<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Achmad Yurianto &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/achmad-yurianto/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Jun 2020 12:51:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Achmad Yurianto &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Di Balik Kemunculan Jubir Reisa</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/di-balik-kemunculan-jubir-reisa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2020 13:00:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Achmad Yurianto]]></category>
		<category><![CDATA[Corona]]></category>
		<category><![CDATA[coronavirus]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Dokter Reisa]]></category>
		<category><![CDATA[Gugus Tugas Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Reisa Broto Asmoro]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=79546</guid>

					<description><![CDATA[Pemerintah akhirnya menunjuk Dokter Reisa Broto Asmoro sebagai salah satu anggota Tim Komunikasi Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dan tampil mendampingi Juru Bicara Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto beberapa waktu lalu. Sontak, kemunculannya membuat ramai media sosial. Mengapa pemerintah menunjuk Reisa sebagai salah satu juru bicara baru? PinterPolitik.com “We&#8217;ll run to the future, shining like diamonds, in [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Pemerintah akhirnya menunjuk Dokter Reisa Broto Asmoro sebagai salah satu anggota Tim Komunikasi Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dan tampil mendampingi Juru Bicara Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto beberapa waktu lalu. Sontak, kemunculannya membuat ramai media sosial. Mengapa pemerintah menunjuk Reisa sebagai salah satu juru bicara baru?</strong></h4>
<hr>
<p><span style="color: #cedb2a;">PinterPolitik.com</span></p>
<blockquote class="td_quote_box td_box_center"><p>“We&#8217;ll run to the future, shining like diamonds, in a rocky world” – Frank Ocean, penyanyi R&amp;B asal Amerika Serikat (AS)</p></blockquote>
<p><span class="dropcap dropcap2">P</span>andemi yang disebabkan oleh virus Corona (Covid-19) sepertinya tak akan kunjung usai. Tak hanya Indonesia, beberapa negara lain juga harus kewalahan dalam menangani pandemi global satu ini.</p>
<p>Amerika Serikat (AS) misalnya menjadi salah satu negara dengan jumlah kasus positif terbanyak di dunia. Di tengah pandemi ini, AS bahkan harus menghadapi gejolak sosio-politik akibat dugaan diskriminasi dan rasisme yang terjadi pada George Floyd.</p>
<p>Meski ancaman virus tetap ada, gejolak tersebut menunjukkan bahwa semangat masyarakat AS untuk menggugat rasisme dan diskriminasi tetap membara. Bahkan, gelombang protes serupa turut menyebar dan terjadi di negara-negara lain, seperti Inggris.</p>
<p>Mungkin, semangat inilah yang kini ingin dibawa oleh pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) yang hendak menerapkan kebijakan normal baru (<em>new normal</em>) dalam menghadapi pandemi Covid-19. Mantan Wali Kota Solo tersebut menyebutkan bahwa masyarakat harus hidup “berdamai” bersama Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Dokter Reisa Broto Asmoro secara resmi adalah TIM KOMUNIKASI PUBLIK GUGUS TUGAS Covid-19, sedangkan Dokter Yurianto adalah Jubir Covid-19. Keduanya memberikan informasi &amp; edukasi ke publik. Tetap disiplin memakai masker, menjaga jarak fisik, mencuci tangan &amp; tidak berkerumun ~ FR <a href="https://t.co/foADbLr5xc">pic.twitter.com/foADbLr5xc</a></p>
<p>&mdash; Fadjroel Rachman (@fadjroeL) <a href="https://twitter.com/fadjroeL/status/1270286893968580609?ref_src=twsrc%5Etfw">June 9, 2020</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Boleh jadi, pandemi yang bermula beberapa bulan lalu ini memang menjadi kewajaran yang baru bagi masyarakat Indonesia. Juru Bicara (Jubir) Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto (Yuri) misalnya mengisi layar televisi setiap harinya guna melaporkan perkembangan penanganan pandemi.</p>
<p>Kebiasaan inilah yang mungkin harus dilalui oleh masyarakat Indonesia. Tak jarang masyarakat semakin merasa resah dengan penambahan kasus yang cenderung fluktuatif.</p>
<p>Namun, guna menyongsong normal baru, pemerintah tampaknya menghadirkan sosok baru guna mendampingi Yuri kala melaporkan perkembangan kasus pada publik dan media. Orang baru tersebut adalah Dokter Reisa Broto Asmoro.</p>
<p>Sontak, banyak warganet membicarakan kehadiran Reisa bersama Yuri. Sebagian besar warganet justru menyambut bahagia kehadiran Reisa dalam konferensi-konferensi pers tersebut. Sebagian juga mempertanyakan mengapa beliau baru muncul sekarang.</p>
<p>Kabarnya, Reisa akan membantu Gugus Tugas Covid-19 untuk mengedukasi masyarakat dalam menerapkan adaptasi dan protokol kesehatan guna menyongsong kebijakan normal baru. Hal ini turut dikonfirmasi oleh Jubir Kepresidenan Fadjroel Rachman melalui cuitannya di Twitter.</p>
<p>Meski begitu, kehadiran Reisa ini menimbulkan beberapa pertanyaan. Mengapa pemerintah akhirnya menunjuk Reisa guna hadir memberikan edukasi pada publik dan media? Bukankah selama ini Yuri telah memberikan imbauan setiap harinya kepada masyarakat?</p>
<h4><strong>Modal Dokter Reisa</strong></h4>
<p>Pemilihan Dokter Reisa sebagai salah satu jubir dalam Tim Komunikasi Gugus Tugas Covid-19 oleh pemerintah bisa jadi bukan tanpa alasan. Bagaimana pun juga, guna memberikan edukasi kesehatan pada masyarakat, Reisa memerlukan keahlian yang mumpuni.</p>
<p>Sebagai seorang dokter, Reisa tentunya memiliki pengetahuan yang mumpuni di bidang kesehatan. Pengetahuan dan gelar pendidikannya inilah yang dapat menjadi modal bagi dirinya guna memberikan peran sebagai salah satu jubir Covid-19.</p>
<p>Kepemilikan modal semacam ini setidaknya dapat dijelaskan melalui pemikiran Pierre Bourdieu yang mengenalkan konsep modal sosial (<em>social capital</em>) dan modal kultural (<em>cultural capital</em>). Lebih lanjut lagi, konsep-konsep ini berusaha dijelaskan secara lebih luas oleh Kimberly L. Casey dari University of St. Missouri, St. Louis, dalam <strong><a href="https://www.researchgate.net/profile/Kimberly_Casey2/publication/237710955_Defining_Political_Capital_A_Reconsideration_of_Bourdieu's_Interconvertibility_Theory/links/5b16bddda6fdcc6d3e04cb2b/Defining-Political-Capital-A-Reconsideration-of-Bourdieus-Interconvertibility-Theory.pdf">tulisannya</a></strong> yang berjudul <em>Defining Political Capital</em>.</p>
<hr /><p><em>Terdapat tujuh spesies modal utama yang dapat dimiliki oleh seseorang, yakni modal institusional, modal SDM, modal sosial, modal ekonomi, modal kultural, modal simbolis, dan modal moral.</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fin-depth%2Fdi-balik-kemunculan-jubir-reisa%2F&#038;text=Terdapat%20tujuh%20spesies%20modal%20utama%20yang%20dapat%20dimiliki%20oleh%20seseorang%2C%20yakni%20modal%20institusional%2C%20modal%20SDM%2C%20modal%20sosial%2C%20modal%20ekonomi%2C%20modal%20kultural%2C%20modal%20simbolis%2C%20dan%20modal%20moral.&#038;related' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr />
<p>Guna menjelaskan modal politik (<em>political capital</em>), Casey membaginya menjadi tujuh spesies modal utama yang dapat dimiliki oleh seseorang, yakni modal institusional, modal sumber daya manusia (SDM) (<em>human capital</em>), modal sosial, modal ekonomi, modal kultural, modal simbolis, dan modal moral.</p>
<p>Secara umum, dokter bisa jadi memiliki modal yang tergolong dalam modal SDM. Mengacu pada penjelasan Casey, modal ini merupakan kombinasi atas kecakapan, keahlian, pengalaman, dan pendidikan.</p>
<p>Dalam hal <strong><a href="https://id.linkedin.com/in/reisa-broto-asmoro-140324b4/" rel="nofollow">pendidikan</a></strong>, Reisa lulus dari Studi Kedokteran Universitas Pelita Harapan (UPH). Setidaknya, melalui pendidikan ini, Reisa akan dibekali kecakapan dan keahlian di bidang kesehatan.</p>
<p>Selain itu, dalam hal <strong><a href="https://nasional.kompas.com/read/2020/06/09/14471251/profil-dokter-reisa-dari-putri-indonesia-hingga-tim-komunikasi-penanganan/" rel="nofollow">pengalaman</a></strong>, Reisa memiliki rekam jejak ketika tergabung dalam tim identifikasi korban bencana (<em>disaster victim identification</em>) yang memproses investigasi atas korban aksi terorisme di Jakarta dan jatuhnya pesawat Sukhoi.</p>
<p>Tak hanya di bidang kesehatan, Reisa juga berpengalaman di dunia media dan komunikasi dengan menjadi pembawa acara (<em>host</em>) atas sebuah acara kesehatan di salah satu saluran televisi Indonesia. Jubir baru ini juga pernah menjadi Puteri Indonesia Lingkungan 2010.</p>
<p>Di luar pengalamannya yang banyak, Reisa juga bisa saja memiliki modal sosial dengan statusnya sebagai <strong><a href="https://suar.grid.id/read/202187790/bukan-orang-sembarangan-inilah-5-fakta-reisa-broto-asmoro-jubir-covid-19-baru-yang-ternyata-istri-pangeran-keraton-solo/" rel="nofollow">pasangan</a></strong> dari seorang pangeran Keraton Solo yang bernama Kanjeng Tedjodiningrat Broto Asmoro. Modal sosial sendiri – menurut Casey – merupakan modal yang mengakar pada relasi sosial dan ikatan personal.</p>
<p>Namun, tampaknya, tak hanya modal-modal ini saja yang membuat publik sontak ramai membicarakan kehadiran Reisa. Boleh jadi, kemunculan Reisa sebagai jubir Covid-19 merupakan bagian dari strategi pemerintah. Kira-kira, apa alasan pemerintah?</p>
<h4><strong><em>Halo Effect</em></strong><strong>?</strong></h4>
<p>Meski memiliki modal-modal tersebut, banyak warganet justru <strong><a href="https://www.dream.co.id/showbiz/bikin-heboh-netizen-dr-reisa-broto-jadi-jubir-gugus-tugas-covid-19-2006096.html">mengomentari</a></strong> kecantikan yang dimiliki oleh Dokter Reisa. Tak sedikit justru memandang Reisa sebagai “penyegaran” dalam Tim Komunikasi Gugus Tugas Covid-19.</p>
<p>Bagaimana persepsi positif kepada Reisa ini datang dari masyarakat? Kecenderungan semacam ini biasa disebut sebagai <em>halo effect</em>. Gerald William Lucker dari University of Texas, El Paso, dan rekan-rekan penulisnya menjelaskan bahwa <em>halo effect </em>ini berhubungan dengan ketertarikan fisik (<em>physical attractiveness</em>).</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/CBPdR9ThJWM/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CBPdR9ThJWM/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CBPdR9ThJWM/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Ramai diperbincangkan jubir baru Covid-19, gimana pendapat kalian? #jubircovid #gugustugas #reisabrotoasmoro #achmadyurianto #corona #coronavirus #covid19 #pandemicorona #jagajarak #cegahcorona #cucitangan #tetapsehat #pakemasker #infografis #politik #politikindonesia #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2020-06-10T04:41:20+00:00">Jun 9, 2020 at 9:41pm PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Dalam <strong><a href="https://www.researchgate.net/publication/254346319_The_Strength_of_the_Halo_Effect_in_Physical_Attractiveness_Research">tulisan</a></strong> mereka yang berjudul <em>The Strength of the Halo Effect in Physical Attractiveness Research</em>, Lucker dan rekan-rekannya menjelaskan bahwa persepsi atas atribut sifat (<em>personality</em>) seseorang kerap berbanding lurus dengan ketertarikan fisik orang tersebut.</p>
<p>Bila berbicara soal ketertarikan fisik, konsepsi masyarakat soal kecantikan dan estetika bukan tidak mungkin turut memengaruhi. Boleh jadi, dengan penilaian bahwa Reisa cantik, persepsi positif dari masyarakat menjadi timbul.</p>
<p>Secara filosofi, Crispin Sartwell dalam <strong><a href="https://plato.stanford.edu/archives/win2017/entries/beauty/">tulisannya</a></strong> yang berjudul <em>Beauty</em> dengan mengutip beberapa filsuf – seperti Aritoteles – menjelaskan bahwa kecantikan dan estetika kerap dikaitkan dengan nilai-nilai yang dianggap positif, seperti keadilan, kebenaran, dan kebaikan. Selain itu, kecantikan juga dikaitkan dengan harmoni, proporsionalitas, keseimbangan, dan integritas.</p>
<p>Persepsi akan nilai-nilai positif pada kecantikan seperti ini juga sejalan dengan tendensi masyarakat Indonesia. Sebagian besar masyarakat Indonesia dinilai kerap <strong><a href="https://en.tempo.co/read/921984/most-indonesian-women-think-beauty-leads-to-success-survey/" rel="nofollow">mengaitkan</a></strong> kecantikan dengan keberhasilan seseorang.</p>
<p>Dari sini, bukan tidak mungkin pemerintah berusaha menggunakan strategi komunikasi yang boleh jadi menarik persepsi positif dari publik. Lagi pula, pemerintah sendiri kini semakin tidak dipercaya publik, khususnya dalam hal penanganan pandemi Covid-19.</p>
<p>Setidaknya, kegunaan <em>halo effect</em> kala terjadi krisis reputasi ini turut dijelaskan oleh W. Timothy Coombs dan Sherry J. Holladay dari Eastern Illinois University, Amerika Serikat (AS) dalam <strong><a href="https://www.researchgate.net/publication/243462210_Unpacking_the_Halo_Effect_Reputation_and_Crisis_Management">tulisan</a></strong> mereka yang berjudul <em>Unpacking the Halo Effect</em>. Dalam tulisan itu, disebutkan bahwa <em>halo</em> dapat berperan sebagai tameng guna menghindari kerugian reputasi di kala krisis.</p>
<p>Hal yang mirip juga diterapkan oleh pemerintah Thailand. Seperti Reisa di Indonesia, penunjukkan Panprapa Yongtrakul juga memunculkan pembicaraan publik di negaranya.</p>
<p>Meski begitu, bukan tidak mungkin, kemunculan Dokter Reisa ini tak memberi banyak perubahan narasi dan pesan pemerintah soal tips-tips menjaga kesehatan yang biasa disampaikan oleh Yuri. Beberapa waktu lalu misalnya, jubir baru tersebut <strong><a href="https://bnpb.go.id/berita/dokter-reisa-sarankan-ganti-masker-setelah-empat-jam-pemakaian/" rel="nofollow">menjelaskan</a></strong> bahwa menghindari menyentuh area wajah perlu diterapkan – sesuatu yang lumrah telah diketahui masyarakat.</p>
<p>Lagi pula, masyarakat juga memerlukan informasi dan arahan yang jelas dan menenangkan terkait kebijakan normal baru yang kini menuai banyak kritik – apalagi peningkatan jumlah kasus positif terus bertambah. Bukan begitu? (A43)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="LlZuNSlFvIg"><iframe title="10 Wabah Epidemi dan Pandemi Terdahsyat" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/LlZuNSlFvIg?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di&nbsp;<a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di&nbsp;<strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong>&nbsp;untuk informasi lebih lanjut.</p>
<p><a href="http://bit.ly/ruang-publik"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-61983" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg" alt="" width="696" height="90" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1920x248.jpg 1920w" sizes="(max-width: 696px) 100vw, 696px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/06/Dokter-Reisa.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menyoal Saran Yurianto Soal Covid-19</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/menyoal-saran-yurianto-soal-covid-19/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[F46]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2020 08:15:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Achmad Yurianto]]></category>
		<category><![CDATA[Corona]]></category>
		<category><![CDATA[coronavirus]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=76218</guid>

					<description><![CDATA[“A leader is a dealer in hope” – Napoleon Bonaparte, Kaisar Prancis (1804-1815) PinterPolitik.com Hadeh, gaes. Capek gak sih kalian melihat tingkah aneh para pejabat tinggi? Bagaimana tidak? Di tengah kecemasan masyarakat, tiba-tiba tanpa ancang-ancang yang mapan, Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah dalam Penanganan Covid-19, melempar kalimat sederhana tapi mengandung makna penuh bahaya. Begini ucapnya, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“A leader is a dealer in hope” – Napoleon Bonaparte, Kaisar Prancis (1804-1815)</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;">PinterPolitik.com</span></p>
<p><em><span class="dropcap dropcap2">H</span>adeh</em>, <em>gaes</em>. <em>Capek</em> <em>gak</em> <em>sih</em> kalian melihat tingkah aneh para pejabat tinggi?</p>
<p>Bagaimana tidak? Di tengah kecemasan masyarakat, tiba-tiba tanpa ancang-ancang yang mapan, Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah dalam Penanganan Covid-19, melempar kalimat sederhana tapi mengandung makna penuh bahaya.</p>
<p>Begini ucapnya, “kemudian yang kaya melindungi yang miskin agar bisa hidup dengan wajar dan yang miskin melindungi yang kaya agar tidak menularkan penyakitnya. Ini menjadi kerjasama yang penting&#8221;</p>
<p>Coba kita cermati <em>tuh</em>. Alih-alih kelihatan seperti saran, justru muatannya <em>bikin</em> geli sendiri. Ini kalau sampai didengar Socrates bisa dimarahin sambil diteriakin, “pikirlah dulu, baru berkata.”</p>
<p>Kita tidak bisa berspekulasi tentang kondisi Pak Yuri sampai-sampai <em>kepleset</em> lidah <em>kayak</em> begini jadinya. Parahnya lagi, Pak Yuri ini <em>kok</em> ya <em>gak</em> ada takut-takutnya sama akibat yang ditimbulkannya di jagat nyata pun maya.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/B-TM4APjotg/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B-TM4APjotg/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B-TM4APjotg/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Strategi Jokowi di tengah ancaman ekonomi dari #pandemicorona ? &#8211; #pinterpolitik #indonesialawancorona #indonesialawancovid19 #covid_19 #lawancovid19</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2020-03-29T02:00:45+00:00">Mar 28, 2020 at 7:00pm PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Gaduh semua. Geram. Pasalnya, secara retorika, pemilahan “kaya” dan “miskin” dalam soal virus Corona ini ambigu. <em>Gak</em> jelas banget.</p>
<p>Lagian, kalau ditelanjangi kalimat Pak Yuria ini, emang orang miskin penyebab merebaknya virus? Justru angka virus ini meninggi di kantong kota, tempat orang menengah ke atas leha-leha. Juga, menyentil orang kaya agar membantu subsidi kepada orang miskin seharusnya gak begitu cara mainnya.</p>
<p>Memang benar kata Napoleon Bonaparte, jenderal militer asal Prancis, bahwa “<em>a leader is a dealer in hope</em>.” Pemimpin itu penjual harapan. Pak Yuri dan pemimpin semuanya perlu deh kayaknya merenungkan kalimat ini.</p>
<p><em>Eits</em>, tapi, jangan lama-lama merenungnya. Nanti <em>gak</em> jadi kerja.</p>
<p>Sebenarnya kita paham maksud Pak Yuri itu agar orang kaya memberi bantuan pangan ke orang miskin. Itu <em>poinnya</em>. Tapi barangkali Om Yurianto lagi <em>grogi</em> sehingga bikin omongannya gak enak didenger. <em>Hehehe.</em></p>
<p>Ya, pada intinya, kita <em>nih</em> paham kalau Covid-19 sudah berhasil membuat imun tubuh kita tergonjang. Namun, jangan sampai si biang kerok Covid-19 ini memorak-porandakan masyarakat antara si kaya dan si miskin. Begitu. (F46)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="DaBmcgcxoIo"><iframe title="Ada Corona Kok Pemerintah Malah Bercanda?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/DaBmcgcxoIo?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di <a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di <strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong> untuk informasi lebih lanjut.</p>
<p><a href="http://bit.ly/ruang-publik"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-61983" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg" alt="" width="696" height="90" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1024x132.jpg 1024w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-300x39.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-768x99.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-696x90.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1068x138.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/07/TEMPLATE-WEB-BANNER-RUANG-PUBLIK_new-1-1920x248.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/03/d4b807f657aacaa4483e8f3d45ad7b2a74a0a0d7.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bisnis Rumah Sakit Di Balik Corona</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/bisnis-rumah-sakit-di-balik-corona/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R53]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2020 12:22:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Achmad Yurianto]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis Rumah Sakit]]></category>
		<category><![CDATA[Virus Corona]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=75703</guid>

					<description><![CDATA[Di tengah rongrongan virus Corona (Covid-19) yang mendera Indonesia, getirnya terdapat beberapa rumah sakit yang diketahui menolak menerima pasien Covid-19 karena alasan bisnis. Lantas, apakah itu menunjukkan kurangnya etika semata, atau justru terdapat pesan politik di baliknya? PinterPolitik.com Jika merujuk pada hypodermic needle theory atau magic bullet theory, virus Corona (Covid-19) nampaknya telah menjadi “peluru ajaib” – magic [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Di tengah rongrongan virus Corona (Covid-19) yang mendera Indonesia, getirnya terdapat beberapa rumah sakit yang diketahui menolak menerima pasien Covid-19 karena alasan bisnis. Lantas, apakah itu menunjukkan kurangnya etika semata, atau justru terdapat pesan politik di baliknya?</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">J</span>ika merujuk pada <a href="https://www.businesstopia.net/mass-communication/hypodermic-needle-theory-communication"><strong><em>hypodermic needle theory</em></strong></a> atau <em>magic bullet theory</em>, virus Corona (Covid-19) nampaknya telah menjadi “peluru ajaib” – <em>magic bullet</em> – atau konten pemberitaan yang sangat mumpuni karena ketenaran dan kontroversinya, sehingga dapat langsung bersarang di benak publik.</p>
<p>Teori itu sendiri menjelaskan bahwa pemberitaan di media massa dapat memiliki kekuatan yang dapat mengontrol pandangan pembaca. Artinya, tenarnya isu Covid-19, tidak salah lagi telah menciptakan efek kontrol, yang dalam artian itu telah membuat perhatian publik benar-benar tertuju padanya.</p>
<p>Atas dasar itu, tentu menjadi tidak mengherankan mengapa perkembangan kasus tersebut selalu dinanti-nantikan oleh berbagai pihak ataupun mendapat sorotan media massa.</p>
<p>Di Indonesia, pemberitaan tentang wabah Covid-19 nampaknya telah menjadi “palu godam” yang terus memukul kepercayaan publik terhadap pemerintah karena dinilai tidak melakukan langkah penanggulangan yang baik terhadap wabah tersebut.</p>
<p>Desiran ketidakpercayaan tersebut kemudian semakin menjadi-jadi setelah viralnya berbagai testimoni pasien terduga Covid-19 atau pasien dalam pengawasan (PDP) justru tidak mendapatkan pelayanan yang semestinya layaknya pasien khusus.</p>
<p>Kasus tersebut misalnya terjadi pada Z (37 tahun), warga Silandit, Kecamatan Padang Sidempuan Selatan, Sumatera Utara yang mengaku <a href="https://regional.kompas.com/read/2020/03/11/06500051/curhat-pasien-yang-diduga-corona-surat-dokter-bocor-hingga-dirujuk-naik?page=all"><strong>tidak mendapatkan</strong></a> pelayanan yang baik di RSUD hingga Dinas Kesehatan Kota Padang Sidempuan.</p>
<p>Lalu ada pula <a href="http://makassartoday.com/2020/03/17/ngeri-video-wanita-mengaku-pdp-corona-merasa-dibiarkan/"><strong>video PDP</strong></a> yang mengaku ditelantarkan dan tidak diberikan pengawasan yang seharusnya ketika telah diberikan surat rujukan oleh Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga Bekasi. Padahal, jika mengacu pada protokol penangan yang ada, sudah seharusnya PDP tidak boleh dibiarkan sendiri tanpa pengawasan ataupun isolasi.</p>
<p>https://www.instagram.com/p/B93yahspzHu/?utm_source=ig_web_copy_link</p>
<p>Terlebih lagi, dengan video tersebut juga diunggah oleh presenter kenamaan Deddy Corbuzier di akun instagram pribadinya, sontak saja membuat berbagai pihak bertanya keheranan perihal keseriusan pemerintah dalam menangani wabah yang telah ditetapkan sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).</p>
<p>Guna untuk mendapatkan kejelasan atas video tersebut, Deddy kemudian mengundang juru bicara pemerintah untuk virus Corona, Achmad Yurianto di podcast pribadinya beberapa hari yang lalu. Podcast yang sudah ditonton sebanyak lebih dari 3 juta orang tersebut, tidak hanya membenarkan video tersebut, melainkan juga menguak fakta getir terkait penanganan Covid-19 di Indonesia.</p>
<p>Tutur Yuri, selain RS tersebut melanggar peraturan perundang-undang yang berlaku, video tersebut juga menguak fenomena RS yang telah menjadi komoditi <a href="https://www.youtube.com/watch?v=yX1rIKgdnNk&amp;t=1946s"><strong>bisnis</strong></a> di Indonesia. Jelasnya, pemerintah sebelumnya memang telah mengetahui fenomena bahwa terdapat RS yang menolak pasien Covid-19.</p>
<p>Akan tetapi, itu bukan karena alasan yang dapat diterima, seperti kurangnya kemampuan RS untuk menangani virus tersebut, melainkan karena alasan bisnis, yakni RS terkait takut diketahui merawat pasien Covid-19 karena dikhawatirkan akan mengurangi pengunjung pasien lainnya. Dengan fakta bahwa Covid-19 adalah virus yang sangat menular, tentu alasan tersebut sangat masuk akal.</p>
<p>Lantas, hal apakah yang dapat dimaknai dari fenomena tersebut?</p>
<h4><strong>Suatu Fenomena yang Umum?</strong></h4>
<p>Tanpa bermaksud menjustifikasi lumrah tindakan RS yang menolak pasien Covid-19 tersebut, nyatanya kasus serupa juga ditemukan di berbagai negara.</p>
<p>Di negara maju seperti Jepang misalnya, bahkan terdapat laporan bahwa berbagai RS yang <a href="https://www.japantimes.co.jp/news/2020/02/26/national/hospitals-refuse-coronavirus-patients/#.XnHdC4gzbIU"><strong>menolak menguji</strong></a> pasien Covid-19, sehingga banyak pasien diasingkan dari RS yang satu ke RS yang lainnya.<br />
Atas fenomena tersebut seorang pejabat Pemerintah Metropolitan Tokyo menduga bahwa institusi medis seperti RS telah memiliki reaksi yang berlebihan atau begitu takut akan risiko infeksi yang dapat terjadi.</p>
<p>Kepala Lembaga Penelitian Tata Kelola Medis nirlaba, Masahiro Kami juga mengemukakan hal serupa bahwa ia hampir setiap hari melihat pasien yang diduga terdampak Covid-19 tetapi tidak dapat diuji karena gejalanya dinilai ringan.</p>
<p>Merujuk pada fenomena yang terjadi di Jepang tersebut, kasus video PDP yang diunggah Deddy, nampaknya terjadi karena adanya asumsi bahwa gejala virus masih dinilai ringan sehingga belum dirasa membutuhkan penanganan yang lebih serius.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/B90pcyTpZ2e/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B90pcyTpZ2e/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B90pcyTpZ2e/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Opsi implementasi lockdown masih menjadi perdebatan. #infografik #infografis #politik #politikindonesia #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2020-03-17T05:13:59+00:00">Mar 16, 2020 at 10:13pm PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Lalu ditemukan pula kasus penolakan penangawan pasien Covid-19 yang terjadi di Pakistan, tepatnya di Provinsi Sindh. Kasus tersebut menimpa seorang warga Pakistan bernama Shahjeb Ali Rahuza yang baru kembali dari Wuhan, Tiongkok yang diketahui positif Covid-19. Namun getirnya, menurut saudaranya yang bernama Ershad, setelah melihat kondisi Shahjeb, dokter justru menguncinya di sebuah ruangan dan <a href="https://topsnewsbazar.com/pakistan-hospital-refuses-to-treat-corona-virus-patient/"><strong>meninggalkannya</strong></a> begitu saja.</p>
<p>Tidak ketinggalan, di Amerika Serikat (AS), sebagaimana diakui oleh Wakil Presiden AS Mike Pence, memang terdapat <a href="https://abcnews.go.com/Health/frustration-confusion-mounts-doctors-patients-coronavirus-tests/story?id=69555689"><strong>pembatasan tes</strong></a> Covid-19 di sejumlah RS karena didasari oleh beberapa alasan, seperti kurangnya fasilitas medis.</p>
<p>Akan tetapi, kendati telah menjadi fenomena yang mungkin dapat disebut umum, penolakan tes ataupun perawatan pasien Covid-19 tentu saja tidak dapat dipandang sebagai hal yang lumrah.</p>
<p>Terlebih lagi, seperti yang diungkapkan oleh juru bicara pemerintah untuk virus Corona, Achmad Yurianto, alasan berbagai RS di Indonesia yang menolak pasien Covid-19 bukanlah alasan yang dapat diterima, seperti kurangnya fasilitas medis, melainkan bermotif bisnis, yakni adanya ketakutan akan terjadi penurunan pengunjung jika diketahui merawat pasien Covid-19.</p>
<h4><strong>Pemerintah Kurang Berpengaruh? </strong></h4>
<p>Pada titik ini, kuatnya motivasi bisnis tersebut dapat disimpulkan sebagai kepentingan pribadi – yang dalam konteks ini adalah bisnis – jauh lebih kuat dibandingkan kewajiban untuk memberikan pelayanan kesehatan. Singkat kata, itu adalah anti-tesis dari diktum utilitarianisme yang menyebutkan kepentingan untuk orang banyak lebih diprioritaskan daripada kepentingan pribadi.</p>
<p>Menganalisis fenomena tersebut menggunakan kacamata filsafat ekonomi, yakni konsep <em>homo economicus</em> atau manusia ekonomi. Pada dasarnya, konsep tersebut menerangkan dua intisari perilaku manusia dalam melakukan aktivitas ekonomi, yakni mestilah rasional – mengambil keputusan berdasarkan untung-rugi – dan mestilah berprilaku egois atau <em>self-interest</em>.</p>
<p>Namun, perlu untuk digarisbawahi, asumsi rasional dan egois tersebut tidak dimaksudkan sebagai penjabaran antropologis atau menunjukkan bahwa manusia memang berprilaku demikian. Melainkan dua asumsi tersebut adalah bayangan figuratif semata, agar kalkulasi-kalkulasi ekonomi, seperti kapan harus membeli atau menolak barang dapat dilakukan.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/B9ydO4kJkvW/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B9ydO4kJkvW/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B9ydO4kJkvW/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Bukan berasal dari Tiongkok, Zhao Lijian sebut virus Corona dibawa oleh Amerika Serikat. ⠀ #infografik #infografis #politik #politikindonesia #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2020-03-16T08:48:45+00:00">Mar 16, 2020 at 1:48am PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Singkat kata, merujuk pada <em>homo economicus</em>, seperti yang diungkapkan oleh Yuri, fenomena penolakan RS terhadap pasien Covid-19 memang merupakan persoalan bisnis dalam aktivitas ekonomi karena merujuk pada untung-ruginya suatu putusan. Dengan demikian, jika persoalan tersebut dipandang lumrah oleh pemerintah, maka dapat disimpulkan bahwa kepentingan pemerintah untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat telah kalah oleh motivasi bisnis institusi kesehatan.</p>
<p>Konteks tersebut juga semakin terasa dengan pemerintah yang lebih memilih solusi alternatif, yakni mengubah dua fasilitas milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu RS Pertamina Jaya dan Hotel Patra di Jakarta menjadi <a href="https://www.pinterpolitik.com/ini-solusi-bumn-atas-rumah-sakit-yang-tolak-pasien-corona/"><strong>RS Khusus</strong></a> untuk menampung pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19.</p>
<p>Seperti yang diakui oleh Yuri, disadarinya fenomena bisnis RS tersebut memang membuat pemerintah akhirnya memutuskan mengubah dua fasilitas BUMN tersebut. Dengan kata lain, tanpa bermaksud mendiskreditkan solusi tersebut, itu tentu dapat dipahami sebagai pengakuan bahwa pemerintah nampaknya tidak memiliki pengaruh yang cukup untuk menundukkan RS terkait.</p>
<p>Konteks pemerintah yang dinilai tidak mampu menundukkan kepentingan bisnis juga banyak disorot di sektor lainnya. Sebut saja bisnis pertambangan, reklamasi, ataupun pembukaan lahan kelapa sawit yang kendati dinilai dapat merusak lingkungan ataupun melanggar aturan lainnya, nyatanya pemerintah menempatkan berbagai alasan penolakan tersebut sebagai “anak tiri”.</p>
<p>Akan tetapi, merujuk pada wabah Covid-19 yang kasusnya terus meningkat, bahkan saat ini telah mencapai 227 kasus, tentu kita berharap pemerintah dapat memberikan langkah terbaiknya dalam menanggulangi wabah tersebut. Menarik untuk ditunggu kelanjutannya. (R53)</p>
<p><iframe loading="lazy" title="Ada Apa Dibalik Virus Corona Wuhan?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/w4arfLDSiP4?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></p>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di <a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di <strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong> untuk informasi lebih lanjut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2020/03/ay.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
