<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>AA Gym &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/aa-gym/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 Apr 2019 07:00:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>AA Gym &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Abdul Somad vs Ma’ruf, Siapa Marquez?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/abdul-somad-vs-maruf-siapa-marquez/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[S13]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Apr 2019 07:00:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[AA Gym]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2019]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[Ustaz Abdul Somad]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=54971</guid>

					<description><![CDATA[“Banyak yg cinta damai, tapi perang semakin ramai. Wahai kau anak manusia, ingin aman dan sentosa”. – Gigi, Perdamaian PinterPolitik.com [dropcap]G[/dropcap]elaran balap motor kelas paling bergengsi di dunia, MotoGP di sirkuit Austin, Texas beberapa hari lalu memberikan hasil yang mengejutkan. Alex Rins, pebalap asal Spanyol dari tim Suzuki secara mengejutkan berhasil memenangkan balapan di sirkuit [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>“Banyak yg cinta damai, tapi perang semakin ramai. Wahai kau anak manusia, ingin aman dan sentosa”. – Gigi, <em>Perdamaian</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]G[/dropcap]elaran balap motor kelas paling bergengsi di dunia, MotoGP di sirkuit Austin, Texas beberapa hari lalu memberikan hasil yang mengejutkan.</p>
<p>Alex Rins, pebalap asal Spanyol dari tim Suzuki secara mengejutkan berhasil memenangkan balapan di sirkuit yang dalam 6 musim terakhir selalu dikuasai oleh tim Honda.</p>
<p>Ini juga menjadi hasil paling buruk yang dialami oleh pabrikan asal Jepang berlambang sayap itu dalam 37 tahun terakhir.</p>
<p>Pebalap utamanya, Marc Marquez harus mencium aspal saat balapan baru berjalan 8 putaran. Ia terjatuh saat sudah memimpin 4 detik dari Valentino Rossi akibat kehilangan kendali atas ban depan.</p>
<p>Tapi Rossi hanya bisa finish di posisi dua, sementara podium utama dikuasai oleh Rins.</p>
<p><em>Beh, </em>apakah ini tanda-tanda juga buat Pilpres 2019 yang akan berlangsung beberapa jam lagi? Marquez kan juara bertahan, eh. <em>Hehehe.</em></p>
<p>Bukan mau bikin konspirasi dan ramalan ala-ala cenayang sih. Para penggemar MotoGP juga pasti pada protes: “Woi, jangan politisasi MotoGP!”</p>
<hr /><p><em>Ibarat motor MotoGP, Prabowo udah dapat upgrade mesin, sasis atau kerangka bawah, dan semua kelengkapan elektroniknya. </em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fterkini%2Fabdul-somad-vs-maruf-siapa-marquez%2F&#038;text=Ibarat%20motor%20MotoGP%2C%20Prabowo%20udah%20dapat%20upgrade%20mesin%2C%20sasis%20atau%20kerangka%20bawah%2C%20dan%20semua%20kelengkapan%20elektroniknya.%20&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr />
<p>Iya sih pak, nggak politisasi. Tapi, itu rencana Indonesia jadi tuan rumah MotoGP 2021 di Mandalika nggak politis juga tuh? Jelang Pemilu loh diumuminnya. <em>Uppss.</em></p>
<p>Kalau mau dianalogikan dengan MotoGP, emang saat ini <em>race </em>atau balapan antara Jokowi dan Prabowo udah masuk putaran-putaran penentuan. Jokowi emang lagi unggul kalau ngelihat hasil-hasil survei.</p>
<p>Tapi, Prabowo juga lagi dalam upaya menyusul loh. Dukungan dari Ustaz Abdul Somad (UAS) dan Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) adalah contohnya. Soalnya, keduanya itu tokoh agama yang sangat terpandang.</p>
<p>Survei dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA pada November 2018 lalu menyebut UAS adalah ulama yang dakwahnya paling banyak didengar oleh masyarakat. Sementara Aa Gym ada di posisi ke-4 dalam daftar tersebut.</p>
<p>Bisa dibayangin kan dampaknya kalau dua tokoh itu sudah memberikan <em>endorsement </em>politik. Itu belum ditambah dengan dukungan dari Habib Rizieq Shihab yang ada di posisi ke-5 dalam daftar tersebut.</p>
<p>Ibarat motor MotoGP, Prabowo udah dapat <em>upgrade </em>mesin, sasis atau kerangka bawah, dan semua kelengkapan elektroniknya. Bisa dipastikan mulai ngejar Jokowi nih yang udah melenggang jauh dan unggul secara tingkat keterpilihan.</p>
<p>Jokowi emang patut berbangga karena ada Ma’ruf Amin di kubunya yang oleh Greg Fealy dari Australian National University (ANU) disebut sebagai ulama paling <em>powerful </em> di Indonesia.</p>
<p>Bahkan, beberapa teman yang berasal dari kelompok pemilih Islam tradisionalis bilang bahwa orang-orang tua mereka awalnya nggak suka Jokowi. Tapi karena ada Ma’ruf, <em>beh </em>langsung berubah pilihannya dan mendukung Jokowi sepenuh hati.</p>
<p>Jadinya, Jokowi emang lagi ngebut-ngebutan nih di jalan. Lha programnya aja dinamain Dilan kok. Itu kan nama yang identik dengan motor juga <em>hehehe.</em></p>
<p>Hmm, tapi jangan ngebut-ngebut pak. Nanti malah jadi kayak Marquez, cium aspal dan akhirnya kalah. Soalnya, di balapan kayak gini, semuanya tinggal menunggu momentum. Siapa tau aja kalau motor Pak Jokowi jatuh dan mesinnya rusak, eh Pak Prabowo yang malah bisa melenggang mulus ke garis finis. (S13)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/04/fdhgkhk-1024x676.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Aa Gym dan Tuah Politiknya</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/aa-gym-dan-tuah-politiknya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[H33]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Mar 2019 01:00:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[AA Gym]]></category>
		<category><![CDATA[Abdullah Gymnastiar]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=49811</guid>

					<description><![CDATA[Abdullah Gymnastiar jadi salah satu penceramah yang dinanti sikap politiknya. Pinterpolitik.com [dropcap]L[/dropcap]ama tak terdengar, nama KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym belakangan kembali menjadi sorotan. Ini terjadi setelah nama pimpinan pesantren Daarut Tauhid itu dikait-kaitkan dengan perkara politik. Nama sang dai disebut-sebut terlibat dalam manuver politik Ketua Umum PPP M. Romahurmuziy atau Rommy. Berdasarkan laporan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Abdullah Gymnastiar jadi salah satu penceramah yang dinanti sikap politiknya.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a;"><strong>Pinterpolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]L[/dropcap]ama tak terdengar, nama KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym belakangan kembali menjadi sorotan. Ini terjadi setelah nama pimpinan pesantren Daarut Tauhid itu dikait-kaitkan dengan perkara politik. Nama sang dai disebut-sebut terlibat dalam manuver politik Ketua Umum PPP M. Romahurmuziy atau Rommy.</p>
<p>Berdasarkan laporan yang lebih dahulu muncul, Rommy dianggap melakukan manuver untuk membuat Aa Gym untuk bersikap netral pada Pilpres 2019. Meski demikian, hal ini kemudian dibantah oleh Rommy seraya melakukan tabayyun atau klarifikasi kepada Aa Gym.</p>
<p>Di luar itu, Aa Gym sebenarnya mengaku dirinya memiliki pilihan tersendiri pada Pilpres nanti dan tidak akan bersikap netral. Meski begitu, ulama asal Bandung, Jawa Barat itu saat ini memprioritaskan untuk menjaga umat agar tidak terpecah belah jelang Pilpres 2019.</p>
<p>Terlepas dari hal itu semua, tampak bahwa sikap politik Aa Gym menjadi salah satu hal yang penting jelang Pilpres nanti. Meski dibantah, tentu ada alasan mengapa muncul kabar bahwa sang dai diminta netral pada pemilihan nanti. Lalu, seperti apa sebenarnya tuah politik Aa Gym dalam politik Indonesia?</p>
<h4><strong>Penceramah Kondang</strong></h4>
<p>Aa Gym merupakan sosok penceramah Islam yang amat terkemuka. Meski sempat diterpa isu pribadi, dai asal Bandung tersebut masih tergolong ke dalam penceramah yang memiliki banyak pengikut di negeri ini.</p>
<p>Ekspansi dakwah Aa Gym pada masanya memang tergolong sangat masif. Pesantren Daarut Tauhid di bawah asuhannya bahkan sampai membuka cabang tak hanya di Bandung saja, tetapi juga berdiri di tanah ibu kota Jakarta.</p>
<p>Di era kejayaannya, Aa Gym memang sangat fenomenal. Menurut James Hoesterey, sebagaimana dikutip oleh <a href="https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/13537903.2013.831650">Julia Day Howell</a>, rating acara televisi yang menampilkan dirinya sempat menyentuh angka 32 persen di tahun 2002. Tak hanya itu, menurut Time Asia sebagaimana dikutip Howell, sang dai juga sampai pada titik menerima 1.200 undangan per bulannya.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true">
<p lang="in" dir="ltr">Dan jg utk media, aparat utk bisa berbuat adil seadil-adilnya. Karena kalau tdk bisa berbuat adil maka ini bisa menjadi masalah yg sangat besar, dan Aa percaya bahwa semua pihak akan berusaha sekuat tenaga untuk bisa menghormati kejujuran, keadilan, dinegeri yang kita cintai ini.</p>
<p>&mdash; Abdullah Gymnastiar (@aagym) <a href="https://twitter.com/aagym/status/1105102370663366661?ref_src=twsrc%5Etfw">March 11, 2019</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Saat ini, jika media sosial menjadi ukurannya, Aa Gym masuk ke dalam penceramah dengan jumlah pengikut terbanyak di Indonesia. Di Twitter, Aa Gym memiliki jumlah pengikut dengan total 2,8 juta. Sementara itu, di media sosial Instagram ada 3,6 juta pengikut.</p>
<p>Howell menyoroti mengapa Aa Gym bisa mendapatkan begitu banyak pengikut di negeri ini. Gaya ceramah Aa Gym cenderung tidak banyak mendikte tentang apa yang boleh dan tidak boleh dalam Alquran dan hadits. Ia justru cenderung lebih banyak mengajak masyarakat untuk berintrospeksi diri secara halus. “Jagalah hati” menjadi jargon yang amat identik dengan sosok Aa Gym.</p>
<p>Menuru Howell, Aa Gym mampu memasukkan unsur-unsur dakwah ke dalam cara penyampaian yang sebelumnnya tak tersentuh urusan religi. Hal ini misalnya meliputi pelatihan pengembangan diri, konsultasi bisnis dan pesan elektronik.</p>
<p>Gaya ceramah seperti ini membuatnya mudah diterima oleh banyak kalangan. Dari kelas sosial-ekonomi, masyarakat miskin dan kaya sama-sama menggemarinya. Menurut Hoesterey, Aa Gym juga tidak hanya digemari kaum Muslim, tetapi juga non-Muslim.</p>
<h4><strong>Otoritas Politik</strong></h4>
<p>Di luar gaya ceramahnya yang khas, Aa Gym juga sebenarnya menjadi amat digemari masyarakat karena tumbuh di masa terjadinya pergesaran di dalam masyarakat. Era ini disebut sebagai <a href="https://kyotoreview.org/issue-24/rising-islamism-in-post-reformasi-indonesia/">The Rise of New Islamic Authority</a> oleh Alexander Arifianto dari Rajaratnam School of International Studies.</p>
<p>Pasca reformasi, terjadi pergeseran otoritas dari ulama-ulama yang berhaluan tradisional menjadi ustaz-ustaz yang lebih populer baik melalui media sosial maupun televisi. Aa Gym boleh dibilang merupakan salah satu ulama pertama &#8211; bahkan menurut Howell pionir  ulama yang meraup banyak popularitas melalui televisi.</p>
<p>Menurut Arifianto, dai yang besar di era tersebut cenderung bisa memobilisasi massa kelompok konservatif dengan baik. Secara spesifik, Aa Gym sendiri memang menurut Hoesterey mengambil langkah ini sebagai <a href="https://books.google.co.id/books?id=_HYiqv333C8C&amp;pg=PA95&amp;lpg=PA95&amp;dq=Hoesterey,+James.+%E2%80%9CMarketing+Morality:+The+Rise,+Fall+and+Rebranding+of+Aa+Gym&amp;source=bl&amp;ots=SOnMmlwhG0&amp;sig=ACfU3U1BJUHEUnEpBQ7zK_qXSBsvm_tr0g&amp;hl=en&amp;sa=X&amp;ved=2ahUKEwjYrq21ifzgAhXMfH0KHXPBC3kQ6AEwA3oECAcQAQ#v=onepage&amp;q=Hoesterey%2C%20James.%20%E2%80%9CMarketing%20Morality%3A%20The%20Rise%2C%20Fall%20and%20Rebranding%20of%20Aa%20Gym&amp;f=false"><em>rebranding</em> </a>dirinya yang mulai ditinggalkan akibat isu pribadinya.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/Bu3IUgEnEPP/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/Bu3IUgEnEPP/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/Bu3IUgEnEPP/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">SAYA TELAH BERTABAYYUN KEPADA AA GYM⠀ ⠀ Sehubungan dengan berita klarifikasi @aagym, kemarin saya telah bertabayyun kepada beliau melalui Whatsapp dan beliau memahaminya, bahwa saya tidak pernah melakukan pendekatan kepada @aagym dalam rangka pilpres untuk bersikap mendukung salah satu paslon atau netral, maka kalau ada statemen seperti itu tentu itu tidak benar/hoax⠀ ⠀ Saya memang ditanya oleh wartawan apakah pernah bertemu @aagym. Saya sampaikan pernah, sekitar 2-3 tahun lalu karena saya memang pernah silaturrahmi ke yayasan beliau di Kebayoran baru. Selebihnya ketika mereka tanyakan bagaimana sikap @aagym dalam pilpres, saya jawab standar bahwa sikap beliau tercermin dalam seluruh postingan status beliau di media sosial. Karenanya yang lebih pas tentu ditanyakan langsung ke @aagym⠀ ⠀ Kalau ada hal-hal yang lebih daripada itu, itu sudah diluar statement saya.⠀ Semoga ini cukup menjadi sarana #tabayyun agar jangan sampai kita terprovokasi oleh berita yang tidak benar.</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/romahurmuziy/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> M. Romahurmuziy</a> (@romahurmuziy) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2019-03-11T08:33:31+00:00">Mar 11, 2019 at 1:33am PDT</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Salah satu langkah <em>rebranding</em> yang dilakukan oleh Aa Gym adalah dengan membangun kedekatan dengan ulama dan politisi berhaluan konservatif. Dalam catatan Hoesterey, Aa Gym misalnya pernah hadir di acara milik Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di tahun 2007.</p>
<p>Menurut penasihat Aa Gym, sebagaimana dikutip Hoesterey,  kedekatannya dengan kelompok konservatif tidak berarti bahwa ia setuju sepenuhnya dengan ide radikal, tetapi untuk menunjukkan bahwa ia masih memiliki otoritas dan bisa mendatangkan banyak massa.</p>
<p>Otoritas Aa Gym yang tak sepenuhnya sirna membuatnya menjadi sosok dai yang memiliki pengaruh dalam politik. Oleh karena itu, dukungannya kerap menjadi sangat penting untuk menjadi pendorong elektabilitas kandidat tertentu. Tak hanya itu, ia sendiri bahkan sempat dipertimbangkan untuk melaju pada Pilgub Jabar 2018.</p>
<p>Otoritas politik Aa Gym ini membuatnya masuk ke dalam jajaran ulama yang paling berpengaruh secara politik versi survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA. Ia masuk ke dalam jajaran tersebut bersama dengan penceramah lain seperti Yusuf Mansur, Abdul Somad dan Arifin Ilham.</p>
<p>Berdasarkan survei tersebut, Aa Gym menjadi sosok paling terkenal dengan tingkat pengenalan sebesar 69,3 persen. Sementara itu, dari segi pengaruh, ia berada di urutan keempat dengan 24,9 persen responden yang mendengarkan pendapatnya.</p>
<h4><strong>Menanti Sikapnya</strong></h4>
<p>Berdasarkan kondisi tersebut dukungan politik Aa Gym menjadi hal yang sangat krusial jelang Pilpres 2019. Tuah politiknya terlampau sayang untuk tidak dikapitalisasi kandidat manapun karena sosoknya yang bisa memobilisasi massa. Oleh karena itu, wajar jika nama sekaliber Aa Gym akan selalu dikait-kaitkan dengan urusan politik.</p>
<p>Pada Pilpres 2014 lalu, Aa Gym secara terbuka memberikan dukungannya kepada pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. Kala itu, Aa Gym menganggap bahwa pasangan tersebut sudah lama dirindukan oleh Indonesia.</p>
<hr /><p><em>Sikap politik Aa Gym jadi salah satu yang paling ditunggu jelang Pilpres 2019.</em><br /><a href='https://x.com/intent/tweet?url=https%3A%2F%2Fwww.pinterpolitik.com%2Fin-depth%2Faa-gym-dan-tuah-politiknya%2F&#038;text=Sikap%20politik%20Aa%20Gym%20jadi%20salah%20satu%20yang%20paling%20ditunggu%20jelang%20Pilpres%202019.&#038;via=pinterpolitik&#038;related=pinterpolitik' target='_blank' rel="noopener noreferrer" >Share on X</a><br /><hr />
<p>Sejarah dukungannya di 2014 tersebut membuat orang banyak mengidentifikasi dirinya sebagai ulama yang dekat dengan Prabowo. Secara khusus, namanya bahkan sempat diusulkan beberapa pihak untuk menjadi cawapres bagi Prabowo. Jika Aa Gym kembali berlabuh ke Prabowo, hal ini jelas mampu menjadi suntikan berarti bagi pemenangan mantan Danjen Kopassus tersebut.</p>
<p>Di luar itu, wajar pula jika ada politisi seperti Rommy – meski sudah dibantah &#8211; atau siapapun yang bermanuver agar Aa Gym bersikap netral. Jika pengaruh politik Aa Gym jatuh ke salah satu kubu, maka kubu tersebut dapat mendapatkan keuntungan yang cukup besar. Kemampuannya mendatangkan massa jelas menjadi hal yang bisa memberikan keuntungan tersendiri.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/BuqwB81ggtm/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/BuqwB81ggtm/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/BuqwB81ggtm/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Upaya menggeser Abdul Somad Simak infografis kami lainnya di Pinterpolitik.com #abdulsomad #uas #ustadabdulsomad #ppp #romahurmuziy #infografik #infografis #politik #politikindonesia #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_medium=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2019-03-06T13:08:10+00:00">Mar 6, 2019 at 5:08am PST</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>Secara spesifik, jika dukungan Aa Gym ini kembali jatuh ke Prabowo seperti di tahun 2014, kubu kandidat nomor urut 01, Joko Widodo berpotensi akan lebih berat langkahya di Pilpres 2019. Hal ini terutama jika melihat riwayat politiknya yang lebih lekat dengan Prabowo. Pada titik ini, jika Aa Gym bersikap lebih netral, maka pengaruh dan otoritas politiknya juga akan lebih ternetralisir karena tidak jatuh ke kubu manapun.</p>
<p>Aa Gym sendiri mengaku bahwa dirinya punya pilihan politik dan tidak mengambil jalan netral. Hanya saja, hingga saat ini, ia tidak mengungkapkan kepada publik siapa yang menjadi pilihannya tersebut. Ia menilai bahwa saat ini sebagai mubalig, ia lebih baik mengajak masyarakat agar menciptakan suasana Pilpres yang sejuk.</p>
<p>Pada akhirnya, tuah politik Aa Gym jelas merupakan hal yang terlalu kuat jika tak dimaksimalkan salah satu kubu. Dengan tak mengungkapkan pilihannya, Aa Gym tentu bisa menjaga keseimbangan, sehingga tak ada kubu yang merasa lebih kuat. Akan tetapi, publik tetap saja ingin tahu siapa kandidat yang jadi pilihan hatinya. Lalu, siapakah kandidat yang menjadi pilihan Aa Gym? (H33)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="IE6Vf85pWJg"><iframe width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/IE6Vf85pWJg?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/03/1-6e07aa3e3f0162f0685e24d88686dd21-1024x630.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ulama Paling Berpengaruh Secara Elektoral</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/infografis/ulama-paling-berpengaruh-secara-elektoral/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[K12]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Nov 2018 10:23:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Infografis]]></category>
		<category><![CDATA[AA Gym]]></category>
		<category><![CDATA[Abdul somad]]></category>
		<category><![CDATA[Alumni 212]]></category>
		<category><![CDATA[Arifin Ilham]]></category>
		<category><![CDATA[Habib Rizieq Shihab]]></category>
		<category><![CDATA[Yusuf Mansur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=43850</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Ulama-Paling-Berpengaruh-Secara-Elektoral.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-43851" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Ulama-Paling-Berpengaruh-Secara-Elektoral.jpg" alt="Ulama Paling Berpengaruh Secara Elektoral" width="1080" height="1350" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Ulama-Paling-Berpengaruh-Secara-Elektoral.jpg 1080w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Ulama-Paling-Berpengaruh-Secara-Elektoral-240x300.jpg 240w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Ulama-Paling-Berpengaruh-Secara-Elektoral-768x960.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Ulama-Paling-Berpengaruh-Secara-Elektoral-819x1024.jpg 819w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Ulama-Paling-Berpengaruh-Secara-Elektoral-696x870.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Ulama-Paling-Berpengaruh-Secara-Elektoral-1068x1335.jpg 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Ulama-Paling-Berpengaruh-Secara-Elektoral-336x420.jpg 336w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2018/11/Ulama-Paling-Berpengaruh-Secara-Elektoral-819x1024.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Perang Bintang Cawagub Jabar</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/terkini/perang-bintang-cawagub-jabar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Z19]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Dec 2017 12:05:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[AA Gym]]></category>
		<category><![CDATA[Deddy Mizwar]]></category>
		<category><![CDATA[Dede Yusuf]]></category>
		<category><![CDATA[Desy Ratnasari]]></category>
		<category><![CDATA[Pilgub Jabar 2018]]></category>
		<category><![CDATA[Ridwan Kamil]]></category>
		<category><![CDATA[Survei Pilgub Jabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=17606</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Walau menjadi nomor dua, partai saling sikut untuk bisa mendapatkannya.&#8221; PinterPolitik.com [dropcap]C[/dropcap]alon Wakil Gubernur Jawa Barat menjadi posisi yang diperebutkan berbagai partai politik jelang Pilgub Jabar 2018. Namun, nama – nama yang disodorkan partai politik kepada calon Gubernur tak memiliki elektabilitas yang berkesan. Untungnya, calon Gubernur sudah mengerucut kepada Kang Mail dan Kang Deddy Mizwar. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong><em>&#8220;Walau menjadi nomor dua, partai saling sikut untuk bisa mendapatkannya.&#8221;</em></strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #ccdb00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap]C[/dropcap]alon Wakil Gubernur Jawa Barat menjadi posisi yang diperebutkan berbagai partai politik jelang Pilgub Jabar 2018.</p>
<p>Namun, nama – nama yang disodorkan partai politik kepada calon Gubernur tak memiliki elektabilitas yang berkesan.</p>
<p>Untungnya, calon Gubernur sudah mengerucut kepada Kang Mail dan Kang Deddy Mizwar. Kalau makin banyak ya makin ruwet saja. Jadi tinggal tuntaskan nomor duanya saja.</p>
<p>Tapi alangkah lucunya, disaat partai politik ‘menjual’  nama kader potensialnya, justru berbanding terbalik dengan elektabilitasnya.</p>
<p>Sikap ngototnya hanya dilatarbelakangi hasrat kekuasaan bukan hasil dari kajian, sepertinya begitu. Emang partai kalau mau nentuin calon kepala daerah itu reaksional gitu ya? <em>Weleeeh weleeeh. Ampun dah.</em></p>
<p>Aneh ga sih, udah tau elektabilitas calon wakil gubernur yang diusulkan ga bagus ko masih aja diusulkan partai politik? Memang ga dikaji dulu ya kira-kira figur dan ketokohannya bisa mendongkrak kemenangan atau tidak?</p>
<p>Atau mau nempel calon gubernurnya aja. Hati – hati ah jadi parasut eh parasit hehehe.</p>
<p>Hmmm, kalau cuma meminta porsi jabatan untuk Pilgub Jabar itu sudah transaksional. Ga sehat dan bagus untuk proses demokrasi. Hmm, ketahuan dan kena deh. <em>Weleeeh weleeeh.</em></p>
<p>Angin segar calon wakil gubernur justru berhembus ke arah sosok yang sering muncul di layar kaca. Loh siapa..siapa? Jangan bikin partai dan calonnya kebakaran jenggot gitu dong. <em>Woailaaaah wadeziggggggg.</em></p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="en">
<p dir="ltr" lang="in"><a href="https://t.co/bUhJoVlxul">https://t.co/bUhJoVlxul</a> Poltracking: Dede Yusuf, Aa Gym dan Desy Ratnasari cawagub Jabar favorit</p>
<p>— MERDEKA (@merdekadotcom) <a href="https://twitter.com/merdekadotcom/status/937981153440440320?ref_src=twsrc%5Etfw">December 5, 2017</a></p></blockquote>
<p><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script>Usut punya usut. Ternyata dibalik para kader partai yang tak punya elektabilitas tinggi itu ada tiga sosok yang memuncaki klasemen survei dan menjadi calon wakil gubernur favoritnya masyarakat Jawa Barat. Hmm, rasain nih wkwkwk.</p>
<p>Tiga nama ini bukan sembarang orang, mereka punya kiprah dan sering muncul di layar kaca. Ia adalah Dede Yusuf, AA Gym dan Desy Ratnasari.</p>
<p>Kalaupun misalkan ada dua pasangan calon gubernur yang bertarung, kayanya sih kalau wakilnya dari tiga nama ini akan terasa perangnya, lebih jelasnya sih perang bintang layar kaca. <em>Weleeeh weleeeh. </em>(Z19)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/12/Untitled-1-copy.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Cuit AA Gym, Upaya Eksis?</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/cuit-aa-gym-upaya-eksis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[A27]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Apr 2017 06:47:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik & Figure]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[AA Gym]]></category>
		<category><![CDATA[Ahok]]></category>
		<category><![CDATA[Anies Baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada DKI Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://pinterpolitik.com/?p=8528</guid>

					<description><![CDATA[AA Gym, ulama kondang negeri menghebohkan dunia maya karena mengecam video kampanye Ahok. Menurutnya, video yang dibagikan oleh Ahok tersebut mengandung fitnah keji dan kotor. PinterPolitik.com [dropcap size=big]C[/dropcap]uitan sang ulama, bertahan dalam deretan trending topic Twitter pada Senin (10/04) malam hingga selasa pagi. Hal tersebut membuat tagar #KampanyeAhokJahat ikut populer. Video yang dimaksud oleh AA [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>AA Gym, ulama kondang negeri menghebohkan dunia maya karena mengecam video kampanye Ahok. Menurutnya, video yang dibagikan oleh Ahok tersebut mengandung fitnah keji dan kotor. </em></strong></p>
<hr />
<p><span style="color: #d1db00;"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p>[dropcap size=big]C[/dropcap]uitan sang ulama, bertahan dalam deretan <em>trending topic </em>Twitter pada Senin (10/04) malam hingga selasa pagi. Hal tersebut membuat tagar #KampanyeAhokJahat ikut populer. Video yang dimaksud oleh AA Gym dalam cuitan yang ‘dikicaukan kembali’ atau <em>retweet</em> ribuan kali tersebut adalah video kampanye Pilkada Jakarta dari pasangan Ahok-Djarot.</p>
<p>Dalam satu adegannya, terdapat kelompok pemuda berpeci dan bersorban, membawa spanduk bertuliskan “Ganyang Cina”. Simbol peci dan sorban yang lekat dengan Muslim tersebut sontak saja membuat AA Gym ‘gemas’, tak sedikit pula yang setuju dengannya.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="en">
<p dir="ltr" lang="in">Pa AHOK saya PROTES KERAS video kampanye yang sangat menyudutkan umat Islam , ini fitnah yang sangat kotor dan keji <a href="https://t.co/yeRVeUAbEA">pic.twitter.com/yeRVeUAbEA</a></p>
<p>— Abdullah Gymnastiar (@aagym) <a href="https://twitter.com/aagym/status/851295017809268737">April 10, 2017</a></p></blockquote>
<p><script async src="//platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Berikut adalah video kampanye <strong>#beragamituBasukiDajrot</strong> yang jadi sorotan AA Gym.</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="mQ8_hzpaB3I"><iframe width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/mQ8_hzpaB3I?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" gesture="media" allow="encrypted-media" allowfullscreen></iframe></div>
<p>Lebih jauh lagi, video tersebut sudah dilaporkan Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) ke Bareskrim (Badan Reserse Kriminal) dan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) dengan alasan menyalahi aturan kampanye.</p>
<p>“Yang dipersoalkan adalah potongan gambar berdurasi lima detik yang menggambarkan beberapa orang berpeci hitam dan putih sedang berdemo, dengan latar belakang spanduk putih bertuliskan ‘ganyang Cina’” jelas anggota ACTA, Novel Bamukmin. Ia melanjutkan bahwa ide keberagaman itu bagus, tapi menurutnya bisa tanpa gambar tersebut.</p>
<p>Pelaporan ini menambah daftar kasus Ahok tersandung kasus pelecehan agama sesudah peristiwa QS. Al Maidah 51, yang hingga detik ini masih terus berjalan.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-8535 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/04/quotes-aa-gym-01.png" alt="" width="2667" height="823" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/04/quotes-aa-gym-01.png 2667w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/04/quotes-aa-gym-01-696x215.png 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/04/quotes-aa-gym-01-1068x330.png 1068w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/04/quotes-aa-gym-01-1361x420.png 1361w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/04/quotes-aa-gym-01-1920x592.png 1920w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/04/quotes-aa-gym-01-300x93.png 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/04/quotes-aa-gym-01-768x237.png 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/04/quotes-aa-gym-01-1024x316.png 1024w" sizes="auto, (max-width: 2667px) 100vw, 2667px" /></p>
<p><strong>AA Gym, Sempat Hilang dan Kembali</strong></p>
<p>AA Gym atau yang memiliki nama lengkap Abdullah Gymnastiar, merupakan pendakwah, pengusaha sekaligus pemilik pondok pesantren Da’arut Tauhid. Lahir di Bandung, 29 Januari 55 tahun yang lalu. Berbeda dengan kebanyakan ulama yang menempuh jalur pendidikan keagamaan sejak dini sebagai pendakwah, AA Gym ternyata lebih lama menempuh sekolah konvensional yakni di ITB jurusan Teknik Elektro, lalu di Universitas Jendral Ahmad Yani (Unjani). Setelah lulus, barulah ia menempuh pendidikan agama di Pondok Pesantren Miftahul Huda Mangonjaya yang terletak di Tasikmalaya.</p>
<p>Sebelum memulai karir di televisi, ia terlebih dulu mendirikan usaha Pondok Pesantren dan penerbitan buku. Namanya mulai akrab di telinga masyarakat, di saat ia membahas keutamaan keluarga, dan ulama lain membahas keutamaan berpuasa dan shalat. Dengan demikian, ia lekat dan didaulat oleh penggemar dan masyarakat sebagai Ustadz  Keluarga Bahagia.</p>
<p>Perlahan namun pasti, pamornya redup seiring keputusannya berpoligami dengan Alfarini Elridani pada tahun 2006. AA Gym sudah memiliki istri bernama Hajjah Ninih Muthmainah yang dinikahi sejak tahun 1988 dan memberinya tujuh orang anak.</p>
<p>Keputusan berpoligaminya seakan menjadi sebuah kontroversi tersendiri bagi dirinya. Selain nama yang meredup, bisnisnya yang berkembang pesat dalam dua tahun tersebut, lesu seketika. Masyarakat juga tidak antusias lagi mendatangi pengajiannya, hingga jamaahnya terus menyurut hingga 70 persen. Tentu saja penampilan di televisi juga tidak lagi sesering dahulu.</p>
<p>Poligami yang dilakukannya, selain mampu membuat bisnisnya redup juga mendorong banyak aksi massa turun jalan mengecam poligami. AA Gym mengaku dalam sebuah wawancara dalam Kick Andy tahun 2007 bahwa ada beberapa pihak mengiriminya pesan singkat dan surat menyatakan kekecewaannya berpoligami.</p>
<p>Kini, setelah beberapa tahun tak terlihat di berbagai media massa, AA Gym ‘kembali’ ke masyrakat. Lewat media sosial Twitter, ia aktif memberikan respon terkait politik, mempromosikan acara keagmaan yang dipimpinnya, hingga memberi kultum singkat. Lewat Twitter pula ia menyapa masyarakat yang dulu meninggalkannya atau mereka yang benar-benar baru mengenalnya.</p>
<p><strong>Sang Ulama dalam Pusaran Pilkada Jakarta</strong></p>
<p>Dalam pusaran Pilkada Jakarta, AA Gym memang menunjukan beberapa sikap bertolak pada Ahok. Hal tersebut seringkali diutarakannya pada cuitan-cuita Twitter.  Selain kritiknya terhadap video kampanye #beragamituBasukiDjarot, bulan Februari lalu, dalam akun Twitternya ia mengunggah foto banjir dengan kapsi, “<em>Innalillahi, Jakarta banjir lagi, semoga nanti Ada pemimpin Jakarta yang rendah hati, tak ujub takabur merasa sudah banyak berbuat”</em></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-8529 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/04/aagym.jpg" alt="" width="940" height="940" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/04/aagym.jpg 940w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/04/aagym-696x696.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/04/aagym-420x420.jpg 420w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/04/aagym-135x135.jpg 135w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/04/aagym-150x150.jpg 150w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/04/aagym-300x300.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/04/aagym-768x768.jpg 768w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/04/aagym-125x125.jpg 125w" sizes="auto, (max-width: 940px) 100vw, 940px" /></p>
<p>Cuitan ini membuatnya menjadi bulan-bulanan netizen karena foto yang disertakannya adalah foto tahun 2015, bukan yang terjadi saat itu. Tidak hanya itu, cuitan terdahulunya pada 10 Februari, mengunggah foto Sandiaga Uno dan Agus Harimurti Yudhoyono bergandengan tangan dalam sebuah acara keagaaman yang dipimpinnya.</p>
<blockquote class="twitter-tweet" data-lang="en">
<p dir="ltr" lang="in">Senang melihat hamba hamba Alloh, bersimpuh dihadapan Alloh, dan berpegangan erat untuk kemashlahatan bersama, NKRI yg kita cintai <a href="https://t.co/U40UyphvZK">pic.twitter.com/U40UyphvZK</a></p>
<p>— Abdullah Gymnastiar (@aagym) <a href="https://twitter.com/aagym/status/830241296195342336">February 11, 2017</a></p></blockquote>
<p><script async src="//platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script></p>
<p>Ia mengajak sesama muslim berdoa untuk NKRI yang dicintai. Ia memang tidak pernah mengeluarkan pernyataan mendukung kubu Anies ataupun Agus, yang saat itu masih ikut berlaga dalam Pilkada Jakarta, namun jelas bahwa ia menghendaki pemimpin muslim yang akan menjadi orang nomor satu Jakarta.</p>
<p>Hal tersebut terbukti dari hadirnya AA Gym dalam aksi damai 212 di Monas pada bulan Desember 2016 lalu. Tidak cukup sendiri saja, ia juga mendatangkan 10.000 santrinya dari Daarut Tauhid, Bandung.</p>
<p>AA Gym memberi ceramah dalam aksi tersebut yang berisi agar dapat memperbaiki diri dari kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama, “Kita sibuk membahas kata-kata tak baik, tapi kalau kita tidak bicara baik itu percuma.”</p>
<figure id="attachment_8532" aria-describedby="caption-attachment-8532" style="width: 640px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-8532 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/04/liputan6.jpeg" alt="Cuit AA Gym, Upaya Eksis?" width="640" height="355" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/04/liputan6.jpeg 640w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/04/liputan6-300x166.jpeg 300w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-8532" class="wp-caption-text">AA Gym dalam aksi damai Bela Islam 411 (foto: Liputan6)</figcaption></figure>
<p>Keterlibatannya dalam pusaran politik, tidak hanya ditunjukan dalam cuitan dan aksi damai saja, di Bandung ia turut menghadiri Apel Besar Nusantara Bersatu pada November 2016. Acara yang digagas oleh Panglma TNI Gatot Nurmantyo ini, memang mengundang tokoh agama dan masyarakat, serta budayawan. Untuk meningkatkan kecintaan masyarakat kepada NKRI, begitu ungkap Nurmantyo. Dalam acara ini, AA Gym tak tanggung-tanggung datang menunggangi kudanya.</p>
<figure id="attachment_8533" aria-describedby="caption-attachment-8533" style="width: 780px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-8533 size-full" src="https://pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/04/news-detik.jpg" alt="" width="780" height="438" srcset="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/04/news-detik.jpg 780w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/04/news-detik-696x391.jpg 696w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/04/news-detik-748x420.jpg 748w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/04/news-detik-300x168.jpg 300w, https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/04/news-detik-768x431.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 780px) 100vw, 780px" /><figcaption id="caption-attachment-8533" class="wp-caption-text">AA Gym dalam Apel Besar Nusantara (foto: Detik)</figcaption></figure>
<p><strong>Bermain-main dengan SARA</strong></p>
<p>Video yang dipermasalahan AA Gym dan pendukungnya, menurut Eva Sundari, salah satu tim sukses Ahok-Djarot, nyatanya malah menggambarkan realitas-realitas yang divisualkan. “Ahok dan para pendukungnya adalah korban politisasi SARA.”</p>
<p>Lebih lanjut lagi, Eva berbicara, “intimidasi dan kekerasan itu realitas. Situasi lapangan selama Pilkada merupakan pengalaman pahit bagi kita, bagaimana Jakarta terobek isu SARA.” Contoh yang sering ditemui oleh tim pemenangan Ahok adalah kasus penistaan agama yang menimpanya dan spanduk ‘Ganyang Cina’ yang ditemukan dalam sebuah unjuk rasa.</p>
<p>Tb. Aceh Hasan Syadzily, sekretaris Tim Pemenangan Ahok-Djarot menyebut spanduk tulisan ‘Ganyang Cina’ memang pernah muncul dalam sebuah demonstrasi di Indonesia. “Lho, itu kan sebetulnya waktu beberapa kesempatan yang lalu, ada pihak-pihak yang mencoba untuk terus mengkampanyekan terhadap anti keberagaman, itu ada kok spanduk aslinya itu ada,” ujarnya pada Senin (10/04).</p>
<p><strong>Bukan Fitnah, Namun Tak Etis</strong></p>
<p>Jika kembali pada sikap protes AA Gym, tentu saja hal tersebut wajar diutarakan. Penampakan kelompok berpeci dan bersorban dalam video kampanye Ahok tidaklah etis. Dalam peraturan KPU Tahun 2015 pasal 19 yang membahas Materi Kampanye, poin keempat menyebutkan bahwa materi kampanye harus bijak dan beradab, yakni tidak menyerang pribadi, kelompok, golongan, atau pasangan calon lain.</p>
<p>Dibandingkan dengan sebutan fitnah keji dan kotor, video kampanye Ahok lebih bernilai tidak etis karena menampilkan kelompok berpeci dan bersorban yang simbolnya lekat dengan Muslim. Penggambaran tersebut seakan menyerang kelompok muslim tertentu. Di sisi lain, peristiwa kelompok berpeci dan bersorban membawa spanduk bertuliskan ‘Ganyang Cina’ benar terjadi pada saat aksi dama Bela Islam 411 pada (4/11/2016) lalu.</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="7VelkNAdt50"><iframe loading="lazy" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/7VelkNAdt50?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" gesture="media" allow="encrypted-media" allowfullscreen></iframe></div>
<p>Lalu, apa keuntungan AA Gym ikut berkelindan dalam kontestasi politik DKI Jakarta? Ia adalah warga Bandung, yang secara langsung tidak akan merasakan pengaruh pemerintahan baik Ahok atau Anies, yang terpilih sebagai gubernur Jakarta nanti. Namun, tentu saja, dirinya berhak secara penuh mengikuti dan ikut mengkhawatirkan perkembangan Pilkada DKI Jakarta.</p>
<p>Melihat berbagai elemen kelompok Islam saat ini mulai mulai memasuki jalur politik formal maupun non-formal, tentu respon AA Gym terhadap Pilkada DKI Jakarta yang kerap diutarakannya melalui media sosial memiliki kepentingan dan agenda tersendiri. Dengan kata lain, bisa saja kepentingan oligarki ekonomi politik menjadi sumbu AA Gym, ikut larut dalam riuh rendah Pilkada DKI Jakarta. Inilah cara terdekatnya dirinya untuk tetap menjangkau masyarakat setelah menghilang karena keputusannya berpoligami. (Berbagai Sumber/A27)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2017/04/istimewa-3-1024x683.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
