<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Andika Perkasa &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/andika-perkasa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 25 Sep 2025 09:46:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Andika Perkasa &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Politisi Unlucky, Next Time Better?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/politisi-unlucky-next-time-better/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[J61]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2025 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Andika Perkasa]]></category>
		<category><![CDATA[Anies Baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[Dino Patti Djalal]]></category>
		<category><![CDATA[Erick Thohir]]></category>
		<category><![CDATA[Mahfud MD]]></category>
		<category><![CDATA[politisi]]></category>
		<category><![CDATA[Ridwan Kamil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=164694</guid>

					<description><![CDATA[Dalam politik, kapasitas personal tak selalu berbanding lurus dengan takdir. Andika Perkasa, Sandiaga Uno, Ridwan Kamil, dan Mahfud MD masih menyimpan potensi meski tersandung awal. Sebaliknya, Dino Patti Djalal, Erick Thohir, dan Anies Baswedan tampak terjebak kabut strategis. Membuktikan bahwa politik adalah labirin yang rumit, bukan jalan lurus.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Dengarkan artikel ini:</p>



<figure class="wp-block-audio"><audio controls src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/politisi-unlucky-1_gapakbc0.mp3"></audio></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Audio ini dibuat menggunakan AI.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Dalam politik, kapasitas personal tak selalu berbanding lurus dengan takdir. Andika Perkasa, Sandiaga Uno, Ridwan Kamil, dan Mahfud MD masih menyimpan potensi meski tersandung awal. Sebaliknya, Dino Patti Djalal, Erick Thohir, dan Anies Baswedan tampak terjebak kabut strategis. Membuktikan bahwa politik adalah labirin yang rumit, bukan jalan lurus.</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com" rel="nofollow">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Dalam kajian klasik Maurice Duverger tentang partai politik, arena politik dipahami sebagai sistem saringan (<em>filtering system</em>) yang membentuk siapa yang dapat bertahan di puncak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Politik modern bukanlah jalan lurus, melainkan labirin yang penuh tikungan, pintu sempit, dan jebakan struktural. Indonesia pascareformasi memperlihatkan pola serupa. Struktur kekuasaan partai politik bukan hanya berfungsi sebagai kendaraan elektoral, tetapi juga sebagai mekanisme reproduksi elite.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fenomena ini melahirkan paradoks. Banyak tokoh dengan modal sosial, intelektual, bahkan popularitas tinggi, justru tersendat di tengah jalan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka tidak otomatis mendapatkan tiket menuju puncak kekuasaan hanya karena kapasitas atau reputasi. Seperti dikatakan Gaetano Mosca, “kelas politik” memiliki pola eksklusif di mana hanya sedikit orang yang betul-betul bisa masuk ke inti, sementara sisanya tetap berada di orbit luar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kisah sejumlah tokoh politik kontemporer Indonesia kiranya dapat dibaca melalui kerangka ini. Beberapa di antaranya kerap dilabeli <em>unlucky politicians</em>, bukan karena mereka tidak berprestasi, tetapi karena kombinasi pilihan kendaraan politik, struktur partai, dan <em>timing</em> yang kurang tepat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, “<em>unlucky</em>” di dunia politik sering kali hanyalah fase, bukan vonis final. Di antara nama-nama itu, Andika Perkasa, Sandiaga Uno, Ridwan Kamil, dan Mahfud MD bisa saja memiliki potensi kebangkitan, sementara Dino Patti Djalal, Erick Thohir, dan Anies Baswedan tampak menghadapi kebuntuan konseptual maupun strategis.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Labirin Sempit Kekuasaan?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Andika Perkasa masuk ke PDI Perjuangan pasca-masa jabatannya sebagai Panglima TNI. Ia kalah di Pilgub Jawa Tengah 2024, namun kekalahan itu lebih mencerminkan dinamika internal partai dan kuatnya pengaruh trah Megawati dan para elite senior daripada ketiadaan kapasitas personal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara teoretis, seorang kader baru memang harus menapaki jalur yang sudah terbentuk, terlebih di PDIP di mana loyalitas, pembuktian, hingga kesabaran menunggu momentum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di titik ini, Andika justru bisa dipandang sebagai investasi jangka panjang PDIP. Sosoknya berkarakter disiplin, berjejaring luas, dan punya daya tarik lintas kelas sosial. Kekalahan awal bukan titik akhir, melainkan fase pembelajaran politik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sudut berbeda, Sandiaga Uno menanggung risiko besar ketika meninggalkan Partai Gerindra dan bergabung dengan PPP. Keputusan itu terlihat seperti taruhan, dan pada 2024 partainya gagal menembus parlemen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, Sandiaga tetap punya nilai tambah saat dirinya adalah figur dengan kapasitas teknokrat sekaligus pengusaha, serta memiliki citra positif di sektor ekonomi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kacamata teori kapital politik Pierre Bourdieu, Sandiaga masih menyimpan “modal simbolik” terutama di kalangan pemilih urban dan muslim kelas menengah—yang dapat diaktivasi kembali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kekalahan dan stagnasinya hari ini bisa menjadi katalis untuk transformasi politik di masa depan, apalagi bila ia mampu merumuskan kembali narasi kebangsaan yang segar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Ridwan Kamil menghadapi paradoks serupa. Keputusan bergabung dengan Partai Golkar dipandang sebagian pihak kurang “organik” dengan gaya politiknya yang cair, urban, dan kreatif. Terlebih dengan kekalahan di Pilgub Jakarta 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Isu yang mengiringinya pun terkesan tidak berpihak kepadanya. Meski begitu, RK masih memiliki political branding yang unik, yakni sosok teknokrat-visioner dengan daya komunikasi publik yang tinggi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam perspektif “politik mediatik” (Manuel Castells), figur seperti Ridwan Kamil justru punya ruang untuk membentuk ulang relevansi politiknya melalui narasi inovasi, tata kota, dan generasi muda. Label <em>unlucky</em> baginya mungkin lebih berupa sementara—karena posisinya tetap krusial dalam peta politik menuju 2029.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi berbeda, Mahfud MD bernasib lebih baik pasca kabar direkrutnya mantan Ketua Mahkamah Konsitusi itu ke dalam Komite Reformasi Kepolisian bentukan Presiden Prabowo Subianto.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keempat nama ini merepresentasikan tokoh-tokoh yang tersendat di jalan sempit menuju puncak, tetapi belum kehilangan arah. Mereka masih berada dalam orbit relevansi, menunggu momentum politik baru.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1080" height="1350" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/bumn-ter-sentil-erick-cocoknya-menpora-1.png" alt="bumn ter sentil erick cocoknya menpora 1" class="wp-image-162514" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/bumn-ter-sentil-erick-cocoknya-menpora-1.png 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/bumn-ter-sentil-erick-cocoknya-menpora-1-240x300.png 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/bumn-ter-sentil-erick-cocoknya-menpora-1-819x1024.png 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/bumn-ter-sentil-erick-cocoknya-menpora-1-120x150.png 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/bumn-ter-sentil-erick-cocoknya-menpora-1-768x960.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/bumn-ter-sentil-erick-cocoknya-menpora-1-150x188.png 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/bumn-ter-sentil-erick-cocoknya-menpora-1-300x375.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/bumn-ter-sentil-erick-cocoknya-menpora-1-696x870.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/06/bumn-ter-sentil-erick-cocoknya-menpora-1-1068x1335.png 1068w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Lain Kesempatan?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sebaliknya, terdapat pula figur-figur yang tampak menghadapi stagnasi strategis. Dino Patti Djalal, diplomat ulung yang eksis di era Presiden SBY, seolah kehilangan panggung besar setelah transisi kekuasaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia masih bersuara terkait isu politik luar negeri, namun dalam politik domestik, gaungnya nyaris tak terdengar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konsep <em>issue ownership</em> (Petrocik) relevan di sini untuk menginterpretasi bahwa Dino hanya menonjol pada ranah tertentu (diplomasi), tetapi isu itu tidak menjadi kunci dalam kontestasi politik elektoral di Indonesia. Akibatnya, meski kapasitas intelektualnya cukup, ia tidak masuk dalam radar politik praktis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Erick Thohir juga menghadapi dilema. Dari kursi Menteri BUMN yang prestisius, ia <em>downgrade</em> menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia tidak memilih berlabuh di partai politik, tetapi tetap menaruh ambisi politik. Sikap setengah-setengah ini memunculkan keraguan terhadap arah ideologi politik dan loyalitasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Erick tampaknya “terjebak di luar pagar” kendati memiliki modal finansial dan jejaring bisnis, namun tidak memiliki rumah politik yang kokoh. Konsekuensinya, daya tawarnya dalam percaturan kekuasaan menjadi terbatas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Serupa tapi tak sama, Anies Baswedan menempuh jalur serupa, ambisi yang kiranya besar tanpa kendaraan politik yang jelas. Ia menolak berafiliasi formal dengan partai, padahal modal politik elektoralnya cukup besar setelah Pilpres 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pilihan ini menimbulkan kesan inkonsistensi ideologis, seolah ia ingin memetik buah kekuasaan tanpa menanam akar struktural. Meski memiliki loyalis, tanpa mesin partai, karier politik Anies agaknya rentan rapuh, bergantung pada momentum sesaat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketiganya, dalam kadar berbeda, memperlihatkan pola minor, yaitu kapasitas yang tidak sepenuhnya bertransformasi menjadi daya tawar politik jangka panjang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bila Andika, Sandiaga, RK, dan Mahfud masih berada pada jalur “potensi terjaga”, Dino, Erick, dan Anies justru terjebak dalam kabut konseptual, antara reputasi masa lalu, posisi yang melemah, dan strategi yang setengah hati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejarah politik Indonesia menunjukkan bahwa <em>small room on the top</em> bukan mitos. Banyak politisi tersesat bukan karena salah langkah pribadi semata, melainkan karena labirin kekuasaan memang tidak lurus. Struktur partai, dinamika internal elite, serta timing politik sering kali lebih menentukan dibanding sekadar kapasitas personal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, dalam labirin itu, masih ada perbedaan antara mereka yang berputar mencari jalan keluar dan mereka yang diam di simpang buntu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Andika Perkasa, Sandiaga Uno, Ridwan Kamil, dan Mahfud MD adalah contoh politisi yang, meski tersandung, masih memiliki momentum untuk bangkit. Sementara Dino Patti Djalal, Erick Thohir, dan Anies Baswedan tampak mulai dan telah kehilangan sebagian besar <em>traction</em> politiknya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan demikian, “<em>unlucky</em>” dalam politik bukanlah vonis permanen, melainkan diagnosis sementara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka yang mampu menyesuaikan diri dengan logika partai, membaca arah zaman, dan membangun konsistensi ideologis akan menemukan pintu keluar dari labirin. Sisanya akan tetap menjadi catatan pinggiran dalam sejarah panjang demokrasi Indonesia. (J61)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="ghLEjsLRKYg"><iframe title="DIKIT-DIKIT BLOK M… APA-APA BLOK M… PRAMONO KENAPA SIH?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/ghLEjsLRKYg?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/09/politisi-unlucky-1_gapakbc0.mp3" length="3503325" type="audio/mpeg" />

			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/05/misteri-dua-power-kisah-sandi-dan-erick-1024x683.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Adu Nasib Hidden Gem Wannabe</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/adu-nasib-hidden-gem-wannabe/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E95]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Feb 2025 06:47:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Airin]]></category>
		<category><![CDATA[Airin Rachmi Diany]]></category>
		<category><![CDATA[Andika Perkasa]]></category>
		<category><![CDATA[Golkar]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[Ridwan Kamil]]></category>
		<category><![CDATA[Risma]]></category>
		<category><![CDATA[RK]]></category>
		<category><![CDATA[Tri Rismaharini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=158274</guid>

					<description><![CDATA[Hidden gem?&#160; #airinrachmidiany #ridwankamil #andikaperkasa #trirismaharini #rk #airin #risma #prabowo #golkar #pdip #infografis #politikindonesia #beritapolitik #beritapolitikterkini]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/adu-nasib-hidden-gem-wannabe-1-819x1024.jpg" alt="adu nasib hidden gem wannabe 1" class="wp-image-158277" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/adu-nasib-hidden-gem-wannabe-1-819x1024.jpg 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/adu-nasib-hidden-gem-wannabe-1-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/adu-nasib-hidden-gem-wannabe-1-120x150.jpg 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/adu-nasib-hidden-gem-wannabe-1-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/adu-nasib-hidden-gem-wannabe-1-150x188.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/adu-nasib-hidden-gem-wannabe-1-300x375.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/adu-nasib-hidden-gem-wannabe-1-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/adu-nasib-hidden-gem-wannabe-1-1068x1335.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/adu-nasib-hidden-gem-wannabe-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/adu-nasib-hidden-gem-wannabe-2-819x1024.jpg" alt="adu nasib hidden gem wannabe 2" class="wp-image-158278" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/adu-nasib-hidden-gem-wannabe-2-819x1024.jpg 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/adu-nasib-hidden-gem-wannabe-2-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/adu-nasib-hidden-gem-wannabe-2-120x150.jpg 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/adu-nasib-hidden-gem-wannabe-2-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/adu-nasib-hidden-gem-wannabe-2-150x188.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/adu-nasib-hidden-gem-wannabe-2-300x375.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/adu-nasib-hidden-gem-wannabe-2-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/adu-nasib-hidden-gem-wannabe-2-1068x1335.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/adu-nasib-hidden-gem-wannabe-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Hidden gem?&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/16.0/1f440/32.png" alt="👀" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">#airinrachmidiany #ridwankamil #andikaperkasa #trirismaharini #rk #airin #risma #prabowo #golkar #pdip #infografis #politikindonesia #beritapolitik #beritapolitikterkini</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2025/02/adu-nasib-hidden-gem-wannabe-1-819x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Attack on Jokowi’s Turf</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/attack-on-jokowis-turf/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E95]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Dec 2024 09:39:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Luthfi]]></category>
		<category><![CDATA[Andika Perkasa]]></category>
		<category><![CDATA[kota solo]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada 2024]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=156949</guid>

					<description><![CDATA[Hmm, hasil rekapitulasi di Kota Solo menarik nih&#160; #indonesia #pinterpolitik #infografis #beritapolitik #politikinternasional #andikaperkasa #ahmadluthfi #pilgubjateng #pilkada2024 #kotasolo]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/attack-on-jokowis-turf-1-1024x1024.jpg" alt="attack on jokowis turf 1" class="wp-image-156952" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/attack-on-jokowis-turf-1-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/attack-on-jokowis-turf-1-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/attack-on-jokowis-turf-1-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/attack-on-jokowis-turf-1-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/attack-on-jokowis-turf-1-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/attack-on-jokowis-turf-1-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/attack-on-jokowis-turf-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/attack-on-jokowis-turf-2-1024x1024.jpg" alt="attack on jokowis turf 2" class="wp-image-156953" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/attack-on-jokowis-turf-2-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/attack-on-jokowis-turf-2-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/attack-on-jokowis-turf-2-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/attack-on-jokowis-turf-2-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/attack-on-jokowis-turf-2-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/attack-on-jokowis-turf-2-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/attack-on-jokowis-turf-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Hmm, hasil rekapitulasi di Kota Solo menarik nih&nbsp;<img decoding="async" alt="🤔" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/15.1/1f914/32.png"></p>



<p class="wp-block-paragraph">#indonesia #pinterpolitik #infografis #beritapolitik #politikinternasional #andikaperkasa #ahmadluthfi #pilgubjateng #pilkada2024 #kotasolo</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/attack-on-jokowis-turf-1-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Possible Rebound Andika Perkasa</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/possible-rebound-andika-perkasa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E95]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Dec 2024 01:49:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Andika Perkasa]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=156807</guid>

					<description><![CDATA[Pak Andika akan bangkit, dengan atau tanpa PDIP?&#160; #andikaperkasa #pdip #pilgubjateng #pilkada #prabowo #infografis #politikindonesia #beritapolitik #beritapolitikterkini]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/possible-rebound-andika-perkasa-1-1024x1024.jpg" alt="possible rebound andika perkasa 1" class="wp-image-156810" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/possible-rebound-andika-perkasa-1-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/possible-rebound-andika-perkasa-1-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/possible-rebound-andika-perkasa-1-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/possible-rebound-andika-perkasa-1-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/possible-rebound-andika-perkasa-1-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/possible-rebound-andika-perkasa-1-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/possible-rebound-andika-perkasa-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/possible-rebound-andika-perkasa-2-1024x1024.jpg" alt="possible rebound andika perkasa 2" class="wp-image-156811" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/possible-rebound-andika-perkasa-2-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/possible-rebound-andika-perkasa-2-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/possible-rebound-andika-perkasa-2-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/possible-rebound-andika-perkasa-2-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/possible-rebound-andika-perkasa-2-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/possible-rebound-andika-perkasa-2-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/possible-rebound-andika-perkasa-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Pak Andika akan bangkit, dengan atau tanpa PDIP?&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/15.1/1f440/32.png" alt="👀" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">#andikaperkasa #pdip #pilgubjateng #pilkada #prabowo #infografis #politikindonesia #beritapolitik #beritapolitikterkini</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/12/possible-rebound-andika-perkasa-1-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>The Ultimate Java War</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/the-ultimate-java-war/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E95]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Nov 2024 01:48:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Luhtfi]]></category>
		<category><![CDATA[Andika Perkasa]]></category>
		<category><![CDATA[Hendrar Prihadi]]></category>
		<category><![CDATA[Java War]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati]]></category>
		<category><![CDATA[Taj Yasin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=156389</guid>

					<description><![CDATA[Debat terakhir semalem&#160;aja masih ada yang usaha buang stigma &#8220;Sambo&#8221;. Apakah Jateng is still red? PDIP bukan PSI?&#160; #pilgubjateng #andikaperkasa #ahmadluthfi #hendrarprihadi #tajyasin #infografis #pdip #jokowi #mulyono #politikindonesia #beritapolitik #beritapolitikterkini]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="961" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/the-ultimate-java-war-1-961x1024.jpg" alt="the ultimate java war 1" class="wp-image-156392" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/the-ultimate-java-war-1-961x1024.jpg 961w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/the-ultimate-java-war-1-281x300.jpg 281w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/the-ultimate-java-war-1-141x150.jpg 141w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/the-ultimate-java-war-1-768x818.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/the-ultimate-java-war-1-150x160.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/the-ultimate-java-war-1-300x320.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/the-ultimate-java-war-1-696x742.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/the-ultimate-java-war-1-1068x1138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/the-ultimate-java-war-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 961px) 100vw, 961px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="961" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/the-ultimate-java-war-2-961x1024.jpg" alt="the ultimate java war 2" class="wp-image-156393" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/the-ultimate-java-war-2-961x1024.jpg 961w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/the-ultimate-java-war-2-281x300.jpg 281w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/the-ultimate-java-war-2-141x150.jpg 141w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/the-ultimate-java-war-2-768x818.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/the-ultimate-java-war-2-150x160.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/the-ultimate-java-war-2-300x320.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/the-ultimate-java-war-2-696x742.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/the-ultimate-java-war-2-1068x1138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/the-ultimate-java-war-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 961px) 100vw, 961px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Debat terakhir semalem&nbsp;aja masih ada yang usaha buang stigma &#8220;Sambo&#8221;. Apakah Jateng is still red? PDIP bukan PSI?&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/15.1/1f440/32.png" alt="👀" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">#pilgubjateng #andikaperkasa #ahmadluthfi #hendrarprihadi #tajyasin #infografis #pdip #jokowi #mulyono #politikindonesia #beritapolitik #beritapolitikterkini</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/the-ultimate-java-war-1-961x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Tarung Andika-Luthfi di Tanah Jokowi</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/tarung-andika-luthfi-di-tanah-jokowi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E95]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Nov 2024 09:48:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Luthfi]]></category>
		<category><![CDATA[Andika Perkasa]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[solo]]></category>
		<category><![CDATA[Surakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=155870</guid>

					<description><![CDATA[Salah satu pertarungan yang paling menarik disimak nih di Pilgub Jateng nanti&#160; #pinterpolitik #infografis #politikindonesia #beritapolitik #beritapolitikterkini #pilgubjateng #andikaperkasa #ahmadluthfi #surakarta #solo #pilkada2024]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/tarung-andika-luthfi-di-tanah-jokowi-1-1024x1024.jpg" alt="tarung andika luthfi di tanah jokowi 1" class="wp-image-155873" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/tarung-andika-luthfi-di-tanah-jokowi-1-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/tarung-andika-luthfi-di-tanah-jokowi-1-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/tarung-andika-luthfi-di-tanah-jokowi-1-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/tarung-andika-luthfi-di-tanah-jokowi-1-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/tarung-andika-luthfi-di-tanah-jokowi-1-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/tarung-andika-luthfi-di-tanah-jokowi-1-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/tarung-andika-luthfi-di-tanah-jokowi-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/tarung-andika-luthfi-di-tanah-jokowi-2-1024x1024.jpg" alt="tarung andika luthfi di tanah jokowi 2" class="wp-image-155874" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/tarung-andika-luthfi-di-tanah-jokowi-2-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/tarung-andika-luthfi-di-tanah-jokowi-2-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/tarung-andika-luthfi-di-tanah-jokowi-2-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/tarung-andika-luthfi-di-tanah-jokowi-2-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/tarung-andika-luthfi-di-tanah-jokowi-2-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/tarung-andika-luthfi-di-tanah-jokowi-2-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/tarung-andika-luthfi-di-tanah-jokowi-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu pertarungan yang paling menarik disimak nih di Pilgub Jateng nanti&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/15.1/1f633/32.png" alt="😳" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">#pinterpolitik #infografis #politikindonesia #beritapolitik #beritapolitikterkini #pilgubjateng #andikaperkasa #ahmadluthfi #surakarta #solo #pilkada2024</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/tarung-andika-luthfi-di-tanah-jokowi-1-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>The War of Java: Rambo vs Sambo?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/the-war-of-java-rambo-vs-sambo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S13]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Nov 2024 12:09:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Luthfi]]></category>
		<category><![CDATA[Andika Perkasa]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=155646</guid>

					<description><![CDATA[Pertarungan antara Andika Perkasa melawan Ahmad Luthfi di Pilgub Jawa Tengah jadi panggung pertarungan besar para elite nasional.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Dengarkan artikel ini:</p>



<figure class="wp-block-audio"><audio controls src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/andika-1-vpcxgfax.mp3"></audio><figcaption class="wp-element-caption">Audio ini dibuat menggunakan AI.</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Pertarungan antara Andika Perkasa melawan Ahmad Luthfi di Pilgub Jawa Tengah jadi panggung pertarungan besar para elite nasional. Setidaknya Jokowi dan Megawati akan adu kuat terkait pengaruh siapa yang lebih unggul di provinsi yang jadi kandang banteng ini. Tajuk “the war of Java” atau “perang Jawa” mungkin pantas untuk disematkan pada perebutan kekuasaan di tanah juang Pangeran Diponegoro ini. Siapa menang?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com" rel="nofollow">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="dropcapp2 wp-block-paragraph">Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2024 menjadi ajang pertarungan yang menarik di kancah politik Indonesia, dengan dua mantan jenderal – Andika Perkasa dan Ahmad Luthfi – berhadapan satu sama lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Andika Perkasa, mantan Panglima TNI yang terkenal dengan postur kekar dan mendapatkan julukan “Rambo,” akan melawan Ahmad Luthfi, mantan Kapolda Jawa Tengah yang diserang dengan julukan “Sambo”. Panggilan terakhir mengingatkan publik akan sosok kontroversial Ferdy Sambo – jenderal polisi yang terlibat dalam kasus pembunuhan bawahannya. Dua julukan tersebut mencerminkan perbedaan mencolok antara keduanya, yang masing-masing mewakili kekuatan politik yang berlawanan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selama beberapa dekade, Jawa Tengah dikenal sebagai basis kuat PDIP yang dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri, mantan presiden sekaligus sosok penting dalam perpolitikan Indonesia. Loyalitas Jawa Tengah terhadap PDIP dianggap tak tergoyahkan, terutama dalam pemilihan presiden.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, dalam sepuluh tahun terakhir, dukungan terhadap Jokowi, putra asli Jawa Tengah dan mantan kader PDIP, meningkat pesat. Sebagai presiden, Jokowi berhasil memanfaatkan kedekatannya dengan daerah ini untuk mempertahankan pengaruh signifikan, bahkan saat dirinya bersekutu dengan Prabowo Subianto, mantan rival yang kini menggantikannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam Pilpres 2024 lalu, dukungan Jokowi berhasil memenangkan Prabowo di Jawa Tengah, mematahkan dominasi PDIP di daerah tersebut. Dengan demikian, pemilihan gubernur kali ini pun menjadi pertaruhan besar bagi PDIP untuk merebut kembali pengaruhnya, sementara Jokowi dan Prabowo berusaha memperkuat kekuasaannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ahmad Luthfi yang disebut didukung Jokowi dan Prabowo, menjadi ancaman nyata bagi PDIP, sementara Andika Perkasa yang diusung oleh PDIP berdiri sebagai upaya partai tersebut untuk kembali menguasai Jawa Tengah. Siapa menang?</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Rambo vs Sambo: Kisah Dua Jenderal</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Latar belakang Andika Perkasa dan Ahmad Luthfi menambah kompleksitas pertarungan ini. Andika, dengan pengalaman militer dan fisiknya yang tegap, mendapat julukan &#8220;Rambo&#8221; – simbolisasi kepemimpinan yang tangguh, disiplin, dan berorientasi aksi. Komitmennya terhadap pertahanan nasional dan pelayanan publik sejalan dengan citra kuat yang ingin PDIP tampilkan di Jawa Tengah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan mengusung Andika, PDIP berupaya menunjukkan strategi untuk melawan Luthfi yang berafiliasi dengan Jokowi dan Prabowo, serta membangun citra otoritatif di wilayah yang dikenal sebagai basis mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Luthfi, yang dikenal sebagai mantan Kapolda, harus berjuang melawan label “Sambo” yang kerap diasosiasikan dengan skandal polisi. Dukungan dari Jokowi dan Prabowo memperkuat posisi Luthfi, menjadikannya tokoh utama dalam koalisi luas yang dapat berpotensi menaklukkan PDIP.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemilihan Andika Perkasa oleh PDIP menunjukkan upaya kontra-strategi untuk melawan pengaruh koalisi Jokowi dan Prabowo di Jawa Tengah. Dalam bahasa lain, banyak penulis menggunakan istilah <em>countermeasure</em> untuk menggambarkan situasi ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salam strategi politik, <em>countermeasure</em> sering kali digunakan untuk menanggapi lawan yang kuat, dengan memanfaatkan taktik yang menargetkan kelemahan lawan. Teoretikus politik ternama Carl Schmitt memperkenalkan konsep <em>counter-strategy</em> dalam konteks perang politik, menekankan pentingnya kekuatan untuk melawan kekuatan lain yang sebanding.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Schmitt, kubu yang berseberangan akan terlibat dalam politik &#8220;teman-musuh&#8221; di mana pilihan strategis berfokus pada pengurangan legitimasi lawan melalui perang simbolik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam hal ini, keputusan PDIP mengusung mantan Panglima TNI menjadi penyeimbang simbolis terhadap latar belakang kepolisian Luthfi, yang dianggap sebagian masyarakat sebagai kontras terhadap militer dalam hal kedisiplinan dan integritas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Narasi “Rambo vs Sambo” tidak hanya memanfaatkan persona fisik Andika tetapi juga secara halus mengingatkan skeptisisme publik terhadap sosok polisi. Apalagi TNI selalu jadi institusi yang paling dipercaya oleh masyarakat, jauh mengungguli Polri. PDIP berusaha menampilkan Andika sebagai alternatif yang bersih dan kuat, mencerminkan kekuatan fisik dan integritas moral – kualitas yang sangat sesuai dengan keinginan pemilih akan kepemimpinan yang kuat dan bebas dari kontroversi.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong><em>Countermeasure</em> dan Perang Simbolik</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Penggunaan <em>countermeasure </em>dalam kampanye politik sering dibahas oleh ilmuwan politik seperti Gene Sharp, yang terkenal dengan teorinya tentang perjuangan tanpa kekerasan. Sharp berpendapat bahwa <em>countermeasure</em> dalam politik tidak terbatas pada serangan langsung terhadap lawan, tetapi sering melibatkan aksi simbolik dan representasi yang mampu mengubah narasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan menampilkan Andika sebagai sosok “Rambo,” PDIP membentuk citra visual dan psikologis yang dirancang untuk menutupi asosiasi “Sambo” pada Luthfi, sambil menegaskan kredibilitas Andika.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Taktik ini sejalan dengan pandangan Sharp tentang “resistensi simbolis,” di mana pembentukan citra strategis dapat memengaruhi persepsi publik sekuat proposal kebijakan konkret. Melalui narasi “Rambo vs Sambo,” PDIP berusaha mengendalikan imajinasi publik, mendorong pemilih untuk mengaitkan kekuatan dan integritas moral dengan Andika, sambil secara halus meragukan kelayakan Luthfi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terkait hal ini, media memainkan peran penting dalam memperkuat narasi “Rambo vs Sambo,” mengubahnya menjadi tema yang dikenal luas dan membentuk diskursus publik. Strategi ini tidak hanya meningkatkan drama seputar pemilihan gubernur tetapi juga memberikan lensa sederhana yang memudahkan pemilih dalam menilai kandidat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan menarik perbandingan pada ikon budaya populer, media membuat pemilihan ini lebih mudah dipahami oleh masyarakat umum, seolah-olah Andika dan Luthfi adalah protagonis dalam saga nyata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, meski persona “Rambo” dapat memperkuat daya tarik Andika, keberhasilan strategi ini bergantung pada kemampuan PDIP dalam menjaga narasi dan mencegah Luthfi dari membalikkan persepsi tersebut. Kampanye Luthfi perlu berhati-hati menghadapi asosiasi “Sambo,” misalnya dengan menekankan rekam jejaknya sebagai abdi negara dan merangkai aliansinya dengan Jokowi serta Prabowo sebagai kelanjutan dari kemajuan Jawa Tengah.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Siapa yang Akan Menang?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Survei terbaru Litbang Kompas menunjukkan persaingan ketat antara Andika dan Luthfi, di mana keduanya mendapat tingkat dukungan yang hampir seimbang. Data ini menandakan bahwa narasi “Rambo vs Sambo” efektif dalam menarik perhatian pemilih dan meningkatkan ketertarikan terhadap pemilihan ini. Apalagi, Andika berangkat dari posisi di mana elektabilitasnya tertinggal dari Luthfi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tantangan selanjutnya adalah mengonversi ketertarikan ini menjadi suara nyata, terutama di daerah pedesaan Jawa Tengah, di mana PDIP memiliki basis dukungan kuat namun pengaruh Jokowi juga meningkat dalam beberapa tahun terakhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">PDIP mengambil risiko tinggi dengan mengusung Andika, seorang tokoh militer, yang bisa memperkuat kembali basis mereka atau justru menjauhkan pemilih yang masih loyal terhadap Jokowi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengingat sejarah Jawa Tengah sebagai basis PDIP, kampanye Andika mungkin mendapat respons positif dari pendukung lama PDIP yang melihatnya sebagai penghadang koalisi Jokowi dan Prabowo. Namun, dengan popularitas Jokowi, khususnya di kalangan masyarakat pedesaan, kampanye Luthfi dapat meraih dukungan dari pemilih yang sejalan dengan visi Jokowi untuk Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhirnya, strategi Rambo vs Sambo ini akan tergantung pada seberapa kuat label “Sambo” melekat pada Luthfi atau jika ia dapat merombak citranya sebagai simbol keberlanjutan pengaruh Jokowi di Jawa Tengah. Hasil pemilihan pun akan bergantung pada persepsi pemilih tentang kekuatan, integritas, dan loyalitas – kualitas yang mewakili persona “Rambo” Andika.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika strategi countermeasure PDIP efektif, Andika tidak hanya bisa memperkuat kehadiran PDIP di Jawa Tengah tetapi juga menandakan ketahanan partai melawan pengaruh Jokowi. Meski begitu, dengan daya tarik Jokowi yang tetap kuat dan dukungan Prabowo, Luthfi tetap menjadi pesaing yang tangguh, menjadikan pilkada ini salah satu pertempuran politik paling dinantikan dalam sejarah politik Indonesia. Menarik untuk ditunggu kelanjutannya. (S13)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="WQQOSlQC8Xo"><iframe loading="lazy" title="IRONI JOKOWI &amp; “LUMPUHNYA” PASUKAN PENJAGA PERDAMAIAN PBB" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/WQQOSlQC8Xo?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/andika-1-vpcxgfax.mp3" length="3703833" type="audio/mpeg" />

			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/img-20241030-wa0106-e1730304020841.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menguji &#8220;Otot Politik&#8221; Andika Perkasa</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/menguji-otot-politik-andika-perkasa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[J61]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Nov 2024 09:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Luthfi]]></category>
		<category><![CDATA[Andika Perkasa]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=155589</guid>

					<description><![CDATA[Pilgub Jawa Tengah 2024 kiranya bukan bagaimana kelihaian politik Andika Perkasa bekerja di debutnya di kontestasi elektoral, melainkan mengenai sebuah hal yang juga lebih besar dari sekadar pembuktian PDIP untuk mempertahankan kehormatan mereka di kandang sendiri.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Dengarkan artikel ini:</p>



<figure class="wp-block-audio"><audio controls src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/otot-andika-1_dzk6xg8r-1.mp3"></audio></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Audio ini dibuat menggunakan AI.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Pilgub Jawa Tengah 2024 kiranya bukan bagaimana kelihaian politik Andika Perkasa bekerja di debutnya di kontestasi elektoral, melainkan mengenai sebuah hal yang juga lebih besar dari sekadar pembuktian PDIP untuk mempertahankan kehormatan mereka di kandang sendiri.</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com" rel="nofollow">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Bukan PDIP kiranya jika tak memberikan perlawanan maksimal di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah 2024. Esensinya bahkan dapat dikatakan lebih besar dibandingkan mengandalkan sosok dan program duet Andika Perkasa-Hendrar Prihadi (Hendi).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ya, persaingan ketat telah terlihat melalui teropong elektabilitas survei Pilgub Jawa Tengah. Andika Perkasa-Hendrar Prihadi dan Ahmad Luthfi-Taj Yasin dipisahkan selisih keterpilihan sementara yang sangat tipis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ahmad Luthfi-Taj Yasin yang didukung koalisi politik pemenang Pilpres dan diunggulkan, agaknya tak akan dibiarkan begitu saja. Terlebih, Pilgub Jateng menjadi pertaruhan bagi debut Andika untuk menunjukkan “otot politik”nya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tetapi, kembali, Pilgub Jateng 2024 pun dinilai menjadi prioritas utama PDIP untuk menjaga kehormatan mereka. Sesuatu yang jika diinterpretasi lebih dalam, kiranya melampaui pembuktian “otot politik” Andika sendiri. Mengapa demikian?</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Saga Pamungkas PDIP vs Jokowi</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Pilgub Jawa Tengah 2024 bisa menjadi babak pamungkas dalam ketegangan politik antara Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri dan Joko Widodo. Terlepas dari upaya harmonisasi selama pemerintahan Jokowi, Pilpres dan Pilkada 2024 telah menunjukkan bahwa perbedaan haluan politik di antara keduanya semakin tajam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jawa Tengah, sebagai basis tradisional PDIP sekaligus salah satu provinsi dengan banyak simpatisan serta pendukung Jokowi, menjadi medan pertempuran strategis bagi keduanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara historis, persaingan yang mirip dapat kita lihat dalam kisah Romawi kuno, terutama dalam hubungan antara Julius Caesar dan Pompey. Seperti PDIP dan Jokowi, Caesar dan Pompey dulunya adalah sekutu yang sama-sama membangun fondasi kekuatan Romawi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, setelah kepentingan politik mereka mulai bertentangan, keduanya terpecah, berujung pada perang sipil yang menentukan masa depan Roma. Dalam konteks ini, Megawati memegang peran Caesar, seorang pemimpin yang teguh dalam mempertahankan pengaruh dan kehormatan partainya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain, Jokowi, seperti Pompey, adalah pemimpin yang ingin mempertahankan dukungan publiknya di tengah perbedaan politik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Megawati dan PDIP berusaha memastikan bahwa Jawa Tengah tidak hanya menjadi arena bagi pembuktian debut politik Andika Perkasa, tetapi juga sebagai simbol konsistensi kekuatan PDIP.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Megawati memiliki sejarah panjang dalam membangun basis dukungan di Jawa Tengah, sehingga Pilgub Jateng 2024 kiranya bukan sekadar soal kemenangan kandidat, tetapi juga sebagai upaya mempertahankan dominasi politik yang telah dibangun PDIP selama bertahun-tahun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan demikian, kemenangan di Jawa Tengah memiliki dimensi yang lebih mendalam bagi PDIP dibandingkan sekadar meraih kursi gubernur. Ihwal yang akan terkait bukti bahwa PDIP tetap relevan dan kuat di tengah perubahan lanskap politik nasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain, Jokowi memiliki kepentingan untuk tetap memiliki pengaruh di Jawa Tengah, terutama mengingat dukungan pribadinya yang besar di provinsi tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketegangan ini mencerminkan perbedaan visi antara dua generasi politik Indonesia, yakni Megawati sebagai representasi generasi lama yang mengakar pada basis ideologis dan tradisi, dan Jokowi sebagai pemimpin yang lebih pragmatis dan berorientasi pada program-program konkrit yang langsung menyentuh kehidupan rakyat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Megawati, Pilgub Jawa Tengah adalah cara untuk mempertahankan otoritasnya dalam PDIP sekaligus memperlihatkan bahwa kepemimpinannya tidak dapat dikesampingkan, bahkan oleh seorang kader yang kemudian bertransformasi menjadi Presiden RI yang dulunya ia dukung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perebutan ini memperlihatkan bahwa bagi PDIP dan Megawati, gengsi politik di Pilgub Jateng melampaui sekadar kepentingan personal Andika Perkasa. Pertarungan ini adalah upaya Megawati untuk memastikan bahwa masa depan PDIP tetap terjaga di tangan keluarga Soekarno.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Megawati, kemenangan Andika di Jawa Tengah juga merupakan cara untuk mengamankan warisan politik yang telah ia bangun, mengingat bahwa edisi 2024 kemungkinan menjadi salah satu kontestasi politik terakhir yang ia bisa kendalikan secara langsung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat berbicara persaingan di antara Megawati-PDIP dan Jokowi, peran seorang Presiden RI saat ini, yakni Prabowo Subianto tampaknya juga akan memiliki andil. Terlebih, jika ada dinamika signifikan dalam tiga minggu ke depan.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1080" height="1080" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/indonesia-first-doktrin-ala-prabowo-1.jpg" alt="indonesia first doktrin ala prabowo 1" class="wp-image-154996" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/indonesia-first-doktrin-ala-prabowo-1.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/indonesia-first-doktrin-ala-prabowo-1-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/indonesia-first-doktrin-ala-prabowo-1-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/indonesia-first-doktrin-ala-prabowo-1-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/indonesia-first-doktrin-ala-prabowo-1-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/indonesia-first-doktrin-ala-prabowo-1-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/10/indonesia-first-doktrin-ala-prabowo-1-1068x1068.jpg 1068w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Mungkinkah Prabowo “Mengayun”?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Selain dinamika antara Megawati dan Jokowi, sikap politik Presiden Prabowo Subianto dalam Pilgub Jawa Tengah 2024 juga menjadi variabel krusial yang dapat menentukan hasil akhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Relasi politik yang kerap dinilai cukup rumit di antara Prabowo dan Jokowi, yang saling berinteraksi melalui berbagai kepentingan politik dan profesional, menciptakan situasi yang kompleks dan bisa saja memengaruhi Pilgub Jawa Tengah 2024 di menit akhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemungkinan ini memang tampak kecil saat ini, namun jika Prabowo memutuskan untuk memberikan restu kepada Andika-Hendi, aliansi ini bisa saja melemahkan dominasi personal Jokowi di Jawa Tengah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Situasi ini mengingatkan kita pada taktik diplomasi dan aliansi yang dimainkan oleh Octavian (kemudian dikenal sebagai Augustus) dalam perang sipil melawan Mark Antony di Romawi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai pewaris Caesar, Octavian sangat berhati-hati dalam menjalin aliansi strategis dan memilih waktu yang tepat untuk menunjukkan kesetiaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di Pilgub Jateng, Prabowo kiranya berada dalam posisi seperti Octavian di mana ia memegang kunci untuk membentuk atau menghancurkan aliansi berdasarkan kepentingan politik, profesional, maupun personal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika Prabowo mendukung Andika-Hendi, ia berpotensi menciptakan konstelasi politik baru yang mampu menyaingi basis dukungan Jokowi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keputusan Prabowo bisa jadi tidak sekadar didasarkan pada pertimbangan Pilgub, tetapi juga strategi yang lebih besar dalam menjaga stabilitas pemerintahannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai presiden, Prabowo memiliki kepentingan untuk mengakhiri rivalitasnya dengan Jokowi, terutama dalam konteks <em>power struggle</em>. Dengan memberikan dukungan kepada Andika-Hendi, Prabowo bisa menunjukkan bahwa ia siap meninggalkan Jokowi demi mencapai harmoni politik yang lebih luas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah ini juga dapat mempermudah Prabowo dalam menjalankan program pemerintahannya tanpa terhambat oleh tawar menawar politik yang selama ini menjadi penghalang antara dirinya dan mantan presiden.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, posisi Prabowo sebagai Presiden memberikan dimensi tambahan. Dukungan Prabowo terhadap Andika-Hendi juga akan menunjukkan kemampuan Prabowo untuk mengelola stabilitas dan menjaga harmoni di antara kekuatan-kekuatan politik yang berbeda, termasuk dengan Megawati dan PDIP.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apabila Prabowo berhasil menjalin hubungan erat dengan PDIP, terutama dengan Megawati, ini dapat memperkuat posisinya dan memuluskan jalannya dalam memimpin pemerintahan tanpa intervensi berlebih dari kubu Jokowi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Manuver tersebut, meskipun tidak serta merta menyelesaikan semua perbedaan, setidaknya menunjukkan bahwa Prabowo siap menggunakan posisinya untuk mencapai konsensus politik, layaknya Octavian yang memanfaatkan aliansi untuk membangun fondasi Kekaisaran Romawi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks Pilgub Jawa Tengah 2024, hubungan dinamis antara Megawati, Jokowi, dan Prabowo dapat menciptakan konstelasi politik yang sangat berbeda dari yang diperkirakan banyak orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Megawati tentu memiliki alasan kuat untuk mempertahankan Jawa Tengah sebagai basis PDIP. Sementara itu, Jokowi pun tidak akan rela reputasi dan basis dukungannya terkikis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kendati demikian, Prabowo memiliki kekuatan untuk menjadi penentu, yang jika mengayunkan dukungannya kepada Andika-Hendi, dapat menciptakan pukulan telak terhadap dominasi Jokowi di Jawa Tengah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kembali, andai kepentingan Presiden Prabowo menemui benang merah dengan kepentingan PDIP dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk mendukung politik dan pemerintahannya, bukan tidak mungkin hal itu akan membuatnya berubah pikiran untuk turut &#8220;membantu&#8221; atau &#8220;merestui&#8221; Andika-Hendi dari balik panggung. Konsekuensinya, &#8220;kekalahan Jokowi&#8221; bisa saja menjadi kenyataan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terlebih, Presiden Prabowo tentu tak ingin terus memelihara power struggle dirinya dengan Presiden terdahulu agar dapat lebih leluasa bekerja sebagai seorang RI-1, baik secara profesional maupun secara politik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, Pilgub Jateng 2024 tampaknya bukan hanya terkait pembuktian otot dan kecerdasan politik Andika semata, tetapi terkait pula dengan relasi serta korelasi di antara Megawati, PDIP, Presiden Prabowo, Jokowi, dan aktor terkait lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Akan tetapi, penjelasan di atas masih sebatas interpretasi semata. Mengakhiri hubungan baik dengan Jokowi pun kiranya akan berisiko bagi Presiden Prabowo dalam jangka pendek kekuasaan politik dan pemerintahannya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain, kepentingan merangkul semua pihak di akhir cerita juga bisa saja terjadi dan tensi politik di masa lalu sirna begitu saja saat kompromi politik tercapai. Menarik untuk ditunggu kelanjutannya. (J61)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="WQQOSlQC8Xo"><iframe loading="lazy" title="IRONI JOKOWI &amp; “LUMPUHNYA” PASUKAN PENJAGA PERDAMAIAN PBB" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/WQQOSlQC8Xo?start=5&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/otot-andika-1_dzk6xg8r-1.mp3" length="4052940" type="audio/mpeg" />

			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/11/andika-hendi-1024x576.webp" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Andika Perkasa&#8217;s Muscles</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/andika-perkasas-muscles/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[E95]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Aug 2024 09:40:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Luthfi]]></category>
		<category><![CDATA[Andika Perkasa]]></category>
		<category><![CDATA[hendrarprihadi]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=152569</guid>

					<description><![CDATA[Menarik menanti show off otot politik Pak Andika&#160; Jenderal TNI (Purn.) Andika Perkasa dinilai mampu mempertahankan kehormatan PDIP di Jawa Tengah setelah dipercaya PDIP menjadi kandidat suksesor Ganjar Pranowo. Andika yang notabene jenderal berlatarbelakang TNI yang akan melawan Ahmad Luthfi jenderal berlatarbelakang Polri, dinilai memiliki keunggulan impresi atas diferensiasi tersebut. Meski ada sedikit penilaian minor [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" data-id="152572" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/andika-perkasas-muscles-2-1024x1024.jpg" alt="andika perkasa's muscles 2" class="wp-image-152572" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/andika-perkasas-muscles-2-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/andika-perkasas-muscles-2-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/andika-perkasas-muscles-2-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/andika-perkasas-muscles-2-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/andika-perkasas-muscles-2-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/andika-perkasas-muscles-2-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/andika-perkasas-muscles-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" data-id="152573" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/andika-perkasas-muscles-1-1024x1024.jpg" alt="andika perkasa's muscles 1" class="wp-image-152573" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/andika-perkasas-muscles-1-1024x1024.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/andika-perkasas-muscles-1-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/andika-perkasas-muscles-1-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/andika-perkasas-muscles-1-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/andika-perkasas-muscles-1-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/andika-perkasas-muscles-1-1068x1068.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/andika-perkasas-muscles-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>
</figure>



<p class="wp-block-paragraph">Menarik menanti show off otot politik Pak Andika&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/15.1/1f9be/32.png" alt="🦾" /></figure>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/15.1/1f4aa_1f3fb/32.png" alt="💪🏻" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Jenderal TNI (Purn.) Andika Perkasa dinilai mampu mempertahankan kehormatan PDIP di Jawa Tengah setelah dipercaya PDIP menjadi kandidat suksesor Ganjar Pranowo. Andika yang notabene jenderal berlatarbelakang TNI yang akan melawan Ahmad Luthfi jenderal berlatarbelakang Polri, dinilai memiliki keunggulan impresi atas diferensiasi tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meski ada sedikit penilaian minor dengan kaliber jenderal bintang empat pertama yang turun di Pilkada, Pak Andika agaknya menjadi satu-satunya eks Panglima TNI pasca Reformasi satu-satunya yang mampu membaur dengan irama politik setelah pensiun. Satu catatan lain yang membuat Andika bisa saja nantinya berada di atas angin adalah riwayat historis PDIP yang menjadi parpol dengan kandidat berlatarbelakang TNI/Polri terbanyak yang berhasil memenangkan Pilkada.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gimana menurut kalian soal kans duet Andika-Hendi di Jateng? Berikan pendapatmu yaa!&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/15.1/1f64c_1f3fb/32.png" alt="🙌🏻" /></figure>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://fonts.gstatic.com/s/e/notoemoji/15.1/1f4ac/32.png" alt="💬" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">#andikaperkasa #pdip #hendrarprihadi #ahmadluthfi #infografis #politikindonesia #beritapolitik #beritapolitikterkini</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/09/andika-perkasas-muscles-1-1024x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Lawan Luthfi, Andika Pasti Menang?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/lawan-luthfi-andika-pasti-menang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[J61]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Aug 2024 10:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Luthfi]]></category>
		<category><![CDATA[Andika Perkasa]]></category>
		<category><![CDATA[Hendrar Prihadi]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolda Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[KIM Plus]]></category>
		<category><![CDATA[Panglima TNI]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[Polri]]></category>
		<category><![CDATA[Taj Yasin]]></category>
		<category><![CDATA[TNI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=152152</guid>

					<description><![CDATA[Keputusan PDIP mengusung dua kadernya sekaligus untuk bertarung di Pilkada Jawa Tengah 2024, yakni duet Andika Perkasa-Hendrar Prihadi dinilai cukup positif. Terutama, dengan peluangnya yang lebih besar untuk menang saat harus berhadapan jagoan KIM+, Ahmad Luthfi-Taj Yasin yang disebut lebih di atas angin. Mengapa demikian?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Dengarkan artikel ini:</p>



<figure class="wp-block-audio"><audio controls src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/08/andika-1_lrpyjtfk.mp3"></audio></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Audio ini dibuat menggunakan AI.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Keputusan PDIP mengusung dua kadernya sekaligus untuk bertarung di Pilkada Jawa Tengah 2024, yakni duet Andika Perkasa-Hendrar Prihadi dinilai cukup positif. Terutama, dengan peluangnya yang lebih besar untuk menang saat harus berhadapan jagoan KIM Plus, Ahmad Luthfi-Taj Yasin yang disebut lebih di atas angin. Mengapa demikian?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><a href="http://pinterpolitik.com" rel="nofollow">PinterPolitik.com</a></strong></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Penunjukan Panglima TNI ke-21, Andika Perkasa sebagai calon gubernur Jawa Tengah oleh PDIP untuk bertarung Pilkada 2024 menjadi sebuah manuver yang sangat strategis bagi PDIP. Namun, peluang PDIP untuk membalikkan gempuran Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus memiliki peluang lebih besar di Jawa Tengah dengan keputusan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Diduetkan bersama Hendrar Prihadi atau kerap disapa Hendi, mantan Wali Kota Semarang, Andika diharapkan mampu menjaga dominasi PDIP di provinsi yang selama ini dianggap sebagai &#8220;kandang banteng.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Praktis, Andika akan berhadapan dengan kandidat yang kemungkinan besar akan solid diusung KIM Plus, yakni mantan Kapolda Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang diduetkan dengan Taj Yasin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sempat di atas angin, Ahmad Luthfi kini seolah mendapat lawan sepadan karena dengan langkah PDIP mengusung Andika Perkasa, pemilih di Jawa Tengah memiliki opsi kandidat berlatarbelakang dua institusi berbeda yang sangat menarik dalam dimensi sosial-politik, yakni TNI dan Polri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, angin pun kini tak sepenuhnya berada di KIM Plus dan Ahmad Luthfi-Taj Yasin karena Andika-Hendi dinilai akan menarik simpati tertentu yang bisa saja berbuah kemenangan dengan momentum sosial-politik yang berkembang saat ini. Mengapa demikian?</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Eksperimen “Terpaksa” PDIP di Jateng?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah PDIP untuk mengusung Andika Perkasa merupakan sebuah manuver yang bukan hanya berani tetapi juga sangat taktis. Berkaca pada posisi Jawa Tengah sebagai salah satu basis utama PDIP, keputusan ini menjadi penentu keberlanjutan dominasi partai tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai partai politik yang telah cukup mengakar di Jawa Tengah pasca Reformasi, PDIP menyadari bahwa tantangan terbesar mereka tidak hanya datang dari lawan politik di luar partai, tetapi juga dari dalam, yaitu bagaimana memastikan bahwa pemilih tradisional tetap loyal meski dihadapkan pada figur baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Manuver ini menunjukkan bahwa PDIP tidak hanya bermain defensif, tetapi juga mengambil langkah ofensif untuk memperkuat posisi mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal itu sebagaimana yang disiratkan oleh filsuf Italia, Niccolò Machiavelli dalam <em>Il Principe</em>, bahwa untuk mempertahankan kekuasaan, penguasa atau entitas yang berkuasa harus siap menghadapi segala bentuk tantangan, baik internal maupun eksternal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan memilih Andika, PDIP tampaknya ingin memastikan bahwa mereka siap untuk segala kemungkinan, termasuk ancaman dari KIM Plus yang belakangan semakin kuat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, langkah PDIP itu sebenarnya bukanlah hal yang baru. Partai besutan Megawati Soekarnoputri memiliki sejarah yang panjang dalam mengusung purnawirawan TNI, maupun Polri sebagai calon kepala daerah, dan banyak dari mereka yang berhasil menang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tercatat, dari sebelas kepala daerah berlatar belakang TNI-Polri yang berhasil meraih kemenangan, lima di antaranya merupakan kader PDIP.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini menunjukkan bahwa PDIP tidak asing dengan dinamika politik yang melibatkan figur-figur berlatar belakang militer dan kepolisian serta bagaimana memaksimalkan simpati, serta impresi terhadap mereka dalam konteks elektoral.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertanyaannya, apakah strategi ini akan berhasil di Jawa Tengah? Dalam bukunya <em>Political Warfare</em>, Paul A. Smith Jr. menjelaskan bahwa dalam konteks politik, rekam jejak keberhasilan masa lalu bisa menjadi pedang bermata dua.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di satu sisi, itu bisa memperkuat legitimasi, tetapi di sisi lain, bisa juga menjadi beban jika kondisi dan konteks berubah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika sebelumnya PDIP berhasil dengan purnawirawan yang mereka usung, bukan berarti situasi kali ini akan sama. Faktor dinamika politik lokal, perubahan preferensi pemilih, dan kekuatan lawan politik menjadi variabel yang harus diperhitungkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah ini juga mencerminkan upaya PDIP untuk menyeimbangkan antara kebutuhan akan figur yang memiliki pengalaman militer dengan kemampuan untuk beradaptasi dengan dinamika politik sipil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terlebih, Andika adalah sosok jenderal bintang empat, sekaligus eks Panglima TNI pertama yang bertarung di level daerah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara substansial, Jawa Tengah, yang dikenal sebagai lumbung suara PDIP, dengan mengusung figur berlatar belakang TNI dengan rekam jejak kepemimpinan nasional bisa menjadi upaya untuk menjaga stabilitas dan kontinuitas kekuasaan di tingkat lokal yang memiliki proyeksi nasional di kemudian hari sebagaimana yang terjadi pada Ganjar Pranowo, eks Gubernur Jawa Tengah yang maju sebagai capres PDIP.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu, sejauh mana peluang Andika dan PDIP untuk memenangkan pertarungan di Jawa Tengah?</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1080" height="1159" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/andika-mampu-kalahkan.jpg" alt="andika mampu kalahkan" class="wp-image-150440" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/andika-mampu-kalahkan.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/andika-mampu-kalahkan-280x300.jpg 280w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/andika-mampu-kalahkan-954x1024.jpg 954w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/andika-mampu-kalahkan-140x150.jpg 140w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/andika-mampu-kalahkan-768x824.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/andika-mampu-kalahkan-150x161.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/andika-mampu-kalahkan-300x322.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/andika-mampu-kalahkan-696x747.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/andika-mampu-kalahkan-1068x1146.jpg 1068w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>“Loreng” Lebih Unggul?</strong></h2>



<p class="wp-block-paragraph">Ahmad Luthfi, sebagai mantan Kapolda Jawa Tengah, tentu memiliki portofolio yang “masih hangat” dengan kondisi serta situasi masyarakat Jawa Tengah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, dukungan dari Koalisi Indonesia Maju yang merupakan koalisi besar, menambah kekuatan politiknya. Di atas kertas, Ahmad Luthfi tampak unggul, terutama karena kedekatannya dengan masyarakat setempat dan pengetahuannya yang relevan tentang kondisi sosial-politik di Jawa Tengah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, sebagaimana yang dijelaskan oleh Edward L. Glaeser dalam <em>Triumph of the City</em>, politik lokal tidak hanya ditentukan oleh kekuatan institusional atau portofolio kandidat, tetapi juga oleh kemampuan untuk memahami dan merespon kebutuhan serta keinginan masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun Ahmad Luthfi memiliki rekam jejak yang solid, ia harus menghadapi tantangan yang lebih besar ketika berhadapan dengan figur seperti Andika Perkasa, yang memiliki daya tarik dan karisma tersendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kontestasi antara dua figur dari institusi yang berbeda, yakni TNI Polri, dan tanpa berusaha membenturkan dua institusi tersebut di ranah politik praktis, variabel psikologi kolektif masyarakat selama ini terhadap reputasi masing-masing kiranya tak bisa dikesampingkan dari meja analisis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Persepsi masyarakat terhadap institusi militer dan kepolisian dalam dimensi tertentu memiliki perbedaan yang signifikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di Indonesia sendiri, militer sering kali dipandang sebagai institusi yang lebih terhormat dan dipercaya dibandingkan kepolisian. Publik pun dapat dengan mudah menemukan pemberitaan mengenai hal itu di laman pencarian ponsel pintar mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Persepsi ini tentu dapat memberikan keuntungan bagi Andika Perkasa dan PDIP yang berlatar belakang TNI dalam kontestasi ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, status sosial yang melekat pada Andika sebagai mantan Panglima TNI dan menantu dari sosok eks Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) A.M. Hendropriyono, agaknya dapat memberikan keuntungan psikologis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam masyarakat yang masih menjunjung tinggi hierarki dan status, sosok dengan latar belakang militer cenderung mendapatkan respek yang lebih besar. Ini terutama berlaku di Jawa Tengah, di mana budaya Jawa yang sarat dengan nilai-nilai kultural turut mempengaruhi preferensi politik masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dan Andika, dengan karismanya, kemungkinan besar dapat memanfaatkan ini untuk meraih dukungan yang lebih luas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain faktor psikologi kolektif, Andika Perkasa juga memiliki keunggulan dalam hal loyalitas teritorial. Sebagai mantan Panglima TNI, ia masih mungkin memiliki jaringan dan loyalis di tingkat teritorial yang kuat, terutama di kalangan masyarakat yang memiliki kedekatan dengan institusi militer.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jejaring ini bisa menjadi modal penting dalam mobilisasi dukungan, terutama di daerah-daerah pedesaan yang masih sangat menghargai keberadaan dan peran militer dalam menjaga stabilitas keamanan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih dari itu, Andika dikenal memiliki kemampuan komunikasi sosial dan komunikasi politik yang baik. Kemampuan ini sangat krusial dalam kampanye politik, di mana pemahaman terhadap aspirasi masyarakat serta kemampuan untuk menyampaikan pesan politik dengan tepat dapat menjadi penentu kemenangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai figur yang &#8220;ramah dan bersahabat,&#8221; Andika memiliki modal sosial yang besar untuk menarik simpati dan dukungan, terutama dari pemilih yang mengutamakan personalitas dalam memilih pemimpin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu, bergeser ke pertarungan cawagub. Meskipun Taj Yasin yang mendampingi Ahmad Luthfi adalah seorang tokoh agama yang karismatik dan memiliki basis dukungan kuat, terutama dari kalangan Nahdliyin, peran Hendrar Prihadi tetap tidak bisa diremehkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai mantan Wali Kota Semarang, Hendrar memiliki rekam jejak yang positif dalam memimpin kota besar di Jawa Tengah dan dikenal dekat dengan masyarakat perkotaan. Popularitas dan pengalamannya dalam pemerintahan lokal bisa menjadi faktor penentu dalam mengimbangi pengaruh Taj Yasin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lebih jauh, kemampuan Hendrar Prihadi dalam mengelola isu-isu lokal dan membangun hubungan dengan berbagai kelompok masyarakat, termasuk pengusaha dan kelompok muda, memberikan nilai tambah yang signifikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal itu, tentu akan menjadi kunci dalam memenangkan hati pemilih perkotaan yang cenderung lebih pragmatis dan fokus pada rekam jejak kepemimpinan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai konklusi, Pilkada Jawa Tengah 2024 bisa menjadi salah satu pertarungan paling menarik dalam sejarah politik Indonesia, terutama dengan hadirnya dua kandidat yang berlatar belakang TNI dan Polri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">PDIP, dengan mengusung Andika Perkasa dan Hendrar Prihadi, telah mengambil langkah yang sangat strategis dalam menjaga dominasi mereka di Jawa Tengah, meskipun ini berarti menghadapi lawan yang tangguh seperti Ahmad Luthfi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keberhasilan atau kegagalan strategi PDIP ini akan sangat bergantung pada kemampuan Andika dan Hendrar dalam mengelola dinamika politik lokal, memanfaatkan kepercayaan dan loyalitas masyarakat terhadap TNI, serta mengoptimalkan komunikasi politik yang efektif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin, dengan dukungan KIM Plus, akan berusaha memanfaatkan keunggulan institusional dan kedekatan mereka dengan masyarakat lokal untuk merebut kemenangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kontestasi ini, faktor psikologi kolektif dan status sosial, serta kemampuan personal dalam komunikasi politik, akan menjadi penentu siapa yang akan keluar sebagai pemenang. Satu hal yang pasti, Pilkada Jawa Tengah 2024 bukan hanya sekadar perebutan kursi gubernur, tetapi juga pertaruhan besar bagi PDIP dan masa depan relevansi dan eksistensi mereka ke depan. (J61)</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="p24J0dc_ALc"><iframe loading="lazy" title="Menguak Satu Resep Jitu Golkar Bisa Tumbangkan Kekuasaan Abadi PDIP | Veritas" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/p24J0dc_ALc?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/08/andika-1_lrpyjtfk.mp3" length="4496943" type="audio/mpeg" />

			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2024/08/andika-hendi-png-1024x512.png" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
