]></category>
		<category><![CDATA[Nasdem]]></category>
		<category><![CDATA[politik teraniaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=127823</guid>

					<description><![CDATA[Berbagai pihak menilai Anies Baswedan belum pasti menjadi capres di Pilpres 2024. Bahkan terdapat dugaan bahwa Partai NasDem bisa saja melepas dukungan kepada Anies di penghujung waktu. Mungkinkah Anies hanya dimanfaatkan NasDem selama ini? PinterPolitik.com “Everybody in politics lies.” – David Geffen Salah satu pendiri Partai NasDem yang sekarang sudah keluar, Zulfan Lindan, memiliki pandangan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Berbagai pihak menilai Anies Baswedan belum pasti menjadi capres di Pilpres 2024. Bahkan terdapat dugaan bahwa Partai NasDem bisa saja melepas dukungan kepada Anies di penghujung waktu. Mungkinkah Anies hanya dimanfaatkan NasDem selama ini?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>PinterPolitik.com</strong></p>



<blockquote class="wp-block-quote has-text-align-center is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">“Everybody in politics lies.” – David Geffen</p>
</blockquote>



<p class="dropcapp3 wp-block-paragraph">Salah satu pendiri Partai NasDem yang sekarang sudah keluar, Zulfan Lindan, memiliki pandangan menarik soal pencapresan Anies Baswedan. &#8220;Sampai sekarang, konsisten tidak yakin bahwa piagam itu (Koalisi Perubahan) secara sungguh-sungguh untuk mencapreskan Anies,&#8221; ungkap Zulfan pada 17 April 2023.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pandangan Zulfan ini sama dengan Pendiri Cyrus Network Hasan Nasbi yang bahkan berani bertaruh bahwa Anies akan kandas sebagai kandidat. Hasan bertaruh mobil Alphard dengan eks politisi PSI yang sekarang menjadi pendukung Anies, Sunny Tanuwidjaja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terkait pernyataan Zulfan dan Hasan, mungkin ada yang menyebut keduanya bias. Zulfan terlibat ketegangan dengan NasDem. Sementara Hasan diketahui cukup berseberangan dengan Anies.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, komentar Amien Rais sekiranya menjadi pembeda. Sosok yang dekat dengan Anies itu justru menilai terdapat kemungkinan Anies akan kandas sebagai kandidat. &#8220;Kalau tinggal Pak Prabowo dan Pak Ganjar, otomatis kita dukung Pak Prabowo. Sudah tahulah kelemahan dan kelebihannya,” ungkap Amien beberapa waktu yang lalu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagaimana dipertegas oleh Waketum Partai Ummat Buni Yani, pernyataan Amien tersebut merupakan perandaian jika Anies nantinya gagal nyapres. Dukungan Partai Ummat akan diarahkan ke Prabowo Subianto jika eks Gubernur DKI itu kandas di tengah jalan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konteks potensi gagalnya Anies maju di Pilpres 2024 sangatlah menarik. Diskursus itu membawa kita untuk melihat serius Partai NasDem sebagai partai pertama yang mendukung Anies sebagai capres. Lantas, jika Anies benar-benar gagal maju, apakah selama ini NasDem hanya memanfaatkan Anies?</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1080" height="1300" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/04/Amien-Rais-Dukung-Prabowo.jpg" alt="amien rais dukung prabowo" class="wp-image-127482" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/04/Amien-Rais-Dukung-Prabowo.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/04/Amien-Rais-Dukung-Prabowo-768x924.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/04/Amien-Rais-Dukung-Prabowo-696x837.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/04/Amien-Rais-Dukung-Prabowo-1068x1285.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/04/Amien-Rais-Dukung-Prabowo-1920x2311.jpg 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/04/Amien-Rais-Dukung-Prabowo-348x420.jpg 348w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Tangga Kecurigaan</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam artikel PinterPolitik yang berjudul <strong><em><a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/langkah-anies-dihambat-surya-paloh/">Langkah Anies Dihambat Surya Paloh?</a></em></strong>, telah dijabarkan bahwa Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh justru merupakan hambatan Anies untuk menguatkan <em>personal branding</em>-nya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk menjadi kandidat yang begitu kuat menjelang Pilpres 2024, Anies harus membangun <em>personal branding</em> yang tidak hanya menampilkan dirinya sebagai sosok yang berbeda, melainkan juga sebagai harapan. Untuk kepentingan itu, Anies perlu menampilkan dirinya sebagai sosok baru, penuh inovatif, dan dapat melakukan sesuatu yang belum dilakukan pemerintahan sebelumnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Singkatnya, Anies perlu menampilkan dirinya sebagai pembeda dari pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Anies juga dapat mengambil ceruk suara dari mereka yang kurang puas dengan pemerintahan Jokowi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, kepentingan untuk menciptakan <em>personal branding</em> itu sepertinya terhambat oleh Surya Paloh. Ketum NasDem tersebut perlu mendorong dan memfasilitasi Anies untuk membangun <em>personal branding</em> sebagai sosok pembeda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, sebagaimana yang terlihat, Paloh justru terlihat sangat menghindari ketegangan dengan pemerintah. Tidak hanya berusaha meyakinkan bahwa NasDem mendukung pemerintah, melainkan juga tidak menghadiri deklarasi rekan koalisi, yakni PKS dan Demokrat, ketika mendeklarasikan dukungan terhadap Anies.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian, setelah NasDem terancam <em>reshuffle</em>, Anies seolah terlihat “diam”. Ia tidak lagi vokal di depan publik seperti sebelumnya. Fenomena itu telah dibahas dalam artikel PinterPolitik yang berjudul <strong><em><a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/gertak-reshuffle-cara-jokowi-bungkam-anies/">Gertak Reshuffle, Cara Jokowi “Bungkam” Anies?</a></em></strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berbagai variabel mencurigakan tersebut melahirkan sebuah kesimpulan deduktif yang menarik. Mungkinkah NasDem tidak benar-benar serius mencalonkan Anies sebagai capres di Pilpres 2024?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertama, kita perlu melihat data. Pada Pemilu 2019 NasDem merupakan partai dengan persentase memilih caleg ketimbang partai terbesar. Dengan kata lain, NasDem tidak memiliki identitas partai yang kuat dan sangat bergantung pada kekuatan personal caleg.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="1080" height="805" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/04/img_20230419_133903.png" alt="img 20230419 133903" class="wp-image-127826" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/04/img_20230419_133903.png 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/04/img_20230419_133903-300x224.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/04/img_20230419_133903-1024x763.png 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/04/img_20230419_133903-150x112.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/04/img_20230419_133903-768x572.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/04/img_20230419_133903-696x519.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/04/img_20230419_133903-1068x796.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/04/img_20230419_133903-563x420.png 563w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/04/img_20230419_133903-80x60.png 80w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/04/img_20230419_133903-265x198.png 265w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Sumber: Stratagem Research and Consulting (SRC)</p>



<p class="wp-block-paragraph">NasDem bahkan disebut terlibat ketegangan dengan PDIP karena manuver politiknya yang “membeli” kader partai banteng. Di pelantikan anggota DPR, DPD, dan MPR pada 1 Oktober 2019, Megawati Soekarnoputri terlihat tidak menyalami Surya Paloh. Itu jelas merupakan sinyal politik tertentu.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Anies adalah <em>Puzzle</em> Penting</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Well</em>, NasDem sekiranya sangat paham bahwa mereka membutuhkan kekuatan elektoral individu. Tidak hanya dengan merekrut caleg-caleg potensial, melainkan juga dengan mendukung capres yang memiliki tingkat kesukaan yang tinggi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada Pileg 2019 ternyata bukan PDIP yang mendapatkan efek ekor jas tertinggi, melainkan adalah NasDem. Pada Pileg 2014 NasDem mendapatkan 8.402.812 atau 6,72 persen suara. Pada Pileg 2019 suara NasDem melejit menjadi 12.661.792 atau 9,05 persen suara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun mengalami kenaikan, suara PDIP tidak mengalami kenaikan signifikan seperti NasDem. Pada Pileg 2014 suara PDIP sebesar 23.681.471 atau 18,95 persen suara. Sedangkan pada Pileg 2019 suara PDIP menjadi 27.053.961 atau 19,33 persen suara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bertolak pada pengalaman pada Pemilu 2019, NasDem tentu ingin mengulang kesuksesan dengan mendukung capres yang berpotensi memberikan efek ekor jas yang besar. Singkat cerita, kalkulasi sosok itu jatuh pada Anies Baswedan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejauh ini kalkulasi itu sepertinya tepat. Berbagai elite NasDem mengkonfirmasi bahwa dukungan terhadap Anies membuat masyarakat antusias untuk bergabung dengan NasDem. “Saya meyakini jumlah masyarakat yang akan menjadi kader NasDem akan terus bertambah,&#8221; ungkap Wasekjen NasDem Hermawi Taslim pada 4 Oktober 2022.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Psikolog dari Cornell University, Mark Travers dalam tulisannya <em>How Valuable Are Endorsements In Politics? 3 Lessons From Political Psychology</em>, menggunakan konsep <em>laziness</em> dalam psikologi untuk menjelaskan bagaimana <em>political endorsement</em> dapat bekerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Laziness</em> adalah kecenderungan psikologis, di mana seseorang enggan untuk mengerahkan tenaga atau kemampuannya meskipun ia mampu. Terlebih lagi, dengan kapasitas kognitif yang terbatas dan berbeda-beda, berbagai pihak tidak ingin membuang-buang energinya untuk memikirkan politik secara serius, seperti “bagaimana menentukan partai yang tepat?”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini membuat banyak pihak mengambil jalan pintas dengan melihat sosok berpengaruh yang berada di suatu partai. Dukungan tidak diberikan karena identitas atau program partai, melainkan apakah terdapat idola mereka di partai tersebut.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="1080" height="1300" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/04/Kemana-Anies-Baswedan.jpg" alt="kemana anies baswedan" class="wp-image-127367" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/04/Kemana-Anies-Baswedan.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/04/Kemana-Anies-Baswedan-768x924.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/04/Kemana-Anies-Baswedan-696x837.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/04/Kemana-Anies-Baswedan-1068x1285.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/04/Kemana-Anies-Baswedan-1920x2311.jpg 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/04/Kemana-Anies-Baswedan-348x420.jpg 348w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Mainkan Politik Teraniaya?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sekarang kita berada pada pembahasan pamungkas. Jika benar NasDem hanya memanfaatkan Anies untuk mendapatkan efek ekor jas di Pileg 2024, bukankah seharusnya NasDem harus habis-habisan memastikan Anies maju sebagai capres?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sayangnya, itu tidak harus dilakukan. NasDem dapat memainkan “politik teraniaya”. NasDem misalnya dapat membangun narasi bahwa mereka sudah berusaha keras mengusung Anies, namun dijegal oleh kekuatan besar yang tidak ingin Anies menjadi capres.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sreenivasa Reddy dalam tulisannya <em>Playing victim is a deceptive political game</em>, menyebutkan bahwa “politik teraniaya” adalah permainan politik favorit di era saat ini, dimana politisi populis mendapatkan penerimaan yang luas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Reddy, berbagai politisi berpura-pura menjadi korban dan menegaskan bahwa mereka telah secara sistematis menjadi sasaran komplotan elite rahasia yang mengakar kuat. Mereka mengarang atau membesar-besarkan statusnya sebagai korban. Kemudian membangun argumen politik melawan musuh yang seringkali merupakan sosok tak berwajah alias entitas abstrak, misalnya oligarki atau kekuatan besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Well</em>, kita lihat saja bagaimana kelanjutan perjalanan Anies menuju Pilpres 2024. Apakah benar akan kandas atau tidak hanya waktu yang dapat menjawabnya. Hal yang sama juga berlaku pada NasDem. Kita lihat saja apakah benar mereka akan menggunakan “politik teraniaya” nantinya. (R53)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Mengapa Minoritas Takut Anies Baswedan?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/QcxawETDdgc?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2023/04/images-59.jpeg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>NasDem Blunder, Anies Gagal Capres?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/nasdem-blunder-anies-gagal-capres/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R53]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Nov 2022 09:27:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Anies Baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[Anies gagal capres]]></category>
		<category><![CDATA[NasDem blunder]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=118659</guid>

					<description><![CDATA[Berbagai upaya disebut merintangi terbentuknya koalisi NasDem-Demokrat-PKS agar Anies Baswedan gagal maju sebagai capres di Pilpres 2024. Mungkinkah NasDem melakukan blunder karena terlalu dini mendeklarasikan Anies sebagai bakal capres 2024? Kemudian, apakah Anies akan gagal maju di Pilpres 2024? PinterPolitik.com Dalam artikel PinterPolitik.com yang berjudul Anies Lakukan Blunder Besar? pada 27 September 2022, telah diberikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Berbagai upaya disebut merintangi terbentuknya koalisi NasDem-Demokrat-PKS agar Anies Baswedan gagal maju sebagai capres di Pilpres 2024. Mungkinkah NasDem melakukan blunder karena terlalu dini mendeklarasikan Anies sebagai bakal capres 2024? Kemudian, apakah Anies akan gagal maju di Pilpres 2024?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Dalam artikel <a href="https://www.pinterpolitik.com/"><strong>PinterPolitik.com</strong></a> yang berjudul <a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/anies-lakukan-blunder-besar/"><strong><em>Anies Lakukan Blunder Besar?</em></strong></a> pada 27 September 2022, telah diberikan penegasan bahwa Anies Baswedan telah melakukan blunder karena terlalu dini mengungkapkan keinginannya secara terbuka untuk maju di Pilpres 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Disebut blunder karena deklarasi tersebut berpotensi kuat untuk menjadikan Anies sebagai target serangan politik. Seperti yang telah diulas, saat ini berbagai kandidat sebenarnya tengah menahan diri.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengacu pada kebiasaan partai politik yang mengusung capres-cawapres di akhir waktu, menyatakan diri siap maju sejak dini sama saja dengan mengundang berbagai pihak untuk memberikan serangan politik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti dalam bukunya <em>The Art of War</em>, Sun Tzu menuliskan, “Manuver perang haruslah seperti angin yang bertiup. Lakukanlah gerakan tanpa suara (<em>silent operation</em>) dengan tenang.”&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai sosok yang telah malang melintang di dunia politik, serta mengetahui memiliki retakan dengan PDIP sejak Pilgub DKI Jakarta 2017, Anies seharusnya sangat memahami pentingnya <em>silent operation.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk meminimalisir serangan dan hambatan politik, seperti yang dilakukan PDIP, Anies dan partai yang mendukungnya seharusnya melakukan deklarasi di akhir waktu. Konteks ini yang menjadi pertanyaan serius terhadap Partai NasDem.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kenapa partai yang dipimpin Surya Paloh itu terkesan buru-buru mendeklarasikan Anies sebagai bakal capres 2024?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melihat gestur politik terkini, deklarasi itu tengah menjadi bumerang. PDIP terlihat memberikan serangan-serangan politik, hingga disebut-sebut mendesak NasDem keluar dari koalisi.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Surya Paloh bahkan harus menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara langsung untuk menegaskan komitmen partainya dalam mendukung pemerintahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam artikel <strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/">PinterPolitik.com</a></strong> yang berjudul <strong><em><a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/jokowi-tidak-restui-anies-nyapres/">Jokowi Tidak Restui Anies Nyapres?</a></em></strong> pada 3 November 2022, juga telah dijabarkan bahwa terdapat kemungkinan Presiden Jokowi tidak merestui Anies maju sebagai capres di Pilpres 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Alasan utama atas simpulan itu adalah perbedaan gestur politik yang kentara. Ketika Partai Golkar ataupun Partai Gerindra menegaskan untuk mengusung ketua umum partainya sebagai capres di Pilpres 2024, serangan politik semacam itu tidak terlihat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak ada kritik terhadap Airlangga Hartarto maupun Prabowo. Dorongan agar Golkar dan Gerindra keluar kabinet juga tidak tercium baunya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, apakah kita sedang menyaksikan blunder dari keputusan Surya Paloh dan NasDem?&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/pks-nasdem-berantem-tanggal-jadian-ed.-819x1024.jpg" alt="pks nasdem berantem tanggal jadian ed." class="wp-image-118589" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/pks-nasdem-berantem-tanggal-jadian-ed.-819x1024.jpg 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/pks-nasdem-berantem-tanggal-jadian-ed.-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/pks-nasdem-berantem-tanggal-jadian-ed.-120x150.jpg 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/pks-nasdem-berantem-tanggal-jadian-ed.-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/pks-nasdem-berantem-tanggal-jadian-ed.-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/pks-nasdem-berantem-tanggal-jadian-ed.-1068x1335.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/pks-nasdem-berantem-tanggal-jadian-ed.-336x420.jpg 336w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/pks-nasdem-berantem-tanggal-jadian-ed..jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Terjebak Kabut Perang?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam literasi perang yang lebih baru, penegasan yang disebutkan Sun Tzu pada abad 5 SM dapat kita temukan lebih rinci dalam buku <em>On War</em> karya Carl von Clausewitz yang ditulisnya pada tahun 1832. Dalam bukunya, Clausewitz menggambarkan perang sebagai kabut (<em>fog of war</em>).&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perang adalah realitas yang penuh dengan ketidakpastian (<em>realm of uncertainty</em>). Sama seperti di dalam kabut, kita kesulitan untuk memprediksi apa yang ada di depan dan di sekeliling. Perang sangat tidak bisa ditebak. Terlalu banyak informasi dan informasi-informasi itu terus berubah.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Situasi ini persis seperti yang digambarkan dalam dilema narapidana (<em>prisoner’s dilemma</em>). Dua kelompok (atau lebih) yang berhadapan berada pada situasi asimetri informasi. Masing-masing pihak tidak mengetahui situasi presisi kelompok lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Atas kondisi itu, Clausewitz sangat mewanti-wanti soal posisi. Musuh tidak boleh mengetahui kita berada di mana, akan melakukan apa, kapan akan menyerang atau berpindah, dan seberapa banyak logistik yang kita dimiliki.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di titik ini, melansir berbagai pemberitaan terbaru terkait upaya mengganjal terbentuknya koalisi NasDem-Demokrat-PKS, tampaknya Surya Paloh telah terjebak dalam kabut perang (<em>fog of war</em>).&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin dalam kalkulasi NasDem, deklarasi cepat Anies ditujukan untuk mendapatkan efek ekor jas sebesar mungkin. NasDem ingin menghimpun simpatisan Anies untuk menjadi pemilih mereka di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, berbagai turbulensi terkini tampaknya menunjukkan miskalkulasi Surya Paloh dan Partai NasDem. Mungkin sudah dikalkulasi akan ada serangan politik. Namun, mungkin kalkulasi yang ada tidak membayangkan serangan politik yang terjadi akan sebesar dan semasif ini. Tagar #TenggelamkanNasDem juga viral beberapa waktu yang lalu di Twitter.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika koalisi NasDem-Demokrat-PKS benar-benar gugur di tengah jalan, Anies sekiranya mendapati dirinya gagal maju sebagai capres di Pilpres 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, apakah kegagalan itu akan menghampiri Anies? Atau, mungkinkah turbulensi politik saat ini adalah bagian dari strategi NasDem?</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-38.png" alt="image 38" class="wp-image-118656" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-38.png 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-38-240x300.png 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-38-120x150.png 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-38-768x960.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-38-696x870.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/image-38-336x420.png 336w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>NasDem Sengaja?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai pebisnis dan politisi senior, sekiranya sulit membayangkan Surya Paloh tidak membayangkan skenario terburuk. Ketegangan antara Anies dan PDIP sekiranya sudah menjadi rahasia umum sehingga Paloh dan NasDem pasti sudah membayangkan reaksi keras partai berlambang banteng bermoncong putih.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Atas asumsi tersebut, ada kemungkinan bahwa NasDem memang menginginkan turbulensi politik yang terlihat saat ini untuk terjadi. Alasannya sederhana, yakni agar Anies tetap menjadi <em>top of mind</em> publik alias terus mendapatkan panggung politik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah purna tugas sebagai Gubernur DKI Jakarta, Anies mutlak membutuhkan panggung politik agar namanya tidak meredup. Atas kebutuhan ini, menjadikan Anies sebagai magnet pemberitaan media adalah sebuah keniscayaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengutip pakar komunikasi politik, Brian McNair, dalam bukunya <em>An Introduction to Political Communication</em>, media massa merupakan alat “persuasi kesadaran”. Melalui berbagai pemberitaan yang ada, masyarakat tengah dipersuasi dan digiring untuk terus membicarakan Anies.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terlepas itu isu positif atau negatif, yang terpenting adalah Anies terus menjadi gravitasi pembahasan publik.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang telah disimpulkan dalam artikel <a href="https://www.pinterpolitik.com/"><strong>PinterPolitik.com</strong></a> yang berjudul <a href="https://www.pinterpolitik.com/in-depth/capres-2024-hanya-omong-kosong/"><strong><em>Capres 2024 Hanya Omong Kosong?</em></strong></a> pada 8 Agustus 2022, ingar-bingar pembahasan berbagai pihak, termasuk elite politik soal nama-nama capres-cawapres, adalah untuk kepentingan pemberitaan media.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Strategi itu bertumpu pada dua fondasi. Pertama, mengutip sejarawan Yuval Noah Harari, isu politik selalu lebih menarik perhatian masyarakat. Ini adalah bahan gosip yang sangat menggairahkan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedua, seperti dijelaskan Tom Nichols dalam bukunya <em>The Death of Expertise</em>, media massa saat ini telah menggantungkan dirinya pada klik, <em>views</em>, dan sensasi. Dengan besarnya ketertarikan masyarakat pada isu capres-cawapres, media massa secara naluriah akan memburu berita terkait isu tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Well</em>, sebagai penutup, ada dua kesimpulan yang dapat ditarik atas gestur politik yang terlihat. Pertama, NasDem sepertinya telah melakukan miskalkulasi politik.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">NasDem telah terjebak kabut perang sehingga tidak memprediksi besarnya serangan politik terhadap Anies dan dirinya. Jika gagal diantisipasi, ada kemungkinan Anies akan gagal maju sebagai capres di Pilpres 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kedua, ada pula kemungkinan turbulensi politik yang ada justru diharapkan. Tujuannya untuk tetap menjadikan Anies sebagai <em>top of mind</em> publik. Isu-isu yang ada justru adalah berkah bagi popularitas Anies dan Partai NasDem.&nbsp;&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kita lihat saja mana kesimpulan yang terjadi. Jika Anies benar-benar gagal maju di Pilpres 2024, maka kesimpulan yang pertama adalah yang tepat. (R53)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="OwwE5rCfk5k"><iframe loading="lazy" title="Kisah Bang Yos dan GAM: Bertaruh Nyawa Mendamaikan Suasana | Part 1" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/OwwE5rCfk5k?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/5d39596c3ad27.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
