<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Ada Iblis di Kemenkeu &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/ada-iblis-di-kemenkeu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Dec 2022 07:57:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Ada Iblis di Kemenkeu &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ada &#8220;Iblis&#8221; di Kementerian Sri Mulyani?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/ada-iblis-di-kementerian-sri-mulyani/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[I76]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2022 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Ada Iblis di Kemenkeu]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Adil]]></category>
		<category><![CDATA[BUpati Kepulauan Meranti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=120484</guid>

					<description><![CDATA[“Ini orang&#160;(Kementerian)&#160;Keuangan isinya iblis atau setan. Jangan diambil lagi minyak di Meranti itu. Enggak apa-apa, kami juga masih bisa makan. Daripada uang kami dihisap oleh pusat,” – &#160; Muhammad Adil, Bupati Kepulauan Meranti PinterPolitik.com Beredar sebuah video berdurasi 1 menit 55 detik yang memperlihatkan kegeraman Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil pada sebuah acara koordinasi Pengelolaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>“Ini orang</strong><strong><ins>&nbsp;(Kementerian)</ins></strong><strong>&nbsp;Keuangan isinya iblis atau setan. Jangan diambil lagi minyak di Meranti itu. </strong><strong><em><strong><em>Enggak apa-apa</em></strong></em></strong><strong>, kami juga masih bisa makan. Daripada uang kami dihisap oleh pusat,” – &nbsp; Muhammad Adil, Bupati Kepulauan Meranti</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="http://www.pinterpolitik.com/"><strong><u><strong>PinterPolitik.com</strong></u></strong></a></p>



<p class="has-drop-cap wp-block-paragraph">Beredar sebuah video berdurasi 1 menit 55 detik yang memperlihatkan kegeraman Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil pada sebuah acara koordinasi Pengelolaan Pendapatan Belanja Daerah di Pekanbaru<ins>, Riau</ins>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada kesempatan itu Adil menyebut pegawai di Kementerian <ins>K</ins>euangan (Kemenkeu) sebagai <ins>“</ins>iblis<ins>”</ins>&nbsp;dan <ins>“</ins>setan<ins>”</ins>. Hal ini karena tudingannya terkait Kemenkeu yang hanya mengambil minyak di Kabupaten Meranti <ins>te</ins>tapi uangnya dihisap oleh pemerintah pusat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Adil mengeluh soal wilayah yang dipimpinnya itu<ins>&nbsp;–</ins>&nbsp;yang mana merupakan daerah miskin yang seharusnya menjadi prioritas pemerintah pusat<ins>&nbsp;–</ins>&nbsp;<ins>s</ins>ehingga dana bagi hasil (DBH) untuk daerah penghasil minyak dan gas (migas) seperti Meranti haruslah detail agar ada keadilan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Merespons hal tersebut, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menyebut komentar Bupati Adil tidaklah <em>proper</em>&nbsp;<ins>(layak) </ins>sama sekali. Hal ini dikarenakan kehadiran pemerintah pusat tidak sekedar pada persoalan DBH.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Suahasil, kehadiran negara juga dilakukan melalui berbagai belanja-belanja kementerian atau lembaga dari pemerintah pusat di daerah<ins>,</ins>&nbsp;seperti belanja Kementerian <ins>Pekerjaa</ins><ins>n Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),</ins>&nbsp;Kementerian Sosial<ins>&nbsp;(Kemensos)</ins>, serta berbagai program lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bahkan, aparat keamanan yang berada di berbagai pelosok daerah turut juga dibiayai oleh Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN)<ins> s</ins>ehingga Bupati Adil seharusnya  berbicara dengan cara yang baik berdasarkan data.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="865" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/ada-iblis-dikementerian-keuangan-ed.-865x1024.jpg" alt="ada iblis dikementerian keuangan ed." class="wp-image-120487" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/ada-iblis-dikementerian-keuangan-ed.-865x1024.jpg 865w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/ada-iblis-dikementerian-keuangan-ed.-253x300.jpg 253w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/ada-iblis-dikementerian-keuangan-ed.-127x150.jpg 127w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/ada-iblis-dikementerian-keuangan-ed.-768x910.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/ada-iblis-dikementerian-keuangan-ed.-696x824.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/ada-iblis-dikementerian-keuangan-ed.-1068x1265.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/ada-iblis-dikementerian-keuangan-ed.-355x420.jpg 355w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/ada-iblis-dikementerian-keuangan-ed..jpg 1080w" sizes="(max-width: 865px) 100vw, 865px" /><figcaption class="wp-element-caption">Ada &#8220;Iblis&#8221; di Kemenkeu?</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Anyway</em>, pernyataan Adil ini sebenarnya tidak hanya dapat dilihat pada konteks&nbsp; etika birokrasi antara pusat&nbsp;dan daerah, melainkan persoalan esensial antara<ins>&nbsp;pemerintah</ins>&nbsp;pusat dan daerah yang selama ini menjadi&nbsp;persoalan penting, yakni terkait “dana”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika kita telisik sejarahnya, munculnya dana perimbangan keuangan antara pusat dan daerah dikarenakan adanya reformasi kekuasaan secara vertikal dalam negara, yaitu kekuasaan pemerintah pusat dibagi kepada daerah-daerah di bawahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Reformasi ini mengakibatkan pemerintah daerah juga harus mempunyai dana dalam penyelenggaraan kekuasaan itu sendiri. Untuk itu<ins>,</ins>&nbsp;perlu diatur perimbangan keuangan pusat dan daerah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">W. R. Tjandra dalam bukunya <em>Implikasi Hukum Atas Sumber Pembiayaan Daerah Dalam Rangka Otonomi Daerah</em>&nbsp;telah memprediksi persoalan vertikal antara pusat dan daerah ini akan terjadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tjandra melihat hubungan antara pemerintah pusat dan daerah ini ditandai dengan adanya dana perimbangan, yaitu dana yang bersumber dari pemerintah pusat yang dialokasikan kepada pemerintah daerah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tentu<ins>,</ins>&nbsp;tujuannya<ins>&nbsp;adalah</ins>&nbsp;untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi yang terdiri dari dana alokasi khusus (DAK) dan DBH dari penerimaan pajak dan sumber daya alam<ins>&nbsp;–</ins>&nbsp;sesuai dengan<ins>&nbsp;Undang-Undang</ins>&nbsp;<ins>(</ins>UU<ins>)</ins>&nbsp;Nomor 33 Tahun 2004.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pembahasan isu DBH<ins>,</ins>&nbsp;walaupun sudah sering dilakukan, tetap menarik karena menyangkut “hajat hidup” daerah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, transparansi DBH diperlukan untuk menghindari rasa curiga dari pihak-pihak yang terkait dalam pembagiannya ke daerah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks otonomi daerah, penyaluran DBH pada dasarnya bertujuan untuk menyeimbangkan antara pembangunan nasional dengan pembangunan daerah, untuk mengurangi ketimpangan antara daerah penghasil dan daerah bukan penghasil sumber daya alam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Walaupun memiliki prinsip “<em>by origin</em>” yang mana daerah penghasil memperoleh porsi yang lebih besar dibandingkan dengan daerah-daerah bukan penghasil, banyak daerah penghasil yang masih tidak puas dengan pembagian DBH.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu hal yang menyebabkan ketidakpuasan tersebut karena masih banyaknya masyarakat miskin di daerah kaya sumber daya alam dan kadang kekurangan pasokan energi seperti listrik dan Bahan bakar Minyak (BBM).</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nah</em>, mungkin ketimpangan ini yang dirasakan oleh Bupati Adil,yang melihat Kabupaten Kepulauan Meranti meski mempunyai <ins>sumbangsih</ins>&nbsp;berupa <ins>penghasilan</ins>&nbsp;migas<ins>&nbsp;tetapi </ins>merasa tidak adil dalam konteks <ins>DBH</ins>&nbsp;pemerintah pusat.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>By the way</em>, pernyataan Bupati Adil kalau pegawai Kemenkeu itu  “iblis” termasuk keras dan berani <em>loh</em>. <em>Hmm</em>, kalau ia seberani itu, muncul  dua kemungkinan, benar-benar nekat atau jangan-jangan ada yang “<em>backup</em>” <em>nih</em>. <em><ins>Chill</ins></em><ins>, </ins><em><ins>no one really knows</ins></em><ins> </ins><em><ins>kok</ins></em><ins> pastinya </ins><em><ins>gimana</ins>. Hehehe</em>. (I76)</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="pnUtKYhrV3s"><iframe title="Deddy Corbuzier Kunci Kemenangan Prabowo?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/pnUtKYhrV3s?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div><figcaption class="wp-element-caption">Deddy Corbuzier Kunci Kemenangan Prabowo?</figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/12/092265300_1670814271-V1ZeKmdC49rJovYt5I0MyJz1AVcGUFdK1AMeHm97.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
