<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>2019 &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<atom:link href="https://www.pinterpolitik.com/tag/2019/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<description>Suara Politik Milineal Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Dec 2019 07:55:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2026/06/favicon-pinpol-150x150.png</url>
	<title>2019 &#8211; PinterPolitik.com</title>
	<link>https://www.pinterpolitik.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sebuah Refleksi Sosial Mengawali 2020</title>
		<link>https://www.pinterpolitik.com/in-depth/sebuah-refleksi-sosial-mengawali-2020/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[H57]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jan 2020 01:00:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nalar Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[2019]]></category>
		<category><![CDATA[2020]]></category>
		<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Giddens]]></category>
		<category><![CDATA[kerukunan beragama]]></category>
		<category><![CDATA[konsorsium pembaruan agraria]]></category>
		<category><![CDATA[kritis]]></category>
		<category><![CDATA[Modal Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[social capital]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pinterpolitik.com/?p=71227</guid>

					<description><![CDATA[Mengawali 2020, Banyak catatan yang mewarnai dinamika sosial dan politik di sepanjang tahun 2019 yang bisa dijadikan refleksi. PinterPolitik.com Setelah melewati dinamika sosial-politik yang melelahkan, kini saatnya kita lakukan refleksi sosial bersama atas sejumlah peristiwa mulai dari pertikaian politik, fitnah sosial, penyebaran hoaks yang memicu salah paham, hingga aneka konflik sosial sepanjang 2019. Anthony Giddens [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Mengawali 2020, Banyak catatan yang mewarnai dinamika sosial dan politik di sepanjang tahun 2019 yang bisa dijadikan refleksi.</strong></h4>
<hr />
<p><span style="color: #cedb2a"><strong>PinterPolitik.com</strong></span></p>
<p><span class="dropcap dropcap2">S</span>etelah melewati dinamika sosial-politik yang melelahkan, kini saatnya kita lakukan refleksi sosial bersama atas sejumlah peristiwa mulai dari pertikaian politik, fitnah sosial, penyebaran hoaks yang memicu salah paham<em>,</em> hingga aneka konflik sosial sepanjang 2019.</p>
<p>Anthony Giddens dalam <em>The Constitution of Society </em>menyebut refleksivitas atau yang ia sebut <em>reflexive monitoring of action </em>sebagai sebuah tindakan sadar (<em>purposive</em>) oleh apa yang dilakukan sang agen (manusia).</p>
<p>Sementara, Emma Tseris dalam <em>Critical Reflection: Generating Theory from Practice,</em> mengartikan refleksi (kritis) sebagai upaya mengungkap kembali apa yang telah kita lalui begitu saja tanpa sebuah introspeksi maupun evaluasi, sekaligus pengungkapan bentuk-bentuk relasi kuasa yang terselubung.</p>
<p>Tindakan refleksif, pasalnya, merupakan sebuah tindakan yang melibatkan kesadaran untuk menimbang apa yang telah, atau yang akan dilakukan seseorang dalam kehidupan aktualnya. Karenanya, refleksivitas menjadi tolok ukur kesadaran manusia mengintrospeksi setiap laku perbuatannya.</p>
<p>Demikian, upaya refleksivitas sosial bertujuan meninjau kembali potongan-potongan peristiwa sosial yang perlahan memicu keretakan sosial atau bahkan membawa dampak disrupsi negatif akibat benturan sosial yang melanda masyarakat sepanjang kontestasi politik 2019.</p>
<p>Peristiwa keterbelahan sosial selama menjelang Pilpres 2019, misalnya, telah menciptakan polarisasi masyarakat ke dalam dua kutub yang kemudian ditipifikasi menjadi istilah ‘cebong’ (simpatisan Jokowi-Ma’ruf) dan ‘kampret’ (pendukung Prabowo-Sandiaga).</p>
<p>Fenomena cebong vs kampret selama perhelatan Pilpres diakui telah menciptakan ketegangan sosial luar biasa dalam pergaulan masyarakat. Bahkan, tak jarang ketegangan tersebut terbawa hingga ke ruang-ruang privat (keluarga) dan publik (perkantoran, tempat kerja).</p>
<p>Tak hanya itu, kedua kubu juga kerap saling berbenturan fisik akibat meningginya tensi publik menjelang Pilpres. Sebagai contoh, <a href="https://regional.kompas.com/read/2019/02/28/11443001/fakta-kericuhan-pendukung-jokowi-dan-prabowo-di-sleman-dipicu-spanduk?page=all">kontak fisik</a> yang melibatkan pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo-Sandiaga dan Joko Widodo (Jokowi) -Ma’ruf Amin di Sleman.</p>
<p>Selain itu, serangkaian fenomena sosial tak diinginkan seperti intoleransi agama, politik identitas yang memicu segregasi sosial, konflik sosial terbuka hingga sederet permasalahan sosial lainnya juga turut mewarnai hiruk-pikuk dinamika politik sepanjang 2019.</p>
<p>Sebagaimana dilaporkan Imparsial, bahwa sepanjang 2018-2019 terdapat sedikitnya <a href="https://news.detik.com/berita/d-4787954/imparsial-ada-31-kasus-intoleransi-di-indonesia-mayoritas-pelarangan-ibadah">31 kasus</a> tentang intoleransi agama. Kasus tersebut terdiri dari 12 kasus pelarangan ritual, pengajian, praktik agama dan 11 kasus pelarangan pendirian tempat ibadah.</p>
<p>Sementara, dari Markas Besar Kepolisian Negara RI (Mabes Polri), melaporkan sebanyak <a href="https://nasional.tempo.co/read/1285460/mabes-polri-catat-ada-26-konflik-sosial-sepanjang-2019">26 kasus</a> yang berkaitan dengan konflik sosial baik secara vertikal maupun horizontal terjadi sepanjang 2019.</p>
<p>Lantas, dari pengalaman pahit tersebut langkah apa yang perlu didorong untuk memulihkan kembali tatanan sosial yang sudah porak-poranda tersebut?</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/B6kXhtWAQXY/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B6kXhtWAQXY/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B6kXhtWAQXY/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Momentum 2019 warnai sejumlah kasus intoleransi sosial dan konflik sosial di Indonesia.⠀ ⠀ Simak artikel selengkapnya di https://pinterpolitik.com/⠀ ⠀ #infografik #infografis #politik #politikindonesia #politikluarnegeri #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2019-12-27T07:55:21+00:00">Dec 26, 2019 at 11:55pm PST</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<h4><strong>Merawat <em>Social Capital</em></strong></h4>
<p>Dalam kajian sosiologi, tatanan sosial diandaikan seperti sebuah sistem tata surya tempat semua benda-benda langit saling terhubung secara harmonis dan berada dalam keseimbangannya. Demikian halnya dengan tatanan sosial yang di dalamnya mencakup aneka unsur atau elemen sosial yang saling terkoneksi satu sama lain secara fungsional dan senantiasa berada dalam keseimbangan.</p>
<p>Pertanyaannya, mengapa setiap elemen sosial itu tidak tercera-berai? Jika keseimbangan tata surya dipengaruhi <a href="https://www.bbc.co.uk/bitesize/guides/zxhr7p3/revision/3">hukum gravitasi</a>, bagaimana dengan keteraturan sosial? Apakah tatanan sosial juga memiliki hukum tersendiri? Inilah pertanyaan penting yang akan dijawab dalam tulisan ini.</p>
<p>Adalah sosiolog Emile Durkheim, menyebut kepatuhan terhadap norma-norma sosial membuat masyarakat mampu menghadirkan sebuah keteraturan sosial. Konsep klasik ini masih tetap diyakini para sosiolog hingga sekarang, terlepas dari segala perdebatannya.</p>
<p>Menimbang pentingnya menanamkan kesadaran kepatuhan terhadap norma yang ada, setiap individu diharuskan untuk menyerap (internalisasi) nilai-nilai sosial yang ada dalam masyarakat dan bertindak menurut batasan-batasan norma tersebut. Jika ada individu tersebut menyimpang (<em>deviance</em>), maka ia akan dicap melawan kaidah-kaidah sosial yang berlaku dan akan dikenakan sanksi.</p>
<p>Namun, dalam perkembangannya, konsep-konsep baru tentang pentingnya merawat keteraturan sosial dalam kajian sosiologi terus bermunculan. Salah satu yang paling populer adalah kajian tentang <em>social capital</em> (modal sosial). Konsep tersebut dalam kajian sosiologi lebih banyak disumbang oleh tiga sosiolog terkemuka, <a href="https://pdfs.semanticscholar.org/5d39/d27d65f73433a3504b198ce859758812a270.pdf">James S. Coleman, Robert Putnam, dan Pierre Bordieu</a>.</p>
<p>Sederhananya, modal sosial diartikan sebagai keseluruhan jaringan sosial, norma, dan kepercayaan yang ada dalam masyarakat yang menjadi penentu kohesivitas sosial.</p>
<p>Amanda Schultz &amp; Monica Cuneo dalam <em>Networks, Resources, and Trust: What Does Social Capital Mean to Public Health?</em> menulis, istilah modal sosial merujuk pada sumber daya yang dimiliki oleh individu atas masyarakat sebagai hasil dari kepemilikan jaringan atau hubungan dengan orang lain. Salah satu manfaat dari modal sosial ialah dapat memperkuat ikatan sosial dan kerja sama antar kelompok sosial.</p>
<p>Lanjut Amanda Schultz &amp; Monica Cuneo, modal sosial sendiri memiliki tiga fungsi utama, yakni sebagai pengikat (bonding), penghubung (bridging), dan penyambung (linking) tatanan sosial sosial.</p>
<p>Senada dengan itu, David C. Rose dalam <em>Social Capital, Trust, and Economic Behavior</em> menyebut arti penting modal sosial bagi kehidupan masyarakat ialah karena ia mampu memberi solusi di saat persoalan yang terjadi di masyarakat tak mampu diselesaikan baik oleh mekanisme pasar, institusi-institusi, ataupun pemerintah.</p>
<p>Sedangkan, menurut Tristan Claridge dalam <em>Social Capital and Natural Resource Management</em>, terma modal sosial merujuk pada kepercayaan sosial, norma, dan jaringan yang dimiliki masyarakat dalam mengatasi persoalan-persoalan yang lazim terjadi di masyarakat.</p>
<p>Terakhir, Francis Fukuyama dalam <em>Social Capital and Development, The Coming Agenda,</em> mengatakan modal sosial adalah apa yang memungkinkan setiap individu untuk bersatu dalam mempertahankan kepentingan mereka dan mengorganisasikan kebutuhan-kebutuhan kolektif.</p>
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/B6oqx3DA6nn/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="12" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B6oqx3DA6nn/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<p></a> </p>
<p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B6oqx3DA6nn/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) laporkan capaian di 2019. ⠀ ⠀ Simak artikel selengkapnya di https://pinterpolitik.com/⠀ ⠀ #infografik #infografis #politik #politikindonesia #politikluarnegeri #pinterpolitik</a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">A post shared by <a href="https://www.instagram.com/pinterpolitik/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> PinterPolitik.com</a> (@pinterpolitik) on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2019-12-29T00:00:32+00:00">Dec 28, 2019 at 4:00pm PST</time></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<h4><strong><em>What is to be Done</em>?</strong></h4>
<p>Lantas, apa yang harus dilakukan agar kerapuhan sosial yang terjadi akibat perseteruan politik, dapat kembali pulih seperti sedia kala?</p>
<p>Tentu saja langkah yang perlu diambil tiada kecuali menginjeksikan kembali keterlepasan modal sosial yang selama ini telah dan sedang mengakar dalam masyarakat.</p>
<p>Salah satu instrumen yang dapat digunakan untuk mengukur keterkikisan modal sosial ialah melalui pengamatan langsung terhadap indeks kesalingpercayaan antara satu entitas sosial – kelompok, etnis, agama, dsb. – dengan yang lain, ikatan-ikatan sosial di tingkat akar rumput, derajat kerukunan sosial, serta kepatuhan masyarakat terhadap norma-norma yang berlaku.</p>
<p>Variabel-variabel sosial yang disebutkan merupakan elemen penting dalam penerapan konsep modal sosial. Jika merujuk pada <a href="kompas.com/tren/read/2019/12/15/191200965/indeks-kerukunan-umat-beragama-2019-versi-kemenag--papua-barat-tertinggi?page=all">indeks kerukunan umat beragama</a> (KUB) yang dirilis Kementerian Agama (Kemenag) 2019, menempati angka 73,83 persen alias tergolong sedang.</p>
<p>Hal itu mengacu pada standar nilai yang ditetapkan, di mana untuk score tertinggi berada di angka di atas 80, angka sedang di kisaran 60-80, dan rendah di posisi 40 ke bawah. Dengan begitu, dapat disimpulkan, indek KUB di Indonesia pada 2019 berada di level sedang.</p>
<p>Level tersebut tentu saja bukan level yang aman. Pemerintah perlu mencari cara untuk mendorong indeks kerukunan beragama – sebagai salah satu variabel modal sosial – di angka yang lebih tinggi jika ingin benar-benar memperkokoh fondasi masyarakat.</p>
<p>Apalagi, masih mengacu pada survei Kemenag, sebaran tingkat KUB tidak merata di setiap daerah. Sebagai contoh, indeks KUB di Papua Barat mampu mencapai 80 persen (tinggi), sementara di Aceh hanya menempati angka 60 (sedang).</p>
<p>Di tengah tantangan pemerintah memperkuat basis <em>social capital,</em> terdapat sejumlah kebijakan bahkan produksi wacana – dari pemerintah – yang dikhawatirkan membingungkan proses rehabilitasi modal sosial.</p>
<p>Sebagai contoh, beberapa orang mempertanyakan wacana <a href="https://tirto.id/kabinet-baru-untuk-melawan-radikalisme-atau-membungkam-demokrasi-ekk1">radikalisme</a> yang belakangan masif digencarkan pemerintah. Oleh kalangan seperti Fadli Zon, wacana ini dianggap dapat menimbulkan potensi <a href="https://nasional.kompas.com/read/2019/12/27/17583841/fadli-zon-radikalisme-jadi-dalih-pemerintah-tutupi-ketidakbecusan">pecah belah</a>.</p>
<p>Untuk itu, pemerintah juga perlu bijaksana dalam menyikapi setiap persoalan yang ada. Jangan sampai, niat baik untuk mencegah terjadinya penyimpangan di masyarakat berubah menjadi masalah baru. (H57)</p>
<div class="youtube-embed" data-video_id="l534NotuYWQ"><iframe title="Kaleidoskop Pinter Politik 2019" width="696" height="392" src="https://www.youtube.com/embed/l534NotuYWQ?feature=oembed&#038;enablejsapi=1" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></div>
<p>► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di <a href="http://bit.ly/PinterPolitik"><strong>bit.ly/PinterPolitik</strong></a></p>
<p>Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di <strong><a href="http://bit.ly/ruang-publik">bit.ly/ruang-publik</a></strong> untuk informasi lebih lanjut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			<media:content url="https://www.pinterpolitik.com/wp-content/uploads/2019/12/Refleksi-akhir-tahun-1024x682.jpeg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
