<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Abdul Kadir Jailani &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/abdul-kadir-jailani/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 01 Nov 2022 09:13:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>Abdul Kadir Jailani &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pulau Pasir, Mengapa Sandiaga Keliru?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/celoteh/pulau-pasir-mengapa-sandiaga-keliru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A43]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Nov 2022 09:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Abdul Kadir Jailani]]></category>
		<category><![CDATA[Australia]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kemlu]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Pasir]]></category>
		<category><![CDATA[Sandiaga]]></category>
		<category><![CDATA[Sandiaga Uno]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=118335</guid>

					<description><![CDATA[Sandiaga Uno kicaukan "NKRI Harga Mati!" terkait Pulau Pasir. Sementara, Kemlu RI sebut Pulau Pasir bukan milik Indonesia.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mencuitkan bahwa pemerintah akan menjaga kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk Pulau Pasir. Apakah tim media sosial (medsos) Sandiaga kurang </strong><strong><em>briefing</em></strong><strong>?</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pinterpolitik.com/"><strong>PinterPolitik.com</strong></a></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>“You weren’t mine to lose” – Taylor Swift, “august” (2020)</p></blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Siapa <em>nih</em> yang siap untuk bergalau ria? Mungkin, bagi kalian yang ingin meluapkan emosi kesedihannya, bisa <em>tuh</em> <em>dengerin</em> lagu-lagu Taylor Swift – mulai dari album-album lamanya seperti <em>Speak Now</em> (2010) sampai yang terbaru seperti <em>Midnights</em> (2022).</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nah</em>, dari sekian album itu, ada satu lagu yang cukup sedih <em>sih</em>. Di album <em>Folklore</em> (2020), Taylor Swift menyanyikan satu lagu yang bisa <em>nge</em>-buat kita sadar akan momen-momen indah masa lalu tetapi juga menyadarkan kita bahwa momen itu bukanlah momen yang seharusnya kita miliki sebagai memori selamanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lagu itu adalah <em>track</em> ke-8 dalam <em>Folkore</em> yang berjudul “august”. Seperti kutipan di awal tulisan, Taylor menjelaskan kisah seseorang bernama Augusta atau Augustine yang harus merelakan memori akan momen-momen indah yang ia miliki bersama seseorang bernama James.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Persoalannya menjadi pelik karena James ternyata memiliki seorang pacar bernama Betty. Akhirnya, memori Augusta/Augustine dengan James hanya berakhir sebagai sebuah <em>summer fling/love</em> yang tidak bisa dimiliki selamanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, mungkin cinta segitiga seperti yang dimiliki Betty, James, dan Augusta/Augustine ini juga terjadi di dunia nyata, bahkan dalam dunia politik dan pemerintahan Indonesia. Kali ini, hubungan segitiga ini terjadi antara Indonesia, Pulau Pasir, dan Australia.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Gimana nggak</em>? Kelompok masyarakat adat Laut Timor beberapa waktu lalu mengancam akan menggugat pemerintah Australia atas kepemilikan <strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/pulau-pasir/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Pulau Pasir</a></strong> yang terletak sejauh 144 kilometer (km) ke selatan dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan sejauh 320 km dari pesisir barat laut <strong><a href="http://pinterpolitik.com/tag/australia/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Australia</a></strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pulau Pasir selama ini selalu digunakan oleh kelompok adat Laut Timur yang melaut untuk bersinggah sejenak. Namun, kabarnya, Australia mulai meningkatkan aktivitas di pulau tersebut. Alhasil, mereka pun mengancam untuk menggugat pemerintah Australia di pengadilan di negara tersebut.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menanggapi hal ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) <strong><a href="http://pinterpolitik.com/tag/sandiaga-uno/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Sandiaga Uno</a></strong> ikut berkomentar melalui akun Twitter-nya dan mengatakan bahwa pemerintah akan menjaga kedaulatan wilayah Indonesia. “NKRI harga mati!” cuit akun @sandiuno.</p>



<figure class="wp-block-image"><a href="https://www.instagram.com/p/CkOEFIhPfBS/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" src="https://lh4.googleusercontent.com/cOxxTqGUMfHOkasVLxi9TuLZjRt1eq0qLaRANgYoAYyqSeLpQJ6Mpg8PMz7d19aRCZIL11cpbGcD9pL8dNZcZYS_WnUNQF_8JDUiQebxjeLxYf9yvgAw_LkG4AgoJxki73tkpdhzfU5H4XqGsg4xEtjRceTrk8jcrmNMqFeRP2BNjk7VvINIZNuOezJdtFZqUiDaKw" alt="Pulau Pasir Sebenarnya Punya Siapa"/></a></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Sayangnya, cuitan yang penuh semangat itu langsung dipertanyakan oleh banyak <em>netizen</em> di Twitter. Soalnya <em>nih</em>, ternyata, Direktur Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI <strong><a href="https://www.pinterpolitik.com/tag/abdul-kadir-jailani/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Abdul Kadir Jailani</a></strong> sudah berkicau duluan di akunnya. “Pulau Pasir tidak pernah masuk dalam wilayah NKRI,” jelas akun @akjailani.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Waduh</em>, <em>gimana nih</em>? <em>Kok</em> jadi beda-beda ini responsnya pemerintah Indonesia? Apa <em>nggak</em> <em>briefing </em>dulu <em>nih</em> antar-kementerian/lembaga pemerintahan? Masa malah jadi adu <em>starter pack</em> kementerian antara Kemlu vs Kemenparekraf <em>gini</em>?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, Pak Dirjen Kemlu jelas punya alasan bilang demikian. Dalam hukum internasional, berlaku sebuah asas yang disebut sebagai <em>uti possidetis juris</em> – yang artinya “sesuai apa yang dimiliki di bawah hukum” dari Bahasa Latin.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Asas hukum internasional ini digunakan untuk menentukan batas-batas wilayah banyak negara, khususnya negara-negara yang baru lahir setelah era kolonial berakhir pasca-Perang Dunia II. <em>Nah</em>, salah satunya adalah Indonesia yang merdeka pada 17 Agustus 1945 di detik-detik berakhirnya Perang Dunia II.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sederhananya, berdasarkan asas itu, Indonesia melanjutkan kedaulatan wilayah berdasarkan pemerintahan sebelumnya – dalam kasus ini adalah Hindia Belanda. Asas ini pula yang digunakan pemerintah Indonesia untuk merebut Irian Barat (sekarang Papua).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tapi <em>nih</em>, untungnya, cuitannya Pak Sandi kemudian dihapus <em>lho</em>. Ya, <em>gimana </em>pun, apa yang tercuitkan akan menjadi jejak digital.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Hmm</em>, <em>gimana sih </em>tim media sosialnya (medsos) Pak Sandi? Coba kalau tim medsosnya <em>pinter</em> seperti <a href="https://www.pinterpolitik.com/"><strong>PinterPolitik.com</strong></a>. Siapa bisa lebih <em>comprehensive knowledge</em>-nya, termasuk dalam Hubungan Internasional (HI)? <em>Hehe</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Gimana</em> ya? Kan, kita tahu kalau dalam sebuah hubungan segitiga, kita juga perlu hati-hati mencuitkan sesuatu. Kalau <em>nggak</em>, bisa-bisa malah berantem <em>tuh</em> – atau malah <em>tweet war</em>. Bukan begitu? (A43)</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity is-style-wide"/>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<div class="youtube-embed" data-video_id="i9-v7ysuOhw"><iframe title="Kenapa Peradaban Barat Bisa Kuasai Dunia?" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/i9-v7ysuOhw?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/11/Pulau-Pasir-Mengapa-Sandiaga-Keliru.jpeg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pulau Pasir Sebenarnya Punya Siapa?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/pulau-pasir-sebenarnya-punya-siapa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[M78]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Oct 2022 09:01:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[Abdul Kadir Jailani]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Pasir]]></category>
		<category><![CDATA[Sandiaga Uno]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=118186</guid>

					<description><![CDATA[Perbedaan sikap pemerintah tampaknya mulai terlihat antara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu). Bagaimana tidak? Terkait status kepemilikan wilayah Pulau Pasir di dekat Nusa Tenggara Timur (NTT), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyebutkan bahwa pemerintah akan menjaga wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan harga mati. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="819" height="1024" src="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/pulau-pasir-sebenarnya-punya-siapaed.-819x1024.jpg" alt="pulau pasir sebenarnya punya siapaed." class="wp-image-118188" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/pulau-pasir-sebenarnya-punya-siapaed.-819x1024.jpg 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/pulau-pasir-sebenarnya-punya-siapaed.-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/pulau-pasir-sebenarnya-punya-siapaed.-120x150.jpg 120w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/pulau-pasir-sebenarnya-punya-siapaed.-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/pulau-pasir-sebenarnya-punya-siapaed.-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/pulau-pasir-sebenarnya-punya-siapaed.-1068x1335.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/pulau-pasir-sebenarnya-punya-siapaed.-336x420.jpg 336w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/pulau-pasir-sebenarnya-punya-siapaed..jpg 1080w" sizes="(max-width: 819px) 100vw, 819px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Perbedaan sikap pemerintah tampaknya mulai terlihat antara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu). Bagaimana tidak? Terkait status kepemilikan wilayah Pulau Pasir di dekat Nusa Tenggara Timur (NTT), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyebutkan bahwa pemerintah akan menjaga wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan harga mati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara, Kemlu melalui Direktur Jenderal (Dirjen) Asia Pasifik dan Afrika Abdul Kadir Jailana menyatakan bahwa Pulau Pasir memang milik Australia di bawah aturan hukum internasional karena wilayah tersebut dahulunya adalah wilayah jajahan Britania (Inggris) Raya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dua pernyataan berbeda ini bermula dari ancaman Masyarakat Adat Laut Timor mengancam akan menggugat ke pengadilan Australia bila pemerintah Australia tidak angkat kaki dari Pulau Pasir. Alhasil, persoalan kepemilikan pulau ini jadi perdebatan di media sosial (medsos).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2022/10/pulau-pasir-sebenarnya-punya-siapaed.-819x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
