<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>ANGGOTA DPR BARU &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/anggota-dpr-baru/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Sep 2019 09:24:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>ANGGOTA DPR BARU &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>DPR Terpilih ‘Puasa Bicara’</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/dpr-terpilih-puasa-bicara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Sep 2019 09:28:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[ANGGOTA DPR BARU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=64235</guid>

					<description><![CDATA[“Uang tidak pernah bisa bicara; tapi uang bisa bersumpah,” – Bob Dylan PinterPolitik.com Wakil rakyat, pemegang amanah rakyat, ehmmm, identitas yang disematkan begitu mulia karena menjadi penyambung lidah rakyat. Namun, jangan terlalu banyak berharap, karena sering kali singkatan DPR bukan lagi Dewan Perwakilan Rakyat, tapi Duduk, Pulang, Rapat atau bisa juga Diam, Pura-Pura, Ronda, yeeeehhh, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>“<em><strong>Ua</strong></em><strong>ng</strong><em><strong> tidak pernah bisa bicara; tapi uang bisa bersumpah,” – Bob Dylan</strong></em></p>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">W</span>akil rakyat, pemegang amanah rakyat, <em>ehmmm</em>, identitas yang disematkan begitu mulia karena menjadi penyambung lidah rakyat.</p>
<p>Namun, jangan terlalu banyak berharap, karena sering kali singkatan DPR bukan lagi Dewan Perwakilan Rakyat, tapi Duduk, Pulang, Rapat atau bisa juga Diam, Pura-Pura, Ronda, <em>yeeeehhh</em>, gak nyambung, <em>hehehe</em> sengaja, DPR sering banget kan gak nyambung begitu, <em>weleeeh weleeeh</em>.</p>
<p>Nah, sekarang masyarakat cenderung pesimis dengan anggota DPR bukan karena kemuliaan lembaganya, namun sosok para anggota yang tak seiring sejalan dengan perjuangan rakyat.</p>
<p><em>Wuuuu</em>, udah ah, segitu aja seriusnya, lagian para wakil rakyat toh jarang banget serius, jadi ngapain kita seriusin, lebih baik kita ketawain aja walau kita sebenernya memahami makna ketawa kita itu tahu kalo mereka susah serius karena gak ada niat dan gak ada hasrat untuk serius.</p>
<p>Tuhkan malah serius lagi, <em>heleeeehhh</em>, okelah, sekarang begini, 575 anggota DPR terpilih sekarang melenggang ke Senayan.<br />
<em>Ehmmm</em>, suasana akan begitu cair karena akan segera mencairkan, nahloh, maksudnya mencairkan anggaran, jangan yang aneh-aneh mikirnya, uhuukkk, katanya sih untuk rakyat, tapi<em> you know laaaah, weleeeh weleeeeh.</em></p>
<p><em>Wuuuu</em>, sekarang sebenernya siapa yang salah sih? DPR-nya sebagai wakil rakyat atau rakyatnya yang salah. Pasti kita bisa menjawab dengan cepat, ya jelas pasti rakyatnya lah.</p>
<p>Dih, kok gitu? <em>Yaiyalah</em>, salahnya masyarakat itu terlalu banyak berharap sama wakilnya yang seringkali gak bisa diharapkan, <em>uhuuyy</em>, itu sih lagu lama, <em>hadeuuuhh</em>.</p>
<p>Kalo DPR, <em>ehmm</em>, gimana yak, kalo kita salahin juga dia gak akan ngerasa salah, namanya juga politisi ingin selalu benar, enak, nyaman dan <em>ahhhsyudahhlah</em>.</p>
<p>Sekarang banyak berganti anggota DPR, ada yang masih bertahan dan banyak juga wajah baru.</p>
<p>Kembali lagi ke pertanyaan awal, apa kita mau membiarkan masyarakat melakukan kesalahannya lagi? <em>Ehmmm</em>, iya maksudnya untuk menaruh harapan besar kepada wakilnya yang <em>ahhhsyudahlah</em>, si kocak pokoknya, <em>weleeeh weleeeh</em>.<br />
Heran kan, kayaknya sih cuma di negara +62, seorang wakil lebih kaya, lebih enak, lebih <em>yahuudddd</em> hidupnya dibandingkan pemberi mandatnya.</p>
<p>Atau bahasa sederhananya, si tuan lebih hapal kesengsaraan dibandingkan wakilnya, karena <em>stock</em> nyaman sudah dilibas semua. Yang hilang <em>stock</em> dari wakilnya itu cuma pita suara aja, <em>ehmm, stocknya</em> udah abis, hehehe, pantes rajin banget diemnya, <em>heleeehhh</em>.</p>
<p><em>Ehmmm</em>, namanya juga wakil rakyat, ia sukses mewakili rakyat untuk menikmati kenyamanan dan kemewahan, walaupun sebenernya ia ‘baik’ dengan menyisakan kesengsaraan untuk tuannya, <em>weleeeeh weleeeh</em>. (Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/12/rapat-dengan-menteri-esdm-anggota-dpr-dari-demokrat-ppp-berkelahi.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bamsoet Pejuang Pancasila</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/bamsoet-pejuang-pancasila/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K32]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Jan 2018 09:55:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[ANGGOTA DPR BARU]]></category>
		<category><![CDATA[Bamsoet]]></category>
		<category><![CDATA[PEJUANG PANCASILA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=20558</guid>

					<description><![CDATA[Ketua DPR Bambang Soesatyo menginginkan agar semua anggota DPR yang baru untuk periode 2019-2024 harus paham Pancasila. Lha kan masih setahun lagi, Pak. Kok, buru-buru amat sih, mau jadi pejuang Pancasila? PinterPolitik.com [dropcap]S[/dropcap]aya Indonesia, saya Pancasila atau Pancasila harga mati, itu adalah dua jargon yang sempat viral beberapa waktu lalu. Konon jargon tersebut muncul sebagai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Ketua DPR Bambang Soesatyo menginginkan agar semua anggota DPR yang baru untuk periode 2019-2024 harus paham Pancasila. <em>Lha </em>kan masih setahun lagi, Pak. <em>Kok, </em>buru-buru <em>amat sih, </em>mau jadi pejuang Pancasila? </strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb31;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p><em>[dropcap]S[/dropcap]aya Indonesia, saya Pancasila</em> atau <em>Pancasila harga mati</em>, itu adalah dua jargon yang sempat <em>viral </em>beberapa waktu lalu. Konon jargon tersebut muncul sebagai bentuk pembelaan terhadap Pancasila, yang katanya dirongrong kedudukannya oleh radikalisme dan <em>isme-isme </em>yang lain. Apa itu benar atau hanya sebatas permainan politik dari sekelompok orang? <em>Hm, mikir-mikir dah </em>sampe biji mata berubah jadi kotak.</p>
<p>Bahkan, ada yang pernah mempersoalkan jenis kelamin dari burung Garuda Pancasila. Katanya itu masih menjadi misteri bagi bangsa Indonesia. Misteri, <em>apanya? </em>Kalau mempersoalkan jenis kelamin Pancasila berarti ‘setali tiga uang’ dengan mempersoalkan jenis kelamin ideologi-ideologi lain di dunia ini, bukan?</p>
<p>Jadi cukup percaya dan hayati lima silanya. Niscaya, kamu akan paham mengapa Pancasila begitu penting bagi Indonesia? Yang pasti, Pancasila itu ideologi bangsa ini. Pancasila mengajari kita untuk seragam dalam memahami keberagaman. Pancasila, aku padamu! <em>Eahhh, eahhh.</em></p>
<p>Memang Pancasila itu ideologi yang khas Indonesia. Dijamin <em>nggak </em>ada di tempat lain, bahkan bisa dibilang <em>udah </em>jadi ‘agama publik’ <em>(civil religion)</em> di negeri ini. Tapi, kadang bikin <em>miris </em>hingga batin pun teriris lantaran Pancasila dijadikan sebagai alat politik. Di sini, pikiranku mendadak <em>nge-hang.</em> Percaya <em>nggak </em>percaya, itu <em>udah </em>jadi bagian dari perjalanan sejarah bangsa ini.</p>
<p>Baru-baru ini, ada pernyataan yang cukup menarik dari Ketua <em>De-pe-er </em>yang baru, Bambang Soesatyo. Sosok yang akrab dikenal sebagai Bamsoet ini, mengharapkan agar anggota <em>De-pe-er </em>yang baru untuk periode 2019-2024 perlu <em>digembleng</em> agar bisa <em>melek </em>Pancasila. <em>Lha, </em>kan masih setahun lagi. <em>Kok, </em>buru-buru <em>amat sih, </em>Pak, mau jadi pejuang Pancasila?</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">harus sertifikat P4 lagi dong bang&#8230;</p>
<p>&mdash; Kang Sidiq (@arsad_sidiq) <a href="https://twitter.com/arsad_sidiq/status/956744332224036864?ref_src=twsrc%5Etfw">January 26, 2018</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Tapi, rencana Pak Bamsoet <em>sah-sah aja kok. </em>Yang <em>aneh, </em>mengapa dia <em>nggak </em>mempersoalkan para anggota <em>De-pe-er </em>yang sekarang? Apa mereka semua <em>udah bener-bener melek </em>Pancasila? Semoga, <em>nggak </em>ada kepentingan politik di belakangnya ya, Pak? <strong>(K-32)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/01/Bambang-Soesatyo-3.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
